Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kalam Khabari pada Surah Al-‘Ashr Hidayah, Asep Taopik; Komarudin, Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.27104

Abstract

Al-Qur’an adalah kalamullah yang di dalamnya terdapat unsur kalam khabari yang merupakan  bagian dari ilmu ma’ani salah satu bagian dalam disiplin ilmu balaghah.  Objek bahasan kalam khabari terfokus pada makna lafazh yang muthobaqah dengan muqtadhol-halnya atau sesuai faktual dan mengandung kemungkinan kalam tersebut benar atau sebaliknya. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan kalam khabari dari berbagai aspeknya mulai dari definisi hingga analisis kalam khabari pada surah Al-‘Ashr dengan pendekatan metodologi kualitatif melalui library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara definisi kalam khabari adalah kalam yang validitas kebenaran dan kesalahannya ditentukan oleh kondisi faktualnya. Memiliki tujuan utama sebagai faidah khabar dan lazimul faidah dan beberapa tujuan turunannya. Uslub kalam khabari berdasarkan mukhatabnya terdiri dari kalam khabari ibtida’I, thalabi dan inkari. Hasil analisis kalam khabari terhadap surah Al-‘Ashr ditemukan bahwa seluruh uslub kalam khabari terdapat dalam surah Al-‘Ashr. Hal ini menjadikan bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kalam yang memiliki nilai bahasa yang kuat dan fasih dalam menyampaikan pesan kepada para pembacanya.
Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Pada Abad Pertengahan Nurhayat, Tasya Putri; Komarudin, Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i2.30381

Abstract

Tafsir Al-Qur’an selalu berkembang dan ia adalah anak zamanyya. Namun orientalis mengatakan bahwa lahirnya tafsir dengan metode baru bukanlah perkembangan, melainkan adalah peperangan dan permusuhan atas tafsir sebelumnya. Akan tetapi, menurut intelektual muslim perbedaan dengan keunikannya masing-masing adalah tanda dari perkembangan tafsir itu sendiri. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai bagaimana hakikat perkembangan tafsir, khususnya perkembangan pada periode pertengahan. Karena pada periode tersebut telah terjadi pergeseran epistemologi yang sangat mendasar. Pedekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka dalam pengumpulan datanya. Adapun dari penelitian ini didapatkan beberapa hasil diantaranya: Pertama, periode pertengahan terjadi pada abad ke 9 sampai abad ke 19 M dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat dan maraknya forum diskusi sehingga memunculkan sikap fanatisme. Selain itu, juga terjadi perluasan wilayah sehingga banyak orang non Islam dan non Arab yang masuk kedalam agama Islam. Kedua, kemajuan abad pertengahan berimplikasi pada perkembangan tafsir Al-Qur’an sehingga memunculkan corak-corak tafsir yaitu corak bahasa, filsafat, teologi, ilmiah, fiqih, dan tasawuf. Ketiga, corak-corak tafsir tersebut memiliki karakteristik dan ciri masing-masing sebagai bukti nyata implikasi abad pertengahan.
Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer Fangesty, Maolidya Asri Siwi; Ahmad, Nurwadjah; Komarudin, R. Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i1.34048

Abstract

Tafsir modern-kontemporer memberikan angin segar bagi khazanah keilmuan tafsir Al-Qur’an. Ia berusaha untuk menyingkap makna Al-Qur’an dengan cara mengembalikan fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia dengan cara menerapkan prinsip al-ihtida bil qur’an, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup serta menjaga relevansi penafsiran dengan realitas kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan sejarah munculnya tafsir modern-kontemporer, model dan karakteristik tafsir modern-kontemporer serta kitab-kitab tafsir modern-kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research (studi kepustakaan). Tafsir modern-kontemporer lahir pada abad 19 M akhir sampai dengan 21 M diawali oleh pemikiran Muhammad Abduh yang gencar menyebarkan paham pembaharuan atau tajdid. Ia juga melihat tafsir-tafsir di masa sebelumnya yang cenderung bertele-tele dan melupakan tujuan utama Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, terutama mengkritik tafsir yang bercorak lughawi sehingga lahirlah corak adabi ijtima’i. Corak lain yang ada pada masa ini adalah ilmi’, ilhadi dan feminisme. Sedangkan kitab-kitab tafsirnya adalah tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Raidha, Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub dan Al-Misbah karya Quraish Shihab. Tafsir ini menggunakan sumber penafsiran bil ma’tsur dan bil ra’yi dan metode yang digunakan adalah maudhui, tahlili dan kontekstual. Diantara karakteristiknya adalah memadukan teori kekinian atau kontekstaulitas dengan kaidah teori Al-Qur’an, menyingkap dengan lugas aspek keindahan bahasa Al-Qur’an dengan singkat dan kembali memfungsikan Al-Qur’an sebagai petunjuk. 
Abu Thanâ' Shihâbuddîn Al-Alûsî's Interpretation of the Self-Harm (Ẓālim Li Nafsih) Verses Amalia, Ilma; Komarudin, Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2025): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v4i1.43832

Abstract

This study explores Abu Thanâ' Shihâbuddîn Al-Alûsî's interpretation of Qur'anic verses addressing self-harm (ẓālim li nafsih) and its relevance to the modern phenomenon of self-inflicted harm. Using a qualitative, descriptive-analytical method, the research examines Al-Alûsî's tafsir in Rūh al-Ma'ānī, particularly regarding verses such as Qs. Al-Baqarah: 195, Qs. Ali-Imran: 117, and others. Al-Alûsî interprets ẓālim li nafsih as actions violating divine commands, encompassing spiritual, moral, and physical dimensions. He emphasizes that such acts result in self-inflicted harm both in this world and the hereafter. The research draws parallels between ẓālim li nafsih and self-harm, illustrating how the latter reflects a crisis of spirituality and morality. Al-Alûsî highlights the importance of repentance, spiritual reflection, and maintaining a strong relationship with Allah SWT to heal spiritual wounds caused by self-harm. His interpretation underscores the Qur'an's guidance for addressing internal struggles through a holistic approach combining spiritual, social, and moral support. The study concludes that Al-Alûsî's insights provide a meaningful framework for understanding and addressing self-harm within an Islamic context, offering hope and a path to redemption for individuals affected by this issue.
An Analysis of Repetition Style in the Qur'an According to Al-Tabari's Commentary Laelani, Lilih; Komarudin, Edi
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.17795

Abstract

Repetition (al-Tikrar) is one of the language styles used in the Qur'an. Currently, many hufadz of the Qur'an start memorizing from surah 30. The problem is that as a Muslim, he must increase his interaction with the Qur'an from reading, memorizing, understanding and practicing it. The purpose of this research is to know and understand the meaning of repetition style in the Qur'an based on the theory of qawa'id at Tafsir by Uthman al Sabt, to identify and know the letters in chapter 30 which contains At Tikrar's rules, to understand the analysis of At Tikrar's rules. Researchers conducted this research through library research with a qualitative descriptive analysis research type. The researcher used the main source of the book Qawa'id at Tafsir, Jam'an wa Dirasatan by Khalid bin 'Utsman Al-Sabt. Secondary sources are the Al-Qur'an Juz 'Amma (juz 30) and the Book of Tafsir Jami' al Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an by Imam Al-Tabari. This study found that the language style of At Tikrar in Al Qur'an Juz 30 is found in 35 of the 37 surahs al mufashalat (short). In almost all surahs there are verses, sentences, or words that are repeated, either in pronunciation or editorial or repetition of meaning, except for two surahs that do not have repetition of meaning or lafazh, namely the 105th Surah Al-Fil and the 108th Surah Al-Kauthar.
Social Aspects in the Drama Bait Al Asybach (Ian Watt's Sociological Study of Literature) Syawaluddin, Fauzan Akbar; Komarudin, Edi; Mawardi, Mawardi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.43381

Abstract

The objective of this study is to reveal the social critique embedded in the drama Bait Al Asybach, focusing on the shifts in moral and spiritual values within society. This drama portrays how cemeteries, which should be sacred and peaceful places, have been neglected by humans who prioritize personal and materialistic interests. The study aims to analyze this phenomenon through a sociological literary approach, specifically Ian Watt's theory. The research employs a qualitative approach utilizing sociological literary theory to analyze the social aspects reflected in the drama Bait Al Asybach. The findings show that Bait Al Asybach critiques materialism, hedonism, and human indifference toward noble values, as illustrated by immoral behaviors occurring in cemeteries. The drama serves as a medium to reflect on social conditions and invites the audience to reconsider the values they uphold in daily life, emphasizing the importance of preserving spiritual values in society.Keywords: Bait Al Asybach; Ian Watt; Sociological Literature
Proclaiming the Qur'an and its Translation in Mosques: Phenomenological and Ethnomethodological Approaches Yahya, Muhammad; Komarudin, Edi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34217

Abstract

The recitation of the Qur'an has become a ubiquitous practice in mosques and Islamic boarding schools, fostering a profound acculturation between Arab culture and local culture. This phenomenon is particularly evident in institutions such as the Ponpes Ulul Albab Mosque, where the ritualistic recitation of the Qur'an serves as a cornerstone of religious and cultural identity. This research employs a phenomenological and ethnomethodological approach to evaluate the effectiveness and societal responses to this activity. By examining the lived experiences and social interactions surrounding Qur'anic recitation, this study aims to elucidate the complex dynamics involved in the cultural transmission of Islamic practices. The findings of this research indicate a positive acceptance from the community, with significant affective, cognitive, and conative impacts. The affective dimension reveals a profound emotional resonance among participants, as the recitation of the Qur'an evokes feelings of spiritual connection and communal solidarity. The cognitive dimension highlights the intellectual engagement and understanding that arises from the meticulous study and recitation of the sacred text. Furthermore, the conative dimension underscores the motivational and behavioral changes observed among participants, as they strive to perfect their recitation skills and integrate these practices into their daily lives. This study contributes significantly to the understanding of modern religious practices and cultural interactions in the context of Qur'anic recitation in mosques.
Evaluasi Program Latihan Tim Pelatcab Selam Finswimming Kota Cimahi Pada Porprov Jawa Barat Tahun 2022 Purwa, Dyas; Rizal, Rony Muhammad; Komarudin, Edi; Sobarna, Akhmad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12644108

Abstract

penelitian bertujuan ini adalah untuk mengetahui program latihan tim Pelatcab Selam Finswimming Kota Cimahi pada PORPROV Jawa barat tahun 2022 dimana kegunaanya sebagai masukan untuk Pengcab POSSI Kota Cimahi dan KONI Kota Cimahi untuk Porprov berikutnya. Adapun Metode penelitian ini yang digunakan model CIPP, yaitu melakukan evaluasi pada dimensi konteks, input, proses, dan produk. Sub pokok pada dimensi kontek meliputi tiga hal, yaitu: 1) tujuan, 2) landasan hukum, 3) analisis kebutuhan. Pada dimensi input meliputi lima hal, yaitu: 1) ketersediaan rencana program, 2) ketersediaan sumber daya manusi, 3) dukungan organisasi penyelenggara, 4) ketersediaan sarana dan prasarana, 5) ketersediaan dana. Dimensi proses meliputi dua hal, yaitu: 1) pelaksanaan program, 2) pengawasan program. Dimensi produk meliputi satu hal, yaitu pencapaian prestasi. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan dimensi konteks: terdapat keseuaian program latihan dengan visi misi, terdapat landasasan hukum program yang kuat, terdapat kesesuaian kebutuhan dan latar belakang program latihan. Dimensi input: terdapat perencanaan dan ketersediaan program latihan, sumber daya manusia yang mendukung, adanya dukungan organisasi penyelenggara, ketersediaannya sarana dan prasarana yang memadai, dana yang sangat cukup. Dimensi Produk: pencapaian 75% Atlet mendapatkan mendali pada PORPROV tahun 2022 dengan raihan mendali 1 Emas, 4 Perak, dan 7 Perunggu
Analisis Thibaq dalam Surah al-Ahzab Nurdin, Aldi; Komarudin, Edi; Taufik, Wildan
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 4 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.38661

Abstract

This research aims to reveal and analyze the phenomenon of Thibaq contained in Surah al-Ahzab and to decipher the meaning of the verses contained in Thibaq. This research is a type of qualitative research with data collection techniques based on literature study. The research results show that there are two types of Thibaq in surah al-Ahzab, namely Thibaq ijab and Thibaq salb, where Thibaq ijab is found in 7 verses while Thibaq salb is found in 1 verse. In surah al-Ahzab there are 8 verses that contain Thibaq elements.
Kinship Care dalam Keluarga ‘Imran: Kajian Hermeneutika Wilhelm Dilthey pada Surat Ali ‘Imran Ayat 37 dan 44 Kafiyah, Fitroh Ni’matul; Komarudin, Edi; Riyani, Irma
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 4 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.38662

Abstract

Kinship Care is a form of childcare by close relatives such as grandparents, aunts, uncles, or siblings when biological parents cannot fulfill their parenting responsibilities. In Indonesia, Kinship Care often arises in the context of poverty, migration, parental death, or the inability of parents to care for their children for various reasons, including death, illness, or legal issues. This research is a desk study using Wilhelm Dilthey's hermeneutic analysis method to explore three aspects, namely Erlebnis (experience), Ausdruck (expression), and Verstehen (understanding), in Surah Ali 'Imran verses 37 and 44. The results of this study conclude that in the Kinship Care pattern, Zakariya has four patterns in caring for Maryam, security and support, space for children, financial security, dialogue and appreciation for children. Then, suggestions for further research related to Kinship Care studies to explore broader patterns using different hermeneutical theories and different figures in the Qur'an can also be taken in relevance to different contexts so that they can reach ideal patterns for Kinship Care studies.
Co-Authors adhia nugraha Ahmad Aqiel Azkiya’ Ahmad, Nurwadjah Akhmad Sobarna Alijaya, Adudin AM , Muh. Asriadi Ananda Rizky Maulana Apriani, Laelati Dwina Aryanto, Redi Asep Ahmad Fathurrohman Azmi, Pendi Nurul Baehaqi Dayudin, Dayudin Dedi Junaedi Dedi Supriadi Dedi Supriadi Deuis Sugaryamah, Deuis Dyan Fachri Maulana Fangesty, Maolidya Asri Siwi Fathurrohman, Asep Ahmad Fatimah, Nisa Fauzi, Muhamad Faiz Al Fillaili, Fikri Fitri Meliani, Fitri Fitriana Lubis, Mumun Fitriansyah, Muhammad Bayu Fuad Salim Habibah Hidayah, Asep Taopik Ice Sariyati Ihin Solihin Ilma Amalia Ilma Amalia, Ilma Imam, Jahira Salsabila Nurul Irfan Nurzaman Irpani, Ropik Jajang A Rohmana Kafiyah, Fitroh Ni’matul Kafiyah, Fitroh Ni’matul Kodir, Abdul Kodir, Abdul - Kusuma, Dwiki Laelani, Lilih Lu'lu Abdullah Afifi Maolidya Asri Siwi Fangesty Mardiansyah, Yadi Mohammad Irfan Farraz Haecal Muhamad Hamdan Tauviqillaah Muhamad Khabib Imdad Muhamad Yoga Firdaus Muhamamd Nurhasan Muhammad Abdul Aziz Muhammad Arif Muhammad Bayu Fitriansyah Muhammad Hasan Ali Muhammad Nur Hidayat Muhammad Nurhasan Muhammad Rijal Maulana Muhammad Yahya Muhammad Yahya Munawar, Zacky Yudin Nida Husna Abdul Malik Nisa Fatimah Nur Afiffah, Syifa Nurdin, Aldi Nurhayat, Tasya Putri Nursidik, Ihsan Purwa, Dyas Rahayu, Tami Dewi Puspa Ramadhan Syaeful Bahri Revky Oktavian Sakti Riyani, Irma Rizal, Rony Muhammad Rizki Maulana Putra Rohanda Rohanda Rohanda Rohanda Salsabila, Syifa Satia Sholikul Hadi Siti Nurhaliza Sudjatnika, Tenny Suryana Alfathah Syam, Ishmatul Karimah Syawaluddin, Fauzan Akbar Syifa Satia Salsabila Taufik, Wildan Taufiq, Wildan Wahyuni, Neneng Sri Wildan Taufik Yusanti, Noviana Zikro Elok Al Faein Zulaiha, Eni