Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pelaksanaan Fungsi Manajemen Terhadap Status Aktreditasi Puskesmas Di Majene: Relationship between the Implementation of Management Functions and the Accreditation Status of Health Centers in Majene Arnilasari, Sri; Masriadi, Masriadi; Rusydi, Arni Rizqiany
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1604

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah memenuhi standar akreditasi. Akreditasi puskesmas menilai 3 kelompok pelayanan di puskesmas, yaitu kelompok administrasi manajemen (admen), kelompok upaya kesehatan masyarakat (UKM), dan kelompok upaya kesehatan perorangan (UKP). Stuktur standar akreditasi puskesmas terdiri dari 9 Bab, 42 standar, 168 kriteria dan 776 elemen penilaian. Dalam hal ini Permenkes RI Nomor 46 tahun 2015 menyatakan bahwa penetapan status akreditasi puskesmas terdiri dari: tidak terakreditasi, terakreditasi dasar, terakreditasi madya, terakreditasi utama, atau terakreditasi paripurna. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan besar total sampel sebanyak 77 orang, analsis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Menunjukkan bahwa nilai p-value pada variabel perencanaan, pengorganisasian, penggerak pelaksana serta pengendalian dan pengawasan lebih besar dari nilai α (0.05). Kesimpulan: Perencanaan, pengorganisasian, penggerak pelaksana serta pengawasan dan pengendalian tidak mempunyai pengaruh terhadap status akreditasi puskesmas di Kabupaten Majene. ABSTRACT Background: First Level Health Facility Accreditation (FKTP) is accreditation granted by an impartial accreditation body selected by the Minister of Health after fulfilling the requirements. Three service groups at public health centers are evaluated as part of public health center accreditation: administrative management group (admen), the community health effort group (UKM), and the individual health effort group (UKP). The public health center accreditation requirements comprise 42 standards, 168 criteria, 776 assessment items, and 9 chapters. In this instance, the Republic of Indonesia's Minister of Health Regulation Number 46 of 2015 specifies that evaluating a public health center's accreditation status entails: not accreditation, basic accreditation, intermediate accreditation, main accreditation, or plenary accreditation. Method: This type of research uses analytical observational research with a total sample size of 77 people, the data analysis used is the chi square test. Results: The study's findings indicate that the p-value for the factors driving implementation, organizing, planning, managing, and supervising is higher than the significance level of 0.05. Conclusion: Planning, organizing, leading implementation, monitoring, and controlling did not affect the accreditation status of Majene Regency public health facilities.
Implementasi Percepatan Penurunan Stunting Menurut Perpres No 72 Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Indonesia: Accelerated Implementation of Stunting Reduction According to Presidential Decree No. 72 of 2021 in Banggai Laut Regency, Central Sulawesi, Indonesia Radjulaeni, Nur Azizah A; Masriadi, Masriadi; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi percepatan penurunan stunting berdasarkan input proses output menurut Perpres No 72 tahun 2021 di Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi (phenomenology) yaitu jenis penelitian yang terperinsi penjelasan dan pemahaman individual berdasarkan pengalaman yang didapatkan khususnya mengenai implementasi Perpres 72 Tahun 2021 dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Laut menggunakan teknik Indepth Interview (wawancara mendalam), dan melakukan observasi serta dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung dengan 8 informan. Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, bahwa komponen input yaitu dilihat dari sumber daya manusia, pendanaan, dan sarana prasarana sudah berjalan dengan baik dengan adanya tim percepatan penurunan stunting yang dibentuk. Alokasi dana dalam percepatan penurunan stunting dikabupaten banggai laut pendanaannya dari APBN daerah melalui intevensi Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum. Sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan program penanggulangan stunting untuk alat pengukuran jumlahnya masih kurang, terutama alat antropometri. Sementara komponen proses yaitu dilihat dari sisi perencanaan program dan pelaksanaan program stunting, yang mana proses dalam percepatan penurunan stunting dikabupaten Banggai Laut telah berjalan dengan baik sesuai dengan Perpres no 72 tahun 2021. Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa program yang dijalankan dalam percepatan penurunan stunting sesuai dengan program yang telah dilakukan pada tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya yaitu berupa kegiatan 5 pilar. Dan komponen output bahwa prevalensi stunting dikabupaten banggai laut dari tahun ketahun mengalami penurunan dan sudah melewati target yang ditentukan sesuai perpres no 72 tahun 2021, Kabupaten Banggai Laut menjadi kabupaten dengan angka prevalensi stunting terendah diSulawesi Tengah. Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut telah melakukan upaya percepatan penurunan stunting dengan baik berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021 dan melaksanakan 5 pilar strategi percepatan penurunan stunting terbukti dengan prevalensi stunting dikabupaten Banggai Laut yang mengalami penurunan setiap tahunnya dan telah mencapai 14% sesuai dengan target dalam perpres no 72 tahun 2021.
Pengaruh Kepemimpinan Transformational Melalui Kualitas Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros : The Influence of Transformational Leadership Through Employee Quality on Employee Performance at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency Mulya, Virdha Dwi; Masriadi, Masriadi; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1726

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformational melalui kualitas karyawan terhadap kinerja karyawan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros. Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasi menggunakan pengumpulan dengan desain penelitian Cross Sectional jenis penelitian menekankan pengukuran Observasi Variabel. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros pada tanggal 22 Maret s/d 22 April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga administrasi yang bertugas di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros sebanyak 115 orang. Sampel dalam penelitian adalah sebagian tenaga administrasi bertugas di sebanyak 53 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kharisma kualitas berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,003), kharisma kualitas berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,016), motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,001), motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,006), stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,043), stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,003), perhatian individual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,002), perhatian individual berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,008), kualitas karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,010), kharisma berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,009) melalui kinerja karyawan, motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,016) melalui kinerja karyawan, stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,023) melalui kinerja karyawan, perhatian individual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,017) melalui kinerja karyawan. Disarankan pihak rumah sakit mampu memperhatikan sikap dan perilaku karyawannya dalam bekerja, seperti perilaku dalam disiplin waktu saat bekerja serta sikap dan perilaku tanggung jawab karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan, maka akan meningkatkan kinerja karyawan. Abstract This research aimed to analyze the influence of transformational leadership through employee quality on employee performance at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency. The descriptive correlational research uses collection with a Cross-Sectional research design. This type of research emphasizes the measurement of Observational Variables. The research was carried out at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency from March 22 to April 22 2024. The population in this study were all administrative staff who served at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency, is 115 people. The sample in the research consisted of 53 administrative staff on duty using a purposive sampling technique. The results of the research show that quality charisma transformational leadership influences employee quality (p=0.003), quality charisma influences employee performance (p=0.016), inspirational motivation influences employee quality (p=0.001), inspirational motivation influences employee performance (p =0.006), intellectual stimulation influences employee quality (p=0.043), intellectual stimulation influences employee performance (p=0.003), individual attention influences employee quality (p=0.002), individual attention influences employee performance (p=0.008 ), employee quality influences employee performance (p=0.010), charisma influences employee quality (p=0.009) through employee performance, inspirational motivation influences employee quality (p=0.016) through employee performance, intellectual stimulation influences employee quality ( p=0.023) through employee performance, individual attention influences employee quality (p=0.017) through employee performance. It is recommended that the hospital be able to pay attention to the attitudes and behavior of its employees at work, such as behavior in time discipline while working as well as the attitude and behavior of employee responsibility in completing work, this will improve employee performance.
PENGARUH GERAKAN SHALAT DHUHA DAN GERAKAN CALF RAISE TERHADAP FLEKSIBILITAS MUSCULUS GASTROCNEMIUS PADA USIA PRODUKTIF Jufri, Sabri; Masriadi, Masriadi; Gobel, Fatmah Afrianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26128

Abstract

Cedera otot betis (musculus gastrocnemius) biasanya terjadi ketika seseorang tiba-tiba menggerakkan otot betis secara berlebihan setelah beridam diri dengan waktu yang cukup lama atau dengan lompatan yang jauh. Hal ini dikarenakan adanya ketegangan otot betis yang tidak fleksi (lentur). Otot betis yang tertarik parah dapat menyebabkan robekan sebagian atau bahkan seluruhnya. Otot betis yang robek parah memerlukan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan shalat dhuha dan calf raise terhadap fleksibilitas musculus gastrocnemius pada usia produktif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan one group design pretest-postest  terhadap pengaruh gerakan shalat dhuha dan gerakan calf raise pada usia produktif, dan masing-masing kelompok dilakukan intervensi selama 7 hari, dengan jumlah total responden sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas musculus gastocnemius setelah pemberian intervensi shalat dhuha 2 rakaat (p 0,00 < 0,05), ada pengaruh yang signifikan setelah pemberian intervensi gerakan calf raise  (p 0,00 < 0,05). Kesimpulannya: dengan demikian pengaruh shalat dhuha dan gerakan calf raise dapat meningkatkan fleksibilitas otot betis sehingga risiko cedera dan rasa nyeri pada otot betis (musculus gastrocnemius) dapat diminimalisir.
Pelatihan Disain Komunikasi Visual untuk Remaja di Kota Lhokseumawe Masriadi, Masriadi; Bahri, Halida; Kamaruddin, Kamaruddin; Andyna, Cut
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5637

Abstract

Pelatihan disain komunikasi visual untuk kalangan remaja di Desa Uteun Kot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh bertujuan untuk mengedukasi kemampuan disain komunikasi visual. Selam ini, masalah yang dihadapi remaja adalah minimnya kompetensi life skill sehingga sulit mendapat pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. Kemampuan disain misalnya untuk bahan promosi dan disain kemasan penting untuk dimiliki oleh remaja dewasa ini. Kompetensi ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi remaja. Materi yang diberikan berupa disain dengan aplikasi photoshop dan canva, mulai dari pemilihan karakteristik huruf, ukuran, typography, dan penempatan pada aplikasi new media agar tepat menyasar konsumen yang menjadi target sasaran produk. Metode pelatihan yaitu dengan carat atap muka, dan memandu peserta langsung cara mendisain bahan promosi. Penguasaan disain dan promosi di media sosial menjadi dua kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh banyak pihak. Sehingga kompetensi ini bisa menjadi lapangan kerja baru bagi remaja, semisal membuka jasa disain flayer, banner, dan lain sebagainya untuk berbagai kebutuhan masyarakat di Kota Lhokseumawe. Hasilnya, setelah mengikuti pelatihan, remaja mampu mendisain bahan promosi berupa brosur, dan lain sebagainya untuk digunakan pribadi dan diberikan pada konsumen yang memesan jasa disain mereka. 
PELATIHAN KONTEN KREATOR PADA SANTRI DAYAH COT KEUMUNENG, KECAMATAN SAWANG ACEH UTARA Fitri, Dwi; Masriadi, Masriadi; Murniati, Murniati
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3398

Abstract

Dayah Batee Timoh Cot Keumuneng Kecamatan Muara Satu, Aceh Utara terletak   3 kilometer dari kampus utama Universitas Malikussaleh dimana dayah ini merupakan pesantren tradisional yang masih belum banyak tersentuh oleh nilai-nilai modernisitas serta  merupakan dayah tradisional yang masih memberlakukan  sistem  pembelajaran  konvensional.  Desa  Cot  Keumuneng  merupakan  daerah sedikit terpecil dari peradaban saat ini, hal ini terlihat dari fasilitas publik yang tersedia di kampung ini.  Tidak  adanya  pelajaran  ekstrakurikuler  terkait  teknologi  menjadi sebuah permasalahan bagi mitra. Sehingga syiar Islam terhadap ilmu yang didapat dari dayah tidak bisa tersampaikan kepada masyarakat umum dengan maksimal. Pelatihan peningkatan kemampuan literasi digital konten kreator dipilih agar dengan adanya pembuatan konten digital ini berisi trend-trend terkini yang sedang diminati oleh masyarakat, maka sekumpulan informasi  terutama informasi yang memuat syiar islam yang dipelajari oleh para santri dapat semakin up-to-date  dan dapat didistribusikan      melalui      fasilitas    teknologi internet yang memadai melalui ide kreatif dan berkarakter.  Selama pelaksanaan kegiatan ini, ada tiga bentuk kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu: (1) penyuluhan tentang pentingnya memahami syiar islam yang disebarkan dengan teknologi modern, dan (2) demontrasi dan pelatihan praktik  singkat melalui beberapa aplikasi editor, serta (3) Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukan para santri mampu  mendukung pembanguan Aceh Utara dengan peran aktif memproduksi konten media dengan kualitas yang memadai serta mampu mengikuti trend syiar Islam pasar sehingga menarik untuk ditonton dan memiliki nilai jual lebih baik
DNA Testing and Lineage in Muslim Societies: Yusuf al-Qaradawi’s Perspective within Contemporary Islamic and Social Studies Masriadi, Masriadi
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 7 No. 1 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The determination of lineage (nasab) constitutes a fundamental aspect of Islamic family law, directly influencing a child’s rights and social status, including inheritance, maintenance, and guardianship. In the modern era, advances in science particularly in biotechnology have introduced new methods of verification through DNA (Deoxyribonucleic Acid) testing, especially in Indonesia. This development has sparked debates within Islamic legal discourse regarding whether such scientific methods can serve as a legitimate basis for establishing lineage. This study examines the perspective of Yusuf al-Qaradawi, one of the leading contemporary scholars, concerning the legality and position of DNA testing in lineage determination. The objective of this research is to conduct an in-depth analysis of Yusuf al-Qaradawi’s views on the use of DNA testing for lineage determination, as well as to trace the methodological and jurisprudential arguments underlying his reasoning. A qualitative approach with a library research method was employed. Data were collected from Yusuf al-Qaradawi’s writings, contemporary works on tafsir and fiqh, and references on modern Islamic family law. The findings indicate that Yusuf al-Qaradawi does not reject the use of DNA testing; however, he regards it as a supporting form of evidence (qarinah), rather than the primary proof in establishing lineage. According to him, lineage in Islam is primarily determined through a valid marriage, not merely by biological compatibility. Nevertheless, in specific circumstances such as disputes over lineage or cases of switched infants DNA testing may be used as a reference, provided that it does not contradict the principles of Sharia and the pursuit of public welfare (maslahah).
A Pedagogical Contribution of Digital Corpus-Based Instruction in ESP: Classroom Activities for Public Administration Students Misnawati, Misnawati; Tahir, Saidna Zulfiqar Bin; Masriadi, Masriadi; Rahman, Abdul; Akifa, Nur; Krisnata, Arya
Innovations in Language Education and Literature Vol 2 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ilere.v2i2.6147

Abstract

This article makes a pedagogical contribution to English for Specific Purposes (ESP) by integrating Digital Corpus-based Instruction (DCI) model: Discovery (exploring authentic corpus data), Connection (engaging with QR-based multimedia resources), and Creation (producing meaningful texts through mobile-based tasks). Two classroom activities illustrate how the model can be applied for public administration students. The first activity (Unit 1: Public Administration Concepts) introduces key terms such as policy implementation, governance, and accountability. Students examine concordance lines from the Corpus of Contemporary American English (COCA), match them with expressions used in a video on good governance, and then write a short paragraph using the vocabulary learned. The second activity (Unit 2: Public Service and Bureaucracy) targets vocabulary such as public service, citizen satisfaction, and bureaucratic delay. Students analyze collocations from corpus data, compare them with language found in public service videos and audio recordings of citizen complaints, and then write a formal complaint letter applying these expressions. The findings suggest that corpus-based tasks raise students’ awareness of authentic language patterns and support the development of formal writing skills in ESP contexts. In addition, the DCI model offers a practical, adaptable framework that requires minimal resources, making it suitable for classroom implementation.
Strategi Komunikasi Interpersonal Keluarga Dalam Menghadapi Fenomena Fatherless (studi Pada Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) Syahfitri, Syahfitri; Dwi Fitri; Bobby Rahman; Subhani, Subhani; Masriadi, Masriadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13066

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional. Ketidakhadiran tersebut berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak, terutama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengetahui strategi komunikasi interpersonal dalam keluarga yang menghadapi kondisi fatherless, khususnya pada mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap delapan informan (empat mahasiswi dan empat anggota keluarga mereka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, dan kesetaraan merupakan elemen utama dalam strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga fatherless. Strategi ini berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan hubungan yang harmonis dalam keluarga, serta mampu meminimalkan dampak negatif dari ketidakhadiran ayah
Larangan Memainkan Talempong saat Padi Mulai Berbuah: Kearifan Lokal Masyarakat Unggan, Sumpur Kudus Purwantono, Purwantono; Masriadi, Masriadi; Putri, Rahmaida; Rivaldi, Thio; Indrata, Syahyuli
Al-DYAS Vol 5 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v5i1.8558

Abstract

The tradition of prohibiting the playing of talempong when rice plants are bearing grain is a form of local wisdom that continues to be maintained by the community of Nagari Unggan, Sumpur Kudus Subdistrict, Sijunjung Regency, and is believed to be associated with belief in orang bunian, who are thought to cause the rice to become ampo (empty grain) if talempong is played during critical growth phases. This study aimed to describe this tradition and analyse the social, spiritual, and ecological meanings embedded within it. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation during the Kuliah Kerja Nyata (KKN) community service program conducted from 17 June to 17 July 2025 in Nagari Unggan. Data were analysed using the Miles and Huberman model to organise, reduce, and present the findings systematically. The results show that the prohibition on playing talempong functions as a mechanism of social control, a form of respect for nature and ancestors, and an effort to protect rice crops during critical growth stages. This tradition also contains educational value for younger generations and remains relevant to be preserved amidst modernisation as part of strengthening local cultural identity and the community’s ecological ethics.
Co-Authors . Zulfan A. Fachrin, Suharni Abdi, Muhammad Jayadi Abdul Gafur Abdul Rahman Agusmulyadin, Agusmulyadin Ahri, Reza Aril Akifa, Nur Akmal Akmal Aldilawati, Sari Alif, Adimas Buyar Anas, Risnayanti Andi Rizki Amelia Andi Surahman Batara Andyna, Cut Aras, Dzulkarnain Arifin, Fadil Abdillah Arman Arman Arnilasari, Sri Asdar Asdar Aslan, Sarahfin Asmaul Husna Asriani Minarti S Awaludin Arifin Azis, Rahmawati Bachtiar, Rachmi Bahri, Halida Basri, Muh. Bobby Rahman Cahyani, Rafika Cindenia Puspasari Cut Khairunnisa Dwi Fitri Erna Irawati, Erna Eva, Andy Fairuz Zuraida Fatmah Afrianty Gobel Febriany, Mila Febriyanti, Feby Firdaus, Sirajuddin Fitri, Dwi Fitriatunnisa Fitriatunnisa, Fitriatunnisa Fitriyanti, Pipit Gobel, Fatmawaty Afrianty Hamzah, Wardiah Harbaeni, Harbaeni Hardiyanti Hardiyanti Hasniati, Hasniati Hazan, Hazan Ilmianti Indrata, Syahyuli Indrya Kirana Mattulada, Indrya Kirana Iprab, Ika Hartati Irma Rahayu, Irma Jafaruddin Jafaruddin, Jafaruddin Jella, Menason Jeterianus Jufri, Sabri Kamaruddin Kamaruddin Khaeriah, Yaumil Krisnata, Arya Lestari, Nurasisa Lilies Anggarwati Astuti, Lilies Anggarwati M, Alfiah Aqira Maharani, Jingga Ayu Mahmud, Nur U. Maqhfirah Amiruddin Mattalitti, Sitti Fadhillah Oemar Mawarni, Agil Misnawati Misnawati Mohd Zamre Mohd Zahir Mubarroq, Raveal Muchlis Muchlis MUHAMMAD ALI Muhammad Hatta Muhammad Ikhtiar Mulya, Virdha Dwi munir, Zainul Munir Murniati . Muslimin Muslimin Novawaty, Eva Nur Fadhilah Arifin Nur Ulmy Mahmud Nurarafah Nurul Alrahmi Nurul Hikmah Nurwahita, Nurwahita Pamewa, Kurniati Pamewa, Kurniaty Pebrianti, Isma Pertiwisari, Amanah Purwanti, Sari Purwantono, Purwantono Puspitasari, Yustisia Putri, Rahmaida Radjulaeni, Nur Azizah A Rivaldi, Thio Rizki Amelia Rusdi, Fachira Jamila Rusydi, Arni Rizqiany S, Asriani Minarti safitri, gita Saidna Zulfiqar Bin-Tahir, Saidna Zulfiqar Saldy Yusuf Samsidarwati, Besse Sapta Eka Putra Sari, Andi Dewi Sitti Patimah Solong, Aras Sri Widyawati Subhani Subhani Syahfitri, Syahfitri Syamsiar, Nur Khairunnisa T, Andriani T., Nur Najmah Utama, Mohammad Dharma Wijaya, Muh. Fajrin Wijaya, Romi Wiwik Handayani Ya'cob, Ahamad Yunita, Tri Yunus, Andi Muhammad Yusriani, Yusriani Yusrini Selviani, Yusrini Zaenudin, Agung Zahari, Zahari