Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Mendukung Pembelajaran yang Kreatif dan Adaptif Malintang, Jimmy; Ramatni, Ali; Sarumaha, Yenny Anggreini; Gusnidar, Gusnidar; Wahyuni, Loria; Ikhlas, Al; Jon, Efriana
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.114

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran memberikan peluang besar untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan tools berbasis AI dalam mendukung pembelajaran yang inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan tools AI, implementasi dalam kegiatan pembelajaran, serta evaluasi efektivitasnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan tools AI mampu meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas, mempermudah pendidik dalam menyusun materi ajar yang variatif, serta memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kemampuan individu. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi, yang kemudian diatasi melalui pendampingan intensif dan penyediaan panduan penggunaan. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan teknologi AI terbukti efektif dalam mendukung transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih fleksibel, personal, dan berbasis teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pembelajaran berbasis AI yang dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan.
Communication Ethics in Social Spaces in QS Ṭāhā [20]:44: A Review through Toshihiko Izutsu’s Semantic Approach Alfani, Ilzam Hubby Dzikrillah; Malintang, Jimmy; Saputra, Axesa Haraja
Al-Qudwah Vol 4, No 1 (2026): June
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v4i1.38001

Abstract

This study seeks to analyse the concept of qaulan layyina in Qur’an Surah Ṭāhā [20]:44 through the application of Toshihiko Izutsu’s semantic approach, with the aim of elucidating the construction of communication ethics within the Qur’anic framework. The significance of this research lies in addressing the growing prevalence of aggressive communication in social and digital contexts, which necessitates an ethical foundation for communication that is pertinent to contemporary life. While previous scholarship has predominantly examined qaulan layyina from normative and textual perspectives, few studies have employed Izutsu’s semantic analysis to explore this verse in relation to the Qur’anic worldview of communication. Utilising a qualitative methodology grounded in library research, this study analyses the basic, relational, synchronic-diachronic, and semantic field meanings of the term qaulan layyina. The findings indicate that qaulan layyina denotes not only ‘gentle speech’ at a lexical level but also functions as a central concept within the Qur’anic communication system, linking communicative actions, methods of message delivery, and the objective of the listener’s moral transformation. This concept is associated with related  terms such as qaulan ḥasanan, qaulan ma‘rūfan, qaulan karīman, and qaulan sadīdan, collectively constituting a system of communication ethics that emphasises gentleness, truthfulness, respect, and persuasion in contemporary social interactions. These results suggest that qaulan layyina may serve as a normative foundation for da‘wah practices, education, digital media, and the cultivation of courteous, persuasive, and constructive social relations. This study contributes to the enrichment of semantic tafsīr scholarship and offers a Qur’anic communication model of relevance to modern society.