Claim Missing Document
Check
Articles

Penjaminan Mutu Teh Hitam: Aplikasi Praktis Single Sampling Plan dan Pengendalian Titik Kritis Proses Siti Aliza Fahira; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25349

Abstract

Penjaminan mutu pada industry teh hitam (Camellia Sinensis) sangat krusial untuk menjaga konsistensi cita rasa, karakteristik kimiawi, dan keamanan produk agar memenuhi standar pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi praktis system penjaminan mutu yang terintegrasi, mulai dari penerimaan bahan baku, pengendalian titik kritis proses produksi, hingga inspeksi produk akhir. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review, yaitu suatu cara pengumpulan dan pengkajian data yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah yang telah ada sebelumnya. untuk mensintesis data teknis pengawasan mutu pada industry pengolahan teh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian titik kritis proses dilakukan secara kontinu. Menggunakan instrument check sheet pada tahapan pelayuan, penggilingan, fermentasi, pengeringan, dan sortasi Guna mencegah terjadinya penyimpangan mutu pada produk yang dihasilkan. Pada system inspeksi produk akhir, diaplikasikan metode single sampling plan (rencana sampling Tunggal) berdasarkan military standard 105E (MIL-STD 105E) pada tingkat inspeksi normal (level II) dengan Acceptable Quality Level (AQL) sebesar 2,5%. Melalui skema ini, produk akhir dievaluasi berdasarkan atribut organoleptik dan kadar air dengan kriteria penerimaan sampel cacat maksimal 5%. Integrasi antara pegendalian titik kiritis proses dan aplikasi praktis single sampling plan ini secara teknis dinilai efektif dan layak untuk menunjang standarisasi mutu produk teh hitam secara berkelanjutan.
Kajian Literatur tentang Pengendalian Mutu Pangan pada Rantai Pasok (Supply Chain) Susu Segar dari Peternak hingga Konsumen Indrawan Setiaji; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25359

Abstract

Susu segar merupakan salah satu produk pangan yang kaya akan zat gizi, seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Namun, karakteristik susu yang mudah rusak menyebabkan produk ini rentan mengalami penurunan mutu dan kontaminasi mikrobiologis selama proses penanganan dan distribusi. Oleh karena itu, pengendalian mutu menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga kualitas mutu dan keamanan susu sepanjang rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hasil penelitian terkait pengendalian mutu pangan pada rantai pasok susu segar mulai dari peternak hingga konsumen. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang dilakukan melalui pengumpulan, penelaahan, dan analisis berbagai jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian mutu pada rantai pasok susu segar dilakukan pada setiap tahapan, yaitu produksi, transportasi, pengolahan, pengemasan, distribusi dan penyimpanan, serta konsumsi. Faktor utama yang memengaruhi mutu susu meliputi kesehatan ternak, higiene dan sanitasi pemerahan, pengendalian suhu melalui sistem rantai dingin (cold chain), serta penerapan sistem manajemen keamanan pangan seperti GMP, SSOP, dan HACCP. Berdasarkan hasil kajian, keberhasilan pengendalian mutu susu segar memerlukan penerapan pengawasan yang terintegrasi pada seluruh tahapan rantai pasok untuk menjamin kualitas dan keamanan produk hingga diterima oleh konsumen.
Deteksi Asulterasi Kopi Bubuk (Coffea Arabica) Teknik Spektroskopi: Review Literatur Metode LIBS dan NIR Muhamad Ari Ismail; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25379

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang sering menjadi target pemalsuan (adulterasi) dengan bahan nabati lain seperti jagung, gandum, buncis, barley, kedelai, beras, sekam kopi, hingga kopi robusta. Metode deteksi konvensional (visual, mikroskopi, kromatografi, DNA) memiliki keterbatasan berupa ketidakandalan visual, destruktif, memakan waktu, dan memerlukan bahan kimia. Oleh karena itu, diperlukan teknik analisis yang cepat, non‑destruktif, dan sensitif. Review literatur ini bertujuan membandingkan efektivitas dua teknik spektroskopi, yaitu Laser‑Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) dan Near‑Infrared Spectroscopy (NIR), yang dikombinasikan dengan kemometrik (PCA dan PLS) dalam mendeteksi adulterasi kopi arabika. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa LIBS unggul dalam analisis kuantitatif dengan limit deteksi (LOD) di bawah 0,6% serta mampu mengidentifikasi jenis adulteran tunggal secara akurat (R² > 0,99), namun peralatannya mahal dan kurang optimal untuk campuran kompleks (>2 jenis). Sebaliknya, NIR lebih cocok untuk skrining cepat dan deteksi adulterasi multipel (hingga 6 jenis) pada rentang konsentrasi luas (0,25‑80%), tetapi tidak dapat mengidentifikasi jenis adulteran secara spesifik pada kadar 2 jenis. Kesimpulannya, LIBS direkomendasikan untuk konfirmasi kuantitatif di laboratorium, sedangkan NIR untuk skrining lapangan, dengan arah pengembangan data fusion untuk meningkatkan spesifisitas dan cakupan deteksi.
Kajian Sistematis Pengaruh Kadar Air terhadap Munculnya Cacat Fisik pada Produk Ikan Kering Selama Pengeringan dan Penyimpanan Noer Laela Rahmawati; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25381

Abstract

Ikan kering merupakan salah satu produk olahan perikanan yang banyak dikonsumsi karena memiliki umur simpan yang lebih panjang dibandingkan ikan segar. Kadar air menjadi parameter penting yang memengaruhi mutu fisik, sensori, dan daya simpan produk ikan kering. Ketidakseimbangan kadar air selama proses pengeringan dan penyimpanan dapat menyebabkan berbagai cacat fisik yang menurunkan kualitas produk. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap munculnya cacat fisik pada produk ikan kering selama pengeringan dan penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian sistematis dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang terbit pada tahun 2015–2026 dan membahas mutu sensori, proses pengeringan, kadar air, serta kualitas produk ikan asin. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar air dan perubahan mutu produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar air yang terlalu rendah dapat menyebabkan pengerasan tekstur, kerapuhan, penyusutan jaringan, perubahan warna, dan fenomena case hardening. Sebaliknya, kadar air yang terlalu tinggi meningkatkan aktivitas air sehingga mendukung pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat kerusakan, menurunkan kualitas aroma, dan memperpendek umur simpan produk. Oleh karena itu, pengendalian kadar air selama pengeringan dan penyimpanan sangat penting untuk menjaga mutu fisik, sensori, dan stabilitas produk ikan kering.
Literatur Review : Efektivitas Pencucian Buah Tomat (Solanum lycopersicum) dalam Menurunkan Kadar Difenokonazol dan Azoksistrobin Widya Firdiani Chandraningtyas; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25389

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia yang rentan terhadap hama dan jamur, sehingga petani sering menggunakan fungisida difenokonazol dan azoksistrobin secara berlebihan, yang mengakibatkan residunya menempel pada buah dan berpotensi membahayakan konsumen. Efektivitas berbagai metode pencucian dalam mengurangi residu tersebut masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pencucian buah tomat dalam menurunkan kadar residu difenokonazol dan azoksistrobin berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan dengan prioritas publikasi 10 tahun terakhir. Data diekstrak dari dua jurnal relevan, meliputi jenis larutan pencuci, durasi pencucian, dan persentase penurunan residu, kemudian dibandingkan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pencucian dengan air mengalir selama 5 detik mampu menurunkan residu difenokonazol sebesar 66,24% dan azoksistrobin sebesar 46,89%; pencucian 10 detik menurunkan difenokonazol hingga 100% dan azoksistrobin sebesar 93,93%; serta pencucian 15 detik mampu menghilangkan kedua residu hingga 100%. Sebaliknya, perendaman dalam air biasa, asam asetat 5%, natrium bikarbonat 5%, dan natrium hipoklorit 1% selama 30 menit hanya mencapai efektivitas maksimal 47%. Dengan demikian pencucian tomat dengan air mengalir selama minimal 15 detik terbukti menjadi metode paling efektif, praktis, dan ekonomis untuk meminimalkan residu fungisida, sehingga direkomendasikan sebagai standar bagi konsumen maupun industri pangan.
Peran Sanitasi dalam Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di Industri Pangan Indonesia Fazhira Syaffa Alexandra; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25418

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan karena berperan dalam mencegah terjadinya kontaminasi fisik, kimia, dan biologis pada produk pangan. Penerapan sanitasi yang baik dapat menjaga kualitas produk, melindungi kesehatan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri pangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran sanitasi dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan di industri pangan Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan peraturan yang berkaitan dengan sanitasi, higiene, dan keamanan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sanitasi yang efektif mencakup kebersihan lingkungan produksi, sanitasi peralatan, kualitas air, higiene pekerja, serta penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Namun, implementasi sanitasi di Indonesia, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kesadaran pekerja, dan kurang optimalnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penguatan pengawasan, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem pangan yang aman dan bermutu.
Peran Bahan Baku sebagai Faktor Penentu Mutu Produk Akhir pada Agroindustri Pangan Salma Rukhiatul Khafiza; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25436

Abstract

Kualitas bahan baku merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pada produksi pangan agroindustri karena bahan baku menjadi komponen utama yang akan mengalami perubahan selama proses produksi. Meski demikian, permasalahan terkait bahan baku masih terjadi, terutama karena adanya bahan yang belum memenuhi standar mutu yang berlaku, sehingga dapat berdampak terhadap mutu produk akhir. Tujuan dari penulisan kajian ini yaitu untuk menganalisis peranan bahan baku terhadap mutu produk akhir serta pentingnya pengendalian mutu bahan baku dalam agroindustri pangan. Metode yang digunakan pada penyusunan kajian ini yaitu studi literatur dari berbagai sumber referensi yang relevan mengenai pengendalian mutu bahan baku pada agroindustri pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas bahan baku berdampak langsung terhadap mutu produk, baik dari aspek fisik, kimia, mikrobiologi maupun dalam keamanan pangan. Bahan baku yang berkualitas mampu meningkatkan konsistensi produk, memperpanjang umur simpan, serta dapat mengurangi risiko terjadinya cacat produk selama proses pengolahan. Walaupun demikian, berdasarkan studi literatur menunjukkan bahwa penerapan dalam pengendalian mutu disarankan untuk data dilakukan dari tahap penerimaan dan pemilihan bahan baku untuk meningkatkan keberhasilan menciotakan produk agroindustri pangan dengan kualitas baik, aman dikonsumsi, efisien dalam proses produksi, serta memenuhi standar yang berlaku.
Analisis Pengendalian Mutu Produksi dalam Menjaga Kualitas Produk Agroindustri Nazwa Kamila; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25481

Abstract

Pengendalian mutu memiliki peran penting dalam agroindustri untuk menjaga kestabilan kualitas produk, memastikan keamanan pangan, serta mendongkrak daya saing industri. Keragaman bahan baku pertanian dan proses produksi yang berlapis-lapis menjadikan sistem pengendalian mutu perlu diterapkan secara terencana dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode pengendalian mutu pada proses produksi dalam menjaga kualitas produk agroindustri serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan penerapannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) secara sistematis melalui pengumpulan berbagai sumber ilmiah yang relevan pada periode 2018–2025 dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Statistical Process Control (SPC) berperan mengendalikan variasi proses dan menurunkan cacat produk, Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) memperkuat keamanan pangan lewat pengawasan titik kendali kritis, sementara diagram fishbone membantu menelusuri akar penyebab penyimpangan mutu. Keberhasilan pengendalian mutu turut dipengaruhi oleh komitmen manajemen, kompetensi sumber daya manusia, fasilitas pendukung, dan budaya mutu organisasi. Dengan demikian, pengendalian mutu yang terintegrasi menjadi strategi penting bagi kualitas dan keberlanjutan agroindustri.
Review Pengendalian Mutu : Analisis Strategis Pengendalian Mutu Produksi pada Agroindustri Pangan dalam Perspektif Manajemen Mutu Total Herdiansyah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25493

Abstract

Pengendalian mutu merupakan instrumen strategis dalam pengembangan agroindustri pangan karena berkaitan langsung dengan kepuasan konsumen, efisiensi biaya, dan keberlanjutan pasar. Komoditas pangan memiliki sifat mudah rusak, sehingga memerlukan penanganan terintegrasi dari hulu ke hilir. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengendalian mutu pada berbagai rantai produksi pangan lokal, mengidentifikasi titik kritis rekayasa proses, serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis Total Quality Management (TQM). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif deskriptif terhadap draf publikasi penelitian nasional dan materi pendukung manajemen mutu terpadu. Data dikumpulkan secara sistematis dan dianalisis melalui pendekatan deskriptif komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa titik kritis hulu berpusat pada konsistensi pasokan bahan baku komoditas (Nurlaela, 2020), yang jika diabaikan akan memicu pembengkakan biaya akibat pengerjaan ulang (rework) dan pemborosan kapasitas mesin (Nurlaela dkk., 2024). Pada tahapan proses, intervensi teknologi seperti penggunaan oven mampu menstabilkan karakteristik fisikokimia tepung cabai rawit merah (Nurlaela dkk., 2023), sementara aplikasi asap cair dan kitosan efektif menekan kontaminasi mikroba pada produk bakso sapi tanpa merusak citra rasa asli (Nurlaela dkk., 2022). Dari perspektif green industry, limbah kulit buah kakao terbukti memiliki nilai tambah tinggi melalui ekstraksi selulosa (Nurlaela dan Mellya, 2021). Kesimpulannya, pengadopsian karakteristik TQM seperti keterlibatan aktif kerja tim dan kontrol berbasis data sangat krusial untuk mengeliminasi biaya cacat produksi dan membangun budaya mutu pangan berdaya saing global.
Mutu Mikrobiologik Pangan sebagai Indikator Keamanan dan Kualitas Produk Pangan: Sebuah Kajian Literatur Herry Muhammad Zikrillah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25500

Abstract

Keamanan dan kualitas pangan merupakan aspek penting yang menentukan kelayakan suatu produk pangan untuk dikonsumsi. Salah satu parameter yang digunakan dalam evaluasi keamanan pangan adalah mutu mikrobiologik, yaitu karakteristik pangan yang dinilai berdasarkan keberadaan, jumlah, dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam produk. Mikroorganisme tertentu dapat berperan dalam proses pengolahan pangan, namun keberadaan mikroorganisme patogen dan pembusuk dapat menyebabkan penurunan mutu serta risiko kesehatan bagi konsumen. Artikel review ini bertujuan untuk membahas peran mutu mikrobiologik sebagai indikator keamanan dan kualitas produk pangan, meliputi mikroorganisme indikator, faktor yang memengaruhi pertumbuhan mikroba, metode analisis mikrobiologik, serta strategi pengendalian mutu pangan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah kajian literatur terhadap berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional terkait mutu mikrobiologik pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter mikrobiologik seperti Total Plate Count (TPC), coliform, Escherichia coli, Salmonella spp., kapang, dan khamir dapat digunakan untuk menentukan tingkat keamanan dan kualitas produk pangan. Pengendalian melalui penerapan higiene sanitasi, GMP, HACCP, serta teknologi pengolahan pangan diperlukan untuk mempertahankan mutu mikrobiologik produk pangan.
Co-Authors Adawiyah, Amiratul Agnia Rahmawati Agrison, Mutiara Ahmad Faisal Ajeng Nurfitria Akbar, Raihan Akmalul Khoer, Sevtian Al-antama, Rizky Anugrah Alfintawati, Aprillia Alsa Denta Amanda Artatia Putri Amelia, Diana AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Andriani, Cindy Amara Anisa Safira Azzahra Aprilia, Dela Aprilia, Sapira Apriliana, Riyanda Arista, Gita Martya Arlita Nada Putri Arshyla Eliska Arti Hastuti Arti Hastuti Ashila Maziyya Fairuz Firdaus Aulia Putri, Sahila Aulia, Syakila Wahda Berliana, Dina Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Bulan Saidah Caesandra Indah Arlina Chantyka Meisa Nurul Putri Cici Fitriani Delfitriani Deni Ardhika Badrudin Dian Safitri Dihya Al Faqih Aulia Robbani Dinda Wahyuni, Aulia Erna Puspasari Fachriani, Felia Fairuza Aulannisa Faridah Handayasari Fauziah, Putri Nurul Fazhira Syaffa Alexandra Fina Uzwatani Fina Uzwatania Fitri Apriliany, Fitri Fitri Yani Fitriah Nur Hasanah Fitrilia, Tiana Gita Nur Eriani Halimah, Siti Nur Halimatus Sa'diah, Elin Hariyanto, Indra Hastuti, Arti Herdiansyah Herlani, Nabila Cahya Herry Muhammad Zikrillah Ihsan Maulana Indradewa, Rhian Indrastuti, Nindya Atika Indrawan Setiaji Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irahmah, Siti Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Jaelani, Salsabila Azaria Januar, Dini Jefferson, Karina Aida Juanda, Dede Juniar, Vitri Heriana Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoerunnisa, Nurul Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lestari, Ayu Agusti Awati Lia Amalia Lia Amalia Lia Amelia Lia Amelia Lola, Amelia Lustiani, Marisa Hijjah Lusy Ocktaviani M. Firdaus , Bambang Budiansyah, Kastana Sapanli, Aprianty , Gustav M. Irsyad , M. Firdaus Mandira, Mugi Tyas Mardiah Mardiah Mardiah Maulana, Ihsan Meilani, Almanda Melda Putri Rahayu Muhamad Ari Ismail Muhammad Faris Tsany Adnandhika Muhammad Rifqi Muhammad Rizal Firdaus Mukhreza, Destila Mukrimah, Siti Murni Mayranti Sukma Mutiara Az-zhari Wijaya Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nayla Sabilla Ramadhani Nazwa Kamila Nazwa Khaerul Nissa Noer Laela Rahmawati Noli Novidahlia Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Pajrin , Ajriani Dainita Pajrin, Ajriani Dainita Pambudi, Galang Prasaja Pebrianti, Tanti Pertiwi, Ambarani Kurnia Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prakoso, Muhammad Cahyo Pratami, Aprilia Pratiwi, Namira Indah Puspitasari, Oktaviani Yosri Puspitasari, Sri Dewi Putra, Faturahman Setiyawan Putri Nurul Fauziah Putri, Mia Karmeliana R. Siti Nurlaela Raden Siti Nurlaela Rahma, Anisa Aulia Refani Fadli Rahman Reva Aprila Rohmah, Salma Amiatri Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rosy Hutami Ruhiya, Fajar Salma Rukhiatul Khafiza sapanli, kastana Sari, Berliana Mustika Sari, Trifani Permata Setiawan, Rizky Setiyawan Putra, Faturrahman Shafa, Putri Shiddiq, Muhammad Fahmi Siti Aliza Fahira Siti Amelia Fauziah Siti Aminah Siti Aminah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Nazwa Hidayah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Dewi Puspitasari Sulistina Hasya Nuraisyah Sultan Guna Wibawa Sunandi, Dede Susanto, Muhammad Fajry Syafir, Erlin Julia Syalsa Dania Putri Titi Rohmayanti Tri Ayu Anjani Widya Firdiani Chandraningtyas Wija Krisman Harefa Wilna Iznilillah Wulan, Nawang Yatman, Andri Yuliyana, Siti Ariska