p-Index From 2021 - 2026
9.869
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Publikasi Pendidikan El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Al-Tadzkiyyah Intizar Jurnal Pendidikan Islam El Tarbawi Jurnal Pendidikan Agama Islam Medina-Te : Jurnal Studi Islam Isamic Communication Journal JURNAL IQRA´ Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Journal Analytica Islamica PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Al-Qalam Jurnal Mantik Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Dialog IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Jurnal Penelitian Keislaman eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Mu'allim Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Jendela Inovasi Daerah Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Bulletin of Pedagogical Research Arfannur: Journal of Islamic Education Mudabbir: Journal Research and Education Studies Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Nuris Journal of Education and Islamic Studies Information Technology Education Journal Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan West Science Social and Humanities Studies RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) Contemporary Quran MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research SYAHADAT: Journal of Islamic Studies Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Irsyad : Jurnal Pendidikan Agama Islam ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Advances In Education Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penguatan Self-Efficacy dan Kompetensi Diri Calon Guru PAI melalui Pengabdian di Masjid dalam Perspektif Experiential Learning Dede Harist; Edi Suresman; Achmad Faqihuddin
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 6 No. 1: January - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v6i1.266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan self-efficacy dan kompetensi diri calon guru Pendidikan Agama Islam melalui pengabdian di masjid dalam perspektif experiential learning. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis digunakan secara komprehensif dalam riset ini. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh informan, meliputi mahasiswa aktif dan alumni. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam serta dokumentasi, sementara analisis data menerapkan model interaktif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas pengabdian di masjid mencakup lima dimensi utama: pendidikan, ibadah, sosial, manajerial, dan operasional. Pengalaman empiris ini terbukti secara meyakinkan mampu menguatkan self-efficacy calon guru sekaligus mengembangkan enam kompetensi dasar pendidik PAI, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, kepemimpinan, serta spiritual. Ditinjau dari perspektif experiential learning, proses pembelajaran tersebut berlangsung secara siklik, melewati tahapan pengalaman konkret, refleksi kritis, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif. Kesimpulannya, peran masjid dapat diposisikan sebagai laboratorium sosial-keagamaan sekaligus hidden curriculum yang sangat strategis guna membentuk guru yang profesional, tangguh, kompeten, dan percaya diri.
Development of BALIGH Model (Basic, Awareness, Loyalty, Insight, Growth, Help) in Islamic Religious Education to Prepare Students for Aqil Baligh in Pseudo-Maturity Era Surahman, Cucu; Faqihuddin, Achmad; Muflih, Abdillah
EDUKASIA Vol 20, No 2 (2025): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v20i2.34073

Abstract

This study develops and tests the BALIGH (Basic, Awareness, Loyalty, Insight, Growth, Help) instructional model in Islamic Religious Education to prepare students for aqil baligh amid the challenges of pseudo-maturity. Using an exploratory sequential mixed-methods design, qualitative interviews, document analysis, and classroom observations, this study informed the six-stage syntax; a one-group pretest-posttest trial (N = 60) then examined its effectiveness with a six-dimension aqil baligh readiness scale. Paired t-tests, effect sizes, reliability analysis, and N-gain showed substantial improvement from 33.82 to 61.85 (Δ = 28.03; p < .001; N-gain = 0.695), with no low-gain students. The findings demonstrated that BALIGH effectively integrates conceptual-fiqh strengthening, character formation, help-seeking, and school-family support. The model has contributed a theory-grounded, practically applicable toolkit for puberty-focused IRE, and offers a validated structure for monitoring students’ aqil baligh readiness.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP GAME BASED LEARNING NON-DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAHDENGAN KEBIJAKAN RESTRIKSI GAWAI: PERSPEKTIF MODEL ARCS Safira Puspa Nugraha; Udin Supriadi; Achmad Faqihuddin
TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): July
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ideal pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menuntut partisipasi aktif siswa, namun temuan empiris menunjukkan adanya penurunan drastis tingkat konsentrasi akibat keletihan fisik dan mental pada penjadwalan jam rawan (siang hari). Di sisi lain, upaya inovasi pedagogis pendidik melalui Game-Based Learning (GBL) digital terhambat oleh regulasi sekolah yang membatasi penggunaan gawai oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kondisi aktual penggunaan media PAI terhadap tingkat fokus siswa, (2) mengidentifikasi kendala regulasi gawai, dan (3) menganalisis tingkat kebutuhan perancangan media permainan non-digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui inkuiri wawancara mendalam terhadap Guru PAI di salah satu SMAN di Kota Bandung, dan dianalisis menggunakan kerangka ARCS Model of Motivational Design. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat kebutuhan yang tinggi dari pendidik terhadap pengembangan media GBL non-digital. Fenomena ini dilatarbelakangi oleh inefisiensi metode stimulasi konvensional di jam siang, diferensiasi krisis kepercayaan diri siswa terutama diantara materi Sejarah Islam dan Tajwid/Al-Qur’an, serta kebutuhan efisiensi stamina mengajar pendidik. Penelitian ini merekomendasikan tindak lanjut berupa perancangan purwarupa permainan edukatif fisik yang praktis, mengakomodasi mekanika kegagalan berisiko rendah, dan mengintegrasikan penanaman nilai adab Islami secara organik ke dalam aturan permainannya
Increasing Student Engagement in Islamic Jurisprudence Learning through SHARIA Board Game Media in Elementary Schools Vinanda Istikha; Agus Fakhruddin; Achmad Faqihuddin
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.36269

Abstract

This study aims to increase student engagement in Islamic Jurisprudence learning through the SHARIA Board Game in elementary schools. The research employed a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative descriptive data, using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The participants consisted of one Islamic Religious Education teacher and 15 fourth-grade students. Data were obtained through observation, interviews, documentation, questionnaires, and test scores, and were analyzed using thematic analysis following Miles and Huberman’s (1994) model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that the average student score increased from 70.77 to 80.67 (13.99%), and learning completeness improved from 46.15% to 73.33%. The SHARIA Board Game also strengthened student engagement across four dimensions: cognitive, behavioral, social, and spiritual. Students became more active, motivated, and collaborative during learning activities. Theoretically, this study contributes to Islamic Religious Education by demonstrating that game-based learning can transform abstract fiqh concepts into meaningful and contextual learning experiences. Practically, the SHARIA Board Game offers an effective, low-cost, non-digital learning alternative that can be implemented in elementary schools to enhance motivation, participation, and understanding of worship practices.
IRE Teachers' Efforts to Improve Digital Literacy to Strengthen Religious Interaction towards a Good Digital Citizenship Society Pandu Hyangsewu; Hilman Taufiq Abdullah; Achmad Faqihuddin; Abdullah Muflih; Indah Sari
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 7, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v7i3.26737

Abstract

Digital literacy, including Islamic Religious Education (IRE), has become essential in modern education. This article discusses the efforts of IRE teachers in improving digital literacy to strengthen students' religious interactions toward forming a Good Digital Citizenship society. This study uses a qualitative approach to explore the experiences and strategies of IRE teachers in Junior High Schools (JHS) and Senior High Schools (SHS) in integrating technology into learning. Data were obtained through in-depth interviews with 10 IRE teachers skilled in digital literacy and accustomed to using digital media and content in teaching. The data were analyzed using the Miles and Huberman framework, involving data reduction, data display, and conclusion drawing to identify patterns and themes related to digital literacy integration. The study results show that IRE teachers integrate technology through digital tools such as Google For Education, Quizizz, Canva, and video platforms such as YouTube to enrich the learning experience. Teachers also create digital content such as interactive modules, educational videos, and podcasts, which engage students and expand access to relevant religious information. Additionally, teachers provide digital literacy education that includes training on digital ethics, online security, and responsible social media usage. This study concludes that digital literacy in IRE supports students' technological skills and helps shape their moral character in the digital world. This effort significantly contributes to forming students as good digital citizens who can interact ethically and productively in the digital space. The implications of this study indicate the importance of ongoing digital literacy training for teachers and students to support relevant religious education in the digital era. 
Meningkatkan Student Engagement dalam Pembelajaran Sejarah pada Mata Pelajaran PAI melalui Pesta Topeng Ganjar Eka Subakti; Achmad Faqihuddin; Faisal Fauzan Ilyasa; Abdillah Muflih
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i2.23290

Abstract

Abstrak: Pentingnya penelitian ini yaitu untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran Sejarah pada PAI dengan memperkenalkan pendekatan inovatif. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya memperbaiki tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran Sejarah pada PAI dengan menggunakan pendekatan inovatif melalui Pesta Topeng dengan menciptakan suasana belajar yang kreatif dan mengundang partisipasi aktif siswa. Riset ini menjawab permasalahan dimana siswa mengalami kurangnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran, yang dapat berdampak negatif pada pemahaman mereka terhadap sejarah dan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini melibatkan penerapan Pesta Topeng sebagai strategi interaktif dalam pembelajaran Sejarah PAI. Pesta Topeng dipilih karena dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan, dan mengundang partisipasi aktif siswa. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 4 guru PAI dan 100 siswa yang terdiri dari kelas XI dan XII yang mengikuti mata pelajaran PAI sebagai subjek penelitian di Sekolah Menengah Atas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis kuesioner. Data dianalisis dengan bantuan perangkant lunak NVivo 12. Pesta Topeng mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Hasil survei menunjukkan 95% siswa menjadi termotivasi untuk terlibat dalam pembelajaran. Hasil survei juga menunjukkan 85% siswa menunjukkan peningkatan minat terhadap sejarah dan pemahaman mendalam terkait nilai-nilai keagamaan yang sebelumnya hanya 53%. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran Sejarah pada mata pelajaran PAI. Strategi Pesta Topeng dapat dijadikan alternatif inovatif untuk mengatasi masalah keterlibatan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, dan meningkatkan efektivitas pendidikan keagamaan dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan siswa. Implikasi hasil penelitian bagi guru dapat meningkatkan keterampilan dalam merancang dan menyelenggarakan yang menarik dan relevan dengan materi pembelajaran. Bagi sekolah dapat membuat lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong partisipasi aktif siswa. Bagi pembuat kebijakan pendidikan dapat mendorong pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung penggunaan pendekatan inovatif dalam pembelajaran.Abstract: The importance of this study lies in addressing the challenges in learning History in Islamic Religious Education (PAI) by introducing an innovative approach. This research highlights the significance of enhancing student engagement in PAI History lessons through the use of an innovative approach via the Pesta Topeng, creating a creative learning environment that fosters active student participation. This study addresses the issue where students experience a lack of active engagement in learning, which can negatively impact their understanding of history and religious values. The research involved implementing the Pesta Topeng as an interactive strategy in PAI History education. The Pesta Topeng was chosen because it can create a creative, enjoyable learning atmosphere and invite active student participation. The study was conducted involving 4 PAI teachers and 100 students from grades XI and XII who were enrolled in the PAI subject as research subjects in a Senior High School. Data collection was conducted through participatory observation, interviews, and questionnaire analysis. Data were analyzed using NVivo 12 software. The Pesta Topeng was able to motivate students to participate more actively in the learning process. Survey results indicated that 95% of students were motivated to engage in learning. Additionally, 85% of students showed an increased interest in history and a deeper understanding of religious values, up from previously 53%. This research provides a significant contribution to efforts to enhance the quality of History education in PAI subjects. The Pesta Topeng strategy can be considered an innovative alternative to address the issue of student engagement, creating a more dynamic learning environment, and improving the effectiveness of religious education in developing student understanding and skills. The implications of the research results for teachers can enhance skills in designing and conducting engaging and relevant educational content. For schools, it can create a supportive learning environment that encourages active student participation. For educational policymakers, it can encourage the development of educational policies that support the use of innovative approaches in learning.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI KELAS V SDN 21 KOTA PAGAR ALAM Apla Yarida; Saepul Anwar; Achmad Faqihuddin
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2024): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v8i2.2187

Abstract

This study was motivated by the phenomenon where students often feel bored and sleepy while attending Islamic Religious Education (PAI) classes. This occurs due to monotonous teaching methods and the use of conventional teaching media. Therefore, this research aims to analyze the strategies implemented by teachers to enhance students motivation and learning outcomes. The method used was Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles in the fifth grade at SD Negeri 21 Kota Pagar Alam. Data were collected through observations, interviews, documentation, and pre-test and post-test assessments. Qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman approach, while quantitative data were analyzed using a paired sample T-test with the help of SPSS and Excel 2013. The results showed a significant improvement, with 53% of students scoring above the KKM (Minimum Competency Criteria) in the first cycle, which then increased to 80% in the second cycle. The study concludes that implementing the Game-Based Learning (GBL) model using the snake and ladder game as a learning medium is effective in improving student learning outcomes in PAI subjects.
Pelatihan Penyusunan Modul Digital PAI Berbasis Google Sites sebagai Optimalisasi Pemanfaatan Akun belajar.id Guru PAI Achmad Faqihuddin; Cucu Surahman
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v6i1.12662

Abstract

Pelatihan penyusunan modul digital Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Google Sites dilaksanakan melalui kerja sama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru PAI sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan akun belajar.id yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Metode pelatihan menggunakan pendekatan workshop yang partisipatif dan menekankan praktik langsung. Peserta terdiri dari 50 guru PAI tingkat SD di Kecamatan Katapang. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan akun belajar.id, pelatihan penggunaan Google Sites, praktik penyusunan modul digital, presentasi hasil, serta refleksi dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Sebelum pelatihan, hanya sebagian kecil guru yang memahami fungsi akun belajar.id, sedangkan setelah pelatihan mayoritas peserta mampu mengoperasikan Google Sites serta menghasilkan modul digital interaktif sesuai dengan kurikulum PAI. Seluruh peserta berhasil menghasilkan draft modul digital dengan variasi konten teks, gambar, video, hingga evaluasi berbasis Google Forms. Implikasi kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu guru, tetapi juga memperkuat peran KKG sebagai komunitas pengembang modul digital dan mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah. Pelatihan ini dapat menjadi model replikasi untuk mendukung transformasi digital pembelajaran PAI di daerah lain.
Strategi Mahasiswa Muslim Teknik Dalam Menghadapi Kerusakan Moral di Era Digital Zikri Sandria Pratama; R. Ahmad Faiz Abhinaya; Gilang Ramadhan; Achmad Faqihuddin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 11 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17861439

Abstract

The rapid development of digital technology has generated both opportunities and serious challenges for university students, particularly concerning moral degradation resulting from inadequate ethical awareness in the use of digital media. Muslim students in the Electrical Engineering Education Program at the Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Class of 2024, represent a group that is especially vulnerable to digital moral dilemmas due to their intensive engagement with technology for academic and social activities. This study aims to identify the forms of moral challenges encountered by students, analyze strategies for applying Islamic values in digital technology use, and formulate a model for strengthening digital character based on Islamic ethical principles for engineering students. This research employed a descriptive quantitative approach through a survey using a questionnaire containing 20 statements measuring five key dimensions: awareness of digital moral degradation, integration of Islamic values in technology use, positive digital behavior and self-control, religious engagement through digital platforms, and implementation of Islamic digital ethics. The study involved 32 students selected through purposive sampling. The findings reveal that students exhibit a high level of moral awareness, indicated by their recognition of moral degradation in digital spaces and understanding of its negative impacts. The integration of Islamic values also falls into a high category, reflected in students’ ability to reject negative digital content and their efforts to apply Islamic principles in technological activities. However, the practical implementation of Islamic digital ethics remains inconsistent, particularly in students’ willingness to correct peers who misuse technology and in maintaining consistent exemplary digital conduct. These findings highlight a gap between strong moral awareness and actual ethical behavior. Therefore, a comprehensive character-building strategy is needed, involving Islamic-based digital ethics training, supportive campus policies, and role modeling by lecturers and the academic environment to help students consistently apply Islamic values in their digital activities.
Ngaji Rasa in the Islamic Boarding School Curriculum and Its Implications for Islamic Religious Education: An Analysis from the Perspective of Kyai Abu Warasy Batula; Agus Fakhruddin; Achmad Faqihuddin
ISLAMIKA Vol 8 No 1 (2026): JANUARY
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v8i1.6036

Abstract

This study examines the Ngaji Rasa curriculum in Islamic boarding schools and its implications for Islamic Religious Education (IRE) from the perspective of kyai, against the backdrop of moral degradation in formal education environments that indicates cognitively oriented approaches in IRE have been ineffective in internalizing moral and spiritual values. As an inner development-based educational practice, Ngaji Rasa offers an alternative model grounded in life experiences, behavioral exemplars, and habituation. Using a qualitative phenomenological design, the study involves ten kyai from traditional Islamic boarding schools, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis. The findings show that Ngaji Rasa operates as an unwritten hidden curriculum that significantly shapes students’ character formation through the exemplary conduct of the kyai, systematic habituation of values, and gradual spiritual experiences. This model contributes to fostering honesty, patience, humility, and social responsibility among students. The implications for Islamic Religious Education (PAI) include the development of experience-based learning, the strengthening of teacher role modeling, the cultivation of appropriate behavior, and the creation of a virtuous classroom atmosphere. Overall, this educational model bridges modern pedagogical theory with classical Islamic tradition, offering a holistic and transformative framework for religious education.
Co-Authors A Toto Suryana Afriatien Ab Rahman, Engku Shahrulerizal Bin Engku Abdali, Ahmad Abdilah, Rafik Abdillah Muflih Abdillah Muflih Abdillah Muflih Abdillah Muflih, Abdillah Abdullah Muflih Abu Warasy Batula Aceng Kosasih, Aceng Afiah, Nadhira Nurul Afifah, Nazwa Nur Agus Fakhruddin Agus Fakhruddin Agus Fakhruddin Al Ghifari, Noor Muhammad Alia Noer Khalifa Alia Nurul Faadiyah Alvito Budi Astoro Amalliya, Amanda Amelia, Ica Amelia, Tresa Anisa Oktafiani Futri Annisa, Diya Anugrah, Eri Apla Yarida Asep Abdul Muhyi Atikah Salma Hidayati Atikah Salma Hidayati Aulia Tegar Wicaksono Ayu Wulandari Bahana Kalamurrahman Batula, Abu Warasy Cucu Surahman Cucu Surahman Darmawan, M. Rafael Ichwan Dede Harist Deni Darmawan Dewi Fadiyah Hadinah Divya Zahrani Khaerunnisa Dwi Yanti, Teni Edi Suresman Endis Firdaus Erika Ayu Andini Fahmi Fazar Fahmi, Muhammad Nabil Fahrezha, Faizal Fahrudin , Fahrudin Fahrudin Fahrudin Faisal Fauzan Ilyasa Faisal Fauzan Ilyasa Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fajar Romadhon Fajar Romadhon Fajar Romadhon, Fajar Fauzan Huda Perdana Fauzan Huda Perdana Fauzan, Fajri Friza Dwi Juliandini Ganjar Eka Subakti Gilang Ramadhan Hakim , Arif Hakim, Arif Hanafiah, Akhirotun Haris Munandar Haryanto, Sulaeman Haura Naya Shakira Hermawan, Muhamad Fauzan Hidayat, Garneta Edlyn Putri Hidayat, M. Taufid Hilman Taufiq Abdullah Hyangsewu, Pandu Iif Syarifudin Ilma Hasanah Ilma Hasanah Ilmi, Maharani Nurul Ilmiyatul Khusna Ilyasa, Faisal Fauzan Indah Sari Indah Sari Indah Sari ismail adha nahar Isnaeni Isnaeni Jenuri Khuzaimah Lely Nur Hidayah Syafitri Lutfiah Khoirunnisa Azzahro Miftahul Ulum Mochamad Rizky Tri Wardana Mohammad Iwan Wahyuddin Mokh. Iman Firmansyah Muflih, Abdillah Mugiani, Dinda Putri Muhamad Azhar Ibrahim Muhamad Azhar Ibrahim Muhamad Parhan Muhamad Ridwan Sudaryat Muhammad Faza Razanah Muhammad Fikri muhammad galang firmansyah Muhammad Romdhon, Diaz Muhammad Wildan Alginani Mulyana Abdullah Muyassarah, Sifa Nadri Taja Naila Adinda Rahmanisa Nasrudin, Ega Nasrul Adadi Nazwa Fauziah Novi Dian Nathasia Novyandi, Ramadhan Fatur Rahman Nunik Hidayaturrohman, Nunik Nurhuda, Abid Nuriza, Amelia Ananda Orwela, Citra Pandu Hyangsewu Priyana, Ekky Purwa Putri, Davina Aulia R. Ahmad Faiz Abhinaya Rafik Abdilah, Rafik Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya Rahman, Ahmad Arizzal Rahmani, Ridha Ariandini Ramadhan, Ahmad Faishal Ramdan, Muhammad Ramdan Mubarok Rika Sartika Rinaldi Yusup Riswanda Revy Aripin Rizal Dzakir Fajari Romadhon, Fajar Rosmalizawati Ab Rashid Sabrina Azura Nariswari Saefudin, Nabila Balqis Saepul Anwar Saepul Anwar Safira Puspa Nugraha Sekar Ashfiya Prabeus Setiadi, Kaka Putra Seva Saepuloh Shobirin, Taufik Ismail Sholachuddin Al-Ayyubi Silvia Aulia Sinta, Dewi Solly Aryza Sopianti, Janiar Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sundah, Muhammad Aksan Fawwaz Syahidin Syahidin Syahidin Syahidin Syarifa Az Zahra Syarifudin, Iif Tantowi, Yusuf Ali Tri Saputra, Rizal Udin Supriadi Usup Romli Vinanda Istikha Wawan Hermawan Wawan Hermawan Wawan Hermawan Zahwa, Randira Naja Zakaria Zakaria, Muhammad Husni Zikri Sandria Pratama Zul Fikri, Naufal Zulfikar Effendi, Luthfi