Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ALAM BENGKULU MAHIRA KOTA BENGKULU Alisah, Sentia; Adisel, Adisel; Giyarsi, Giyarsi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27446

Abstract

Pendidikan inklusif berarti bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah dan di kelas yang sama dengan siswa biasa. Ini memastikan bahwa setiap anak memiliki kebebasan untuk belajar. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskaan bagaimana implementasi pendidikan inklusif di sekolah alam bengkulu mahira. (2) menganalisis faktor apa saja yang menghambat dalam keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah alam bengkulu mahira. (3) dan untuk mengetahui faktor apa yang mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah alam bengkulu mahira. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptip, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan data collection (pengumpulan data), data reducation (reduksi data), data display (penyajian data), dan verification (kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Di sekolah alam Bengkulu Mahira, implementasi pendidikan inklusif dilaksanakan dengan lancar dan sesuai dengan buku pedoman, dengan sarana dan prasarana yang memadai. (2) Sekolah alam di Bengkulu memiliki banyak faktor pendukung, seperti penggunaan kurikulum yang dimodifikasi, peran guru dan guru pendamping dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, sekolah memiliki program-program yang memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus, lingkungan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif saling bekerja sama, ketersediaan sarana dan perlengkapan yang memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus, dan evaluasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. (3) Sekolah alam Bengkulu mahira menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya pemahaman guru dan guru pendamping tentang anak berkebutuhan khusus, kurangnya guru dengan gelar pendidikan luar biasa (PLB), dan kurangnya kepercayaan orang tua peserta didik kepada sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, sekolah memberikan pelatihan dan komunikasi secara rutin dengan orang tua murid.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Anak Kelas V di MIN 01 Kota Bengkulu Aldila, Delvita Jesika; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1863

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in teaching the Indonesian language to fifth-grade students at MIN 01 Bengkulu City and its impact on students’ motivation and language skills. The study employed a qualitative descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that PjBL implementation consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. During the planning stage, teachers designed contextually relevant projects such as creating classroom wall magazines and writing activity reports. In the implementation phase, students actively participated in group collaboration, information exploration, and project development, while teachers acted as facilitators. Evaluation was conducted comprehensively, covering process, product, and students’ collaborative behavior. The results indicate that PjBL effectively enhanced students’ writing, speaking, critical thinking, and sense of responsibility and teamwork. Despite challenges such as time constraints and limited resources, teachers managed them through innovative classroom strategies. Overall, the PjBL model proved effective in creating contextual, creative, and student-centered learning experiences in Indonesian language instruction.
Analisis Bentuk dan Makna Adat Istiadat pada Upacara Pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu Mofi, Mofi Olviana Juita; Adisel, Adisel; Heriadi, Meddyan
Tsaqila | Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa saja makna yang terkandung didalam adat istiadat pada saat upacara pernikahan dan juga untuk mengetahui bagaimana proses yang ada pada saat upacara pernikahan. Makna yang terkandung dalam adat istiadat pada upacara pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu makna dari lupis, makna dari lengguai, makna dari bersalaman di atas lengguai, makna dari padu padanan kulo, makna dari baju berwarna merah, dan makna dari sembah sujud. Bentuk adat istiadat adalah keyakinan atau kepercayaan yang dilakukan secara turun temurun. Adat istiadat ini adalah kebisaan yang dihormati dan dijalankan masyarakat dalam kesehariannya. Jika dilanggar, tidak akan mendapatkan sanksi hukum yang mengikat. Sementara, jika ada kebiasaan atau adat yang dilanggar masyarakat dan dikenai sanksi, hal itu yang disebut hukum adat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis maka, dibawah ini adalah penjelasan tentang adat istiadat pada proses pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu: proses adat istiadat ini yaitu mulai dari beriso rasan, beghijo beghumahh, beghijo ding beghading dan beghijo dusun laman.
Peran dan Fungsi Komunikasi Keluarga dalam Adaptasi Pranata Keluarga Islami di Tengah Pandemi Covid-19 Thadi, Robeet; Adisel, Adisel; Putri, Depi
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 21, No 1 (2021): June 2021
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v21i1.10462

Abstract

Intensitas komunikasi antara orang tua dan anak di tengah pandemi covid-19 semakin tinggi, intensitas komunikasi ini akan membentuk struktur dan kultur budaya baru di tengah keluarga. Tulisan ini bertujuan menjelaskan bagaimana peran dan fungsi komunikasi keluarga dalam adaptasi pranata keluarga Islami. Penelitian ini merupakan studi kualitatif, menggunakan metode penelitian perpustakaan (library research) sebagai teknik pengumpulan datanya. Bahwa keluarga memang unit terkecil dalam masyarakat, tetapi keluarga memiliki peran besar dalam keberhasilan menekan dampak pandemi covid-19 dan kesuksesan menuju era normal baru. Fungsi komunikasi keluarga dalam adaptasi pranata keluarga islami di tengah pandemi covid-19, melalui fungsi komunikasi afeksi, komunikasi sosialisasi, dan komunikasi pemeliharaan kesehatan.
Comparing Students’ Learning Outcomes Between the Question Student Have and Giving Question and Getting Answer Strategies in Grade VII Social Studies at SMP Negeri 20 Bengkulu Prengki, Jek; Adisel, Adisel; Yunarman , Sepri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i4.4956

Abstract

This study aimed to examine whether there were differences in students’ learning outcomes between those who applied the Question Student Have strategy (questions from students) and those who applied the Giving Question and Getting Answer strategy (giving questions and receiving answers) in Social Studies learning in Grade VII at SMP Negeri 20 Bengkulu City. This experimental study used a comparative quantitative approach with a dual-paradigm research design involving two independent variables and one dependent variable. The population consisted of Grade VII students of SMP Negeri 20 Bengkulu City in the 2024–2025 academic year, while the sample comprised Class VII A as the experimental class and Class VII B as the control class. The research instrument was a Social Studies achievement test. The data were analyzed using a normality test, a homogeneity test, and a t-test. The results indicated differences in students’ learning outcomes between those using the Question Student Have strategy (questions from students) and those using the Giving Question and Getting Answer strategy (giving questions and receiving answers) in Social Studies in Grade VII at SMP Negeri 20 Bengkulu City. This was evidenced by the t-test results (tcount > ttable = 2.578 > 1.697) or p < 0.05 (i.e., 0.029 < 0.05), meaning that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected.
Santri Disciplinary Punishment Under the Child Protection Law Perspective: Hukuman Disiplin Santri Dalam Perspektif Undang Undang Perlindungan Anak Purnanda, Ledian; Adisel, Adisel; Riadi, Dayun
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i2.1646

Abstract

General Background: Islamic boarding schools play a significant role in shaping students’ moral character and discipline through structured educational practices. Specific Background: Within pesantren education systems, disciplinary punishment is commonly applied to maintain order and encourage responsibility among santri. Knowledge Gap: However, growing public concern regarding children’s rights raises questions about whether disciplinary practices in pesantren align with the legal principles of child protection. Aims: This study aims to analyze the forms of punishment implemented at Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang and examine their compatibility with the provisions of the Child Protection Law. Results: Using a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation, the study identifies three main categories of punishment: physical, psychological, and social sanctions. These disciplinary measures are generally intended to foster discipline, responsibility, and moral awareness rather than to cause harm. When implemented within educational boundaries, the practices are considered consistent with Articles 54 and 59 of the Child Protection Law, while teachers are also legally protected under Law No. 14/2005 on Teachers and Lecturers. Novelty: This research provides a pedagogical and juridical analysis of pesantren disciplinary practices by integrating perspectives of Islamic educational tradition with national child protection regulations. Implications: The findings highlight the importance of establishing clear disciplinary guidelines and providing training for educators to ensure that punishment practices remain educational, ethical, and legally compliant in pesantren environments. Highlights • Identification of three disciplinary sanction categories applied in Islamic boarding school environments• Psychological responses of students reveal varied perceptions toward institutional discipline practices• Absence of formal disciplinary guidelines indicates the need for structured regulatory frameworks Keywords Islamic Boarding School; Child Protection Law; Santri Discipline; Educational Punishment; Pesantren Education
Co-Authors Ahmad Berli Ahmad Gawdy Prananosa Aila, Pemi Aldila, Delvita Jesika Alexius Dwi Widiatna Alisah, Sentia Aly, Hery Noer Aly Noer Amelia, Ninda Andela, Fuji Anggraini, Ranti Anisa Nur Fadilah Apriani, Windu Aquariya, Famella Arbiana Putri Arifin, Rahman Asnaini Asnaini, Asnaini Astari, Syirli Astuti, Dina Putri Juni Ayu Sofi Putri Utami, Raden Azra Aulannisa chandra, Pasmah Donni Pestalozi Elsanti, Elsanti Fatrima Santri Syafir Fatrima Santri Syafri Fatrimia Santri Syafri Fennyta Melasari Gilang, M. Ilham Giyarsi, Giyarsi Hari Mukti, Wiji Aziiz Hari Mukti, Wiji Aziz Heriadi, Meddyan Herlyna, Herlyna Ilahi, Repaldo Rahma Iqbal, Moch Iqbal, Much Isnaini, Desi Junaidi, Anwar Juneti Juneti junita, Dhelia Khofifa, Ii Nurul Tri Latipah, Nurlia Legiana, Syafirah Lensi, Enjelika Marda Lusiana, Nadila M. Ary Irawan M. Sukarno Malau, Maria Dina Mariana Mariza, Elia Marlensi, Linda Mawarni, Dentha Andriyanti Mayoli, ⁠ Prima Wiza Mofi, Mofi Olviana Juita Mukhasonah, Putri Mustriana Mukti, Wiji Aziz Hari Noptami, Hanipa Soleha Novia Anggraini Nurhalimah, Ullik Nursanti, Apdila Pahlawan, Pahlawan Pangesty, Nurul Pasiska, pasiska Pebriani, Rizia Dwi Persi, Persi Prengki, Jek Purnanda, Ledian Putra, Jevpri Yansa Putri, Ardianti Yunita Putri, Cici Amelia Putri, Depi Putri, Yespa Gustia R, Rindu Larasati Rahayu, Septi Ramadhani, Fara Dila Ratono, Insaudi Raudhatul Jannah Riadi, Dayun Ririn Agustina Robeet Thadi Rohmin, Efzal Muji S, Yuni Faddila salamah salamah Santika, Anggi Sari, Chintya Sari, Intan Puspa Sari, Lara Sari, Meirita Sari, Wenny Aulia Sartika, Dimas Satria, Irwan Sepri Yunarman, Sepri Sepri, Sepri Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsiar, Syamsiar Syamzah Ayuningrum Ulandari, Rahma Utami, Purwani Puji Utarianti, Relly Septia Putri Wardah, Fatma Wediasti, Welti Welti Wediasti Wika Haryanti Yunarman , Sepri Yuseva, Putri Yusilafita, Anisa