Claim Missing Document
Check
Articles

KADIANO GHUSE: RITUAL PENGALIHAN HUJAN PADA MASYARAKAT MUNA Raemon; Hasniah; Erni
Journal Idea of History Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/7c810582

Abstract

AbstrakRitual Kadiano Ghuse merupakan praktik ritual masyarakat Muna yang digunakan untuk menahan atau mengalihkan hujan pada pelaksanaan hajatan dan kegiatan sosial di ruang terbuka. Penelitian ini bertujuan mengungkap tahapan pelaksanaan ritual, memaknai simbol-simbol ritual yang digunakan, serta menjelaskan alasan keberlanjutan praktik Kadiano Ghuse dalam kehidupan masyarakat Desa Sidamangura, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui pengamatan terlibat, wawancara mendalam dengan pawang hujan (Bhisa), tokoh masyarakat, dan warga pengguna jasa ritual, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Kadiano Ghuse dilaksanakan melalui tahap persiapan dan tahap pelaksanaan yang melibatkan tindakan simbolik seperti menunjuk awan, pembacaan mantra dan doa, penanaman bahan ritual, serta pemeliharaan pantangan oleh Bhisa. Perlengkapan ritual seperti rokok, cermin, garam, jahe, cabai, tembakau, dan daun karubu-rubu dimaknai sebagai simbol proteksi, penolak hujan, dan media komunikasi kosmologis. Ritual ini berfungsi sebagai mekanisme budaya untuk mengelola ketidakpastian cuaca, menenangkan psikologis masyarakat, serta memperkuat legitimasi sosial pawang hujan. Keberlanjutan Kadiano Ghuse ditopang oleh fungsinya sebagai penjamin simbolik keberhasilan hajatan dan stabilitas sosial masyarakat.Kata kunci: Kadiano Ghuse; ritual pemindahan hujan; masyarakat Muna; simbol ritual; etnografi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU ANTIHIPERTENSI HALAL Erlianti, Karina; Hasniah, Hasniah; Fadillah, Aris; Muliyani, Muliyani; Ramadhani, Juwita; Andryanto, Muhammad Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34716

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius. Masyarakat Desa tempat pelaksanaan kegiatan diketahui memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, namun masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi alternatif, terutama dalam bentuk jamu aman, berkhasiat, dan halal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hardskill yaitu keterampilan dalam pembuatan jamu antihipertensi sesuai prinsip kehalalan. Metode kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan praktik langsung, serta proses evaluasi. Edukasi dan pelatihan diberikan kepada 21 peserta yang merupakan anggota PKK setempat. Evaluasi dilakukan dengan mekanisme pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 2,4 menjadi 9,5 pada posttest. Pelatihan ini menumbuhkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan jamu serta meningkatkan kesadaran pentingnya aspek kehalalan dalam pengolahan produk herbal. Sehingga berkontribusi pada bidang kesehatan dan membuka peluang usaha jamu.Abstract: Hypertension is a leading non-communicable disease in Indonesia and a major risk factor for serious health complications. The target community demonstrated a relatively high prevalence of hypertension yet possessed limited knowledge about the use of herbal plants as alternative therapy, particularly in the form of jamu (traditional herbal medicine) that is safe, effective, and halal. This community engagement program aimed to empower local residents by enhancing both knowledge and practical skills in preparing antihypertensive jamu in accordance with Islamic principles. The program was conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation. A total of 21 participants, all members of the local Family Welfare Movement (PKK), took part in education and training sessions. Evaluation involved pre-test and post-test assessments, complemented by skill observations. The results showed a substantial improvement in knowledge, with mean scores rising from 2.4 to 9.5. Moreover, participants gained practical competencies in jamu preparation and increased awareness of halal considerations in herbal product processing. This initiative contributes to public health promotion while opening opportunities for small-scale jamu entrepreneurship.
PRAKTIK PEMBUATAN SABUN BERBAHAN DASAR ALAMI DI PONDOK PESANTREN Fadillah, Aris; Mardiana, Lia; Hasniah, Hasniah; Ramadhani, Juwita; Su'aida, Nily; Fauzi, Muhammad; Erlianti, Karina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26075

Abstract

Abstrak: Pada perkembangannya, kurikulum pada pesantren harus dapat menyiapkan santri untuk bisa berkiprah dan hidup di masyarakat, salah satunya adalah dengan melakukan wirausaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pembuatan sabun berbasis ekstrak bahan alam, serta membuka peluang wirausaha. Mitra kegiatan adalah 76 santri putri tingkat menengah atas kelas XII. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, dengan kenaikan nilai rata-rata dari 70,5 menjadi 95,61 (peningkatan nilai 25,11%). Evaluasi dengan metode kuis menunjukkan bahwa peserta dapat menerima materi dengan baik.. Kegiatan ini meningkatkan soft skill dan hard skill santri dalam produksi sabun berbahan alami.Abstract: In its development, the curriculum of Islamic boarding schools must be able to prepare the students to take part and live in society, one of which is through entrepreneurship. This program aims to increase student’s knowledge and skills in making natura based soap, and to inspire them on entrepreneurship ideas. Seventy-six high-school students participated. The methods used were lecturing, practical training, and evaluation. The results showed a significant increase in students' knowledge, with an increase in the average score from 70.5 to 95.61 point (increased by 25,11%). Evaluation through quiz method shows that the information was well received by participants. This program improves student’s soft skills and hard skills in the production of natural based soap.
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN OBAT Hasniah, Hasniah; Ash'ari, Fuzi Maulana; Pratama, Rizki Rahmadi; Susanto, Didi; Erlianti, Karina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37088

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan serius di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai dan praktik pembakaran sampah oleh masyarakat menimbulkan masalah lingkungan baru berupa polusi udara, pencemaran lahan, dan gangguan ekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hard skill yaitu keterampilan dalam pemanfaatan sampah plastik, khususnya botol bekas, sebagai media tanam tanaman obat keluarga (TOGA). Metode pelaksanaan mencakup pre-test, edukasi, praktik langsung pembuatan media tanam hidroponik sistem wick menggunakan botol plastik bekas, penanaman TOGA, hingga post-test sebagai evaluasi. Peserta kegiatan adalah 30 ibu rumah tangga anggota PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 52% dari pre-test ke post-test. Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam terbukti sederhana, murah, ramah lingkungan, serta efektif dalam mendukung budidaya TOGA. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan membuka peluang nilai ekonomi.Abstract: Plastic waste is a serious challenge in Indonesia. Non-degradable plastic waste and the practice of burning trash by the community have created new environmental problems such as air pollution, land degradation, and ecosystem disruption. This community service activity aims to empower the community by enhancing hard skills, specifically skills related to education and training on the utilization of plastic waste—particularly used plastic bottles—as planting media for family medicinal plants (TOGA).The method consisted of a pre-test, education sessions, hands-on practice of creating wick system hydroponic planting media using used plastic bottles, TOGA planting, and a post-test as evaluation. The participants were 30 housewives who are members of the PKK. The results showed a significant improvement in community knowledge with an average increase of 52% from pre-test to post-test scores. The use of plastic bottles as planting media proved to be simple, low-cost, eco-friendly, and effective in supporting TOGA cultivation. This program not only contributed to reducing plastic waste but also supported public health and opened opportunities for economic value creation.
Co-Authors Abdul jalil Al-Hasyimi, Said Muhammad Ali Hadara Andryanto, Muhammad Hasan Anggi Saputri, Mutiara Aris Fadillah Ashmarita, - Aziz, Ifran Basri, Asriyani Mulia Devi, Desriati Dewi Marianthi Didi Susanto Didi Susanto, Didi Dini Susanti Dyah Aryani Perwitasari Eko Nursalim, Eko Erens E. Koodoh Erlianti, Karina Erni Fahrezy, Akhmad Irghi Faisal Akhmal Muslikh Fathimi, Fathimi Fauzi Rahman Fauzi Rahman Febriyani, Henda Feteriyani, Rina Fitri Apriliany, Fitri Fuad, Misbahul Fuzi Maulana Ash'ari Hardiana, Hardiana Harjun, Harjun Hasniar Hasniar, Hasniar I Ketut Suardika Igo BD, Abdullah Ikrar, Muh Fathul Ilhamurrahman M Hubaib Jafar Ahiri Jannah, Mursidatul Jumatin Juwita Ramadhani karina erlianti Karina Erlianti Karina Erlianti Karina Erlianti Karina Erlianti Karina Erlianti Khojir Kurnia, Ina La Ode Safiun Arihi Lathifah Hanum, Lathifah Laxmi Lia Mardiana Mardiana, Lia Moh. Anas Muh. Alkautsar Muh. Ilham Muhammad Abdi, Muhammad Muhammad Fauzi Muhammad Juwantho Lewa Muhammad Syukur Muliyani Muliyani Murni Nia Murniati Nadillah, Gita Fannia Nafsiyah, Faizatun Naimah, Roudhatun Nia, Murni Niasti, Ignalia Nurhidayah Nurhidayah Nurwijayanti Oetama, Saiful Putri, Ayu Aprilia Pangestu Qibthiyah, Mariatul Raemon Rahmadi Pratama, Rizki Ramly Ramly Ramly, Ramly Ritawati Ritawati Rizal Rizal Rony, Rony RR. Ella Evrita Hestiandari Sabillah, Bellona Mardhatillah Sahibu Sahibu Sambolayuk , Yasmin Saul Samsinar, Wa Ode Fazri Sasmita, Yenni Septiana, Rahma Rizkiya Septianto, Andre Simeulu, Putro Sitio, Roma Sjamsir, Hasbi Soemarie, Yulistia Budianti Su'aida, Nily Sugeng Sugeng suratman Su’aida, Nily Syahidah, Annisa Syamsuddin, Asniah Tri Zahra Ningsih Wahyu Muh Syata Woro Supadmi Yulistia Budianti Soemarie Zainal