p-Index From 2021 - 2026
9.049
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Publikasi Pendidikan Edutech Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Edulib JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Penelitian Pendidikan Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Publication Library and Information Science Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi PEDAGOGIA JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Mimbar Ilmu Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pembelajaran Inovatif Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Pustaka Ilmiah Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Unilib: Jurnal Perpustakaan Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development LibTech : Library and Information Science Journal Inovasi Kurikulum TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Al Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Al-Ma`mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Curricula: Journal of Curriculum Development Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Hipkin Journal of Educational Research Akademika Jurnal Teknologi Pendidikan BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Lembaran Ilmu Kependidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca or “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” is something the local government and the community must do together to increase and develop their interests, hobbies, and reading culture. To create a generation that is intelligent, characterized, and competitive. The purpose of this study is to examine the Gerbang Maca program and the impact of the implementation of the Gerbang Maca program, thus describing the library as a learning resource for the community, especially the Indramayu community. The method used is the qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. The data collection technique uses field observations. The study was conducted by virtual observation on social media Instagram, Disarpus Kab. Indramayu and journal articles referring to library innovation strategies. In the analysis carried out, it was found that the program carried out by the Disarpus Kab. Indramayu is to shape the character of its people with varied innovations. So that some of the sub-programs carried out are adjusted to the community's needs. Such as Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling and Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini. The program was then used as an innovative strategy to build a smart, characterized, and competitive Kabupaten Indramayu and make the library a learning resource for the community. AbstrakGerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.Kata Kunci: Gerbang Maca; Indramayu; pelibatan masyarakat; perpustakaan keliling
Efektivitas Penggunaan Kuis Interaktif Berbasis Video Conference Terhadap Pemahaman Materi Pada Mahasiswa Muhammad Raffy Maulana Gumelar; Ghea Putri Dwiyanti; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36211

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 masih terus berlangsung sehingga pembelajaran jarak jauh masih tetap diberlakukan. Salah satu metode yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi yaitu Video Conference. Selama menggunakan Video Conference, terdapat berbagai persoalan yang dinilai tidak efektif dalam segi kualitas pemahaman materi, dimana banyak mahasiswa yang merasa bosan selama pembelajaran berlangsung, serta proses pembelajaran yang tidak interaktif karena kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman pada mahasiswa. Dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang optimal dibutuhkan metode yang tidak membosankan, terdapat interaktivitas yang baik, serta dapat meningkatkan pemahaman. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan kuisioner sebagai instrument pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2020 sebanyak 31 sampel, dan peneliti menggunakan teknik uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh yakni sebesar 0,482 yang terkategori cukup kuat. Angka tersebut menunjukan terdapat pengaruh antara penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Kuis interaktif dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mempermudah dalam menyampaikan materi, sehingga metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada mahasiswa.Kata Kunci: Kuis Interaktif; Pandemi Covid-19; Video Conference. AbstractThe spread of the Covid-19 virus is still ongoing so distance learning is still. One of the methods applied in universities is Video Conference. During using Video Conference, there problems that are considered fewer effective terms of the quality understanding the material, where many students feel bored, and learning process is not interactive due to lack interaction between educators and students, so resulting a low level of understanding. A method that is not dull, has good interactivity, and can increase student comprehension is required. A result, the authors want to research into the impact of using Video Conference interactive quizzes on student comprehension of material. Researcher uses a quantitative analysis process, with questionnaire data collection tool and uses the Spearman Rank correlation analysis test methodology. Subjects of this study were students of the Education Technology Study Program class of 2020, with a sample of 31 people. The correlation coefficient obtained is 0.482, including in the "good enough" group. This number shows the use of Video Conference interactive quizzes has effect on students' understanding of material. Interactive quizzes are considered as a fun, interesting and easy learning method in delivering material, so this method is very effective in increasing student understanding.
Pemanfaatan Big Data dalam Lingkup Pendidikan Ghany Al-Fikri Hergiansa; Shelma Santa Widuri; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.42928

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan semakin meningkat. Salah satu perkembangan teknologi yang mulai sering digunakan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah Big Data. Seorang pustakawan bernama Fremont Rider yang berasal dari Amerika Serikat tepatnya di Westleyan University pada tahun 1944 telah memperkirakan bahwa volume koleksi universitas di Amerika Serikat tidak akan mencapai 200 juta kopi pada tahun 2040 mendatang. Pada akhirnya, ia memaparkan beberapa isu tentang penggunan data yang cukup besar, kapasitas dalam penyimpanan, dan juga kebutuhan untuk menganalisis data. Pada perkembangan selanjutnya, yaitu pada tahun 1949 seorang ahli matematika dari Amerika Serikat bernama Claude Shannon. Shannon diketahui sebagai ahli teori informasi, Shanon juga berhasil melakukan riset terhadap item-item dengan contoh data fotografi dan punch cards. Peneliatian yang telah berhasil dilakukan oleh Shanon bisa dilihat adalah sebuah item paling besar yaitu The Library of Congress yang mempunyai ukuran 100 teriliun lebih besar dari bit data. Big Data disebutkan kali pertama mulai tahun 1997 oleh Michael Cox yang merupakan peneliti dan rekannya didalam sebuah artikel berjudul Application-controlled demand paging for out-of-core visualization.Kata Kunci: Big Data; Pendidikan; Teknologi. AbstractThe development of technology in the world of education is increasing. One of the technological developments that are often used in the world of education, one of which is Big Data. A librarian named Fremont Rider who came from the United States at Westleyan University in 1944 had estimated that the volume of university collections in the United States would not reach 200 million copies in 2040. In the end, he raised several issues regarding the use of large amounts of data, capacity in storage, and also the need to analyze data. In further developments, namely in 1949 a mathematician from the United States named Claude Shannon. Shannon is known as an information theorist, Shannon has also succeeded in conducting research on items with examples of photographic data and punch cards. The research that has been successfully carried out by Shanon can be seen that the largest item is The Library of Congress which has a size of 100 larger than data bits. Big Data was first mentioned in 1997 by Michael Cox who is a researcher and colleagues in an article entitled Application-controlled demand paging for out-of-core visualization.
Balancing control and freedom: Conditional autonomy in curriculum management in an Islamic Private School in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency. AbstrakStudi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru.Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Co-Authors Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adiva Khafifati Afina, Aghniya Faza Alfitriani, Nabila Amani, Nisrina Anindya Putri Maharani Anindya Putri Maharani Anisa, Desy Ardiansah Ardiansah Arya, Ghaitsa Zahira Asep Herry Hernawan Aurelia, Stephanie Awalia Latifa Mayda Ikrimah Ayuni Hanifatunnisa Azyan, Nayla Ikhsani Budi Setiawan Celline Putriana Oktaviandi Syeira Dalilah Aliyah Zuhrah Dananir Hasna Azzahra Dara Aulia Herman Della Amelia Devira Nurhaliza Zein Diemas Arya Komara Dini Haryanti Dinn Wahyudin, Dinn Diva Aulia Amanda Doddy Rusmono, Doddy Dwi Budi Santoso Eero Ropo Efendi, Erika Erviana Eka Rahmawati Eka Siti Aulia Emi Emilia Emi Emilia Fajrina, Farahdiba Farah Gholiyah Fatih Aulia Rahman Fauzi, Luqman Fiqih, Amir Firdausy, Rachmelya Salsabila Fitriyani, F. Galih Dwi Novianto Gema Rullyana Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghea Putri Dwiyanti Hada Hidayat Margana Hafsah Nugraha Hana Silvana Hana Silvana Harahap, Noviandi Hasannah, Nurul Herlina Herlina Ihsan, Helli Ikanubun, Lucia Ekawati Ikrimah, Awalia Latifa Mayda Indriani, Sulis Joelene, Eileen Nicole Johan, Riche Cynthia Khaerunnisa Syafitri, Nanda Khairil Azhar Khoerunnisa, Lutfi Komara, Diemas Arya Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lien Halimah Linda Setiawati Linda Setiawati Linda Setiawati, Linda Listiana, Annisa Luthfi Nur Hakim Maula, Wisheila Ayunisa Mega Fitria Yulianti Mellinia, Annisa Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Iqbal Zea Ul Haque Muhamad Oka Augusta Muhammad Azhar Fachrezi Muhammad Raffy Maulana Gumelar Muhammad Sultan Alvaro Munawar, Mumtaz Ali Ridha Al Nanda Khaerunnisa Nanda Khaerunnisa Syafitri Noverista, Dinda Ivanny Novian, Rayhan Musa Nuraeni, Popi Nurchalia, Lintang Putri Nurin Salma Ramdani Nurohmah, Mutia Permata, Alvin Tessar Pratama, Yolanda Lusiana Purnomo Purnomo Putri Riani Putrisolichat, Shafa Nurul Azmi Qurrata Ayunina, Haura Rahman, Fatih Aulia Ramadhan Nadhif Firdaus Rani Supartini Referen Piliano Ridha Pratama Rusli Rofi, Muhammad Subhan Zaenul Ropo, Eero Rosa Choerunnisa Rosyiddin, Anggun Apriliani Zahra Rudi Susilana, Rudi Rusli, Ridha Pratama Rusman Rusman Salma Rheina Yuniar Saputra, Dimas Sasqia Mawardah Rahmadiani Shalita Aura Pranadinata Shelma Santa Widuri Sipayung, Amy Theresia Sucahyo, Farhan Noorfansyah Suhardini, Dini Susanti Agustina, Susanti Syafitri, Nanda Khaerunnisa Tessar Permata, Alvin Tuti Alawiyah Uyu Wahyudin Wahda Putri Aulia Waluya, Muhamad Rizaldy Wulandari, Yayu Yanti Ramadhan, Suci Yayu Wulandari Yayu Wulandari Yudis Ghifari Yuningsih, Endah Kurnia Zaki Mubarak Zenita Listia Handayani