Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan tangan dan ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo melalui pendekatan Collaborative Governance berbasis Pentahelix. Data diperoleh dari observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kebijakan pemerintah daerah dan laporan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah UMKM meningkat signifikan dari 82.732 unit pada 2024 menjadi 118.826 unit pada 2025. Produk unggulan seperti sulaman Karawo, anyaman rotan, dan kuliner khas Gorontalo telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus pelestarian budaya. Namun, tantangan utama masih mencakup keterbatasan akses modal, literasi digital rendah, serta program pemberdayaan yang belum berkelanjutan. Evaluasi Collaborative Governance menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya efektif. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya penguatan literasi digital, akses pembiayaan inklusif, serta monitoring lintas aktor yang konsisten untuk memperkuat daya saing UMKM di Gorontalo.