Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Hukum Humaniter Dalam Konteks Perang Asimetris: Menghadapi Kompleksitas Konflik Dengan Kelompok Pemberontak Dan Teroris Sugir, Sugir; Putra, Bastian Setya Laksana; Susilo, Tarsisius
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32191

Abstract

Perang asimetris, yang sering terjadi dalam konflik dengan kelompok pemberontak atau teroris, menambah kompleksitas yang signifikan terhadap penerapan hukum humaniter internasional. Berbeda dengan konflik konvensional, perang asimetris tidak memiliki garis depan yang jelas dan sering kali melibatkan aktor non-negara yang sulit diidentifikasi. Hal ini menantang prinsip dasar hukum humaniter yang mengatur perlindungan terhadap individu yang tidak terlibat dalam permusuhan serta pengaturan terhadap taktik militer yang sah. Artikel ini menganalisis tantangan yang dihadapi oleh pihak berwenang dalam menegakkan hukum humaniter di tengah-tengah ketidakpastian dan mobilitas tinggi dalam konflik asimetris. Pembahasan juga meliputi perlunya adaptasi dan inovasi dalam pendekatan hukum untuk menanggapi dinamika baru ini, serta bagaimana hukum humaniter dapat lebih responsif terhadap bentuk-bentuk baru konflik yang muncul dalam era modern. Dengan meninjau berbagai studi kasus, artikel ini memberikan perspektif tentang urgensi pembaruan prinsip-prinsip hukum humaniter agar dapat menjaga perlindungan hak asasi manusia di tengah perubahan cara berperang yang semakin tidak konvensional.
Urgensi Pendidikan Hukum Humaniter Bagi Anggota Militer dalam Meningkatkan Kepatuhan terhadap Norma Kemanusiaan di Medan Perang Mahmudi, Ali; Raharjo, Kanang Budi; Susilo, Tarsisius; Simanjuntak, Arifin; Tapayasa, Gusti Bagus Oka
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32193

Abstract

Pendidikan hukum humaniter bagi anggota militer memiliki peran strategis dalam membangun kepatuhan terhadap norma-norma kemanusiaan di medan perang. Dinamika perang modern menuntut pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter untuk meminimalisir pelanggaran yang dapat merusak citra institusi militer dan mengancam legitimasi operasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan hukum humaniter, mengkaji praktik pelatihan di Swiss, Norwegia, dan Indonesia, serta mengevaluasi tantangan implementasi yang dihadapi. Melalui metode kajian literatur, analisis kebijakan, dan wawancara terbatas, penelitian ini menemukan bahwa integrasi hukum humaniter dalam kurikulum militer, pelatihan berbasis skenario, serta pembinaan oleh komando satuan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan prajurit. Diperlukan pendekatan pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis praktik nyata untuk membangun budaya militer yang profesional dan menghormati hukum. Temuan ini menjadi landasan penting untuk perumusan kebijakan pendidikan militer di masa depan dalam memperkuat perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah kompleksitas konflik kontemporer.
Konflik Rusia-Ukraina: Telaah Kritis Atas Pelanggaran Hukum Humaniter Dan Implikasinya Terhadap Hak Sipil Widodo, Roni Agus; Setiyawan, Danang Ary; Hanla, Hanla; Susilo, Tarsisius; Yadi, Rahman; Prasetyo, Joko
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32257

Abstract

Pemodelan matematika menjadi jembatan antara matematika dan masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan siswa. Pengenalan pemodelan matematika menjadi agenda penting yang harus diberikan kepada siswa level SMA untuk mengoptimalkan literasi matematis dan terbiasa memecahkan masalah dengan permasalahan kontekstual. Pemilihan konteks materi dan permasalahan dunia nyata yang relevan adalah kunci awal dalam mengajarkan pemodelan. Pemilihan materi matriks dalam pengaplikasian menentukan kriteria universitas menjadi pertimbangan penting dalam mengenalkan pemodelan matematika dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan sampel 31 siswa kelas 11, MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat. Berlandaskan kerangka kerja Galbraith & Holton, penelitian ini mengevaluasi tujuh tahap pemodelan dan menemukan bahwa siswa mampu memahami dan merumuskan masalah dengan baik, mencapai skor rata-rata 77,8%, namun mengalami kesulitan pada tahap interpretasi dan evaluasi model dengan skor menurun hingga sekitar 60%. Penggunaan matriks pengambilan keputusan menunjukkan kemampuan siswa yang cukup baik dalam menerapkan konsep matematika pada konteks dunia nyata, meskipun masih diperlukan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pemodelan.  
Efektivitas Hukum Humaniter Dalam Menghadapi Taktik Perang Asimetris Kontemporer Putra, Deki Rayusyah; Negara, Agung Perwira; Susilo, Tarsisius; Adriono, Rudi; Setyoko, Budi
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32268

Abstract

The transformation of global conflict architecture over the past decade reflects a significant shift toward non-conventional or asymmetric warfare, characterized by the involvement of non-state actors, guerrilla tactics, cyber infiltration, and the deployment of autonomous weapon systems. This type of warfare has blurred the distinction between combatants and civilians, thereby complicating the application of core principles of International Humanitarian Law (IHL), such as distinction, proportionality, and precaution. This study aims to evaluate the effectiveness and adaptive capacity of IHL in addressing the challenges posed by contemporary asymmetric warfare. The research employs a normative juridical approach using an evaluative-reflective model based on normative gap analysis, complemented by case studies of conflicts in Syria and Yemen. The findings reveal a structural disparity between universal legal norms and operational practices in the field, where violations of IHL principles frequently occur in the absence of effective accountability mechanisms. This study recommends reforming international legal instruments through the integration of adaptive legal principles, the inclusion of non-state actors, and the development of technology-based legal monitoring systems. Such an approach is essential to reinforce IHL systems to be more contextual, dynamic, and responsive to evolving forms of armed violence in the contemporary era.
Pertanggungjawaban Komando Dalam Hukum Humaniter Nasional : Studi Tentang Kewajiban Pemimpin Militer Atas Tindakan Pasukannya Setyawan, Edy Setyawan; Parinussa, Johanis; Susilo, Tarsisius; Sultan Alimudin, Andi; Amperawan, Cahyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26445

Abstract

Pertanggungjawaban komando merupakan prinsip penting dalam hukum humaniter yang menekankan bahwa pemimpin militer dapat dimintai tanggung jawab hukum atas pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan di bawah kendalinya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep pertanggungjawaban komando dalam kerangka hukum humaniter nasional, serta mengkaji sejauh mana kewajiban pemimpin militer dalam mencegah, menghentikan, dan menindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh bawahannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang – undangan nasional, yurisprudensi internasional, serta studi kasus yang relevan. Hasil penulisan jurnal menunjukkan bahwa hukum nasional Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip pertanggungjawaban komando secara eksplisit, meskipun telah meratifikasi instrumen hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi hukum yang lebih kuat serta penegakan yang tegas terhadap pemimpin militer yang lalai dalam menjalankan kewajibannya. Penulisan jurnal ini menegaskan pentingnya pembaruan regulasi dan peningkatan pemahaman di lingkungan militer guna mencegah impunitas dan menjamin akuntabilitas dalam konteks konflik bersenjata.
Antara Etika Dan Efektivitas : Dilema Moral Militer Dalam Penerapan Hukum Humaniter Internasional Di Era Perang Modern Made Mertha Yasa, I; Auliadi Santoso, Anugrah; Susilo, Tarsisius; Sultan Alimudin, Andi; Amperawan, Cahyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26446

Abstract

Hukum humaniter internasional (HHI) hadir sebagai pedoman etis dan hukum yang mengatur batasan penggunaan kekuatan dalam konflik, dengan tujuan utama melindungi individu non-kombatan dan menjamin perlakuan manusiawi terhadap korban perang. Kemampuan TNI dalam menyeimbangkan fungsi tempur dan perlindungan terhadap hak asasi manusia menjadi faktor penting dalam keberhasilan misi-misi tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), yang bertujuan menggali secara mendalam persoalan etika militer dalam konteks penerapan Hukum Humaniter Internasional (HHI) pada dinamika perang modern. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menelusuri pemikiran teoritis, prinsip-prinsip normatif, serta praktik aktual melalui sumber-sumber ilmiah yang telah diakui, termasuk buku akademik, jurnal internasional, dokumen hukum, dan laporan lembaga kemanusiaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa etika harus menjadi bagian integral dari pendidikan dan kebijakan militer, karena nilai-nilai moral berperan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan taktis. Penguatan pemahaman hukum serta pelatihan berlandaskan prinsip kemanusiaan akan mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Dengan begitu, pasukan tidak hanya efektif secara militer, tetapi juga dapat menjaga legitimasi di mata publik dan dunia internasional. Ukuran keberhasilan operasi militer harus memperhitungkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip hukum dan etika. Hal ini penting demi menjaga citra institusi militer dan kepercayaan masyarakat luas.
Tantangan Etika dan Hukum dalam Perang Informasi dan Propaganda Digital Milyardin, Ian Rizkian; Malinton, Yoki; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26996

Abstract

Perang informasi kini menjadi elemen tak terpisahkan dari konflik-konflik global, memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai alat untuk memengaruhi opini publik, menyebarkan disinformasi, dan membentuk narasi yang berperan dalam dinamika geopolitik. Dalam jurnal ini, saya menggali bagaimana fenomena perang informasi ini menantang prinsip-prinsip dasar Hukum Humaniter Internasional (IHL), seperti diskriminasi, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap warga sipil, yang telah menjadi dasar dalam mengatur peperangan tradisional. Meski IHL dirancang untuk menangani konflik fisik, perkembangan teknologi digital menuntut adanya pemikiran baru tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan pada perang yang tak terlihat di medan pertempuran, namun dampaknya dapat merusak stabilitas sosial dan politik. Di sisi lain, teori perang yang benar (Just War Theory) juga memberikan sudut pandang etis mengenai apakah disinformasi dan propaganda digital dapat dibenarkan dalam konteks perang. Dengan menggali tantangan-tantangan ini, tulisan ini juga memberikan rekomendasi terkait bagaimana hukum humaniter dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan dalam peperangan modern, serta pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh perang informasi.
Adaptasi Hukum Humaniter terhadap Konflik yang Dipicu oleh Perubahan Iklim: Studi Kasus Global Hamel, Boy Yopi; Setiawan, Gede; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27194

Abstract

Penelitian ini mengkaji adaptasi hukum humaniter internasional dalam menghadapi konflik yang dipicu oleh perubahan iklim. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana hukum humaniter dapat merespons dinamika konflik yang semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, mengumpulkan data dari dokumen hukum internasional, laporan organisasi kemanusiaan, dan artikel akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum humaniter saat ini masih kurang responsif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim dalam konteks konflik bersenjata. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan regulasi dan mekanisme implementasi yang lebih adaptif. Kesimpulannya, adaptasi hukum humaniter harus memperhatikan aspek lingkungan untuk meningkatkan perlindungan korban dan mencegah eskalasi konflik.
Inkoherensi Hukum Humaniter dengan Filosofis Perang Kontemporer Wijaya, Hilman; T. Wijaya, Xanthoniar; Susilo, Tarsisius; Apandi, M. Asep; Broto, S. Dhani
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.909

Abstract

Dinamika peperangan kontemporer melalui perubahan pola-pola peperangan, perkembangan senjata berteknologi otonom, serta pergeseran aktor negara menjadi aktor non-negara menjadikan kondisi hukum humaniter saat ini inkoheren. Dimana aspek-aspek penentu seperti asas pembatasan, proporsionalitas dan penentuan kombatan sebagai inti dari hukum humaniter menjadi bias pada perkembangan peperangan kontemporer saat ini. Tujuan penulisan esai ini untuk memberikan gambaran terkait kondisi peperangan kontemporer dihadapkan pada hukum humaniter internasional serta solusi yang harus dikembangkan untuk mengatasi anarkisme kondisi peperangan kontemporer saat ini. Metode yang dilaksanakan dalam penulisan esai ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sebagai upaya penggambaran kondisi sosial yang bersifat universal mengarahkan pada sifat-sifat khusus yang terjadi pada fenomena sosial manusia. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya degradasi nilai hukum humaniter dihadapkan pada kondisi peperangan kontemporer saat ini, dengan kesimpulan yang diperoleh pentingnya reformulasi hukum humaniter mencakup redefinisi kombatan, penguatan mekanisme penegakan hukum terhadap aktor non-negara, serta adaptasi norma hukum terhadap perkembangan teknologi militer.
Perang Asimetris dan Tantangan Penegakan Hukum Humaniter Internasional: Studi Kasus Konflik Afghanistan Arvianto, Tomy; Littlejohn, Andrew; Susilo, Tarsisius; Santosa, Wahyudi Dwi; Nurhidayat, Nurhidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tantangan penerapan hukum humaniter internasional (HHI) dalam konteks perang asimetris, dengan studi kasus khusus pada konflik berkepanjangan di Afghanistan. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas implementasi prinsip-prinsip dasar HHI, seperti pembedaan, proporsionalitas, dan keharusan militer, yang dihadapkan pada ketidakjelasan status aktor non-negara serta penggunaan metode perang tidak konvensional. Studi ini menemukan bahwa konflik Afghanistan menggambarkan secara jelas tantangan global dalam penerapan HHI, yang juga terjadi pada konflik serupa seperti di Irak dan Suriah. Pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, seperti yang terlihat dalam kasus serangan terhadap fasilitas medis oleh pasukan internasional dan penggunaan drone yang mengakibatkan korban sipil, menegaskan urgensi penguatan mekanisme akuntabilitas internasional dan adaptasi hukum humaniter internasional secara global. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi dan adaptasi kerangka hukum internasional, peningkatan transparansi dan akuntabilitas internasional, penguatan kapasitas lokal, serta diplomasi internasional yang kuat untuk menciptakan efek jera terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan internasional yang lebih adaptif dan efektif dalam melindungi hak asasi manusia dalam konflik bersenjata asimetris.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Akad, Andy Mustafa Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Cahyono, Agung Nur Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Heri Susanto, Teguh Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto, Dudik Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Wahyu RS, Wahyu RS Wahyu Sudrajat Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaman, Komaruz Zega, Muhammad Taufiq ‘Alimi, Nur