Claim Missing Document
Check
Articles

Bagaimana kekerasan dalam rumah tangga berefek pada kondisi psikologis anak? : analisis pendahuluan intervensi pendidikan Suri, Gusni Dian; Afdal, Afdal; Afnida, Mutia; Sari, Azmatul Khairiah; Hariko, Rezki; Fikri, Miftahul; Fadli, Rima Pratiwi; Cusinia, Azahra Hardi
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323434

Abstract

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan salah satu masalah sosial yang meresahkan di seluruh dunia. Dampak yang dirasakan oleh korban tidak hanya penderitaan fisik dan seksual namun juga penurunan kapasitas mereka untuk bekerja, mengurus keluarga, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan bahkan meninggal dunia. KDRT merupakan masalah serius yang dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis anak-anak yang menjadi korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara faktual kondisi psikologis anak korban KDRT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan intrumen berupa instrumen untuk mengidentifikasi korban KDRT yang dilaksanakan terhadap anak korban KDRT di Sumatera Barat. Pengumpulan data dari seluruh anak korban KDRT di Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penelitian jika dilihat dari bahwa sebagian besar skor jawaban responden berada pada kategori sedang (61,83%). Namun demikian, skor jawaban responden yang berada pada kategori tinggi (23,42%). Sementara itu, terdapat skor jawaban responden yang berada pada kategori rendah (14,74%). Berdasarkan paparan data, dapat disimpulkan bahwa sebaran data kondisi psikologis anak korban KDRT di Sumatera barat dominan berada pada kategori sedang. Dengan demikian, diperlukan langkah-langkah yang lebih efektif dalam melindungi anak-anak ini serta memberikan dukungan psikologis yang tepat guna untuk membantu mereka pulih dari dampak psikologis yang mereka alami akibat kekerasan dalam rumah tangga.
Pelatihan Expressive Art Counseling untuk Meningkatkan Keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling Handayani, Puji Gusri; Taufik, Taufik; Putra, Febri Wandha; Fadli, Rima Pratiwi; Suri, Gusni Dian; Sari, Azmatul Khairiah; Febriani, Rahmi Dwi; Zola, Nilma; Hasan, Ikhwanul; Syahril, Putri Wie
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2194

Abstract

Mental health is very important for everyone, including students, for various reasons, especially in supporting the learning process and self-development. However, in reality, there are still many students who experience disturbed mental health, this is caused by: high academic pressure, bullying, lack of social support, family problems, use of technology and social media, hormonal changes, and lack of resources and professional support. Guidance and Counseling (BK) teachers are professionals in schools who will help students. However, BK teachers experience limited skills in helping students to overcome mental health. This is due to the difficulty in detecting student problems due to the lack of openness of students to BK teachers. Therefore, increasing openness by students to BK teachers can reduce and overcome mental health disorders. This community service aims to improve the counseling skills of BK teachers in implementing counseling services. The service method used is the ASSURE model. The results of community service are that BK teachers can understand the implementation and implement expressive art counseling for students. The implication is that BK teachers will practice it with students at school as a form of needs study effort, so that the Guidance and Counseling program can be implemented effectively.ABSTRAKKesehatan mental sangat penting bagi semua orang tak terkecuali bagi siswa karena berbagai alasan, terutama dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri. Namun, pada kenyataannya masih banyak terdapat siswa yang mengalami kesehatan mental yang terganggu, hal ini disebabkan oleh; tekanan akademik yang tinggi, bullying, kurangnya dukungan sosial, masalah keluarga, penggunaan teknologi dan media sosial, perubahan hormonal, serta kurangnya sumber daya dan dukungan profesional. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan tenaga professional di sekolah yang akan membantu siswa. Namun, guru BK mengalami keterbatasan keterampilan untuk membantu siswa untuk mengatasi kesehatan mental. Hal ini disebabkan sulitnya mendeteksi permasalahan siswa karena kurangnya keterbukaan siswa baik kepada Guru BK. Oleh karena itu, peningkatan keterbukaan oleh siswa kepada Guru BK dapat mengurangi dan mengatasi gangguan kesehatan mental. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan konseling Guru BK dalam melaksanakan layanan konseling. Metode pengabdian yang digunakan adalah model ASSURE. Hasil pengabdian kepada Masyarakat bahwa guru BK dapat memahami pelaksanaan dan mengimplementasi expressive art counseling pada siswa. Implikasi Guru BK akan mempraktekannya kepada siswa di sekolah sebagai bentuk upaya studi kebutuhan, agar program Bimbingan dan Konseling dapat terlaksana dengan efektif.
IP-Light Technologies Gen 2: Intervention Tools on IPLT for Trauma, Phobia, and Psychological Problems Ifdil, Ifdil; Fadli, Rima Pratiwi; Zola, Nilma; Ismail, Izwah Binti; Hadi, M Fahli Zatra
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.1.1343

Abstract

As the fourth industrial revolution guides humanity toward the next stage of civilization, there have been various changes across multiple domains of life. The youngest generations now face a new era in which unexpected problems continuously arise and evolve. Consequently, innovation is needed, especially in psychology and technology. This innovation is important because of the increasing number of issues that plague human life, especially psychological problems, trauma, and phobias. However, modern psychology has not kept pace with these developments. Based on this, the researchers developed a tool called IP-Light Technologies. This tool was developed using a research and development approach. Product testing in the form of prototypes is limited and widely carried out in West Nusa Tenggara, West Sumatra, DKI Jakarta, and Bali. As a result of testing, the final prototype was widely produced. The perceptual light prototype comprises a set of lamps and a multiplicity of LED lights extending in horizontal wings spaced concerning the main handle; an elongated handle extending from the main handle in the opposite direction, vertically to horizontally; a linear array of illuminated displays located on the display surface of the handle; and numerous control switches mounted on the casing. The device further comprises a power supply, and control circuit wherein the LEDs on both wings are arranged in an array configured so that the combination of each bulb may project high-intensity light. A lamp clip with a spring design can be clipped on the edge of a table or any other surface.
Gender analysis: the role of religiosity for mental health in the work environment during Covid-19 Rima Pratiwi Fadli; Neviyarni Neviyarni; Marjohan Marjohan; Ifdil Ifdil; Afdal Afdal
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 7 No. 3 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020211334

Abstract

Individual quality of life is influenced by health, both physical and psychological health. Individual psychological health is related to mental health. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on public health, especially in the world of work. Based on this, the researchers conducted research on the mental health condition of the community in the work environment in terms of gender and length of work. This study uses a comparative descriptive research method. The research sample amounted to 38 people, namely 11 male and 27 female. The research sample came from Sumatra and Java. The instrument used in this study is a mental health instrument. Data collection is done through google form. Data analysis using descriptive statistics and inferential statistics using the program JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) version 0.12 and the Statistical Package for the Social Science (SPSS) program. The results showed that men's mental health was better in the work environment than women and there were differences in mental health in terms of length of work. Therefore, to improve the mental health of workers, it is possible to apply religiosity in the work environment.
Analisis Addiction Cycle Mahasiswa yang Mengalami Smartphone Addiction Ditinjau dari Demografi Rima Pratiwi Fadli; Windry Novalia Jufri; Yullys Helsa; Ifdil Ifdil; Annisaislami Khairati; Annisa Rahmi; Fitri Chairunnisa
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 3 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256219

Abstract

Fenomena smartphone addiction semakin meluas di kalangan mahasiswa dan menjadi isu penting yang berdampak pada aspek kognitif, emosional, serta sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis addiction cycle mahasiswa yang mengalami smartphone addiction dengan memperhatikan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang pendidikan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 469 mahasiswa sebagai responden, terdiri atas 89 laki-laki dan 380 perempuan. Instrumen pengukuran mengacu pada skala smartphone addiction yang telah divalidasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji perbedaan berdasarkan variabel demografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung memiliki skor rata-rata smartphone addiction lebih tinggi dibandingkan perempuan (M = 85,20; SD = 14,62 vs. M = 80,42; SD = 14,11). Analisis siklus adiksi mengungkap bahwa mayoritas responden mengalami pola berulang berupa fase trigger, craving, loss of control, hingga withdrawal, yang menandakan adanya kesulitan signifikan dalam mengendalikan penggunaan smartphone. Selain itu, faktor usia turut memengaruhi tingkat adiksi, di mana mahasiswa pada rentang usia awal kuliah (17–20 tahun) memperlihatkan tingkat ketergantungan lebih besar dibandingkan kelompok usia yang lebih senior. Temuan ini menegaskan bahwa smartphone addiction di kalangan mahasiswa bersifat multidimensi dan sangat dipengaruhi oleh faktor demografi. Implikasinya, intervensi preventif maupun kuratif yang dirancang oleh konselor dan lembaga pendidikan perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur mengenai adiksi digital sekaligus menjadi pijakan awal bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis bukti dalam menghadapi tantangan penggunaan smartphone yang berlebihan di lingkungan pendidikan tinggi.
Evaluasi implementasi aplikasi digital aum seri-umum berbasis website: persepsi konselor sekolah terhadap inovasi aum Ifdil Ifdil; Rima Pratiwi Fadli; Nellitawati Nellitawati; Zadrian Ardi; Eval Edmizal; Jeky Haryanto; Annisaislami Khairati; Nur Adila Wafiqah Zulvi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1175400

Abstract

This study evaluates the implementation of the digital AUM Seri-Umum application based on school counselors’ perceptions after attending a structured workshop. A cross-sectional survey was conducted with 37 guidance and counseling teachers who participated in the training. Data were collected using a Likert-scale questionnaire covering clarity of materials, ease of use, workshop convenience, perceived usefulness, satisfaction, and intention to use, complemented by open-ended responses. Descriptive statistics and thematic coding were employed in the analysis. Findings show that the application was very well received, with a composite mean score of 4.93, indicating highly positive perceptions. Counselors highlighted the clarity of instructions, user-friendly navigation, and strong practical benefits in managing student problems efficiently. Notably, 100% of participants expressed satisfaction and intention to continue using the application, with enthusiasm to join future workshops. These results confirm that the digitalization of AUM Seri-Umum is a strategic innovation supporting more effective, efficient, and data-driven counseling services in schools
Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan konseling online di Kabupaten Solok Selatan Nilma Zola; Ifdil Ifdil; Soeci Izzati Adlya; Rima Pratiwi Fadli; Intan Zulian Apri; Laila Afifah Ardi
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991320

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu aspek penting dalam pendidikan yang turut terdampak adalah layanan bimbingan dan konseling (BK). Di era digital ini, layanan bimbingan dan konseling tidak hanya terbatas pada pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan secara daring (online). Artikel ini membahas implementasi teknologi informasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling online bagi konselor sekolah di Kabupaten Solok Selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Tingkat kepuasaan workshop pemanfaatan aplikasi sociomap sebagai students social relations mapping: studi demografi bagi guru bimbingan dan konseling Rima Pratiwi Fadli; Ifdil Ifdil; Monica Tiara; Annisaislami Khairati; Nezza Destria
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991570

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang bimbingan dan konseling membuka peluang baru dalam memetakan relasi sosial siswa. Aplikasi Sociomap hadir sebagai inovasi yang mendukung guru bimbingan dan konseling (BK) memahami dinamika sosial peserta didik. Namun, tingkat kepuasan guru BK terhadap pemanfaatan aplikasi ini dalam pelatihan perlu dievaluasi, khususnya dengan memperhatikan faktor demografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan melibatkan guru BK SLTA sebagai responden workshop. Instrumen berupa kuesioner Likert 1–5 digunakan untuk menilai kejelasan materi, kemudahan penggunaan, kenyamanan workshop, kebermanfaatan, kepuasan fasilitas, dan niat menggunakan aplikasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif  binomial test. Tingkat kepuasan peserta workshop berada pada kategori tinggi di semua kelompok demografi. Faktor demografi yang paling berpengaruh tampak pada pengalaman mengajar dan usia, di mana guru dengan pengalaman menengah serta usia produktif lebih menunjukkan antusiasme dan kepuasan tinggi terhadap pemanfaatan aplikasi Sociomap. Workshop pemanfaatan Sociomap memberikan pengalaman positif dan relevan bagi guru BK dalam memetakan relasi sosial siswa. Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan potensi integrasi aplikasi ini dalam layanan konseling di sekolah. Ke depan, pengembangan fitur dan pendampingan lanjutan disarankan untuk memperkuat keberlanjutan penggunaan teknologi ini.
How multicultural counseling based on social capital in a plural society? Rima Pratiwi Fadli; Herman Nirwana; Mudjiran Mudjiran
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces147500

Abstract

Social capital is directly linked to the phenomenon that occurs in the community. Multicultural counseling based on social capital can help with these issues. Social capital is a way of forming a strong link between people in order to establish a society. Social capital is divided into two categories: those that focus on the network of social contacts and those that focus on the inherent traits of individuals involved in social interactions. Multicultural counseling is still underserved in guidance and counseling services. One of the reasons why the service isn't up to par is because the counselor lacks certain talents, particularly when it comes to counseling approaches. As a result, a separate study on intercultural counseling is required. As a result, the author delivers a concept paper on multicultural counseling in a plural society in Indonesia based on social capital. After reviewing a variety of scientific sources, this manuscript was created. With this document, it is intended that counselors will be able to use it as a resource for implementing intercultural counseling based on social capital in Indonesia's plural society.
How do the supervisors of guidance and counseling fare in terms of accountability and performance? Rima Pratiwi Fadli; Neviyarni Neviyarni; Riska Ahmad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces187900

Abstract

Counselors, who are trained professionals, guide counselees through the process of guidance. School counselors conduct assessments as part of their services. Without an assessment, it would be impossible for us to determine whether the intended guidance program had been implemented successfully. The evaluation of the guidance program is to determine the degree to which the program's implementation has met its stated objectives. In other words, the outcome of the assessment activities will determine whether the program is successful in reaching its objectives. It cannot be isolated from the supervision actions, according to the assessment that was done. Counseling and direction School supervisors are school supervisors with complete rights, powers, and responsibilities for evaluating, promoting, and implementing education in various schools through guidance and counseling activities. Additionally, the adequacy of the services rendered by the BK teacher/counselor is determined by the factors mentioned above. This indicates that the school counselor can account for the services rendered.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abdillah, Maulana Hamid Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Alfina Sari Aligrha, Monic Sonya Alizamar Alizamar Alizamar, Alizamar Amalianita, Berru Ananda Maha Putri Ananta Binnoura Pospos Annisa Rahmi Annisaislami Khairati Annisaislami Khairati Arinalhaq, Ririen Arrahman, Iqbal Asmidir Ilyas Awalya Siska Pratiwi Azmatul Khairiah Sari Berru Amalianita Churnia, Elfi Cusinia, Azahra Hardi Daharnis Daharnis Dominikus David Biondi Situmorang Edmizal, Eval Elfi Churnia Erwinda, Lira Farida Mayar Febri Wandha Putra Febriani, Rahmi Dwi Fenny Ayu Monia Fikri, Miftahul Firman Firman Firman Firman Fitri Chairunnisa Frischa Meivilona Yendi Gian Sugiana Sugara Gian Sugiana Sugara, Gian Sugiana Gusni Dian Suri Halil Khusairi Hanum, Khafifah Hariko, Rezki Hasan, Ikhwanul Hastiani -, Hastiani Herman Nirwana Hetty Rahmawati Ifdil Ifdil Ifdil Ifdil Ifdil Ifdil Ifdil Ifdil Intan Zulian Apri Ismail, Izwah binti Itsar Bolo Rangka Jeky Haryanto Kadek Suranta Khairati, Annisaislami Khairul Bariyyah KOSASSY, SITI OSA Laila Afifah Ardi Laura Dalimunthe, Hanifa Lela Lela Lika, Lika Linda Fitria Linda Fitria Linda Fitria Linda Fitria M. Fahli Zatrahadi Mahaly, Sawal Maharani, Ade Makaruku, Vando Kristi Marjohan Marjohan Monica Tiara Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mufadhal Barseli Mufadhal Barseli Mutia Afnida Nasution, Riskha Hanifa Nellitawati Nellitawati Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Neviyarni, Neviyarni Nezza Destria Nikmarijal, Nikmarijal Nilma Zola Nofrializa Nofrializa Nur Adila Wafiqah Zulvi Nur Azizi Amrizon Nurfarhanah Nurfarhanah Paul Arjanto Perengki Susanto Permata Sari, Erli Puspita Puji Gusri Handayani Putra, Febri Wandha Putri, Ananda Maha Putri, Yola Eka Ramadhani, Khofifah Refnadi Refnadi Riska Ahmad Riska Ahmad Santy Andrianie Sin, Tjung Haw Situmorang, Dominikus David Biondi Soeci Izzati Adlya Soejanto, Laily Tiarani Suhaili, Neviyarni Suhartiwi, Suhartiwi Suranta, Kadek Syahputra, Yuda Syahril, Putri Wie Taufik Taufik Taufik Taufik Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw TRIAVE NUZILA ZAHRI Vera Sriwahyuni Nengsih Windry Novalia Jufri Yeni Karneli YULIAN HERMANUS WENNO Yullys Helsa Zadrian Ardi Zulmi, Avrilia Mutiara Zulvi, Nur Adila Wafiqoh