Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONSEPTUAL JENIS KURIKULUM BAHASA ARAB (GRAMATIKAL, FUNGSIONAL, NASIONAL, DAN MULTIDIMENSIONAL) Fatimah, Salsabila Nova; Ridlo, Ubaid; Maswani, Maswani; Fakhrizal, Fakhrizal
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v10i2.27353

Abstract

This study aims to provide a conceptual analysis of four major Arabic language curriculum models-grammatical, functional, national, and multidimensional-within the context of Indonesian education. Employing a qualitative approach grounded in library research, the study uses content analysis to examine scholarly works, curriculum policy documents, and relevant prior studies. The findings indicate that the grammatical curriculum prioritizes mastery of linguistic structures as the foundation for understanding classical and textual traditions, while the functional curriculum highlights practical language use in everyday communicative situations. The national curriculum is characterized by its alignment with state educational standards, competency frameworks, and broader national objectives. Meanwhile, the multidimensional curriculum integrates linguistic, cultural, cognitive, and communicative components to address the demands of contemporary, 21st-century learning. The study concludes that a strategic integration of these four curriculum types is necessary to develop Arabic language instruction that is pedagogically relevant, communicatively effective, and capable of responding to ongoing processes of globalization, digitalization, and educational transformation in Indonesia.
Landasan Filosofis, Sosiologis, Psikologis, Pedagogis, dan Yuridis dalam Penyusunan Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia Muhammad Fakhri Nurfauzan; Ubaid Ridlo; Maswani
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 8 No. 2 (2025): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v8i2.8716

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif berbagai landasan utama yang menjadi dasar penyusunan kurikulum bahasa Arab di Indonesia, yaitu landasan filosofis, sosiologis, psikologis, pedagogis, dan yuridis. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah lemahnya pemahaman integratif mengenai hubungan antarfondasi tersebut dan bagaimana masing-masing mempengaruhi arah, tujuan, serta implementasi kurikulum bahasa Arab di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur pendidikan, regulasi nasional, serta teori pembelajaran bahasa modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan kurikulum bahasa Arab tidak dapat dipisahkan dari kerangka filosofis yang menentukan hakikat peserta didik dan tujuan pendidikan; konteks sosiologis masyarakat Indonesia yang majemuk; karakteristik psikologis peserta didik; prinsip-prinsip pedagogis dalam proses pembelajaran; serta ketentuan yuridis seperti Standar Nasional Pendidikan. Integrasi kelima landasan tersebut menghasilkan kurikulum bahasa Arab yang lebih relevan, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik serta tuntutan pendidikan nasional.
Instrumen Instrumen Evaluasi Maharah Kalam dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Instrumen Evaluasi Maharah Kalam dalam Pembelajaran Bahasa Arab Emira, Azzahra Emira; Fatimah, Salsabila Nova; Ridlo, Ubaid; Raswan, Raswan
Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 13 No. 2 (2025): Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Faculty of Education and Teachers Training of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/tadris.2025.13.2.615-641

Abstract

الملخص: تتناول هذه الدراسةُ تطوير مهارة الكلام (المحارَة الكلامية) في تعلُّم اللغة العربية من خلال نهجٍ منهجيّ يشمل الجوانب اللغوية، وسمات ما فوق اللغة (البارالغوية)، إضافةً إلى إعداد أدوات تقييمٍ تتناسب مع كفاءات المتعلِّمين. وتُعدُّ مهارة الكلام من المهارات اللغوية الإنتاجية التي تتطلَّب إتقانَ النُّطق، والمفردات، والبنية النحوية، إلى جانب القدرة على فهم سياقات التواصل. وقد اعتمد البحثُ المنهجَ الوصفيَّ النوعيَّ القائمَ على الدراسة المكتبية (التحليل النظري) لبحث مفهوم مهارة الكلام، ومراحل تعلُّمها، وأدوات تقييمها، بما في ذلك مقياس تقييم معهد الخدمة الخارجية (FSI). وقد أظهرت النتائجُ أن تقييم مهارة الكلام يجب أن يشمل جوانبَ شاملةً مثل النطق، والقواعد، والمفردات، والطلاقة، وفهم السياق. كما ينبغي أن تصيغ أسئلةُ التقييم وفقًا للمستوى الإدراكي للمتعلِّم ونوع الامتحان، سواءً كان موضوعيًّا أو تحريريًّا، لقياس الكفاءة التواصلية بدقة. ومن ثمَّ، يتعيَّن تصميمُ تعليم وتقييم مهارة الكلام تدريجيًّا، بدءًا من المستوى المبتدئ وصولًا إلى المتوسط، باستخدام تقنيات تقييمٍ ملائمة. وعليه، فإن إعداد أدوات تقييمٍ مناسبة يُعدُّ مفتاحًا أساسيًّا لرفع فاعلية تعلُّم الكلام باللغة العربية. الكلمات المفتاحية: التقييم، مهارة الكلام، تعلُّم اللغة العربية ABSTRACT: This study examines the development of maharah al-kalām (speaking skills) in Arabic language learning through a systematic approach that encompasses linguistic, paralinguistic, and evaluative components aligned with learners’ competencies. As a productive language skill, maharah al-kalām requires mastery of pronunciation, vocabulary, sentence structure, and contextual understanding. This research employs a descriptive qualitative method based on literature review to explore the concept of speaking skills, stages of their development, and appropriate evaluation instruments, including the Foreign Service Institute (FSI) rating scale. The findings indicate that evaluating speaking skills must be conducted comprehensively through assessment of pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. Additionally, test item construction should correspond to cognitive levels and test formats, both essay and objective, to accurately measure communicative ability. Speaking instruction and assessment must be designed gradually, from beginner to intermediate levels, using relevant evaluation techniques. Thus, the development of appropriate assessment instruments is essential for improving the effectiveness of Arabic speaking instruction. Keywords : Evaluation, Speaking Skill, Arabic Language Learning ABSTRAK: Penelitian ini membahas pengembangan maharah al-kalām dalam pembelajaran bahasa Arab melalui pendekatan sistematis yang mencakup aspek kebahasaan, paralinguistik, serta penyusunan instrumen evaluasi yang sesuai dengan kompetensi peserta didik. Maharah al-kalām sebagai keterampilan berbahasa produktif menuntut penguasaan pelafalan, kosakata, struktur kalimat, serta kemampuan memahami konteks komunikasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan untuk mengkaji konsep keterampilan berbicara, tahapan pembelajarannya, serta instrumen evaluasi yang digunakan, termasuk skala penilaian Foreign Service Institute (FSI). Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi keterampilan berbicara harus dilakukan melalui penilaian yang komprehensif meliputi pengucapan, tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman. Selain itu, penyusunan soal dalam evaluasi harus disesuaikan dengan tingkat kognitif dan bentuk tes, baik esai maupun objektif, untuk mengukur kemampuan komunikatif secara akurat. Pembelajaran dan tes maharah al-kalām perlu disusun secara bertahap mulai dari tingkat pemula hingga menengah dengan berbagai teknik penilaian yang relevan. Dengan demikian, pengembangan instrumen evaluasi yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran berbicara bahasa Arab. Kata kunci : Evaluasi, Maharah Kalam, Pembelajaran Bahasa Arab
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI MAHARAH QIRA’AH: Indonesia Lazuardi, Fajar; Zhafir Al Hazmi, Muhammad; Ridlo, Ubaid; Raswan
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, problematika, tahapan, dan instrumen penilaian Mahārah al-Qirā’ah (keterampilan membaca) dalam pembelajaran bahasa Arab. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), data diperoleh melalui kajian berbagai literatur ilmiah seperti buku dan artikel jurnal. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menelaah konsep dan praktik pengembangan keterampilan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca dalam bahasa Arab adalah proses bertahap, dimulai dari penguasaan aspek mekanis pada tahap permulaan hingga pemahaman makna secara mendalam pada tahap lanjutan. Kesenjangan kemampuan awal, lingkungan keluarga, dan rendahnya minat belajar merupakan problematika utama yang dihadapi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, penilaian Mahārah al-Qirā’ah harus bersifat bertingkat, meliputi tes dan non-tes, serta disesuaikan dengan tiga jenjang kemampuan (dasar, menengah, lanjut). Penilaian mencakup kemampuan melafalkan huruf, memahami makna leksikal dan kontekstual, menemukan ide pokok, hingga menerjemahkan dan mengkritisi isi teks. Penguasaan gramatika (nahwu dan sharaf) menjadi kunci penting dalam mencapai kemampuan membaca pemahaman tingkat lanjut.
The Effect of Using the Scramble Model on the Writing Skills of Seventh Grade Students at Nurul Iman Al-Barkah Islamic Middle School Tangerang Rella Dita Mauldi; Ubaid Ridlo; Wati Susiawati
INTIFA: Journal of Education and Language Vol. 3 No. 1 (2026): INTIFA: Journal of Education and Language
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/intifa.v3i1.294

Abstract

The purpose of this study is to reveal the steps in using the Scramble model in teaching Arabic writing skills, as well as to examine the effectiveness of applying the Scramble model in students’ writing skills and to determine the improvement of seventh-grade students’ Arabic writing skills at this school after using the Scramble model. This research is a quantitative study that applies a Pre-Experimental design with one group, namely the experimental group, in the form of a one-group pretest-posttest design. The population and sample of the study consisted of 20 students. The data collection methods used were observation, interview, and written tests (pretest and posttest). The average score of the pretest was 37.05, while the posttest average was 75.8 in the experimental group. The researcher used a “t-test” to calculate the hypothesis, where the calculated t-value (t₀) was greater than the t-table (tt) at the 5% and 1% significance levels, with degrees of freedom determined using the formula (N-1). The result showed that (t₀) was 8.10, which exceeded (tt), meaning the alternative hypothesis (H₁) was accepted and the null hypothesis (H₀) was rejected. The effect size measurement using Cohen’s d test produced a value of 1.81, indicating a “very significant effect.” The researcher concluded that: (1) the use of the Scramble model had a significant effect on writing skills, and (2) the use of the Scramble model played an important role for students, as it helped improve their ability in Arabic writing skills.
Analisis Tujuan dan Materi Kurikulum Bahasa Arab di Tingkat Ibtida’i Shadiqul Wahdi; Muhamad Fauzan Halim; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian antara tujuan dan materi kurikulum Bahasa Arab di tingkat Madrasah Ibtida’iyah (MI) dalam perspektif pendidikan Islam. Bahasa Arab memiliki peran strategis sebagai bahasa agama dan sarana transmisi keilmuan Islam, sehingga pembelajarannya pada jenjang dasar perlu dirancang secara sistematis dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap tujuan kurikulum dan materi ajar Bahasa Arab MI. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan tujuan pembelajaran baik tujuan umum maupun tujuan khusus dengan materi yang mencakup kosakata, struktur bahasa, dan keterampilan berbahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual tujuan kurikulum Bahasa Arab di tingkat ibtida’i telah mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik serta sejalan dengan visi pendidikan Islam. Materi pembelajaran pada umumnya telah disusun secara bertahap dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan anak usia dasar. Namun demikian, masih ditemukan ketidakseimbangan dalam implementasi, terutama kecenderungan penekanan pada hafalan kosakata dibandingkan pengembangan keterampilan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penyelarasan yang lebih optimal antara tujuan dan materi agar pembelajaran Bahasa Arab di tingkat ibtida’i dapat berlangsung lebih efektif, bermakna, dan berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa secara menyeluruh.
Tela’ah Buku (Bahan Ajar) Bahasa Arab Tingkat Dasar Dan Menengah Nurhalimah. S; Athian Sulthon; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bahasa Arab di Indonesia, khususnya pada jenjang dasar dan menengah, mengalami perkembangan yang dinamis, yang dipengaruhi oleh perubahan kebijakan kurikulum dan kebutuhan masyarakat akan kemampuan berbahasa Arab yang komunikatif. Buku ajar bahasa Arab berperan penting sebagai sarana untuk menghubungkan teori bahasa dengan praktik pembelajaran di kelas, serta sebagai alat untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi buku ajar bahasa Arab pada tingkat dasar dan menengah, dengan menilai aspek linguistik, pedagogis, serta relevansi budaya terhadap karakteristik peserta didik Indonesia. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keseimbangan distribusi keterampilan bahasa dalam buku ajar, serta menilai apakah bahan ajar tersebut sudah memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran yang komunikatif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun buku ajar telah mengintegrasikan berbagai tema kehidupan sehari-hari yang relevan dengan peserta didik, masih terdapat ketidakseimbangan dalam pengembangan keterampilan berbicara dan mendengarkan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam penyajian materi untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikatif yang lebih seimbang dan relevan dengan kurikulum yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar bahasa Arab yang lebih efektif dan kontekstual di Indonesia.
Penilaian Ranah Kognitif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Konsep, Praktik, dan Tantangannya Keysa Tamami; Maria Andieni Juniyati; Sulaeman Sulaeman; Ubaid Ridlo; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian ranah kognitif merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena berfungsi mengukur kemampuan berpikir peserta didik mulai dari tingkat rendah hingga tinggi sesuai klasifikasi Taksonomi Bloom. Namun, praktik di lapangan menunjukkan dominasi pada pengukuran kemampuan mengingat dan memahami, sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, bentuk, serta tantangan pelaksanaan penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen penilaian guru bahasa Arab berupa tes objektif, seperti pilihan ganda dan isian singkat, yang hanya mengukur kemampuan kognitif tingkat rendah, sementara instrumen untuk kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi masih terbatas dan sering tanpa rubrik penilaian yang jelas, sehingga menimbulkan potensi subjektivitas. Temuan ini mengungkap bahwa keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama yang menghambat penerapan penilaian kognitif secara komprehensif. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Bloom, penggunaan rubrik analitis, serta integrasi teknologi digital untuk meningkatkan validitas, reliabilitas, dan objektivitas penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Integrasi Ranah Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Kota serang: Analisis Berdasarkan Kurikulum Merdeka Vivi Miftahul Jannah; Ira Ainul Latifah; Ubaid Ridlo; Maswani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Kota Serang seiring penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi dan integrasi ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana integrasi ketiga ranah tersebut dirumuskan dan diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Arab Fase F berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dalam SK Dirjen Pendis Nomor 3302 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi dokumen dan analisis deskriptif terhadap CP, tujuan pembelajaran, serta keterkaitannya dengan materi unsur bahasa dan keterampilan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di MAN 1 Kota Serang telah mengarahkan pembelajaran Bahasa Arab secara holistik, di mana ranah kognitif tercermin dalam penguasaan dan analisis struktur kebahasaan, ranah afektif terintegrasi melalui internalisasi nilai religius dan sikap apresiatif terhadap bahasa Arab, serta ranah psikomotorik diwujudkan melalui praktik komunikatif lisan dan tulisan yang kontekstual. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga ranah tersebut menjadikan pembelajaran Bahasa Arab lebih bermakna, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam merancang pembelajaran Bahasa Arab yang seimbang, komunikatif, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi peserta didik secara utuh.