p-Index From 2021 - 2026
7.571
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

An Analysis of Repetition Style in the Qur'an According to Al-Tabari's Commentary Laelani, Lilih; Komarudin, Edi
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.17795

Abstract

Repetition (al-Tikrar) is one of the language styles used in the Qur'an. Currently, many hufadz of the Qur'an start memorizing from surah 30. The problem is that as a Muslim, he must increase his interaction with the Qur'an from reading, memorizing, understanding and practicing it. The purpose of this research is to know and understand the meaning of repetition style in the Qur'an based on the theory of qawa'id at Tafsir by Uthman al Sabt, to identify and know the letters in chapter 30 which contains At Tikrar's rules, to understand the analysis of At Tikrar's rules. Researchers conducted this research through library research with a qualitative descriptive analysis research type. The researcher used the main source of the book Qawa'id at Tafsir, Jam'an wa Dirasatan by Khalid bin 'Utsman Al-Sabt. Secondary sources are the Al-Qur'an Juz 'Amma (juz 30) and the Book of Tafsir Jami' al Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an by Imam Al-Tabari. This study found that the language style of At Tikrar in Al Qur'an Juz 30 is found in 35 of the 37 surahs al mufashalat (short). In almost all surahs there are verses, sentences, or words that are repeated, either in pronunciation or editorial or repetition of meaning, except for two surahs that do not have repetition of meaning or lafazh, namely the 105th Surah Al-Fil and the 108th Surah Al-Kauthar.
MAKNA AMR DALAM AL-QUR’AN SURAH TAHA: TINJAUAN BALAGHAH Maolidya Asri Siwi Fangesty; Edi Komarudin
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna kalimat doa pada surah Taha sertamemaparkan makna amr pada surah Taha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan analisis-deskriptif pada surah Taha serta teknik pengumpulan datamenggunakan library research (studi pustaka). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaamr dalam surah Taha terdapat dalam 32 ayat dengan 43 redaksi amr menggunakansighat fiil amr dan fiil mudhari yang didahului lam amr. 42 amr menggunakan sighat fiilamr dan 1 amr menggunakan sighat fiil mudhari yang didahului lam amr. Surah Tahatermasuk surah Makiyah. Terdapat 7 makna amr dalam surah ini yakni amr hakiki dalam19 ayat, doa dalam 7 ayat, ibahah dalam 2 ayat, iltimas dalam 1 ayat, ta’jiz dalam 2 ayat,tamanni dalam 1 ayat dan irsyad dalam 2 ayat. Jika melihat pada makna tersebut, redaksiamr dalam kalimat doa bukan berarti memerintah Allah. Namun menunjukkanketidakberdayaan manusia sebab memohon pada Allah lewat perantara doa. Karena doadalam redaksi amr berarti permohonan, bukan perintah. Sebanyak 25% dari keseluruhanayat surah Taha menggunakan redaksi amr. Ini menunjukkan pentingnya amr dalamsurah ini, mengingat surah ini banyak menceritakan kisah Nabi Musa dalam dakwahnyaserta ketegaran dan kepatuhannya pada perintah Allah agar menjadi teladan bagimanusia. Selain itu, perintah Allah kepada Nabi Muhammad dalam surah ini juga sebagaipenghiburan baginya saat beliau merasakan tantangan dalam berdakwah, mengingatsurah ini turun saat periode Makkah yang memiliki tantangan dakwah yang besar.
Uslub Tasybih dalam Novel Arsis Karya Ahmed Al-Hamdan: Analisis dan Tujuannya Aryanto, Redi; Rohanda, Rohanda; Komarudin, Edi
Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : STIQ Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.4404

Abstract

This research contains an analysis of tasybih in the novel Arsis by Ahmed Al-hamdan. In this novel, there is a language style with meanings and various redactions that are still vague if not understood with the science of bayan. The purpose of this research is to determine the types and objectives of tasybih based on the bayan science approach. Qualitative description is the method used in this study. This research includes library research-based research  that uses the novel Arsis by Ahmed Al-Hamdan as a data source. And sentences that contain tasybih in the novel as a type of data. Data provision using the technique of watching and recording. The data will be studied, then marked and recorded, and then analyzed with the analysis of the science of bayan. The result of this research is that the novel Arsis by Ahmed Al-Hamdan has tasybih mursal, tasybih mufashshal, tasybih mujmal, and tasybih baligh. Meanwhile, tasybih mu'akkad is not found in the novel. The purpose of tasyb³h contained in the novel only includes taqriru halil musyabbah, baynu halil musyabbah, baynu imknil musyabbah, baynu miqdri hlil musyabbah, and taqb³hul musyabbah. While tazyinul musyabbah is not found in the novel. This research strengthens the theory and description of the understanding of tasyb³h based on the analysis of the novel Arsis by Ahmed Al-Hamdan.
Antara Teks dan Konteks Serta Implementasi Tawabi dan Quyud dalam Al-Qur’an Rahayu, Tami Dewi Puspa; Arif, Muhammad; Komarudin, Edi; Taufiq, Wildan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i2.688

Abstract

Ilmu Nahwu merupakan fondasi utama dalam cabang linguistik bahasa Arab yang mulai berkembang sejak abad pertama Hijriyah. Seiring waktu, ilmu ini mengalami perkembangan pesat, yang terlihat dari banyaknya karya-karya ilmiah yang mengulas berbagai metode dalam nahwu. Selain itu, sejak abad kedua Hijriyah, mulai bermunculan berbagai aliran dengan pendekatan masing-masing, seperti aliran Basrah, Kufah, Bagdad, Andalusia, hingga Mesir yang berkembang sampai abad kelima Hijriyah. Dalam konteks perkembangan keilmuan di era modern, para pakar bahasa Arab telah melakukan berbagai usaha reformulatif dan simplifikasi terhadap struktur bahasa Arab agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik, baik dari wilayah Arab maupun dari luar kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai konsep Tawābi’ dan Quyūd, serta mengidentifikasi metode pembelajaran yang tepat bagi siswa tingkat menengah, termasuk bagaimana penerapannya secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperluas wawasan para pendidik dan peserta didik dalam bidang ilmu nahwu, khususnya pada pembahasan Tawābi’ dan Quyūd, melalui pendekatan pembelajaran yang relevan dan aplikatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan mengkaji berbagai sumber literatur, serta mengaitkannya dengan bentuk implementasi di masyarakat dalam konteks penerapan ilmu nahwu, khususnya terkait topik Quyūd dan Tawābi’
An Analysis of the Interpretation of Verses About Religious Pluralism in the Book of Tafsir Lubab at-Ta'wil fi Ma'ani at-Tanzil, Tafsir An-Nasafi, Tafsir Ruh Al-Ma'ani and Tibyan fi Tafsir Al-Qur'an (Study of Tafsir Muqaran ) Amalia, Ilma; Fitriana Lubis, Mumun; Komarudin, Edi
Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61941/iklila.v7i1.236

Abstract

Differences are inevitable, taking any form imaginable, from who gets to define right and wrong to who makes it to the afterlife. This is a question that sparks crucial discussions among religionists. Tafsir scholars certainly have their own interpretations of verses relating to the afterlife and views of salvation. Religious pluralism is something that is difficult to avoid, because it is impossible to gather various beliefs under one religious banner. However, can this plurality in religion be recognized by all religions or is it only a group of people who claim justification for themselves and their group who will truly gain salvation? Departing from this background, the author presents several discussions that will be discussed in this article, namely: the meaning of religious pluralism, verses from the Qur'an about religious pluralism, biographies of commentators, interpretation of pluralism verses according to tafsir books, as well as comparative writers of tafsir and the interpretation of the pluralism verses that they wrote in their tafsir. The purpose of this article is to reveal a comparison of the interpretation of pluralism verses and to compare the biographies of the authors in terms of their interpretation methodology. The method used by the author in this article is a qualitative method with a narrative study approach which focuses on the biography or background of each interpreter and their views on pluralism verses which are being widely studied at this time.
Proposisi dalam Rubrik “Akhbār Indūnīsyā” pada Situs al-jazeera.net Edisi Februari 2025 (Studi Tata Bahasa Kasus): Proposisi dalam “Akhbār Indūnīsyā” Rubrik al-jazeera.net Edisi Februari 2025 (Studi Tata Bahasa Kasus) Kusuma, Dwiki; Komarudin, Edi; Dayudin, Dayudin
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 4 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v4i1.2687

Abstract

Background: Arabic news texts have many complex sentences, and the identity of the agent or subject of the sentence is frequently withheld. In addition, the study of case grammar on Arabic news is still relatively minimal and rarely discussed by many people. Purpose: This study aims to identify and describe deeply the propositional case and the classification of verbs as propositional elements in the news text in the rubric “Akhbār Indūnīsyā”. Method: This research uses analytic descriptive method with a case grammar approach. The data source in this research is the rubric “Akhbār Indūnīsyā” on al-jazeera.net website. The techniques used in this research are reading, note taking, purposive sampling, and PUP (pilah unsur penentu) techniques. Results and Discussion: The results show that there are 10 data about propositions contained in the rubric “Akhbār Indūnīsyā” with various propositional cases and verbs classification. Conclusions and Implications: Based on this research results, it was found: (1) 10 propositional cases, namely agentive cases, experiencer cases, instrumental cases, benefactive cases, objective cases, locative cases, source cases, goal cases, time cases, and comitative cases; and (2) 3 verbs classifications, namely state verbs, process verbs, and action verbs. The findings of this research strengthen the relevance of case grammar theory in analyzing the logical structure (semantic structure) of complex sentences. The application of propositional case roles such as agentive, experiencer, benefactive, objective, and location in nouns and case frames in verbs proved effective in revealing meaning relationships in Arabic news texts. This indicates that case grammar theory has cross-linguistic flexibility and can be applied to Semitic languages including Arabic. Understanding the semantic roles in sentences can help Arabic learners interpret texts more critically, especially in journalistic literature that are rich in information construction. In addition, language practitioners such as translators, journalists, and teachers can utilize this approach to deepen their understanding of implicit meanings in news texts. In addition, this research offers room for more extensive further research, such as the application of case grammar theory to non-news texts such as literary texts, religious texts, or academic texts in Arabic.
Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Lagu Hobbo Ganna, Water Elhassas Dan Kalam Eineh ( Kajian Stilistika ) Habibah; Komarudin, R. Edi; Rohanda
Shaut al Arabiyyah Vol 13 No 1 (2025): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v13i1.57743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dalam lagu Hobbo Ganna, Water Elhassas, dan Kalam Eineh yang dipopulerkan oleh Sherine Abdul Wahab. Fokus utama penelitian ini mencakup simile, metafora, personifikasi, dan depersonifikasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbasis library research (penelitian kepustakaan). Sifat penelitian ini mengembangkan teori yang sudah ada. Dari hasil penelitian ditemukan penggunaan gaya bahasa perbandingan: gaya bahasa perbandingan simile ditemukan satu lirik lagu, gaya bahasa perbandingan metafora ditemukan tujuh lirik lagu, gaya bahasa perbandingan personifikasi ditemukan sembilan lirik lagu, dan gaya bahasa perbandingan depersonifikasi ditemukan tiga lirik lagu. Dengan begitu, yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu gaya bahasa perbandingan personifikasi. Secara keseluruhan, tiga lagu yang dipopulerkan Sherine Abdul Wahab menyampaikan amanat bahwa cinta sejati melibatkan pengorbanan dan kekaguman yang tulus terhadap pasangan
Integrasi Nilai Lokal Dalam Pendidikan Islam: Tinjauan Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Wahyuni, Neneng Sri; Alijaya, Adudin; Komarudin, Edi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1547

Abstract

Education plays a strategic role in shaping national character. In Indonesia’s culturally rich context, an educational approach based on local wisdom is essential to preserve traditional values. This article aims to explain the concept of local wisdom-based education, examine its relevance from the perspective of the Qur’an and Hadith, and explore its application in Islamic education. Employing a qualitative content analysis of relevant literature, this study reveals that integrating local values—when not in conflict with Islamic principles—can strengthen cultural identity and foster noble character in students. The theoretical contribution of this study lies in reinforcing a contextual Islamic education paradigm through the synergy between local culture and Islamic values. Key implementation aspects include curriculum integration, contextual learning methods, and the role of religious institutions.ABSTRAKPendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, pendekatan pendidikan berbasis kearifan lokal menjadi penting sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai tradisional. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan berbasis kearifan lokal, menelaah relevansinya dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis, serta mengeksplorasi implementasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (qualitative content analysis) terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai lokal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dapat memperkuat identitas budaya sekaligus membentuk akhlak mulia peserta didik. Kontribusi teoritis kajian ini terletak pada penguatan paradigma pendidikan Islam yang kontekstual melalui sinergi budaya lokal dan nilai-nilai keislaman. Integrasi nilai lokal dalam kurikulum, metode pembelajaran, serta peran lembaga keagamaan menjadi kunci dalam implementasinya.
Estetika Makna dalam Komunikasi Al-Qur’an: Studi Stilistika atas Muhassinat Ma‘nawiyyah dalam Ayat-Ayat Sosial Fitriansyah, Muhammad Bayu; Imam, Jahira Salsabila Nurul; Komarudin, Edi; Taufiq, Wildan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.742

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran keindahan makna (muhassināt ma‘nawiyyah) dalam ayat-ayat sosial Al-Qur’an sebagai strategi komunikasi yang etis, persuasif, dan berdampak transformatif. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang menyoroti dimensi makna estetis dalam ilmu balāghah, yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek bentuk atau gaya bahasa semata. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan metode studi teks, penelitian ini menganalisis empat ayat sosial, yaitu QS. Al-Muṭaffifīn: 1–3, Al-Ḥujurāt: 11, An-Nisā’: 36, dan Al-Baqarah: 177. Data diperoleh melalui dokumentasi teks Al-Qur’an serta penafsiran dari ulama klasik dan kontemporer, seperti al-Ṭabarī, al-Rāzī, Quraish Shihab, dan Nasr Abu Zayd. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur-unsur retoris seperti muṭābaqah, jinās, dan taḥbīb tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat penyampaian pesan moral dengan efek emosional yang kuat dan resistensi yang rendah dari audiens. Temuan ini memperluas pemahaman stilistika dalam tafsir Al-Qur’an dan menawarkan model komunikasi dakwah yang lebih humanis serta relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Penelitian ini juga merekomendasikan pentingnya revitalisasi pembelajaran ilmu balāghah dan pengembangan pendekatan tafsir berbasis fungsi retoris di lembaga-lembaga pendidikan Islam.
FRASA NOMINA DALAM BAHASA INDONESIA DAN TARKIB ISMI DALAM BAHASA ARAB (KAJIAN KONTRASTIF) Salsabila, Syifa Satia; Komarudin, Edi; Dayudin, Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 1 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.13519

Abstract

Peneltian ini berjudul “Analisis Kontrastif Kajian Frase Nominal dalam Bahasia Indonesia dan Tarkib Ismi dalam Bahasa Arab”. Dengan tujuan untuk menemukan perbedaan dan persamaan pada FN dalam bahasa Indonesia (BI) dan tarkib Ismi dalam Bahasa Arab (BA). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kontrastif dengan pendekatan linguistik. Data dalam penelitian ini diambil dari dua jenis sumber data yaitu (1) sumber data primer diantaranya kitab Tijan Addarari, durusul fiqih, cerpen daulatul ‘ashafir beserta ketiga tarjamahnya, (2) sumber data sekunder yaitu jumlatul ‘arabiyah, Jami’ud Durus, TBBI dan Linguistik Umum. Dan untuk tehnik pengumpulan data penelitian ini adalah tehnik studi kepustakaan dengan jenis data, data purposive. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Persamaan antara FN BI dan tarkib ismi terdapat pada Unsur pusatnya, dan perbedaanya terdapat pada setiap jenisnya. (a) Tidak semua tarkib idhafi termasuk kedalam kategori frasa yaitu jika mudhafnya mengandung makna predikatif, sedangkan frasa nomina pewatas nomina semuanya masuk kedalam kategori frasa.(b) frasa nomina penentu numeralia tidak memiliki aturan gender sedangkan tarkib ‘adadi memiliki aturan gender dan dibagi kedalam dua kategori yaitu tarkib idhafi dan tarkib tamyiz.(c) Frasa nomina dengan atribut ketakrifan, semua tanda ketakrifan masuk kedalam kategori frase, sedangkan tanda ketakrifan dalam BA yang masuk kedalam kategori frasa hanya dua yaitu, idhafat dan isyarah. (d) Tarkib ismi na’ti mempunyai syarat tertentu antara unsur pusat dan atribut, yaitu gender, jumlah dan umum-khusus, sedangkan dalam frasa nomina pewatas adjektiv tidak ada syarat pembentuk apapun. Terakhir (e) Tarkib ismi mempunyai tarkib tamyiz sedangkan FN BI tidak, namun setelah diteliti padanan dari tarkib ismi tamyizi dalam BI ada pada kategori FN dengan pewatas numeralia dan FN dengan pewatas nomina. Dan juga, Pada tataran jenis FN BI memiliki pewatas penggolong sedangkan tarkib ismi tidak. Untuk perbedaan secara keseluruhan FN dengan tarkib ismi adalah syarat pembentuknya, baik dalam jumlah, gender ataupun jenis.
Co-Authors adhia nugraha Adudin Alijaya Ahmad Aqiel Azkiya’ Ahmad Asep Fathurrohman Ahmad, Nurwadjah Akhmad Sobarna Ali Lutpiana Allisya Rizky Islami Ananda Rizky Maulana Apriani, Laelati Dwina Aryanto, Redi Asep Ahmad Fathurrohman Asep Ahmad Fathurrohman Asep Supianudin Baehaqi Dayudin, Dayudin Dedi Junaedi Dedi Supriadi Dedi Supriadi Deuis Sugaryamah, Deuis Dyan Fachri Maulana Fangesty, Maolidya Asri Siwi Fatimah, Nisa Fitri Meliani Fitriana Lubis, Mumun Fitriansyah, Muhammad Bayu Habibah Haekal Maulana Zaki Haris Khoirurrijal Hidayah, Asep Taopik Ice Sariyati Ihin Solihin Ilma Amalia Ilma Amalia, Ilma Imam, Jahira Salsabila Nurul Jahira Salsabila Nurul Imam Jajang A Rohmana Kafiyah, Fitroh Ni'matul Kafiyah, Fitroh Ni’matul Khomisah Khomisah Kodir, Abdul - Kusuma, Dwiki Laelani, Lilih Lu'lu Abdullah Afifi Malikussaleh, Malikussaleh Maolidya Asri Siwi Fangesty Maulana, Aldi Rifki Mawardi Mohammad Irfan Farraz Haecal Mohammad, Ridho Rosyid Muh. Asriadi AM Muhamad Hamdan Tauviqillaah Muhamad Hamdan Tauviqillaah Muhamad Khabib Imdad Muhamad Yoga Firdaus Muhamamd Nurhasan Muhammad Abdul Aziz Muhammad Arif Muhammad Bayu Fitriansyah Muhammad Hasan Ali Muhammad Nur Hidayat Muhammad Nurhasan Muhammad Rijal Maulana Muhammad Yahya Muhammad Yahya Munawar, Zacky Yudin Nida Husna Abdul Malik Nisa Fatimah Noviana Yusanti Nurdin, Aldi Nurhayat, Tasya Putri Nursidik, Ihsan Purwa, Dyas Rahayu, Tami Dewi Puspa Ramadhan Syaeful Bahri Revky Oktavian Sakti Riyani, Irma Rizal, Rony Muhammad Rizki Maulana Putra Rohanda Rohanda Safrudin, Ramadhan Salsabila, Syifa Satia SAPTANADI YUDISTIRA Sholikul Hadi Siti Nurhaliza Sudjatnika, Tenny Suryana Alfathah Syam, Ishmatul Karimah Syawaluddin, Fauzan Akbar Syifa Nur Afiffah Syifa Satia Salsabila Tarek Yalouli Taufik, Wildan Taufiq, Wildan Wahyuni, Neneng Sri Wildan Taufik Wildan Taufik Wildan Taufiq Yadi Mardiansyah Zacky Yudin Munawar Zulaiha, Eni