Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kesenian Tari Andun Dalam Membangun Jiwa Sosial Masyarakat Desa Suka Merindu Kabupaten Seluma Putra, Jevpri Yansa; Adisel, Adisel; Yunarman, Sepri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesenian tradisional Tari Andun dalam membangun jiwa sosial masyarakat di Desa Suka Merindu, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Tari Andun merupakan warisan budaya Suku Serawai yang masih dilestarikan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, perangkat desa, serta masyarakat pelaku tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Andun mengandung makna simbolik yang kuat, seperti nilai kebersamaan, gotong royong, musyawarah, dan solidaritas sosial. Partisipasi aktif masyarakat dalam pertunjukan Tari Andun memperkuat ikatan sosial antarwarga dan menjadi media edukasi nilai-nilai sosial secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam membentuk karakter kolektif masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian Tari Andun sangat relevan untuk mendukung integrasi sosial di era modern.
Nilai-Nilai Sosial Dalam Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali Kabupaten Bengkulu Selatan Lensi, Enjelika Marda; Adisel, Adisel; Yunarman, Sepri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.373

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Kegiatan Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali, Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui Simbol Dan Nilai-Nilai Sosial Yang Terkandung Dalam Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali, Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui Upaya Masyarakat Desa Selali Untuk Melestarikan Tradisi Nundang Padi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftip kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses Tradisi Nundang Padi di Desa Selali terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Tahap persiapan mencakup musyawarah, pengumpulan dana, dan penyediaan bahan. Pelaksanaan berlangsung selama tiga hari dua malam dengan kegiatan seperti penghitungan padi penampilan tari-tarian, ritual adat dan pembacaan sejarah tradisi nundang padi. Puncaknya adalah pembasuhan benih padi dengan darah kerbau. Penutupan ditandai dengan pembagian benih padi dan makan bersama. simbol-simbol dalam tradisi nundang padi yaitu padi, darah kerbau,sesajen, musik dan tarian, kelambu dan dundangan, lidi kelapa hijau, padi lima jenis, melemang, malam gegerit, pengolahan padi dala kelambu oleh anak-anak, tari tumbak kerbau, pakaian adat merah dan kuning, kegiatan makan bersama. Ada pun nilai sosial yang terkandung dalam tradisi nundang padi adalah nilai gontong royong, nilai kepedulian, nilai tanggung jawab, nilai kebersamaan, dan nilai musyawarah. Upaya pelestarian yang dilakukan untuk mempertahankan tradisi nundang padi ini ialah dengan melibatkan generasi muda dengan tujuan menanamkan kecintaan pada budaya lokal.
Nilai Nilai Pendidikan Sosial Dan Keagamaan Dalam Tradisi Muja Dusun Pada Masyarakat Desa Padang Peri Kabupaten Seluma Persi, Persi; Adisel, Adisel; Sepri, Sepri; Yunarman, Sepri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.379

Abstract

Tradisi muja dusun merupakan tradisi penghormatan pada leluhur dan penolak balak bagi masyarakat Desa Padang Peri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan sosial dan keagamaan apa saja yang terkandung dalam tradisi muja dusun yang dilakukan oleh masyarakat Desa Padang Peri. Penelitian ini  mengunakan metode deskriptif kualitatif, karena penulis ingin mengetahui mengenai tradisi muja dusun secara lebih mendalam dan mendeskripsikan mengenai nilai nilai pendidikan sosial dan keagamaan yang terkandung dalam tradisi muja dusun dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi muja dusun yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Padang Peri memiliki nilai-nilai pendidikan sosial dan keagamaan, yaitu nilai toleransi, nilai tolong menolong, nilai silahturahmi, nilai sedekah, nilai ekonomi , nilai aqidah, nilai akhlak, dan nilai syari’ah.
Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Menyimak Informasi Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMPN 18 Kota Bengkulu Yuseva, Putri; Adisel, Adisel; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan menyimak informasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 18 Kota Bengkulu. Keterampilan menyimak merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa yang mendukung perkembangan kemampuan berbahasa lainnya, seperti berbicara, membaca, dan menulis. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa proses pembelajaran menyimak di sekolah tersebut masih kurang optimal akibat rendahnya perhatian siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual, khususnya video pembelajaran yang menampilkan unsur suara dan gambar gerak, mampu meningkatkan minat, fokus, serta daya serap siswa dalam memahami informasi yang disampaikan guru. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif berpartisipasi dalam proses menyimak. Media audio visual juga mempermudah siswa dalam mengingat informasi karena melibatkan dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan. Temuan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan agar guru secara aktif mengintegrasikan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar, serta pihak sekolah menyediakan fasilitas pendukung guna menunjang efektivitas pembelajaran menyimak di kelas.
Penggunaan Deiksis Dalam Dialog Film “Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo” Analisis Pragmatik Aquariya, Famella; Adisel, Adisel; Wediasti, Welti
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana penggunaan deiksis dalam dialog film Ipar Adalah Maut karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah dialog dalam film ipar adalah maut karya hanung bramantyo. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik simak dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan sejumlah 1.088 data yang mengandung kelima jenis deiksis. Diantaranya terdapat sejumlah  507 data yang mengandung deiksis persona, ditemukan sejumlah 122 data yang mengandung deiksis tempat, 42 data  yang mengandung deiksis waktu, 279 data yang mengandung deiksis sosial, dan 138 data yang mengandung deiksis wacana. Kesimpulan penelitian tentang penggunaan deiksis dalam dialog film "Ipar Adalah Maut" karya Hanung Bramantyo telah mengungkapkan bahwa kelima jenis deiksis persona, tempat, waktu, sosial, dan wacana hadir secara signifikan dan tersebar dalam berbagai dialog antar tokoh.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas V Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 Kota Bengkulu Lusiana, Nadila; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, karena data yang dikaji sudah terjadi tanpa perlakuan langsung dari peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi nilai, kemudian dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 20.0. Hasil penelitian menujukan bahawa nilai signifikansi > 0,05 dan R square sebesar 0,126. Ini berarti lingkungan sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulannya, terdapat pengaruh namun tidak signifikan, dan faktor lain di luar lingkungan sekolah lebih dominan mempengaruhi hasil belajar.
Peran Guru Dalam Membimbing Anak Disleksia Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu R, Rindu Larasati; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Jenis disleksia yang paling dominan, faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca dan untuk menjelaskan proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu. Subjek penelitian ini adalah siswa yang mengalami disleksia yang merupakan siswa kelas 3 di SDN 35 Kota Bengkulu yang berjumlah dua orang siswa laki-laki yang bernama Al Ghazio Putra dan Juan Hambadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Jenis disleksia yang paling dominan pada siswa kelas 3 yaitu jenis disleksia verbal atau linguistik, disleksia ini terjadi akibat dari gangguan bahasa yang ditandai dengan kesulitan dalam persepsi auditoris (2) Faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca pada siswa kelas 3 yakni faktor pendidikan dan faktor psikologis. (3) Proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia SDN 35 Kota Bengkulu belum berjalan secara formal dan terstruktur. Namun, guru berupaya memberikan pendampingan secara informal dengan metode pengajaran yang adaptif dan pendekatan personal agar siswa tidak tertinggal. Keterbatasan tenaga ahli dan sarana menjadi kendala utama yang perlu diatasi agar bimbingan individual dapat berjalan lebih optimal. 
Peran Guru Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Metode Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 78 Kota Bengkulu Amelia, Ninda; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.596

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mendalami peran guru dalam meningkatkan kekatifan belajar siswa pada pembelajaran IPAS melalui metode jigsaw di kelas 5 SDN 78 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 78 Kota Bengkulu di kelas 5 pada tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan tringulasi sumber, teknik, dan waktu. Sedangkan teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian atau display data, dan kesimpulam atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menjalani perannya pada pembelajaran sebagai demonstrator, pendidik, komunikator, evaluator, motivator, dan fasilitator sehingga siswa cukup berperan aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Peran guru sudah berjalan dengan baik sehingga terlihat guru memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa yang kurang aktif atau kadang malu untuk bertanya dan menyapaikan pendapatnya. Dan memberikan fasilitas yang baik berupa meja dan kursi yang bisa disusun dalam proses pembelajaran diskusi kelompok. Dan juga memberikan pujian, hadiah dan nilai yang dapat mengikatkan motivasi dan kekatifan belajar siswa. Dengan demikian, peranan guru sangat penting dalam memberikan dorongan dan motivasi siswa dalam meningkatakan kekatifan belajar siswa. Sehingga dampak dari motivasi tersebut yaitu adanya rasa ketertarikan dan keberanian siswa untuk menyapaikan pendapatnya dalam kegiatan pembelajaran.
Peran Pendidikan Akhlak dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Lingkungan MA AL-Kreatif al-Mubaraak Bengkulu Sari, Intan Puspa; Wardah, Fatma; Putri, Cici Amelia; S, Yuni Faddila; Adisel, Adisel
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2025): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v10i2.7693

Abstract

AbstractJuvenile delinquency is a form of deviant behavior often found during adolescence, a period marked by identity searching, emotional instability, and strong environmental influence. Moral education plays a crucial role as a guiding force to help adolescents avoid negative behavior such as fighting, truancy, smoking, and minor crimes. As an educational institution, madrasahs have a vital role in fostering students’ character. MA AL-Kreatif al-Mubaraak Bengkulu implements moral education intensively through formal lessons, religious activities, and daily positive habits. This study aims to analyze the role of moral education in reducing juvenile delinquency at the school. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that moral education, implemented through teacher role modeling, religious routines, and character-building activities, significantly contributes to shaping students’ positive behavior. It helps create a disciplined, religious school environment and proves that moral education has a practical impact on improving adolescent behavior.Keywords: Moral Education, Juvenile Delinquency, Madrasah
Analisis Afiksasi dalam Bahasa Lintang Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Adisel, Adisel; Welti Wediasti
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/c6knj323

Abstract

This study aims to describe the forms, functions, and meanings of affixation in the Lintang language spoken by the community in Pendopo District, Empat Lawang Regency. The research focuses on types of affixes, namely prefixes, suffixes, and confixes, as well as their roles in word formation and semantic change. The method used is descriptive qualitative with data collected through interviews, direct observation, and recordings of daily conversations from six native speakers. The data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that affixation in the Lintang language consists of three main types: prefixes, suffixes, and confixes. Prefixes are the most dominant, particularly maN-, ba-, and paN-, which function to form active verbs, indicate professions, tools, or places. The suffix -an is used to form nouns denoting results of activities, while the confix ke- -an is used to form abstract nouns. Affixation in the Lintang language not only serves as a word-formation process but also reflects cultural aspects, social structures, and the worldview of its speakers. In conclusion, affixation plays a crucial role in enriching both morphological structures and semantic meanings in the Lintang language. It functions not only as a grammatical mechanism but also contributes to the preservation of local languages and the understanding of regional linguistics.   Keywords: Affixation, Dialect, Lintang language, Morphology
Co-Authors Afenti, Zinda Ziarzi Ahmad Gawdy Prananosa Aila, Pemi Alamsah, Samsani Albab, Nurhaq Aldila, Delvita Jesika Alexander, Loxsi Alexius Dwi Widiatna Alisah, Sentia Aly, Hery Noer Aly Noer Amelia, Ninda Andela, Fuji Anggraini, Ranti Anisa Nur Fadilah Apriani, Windu Aprilia, Zetira Utari Aquariya, Famella Arbiana Putri Arianda, Riki Arifin, Rahman As, Lucy Andrekiy Asnaini Asnaini, Asnaini Astari, Syirli Astuti, Dina Putri Juni Ayu Sofi Putri Utami, Raden Azra Aulannisa Azzara, Meishe Fitria Azzarah, Afifah Khuzaimah Berli, Ahmad chandra, Pasmah Diniah, Diniah Donni Pestalozi Elsanti, Elsanti Emelia, Vivi Fadhila, Liqfa Nurul Fajar, Erzal Ahmad Fatrima Santri Syafir Fatrima Santri Syafri Fatrimia Santri Syafri Fauzi, Isman Gilang, M. Ilham Giyarsi, Giyarsi Gusamba, Putama Nanda Gusliana, Rina Minita Hadi, Noveran Handayani, Puspa Hari Mukti, Wiji Aziiz Hari Mukti, Wiji Aziz Hazayimun, Halima Heriadi, Meddyan Herlyna, Herlyna Ilahi, Diara Ressi Nurul Ilahi, Repaldo Rahma Indah Sari Iqbal, Moch Iqbal, Much Isnaini, Desi Jayanti, Suci Junaidi, Anwar Juneti, Juneti junita, Dhelia Khasanah, Ummi Khofifa, Ii Nurul Tri Kurniasih, Siti Dewi Latipah, Nurlia Legiana, Syafirah Leni, Sismi Lensi, Enjelika Marda Lestari, Eha Anna Lusiana, Nadila M. Ary Irawan M. Sukarno Malau, Maria Dina Mariana Mariza, Elia Marlensi, Linda Mawarni, Dentha Andriyanti Mayoli, ⁠ Prima Wiza Melansari, Okta Melasari, Fennyta Merdiansyah, Muhammad Mofi, Mofi Olviana Juita Mukhasonah, Putri Mustriana Mukti, Wiji Aziz Hari Natalya, Lindya Ningsih, Putri Noptami, Hanipa Soleha Novera, Anes Novia Anggraini Nurhalimah, Ullik Nurlaili Nurlaili Nurniswah, Nurniswah Nursanti, Apdila Nuryanti Nuryanti Pahlawan, Pahlawan Pangesty, Nurul Paresga, Ilham Pasiska, pasiska Pebriani, Rizia Dwi Pektorena, Refda Persi, Persi Petri, Lela Yauma Prananosa, Ahmad Gawdy Prastiyo, Teguh Prengki, Jek Pulungan, Muhammad Rezki Purnanda, Ledian Putra, Andesta Putra, Jevpri Yansa Putra, Ridwan Putri, Ardianti Yunita Putri, Cici Amelia Putri, Depi Putri, Indah Desmi Putri, Yespa Gustia R, Rindu Larasati Rahayu, Septi Rahyu, Venny Andeska Ramadhani, Fara Dila Ramdelon, Ramdelon Ratono, Insaudi Raudhatul Jannah Riadi, Dayun Riantono, Riantono Ririn Agustina Robbyansa, Ilham Robeet Thadi Rohimin Rohimin Rohmin, Efzal Muji S, Yuni Faddila salamah salamah Saleh, Tetap Junri Sanra, Riki Santika, Anggi Saputri, Icha Eka Sari, Chintya Sari, Chusnul Oktavia Sari, Dwi Permata Sari, Intan Puspa Sari, Lara Sari, Lisi Guspita Sari, Meirita Sari, Wenny Aulia Sartika, Dimas Sartika, Ria Satria, Irwan Seftiansari, Annisa Sepri Yunarman, Sepri Sepri, Sepri Septiana, Mira Setiani, Hadijah Sudomo, Anggi Herlen Sundari, Fautina Supriyadi, Tetap Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsiar, Syamsiar Syamzah Ayuningrum Ulandari, Rahma Ulandari, Ulandari Ulfah, Ahmad Utami, Ouci Utami, Purwani Puji Utarianti, Relly Septia Putri Wahyuni, Hairun Nisa’ Wardah, Fatma Wediasti, Welti Welti Wediasti Wika Haryanti Wulandari Wulandari Yuliasty, Penty Yunarman , Sepri Yuseva, Putri Yusilafita, Anisa