Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Peran Dewan Keamanan PBB dan Efektivitas Intervensi Dalam Penegakan Hukum Humaniter Mustamin, Mustamin; Susilo, Tarsisius; Setiawan, Iwan; Erlangga , Aqsa
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i7.32388

Abstract

The United Nations Security Council (UNSC) holds the primary mandate to maintain international peace and security; however, the effectiveness of its interventions in responding to serious violations of international humanitarian law (IHL)—including genocide, war crimes, and crimes against humanity continues to exhibit significant shortcomings. This study aims to evaluate the politico-legal determinants that affect the effectiveness of the UNSC and to formulate a transformative and adaptive institutional policy approach in response to the dynamics of contemporary conflicts. Employing a qualitative methodology, the research utilizes document analysis, normative review, and institutional evaluation based on case studies such as Syria, Libya, and Darfur. The findings reveal that the dominance of the veto power, weak institutional interoperability, and the absence of evidence-based compliance mechanisms are among the main factors contributing to the Council’s ineffectiveness in enforcing IHL. A normative-operational interoperability model is proposed as a new conceptual approach to integrate legal, technical, and responsive aspects within intervention mandates. It is recommended that institutional reform of the UNSC include limiting veto use in cases of mass atrocities, establishing a humanitarian law verification unit, and integrating predictive digital systems as part of mandate strengthening. Such reforms are essential to ensure the continued relevance and credibility of the UNSC within the future architecture of global security governance.
Peran Lembaga Internasional dalam Menegakkan Hukum Humaniter: Studi Atas Upaya PBB dan Palang Merah Internasional dalam Konflik Bersenjata Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu; Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan; Susilo, Tarsisius; Yadi, Rahman; Prasetyo, Joko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19158

Abstract

Armed conflicts that continue to occur in various parts of the world have caused immense suffering to civilian populations, thereby demanding the enforcement of International Humanitarian Law (IHL) as a legal framework to protect victims of war. In this context, the role of international institutions becomes crucial, particularly the United Nations (UN) and the International Committee of the Red Cross (ICRC), which possess distinct yet complementary mandates and mechanisms. This study aims to thoroughly analyze the contributions and challenges faced by both institutions in upholding international humanitarian law. The research employs a library research method with a qualitative-descriptive approach, based on official documents, academic journals, reports from international organizations, and theoretical analyses related to humanitarian law. The findings reveal that the UN plays a normative, political, and security role through peacekeeping missions, Security Council resolutions, and support for international tribunals. Meanwhile, the ICRC contributes operationally by providing direct humanitarian assistance, maintaining neutral advocacy, and promoting humanitarian law education. The collaboration between both institutions proves essential in ensuring civilian protection, although it is not without challenges such as politicization, field access constraints, and conflicts of interest among international actors. Effective institutional synergy, reformed coordination mechanisms, and adaptation to the evolving nature of contemporary conflicts are critical for enhancing the future effectiveness of humanitarian law enforcement.
Pengaruh Perang Dunia I dan II Terhadap Pembentukan Hukum Humaniter Modern Aryaka, Marvien; Wibowo, Imam; Susilo, Tarsisius; Apandi, M. Asep; Dhani, Sidik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perang Dunia I dan II terhadap pembentukan hukum humaniter modern serta menilai relevansi dan efektivitas hukum tersebut dalam konteks konflik bersenjata kontemporer. Metode yang digunakan meliputi kajian literatur komprehensif terhadap dokumen sejarah, instrumen hukum internasional, serta teori-teori hukum humaniter dan hubungan internasional. Selain itu, analisis kebijakan dilakukan untuk memahami dinamika perubahan paradigma hukum humaniter pasca perang dunia. Pendekatan teoretis yang digunakan mengacu pada teori legalisme moral, konstruktivisme normatif, dan sistem hukum internasional untuk membingkai pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hukum humaniter selama Perang Dunia I dan II menjadi pemicu utama reformasi hukum internasional yang menekankan perlindungan korban perang dan pembatasan metode berperang. Hukum humaniter modern yang terbentuk berdasarkan prinsip keadilan moral dan norma kolektif internasional tetap relevan dalam mengatur konflik kontemporer meskipun menghadapi berbagai tantangan baru, termasuk konflik asimetris dan teknologi perang mutakhir. Penegakan hukum dan penguatan mekanisme akuntabilitas menjadi kunci efektivitas hukum humaniter saat ini. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman sejarah kedua perang dunia merupakan landasan penting dalam pengembangan hukum humaniter yang harus terus diperbarui dan diadaptasi agar mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah kompleksitas konflik modern.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Mobilisasi Sumber Daya Nasional dalam Rancang Bangun Doktrin Pertahanan Indonesia 2045 Wiyono, Sidik; Syakur, Nanang Mahfudi; Susilo, Tarsisius; Zega, Muhammad Taufiq; Purwanto, Dudik
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i5.9205

Abstract

Kepemimpinan transformasional dipandang sebagai model kepemimpinan strategis yang relevan dalam menjawab tantangan geopolitik dan geostrategi global yang semakin kompleks dan multidomain. Dalam konteks Indonesia, model kepemimpinan ini memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan serta memobilisasi sumber daya nasional baik sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) guna mendukung rancang bangun doktrin pertahanan yang adaptif menuju Indonesia Emas 2045. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa penelitian terdahulu lebih banyak menekankan aspek deskriptif gaya kepemimpinan global tanpa menjembatani kebutuhan operasional doktrin pertahanan nasional, sehingga memunculkan kesenjangan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap mobilisasi sumber daya nasional dalam rangka membentuk doktrin pertahanan masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, analisis kebijakan, dan wawancara pakar bila memungkinkan. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori kepemimpinan transformasional (Burns, Bass), kepemimpinan adaptif (Heifetz), serta konsep kepemimpinan strategis militer. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana karakteristik kepemimpinan transformasional visi strategis, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual dapat memperkuat konsolidasi SDM, SDA, teknologi, dan diplomasi pertahanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mampu mendorong sinergi lintas sektor, mempercepat pembangunan teknologi pertahanan, dan meningkatkan kapasitas mobilisasi nasional secara terpadu. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional bukan hanya faktor pendukung, tetapi juga instrumen kunci dalam merancang doktrin pertahanan Indonesia yang adaptif, berkarakter, serta berorientasi pada tantangan global menuju 2045.
Model Kepemimpinan Strategik dan Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Adaptif Indonesia Emas 2045 Nijo, Jamet; Lubis, Zulhamidi; Susilo, Tarsisius; Supriyo, Sarwo; Risandi, Anton Bimo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61748

Abstract

This article analyzes the model of strategic leadership and national resource management as the foundation for Indonesia’s adaptive defense toward Golden Indonesia 2045. The study is based on global dynamics marked by geopolitical rivalries, technological progress, and multidimensional threats that demand visionary and integrative leadership. A qualitative-descriptive method was employed, combining literature review, policy analysis, and comparative international case studies, with data drawn from books, academic journals, official defense documents, and expert interviews. SWOT analysis reveals Indonesia’s strengths in ideology, geostrategy, and social legitimacy, yet highlights weaknesses in defense modernization, foreign technology dependence, and limited cross-sectoral coordination. Strategic opportunities lie in the Golden Indonesia 2045 vision, digital transformation, and international cooperation, while external threats include great-power rivalries, cyberattacks, grey-zone competition, and global supply chain disruptions.The study concludes that Indonesia’s strategic leadership must be transformational, adaptive, and integrative. Recommendations focus on building an independent defense industry, strengthening human resources, and advancing digital defense. With consistent implementation, this model can enhance adaptive defense and contribute significantly to achieving Golden Indonesia 2045.
Strategi Indonesia Menghadapi Rivalitas Global Melalui Reformulasi Doktrin Pertahanan Berbasis Asta Cita Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi; Bawanto, Arief Tri; Susilo, Tarsisius; Basuki, Tedy; Nugroho, Ig. Widi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61750

Abstract

The rivalry between the United States, China, and Russia in the Indo-Pacific region increasingly underscores the global geopolitical shift toward competition over strategic resources, trade routes, and technological supremacy. The leadership models of these three major actors exhibit distinct characteristics: the America First doctrine emphasizing defense-industry protectionism, China’s technocratic model of technology-driven national mobilization, and Russia’s use of energy sovereignty as a geopolitical instrument. These leadership dynamics not only reshape the regional security architecture but also generate multidomain threats with direct implications for Indonesia’s national interests This study employs a qualitative-descriptive approach, framed by the theories of transformational leadership (Burns & Bass), adaptive leadership (Heifetz), and strategic military leadership. To map Indonesia’s objective conditions, a SWOT analysis is applied to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the formulation of the national defense doctrine. The findings reveal that Indonesia possesses notable advantages, including its geostrategic position, the warrior ethos of the TNI, and opportunities for regional cooperation. However, significant challenges remain, such as technological limitations and dependence on external defense industries. The study’s key recommendation is the necessity of re-charting Indonesia’s defense doctrine based on Asta Cita principles in an integrative manner: prioritizing defense-industry self-reliance, strengthening defense diplomacy, capitalizing on the demographic dividend, and consolidating maritime superiority. In doing so, Indonesia will not only be able to anticipate global rivalries but also reinforce the foundations of an adaptive defense posture in pursuit of the Indonesia Emas 2045 vision.
Asta Cita Pertahanan Indonesia Dan Dinamika Kepemimpinan Strategis Dalam Geopolitik Indo Pasifik Solikhin, Solikhin; Widodo, Eko Slamet; Susilo, Tarsisius; Yadi, Rahman; Golkariansyah, Golkariansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61769

Abstract

Kajian ini menganalisis dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang semakin dipengaruhi oleh rivalitas Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia dalam perebutan sumber daya strategis, jalur perdagangan, serta dominasi politik kawasan. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dengan posisi geostrategis pada Sea Lines of Communication (SLOC), menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam mengamankan kepentingan nasional. Melalui kerangka Asta Cita Pertahanan, yang menekankan delapan prioritas strategis termasuk modernisasi alutsista, penguatan industri pertahanan, dan diplomasi pertahanan aktif, penelitian ini menelaah bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk merebut peluang eksternal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT yang menunjukkan posisi Indonesia pada Kuadran I (Strength–Opportunity). Hasil penelitian mengungkap bahwa keunggulan geostrategis, doktrin Sishankamrata, dan potensi sumber daya alam dapat dijadikan basis untuk memperkuat postur pertahanan nasional serta meningkatkan kepemimpinan Indonesia di kawasan. Namun demikian, keterbatasan modernisasi alutsista, ketergantungan teknologi luar negeri, dan lemahnya koordinasi lintas-sektor tetap menjadi hambatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya kepemimpinan strategis yang proaktif, adaptif, dan visioner guna memastikan bahwa Asta Cita Pertahanan tidak hanya menjadi doktrin normatif, tetapi juga instrumen operasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kepemimpinan Transformasional Berbasis Kejuangan, Integritas, dan Pancasila: Rancang Bangun Doktrin Pertahanan Indonesia 2045 Winarno, Irwan Aditya; Ridwan, Yohanas; Yadi, Rahman; Golkariansyah, Golkariansyah; Susilo, Tarsisius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah era transformasi keamanan yang kompleks dan multidimensi, Indonesia menghadapi tantangan strategis dalam membangun doktrin pertahanan adaptif menuju tahun 2045. Masalah utama yang muncul adalah ketidakhadiran model kepemimpinan transformasional yang secara sistemik mengintegrasikan nilai kebangsaan untuk mengoptimalkan mobilisasi SDM dan SDA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menafsirkan, dan mengembangkan kerangka kepemimpinan transformasional berbasis nilai kebangsaan—Kejuangan, Integritas, dan Pancasila—yang mendukung doktrin pertahanan nasional adaptif. Metode yang digunakan adalah analisis tematik terhadap 12 wawancara semi-terstruktur dan dokumen kebijakan strategis tingkat nasional. Hasil menunjukkan bahwa ketiga nilai tersebut tidak hanya eksplisit terintegrasi dalam dokumen seperti Kebijakan Pertahanan Negara Indonesia Emas 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045, tetapi juga berfungsi sebagai pendorong motivasi kolektif, mekanisme akuntabilitas sistemik, dan kerangka normatif yang menyatukan seluruh elemen pertahanan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi dasar teoretis dan praktis yang solid untuk membangun kepemimpinan strategik yang berkelanjutan dan berdaulat.
Challenges and Obstacles to Human Resource Management of the Indonesian National Police in the Utilization of UAV Technology Marpaung, Irfan Satya Prasad; Halkis, Mhd; Susilo, Tarsisius
Journal of Economic Education Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v13i2.28420

Abstract

The utilization of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology by the Indonesian National Police (Polri) offers significant potential in enhancing surveillance capabilities, supporting disaster response, border control, traffic monitoring, and various security operations. UAVs enable real-time data collection and remote monitoring, thereby increasing operational efficiency and reducing the risk to human personnel in dangerous environments. Nevertheless, despite these benefits, the implementation of UAVs within Polri is not without its challenges. These challenges are multifaceted, encompassing both technical aspects such as limited system integration, insufficient bandwidth, and battery life issues and non-technical factors, including institutional readiness, inter-agency coordination, and public perception. This study seeks to explore and map the key obstacles that hinder the effective deployment and utilization of UAV technology within Polri's operational framework. Among the most prominent challenges identified are the limited competencies of personnel in operating UAVs, the absence of standardized and comprehensive training programs, and the lack of a dedicated organizational unit specializing in UAV management. In addition, regulatory frameworks governing UAV use in national law enforcement are still evolving and often ambiguous, resulting in legal uncertainties and operational inefficiencies. Furthermore, supporting infrastructure such as maintenance facilities, software systems, and data security protocols remains inadequate in many regional units. The findings emphasize that the most pressing issues include not only the absence of technical know-how and system integration limitations but also the weak institutional regulation and strategic vision for UAV deployment. These results underline the urgent need for comprehensive capacity building, clearer inter-institutional guidelines, and sustainable investment in UAV-related infrastructure to ensure that the adoption of drone technology can effectively support Polri’s broader mandate of maintaining national security and public order.
Geopolitik Kepemimpinan Global dan Kompetisi Sumber Daya: Perspektif Indo-Pasifik dan Peta Ulang Doktrin Pertahanan RI Hidayat, Arief; Adam Darmawan, Marino; Susilo, Tarsisius; Andriono , Rudi; Setyoko , Budi
JURNAL ILMIAH HUKUM DIRGANTARA Vol 16 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH HUKUM DIRGANTARA
Publisher : UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jihd.v16i1.1686

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan para tokoh dunia dalam konteks geopolitik dan kompetisi sumber daya global, dengan fokus pada rivalitas antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Penelitian ini mengkaji bagaimana Indonesia dapat merespons dinamika tersebut melalui pembangunan pertahanan regional berbasis Asta Cita, dengan pendekatan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Menggunakan metode kajian literatur dan analisis kebijakan, artikel ini menyoroti relevansi gaya kepemimpinan global terhadap doktrin pertahanan Indonesia, khususnya dalam konteks pertahanan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Temuan utama menunjukkan bahwa pengembangan doktrin pertahanan Indonesia harus memperhitungkan dinamika global dengan menyesuaikan gaya kepemimpinan yang relevan dengan Pancasila, nilai kejuangan, dan tantangan geostrategis Indonesia
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Agus Supriyanto Akad, Andy Mustafa Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andrianto, Febi Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Bimo Risandi, Anton Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Cahyono, Agung Nur Cokabo, David Mulyadi Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Firmansyah , Rudi Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Halkis, Mhd. Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Haprabu, Wirasetyo Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Hendrik Etwiory, Robinson Heri Susanto, Teguh Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iswan Nusi, Mohamad Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurcahyo, Yulianto Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Nurtono, Adietya Yuni Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto , Didik Purwanto, Dudik Purwanto, Farid Yudis Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Susanto, Teguh Heri Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Taufik Nur Cahyanto, Taufik Nur Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Wahyu RS, Wahyu RS Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wahyudi, Tody Warli, Lili Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiseso, Gatot Wisyudha, Wisyudha Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaenal Arifin Zaman, Komaruz Zega, Muhammad Taufiq Zega, Taufiq ‘Alimi, Nur