p-Index From 2021 - 2026
7.844
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Shaut Al-'Arabiyah JIA (Jurnal Ilmu Agama) ELS Journal On Interdisciplinary Studies in Humanities Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir @is The Best [Accounting Information System & Information Technology Business Enterprise] Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Studi Agama Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Jurnal Iman dan Spiritualitas Definisi: Journal of Religion and Social Humanities Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin ELOQUENCE: Journal of Foreign Language JUQUTS Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Iklila: Jurnal Studi Islam dan Sosial Dzil Majaz Jurnal Studi Islam dan Sosial Senarai: Journal of Islamic Heritage and Civilization Mufham Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ)
Claim Missing Document
Check
Articles

Konstruksi Makna Melalui Majāz Mursal dalam Al-Qur’an: Analisis Kritis Retorika Ilahi pada QS. Al-‘Ankabut Ayat 41 Ahmad Aqiel Azkiya’; Rizki Maulana Putra; Muhammad Bayu Fitriansyah; Muhamad Khabib Imdad; Edi Komarudin
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the use of majāz mursal in QS. al-‘Ankabūt [29]: 41 as a rhetorical strategy in the construction of Qur’anic meaning. The verse presents a parable comparing those who associate partners with Allah to a spider building its house, where the spider’s web symbolically represents a fragile and unreliable system of dependence. Employing a qualitative-descriptive approach with rhetorical and semantic analysis, this research explores the form of majāz  mursal maḥalliyyah in the verse's linguistic structure and the symbolic function of the spider’s house in conveying theological critique of polytheism. The primary data, drawn from the Qur’anic text, is analyzed using classical balaghah theory and contemporary Qur’anic rhetorical frameworks. The findings reveal that majāz  mursal in this verse not only enhances linguistic aesthetics but also serves as a central instrument in communicating implicit existential and spiritual messages. The metaphor of the spider’s house effectively evokes the reader’s awareness of the frailty of all forms of reliance other than on Allah. This study affirms that figurative language in the Qur’an operates as a powerful vehicle of divine communication rather than merely a literary embellishment.
Dialektika Tafsir Surah Al-Insyirah: Studi Komparatif Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya’rawi, dan Tafsir Al-Wasith Fitri Meliani; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi komparatif ini mengeksplorasi interpretasi leksikal mikro Surah Al-Insyirah dalam tiga tafsir Al-Qur'an modern: Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya'rawi, dan Tafsir Al-Wasith karya Sayyid Thantawi. Meskipun ketiga penafsir ini memiliki visi yang sama yang menekankan relevansi sosial Al-Qur'an, mereka berbeda dalam pendekatan linguistik, spiritual, dan metodologis mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan kerangka analitis komparatif, penelitian ini menyelidiki makna leksikal kunci, dan dimensi sosio-spiritual yang tertanam dalam Surah tersebut. Temuan menunjukkan bahwa Al-Maraghi menafsirkan Surah Al-Insyirah melalui lensa leksikal-linguistik yang bercirikan adab ijtima'i; Asy-Sya'rawi mengadopsi gaya retorika-sufistik yang berfokus pada pengalaman spiritual; sedangkan Thantawi menyajikan tafsir yang sistematis, komunikatif, dan moderat yang sesuai dengan audiens kontemporer. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan mikro-leksikal Surah Al-Insyirah, yang menyoroti variasi interpretasi leksikal di antara ketiga penafsir dan implikasinya terhadap hermeneutika sosial dan spiritual modern. Nilai tambah akademisnya terletak pada pengenalan pendekatan mikro-leksikal sebagai kerangka kerja inovatif untuk studi perbandingan Al-Qur'an, menawarkan model yang dapat diterapkan pada surah lain atau istilah kunci untuk memajukan penafsiran tematik-kritis dalam kajian kontemporer.
KALAM KHABARI DALAM DIALOG NOVEL YUSUF ZULAIKHA KARYA ABDURRAHMAN NURUDDIN AL-JAMI (KAJIAN ILMU MA’ANI) Zacky Yudin Munawar; R. Edi Komarudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.12825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kalam khabari dan tujuan-tujuannya yang terdapat dalam dialog Novel Yusuf wa Zulaikha karya Nuruddin Abdurrahman Al-Jami. Dalam penelitian ini menggunakan metode desktriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat dalam dialog Yusuf wa Zulaikha yang kemudian disimpulkan, sedangkan kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ilmu Ma’ani. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan: (1) jenis-jenis kalam khabari terdapat dalam delapan puluh enam kalimat, yaitu ibtidai sebanyak tiga puluh tiga kalimat, ṭalabi sebanyak dua puluh delapan dan inkari sebanyak dua puluh lima kalimat, (2) tujuan-tujuan kalam khabari terdapat dalam delapan puluh enam kalimat, yaitu fāidatul khabar dua puluh tujuh kalimat, lāzimul fāidah tujuh kalimat, Al-Istirḥām sebelas satu kalimat, Iẓharuḍ Ḍu’fi tujuh kalimat, Al-Fakhr lima kalimat, Al-Hithu ‘Ala Ta’alum satu kalimat, At-Taqbih satu kalimat, Al-Madhu sembilan kalimat, At-Tahdid dua kalimat, Al-Isti’ṭaf tiga kalimat, An-Naṣihah satu kalimat, Iẓharut-Tahassur sepuluh kalimat dan Al-Ḥija’ dua kalimat.
REPETISI DALAM PUISI AL-QASIDATU AL-MUTAWAHHISHAH DAN QITTATI ASH-SHAMIYYAH KARYA NIZAR QABBANI: KAJIAN STILISTIKA التكرار في شعر القصيدة المتوحشة والقطاطي الشامية لنزار قباني: دراسة أسلوبية Allisya Rizky Islami; Komarudin, Edi; Mawardi, Mawardi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51737

Abstract

This study examines the use of repetition as a stylistic device in Al-Qaṣīdatu al-Mutawaḥḥishah and Qiṭṭatī ash-Shāmiyyah by Nizar Qabbani through a stylistic approach. The objectives of this study are to identify the types of repetition employed in the poems and to explain their stylistic functions. This research uses a qualitative descriptive method with observation and note-taking techniques. The data consist of words, phrases, and sentences containing repetition in both poems. The analysis is based on Gorys Keraf's theory of repetition, which includes anaphora, epistrophe, mesodiplosis, symploce, epizeuxis, tautotes, epanalepsis, and anadiplosis. The findings reveal five types of repetition: 13 instances of anaphora, 3 instances of epizeuxis, 7 instances of mesodiplosis, 4 instances of epistrophe, and 2 instances of symploce. The repetition found in both poems functions to emphasize meaning, strengthen emotional expression, build the lyrical persona’s inner atmosphere, create poetic rhythm, and enhance aesthetic value. In Al-Qaṣīdatu al-Mutawaḥḥishah, repetition is predominantly used to express anxiety, longing, and the desire for freedom. In contrast, in Qiṭṭatī ash-Shāmiyyah, repetition reinforces intimacy, protection, and emotional closeness. Therefore, repetition serves not only as a linguistic pattern of recurrence but also as an important stylistic element in constructing meaning and poetic beauty.
Pelatihan Membaca Kitab Kuning Dan Mengirab Kalimat Berbahasa Arab Di Majlis Ta’lim At-Taubah Cibiuk Garut Edi Komarudin; Tenny Sudjatnika
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v1i1.3323

Abstract

Dalam pengabdian ini masalah pokok yang dikerjakan adalah bagaimana meningkatkan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning dan mengi’rab kalimat berbahasa Arab berdasarkan kajian Ilmu Nahwu dan Shorof. Naskah berbahasa Arab yang tersusun rapi berdasarkan uslub dan gaya bahasa yang variatif menuntut pembacanya mempunyai kemahiran untuk membaca dan menganalsisinya. Kitab kuning atau kitab tanpa harokat berisi pesan-pesan bernilai yang menuntut keahlian khusus untuk memahaminya. Kemampuan membaca kitab kuning dan mengi’rab kalimat berbahasa arab adalah salah satu factor penting dalam memahami teks berbahasa arab. Kemampuan tersebut memerlukan pelatihan.  Pelatihan membaca kitab kuning dan mengi’rab kalimat berbahasa arab merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan jama’ah majlis ta’lim at-Taubah Cibiuk Garut dalam memahami kitab kuning. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen UIN Bandung di desa mitra kampus. Alasan pemilihan majlis ta’lim at-Taubah sebagai masyarakat sasaran adalah adanya aktifitas jamaah majlis ta’lim at-Taubah dalam pembelajaran nahwu shorof dan kitab kuning sebagai rujukannya.
From Sanad to Algorithm: Digital Qur’anic Interpretation and the Reconfiguration of Religious Authority in Indonesia Muh. Asriadi AM; Edi Komarudin; Jajang A Rohmana
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 8 No 2 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqan.v8i2.4452

Abstract

The rapid expansion of digital media has fundamentally transformed the production, circulation, and authority of Qur’anic interpretation across the Muslim world. Whereas classical tafsir traditions grounded religious authority in scholarly sanad, linguistic expertise, and institutional recognition, contemporary digital platforms increasingly mediate religious meaning through algorithms, popularity metrics, and visual performance. Despite the growing scholarship on digital religion, empirical studies that critically examine how Qur’anic interpretation itself is reshaped by platform logics and how this process reconfigures religious authority remain limited, particularly in non-Western Muslim contexts. Addressing this gap, this study examines digital Qur’anic interpretation in Indonesia through a qualitative–quantitative content analysis of 50 tafsir-related contents collected from YouTube, TikTok, Instagram, Twitter/X, and digital tafsir websites. Drawing on theories of digital religion, mediated religious authority, and algorithmic governance, the analysis maps content formats, producer typologies, ideological strategies, and emerging forms of digital piety. The findings demonstrate that digital Qur’anic interpretation is dominated by short, motivational, and emotionally driven content aligned with the logic of social media virality. Religious authority is increasingly negotiated through visibility, aesthetic performance, and audience engagement rather than through classical scholarly credentials. The study also identifies distinct forms of digital piety—performative, communal, consumerist, ritual-digital, and emotional—reinforced by algorithmic mechanisms such as polarization, confirmation bias, and echo chambers of belief. Theoretically, this study conceptualizes a shift in Qur’anic interpretive authority from sanad-based legitimacy toward algorithmically mediated authority, while empirically positioning Indonesia as a critical case for understanding the global transformation of Qur’anic interpretation in the age of algorithms.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI BAHASA PADA AKUN INSTAGRAM @SENMANCUNG Fitri Azizah Restiani; Edi Komarudin; Maman Abdul Djaliel
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5862

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode dan campur kode dalam konten Instagram pada akun @senmancung yang menyajikan materi bahasa Arab dengan gaya penyampaian edukatif dan menghibur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis alih kode, bentuk campur kode, serta faktor yang melatarbelakangi terjadinya kedua fenomena kebahasaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan yang terdapat dalam Instagram reels akun @senmancung pada periode 1 Agustus 2024 hingga 22 Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, transkripsi tuturan, serta pencatatan terhadap tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan teori alih kode dan campur kode Suwito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 data penggunaan alih kode dan campur kode, yang terdiri atas 14 data alih kode dan 3 data campur kode. Seluruh data alih kode dikategorikan sebagai alih kode eksternal karena melibatkan perpindahan antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Faktor yang paling dominan dalam terjadinya alih kode adalah pokok perbincangan, khususnya ketika penutur membahas kosakata, ungkapan, atau contoh penggunaan bahasa Arab. Selain itu, ditemukan faktor lawan tutur dan timbulnya rasa humor pada konteks tertentu. Sementara itu, campur kode yang ditemukan berupa penyisipan unsur berbentuk kata dan ungkapan. Faktor yang melatarbelakangi campur kode terutama berupa keinginan untuk menjelaskan dan mengartikan, serta penggunaan unsur bahasa untuk menciptakan suasana penyampaian yang lebih santai dan humoris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedua fenomena tersebut berkaitan dengan cara penutur menyampaikan materi bahasa Arab secara komunikatif melalui media sosial.
ISTIFHAM DALAM KITAB ADABUL MUFROD KARYA IMAM BUKHORI PADA JUZ 1 : KAJIAN ILMU BALAGHAH Iksan Nurhakim; Dayudin Dayudin; Edi Komarudin
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5922

Abstract

Bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam kajian Islam karena menjadi bahasa utama yang digunakan dalam Al-Qur’an dan hadis. Pemahaman terhadap teks-teks keagamaan tidak cukup hanya melalui kajian struktur gramatikal, tetapi juga memerlukan analisis aspek balāghah untuk mengungkap keindahan bahasa dan maksud yang terkandung di balik suatu ungkapan. Salah satu kajian penting dalam ilmu ma‘ani adalah istifhām, yaitu gaya bahasa pertanyaan yang tidak selalu bermakna meminta jawaban, tetapi dapat memiliki tujuan retoris sesuai dengan konteks penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk adawāt al-istifhām serta menganalisis makna istifhām yang terdapat dalam Kitab Al-Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari juz pertama berdasarkan perspektif ilmu ma‘ani Ahmad al-Hasyimi dalam kitab Jawāhir al-Balāghah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur istifhām dalam hadis-hadis pada juz pertama Al-Adab al-Mufrad. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak melalui identifikasi dan pencatatan hadis yang memuat adāt al-istifhām. Analisis data dilakukan menggunakan teknik padan dengan mempertimbangkan konteks tuturan dan teori istifhām dalam ilmu ma‘ani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan enam bentuk adawāt al-istifhām, yaitu hamzah (أ), هل, من, ما, أيّ, dan كيف. Berdasarkan kajian ilmu ma‘ani, sebagian besar penggunaan istifhām termasuk kategori istifhām ḥaqīqī yang bertujuan memperoleh informasi, baik dalam bentuk ṭalab al-taṣawwur maupun ṭalab al-taṣdīq. Selain itu, ditemukan pula penggunaan istifhām yang mengalami pergeseran makna menjadi istifhām balāghī dengan tujuan seperti at-tasywīq (menarik perhatian), at-tanbīh (peringatan), at-ta’kīd (penguatan), at-taqrīr (penetapan), dan al-irsyād (arahan). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan istifhām dalam hadis Nabi ﷺ tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pertanyaan, tetapi juga menjadi metode komunikasi retoris yang memperkuat penyampaian nilai-nilai pendidikan dan adab dalam Islam.
Co-Authors adhia nugraha Adudin Alijaya Ahmad Aqiel Azkiya’ Ahmad Asep Fathurrohman Ahmad, Nurwadjah Akhmad Sobarna Ali Lutpiana Allisya Rizky Islami Ananda Rizky Maulana Apriani, Laelati Dwina Aryanto, Redi Asep Ahmad Fathurrohman Asep Ahmad Fathurrohman Asep Supianudin Baehaqi Dayudin, Dayudin Dedi Junaedi Dedi Supriadi Dedi Supriadi Deuis Sugaryamah, Deuis Dyan Fachri Maulana Fangesty, Maolidya Asri Siwi Fatimah, Nisa Fitri Azizah Restiani Fitri Meliani Fitriana Lubis, Mumun Fitriansyah, Muhammad Bayu Habibah Haekal Maulana Zaki Haris Khoirurrijal Hidayah, Asep Taopik Ice Sariyati Ihin Solihin Iksan Nurhakim Ilma Amalia Ilma Amalia, Ilma Imam, Jahira Salsabila Nurul Jahira Salsabila Nurul Imam Jajang A Rohmana Jajang A Rohmana Kafiyah, Fitroh Ni'matul Kafiyah, Fitroh Ni’matul Khomisah Khomisah Kodir, Abdul - Kusuma, Dwiki Laelani, Lilih Lu'lu Abdullah Afifi Malikussaleh, Malikussaleh Maman Abdul Djaliel Maolidya Asri Siwi Fangesty Maulana, Aldi Rifki Mohammad Irfan Farraz Haecal Mohammad, Ridho Rosyid Muh. Asriadi AM Muhamad Hamdan Tauviqillaah Muhamad Hamdan Tauviqillaah Muhamad Khabib Imdad Muhamad Nurhasan Muhamad Yoga Firdaus Muhammad Abdul Aziz Muhammad Arif Muhammad Bayu Fitriansyah Muhammad Hasan Ali Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rijal Maulana Muhammad Yahya Muhammad Yahya Munawar, Zacky Yudin Nida Husna Abdul Malik Nisa Fatimah Noviana Yusanti Nurdin, Aldi Nurhayat, Tasya Putri Nursidik, Ihsan Purwa, Dyas Rahayu, Tami Dewi Puspa Ramadhan Syaeful Bahri Revky Oktavian Sakti Riyani, Irma Rizal, Rony Muhammad Rizki Maulana Putra Rohanda Rohanda Safrudin, Ramadhan Salsabila, Syifa Satia SAPTANADI YUDISTIRA Sholikul Hadi Siti Nurhaliza Sudjatnika, Tenny Suryana Alfathah Syam, Ishmatul Karimah Syawaluddin, Fauzan Akbar Syifa Nur Afiffah Syifa Satia Salsabila Tarek Yalouli Taufik, Wildan Taufiq, Wildan Wahyuni, Neneng Sri Wildan Taufik Wildan Taufik Wildan Taufiq Yadi Mardiansyah Zacky Yudin Munawar Zulaiha, Eni