Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN BIJI PALA SEBAGAI BAHAN ALAMI ANTI NYAMUK DI DESA KAJHU, ACEH BESAR Periskila Dina Kali Kulla; Zulwanis Zulwanis; Rulia Meilina; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Eva Rosdiana; Kesumawati Kesumawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu bahan dapur yang memiliki potensi sebagai anti nyamuk alami karena kandungan senyawa aktif seperti miristisin dan safrol. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kajhu, Aceh Besar, tentang manfaat biji pala sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian nyamuk. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk anti nyamuk berbasis biji pala, serta diskusi interaktif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kajhu memiliki minat yang tinggi dalam memanfaatkan bahan alami seperti biji pala untuk mengurangi dampak penggunaan bahan kimia sintetis. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan produk yang inovatif dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam mengurangi masalah kesehatan yang disebabkan oleh nyamuk.Kata Kunci: Biji pala, anti nyamuk alami, edukasi masyarakat, sumber daya lokal, produk ramah lingkungan.Nutmeg seeds (Myristica fragrans Houtt) are a common kitchen ingredient with potential as a natural mosquito repellent due to their active compounds, such as myristicin and safrole. This study aims to educate the community of Kajhu Village, Aceh Besar, on the benefits of nutmeg seeds as an eco-friendly alternative for mosquito control. The methods include public outreach, demonstrations on producing nutmeg-based mosquito repellent products, and interactive discussions to enhance community knowledge. The results of the activity showed a high level of interest from the Kajhu Village community in utilizing natural ingredients like nutmeg seeds to reduce the impact of synthetic chemical use. Furthermore, this initiative successfully raised awareness about the importance of leveraging local resources to create innovative and eco-friendly products. This program is expected to provide a practical and sustainable solution to health issues caused by mosquitoes. Keywords: Nutmeg seeds, natural mosquito repellent, community education, local resources, eco-friendly products.
SOSIALISASI KEBERSIHAN DI SMA NEGERI DARUL IMARAH: MENUMBUHKAN KESADARAN TENTANG PENTINGNYA LINGKUNGAN YANG BERSIH Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah; Kesumawati Kesumawati; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman. SMA Negeri Darul Imarah menyadari bahwa kesadaran kebersihan di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi kebersihan dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya kebersihan dan dampaknya terhadap kesehatan serta kenyamanan di sekolah. Sosialisasi ini mencakup penyuluhan tentang kebersihan pribadi dan lingkungan, diskusi interaktif, demonstrasi praktis, dan kegiatan gotong royong. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan, dengan adanya perubahan perilaku positif, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat fasilitas sekolah. Meskipun tantangan dalam mengubah kebiasaan lama masih ada, kegiatan ini terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mendukung suasana belajar yang lebih baik. Diharapkan sosialisasi kebersihan ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.
KONTESTASI MEWARNAI BENDERA PALESTINA SEBAGAI PENGAKUAN EKSISTENSI KEDAULATANNYA DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN SABILUN NAJAH GAMPONG BATOH KOTA BANDA ACEH Murnia Suri; Fitriliana Fitriliana; Siti Samaniyah; Kesumawati Kesumawati; Nilawati Nilawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menolak aksi penindasan dan intimidasi terhadap rakyat Palestina Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dosen dari Prodi PGSD fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia bersama para santri, ustadzah dan pengurus TPA Sabilun Najah Gampong Batoh Banda Aceh melakukan kegiatan nonton bareng video Palestina dan kontestasi mewarnai bendera Palestina. Melalui aktifitas mewarnai bendera selain dapat meningkatan kemampuan anak dalam mengekpresikan diri, meningkatkan konsentrasi, mengembangkan kemampuan motorik dan melatih kesabaran serta ketelitian di bidang seni rupa juga bertujuan untuk memperdalam aqidah keislaman, menyemai rasa kasih sayang terhadap sesama manusia dan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta untuk menunjukkan kepada dunia tentang sikap pengakuan atas adanya negara Palestina yang berlaudat. Kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut berisikan dua agenda utama, yaitu mempergelarkan video sejarah Palestina untuk disaksikan bersama dan melaksanakan lomba mewarnai untuk para santri di TPA tersebut. Pada pelaksanaan kegiatan pertama seluruh pihak yang terlibat menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh demi kesuksesan acara sedangkan pada kegiatan berikutnya para santri tanpak bersungguh-sungguh dalam aktifitas tersebut dan sangat menjunjung sportifitas. Singkatnya dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini berjalan sesuai harapan dan dapat dilanjutkan untuk pengembangan program selanjutnya.Kata Kunci: Kontestasi mewarnai, cinta tanah air, negara PalestinaIn contribution to reject the acts of oppression and intimidation against the Palestinian people, the Community Engagement Program (PKM) lecturers team from PGSD Study Program in Faculty of Social Science and Education, Ubudiyah Indonesia University together with the santri, ustadzah and administrators of Sabilun Najah, the Al-quran educational institution (TPA) in Gampong Batoh Banda Aceh carried out two activities, watching video about Palestina and conducting coloring contest the Palestine flag. This flag coloring activity aims not only to improving children’s ability but also to expressing themselves, increasing concentration, developing motoric skills and training patience and precision in the field of fine arts. Besides, it also intends to reinforce Islamic beliefs, sow a sense of compassion for other human beings and foster a sense of love for the country and to show the attitude of recognizing the existence of the sovereign state of Palestine to the world. This one-day activity contained two main agendas, first performing videos of the history of Palestine to be watched together and holding a coloring competition for the santri at the TPA. In the implementation of the first agenda, all parties involved showed ful enthusiasm and support for the success of the event while in the second agenda the santri seemed serious about the activity and really upheld sportsmanship. In short, it can be concluded that this PKM program is running as expected and can be continued for sustainable development program.Keywords: Coloring contest, love for the homeland, the state of Palestine
EDUKASI KESADARAN MEMBANGUN KELUARGA SEHAT, TANGGUH DAN HUMANIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Murnia Suri; Fitriliana Fitriliana; Siti Samaniyah; Kesumawati Kesumawati; Ayyu Wahifa Safira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi keluarga sehat, tangguh dan memiliki hidup yang lebih baik berdasarkan asas perikemanusiaan merupakan impian setiap manusia. Demikian pula dengan masyarakat gampong kajhu Kacamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat yang sebagaian besarnya memiliki mata pencaharian sebagai petani tambak, petani garam dan nelayan, terhalang oleh waktu dan tempat untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan dan ketahanan keluarga serta keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Padahal di era digital yang perkembangannya terus berubah saat ini menuntut keluarga membekali dirinya dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi terutama teknologi informasi. Teknologi ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat penunjang, manupulasi dan pengelolaan informasi. Keinginan warga gampong Kajhu tersebut bersambut dengan agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh para dosen Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendididikan dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). PKM UUI melakukan edukasi kepada gampong Kajhu tentang teknologi informasi dasar di berbagai bidang teknik, kesehatan, ekonomi, pendidikan yang diselenggarakan selama satu hari bersama 76 orang warga setempat. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat Kajhu mendapatkan tambahan pengetahuan untuk perubahan hidup yang lebih baik. Para dosen UUI yang terlibat juga mendapatkan pengalaman langsung dengan masyarkat sebagai bentuk sumbangsih dan pengabdian ilmu.Kata kunci: pengabdian, edukasi, teknologi informasi
Community Service in the Field of Pharmacy through Aid Distribution and Health Education for Victims of the Aceh Tamiang Flash Flood: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bidang Farmasi melalui Penyaluran Bantuan dan Edukasi Kesehatan bagi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Ida Mukhlisa; Aida Apriani; Sasmiati Farach Dita; Siti Samaniyah; Yusrawati; Yunita Suffiana
Jurnal Mitra Pengabdian Farmasi Vol. 5 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Farmasi YPPM Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Community Service in the Field of Pharmacy through Aid Distribution and Health Education for Victims of the Aceh Tamiang Flash Flood was implemented as a form of social responsibility by pharmacy academics to support post-disaster community health recovery. This program aimed to provide basic medicines, conduct public health education, and raise awareness on rational drug use and hygiene practices. The activity was carried out on December 28, 2025, in Kedai Telaga Meuku Sa Village, Banda Mulia Subdistrict, Aceh Tamiang Regency, involving lecturers and students from the YPPM Mandiri Academy of Pharmacy, Banda Aceh. The implementation consisted of three stages, preparation, execution, and evaluation—using an experiential learning approach. The results indicated an increase in community knowledge regarding disease prevention and appropriate drug use (±84%), along with improved communication skills and social empathy among students. The activity also strengthened collaboration between academia, local government, and the community in enhancing community health resilience in disaster-prone areas. Nevertheless, the program had several limitations, including a relatively short implementation period and limited area coverage; therefore, a follow-up program is recommended through the establishment of community health cadres and sustainable mentoring activities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI PADA MASA TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TGK ABDULLAH SYAFII TAHUN 2026 Fitria Fitria; Mahya Saputri; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5927

Abstract

Latar Belakang: Banjir merupakan kondisi kedaruratan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Pada masa tanggap darurat bencana banjir, petugas farmasi dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan teliti dalam memberikan pelayanan obat kepada pasien. Meningkatnya tuntutan tugas dan keterbatasan sumber daya manusia dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan beban kerja petugas farmasi, yang meliputi tugas dan ketersediaan sumber daya manusia, terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii Tahun 2026. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 20 responden (66,7%). Tuntutan tugas terbanyak berada pada kategori sedang sebanyak 14 responden (46,6%), sedangkan ketersediaan sumber daya manusia sebagian besar dinilai cukup sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan tugas dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000, serta terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: adalah beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian. Disarankan rumah sakit melakukan evaluasi beban kerja dan menambah kesiapan sumber daya kefarmasian saat bencana
KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEDIAAN DEODORAN SPRAY Siti Samaniyah; Zulia Ananda; Faradila Safitri; Fitria Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5900

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui karakterisasi dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dalam sediaan deodoran spray serta mengevaluasi mutu fisik, keamanan, dan tingkat kesukaan pengguna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan tubuh berbahan alami yang aman dan minim efek samping. Daun sirih memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, dan antiseptik karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan minyak atsiri yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Ekstrak daun menggunakan metode maserasi pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (10% ekstrak), F2 (15% ekstrak), dan F3 (20% ekstrak). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, viskositas, berat jenis, uji iritasi kulit pada relawan, serta uji kesukaan terhadap 20 responden. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri penyebab bau badan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi warna, aroma, dan kejernihan sediaan. Seluruh formula memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit, yaitu 5–7, menunjukkan stabilitas fisik yang baik, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit relawan. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa sediaan deodoran spray ekstrak daun sirih memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, dengan daya hambat terbesar terdapat pada formula berkonsentrasi ekstrak tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa formula F2 merupakan formula yang paling disukai berdasarkan parameter sensori. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang stabil, aman, memiliki aktivitas antibakteri, dan diterima dengan baik oleh pengguna. Kata Kunci: Daun sirih (Piper betle L.), Aktivitas antibakteri, Deodoran spray, Karakterisasi sediaan, Ekstrak etanol Abstract This study aimed to determine the characterization and antibacterial activity of betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract in a deodorant spray formulation, as well as to evaluate its physical quality, safety, and user preference. This research was motivated by the increasing public demand for natural body care products that are safe and have minimal side effects. Betel leaf is known to possess antibacterial, antifungal, and antiseptic activities due to the presence of flavonoids, saponins, phenolic compounds, and essential oils, which have the potential to inhibit the growth of bacteria causing body odor. The betel leaf extract was obtained using the maceration method with 70% ethanol solvent and was formulated into four different formulations, namely F0 (control), F1 (10% extract), F2 (15% extract), and F3 (20% extract). The evaluations conducted included organoleptic tests, pH, clarity, viscosity, specific gravity, skin irritation tests on volunteers, and preference tests involving 20 respondents. The antibacterial activity was tested against body odor-causing bacteria using the agar diffusion method. The results showed that increasing extract concentration affected the color, aroma, and clarity of the formulations. All formulations had pH values within the normal skin pH range of 5–7, demonstrated good physical stability, and did not cause skin irritation in volunteers. The antibacterial test results indicated that the betel leaf extract deodorant spray was capable of inhibiting bacterial growth, with the highest inhibition zone observed in the formulation containing the highest extract concentration. The preference test showed that formulation F2 was the most preferred based on sensory parameters. In conclusion, betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract can be formulated into a stable, safe, and acceptable deodorant spray preparation with antibacterial activity. Keywords: Betel leaf (Piper betle L.), antibacterial activity, deodorant spray, formulation characterization, ethanol extract
INKOMPATIBILITAS INJEKSI DEXAMETHASONE DENGAN BEBERAPA LARUTAN INTRAVENA Syarifah Rahmatika; Siti Samaniyah; M. Rizal K; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.4998

Abstract

Penggunaan injeksi dexamethasone sodium phosphate secara intravena merupakan terapi yang umum dalam pengobatan berbagai kondisi inflamasi dan imunologis. Namun, pencampuran injeksi ini dengan larutan intravena lain seperti NaCl 0,9%, Dextrose 10%, dan Ciprofloxacin dapat menimbulkan risiko inkompatibilitas fisik dan kimia yang membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi dexamethasone dengan ketiga larutan tersebut melalui dua metode: pencampuran dalam satu wadah dan penyuntikan bolus menggunakan infus set. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter warna dan kekeruhan secara visual, pH, ukuran dan morfologi partikel menggunakan mikroskop digital. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah identifikasi potensi inkompatibilitas yang dapat muncul akibat interaksi antar sediaan injeksi dan larutan infus, serta memberikan rekomendasi praktis dalam pengelolaan pemberian obat secara intravena di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini berkontribusi pada praktik farmasi klinik yang lebih aman dan rasional. The intravenous use of dexamethasone sodium phosphate injection is a common therapy in the treatment of various inflammatory and immunologic conditions. However, mixing this injection with other intravenous solutions such as NaCl 0.9%, Dextrose 10%, and Ciprofloxacin may pose a risk of physical and chemical incompatibility that endangers patients. This study aimed to evaluate the compatibility of mixing dexamethasone injection with these three solutions through two methods: mixing in one container and bolus injection using an infusion set. The evaluation was based on visual color and turbidity parameters, pH, particle size and morphology using digital microscopy. The expected results of this study are the identification of potential incompatibilities that can arise due to interactions between injection preparations and infusion solutions, and provide practical recommendations in the management of intravenous drug administration in health care facilities. This research contributes to safer and more rational clinical pharmacy practice. 
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Nuzulul Rahmi; Rizka Maulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.
Co-Authors Aida Apriani Aida Apriani Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Astrina, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Ayyu Wahifa Safira Azhari, Saiful Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dasawanti, Yoan Dhirah, Ulfa Husna Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Ella Frisella Ella Frisella Eva Rosdiana Eva Susanna Eva Susanna, Eva Ewisna Syah Fitri Faradila Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitriana, Nanda Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Henny febriani Herawati Herawati Herawati Herawati Husna, Zainatul Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Saumi Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti L. Lisnawati M. Deddy Harfiansyah M. Rizal K Maghfirah, Ruhul Mahya Saputri Masfria Maulidar Maulidar, Maulidar Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Naufal Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Nanda Fitriana Nasria, Nasria Nilawati Nilawati Nur Aida Nurdin Nurdin Nurfadhilah, Ika Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Periskila Dina Kali Kulla Putri Serianti Putri, Fania Ayunda Rahmad Akbar Rahmat Akbar Rahmayanti, Kurnia Ratna Wilis Ratna Wilis Ridjna, Hilal Zulikram Rina Kurniaty Rizka Maulina Rosdiana, Eva Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Safitri, Dhiah Dwi Sahbainur Rezeki Sandea, Sandea SASMIATI FARACH DITA Serianti, Putri Silmi Kaffah Sitorus, Panal Sofia, Melda Suri, Murnia Syarifah Asyura Syarifah Rahmatika Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Thursina Andayani Tri Susanti Sirait Ula, Irza Mazinatul Wirza Wirza Yunita Suffiana Yusrawati Yusrawati ZR, Stevi Yang Kana Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis