Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Trump, America First, dan Nasionalisme Pertahanan: Relevansinya Terhadap Strategi Logistik dan Kemandirian TNI Broto, Fadjar Wahyudi; Nurhidayat, I Ketut Bina S,; Nurhidayat, Nurhidayat; Tuwadi, Tuwadi; Susilo, Tarsisius
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32543

Abstract

This study analyzes Donald Trump's leadership through the America First policy that emphasizes the protection of strategic industries, especially the defense and energy sectors, as well as its relevance for Indonesia in building logistics independence and strengthening national defense strategies. The background of this research is based on Trump's protectionist orientation that puts domestic interests above the international agenda, which practically influences global geopolitical and economic dynamics. The purpose of this research is to explore the relationship between resource nationalism and defense strategy in a global context, as well as reflect on Indonesia's needs. The research uses a qualitative approach with a case study method, combining primary data from expert interviews with secondary data in the form of academic literature, policy reports, and official documents. Key findings show that the defense and energy industry's protection policies under Trump reflect realism in international relations, while underscoring the urgency of resource nationalism in safeguarding the country's sovereignty. The America First approach has been successful in reducing the United States' dependence on energy imports and strengthening the capacity of the domestic defense industry, despite criticism of protectionism. Its relevance for Indonesia lies in the need to build a robust, adaptive, and self-sustaining defense logistics system to face the dynamics of contemporary threats, including dependence on imports of defense equipment, ammunition, and energy. The contribution of this research is to provide strategic reflection for the TNI in strengthening the Universal Defense Doctrine (Sishanta) by emphasizing the integration of national resources, the independence of the defense industry, and the development of a resilient logistics system.
Integrasi Kepemimpinan Transformasional dan Transformasi Digital dalam Penguatan Doktrin Pertahanan Indonesia Berbasis Kejuangan Integritas dan Pancasila Eko Hadiyanto, Yuli; Haryanto Hunsam, Berny; Susilo, Tarsisius; Budi, Ketut Setia; Adi S, Agustinus
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32546

Abstract

Transformasi digital global mengubah lanskap pertahanan dari dominasi kekuatan Integrasi, fisik menuju ekosistem informasi yang terintegrasi dan adaptif, sementara di kepemimpinan Indonesia kesiapan digital masih terhambat oleh fragmentasi kebijakan, kompetensi transformasional, SDM, dan tata kelola data. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model integratif transformasi digital, doktrin kepemimpinan transformasional berbasis nilai kebangsaan (kejuangan, integritas, pertahanan, dan Pancasila) untuk memperkuat doktrin pertahanan yang adaptif, berkarakter, dan Pancasila responsif terhadap dinamika digital. Metode yang digunakan kualitatif dengan studi kepustakaan yang sistematis, analisis isi dan analisis wacana kritis, serta triangulasi teori atas dokumen kebijakan, literatur akademik dalam negeri, dan laporan internasional guna membangun sintesis konseptual yang kokoh. Temuan menunjukkan: pertama, kepemimpinan transformasional efektif bila diterjemahkan dari nilai menjadi tata kelola dan dari tata kelola menjadi kapabilitas operasional (C2 berbasis data, keamanan siber, dan AI tepercaya); kedua, nilai kebangsaan harus dioperasionalkan sebagai parameter kebijakan dan spesifikasi teknis (taksonomi data pertahanan, human-in-the-loop, transparansi algoritmik, zero-trust, audit trail, serta indikator misi MTTD/MTTR); ketiga, rancangan model menghasilkan keluaran doktrinal adaptif (siklus sense–make–decide yang diaudit), berkarakter (nilai tertanam pada proses dan kode), dan responsif (orkestrasi whole-of-nation yang memendekkan jarak dari intelijen ke eksekusi), sekaligus menutup execution gap antara idealitas nilai dan implementasi digital. Oleh sebab itu diperlukan pembentukan dewan tata kelola digital pertahanan sebagai custodian nilai dan arsitektur, penetapan policy stack data/AI/siber berbasis Pancasila, program kepemimpinan pertahanan digital bagi pimpinan strategik, latihan kesiapsiagaan siber berkelanjutan, dan agenda kedaulatan teknologi agar transformasi berjalan berdaulat, akuntabel, dan selaras dengan jati diri bangsa.
Terorisme dan Keamanan Global: Perspektif Singkat Hukum Humaniter Budi, Suntara Wisnu; Amzidil, Lek; Susilo, Tarsisius; Marpaung, Budiman; Saroso, Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i5.32127

Abstract

Artikel ini membahas terorisme sebagai ancaman multidimensi terhadap perdamaian global yang memerlukan penanganan tidak hanya melalui pendekatan militer, tetapi juga dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional (HHI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran HHI dalam membentuk strategi kontra-terorisme yang efektif, manusiawi, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif melalui analisis literatur dan dokumen hukum internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kontra-terorisme yang mengabaikan prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap non-kombatan justru memperkuat narasi kelompok teroris dan meningkatkan risiko radikalisasi. Sebaliknya, pendekatan yang mengintegrasikan HHI, seperti penggunaan intelijen yang akurat, proses hukum yang adil, serta program deradikalisasi berbasis komunitas, terbukti mampu memutus siklus kekerasan dengan cara yang lebih manusiawi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional yang menghormati prinsip kemanusiaan sebagai pondasi dalam menghadapi terorisme secara jangka panjang. Dalam konteks global yang penuh ketegangan, HHI berperan sebagai pilar etika yang menjaga martabat manusia, bahkan dalam situasi konflik bersenjata.
Perang Asimetris dan Tantangan Penegakan Hukum Humaniter Internasional: Studi Kasus Konflik Afghanistan Arvianto, Tomy; Littlejohn, Andrew; Susilo, Tarsisius; Santosa, Wahyudi Dwi; Nurhidayat, Nurhidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tantangan penerapan hukum humaniter internasional (HHI) dalam konteks perang asimetris, dengan studi kasus khusus pada konflik berkepanjangan di Afghanistan. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas implementasi prinsip-prinsip dasar HHI, seperti pembedaan, proporsionalitas, dan keharusan militer, yang dihadapkan pada ketidakjelasan status aktor non-negara serta penggunaan metode perang tidak konvensional. Studi ini menemukan bahwa konflik Afghanistan menggambarkan secara jelas tantangan global dalam penerapan HHI, yang juga terjadi pada konflik serupa seperti di Irak dan Suriah. Pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, seperti yang terlihat dalam kasus serangan terhadap fasilitas medis oleh pasukan internasional dan penggunaan drone yang mengakibatkan korban sipil, menegaskan urgensi penguatan mekanisme akuntabilitas internasional dan adaptasi hukum humaniter internasional secara global. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi dan adaptasi kerangka hukum internasional, peningkatan transparansi dan akuntabilitas internasional, penguatan kapasitas lokal, serta diplomasi internasional yang kuat untuk menciptakan efek jera terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan internasional yang lebih adaptif dan efektif dalam melindungi hak asasi manusia dalam konflik bersenjata asimetris.
Analisis Prinsip Etika Berinteraksi dengan Hukum Humaniter dalam Konteks Perang Sutopo, Joko; Zaman, Komaruz; Susilo, Tarsisius; Supriyo, Sarwo; Sinaga, Thomas
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3109

Abstract

Penelitian ini membahas interaksi antara prinsip etika dan hukum humaniter internasional (HHI) dalam konteks konflik bersenjata modern. Dengan berkembangnya teknologi militer seperti drone dan senjata otonom, muncul dilema etika yang menantang efektivitas prinsip HHI, khususnya terkait perlindungan terhadap warga sipil. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip etika dapat memperkuat penerapan hukum humaniter dalam pengambilan keputusan militer. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan para ahli hukum dan etika militer, kemudian dianalisis secara tematik. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun prinsip pembedaan dan proporsionalitas masih menjadi dasar HHI, implementasinya menghadapi tantangan serius dalam perang asimetris dan urban. Selain itu, dilema moral di tingkat taktis menegaskan pentingnya pelatihan etika bagi prajurit. Penelitian ini juga mengusulkan integrasi etika ke dalam kebijakan militer secara holistik, termasuk pembentukan unit penasihat etika dan pendekatan komunitas untuk konflik non-konvensional. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa reformulasi HHI yang adaptif terhadap dinamika teknologi dan sosial diperlukan untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas perlindungan sipil dalam konflik modern.
Optimalisasi Pendidikan Hukum Humaniter dalam Menunjang Tugas Operasional TNI di Daerah Konflik Raharja, Raden Yoga; Hendrayana, Dadang; Susilo, Tarsisius; Santosa, Wahyudi Dwi; Nurhidayat, Nurhidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3112

Abstract

Penerapan Hukum Humaniter Internasional (HHI) dalam operasi militer merupakan elemen kunci untuk menjamin keseimbangan antara efektivitas tugas pertahanan dan perlindungan terhadap warga sipil serta tawanan perang. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi optimalisasi pendidikan HHI bagi prajurit TNI dalam menghadapi tantangan konflik modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis serta studi literatur terhadap dokumen hukum dan kebijakan militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan militer saat ini belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika perang kontemporer seperti perang asimetris dan operasi non-konvensional. Rendahnya pemahaman HHI di kalangan prajurit, seperti terlihat dari kasus mutilasi Brigif 20/IJK, mencerminkan lemahnya internalisasi nilai-nilai HHI, pengawasan komando, serta belum efektifnya metode pelatihan yang ada. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis studi kasus aktual, pelatihan simulatif, serta kolaborasi dengan lembaga internasional seperti ICRC. Implikasinya, pendidikan HHI yang adaptif dan aplikatif tidak hanya meningkatkan profesionalisme prajurit tetapi juga mencegah pelanggaran HAM, memperkuat akuntabilitas militer, dan mendukung posisi Indonesia dalam pemenuhan kewajiban hukum internasional. Penelitian ini menjadi dasar penting dalam merumuskan arah reformasi pendidikan militer berbasis hukum humaniter di Indonesia.
Ketika Fakta Bertemu Framing: Tantangan dan Etika Media dalam Menyuarakan Pelanggaran Hukum Humaniter Istiawan, Istiawan; Nugroho, Yogi; Susilo, Tarsisius; Budi, I Ketut Setia; Iskandar, Yulian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3121

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak framing media terhadap pemahaman publik mengenai pelanggaran hukum humaniter, serta tantangan dan etika yang dihadapi media dalam pelaporan isu tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang meliputi analisis konten berita, wawancara dengan jurnalis dan pakar hukum humaniter, serta studi kasus insiden pelanggaran hukum humaniter, penelitian ini menemukan bahwa framing yang digunakan dalam pemberitaan dapat secara signifikan memengaruhi persepsi dan respons publik terhadap krisis kemanusiaan. Temuan menunjukkan bahwa framing positif yang menyoroti konteks sosial dan kemanusiaan dapat mendorong empati dan dukungan, sedangkan framing negatif yang lebih sensational sering kali memperburuk stigma dan mengaburkan tanggung jawab hukum yang seharusnya diambil. Signifikansi temuan ini sangat relevan dalam konteks kesehatan, mengingat pelanggaran hukum humaniter sering kali berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya penguatan etika jurnalistik dan kesadaran akan tanggung jawab media dalam melaporkan isu-isu kritis, serta pentingnya pendidikan publik mengenai hukum humaniter untuk membangun pemahaman yang lebih akurat dan empatik terhadap pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi media, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan pemberitaan yang lebih etis dan informatif.
Adaptasi Hukum Humaniter terhadap Perang Asimetris: Alternatif Normatif dan Strategi Implementasi Wibowo, Medi Hariyo; Abadi, Andi Nur; Susilo, Tarsisius; Budi, I Ketut Setia; Iskandar, Yulian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3124

Abstract

Konflik bersenjata modern yang bersifat asimetris, terutama dengan keterlibatan aktor non-negara dan penggunaan teknologi canggih seperti AI dan serangan siber, telah menantang relevansi dan efektivitas Hukum Humaniter Internasional (HHI) konvensional. Prinsip dasar seperti pembedaan antara kombatan dan warga sipil menjadi semakin sulit diterapkan di medan konflik yang kompleks dan cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterbatasan norma-norma HHI saat ini serta merumuskan alternatif normatif dan strategi implementasi yang adaptif terhadap dinamika konflik kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis yuridis-kritis terhadap dokumen hukum, studi kasus, serta literatur akademik internasional terkait konflik dan HHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma HHI yang berlaku sering kali tidak memadai dalam memberikan perlindungan efektif, terutama di wilayah yang mengalami perang hibrida dan keterlibatan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka hukum yang lebih inklusif, progresif, dan responsif terhadap ancaman baru serta kondisi lokal yang berubah-ubah. Implikasi dari studi ini adalah urgensi pembaruan hukum humaniter global dan pentingnya koordinasi antara pembuat kebijakan internasional dan nasional dalam menjawab tantangan hukum di era konflik modern.
Konflik Israel–Palestina dan Kerapuhan Penegakan Hukum Humaniter: Peran Hak Veto dalam Skema Keadilan Global Sunadi, Sunadi; Achyar, Mohammad; Susilo, Tarsisius; Basuki, Tedy; Akad, Andy Mustafa
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3126

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas hukum internasional dalam mengatur konflik bersenjata, dengan mengambil konflik Israel–Palestina sebagai studi kasus utama. Melalui pendekatan normatif dan empiris, kajian ini menyoroti bagaimana instrumen hukum internasional—terutama International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC)—belum mampu memberikan respons yang efektif terhadap pelanggaran hukum perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Analisis diperkuat dengan data survei terhadap 40 responden dari kalangan strategis dan akademis, yang menunjukkan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap daya pengaruh hukum internasional dalam meredam konflik. Temuan mengindikasikan bahwa hak veto di Dewan Keamanan PBB, lemahnya mekanisme enforcement, serta dominasi kepentingan politik dan ekonomi negara besar merupakan faktor utama yang menghambat implementasi hukum humaniter secara optimal. Melalui pendekatan analisis SWOT dan Diagram Kartesius, jurnal ini menunjukkan bahwa sistem hukum internasional saat ini berada dalam posisi defensif, yang menandakan perlunya reformasi struktural di tingkat global. Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya peran negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mendorong pembaruan sistem hukum internasional, membatasi penggunaan hak veto, serta memperkuat kapasitas nasional dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum humaniter ke dalam doktrin militer. Kesimpulan utama dari kajian ini menegaskan bahwa tanpa reformasi yang menyeluruh, hukum internasional akan terus digunakan secara selektif dan berpotensi gagal menegakkan keadilan dalam konflik bersenjata kontemporer.
Konflik Berkepanjangan Antara Israel Dan Palestina Dan Tantangan Implementasi Hukum Humaniter Dalam Resolusi Internasional Napitupulu, Faisal Florance; Triandoko, Febi; Susilo, Tarsisius; Apandi, Asep; Dhani Broto Nugroho, Sidik
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3152

Abstract

The prolonged conflict between Israel and Palestine, particularly in the Gaza Strip, has resulted in severe humanitarian consequences and drawn widespread international concern. This study aims to analyze violations of International Humanitarian Law (IHL) committed by parties involved in the conflict, focusing on the protection of civilians, access to humanitarian aid, and legal accountability for those responsible. Using a qualitative approach and literature review from reports issued by the United Nations, non-governmental organizations such as Human Rights Watch, the International Committee of the Red Cross (ICRC), and international legal bodies such as the International Criminal Court (ICC), the study finds strong indications of collective punishment, disproportionate attacks, and restrictions on essential aid—all of which contradict fundamental principles of IHL. Furthermore, this research highlights the failure of international mechanisms to enforce justice effectively for victims, particularly children and other vulnerable groups in Gaza. Upholding accountability, non-discrimination, and legal protections for civilians are critical components in preventing future violations and building a sustainable foundation for peace in the region.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Akad, Andy Mustafa Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Cahyono, Agung Nur Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Heri Susanto, Teguh Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto, Dudik Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Wahyu RS, Wahyu RS Wahyu Sudrajat Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaman, Komaruz Zega, Muhammad Taufiq ‘Alimi, Nur