Claim Missing Document
Check
Articles

Adaptasi Hukum Humaniter terhadap Perang Asimetris: Alternatif Normatif dan Strategi Implementasi Wibowo, Medi Hariyo; Abadi, Andi Nur; Susilo, Tarsisius; Budi, I Ketut Setia; Iskandar, Yulian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3124

Abstract

Konflik bersenjata modern yang bersifat asimetris, terutama dengan keterlibatan aktor non-negara dan penggunaan teknologi canggih seperti AI dan serangan siber, telah menantang relevansi dan efektivitas Hukum Humaniter Internasional (HHI) konvensional. Prinsip dasar seperti pembedaan antara kombatan dan warga sipil menjadi semakin sulit diterapkan di medan konflik yang kompleks dan cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterbatasan norma-norma HHI saat ini serta merumuskan alternatif normatif dan strategi implementasi yang adaptif terhadap dinamika konflik kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis yuridis-kritis terhadap dokumen hukum, studi kasus, serta literatur akademik internasional terkait konflik dan HHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma HHI yang berlaku sering kali tidak memadai dalam memberikan perlindungan efektif, terutama di wilayah yang mengalami perang hibrida dan keterlibatan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka hukum yang lebih inklusif, progresif, dan responsif terhadap ancaman baru serta kondisi lokal yang berubah-ubah. Implikasi dari studi ini adalah urgensi pembaruan hukum humaniter global dan pentingnya koordinasi antara pembuat kebijakan internasional dan nasional dalam menjawab tantangan hukum di era konflik modern.
Konflik Israel–Palestina dan Kerapuhan Penegakan Hukum Humaniter: Peran Hak Veto dalam Skema Keadilan Global Sunadi, Sunadi; Achyar, Mohammad; Susilo, Tarsisius; Basuki, Tedy; Akad, Andy Mustafa
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3126

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas hukum internasional dalam mengatur konflik bersenjata, dengan mengambil konflik Israel–Palestina sebagai studi kasus utama. Melalui pendekatan normatif dan empiris, kajian ini menyoroti bagaimana instrumen hukum internasional—terutama International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC)—belum mampu memberikan respons yang efektif terhadap pelanggaran hukum perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Analisis diperkuat dengan data survei terhadap 40 responden dari kalangan strategis dan akademis, yang menunjukkan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap daya pengaruh hukum internasional dalam meredam konflik. Temuan mengindikasikan bahwa hak veto di Dewan Keamanan PBB, lemahnya mekanisme enforcement, serta dominasi kepentingan politik dan ekonomi negara besar merupakan faktor utama yang menghambat implementasi hukum humaniter secara optimal. Melalui pendekatan analisis SWOT dan Diagram Kartesius, jurnal ini menunjukkan bahwa sistem hukum internasional saat ini berada dalam posisi defensif, yang menandakan perlunya reformasi struktural di tingkat global. Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya peran negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mendorong pembaruan sistem hukum internasional, membatasi penggunaan hak veto, serta memperkuat kapasitas nasional dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum humaniter ke dalam doktrin militer. Kesimpulan utama dari kajian ini menegaskan bahwa tanpa reformasi yang menyeluruh, hukum internasional akan terus digunakan secara selektif dan berpotensi gagal menegakkan keadilan dalam konflik bersenjata kontemporer.
Konflik Berkepanjangan Antara Israel Dan Palestina Dan Tantangan Implementasi Hukum Humaniter Dalam Resolusi Internasional Napitupulu, Faisal Florance; Triandoko, Febi; Susilo, Tarsisius; Apandi, Asep; Dhani Broto Nugroho, Sidik
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3152

Abstract

The prolonged conflict between Israel and Palestine, particularly in the Gaza Strip, has resulted in severe humanitarian consequences and drawn widespread international concern. This study aims to analyze violations of International Humanitarian Law (IHL) committed by parties involved in the conflict, focusing on the protection of civilians, access to humanitarian aid, and legal accountability for those responsible. Using a qualitative approach and literature review from reports issued by the United Nations, non-governmental organizations such as Human Rights Watch, the International Committee of the Red Cross (ICRC), and international legal bodies such as the International Criminal Court (ICC), the study finds strong indications of collective punishment, disproportionate attacks, and restrictions on essential aid—all of which contradict fundamental principles of IHL. Furthermore, this research highlights the failure of international mechanisms to enforce justice effectively for victims, particularly children and other vulnerable groups in Gaza. Upholding accountability, non-discrimination, and legal protections for civilians are critical components in preventing future violations and building a sustainable foundation for peace in the region.
Paradoks Hukum Humaniter di Era Perang Siber dan Drone: Antara Kepatuhan Normatif dan Realitas Operasional Mattanete, Takdir; Wahyudi, Joko; Susilo, Tarsisius; Sirait, Dinand Tumpak; Wahyu RS, Wahyu RS
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 5 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i5.4919

Abstract

Perkembangan teknologi militer seperti drone dan operasi siber telah menciptakan lanskap baru dalam peperangan modern. Artikel ini menganalisis paradoks yang muncul antara kepatuhan normatif terhadap hukum humaniter internasional khususnya prinsip distinction, proportionality, dan precaution dengan realitas operasional di medan perang digital dan nirawak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian dokumen dan studi kasus serangan drone di Yaman serta serangan siber terhadap fasilitas kesehatan di Ukraina. Hasil analisis menunjukkan adanya ketimpangan serius antara doktrin hukum yang berlaku dan praktik di lapangan, terutama dalam hal akuntabilitas, atribusi, dan perlindungan sipil. Artikel ini merekomendasikan penguatan instrumen hukum internasional melalui revisi Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa dan adopsi norma baru untuk konflik berbasis teknologi.
Penguatan Peran Dewan Keamanan PBB dan Efektivitas Intervensi Dalam Penegakan Hukum Humaniter Mustamin, Mustamin; Susilo, Tarsisius; Setiawan, Iwan; Erlangga , Aqsa
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i7.32388

Abstract

The United Nations Security Council (UNSC) holds the primary mandate to maintain international peace and security; however, the effectiveness of its interventions in responding to serious violations of international humanitarian law (IHL)—including genocide, war crimes, and crimes against humanity continues to exhibit significant shortcomings. This study aims to evaluate the politico-legal determinants that affect the effectiveness of the UNSC and to formulate a transformative and adaptive institutional policy approach in response to the dynamics of contemporary conflicts. Employing a qualitative methodology, the research utilizes document analysis, normative review, and institutional evaluation based on case studies such as Syria, Libya, and Darfur. The findings reveal that the dominance of the veto power, weak institutional interoperability, and the absence of evidence-based compliance mechanisms are among the main factors contributing to the Council’s ineffectiveness in enforcing IHL. A normative-operational interoperability model is proposed as a new conceptual approach to integrate legal, technical, and responsive aspects within intervention mandates. It is recommended that institutional reform of the UNSC include limiting veto use in cases of mass atrocities, establishing a humanitarian law verification unit, and integrating predictive digital systems as part of mandate strengthening. Such reforms are essential to ensure the continued relevance and credibility of the UNSC within the future architecture of global security governance.
Peran Lembaga Internasional dalam Menegakkan Hukum Humaniter: Studi Atas Upaya PBB dan Palang Merah Internasional dalam Konflik Bersenjata Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu; Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan; Susilo, Tarsisius; Yadi, Rahman; Prasetyo, Joko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19158

Abstract

Armed conflicts that continue to occur in various parts of the world have caused immense suffering to civilian populations, thereby demanding the enforcement of International Humanitarian Law (IHL) as a legal framework to protect victims of war. In this context, the role of international institutions becomes crucial, particularly the United Nations (UN) and the International Committee of the Red Cross (ICRC), which possess distinct yet complementary mandates and mechanisms. This study aims to thoroughly analyze the contributions and challenges faced by both institutions in upholding international humanitarian law. The research employs a library research method with a qualitative-descriptive approach, based on official documents, academic journals, reports from international organizations, and theoretical analyses related to humanitarian law. The findings reveal that the UN plays a normative, political, and security role through peacekeeping missions, Security Council resolutions, and support for international tribunals. Meanwhile, the ICRC contributes operationally by providing direct humanitarian assistance, maintaining neutral advocacy, and promoting humanitarian law education. The collaboration between both institutions proves essential in ensuring civilian protection, although it is not without challenges such as politicization, field access constraints, and conflicts of interest among international actors. Effective institutional synergy, reformed coordination mechanisms, and adaptation to the evolving nature of contemporary conflicts are critical for enhancing the future effectiveness of humanitarian law enforcement.
Pengaruh Perang Dunia I dan II Terhadap Pembentukan Hukum Humaniter Modern Aryaka, Marvien; Wibowo, Imam; Susilo, Tarsisius; Apandi, M. Asep; Dhani, Sidik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perang Dunia I dan II terhadap pembentukan hukum humaniter modern serta menilai relevansi dan efektivitas hukum tersebut dalam konteks konflik bersenjata kontemporer. Metode yang digunakan meliputi kajian literatur komprehensif terhadap dokumen sejarah, instrumen hukum internasional, serta teori-teori hukum humaniter dan hubungan internasional. Selain itu, analisis kebijakan dilakukan untuk memahami dinamika perubahan paradigma hukum humaniter pasca perang dunia. Pendekatan teoretis yang digunakan mengacu pada teori legalisme moral, konstruktivisme normatif, dan sistem hukum internasional untuk membingkai pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hukum humaniter selama Perang Dunia I dan II menjadi pemicu utama reformasi hukum internasional yang menekankan perlindungan korban perang dan pembatasan metode berperang. Hukum humaniter modern yang terbentuk berdasarkan prinsip keadilan moral dan norma kolektif internasional tetap relevan dalam mengatur konflik kontemporer meskipun menghadapi berbagai tantangan baru, termasuk konflik asimetris dan teknologi perang mutakhir. Penegakan hukum dan penguatan mekanisme akuntabilitas menjadi kunci efektivitas hukum humaniter saat ini. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman sejarah kedua perang dunia merupakan landasan penting dalam pengembangan hukum humaniter yang harus terus diperbarui dan diadaptasi agar mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah kompleksitas konflik modern.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Mobilisasi Sumber Daya Nasional dalam Rancang Bangun Doktrin Pertahanan Indonesia 2045 Wiyono, Sidik; Syakur, Nanang Mahfudi; Susilo, Tarsisius; Zega, Muhammad Taufiq; Purwanto, Dudik
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i5.9205

Abstract

Kepemimpinan transformasional dipandang sebagai model kepemimpinan strategis yang relevan dalam menjawab tantangan geopolitik dan geostrategi global yang semakin kompleks dan multidomain. Dalam konteks Indonesia, model kepemimpinan ini memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan serta memobilisasi sumber daya nasional baik sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) guna mendukung rancang bangun doktrin pertahanan yang adaptif menuju Indonesia Emas 2045. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa penelitian terdahulu lebih banyak menekankan aspek deskriptif gaya kepemimpinan global tanpa menjembatani kebutuhan operasional doktrin pertahanan nasional, sehingga memunculkan kesenjangan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap mobilisasi sumber daya nasional dalam rangka membentuk doktrin pertahanan masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, analisis kebijakan, dan wawancara pakar bila memungkinkan. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori kepemimpinan transformasional (Burns, Bass), kepemimpinan adaptif (Heifetz), serta konsep kepemimpinan strategis militer. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana karakteristik kepemimpinan transformasional visi strategis, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual dapat memperkuat konsolidasi SDM, SDA, teknologi, dan diplomasi pertahanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mampu mendorong sinergi lintas sektor, mempercepat pembangunan teknologi pertahanan, dan meningkatkan kapasitas mobilisasi nasional secara terpadu. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional bukan hanya faktor pendukung, tetapi juga instrumen kunci dalam merancang doktrin pertahanan Indonesia yang adaptif, berkarakter, serta berorientasi pada tantangan global menuju 2045.
Model Kepemimpinan Strategik dan Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Adaptif Indonesia Emas 2045 Nijo, Jamet; Lubis, Zulhamidi; Susilo, Tarsisius; Supriyo, Sarwo; Risandi, Anton Bimo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61748

Abstract

This article analyzes the model of strategic leadership and national resource management as the foundation for Indonesia’s adaptive defense toward Golden Indonesia 2045. The study is based on global dynamics marked by geopolitical rivalries, technological progress, and multidimensional threats that demand visionary and integrative leadership. A qualitative-descriptive method was employed, combining literature review, policy analysis, and comparative international case studies, with data drawn from books, academic journals, official defense documents, and expert interviews. SWOT analysis reveals Indonesia’s strengths in ideology, geostrategy, and social legitimacy, yet highlights weaknesses in defense modernization, foreign technology dependence, and limited cross-sectoral coordination. Strategic opportunities lie in the Golden Indonesia 2045 vision, digital transformation, and international cooperation, while external threats include great-power rivalries, cyberattacks, grey-zone competition, and global supply chain disruptions.The study concludes that Indonesia’s strategic leadership must be transformational, adaptive, and integrative. Recommendations focus on building an independent defense industry, strengthening human resources, and advancing digital defense. With consistent implementation, this model can enhance adaptive defense and contribute significantly to achieving Golden Indonesia 2045.
Strategi Indonesia Menghadapi Rivalitas Global Melalui Reformulasi Doktrin Pertahanan Berbasis Asta Cita Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi; Bawanto, Arief Tri; Susilo, Tarsisius; Basuki, Tedy; Nugroho, Ig. Widi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61750

Abstract

The rivalry between the United States, China, and Russia in the Indo-Pacific region increasingly underscores the global geopolitical shift toward competition over strategic resources, trade routes, and technological supremacy. The leadership models of these three major actors exhibit distinct characteristics: the America First doctrine emphasizing defense-industry protectionism, China’s technocratic model of technology-driven national mobilization, and Russia’s use of energy sovereignty as a geopolitical instrument. These leadership dynamics not only reshape the regional security architecture but also generate multidomain threats with direct implications for Indonesia’s national interests This study employs a qualitative-descriptive approach, framed by the theories of transformational leadership (Burns & Bass), adaptive leadership (Heifetz), and strategic military leadership. To map Indonesia’s objective conditions, a SWOT analysis is applied to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the formulation of the national defense doctrine. The findings reveal that Indonesia possesses notable advantages, including its geostrategic position, the warrior ethos of the TNI, and opportunities for regional cooperation. However, significant challenges remain, such as technological limitations and dependence on external defense industries. The study’s key recommendation is the necessity of re-charting Indonesia’s defense doctrine based on Asta Cita principles in an integrative manner: prioritizing defense-industry self-reliance, strengthening defense diplomacy, capitalizing on the demographic dividend, and consolidating maritime superiority. In doing so, Indonesia will not only be able to anticipate global rivalries but also reinforce the foundations of an adaptive defense posture in pursuit of the Indonesia Emas 2045 vision.
Co-Authors . Limbong, Benny L Abadi, Andi Nur Abda Abda Achyar, Mohammad Adam Darmawan, Marino Adi S, Agustinus Adriono, Rudi Agung, Erwin Agus Supriyanto Akad, Andy Mustafa Alam, Saiful Ali Mahmudi ali, yusuf Alif, Akhmad Amperawan, Cahyadi Amzidil, Lek Andrianto, Febi Andriono , Rudi Antono, Kukuh Dwi Apandi, Asep Apandi, M. Asep Apriyanto, Bambang Arismunandar, Setiawan Aritonang, RH Aritonang, Rudi Hasiholan Arvianto, Tomy Aryaka, Marvien Atmoko, Andriyan Wahyu Dwi Auliadi Santoso, Anugrah Bagiono, Amin Bambang Wijonarko Basuki, Tedy Bawanto, Arief Tri Beruh, Sri Marantika Bimo Risandi, Anton Broto, Fadjar Wahyudi Broto, S. Dhani Budi, I Ketut Setia Budi, Ketut Setia Budi, Lustia Budi, Suntara Wisnu Budiman Budiman Cahyono, Agung Nur Cokabo, David Mulyadi Dadang Hermawan Dewanto, Roli Dhani Broto Nugroho, Sidik Dhani, Sidik Efendi, Didik Effendi, M. Eko Hadiyanto, Yuli Erlangga , Aqsa Firmansyah , Rudi Golkariansyah, Golkariansyah Gunawan, Roma Hadisuseno, Bungkus Halkis, Mhd. Hamel, Boy Yopi Hanla, Hanla Haprabu, Wirasetyo Hartono, Rudi Haryana, Syaid Haryanto Hunsam, Berny Hendrayana, Dadang Hendrik Etwiory, Robinson Heri Susanto, Teguh Hertanto, Arief Kurniawan Ibrohim, Nur Rochmad Imasfy, M. Iskandar, Yulian Istiawan, Istiawan Iswan Nusi, Mohamad Iwan Setiawan Jaya, Dedy Kusuma Johor, Wan Saiful Bahari Bin Wan Joko Prasetyo Kartono, Mandri Kismanto, Totok Prio Komarudin, Dedi Limbong , Benny Leonardo Limbong, Benny Limbong, Beny Leonard Littlejohn, Andrew Lubis, M. Sati Lubis, Zulhamidi Made Mertha Yasa, I Malinton, Yoki Marpaung, Budiman Marpaung, Irfan Satya Prasad Martiono, Frisdian Mattanete, Takdir Milyardin, Ian Rizkian Muhammad Halkis Mustamin Mustamin Napitupulu, Faisal Florance Negara, Agung Perwira Nijo, Jamet Nugroho, Ig Widi Nugroho, Ig. Widi Nugroho, Ignatius Widi Nugroho, Yogi Nurcahyo, Yulianto Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, I Ketut Bina S, Nursanto, Ukik Ari Nurtono, Adietya Yuni Panggabean, Andar Dodianto Parinussa, Johanis Pinandito, Prasetyo Prakosa, Chandra Ariyadi Prasetyo W., Danang Priyanto Priyanto Priyanto, Yusep Purnawan, Aris Purwanto , Didik Purwanto, Dudik Purwanto, Farid Yudis Putra, Bastian Setya Laksana Putra, Deki Rayusyah Raharja, Raden Yoga Raharjo, Kanang Budi Ramadhanus, Wahyu Ridwan, Yohanas Risandi, Anton Bimo Rozi, Roy Fakhrul RS , Wahyu Rudi Firmansah Saerodin, Rahmad Santosa, Wahyudi Dwi Santoso, Antonius Adi Sarana, Arinto Beny Saroso, Budi Setiawan, Gede Setiyawan, Danang Ary Setyawan, Edy Setyawan Setyoko , Budi Setyoko, Budi Sihombing, Rooy Candra Simangunsong, Rudy Simanjuntak, Arifin Sinaga, Thomas Sinaga, Thomas H.K Sirait, Dinand Tumpak Sitompul, Ely Asyer Soeprianto, Agus Solikhin Solikhin Sudrajat, Mochamad Andri Wahyu Sugir, Sugir Sujiwo, Aji Sultan Alimudin, Andi Sunadi, Sunadi Sunarko Sunarko Supriyo, Sarwo Susanto, Teguh Heri Sutopo, Joko Syah Putra Siregar, Eko Syakur, Nanang Mahfudi T. Wijaya, Xanthoniar Tadung, Rapy Tapayasa, Gusti Bagus Oka Taufik Nur Cahyanto, Taufik Nur Teguh Wibowo Timur, Afrilian Sukarno Triambodo, Reno Triandoko, Febi Triyono Triyono Tuwadi, Tuwadi Utomo, Bambang Prasetyo Wahyu RS, Wahyu RS Wahyudi, Edi Wahyudi, Joko Wahyudi, Tody Warli, Lili Wibowo, Imam Wibowo, Medi Hariyo Widodo, Eko Slamet Widodo, Roni Agus Wijaya, Hilman Winarno, Irwan Aditya Wiseso, Gatot Wisyudha, Wisyudha Wiyono, Sidik Yadi, Rahman Zaenal Arifin Zaman, Komaruz Zega , Taufik Zega, Muhammad Taufiq Zega, Taufiq ‘Alimi, Nur