Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengawasan Mutu Pangan untuk Mengendalikan Risiko Pencemaran dan Pemalsuan Produk Pangan Sulistina Hasya Nuraisyah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25531

Abstract

Pangan wajib memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan kehalalan sebelum dikonsumsi, tetapi sistem pangan tetap rentan terhadap kontaminasi dan penipuan mutu yang dapat membahayakan kesehatan serta merugikan konsumen secara finansial. Sementara itu, integrasi antara regulasi, teknologi deteksi, dan inovasi kemasan sebagai alat pengawasan belum banyak diteliti secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali berbagai jenis kontaminasi dan penipuan mutu pangan serta menganalisis pendekatan pengawasan yang bisa diterapkan dari perspektif regulasi, teknologi deteksi, dan teknologi pencegahan. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap artikel ilmiah dan peraturan yang berhubungan dengan keamanan pangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pencemaran pangan terjadi karena kontaminasi fisik, biologis, mikrobiologis, dan kimia, sedangkan penipuan terdiri dari tujuh jenis berdasarkan klasifikasi LPPOM MUI. Metode PCR multipleks dan ELISA terbukti efisien dalam mendeteksi pemalsuan daging dengan sensitivitas hingga 0,1%, dan kemasan cerdas berfungsi untuk mencegah penipuan melalui sistem autentikasi RFID. Selain itu, peraturan BPOM dan Undang-Undang Pangan serta Perlindungan Konsumen cukup komprehensif dalam menindak pelanggar, meskipun di lapangan masih terdapat masalah dalam penerapan pengawasan. Penelitian ini terbatas pada analisis literatur tanpa verifikasi empiris, sehingga disimpulkan bahwa pengendalian risiko pencemaran dan penipuan pangan memerlukan sinergi antara aspek konseptual, teknologi, dan regulasi yang didukung dengan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan konsumen.
Standarisasi Mutu Pangan: Strategi Kesehatan dan Upaya Peningkatan Keamanan Pangan Nasional Anisa Safira Azzahra; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25557

Abstract

Standarisasi mutu pangan Adalah alat penting untuk memastikan kesehatan masyarakat dan ketahanan negara di Tengah kerumitan rantai pasokan global. Namun, efektivitas sistem perlindungan pangan di Indonesia masih terhalang oleh sejumlah kendala yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya standarisasi kualitas makanan, memetakan peraturan yang ada, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan Langkah-langkah untuk memperkuat keamanan pangan nasional. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari tahun 2016-2026 dengan pendekatan analisis tematik kualitatif terhadap data sekunder dari berbagai database ilmiah yang terakreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam standarisasi menimbulkan Risiko Kesehatan yang serius, penumpukkan zat-zat kimia berbahaya, serta berkontribusi pada masalah stunting pada anak akibat sindrom enteropati lingkungan. Meskipun regulasi telah ditetapkan dalam Undang—Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019. Disamping itu, keterbatasan kapasitas HACCP/SSOP di kalangan pelaku UMKM informal, ketimpangan laboratorium di daerah kepulangan, serta rendahnya pengetahuan konsumen menjadi penghalang utama. Usulan strategi mencakup penyelarasan peraturan dengan database yang terintegrasi, dukungan insentif bagi UMKM, penggunaan teknologi untuk melacak produk dan Pendidikan massa untuk konsumen.
Literature Review : Pengaruh Bahan Baku terhadap Mutu Kimia Hard candy Lusy Ocktaviani; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25571

Abstract

Hard candy termasuk produk konfeksioneri yang diperoleh dari proses pemanasan campuran sukrosa dan sirup jagung pada suhu yang tinggi. Proses pembuatan hard candy diawali dengan persiapan ekstrak yang berasal dari buah atau bahan nabati lainnya. Ekstrak tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan lain, seperti pemanis dan bahan tambahan sesuai formulasi. Kualitas hard candy dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari formulasi bahan, proses produksi, hingga kondisi penyimpanan. Salah satu indikator penting dalam menilai mutu permen keras adalah aspek kimia, yang mencakup kadar air, kadar abu, dan kadar gula reduksi. Metode literature review yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang membahas pengaruh bahan pangan sebagai bahan baku terhadap mutu kimia hard candy. Hasil kajian menunjukan kadar air paling rendah yaitu hard candy dengan bahan baku Gulma Suruhan (Peperomia pellucida) dengan kadar air 0,43% dan kadar air tertinggi yaitu dengan bahan baku daun sirih bubuk dan daun suji bubuk dengan kadar air 3,10%. Kadar abu pada hard candy minyak atsiri daun kemangi dan ekstrak daun kelor memiliki kadar abu 2,19% yang menunjukan melebihi standar yang berlaku. hasil kadar gula reduksi pada hard candy daun sirih bubuk dan daun suji bubuk memiliki kadar gula reduksi 83,55% yang menunjukan melebihi standar yang berlaku. Jenis dan komposisi bahan baku berpengaruh nyata terhadap mutu kimia hard candy, terutama pada parameter kadar air, kadar abu, dan kadar gula reduksi.
Literature Review : Pengaruh Lama Penyimpanan dan Variasi Suhu terhadap Mutu Mikrobiologis pada Ikan Dian Safitri; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25579

Abstract

Ikan merupakan bahan pangan yang kaya protein dan memiliki nilai gizi tinggi, namun mudah mengalami penurunan mutu akibat aktivitas mikroorganisme. Suhu dan lama penyimpanan menjadi faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan mikroba pada ikan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan lama penyimpanan terhadap mutu mikrobiologis ikan berdasarkan nilai Total Plate Count (TPC). Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Data yang dikaji meliputi jenis ikan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan, dan nilai TPC sebagai indikator mutu mikrobiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu rendah (0–10°C) dan suhu beku (-18°C) mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga nilai TPC lebih rendah dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang (27–30°C). Selain itu, peningkatan lama penyimpanan menyebabkan jumlah mikroba cenderung meningkat, meskipun laju pertumbuhannya lebih lambat pada suhu rendah. Dengan demikian, pengendalian suhu dan lama penyimpanan sangat penting untuk mempertahankan mutu mikrobiologis dan keamanan ikan selama penyimpanan.
Analisis Sistem Pengawasan Mutu Pangan pada Pengolahan Tuna Loin Beku (Thunnus Albacares) Wija Krisman Harefa; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25586

Abstract

Industri pengolahan tuna loin beku di Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar, namun sistem pengawasan mutu yang diterapkan di tingkat unit pengolahan ikan (UPI) belum banyak dievaluasi secara kritis terhadap standar HACCP, GMP, dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara praktik pengawasan mutu yang dilaporkan di PT. Harta Samudera, Ambon, dengan standar ideal sistem jaminan mutu pangan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis kesenjangan (gap analysis). Hasil temuan menunjukkan bahwa secara uji akhir, produk tuna loin beku di PT. Harta Samudera telah memenuhi seluruh parameter SNI 7968:2014 (organoleptik nilai 8, ALT 1,7×10³ koloni/g, E. coli <3 APM/g, Salmonella negatif, histamin 0,5 ppm, suhu rantai dingin 0,5-1,64°C). Namun, dari 7 prinsip HACCP, hanya 2 prinsip yang terpenuhi secara parsial, sementara 5 prinsip lainnya (identifikasi bahaya, penetapan CCP, prosedur pemantauan, tindakan koreksi, dokumentasi) tidak terpenuhi. Kesenjangan utama meliputi tidak adanya penetapan Critical Control Points (CCP) secara formal, tidak terdokumentasinya prosedur GMP dan SSOP, serta tidak adanya sistem tindakan koreksi dan dokumentasi yang memadai. Batasan penelitian ini adalah ketergantungan pada satu artikel jurnal utama yang tidak menyediakan data lengkap mengenai dokumen HACCP, GMP, dan SSOP di lokasi penelitian. Kesimpulannya, PT. Harta Samudera masih menggunakan pendekatan end-product testing (reaktif) dan belum mengadopsi sistem preventif HACCP secara terdokumentasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya transformasi sistem pengawasan mutu dari reaktif menuju preventif berbasis HACCP, serta perlunya studi observasional langsung di UPI untuk memverifikasi implementasi aktual ketujuh prinsip HACCP.
Literatur Review: Deteksi Kontaminasi Olahan Daging Sapi dengan Daging Babi Celeng (Sus scrofa) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Gita Nur Eriani; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25615

Abstract

Praktik adulterasi produk pangan melalui pencampuran daging babi ke dalam olahan berbasis daging sapi menjadi salah satu isu krusial yang mendegradasi jaminan keamanan pangan serta kepercayaan konsumen. Penelitian ini diorientasikan untuk mendeteksi keberadaan kontaminasi DNA babi pada produk olahan daging sapi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) berbasis primer spesifik gen cytochrome b (cyt b). Sampel yang dianalisis meliputi bakso sapi kemasan dari pasar swalayan, bakso sapi dari pedagang sektor informal (kaki lima), bakso babi sebagai kontrol positif, serta formulasi campuran bakso sapi dan babi untuk uji sensitivitas. Isolasi DNA sampel dilakukan menggunakan kit GenJET Genomic DNA Purification, yang dilanjutkan dengan tahapan amplifikasi PCR dan visualisasi melalui elektroforesis gel agarosa 2%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontrol positif bakso babi serta sampel campuran daging sapi-babi berhasil mengamplifikasi pita DNA spesifik berukuran berkisar 200–212 bp yang mengonfirmasi presensi gen cytochrome b babi. Sebaliknya, produk bakso sapi kemasan maupun bakso sapi dari pedagang kaki lima tidak mengindikasikan adanya pita fragmen DNA babi tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, metodologi PCR dengan primer cytochrome b terbukti memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mengidentifikasi kontaminasi material babi pada produk daging olahan.
Peranan Bahan Tambahan Pangan dalam Menjaga Stabilitas dan Mutu Produk Pangan Deni Ardhika Badrudin; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25626

Abstract

Industri pangan modern menuntut produk pangan yang tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki kualitas yang stabil selama proses pengolahan, distribusi, dan penyimpanan. Salah satu upaya yang banyak dilakukan untuk mempertahankan mutu produk adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Bahan tambahan pangan memiliki berbagai fungsi penting, seperti memperpanjang umur simpan, menjaga kestabilan fisik produk, memperbaiki tekstur, serta mempertahankan karakteristik sensoris produk pangan. Artikel ini bertujuan untuk membahas peranan bahan tambahan pangan dalam menjaga stabilitas dan mutu produk pangan pada industri pangan modern. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai jurnal nasional, jurnal internasional, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambahan pangan seperti anti caking agent pada produk pangan berbentuk serbuk dan garam pengemulsi pada produk keju olahan berperan penting dalam menjaga kestabilan produk selama penyimpanan. Selain memberikan manfaat dalam mempertahankan kualitas produk, penggunaan bahan tambahan pangan juga perlu memperhatikan aspek keamanan serta regulasi penggunaan agar tetap aman bagi konsumen. Dengan demikian, bahan tambahan pangan menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung kualitas, kestabilan, dan keamanan produk pangan pada industri pangan modern.
Tinjauan Literatur: Bentuk Pemalsuan Madu, Metode Deteksi, dan Dampaknya terhadap Kesehatan Konsumen Melda Putri Rahayu; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25654

Abstract

Pemalsuan produk pangan merupakan praktik yang melibatkan manupulasi informasi mengenai mutu, komposisi, maupun asal-usul suatu produk dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi. Madu merupakan salah satu komoditas pangan yang paling rentan terhadap pemalsuan, dengan posisi ketiga setelah susu dan minyak zaitun. Bentuk – bentuk pemalsuan madu yang sering dilakukan yaitu dengan pemalsuan label kemasan madu (mislabeling) dan pengoplosan madu (honey adulteration). Metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi kepalsuan madu yaitu dengan cara konvensional seperti uji kelarutan, uji kekeruhan dan pembentukan buih, serta uji pemanasan. Selain itu, kepalsuan madu juga dapat dideteksi dengan pengecekaan pH dan menggunakan instrumen dengan metode FTIR. Pemalsuan madu sangat membahayakan kesehatan konsumen, salah satunya dapat menyebabkan peningkatan gula darah diikuti dengan pelepasan hormon insulin dan diabetes tipe II, penambahan berat badan di perut, dan obesitas, peningkatan kadar lipid darah, dan tekanan darah tinggi.
Kajian Literatur: Evaluasi Kesesuain Mutu Produk Nugget dengan Subtitusi Bahan Pangan Lain terhadap Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) Arlita Nada Putri; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25660

Abstract

Nugget ayam memiliki kandungan gizi tinggi yang berasal dari bahan baku dengan kualitas terbaik, sehingga menghasilkan nugget dengan kualitas yang baik. Pembuatan nugget ayam telah diatur dalam SNI 6683:2014. Menurut SNI 6683:2014, Nugget ayam merupakan produk pangan yang berasal dari pengolahan ayam dengan pencampuran daging ayam dengan atau tidak ada penambahan bahan pangan lain yang sudah diizinkan. Tingginya konsumsi nugget ayam, membuat keamanan bagi konsumen harus ditingkatkan dengan cara pengendalian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jurnal nasional dengan keyword tersebut memiliki rentan waktu (2016-2026), pengumpulan data ini bersumber dari Research Gate, Google Scholar dan beberapa web jurnal nasional yang relevan dengan penulisan artikel ini. Nugget ayam dengan penambahan kecombrang mengandung kadar air (60,06%), kadar lemak (11,06%), kadar protein (24,22%). Pada nugget ayam dengan tepung betakul mengandung kadar air (42,23%), kadar lemak (46,68%), kadar protein (6,01%.). Sementara, nugget ayam dengan subtisusi tepung ampas tahu mengandung kadar air (10,88%), kadar lemak (7,71%.), kadar protein (12,78%). Syaratm Mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 6683:2014 kadar air (maksimal 60%), kadar lemak (maksimal 20%), dan kadar lemak (minimal 9%). Ketidak sesuaian hasil penelitian dapat disebabkan kerusakan pada proses pemasakan. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6683:2014 diperlukan untuk keamanan konsumen.
Kajian Literatur: Identifikasi Kontaminasi Bakteri Salmonella sp. pada Telur Ayam Kampung Nayla Sabilla Ramadhani; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25662

Abstract

Telur ayam kampung merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, tetapi memiliki risiko kontaminasi bakteri Salmonella sp. baik secara vertikal maupun horizontal. Kontaminasi ini dapat terjadi melalui induk ayam yang terinfeksi, lingkungan, debu, tanah, kotoran, serta penanganan pascapanen yang kurang higienis. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kontaminasi, metode identifikasi, dan upaya pencegahan kontaminasi Salmonella sp. pada telur ayam kampung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal, buku, skripsi, dan sumber pemerintah dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa identifikasi Salmonella sp. pada telur umumnya dilakukan melalui kultur mikrobiologi, meliputi tahap pra-pengayaan, pengayaan, isolasi, dan identifikasi menggunakan media selektif seperti XLD, HE, dan BSA. Risiko kontaminasi meningkat selama penyimpanan yang tidak sesuai dan pada telur yang dikonsumsi mentah atau setengah matang. Pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), terutama pada tahap pengumpulan, penyimpanan, pengemasan, dan sanitasi selama distribusi. Dengan penerapan penanganan yang baik, risiko kontaminasi Salmonella sp. pada telur ayam kampung dapat ditekan sehingga keamanan pangan bagi konsumen lebih terjamin.
Co-Authors Adawiyah, Amiratul Agnia Rahmawati Agrison, Mutiara Ahmad Faisal Ajeng Nurfitria Akbar, Raihan Akmalul Khoer, Sevtian Al-antama, Rizky Anugrah Alfintawati, Aprillia Alsa Denta Amanda Artatia Putri Amelia, Diana AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Andriani, Cindy Amara Anisa Safira Azzahra Aprilia, Dela Aprilia, Sapira Apriliana, Riyanda Arista, Gita Martya Arlita Nada Putri Arshyla Eliska Arti Hastuti Arti Hastuti Ashila Maziyya Fairuz Firdaus Aulia Putri, Sahila Aulia, Syakila Wahda Berliana, Dina Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Bulan Saidah Caesandra Indah Arlina Chantyka Meisa Nurul Putri Cici Fitriani Delfitriani Deni Ardhika Badrudin Dian Safitri Dihya Al Faqih Aulia Robbani Dinda Wahyuni, Aulia Erna Puspasari Fachriani, Felia Fairuza Aulannisa Faridah Handayasari Fauziah, Putri Nurul Fazhira Syaffa Alexandra Fina Uzwatani Fina Uzwatania Fitri Apriliany, Fitri Fitri Yani Fitriah Nur Hasanah Fitrilia, Tiana Gita Nur Eriani Halimah, Siti Nur Halimatus Sa'diah, Elin Hariyanto, Indra Hastuti, Arti Herdiansyah Herlani, Nabila Cahya Herry Muhammad Zikrillah Ihsan Maulana Indradewa, Rhian Indrastuti, Nindya Atika Indrawan Setiaji Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irahmah, Siti Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Jaelani, Salsabila Azaria Januar, Dini Jefferson, Karina Aida Juanda, Dede Juniar, Vitri Heriana Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoerunnisa, Nurul Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lestari, Ayu Agusti Awati Lia Amalia Lia Amalia Lia Amelia Lia Amelia Lola, Amelia Lustiani, Marisa Hijjah Lusy Ocktaviani M. Firdaus , Bambang Budiansyah, Kastana Sapanli, Aprianty , Gustav M. Irsyad , M. Firdaus Mandira, Mugi Tyas Mardiah Mardiah Mardiah Maulana, Ihsan Meilani, Almanda Melda Putri Rahayu Muhamad Ari Ismail Muhammad Faris Tsany Adnandhika Muhammad Rifqi Muhammad Rizal Firdaus Mukhreza, Destila Mukrimah, Siti Murni Mayranti Sukma Mutiara Az-zhari Wijaya Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nayla Sabilla Ramadhani Nazwa Kamila Nazwa Khaerul Nissa Noer Laela Rahmawati Noli Novidahlia Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Pajrin , Ajriani Dainita Pajrin, Ajriani Dainita Pambudi, Galang Prasaja Pebrianti, Tanti Pertiwi, Ambarani Kurnia Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prakoso, Muhammad Cahyo Pratami, Aprilia Pratiwi, Namira Indah Puspitasari, Oktaviani Yosri Puspitasari, Sri Dewi Putra, Faturahman Setiyawan Putri Nurul Fauziah Putri, Mia Karmeliana R. Siti Nurlaela Raden Siti Nurlaela Rahma, Anisa Aulia Refani Fadli Rahman Reva Aprila Rohmah, Salma Amiatri Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rosy Hutami Ruhiya, Fajar Salma Rukhiatul Khafiza sapanli, kastana Sari, Berliana Mustika Sari, Trifani Permata Setiawan, Rizky Setiyawan Putra, Faturrahman Shafa, Putri Shiddiq, Muhammad Fahmi Siti Aliza Fahira Siti Amelia Fauziah Siti Aminah Siti Aminah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Nazwa Hidayah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Dewi Puspitasari Sulistina Hasya Nuraisyah Sultan Guna Wibawa Sunandi, Dede Susanto, Muhammad Fajry Syafir, Erlin Julia Syalsa Dania Putri Titi Rohmayanti Tri Ayu Anjani Widya Firdiani Chandraningtyas Wija Krisman Harefa Wilna Iznilillah Wulan, Nawang Yatman, Andri Yuliyana, Siti Ariska