Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.F.) Ness.) DENGAN METODE DPPH Utami, Yuri Pratiwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.061 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34520

Abstract

AbstractAntioxidants are compounds that can inhibit free radical reactions in the body. One of Indonesia's traditional medicinal plants that have antioxidant activity is sambiloto (Andrographis paniculata (Brum) Ness.). This study aimed to examine the antioxidant activity of the extract of bitter root (A. paniculata (Brum) Ness.). The ethanol extract was obtained by extracting the bitter root powder by maceration for 3x24 hours and remaceration for 2x24 hours. The resulting extract is a thick blackish brown extract and has a distinctive odor with a percentage yield of 6.67%. Antioxidant activity was measured by reducing DPPH free radicals with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that sambiloto root extract had very strong antioxidant activity with an IC5016,634 g/mL value against DPPH free radicals.Keywords : Bitter root, antioxidant, DPPH   AbstrakAntioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Salah satu tumbuhan obat tradisional Indonesia yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan adalah sambiloto (Andrographis paniculata (Brum) Ness.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak akar sambiloto (A. paniculata  (Brum) Ness.).  Ekstrak etanol diperoleh dengan mengektraksi serbuk akar sambiloto dengan cara maserasi selama 3x24 jam dan dilakukan remaserasi kembali selama 2x24 jam. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kental berwarna coklat kehitaman dan bau khas dengan persen rendamen sebesar 6.67 %. Aktivitas antioksidan diukur melalui peredaman radikal bebas DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak akar sambiloto yang  memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC5016,634 µg/mL terhadap radikal bebas  DPPH.Kata Kunci : Akar sambiloto, antioksidan, DPPH
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG MERAH (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENANGKAL RADIKAL DPPH Utami, Yuri Pratiwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.715 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34521

Abstract

AbstractAndong leaf is one of the traditional medicinal plants that is proven to have various properties including as a (natural) medicinal ingredient. Andong plants contain several chemical compounds including saponins, tannins, flavonoids, polyphenols, steroids. The purpose of this study was to determine the potential of red andong leaf extract (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) as a radical scavenging antioxidant for DPPH. In this study red andong leaves (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) were extracted using maceration method with 70% ethanol as solvent. The results showed that anthocyanins were cyanidin. Antioxidant activity was measured by reducing DPPH free radicals with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that red andong red leaf extract had strong antioxidant potential with an IC50 value of 64.5197 g/mL against free radicals DPPH and vitamin C as a comparison showed a very strong antioxidant potential with an IC50 value of 2.12 g/mL.Keywords : Andong leaf, antioxidant, DPPH AbstrakDaun andong merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang terbukti memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai bahan obat (alami). Tanaman andong mengandung beberapa senyawa kimia diantaranya yaitu saponin, tanin, flavonoid, polifenol, Steroida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi  ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) sebagai antioksidan penangkal  radikal DPPH. Pada penelitian ini daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan  antosianin jenis  sianidin. Aktivitas antioksidan diukur melalui peredaman radikal bebas DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak daun andong merah   memiliki potensi  antioksidan  kuat dengan nilai IC50 64.5197 µg/mL terhadap radikal bebas  DPPH dan vitamin C sebagai pembanding menunjukkan potensi antioksidan sangat kuat dengan nilai  IC50 2.12 µg/mL.Kata Kunci : Daun andong merah, antioksidan, DPPH
Uji Efektivitas Sediaan Suspensi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Aktivitas Fagositosis Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Nursida, Besse Hardianti, Julianri Sari, Yuri Pratiwi Utami
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 1 No 1 (2016): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.021 KB)

Abstract

Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) telah dilaporkan memiliki potensi untuk merangsang respon imun. Sistem imun dirancang untuk mempertahankan tubuh dari benda asing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas sediaan suspensi daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap aktivitas fagositosis pada mencit jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode carbon clearance. Jumlah hewan coba yang digunakan sembilan ekor dan dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok 3 ekor. Kelompok I kontrol negatif yang diberikan aquadest, kelompok II kontrol positif diberikan sirup Stimuno® dan kelompok III diberikan suspensi daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan dosis 250 mg/kg BB yang diberikan melaui oral selama 10 hari berturut-turut. Setelah 48 jam dari dosis terakhir, mencit diinjeksikan dengan tinta cina sebanyak 0,05 ml/ekor sebagai benda asing melalui vena ekor. Hasil nilai indeks fagositosis tertinggi adalah pada kelompok suspensi kelor (Moringa oleifera Lam.) yaitu 0,027, sementara kontrol positif 0,021 dan kontrol negatif 0,011. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata LSD, menunjukkan efek yang tidak signifikan antara ketiga kelompok.
Analysis of Total Anthocyanin Content on Ethanol Extract of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) and Purple Yam (Dioscoreaalata L.) with Differential pH Method Yuri Pratiwi Utami , Abdul Halim Umar, Ernawati
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 1 No 2 (2016): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.043 KB)

Abstract

Food processing industry, which is developing rapidly, leads to increase the use of dyes, especially natural dyes. One of the natural dyes found in plants is anthocyanin. In this research, the researcher analyzed the anthocyanin content in purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) and purple yam (DioscoreaalataL.). Purple sweet potato and purple yam were extracted with 70% ethanol acidified with HCl 1%. The analysis was conducted using differential pH with absorbance measured in the UV-Vis spectrophotometer on 510 nm and 700 nm wavelength. The results showed that total anthocyanin content in purple sweet potato was 5.0 mg/L and in purple yam was 1.6 mg/L.
Standardisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus alba L.) Asal Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan Yuri Pratiwi Utami, Burhanuddin Taebe, Fatmawati
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 1 No 2 (2016): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.961 KB)

Abstract

Leaves of mulberry (Morus alba L.) is one of the Moraceae family that has long been used as traditional medicine. Empiricallysociety have used of mulberry as a folk remedy for influenza, malaria, hypertension, asthma, hypertension drugs, palpitation, diabetes, insomnia, vertigo, anemia, and Hepatitis. The purpose of this study was establishing a specific and non-specific standards of the ethanol extract of mulberry leaves. The extract was obtained by maceration method using ethanol 70% with rendamen of 19.52%. Specific parameters include organoleptic observations such as, Dark Green color, distinctive smell, and has a bitter taste.Furthermore determine their flavonoids, tannins, steroids, alkaloids. Chromatogram pattern indicates the presence of some stains and Rf values are different. The compound Levels of water-soluble is 0.805%, while compound level of ethanol– soluble is 0.474%. Total ash content is 6.89%. Non–specific parameters include acid insoluble ash content is 1.8575%. The mass of extract specification 1.045 g/mL. Total bacterial contamination eligible extract as much is 10.66 X 10-2 colonies/g, and a total of mold contamination as much is 13.6 X 10-2 and 14,3x10-3 colonies/g
Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teisjm. & Binn.) Yuri Pratiwi Utami; Abdul Halim Umar; Reny Syahruni; Indah Kadullah
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 2 No 1 (2017): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.128 KB)

Abstract

The leaves of Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn. hasmany pharmacologica leffects as traditional medicine. Rawmaterialof traditional medicine should be standardized. Standardization of simplicia and ethanolic extract of C. minahassae leaves was performed to determine the standard parameters both of simplicia and extract. Determination ofquality standard extract include specific and non-specific parameters.The extract of C. minahassae obtained by maceration from C. minahassae leaves (C. minahassae folium) using ethanol with the acquisitionofrendement about 22%. The macroscopic obsevations showed that simplicia of C. minahassae leaves is greenish brown, egg-shaped, sharp edges, blunt stem, slippery surface, flat-brimmed, generally there are six pairs of pinnate bone leaves, the average leghth is 11,1 cm and the average width is 5,3 cm.The organoleptic of ethanolic extract is thick, brownish-black, has the distinctive smell and tastes bitter. Fragment identifiers of C. minahassae leaves such as crystalline calcium oxalate with stiloid shaped, file vessels with thickening ring, hair coverings conical and has a hair tip pointy, stomata with stone cell, the upper epidermis with stomata anomocytic types and lower epidermis with irregularly polygonal. Content of water-soluble compounds of simplicia is 19,932% and 52,096% of extract, while the content of ethanol-soluble compounds of simplicia is 11,776% and 35,108% of extract. The extract contains alkaloids, steroids, flavonoids and tannins​. Simplicia and extract, each containing ≤ 10% of water. Total ash content of simplicia is 27,783% and 12% of extract, while the acid insoluble ash content of simplicia is 4,242% and 2,518% of extract. The loss of drying of simplicia is 12,399% and 24,603% of extract. The density of extract is 1,055 g/ml. Total bacterial and fungal contamination of extract are qualified, with the values are 5.4 x 102 colonies/g and 5.0 x 102 colonies/g respectively.
Variasi Konsentrasi Ekstrak Mahkota Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) dan Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) sebagai Imunostimulan Yuri Pratiwi Utami
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 2 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32814/jpms.v3i2.69

Abstract

Fagocytosis is a process characterized by phagocytic cells ingesting good, pathogenic foreign cells commonly carried out by macrophages. This study aimed to determine the phagocytic activity of a combination of crown extract of turate kasumba (Carthamus tinctorius L.) and dayak onion tuber extract (Eleutherine palmifolia) as immunostimulant. The study was experimental, the number of mice used in the test was 21 individuals and randomly divided into 7 groups (n = 3); K1 was given C. tinctorius extract 1% w/v; K2 was given E. palmifolia extract 2% w/v; K3 was given E. palmifolia extract 4% w/v; K4 and K5 was given syrup combination C. tinctorius and E. palmifolia extract = 1 : 2 and 1 : 4% w/v; K6 was given Stimuno®; while K7 as negative control. Phagocytic activity was carried out on the 11th day using the carbon cleaning method. The results showed that the highest phagocytic activity was shown by K4 significant (p <0.05) on K1, K2, K3, K5, K6, and K7. This shows that K4 has better immunostimulatory activity than other groups.
PENGUKURAN PARAMETER SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN PATIKALA (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) ASAL KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN Yuri Pratiwi Utami
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 1 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.34 KB) | DOI: 10.20956/mff.v24i1.9831

Abstract

ABSTRAKDaun Patikala (Etlingera elatior (Jack) RM. Smith) diketahui memiliki banyak efek farmakologis sebagai obat tradisional. Bahan baku obat tradisional perlu standarisasi. Standarisasi simplisia dan ekstrak etanol daun patikala dilakukan untuk mengendalikan mutu dan keamanannya sebagai bahan baku obat tradisional. Penetapan standar mutu simplisia dan ekstrak meliputi parameter spesifik dan parameter non spesifik. Pengamatan makroskopik pada simplisia menunjukkan serbuk daun patikala berwarna kehijauan, pertulangan daun menyirip, Daunnya tunggal, lanset, ujung dan pangkal runcing tetapi rata, panjang daun sekitar 20-30 cm dan lebar 5-15 cm. Organoleptik dari ekstrak etanol daun patikala yaitu kental, berwarna hitam kehijauan, berbau khas dan berasa pahit. Fragmen pengenal simplisia daun patikala berupaepidermis bawah, serabut ,epidermis atas dengan stomata tipe anomositik, serabut berkas pembuluh. Ekstrak daun patikala mengandung senyawa alkaloid, steroid, flavonoid dan tanin.Kadar senyawa terlarut dalam air pada simplisia sebesar 12,392% dan pada ekstrak sebesar 23,555%, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 7,078% dan pada ekstrak sebesar 22,260%. Kadar air dalam simplisia dan ekstrak masing-masing ≤ 10%. Kadar abu total dalam simplisia sebesar 14,12% dan dalam ekstrak sebesar 9,06%, kadar abu tidak larut asam dalam simplisia sebesar 7,44% dan dalam ekstrak sebesar 1%. Susut pengeringan pada simplisia sebesar 11,461% dan pada ekstrak sebesar 57,564%. Bobot jenis ekstrak sebesar 1,0087 g/ml. Total cemaran bakteri dan kapang pada ekstrak memenuhi syarat dengan nilai masing-masing sebesar 120koloni/g dan 890 koloni/g..Kata Kunci : Daun Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm), Pengukuran Parameter spesifik dan non spesifik, Simplisia, Ekstrak. 
PKM Pada Masyarakat Kawasan Aditarina Makassar: Jajanan Sehat Maria Ulfa; Reny Syahruni; Suwahyuni Suwahyuni; Michrun Nisa; Tuti Handayani; Wahyu Hendrarti; Lukman Muslimin; Andi Paluseri; Yuri Pratiwi; Nur Khairi
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2829

Abstract

Dedicated to Community in The Aditarina Makassar: Clean and Healthy Living BehaviorThe area of Aditarania Mosque, Manggala District, Makassar City is an area dominated by the lower middle level community with scavenger professions, there are many school-aged children with low levels of parental knowledge and children on clean and healthy snacks. This service activity aims to provide knowledge and information to the people of the Aditarina region on the importance of consuming healthy snacks. Activities are conducted both offline and audaciously with the lecture and discussion methods. The advice material provided includes the characteristics of healthy snacks, all the harmful ingredients that are often added to snacks, and how to choose healthy snacks. The results of service activities provide the community with increased knowledge about healthy, clean, and safe services.Keywords: Aditarania, snacks, hazardous materials.Kawasan mesjid aditarania Kecamatan Manggala Kota Makassar merupakan kawasan yang didominasi oleh masyarakat tingkat ekonomi menengah kebawah dengan profesi pemulun, terdapat banyak anak-anak usia sekolah dengan tingkat pengetahuan orang tua dan anak yang rendah terhadap jajanan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat kawasan Aditarina tentang pentingnya mengkonsumsi jajanan yang sehat. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid gabunganluring maupun daring dengan metode ceramah, dan diskusi. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi cirri-ciri jajanan yang sehat,bahan-bahan berbahaya apasaja yang sering ditambahakan pada jajanan serta cara memilih jajanan yang sehat. Hasil Kegiatan pengabdian telah memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat tentang jajanan yang sehat,bersih dan aman.Kata Kunci : Aditarania,jajanan,bahan berbahaya.
EDUKASI PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL DALAM PENANGANAN PENYAKIT DIABETES MELITUS Asril Asril Burhan; Muh. Azwar AR; Marwati; Yuri Pratiwi Utami; Burhanuddin Taebe; Khairuddin Khairuddin; Hamdayani L. A; Fadillah Maryam; Reny Syahruni; Abd. Halim Umar; Imrawati Imrawati; Wahyuddin; Wahyu Hendrarti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 4: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.031 KB)

Abstract

Penggunaan ramuan obat tradisional sangat penting untuk dipahami pengelolaannya secara rasional. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah pemahaman terkait penggunaan obat tradisional dalam pengobatan penyakit diabetes melitus khususnya di daerah Baraya, Kota Makassar. Dalam pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan cara ceramah secara langsung, diskusi, dan pemutaran video dalam pembuatan teh herbal dari daun sambung nyawa. Dalam pengabdian ini, dipaparkan beberapa tanaman beserta kandungan kimia obat yang berpotensi farmakologis, pemanfaatan tanaman obat, serta bukti ilmiah yang telah diteliti. Antusias masyarakat juga sangat tinggi dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan tanaman di masyarakat. Dalam pemutaran video pembuatan teh herbal juga memberikan penjelasan tentang cara pembuatan simplisia hingga menjadi produk herbal yang siap saji. Hasil dari pengabdian ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan ramuan dari tanaman obat keluarga dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes melitus.
Co-Authors Abd. Halim Umar Abdul Halim Umar Abidin, Hamdayani Lance Abubakar Betan Aditya Yudistira Afni, Fauza Agus Firmansyah Ainun Jariah Ainun Jariah Ainun Jariah Ainun Jariah Ali Djamhuri Andi Paluseri Anto Apriyanto Aprilia Matelda Dwi Kristiyanti Arif Rachman Aripa, Lusyana Asril Asril Burhan Asril Burhan Astri, Andi Astri Sri Nurul Fardila Astuti Amin Aulia Debby Pelu Benedikta Winne Angela Besse Yuliana Bone, Mahfuzun Burhanuddin Taebe Dwi Yanti, Yuniar Erianto, Fatricia Fadel Ahmad Haris Fadhilla Maryam Fadillah Maryam Fadillah Maryam Fajriansyah Fajriansyah Fhahri Mubarak Firdaus Firdaus Fitri Andriani, Fitri Fitriyanti Jumaetri Sami Gemini Alam Hamdayani L. A Hamdayani Lance Abidin Hapiwaty, Saldi Hardianti Hardianti HARDIANTO - Herlina Rante Hilal, Achmad Humang, Rezki Ihsan Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Imrawati Indah Kadullah Indah Meilani AS Indri Indri Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Khairi, Nur Khairuddin Khairuddin L A, Hamdayani Lely Meriaya Sari Lusianawati, Hayu Mahfuzun Bone Mangosa, Grace Pretty Maria Ulfa Marwati Marwati Mar’atun Jannah, Imrawati, Muzakkir Baitz, Massolo, Selpi Michrun Nisa Mono, Mono Muh Azwar AR Muhammad A.Y. Ardi Mus, Suwahyuni Muslimin, Lukman Nasution, Ahmad Faisal Nur Aida Kubangun * Nurhayani Nurhedah, Nurhedah Nurhidaya Nurhidaya Nurjannah Bachri Nurul Ainun Agustin Nurzadrina Wahyuddin Nurzadrina Wahyuddin Pannyiwi, Rahmat Rahmah Mustarin Rahmah Mustarin Rahman, Nur Fausia Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmatia Reny Syahruni Risfah Yulianty Rohana Rohana Rosadika Fatimah Rosdiana Rosdiana S, St. Mujahida Safidni, Elvira Saldi Hapiwaty Saparuddin Latu Sarwati, Dewi Sima, Yenny Sri Wahyuni Suhaera Suminar, Saka Surya, Sara Suwahyuni Mus Suwahyuni Mus Suwahyuni Suwahyuni Tuti Handayani Tuti Handayani Wahyu Hendrarti Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Yulia Yusrini Djabir Yuniar Dwi Yanti Zaenal Zaenal, Zaenal Zahira Amody Zainal, Tuti Handayani Zulfahmidah Zulfahmidah