Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Strategis Perempuan Dalam Proses Perdamaian dan Penegakan Hukum Humaniter di Era Konflik Kontemporer Purwanto, Farid Yudis; Nurcahyo, Yulianto; Susilo, Tarsisius; Simanjuntak, Arifin; Tapayasa, Gusti Bagus Oka
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6481

Abstract

Konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan dampak besar terhadap struktur sosial dan politik, tetapi juga secara signifikan mempengaruhi kehidupan perempuan yang sering kali menjadi korban kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, seiring dengan berkembangnya kesadaran global terhadap pentingnya kesetaraan gender, keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian dan penegakan hukum humaniter mulai mendapatkan perhatian lebih serius. Keterlibatan perempuan dalam berbagai tahap resolusi konflik tidak hanya memperkaya perspektif dalam negosiasi, tetapi juga memperkuat legitimasi dan keberlanjutan perdamaian yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi strategis perempuan dalam konteks konflik kontemporer, dengan fokus pada bagaimana partisipasi mereka mampu mendorong pelaksanaan prinsip-prinsip hukum humaniter secara lebih efektif. Metodologi yang digunakan mencakup kajian literatur dari sumber akademik dan hukum internasional, analisis kebijakan yang berkaitan dengan gender dan perdamaian, serta, jika memungkinkan, wawancara dengan ahli hukum humaniter dan praktisi di bidang militer dan diplomasi. Temuan utama menunjukkan bahwa kehadiran perempuan dalam proses perdamaian dan keadilan transisi memperkuat legitimasi perjanjian damai, meningkatkan akuntabilitas pelaku kejahatan perang, serta mengarahkan implementasi kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Oleh karena itu, integrasi perspektif gender dalam setiap tahapan penyelesaian konflik menjadi sangat penting untuk membangun perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan berbasis pada penghormatan terhadap hukum humaniter.
Peran Media dalam Menyampaikan Pelanggaran Hukum Humaniter (Studi Komparatif Kasus Suriah dan Palestina) Cahyono, Agung Nur; Lubis, M. Sati; Susilo, Tarsisius; Simanjuntak, Arifin; Tapayasa, Gusti Bagus Oka
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32186

Abstract

Pelaporan media terhadap pelanggaran hukum humaniter dalam konteks konflik bersenjata memainkan peranan penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi kebijakan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media, baik tradisional maupun digital, dalam menyampaikan informasi terkait pelanggaran hukum humaniter, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dalam pelaporan dan dampaknya terhadap akuntabilitas global. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan komparatif dengan menganalisis pelaporan media internasional mengenai pelanggaran hukum humaniter di dua zona konflik utama, yaitu Suriah dan Palestina. Data dikumpulkan melalui analisis konten dari berbagai sumber media, termasuk media tradisional dan platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan besar terkait bias politik dan disinformasi, media tetap berfungsi sebagai alat utama dalam memperjuangkan akuntabilitas terhadap pelanggaran hukum humaniter. Media sosial memainkan peran penting dalam memperluas akses informasi dan mempercepat distribusi berita mengenai pelanggaran tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tantangan etika jurnalistik dan verifikasi informasi tetap ada, media, terutama media sosial, memiliki potensi besar dalam mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan jurnalisme berbasis etika dan akurasi untuk meningkatkan peran media dalam memantau dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter serta untuk memperbaiki persepsi publik global mengenai isu tersebut.
Kajian Hukum Humaniter Internasional Mengenai Perang Siber Dalam Kaitannya Dengan Serangan Infrastruktur Kritis Imasfy, M.; Alif, Akhmad; Susilo, Tarsisius; Marpaung, Budiman; Saroso, Budi
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32190

Abstract

Kerentanan infrastruktur kritis terhadap serangan siber yang dampaknya setara dengan perang kinetik mengekspos kesenjangan regulasi dalam HHI, terutama terkait ketidakpastian penerapan prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian. Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan standar hukum baru untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur vital di ranah digital melalui analisis tantangan penerapan HHI dalam konteks siber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi dokumentasi terhadap instrumen HHI (Konvensi Jenewa 1949, Protokol Tambahan I), doktrin hukum, dan kasus serangan siber (misalnya Stuxnet). Prinsip HHI dapat diterapkan pada serangan siber, tetapi terhambat oleh sifat dual-use infrastruktur, efek berantai yang tak terprediksi, anonimitas pelaku, dan ambigu definisi "serangan" non-fisik. Diperlukan pengembangan kriteria objek siber, alat pemodelan dampak, peningkatan atribusi pelaku, dan kolaborasi global untuk memastikan HHI tetap relevan di era digital.
Tantangan Hukum Humaniter Dalam Konteks Perang Asimetris: Menghadapi Kompleksitas Konflik Dengan Kelompok Pemberontak Dan Teroris Sugir, Sugir; Putra, Bastian Setya Laksana; Susilo, Tarsisius
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32191

Abstract

Perang asimetris, yang sering terjadi dalam konflik dengan kelompok pemberontak atau teroris, menambah kompleksitas yang signifikan terhadap penerapan hukum humaniter internasional. Berbeda dengan konflik konvensional, perang asimetris tidak memiliki garis depan yang jelas dan sering kali melibatkan aktor non-negara yang sulit diidentifikasi. Hal ini menantang prinsip dasar hukum humaniter yang mengatur perlindungan terhadap individu yang tidak terlibat dalam permusuhan serta pengaturan terhadap taktik militer yang sah. Artikel ini menganalisis tantangan yang dihadapi oleh pihak berwenang dalam menegakkan hukum humaniter di tengah-tengah ketidakpastian dan mobilitas tinggi dalam konflik asimetris. Pembahasan juga meliputi perlunya adaptasi dan inovasi dalam pendekatan hukum untuk menanggapi dinamika baru ini, serta bagaimana hukum humaniter dapat lebih responsif terhadap bentuk-bentuk baru konflik yang muncul dalam era modern. Dengan meninjau berbagai studi kasus, artikel ini memberikan perspektif tentang urgensi pembaruan prinsip-prinsip hukum humaniter agar dapat menjaga perlindungan hak asasi manusia di tengah perubahan cara berperang yang semakin tidak konvensional.
Urgensi Pendidikan Hukum Humaniter Bagi Anggota Militer dalam Meningkatkan Kepatuhan terhadap Norma Kemanusiaan di Medan Perang Mahmudi, Ali; Raharjo, Kanang Budi; Susilo, Tarsisius; Simanjuntak, Arifin; Tapayasa, Gusti Bagus Oka
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32193

Abstract

Pendidikan hukum humaniter bagi anggota militer memiliki peran strategis dalam membangun kepatuhan terhadap norma-norma kemanusiaan di medan perang. Dinamika perang modern menuntut pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter untuk meminimalisir pelanggaran yang dapat merusak citra institusi militer dan mengancam legitimasi operasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan hukum humaniter, mengkaji praktik pelatihan di Swiss, Norwegia, dan Indonesia, serta mengevaluasi tantangan implementasi yang dihadapi. Melalui metode kajian literatur, analisis kebijakan, dan wawancara terbatas, penelitian ini menemukan bahwa integrasi hukum humaniter dalam kurikulum militer, pelatihan berbasis skenario, serta pembinaan oleh komando satuan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan prajurit. Diperlukan pendekatan pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis praktik nyata untuk membangun budaya militer yang profesional dan menghormati hukum. Temuan ini menjadi landasan penting untuk perumusan kebijakan pendidikan militer di masa depan dalam memperkuat perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah kompleksitas konflik kontemporer.
Konflik Rusia-Ukraina: Telaah Kritis Atas Pelanggaran Hukum Humaniter Dan Implikasinya Terhadap Hak Sipil Widodo, Roni Agus; Setiyawan, Danang Ary; Hanla, Hanla; Susilo, Tarsisius; Yadi, Rahman; Prasetyo, Joko
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32257

Abstract

Pemodelan matematika menjadi jembatan antara matematika dan masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan siswa. Pengenalan pemodelan matematika menjadi agenda penting yang harus diberikan kepada siswa level SMA untuk mengoptimalkan literasi matematis dan terbiasa memecahkan masalah dengan permasalahan kontekstual. Pemilihan konteks materi dan permasalahan dunia nyata yang relevan adalah kunci awal dalam mengajarkan pemodelan. Pemilihan materi matriks dalam pengaplikasian menentukan kriteria universitas menjadi pertimbangan penting dalam mengenalkan pemodelan matematika dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan sampel 31 siswa kelas 11, MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat. Berlandaskan kerangka kerja Galbraith & Holton, penelitian ini mengevaluasi tujuh tahap pemodelan dan menemukan bahwa siswa mampu memahami dan merumuskan masalah dengan baik, mencapai skor rata-rata 77,8%, namun mengalami kesulitan pada tahap interpretasi dan evaluasi model dengan skor menurun hingga sekitar 60%. Penggunaan matriks pengambilan keputusan menunjukkan kemampuan siswa yang cukup baik dalam menerapkan konsep matematika pada konteks dunia nyata, meskipun masih diperlukan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pemodelan.  
Efektivitas Hukum Humaniter Dalam Menghadapi Taktik Perang Asimetris Kontemporer Putra, Deki Rayusyah; Negara, Agung Perwira; Susilo, Tarsisius; Adriono, Rudi; Setyoko, Budi
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32268

Abstract

The transformation of global conflict architecture over the past decade reflects a significant shift toward non-conventional or asymmetric warfare, characterized by the involvement of non-state actors, guerrilla tactics, cyber infiltration, and the deployment of autonomous weapon systems. This type of warfare has blurred the distinction between combatants and civilians, thereby complicating the application of core principles of International Humanitarian Law (IHL), such as distinction, proportionality, and precaution. This study aims to evaluate the effectiveness and adaptive capacity of IHL in addressing the challenges posed by contemporary asymmetric warfare. The research employs a normative juridical approach using an evaluative-reflective model based on normative gap analysis, complemented by case studies of conflicts in Syria and Yemen. The findings reveal a structural disparity between universal legal norms and operational practices in the field, where violations of IHL principles frequently occur in the absence of effective accountability mechanisms. This study recommends reforming international legal instruments through the integration of adaptive legal principles, the inclusion of non-state actors, and the development of technology-based legal monitoring systems. Such an approach is essential to reinforce IHL systems to be more contextual, dynamic, and responsive to evolving forms of armed violence in the contemporary era.
Pertanggungjawaban Komando Dalam Hukum Humaniter Nasional : Studi Tentang Kewajiban Pemimpin Militer Atas Tindakan Pasukannya Setyawan, Edy Setyawan; Parinussa, Johanis; Susilo, Tarsisius; Sultan Alimudin, Andi; Amperawan, Cahyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26445

Abstract

Pertanggungjawaban komando merupakan prinsip penting dalam hukum humaniter yang menekankan bahwa pemimpin militer dapat dimintai tanggung jawab hukum atas pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan di bawah kendalinya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep pertanggungjawaban komando dalam kerangka hukum humaniter nasional, serta mengkaji sejauh mana kewajiban pemimpin militer dalam mencegah, menghentikan, dan menindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh bawahannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang – undangan nasional, yurisprudensi internasional, serta studi kasus yang relevan. Hasil penulisan jurnal menunjukkan bahwa hukum nasional Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip pertanggungjawaban komando secara eksplisit, meskipun telah meratifikasi instrumen hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi hukum yang lebih kuat serta penegakan yang tegas terhadap pemimpin militer yang lalai dalam menjalankan kewajibannya. Penulisan jurnal ini menegaskan pentingnya pembaruan regulasi dan peningkatan pemahaman di lingkungan militer guna mencegah impunitas dan menjamin akuntabilitas dalam konteks konflik bersenjata.
Antara Etika Dan Efektivitas : Dilema Moral Militer Dalam Penerapan Hukum Humaniter Internasional Di Era Perang Modern Made Mertha Yasa, I; Auliadi Santoso, Anugrah; Susilo, Tarsisius; Sultan Alimudin, Andi; Amperawan, Cahyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26446

Abstract

Hukum humaniter internasional (HHI) hadir sebagai pedoman etis dan hukum yang mengatur batasan penggunaan kekuatan dalam konflik, dengan tujuan utama melindungi individu non-kombatan dan menjamin perlakuan manusiawi terhadap korban perang. Kemampuan TNI dalam menyeimbangkan fungsi tempur dan perlindungan terhadap hak asasi manusia menjadi faktor penting dalam keberhasilan misi-misi tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), yang bertujuan menggali secara mendalam persoalan etika militer dalam konteks penerapan Hukum Humaniter Internasional (HHI) pada dinamika perang modern. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menelusuri pemikiran teoritis, prinsip-prinsip normatif, serta praktik aktual melalui sumber-sumber ilmiah yang telah diakui, termasuk buku akademik, jurnal internasional, dokumen hukum, dan laporan lembaga kemanusiaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa etika harus menjadi bagian integral dari pendidikan dan kebijakan militer, karena nilai-nilai moral berperan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan taktis. Penguatan pemahaman hukum serta pelatihan berlandaskan prinsip kemanusiaan akan mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Dengan begitu, pasukan tidak hanya efektif secara militer, tetapi juga dapat menjaga legitimasi di mata publik dan dunia internasional. Ukuran keberhasilan operasi militer harus memperhitungkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip hukum dan etika. Hal ini penting demi menjaga citra institusi militer dan kepercayaan masyarakat luas.
Tantangan Etika dan Hukum dalam Perang Informasi dan Propaganda Digital Milyardin, Ian Rizkian; Malinton, Yoki; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26996

Abstract

Perang informasi kini menjadi elemen tak terpisahkan dari konflik-konflik global, memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai alat untuk memengaruhi opini publik, menyebarkan disinformasi, dan membentuk narasi yang berperan dalam dinamika geopolitik. Dalam jurnal ini, saya menggali bagaimana fenomena perang informasi ini menantang prinsip-prinsip dasar Hukum Humaniter Internasional (IHL), seperti diskriminasi, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap warga sipil, yang telah menjadi dasar dalam mengatur peperangan tradisional. Meski IHL dirancang untuk menangani konflik fisik, perkembangan teknologi digital menuntut adanya pemikiran baru tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan pada perang yang tak terlihat di medan pertempuran, namun dampaknya dapat merusak stabilitas sosial dan politik. Di sisi lain, teori perang yang benar (Just War Theory) juga memberikan sudut pandang etis mengenai apakah disinformasi dan propaganda digital dapat dibenarkan dalam konteks perang. Dengan menggali tantangan-tantangan ini, tulisan ini juga memberikan rekomendasi terkait bagaimana hukum humaniter dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan dalam peperangan modern, serta pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh perang informasi.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Agus Supriyanto Akad, Andy Mustafa Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andrianto, Febi Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Bimo Risandi, Anton Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Cahyono, Agung Nur Cokabo, David Mulyadi Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Firmansyah , Rudi Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Halkis, Mhd. Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Haprabu, Wirasetyo Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Hendrik Etwiory, Robinson Heri Susanto, Teguh Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iswan Nusi, Mohamad Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurcahyo, Yulianto Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Nurtono, Adietya Yuni Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto , Didik Purwanto, Dudik Purwanto, Farid Yudis Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Susanto, Teguh Heri Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Taufik Nur Cahyanto, Taufik Nur Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Wahyu RS, Wahyu RS Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wahyudi, Tody Warli, Lili Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiseso, Gatot Wisyudha, Wisyudha Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaenal Arifin Zaman, Komaruz Zega, Muhammad Taufiq Zega, Taufiq ‘Alimi, Nur