Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Rusia, Amerika Serikat, Dan Israel Dalam Pengelolaan Sumber Daya Siber Sebagai Pembelajaran Bagi Doktrin Pertahanan Siber Indonesia Syah Putra Siregar, Eko; Bagiono, Amin; Susilo, Tarsisius; Hadisuseno, Bungkus; Amperawan, Cahyadi
Jurnal Syntax Fusion Vol 5 No 10 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v5i10.483

Abstract

The rapid advancement of digital technology has reshaped the global defense landscape, positioning cyberspace as a new strategic domain in the competition for national power. Countries such as Russia, the United States, and Israel demonstrate distinct leadership models in managing digital resources and developing resilient cyber defense systems. This study aims to analyze the characteristics of strategic leadership in these three nations and identify relevant lessons for the formulation of Indonesia’s cyber defense doctrine, characterized by national values and aligned with the vision of Indonesia Emas 2045. The research employs a qualitative descriptive method using a policy analysis approach through literature review and examination of official documents from defense institutions and international strategic studies. The findings reveal that the United States exhibits transformational and collaborative leadership, Russia demonstrates firm and centralized strategic-military leadership, while Israel reflects adaptive and innovative leadership driven by technological research. The synthesis of these models suggests that Indonesia’s cyber defense doctrine should integrate the values of Pancasila, strengthen cross-sector leadership among government, military, and technology industries, and promote defense research innovation to reinforce digital sovereignty and enhance national cyber resilience in the digital era.
International Humanitarian Law at the Crossroads: A Strategic Reflection on the Failure of Civil Protection in the Russia-Ukraine Conflict Aritonang, RH; Sujiwo, Aji; Susilo, Tarsisius; Tadung, Rapy; Panggabean, Andar Dodianto
Balobe Law Journal Volume 5 Issue 2, October 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/balobe.v5i2.3096

Abstract

Introduction: This article analyzes the application of international humanitarian law (IHL) in the Russia–Ukraine conflict, focusing on the impact of hybrid warfare on civilian protection mechanisms.Purposes of the Research: The purpose of this article is to evaluate the failure of civilian protection during the Russia–Ukraine conflict from legal, ethical, and strategic perspectives.Methods of the Research: This research uses a qualitative normative method, employing case study and literature review approaches, supported by interviews with legal practitioners to explore gaps between IHL norms and military operations.Results of the Research: The findings of this study show a critical disjunction between IHL provisions and military practices on the ground, leading to significant risks for non-combatants. The hybrid nature of the conflict complicates legal accountability and ethical compliance. This article offers a novel recommendation for reformulating combat strategies and updating military education curricula to better internalize IHL principles in contemporary armed conflicts.
Kepemimpinan Trump, America First, dan Nasionalisme Pertahanan: Relevansinya Terhadap Strategi Logistik dan Kemandirian TNI Broto, Fadjar Wahyudi; Nurhidayat, I Ketut Bina S,; Nurhidayat, Nurhidayat; Tuwadi, Tuwadi; Susilo, Tarsisius
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32543

Abstract

This study analyzes Donald Trump's leadership through the America First policy that emphasizes the protection of strategic industries, especially the defense and energy sectors, as well as its relevance for Indonesia in building logistics independence and strengthening national defense strategies. The background of this research is based on Trump's protectionist orientation that puts domestic interests above the international agenda, which practically influences global geopolitical and economic dynamics. The purpose of this research is to explore the relationship between resource nationalism and defense strategy in a global context, as well as reflect on Indonesia's needs. The research uses a qualitative approach with a case study method, combining primary data from expert interviews with secondary data in the form of academic literature, policy reports, and official documents. Key findings show that the defense and energy industry's protection policies under Trump reflect realism in international relations, while underscoring the urgency of resource nationalism in safeguarding the country's sovereignty. The America First approach has been successful in reducing the United States' dependence on energy imports and strengthening the capacity of the domestic defense industry, despite criticism of protectionism. Its relevance for Indonesia lies in the need to build a robust, adaptive, and self-sustaining defense logistics system to face the dynamics of contemporary threats, including dependence on imports of defense equipment, ammunition, and energy. The contribution of this research is to provide strategic reflection for the TNI in strengthening the Universal Defense Doctrine (Sishanta) by emphasizing the integration of national resources, the independence of the defense industry, and the development of a resilient logistics system.
Integrasi Kepemimpinan Transformasional dan Transformasi Digital dalam Penguatan Doktrin Pertahanan Indonesia Berbasis Kejuangan Integritas dan Pancasila Eko Hadiyanto, Yuli; Haryanto Hunsam, Berny; Susilo, Tarsisius; Budi, Ketut Setia; Adi S, Agustinus
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32546

Abstract

Transformasi digital global mengubah lanskap pertahanan dari dominasi kekuatan Integrasi, fisik menuju ekosistem informasi yang terintegrasi dan adaptif, sementara di kepemimpinan Indonesia kesiapan digital masih terhambat oleh fragmentasi kebijakan, kompetensi transformasional, SDM, dan tata kelola data. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model integratif transformasi digital, doktrin kepemimpinan transformasional berbasis nilai kebangsaan (kejuangan, integritas, pertahanan, dan Pancasila) untuk memperkuat doktrin pertahanan yang adaptif, berkarakter, dan Pancasila responsif terhadap dinamika digital. Metode yang digunakan kualitatif dengan studi kepustakaan yang sistematis, analisis isi dan analisis wacana kritis, serta triangulasi teori atas dokumen kebijakan, literatur akademik dalam negeri, dan laporan internasional guna membangun sintesis konseptual yang kokoh. Temuan menunjukkan: pertama, kepemimpinan transformasional efektif bila diterjemahkan dari nilai menjadi tata kelola dan dari tata kelola menjadi kapabilitas operasional (C2 berbasis data, keamanan siber, dan AI tepercaya); kedua, nilai kebangsaan harus dioperasionalkan sebagai parameter kebijakan dan spesifikasi teknis (taksonomi data pertahanan, human-in-the-loop, transparansi algoritmik, zero-trust, audit trail, serta indikator misi MTTD/MTTR); ketiga, rancangan model menghasilkan keluaran doktrinal adaptif (siklus sense–make–decide yang diaudit), berkarakter (nilai tertanam pada proses dan kode), dan responsif (orkestrasi whole-of-nation yang memendekkan jarak dari intelijen ke eksekusi), sekaligus menutup execution gap antara idealitas nilai dan implementasi digital. Oleh sebab itu diperlukan pembentukan dewan tata kelola digital pertahanan sebagai custodian nilai dan arsitektur, penetapan policy stack data/AI/siber berbasis Pancasila, program kepemimpinan pertahanan digital bagi pimpinan strategik, latihan kesiapsiagaan siber berkelanjutan, dan agenda kedaulatan teknologi agar transformasi berjalan berdaulat, akuntabel, dan selaras dengan jati diri bangsa.
Terorisme dan Keamanan Global: Perspektif Singkat Hukum Humaniter Budi, Suntara Wisnu; Amzidil, Lek; Susilo, Tarsisius; Marpaung, Budiman; Saroso, Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i5.32127

Abstract

Artikel ini membahas terorisme sebagai ancaman multidimensi terhadap perdamaian global yang memerlukan penanganan tidak hanya melalui pendekatan militer, tetapi juga dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional (HHI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran HHI dalam membentuk strategi kontra-terorisme yang efektif, manusiawi, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif melalui analisis literatur dan dokumen hukum internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kontra-terorisme yang mengabaikan prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap non-kombatan justru memperkuat narasi kelompok teroris dan meningkatkan risiko radikalisasi. Sebaliknya, pendekatan yang mengintegrasikan HHI, seperti penggunaan intelijen yang akurat, proses hukum yang adil, serta program deradikalisasi berbasis komunitas, terbukti mampu memutus siklus kekerasan dengan cara yang lebih manusiawi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional yang menghormati prinsip kemanusiaan sebagai pondasi dalam menghadapi terorisme secara jangka panjang. Dalam konteks global yang penuh ketegangan, HHI berperan sebagai pilar etika yang menjaga martabat manusia, bahkan dalam situasi konflik bersenjata.
Kepemimpinan Digital dan Tata Kelola Siber Sebagai Landasan Reformulasi Doktrin Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Rusia Amerika Serikat Dan Israel Wisyudha, Wisyudha; Haprabu, Wirasetyo; Susilo, Tarsisius; Zega, Taufiq; Purwanto , Didik
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i10.8707

Abstract

Transformasi digital global telah mendefinisikan ulang hakikat pertahanan nasional dari kekuatan militer berbasis senjata menuju kekuatan strategis berbasis data, algoritma, dan jaringan siber. Dalam konteks ini, kekuatan digital tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi elemen utama kedaulatan negara dan proyeksi kekuasaan geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kepemimpinan digital dan tata kelola siber dalam doktrin pertahanan Rusia, Amerika Serikat, dan Israel, serta merumuskan model konseptual reformulasi doktrin pertahanan nasional Indonesia yang adaptif terhadap ancaman siber global. Penelitian menggunakan metode kualitatif analitis melalui studi kebijakan, analisis dokumen strategis, dan sintesis komparatif lintas-negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rusia mengedepankan kontrol terpusat berbasis information warfare, Amerika Serikat menampilkan kepemimpinan siber kolaboratif dengan model defend forward, sementara Israel berhasil membangun ekosistem pertahanan inovatif yang menghubungkan militer, industri, dan akademia. Ketiga model tersebut menunjukkan bahwa superioritas pertahanan digital lahir dari keterpaduan kepemimpinan strategis, tata kelola lintas-lembaga, dan budaya inovasi. Posisi Indonesia saat ini berada pada tahap kesiapan normatif namun belum operasional, ditandai oleh fragmentasi kelembagaan dan ketiadaan doktrin pertahanan siber terpadu. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Komando Pertahanan Siber Nasional, penyusunan Undang-Undang Pertahanan Siber Nasional, serta pengembangan Cyber Defense Academy dan National Cyber Fusion Center sebagai infrastruktur strategis pembentuk ekosistem pertahanan digital. Dengan langkah tersebut, Indonesia dapat bergerak dari paradigma pertahanan konvensional menuju pertahanan digital yang adaptif, terukur, dan berkarakter Pancasila, sebagai fondasi kedaulatan nasional di era kompetisi siber global.
Perang Asimetris dan Tantangan Penegakan Hukum Humaniter Internasional: Studi Kasus Konflik Afghanistan Arvianto, Tomy; Littlejohn, Andrew; Susilo, Tarsisius; Santosa, Wahyudi Dwi; Nurhidayat, Nurhidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tantangan penerapan hukum humaniter internasional (HHI) dalam konteks perang asimetris, dengan studi kasus khusus pada konflik berkepanjangan di Afghanistan. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas implementasi prinsip-prinsip dasar HHI, seperti pembedaan, proporsionalitas, dan keharusan militer, yang dihadapkan pada ketidakjelasan status aktor non-negara serta penggunaan metode perang tidak konvensional. Studi ini menemukan bahwa konflik Afghanistan menggambarkan secara jelas tantangan global dalam penerapan HHI, yang juga terjadi pada konflik serupa seperti di Irak dan Suriah. Pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, seperti yang terlihat dalam kasus serangan terhadap fasilitas medis oleh pasukan internasional dan penggunaan drone yang mengakibatkan korban sipil, menegaskan urgensi penguatan mekanisme akuntabilitas internasional dan adaptasi hukum humaniter internasional secara global. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi dan adaptasi kerangka hukum internasional, peningkatan transparansi dan akuntabilitas internasional, penguatan kapasitas lokal, serta diplomasi internasional yang kuat untuk menciptakan efek jera terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan internasional yang lebih adaptif dan efektif dalam melindungi hak asasi manusia dalam konflik bersenjata asimetris.
Analisis Prinsip Etika Berinteraksi dengan Hukum Humaniter dalam Konteks Perang Sutopo, Joko; Zaman, Komaruz; Susilo, Tarsisius; Supriyo, Sarwo; Sinaga, Thomas
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3109

Abstract

Penelitian ini membahas interaksi antara prinsip etika dan hukum humaniter internasional (HHI) dalam konteks konflik bersenjata modern. Dengan berkembangnya teknologi militer seperti drone dan senjata otonom, muncul dilema etika yang menantang efektivitas prinsip HHI, khususnya terkait perlindungan terhadap warga sipil. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip etika dapat memperkuat penerapan hukum humaniter dalam pengambilan keputusan militer. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan para ahli hukum dan etika militer, kemudian dianalisis secara tematik. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun prinsip pembedaan dan proporsionalitas masih menjadi dasar HHI, implementasinya menghadapi tantangan serius dalam perang asimetris dan urban. Selain itu, dilema moral di tingkat taktis menegaskan pentingnya pelatihan etika bagi prajurit. Penelitian ini juga mengusulkan integrasi etika ke dalam kebijakan militer secara holistik, termasuk pembentukan unit penasihat etika dan pendekatan komunitas untuk konflik non-konvensional. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa reformulasi HHI yang adaptif terhadap dinamika teknologi dan sosial diperlukan untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas perlindungan sipil dalam konflik modern.
Optimalisasi Pendidikan Hukum Humaniter dalam Menunjang Tugas Operasional TNI di Daerah Konflik Raharja, Raden Yoga; Hendrayana, Dadang; Susilo, Tarsisius; Santosa, Wahyudi Dwi; Nurhidayat, Nurhidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3112

Abstract

Penerapan Hukum Humaniter Internasional (HHI) dalam operasi militer merupakan elemen kunci untuk menjamin keseimbangan antara efektivitas tugas pertahanan dan perlindungan terhadap warga sipil serta tawanan perang. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi optimalisasi pendidikan HHI bagi prajurit TNI dalam menghadapi tantangan konflik modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis serta studi literatur terhadap dokumen hukum dan kebijakan militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan militer saat ini belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika perang kontemporer seperti perang asimetris dan operasi non-konvensional. Rendahnya pemahaman HHI di kalangan prajurit, seperti terlihat dari kasus mutilasi Brigif 20/IJK, mencerminkan lemahnya internalisasi nilai-nilai HHI, pengawasan komando, serta belum efektifnya metode pelatihan yang ada. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis studi kasus aktual, pelatihan simulatif, serta kolaborasi dengan lembaga internasional seperti ICRC. Implikasinya, pendidikan HHI yang adaptif dan aplikatif tidak hanya meningkatkan profesionalisme prajurit tetapi juga mencegah pelanggaran HAM, memperkuat akuntabilitas militer, dan mendukung posisi Indonesia dalam pemenuhan kewajiban hukum internasional. Penelitian ini menjadi dasar penting dalam merumuskan arah reformasi pendidikan militer berbasis hukum humaniter di Indonesia.
Ketika Fakta Bertemu Framing: Tantangan dan Etika Media dalam Menyuarakan Pelanggaran Hukum Humaniter Istiawan, Istiawan; Nugroho, Yogi; Susilo, Tarsisius; Budi, I Ketut Setia; Iskandar, Yulian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3121

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak framing media terhadap pemahaman publik mengenai pelanggaran hukum humaniter, serta tantangan dan etika yang dihadapi media dalam pelaporan isu tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang meliputi analisis konten berita, wawancara dengan jurnalis dan pakar hukum humaniter, serta studi kasus insiden pelanggaran hukum humaniter, penelitian ini menemukan bahwa framing yang digunakan dalam pemberitaan dapat secara signifikan memengaruhi persepsi dan respons publik terhadap krisis kemanusiaan. Temuan menunjukkan bahwa framing positif yang menyoroti konteks sosial dan kemanusiaan dapat mendorong empati dan dukungan, sedangkan framing negatif yang lebih sensational sering kali memperburuk stigma dan mengaburkan tanggung jawab hukum yang seharusnya diambil. Signifikansi temuan ini sangat relevan dalam konteks kesehatan, mengingat pelanggaran hukum humaniter sering kali berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya penguatan etika jurnalistik dan kesadaran akan tanggung jawab media dalam melaporkan isu-isu kritis, serta pentingnya pendidikan publik mengenai hukum humaniter untuk membangun pemahaman yang lebih akurat dan empatik terhadap pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi media, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan pemberitaan yang lebih etis dan informatif.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Agus Supriyanto Akad, Andy Mustafa Alam, Saiful Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andrianto, Febi Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Bimo Risandi, Anton Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Budiman Budiman Cahyono, Agung Nur Cokabo, David Mulyadi Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Firmansyah , Rudi Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Halkis, Mhd. Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Haprabu, Wirasetyo Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Hendrik Etwiory, Robinson Heri Susanto, Teguh Hertanto, Arief Kurniawan Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iswan Nusi, Mohamad Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig Widi Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurcahyo, Yulianto Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Nurtono, Adietya Yuni Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Prasetyo W., Danang Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto , Didik Purwanto, Dudik Purwanto, Farid Yudis Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo Rozi, Roy Fakhrul RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Santoso, Antonius Adi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Sihombing, Rooy Candra Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Solikhin Solikhin Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Susanto, Teguh Heri Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Taufik Nur Cahyanto, Taufik Nur Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Utomo, Bambang Prasetyo Wahyu RS, Wahyu RS Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wahyudi, Tody Warli, Lili Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiseso, Gatot Wisyudha, Wisyudha Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaenal Arifin Zaman, Komaruz Zega , Taufik Zega, Muhammad Taufiq Zega, Taufiq ‘Alimi, Nur