Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya pemantauan tumbuh kembang balita serta keterbatasan akses terhadap intervensi gizi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi Sprinila Omegrow dan aplikasi Kalkulator Deteksi Stunting. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan aplikasi Kalkulating, dan penguatan kapasitas Kampung Nila Kawali dalam pemanfaatan potensi local ikan nila, beras, daun kelor, dan sacha inchi oil. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anggota Poklahsar Kampung Nila Kawali dari 30% berpengetahuan cukup, dan 70% berpengetahuan kurang, menjadi 90% berpengetahuan baik dan 10% berpengetahuan cukup, peningkatan pengetahuan kader semula 58,33% berpengetahuan cukup dan 41,67% responden berada pada kategori kurang, menjadi 83,33% telah mencapai kategori pengetahuan baik, dan 16,67% berada pada kategori cukup, peningkatan usability kader menjadi 100%. Indikator berat badan balita mengalami peningkatan sebesar 3,06%, dari rata-rata 11,55 kg menjadi 11,91 kg, rata-rata tinggi badan meningkat 4,05% dari 83,34 cm menjadi 86,72 cm, status gizi balita mengalami peningkatan sebesar 50% balita dengan status gizi normal tercatat 66,67%. Skor Kuesioner Pra Skrining Perkembangan mengalami peningkatan 13,42% dari rata-rata 7,70 menjadi 8,73. Sprinila Omegrow berpotensi menjadi produk pangan fungsional berbasis potensi lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting. Integrasi inovasi digital dan Sprinila Omegrow efektif mendukung pencegahan stunting. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan cakupan sasaran yang lebih luas serta dukungan lintas sektor.