p-Index From 2021 - 2026
11.757
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Journal of Education and Learning (EduLearn) JEJAK JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN JURNAL ILMIAH EDUCATIONAL MANAGEMENT Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan REiD (Research and Evaluation in Education) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Sosio e-kons JABE (Journal of Applied Business and Economic) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Journal of Vocational Education Studies (JOVES) RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Journal of Academia Perspectives JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains Publikasi Pengabdian Masyarakat Komputer dan Teknologi (PUNDIMASKOT) Eduvest - Journal of Universal Studies Bioedunis Journal Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Indonesian Journal of Educational Management and Leadership BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa (Jurnal PKM BATASA) Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Pendidikan Dasar Islam Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Pendidikan Progresif Berbakti TARBIYATUNA: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efektivitas Asesmen Diagnostik Terhadap Identifikasi Kebutuhan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi IPA SMP Esti Ichtiarni; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA berbasis diferensiasi di tingkat SMP. Penerapan asesmen diagnostik menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka karena membantu guru memperoleh informasi mengenai kemampuan awal, minat, kesiapan belajar, serta karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPA dan siswa SMP yang terlibat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik pada kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat efektivitas asesmen diagnostik terhadap pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu membantu guru memahami kondisi dan kebutuhan belajar siswa secara lebih menyeluruh sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik juga membantu guru menentukan metode, media, dan bentuk pembelajaran yang lebih tepat. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam menyusun instrumen, serta pengelolaan hasil asesmen yang belum optimal. Dengan demikian, asesmen diagnostik dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA di SMP.  
Analisis Soal Hots Ranah Kognitif Pada Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Eka Ratna Safitri; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.674

Abstract

Pada abad ke-21, penguatan kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan utama yang wajib dimiliki siswa, khususnya dalam pembelajaran Biologi yang memuat konsep-konsep abstrak, kompleks, dan sangat berkaitan dengan berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah melalui penerapan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada ranah kognitif dalam proses pembelajaran. Soal HOTS tidak hanya menuntut siswa untuk mengingat serta memahami konsep, pembelajaran juga diarahkan agar siswa mampu melakukan analisis, evaluasi, serta merancang solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi. Berkaitan pada hal tersebut, kajian mengenai tingkat ketercapaian soal HOTS dalam pembelajaran Biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi penting untuk dilakukan, khususnya dalam melihat sejauh mana soal-soal yang digunakan mampu mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam penelitian ini diterapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik analisis isi guna menelaah soal-soal evaluasi Biologi pada jenjang SMA. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan soal-soal evaluasi, Data penelitian berupa 60 butir soal Biologi yang berasal dari soal Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS) kelas X SMA. yang relevan untuk kemudian dianalisis setiap butir soal dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan Taksonomi Bloom revisi yang terdiri dari level C1 sampai C6 untuk melihat tingkat kemampuan berpikir yang diukur, baik pada kategori berpikir tingkat rendah (LOTS) maupun berpikir tingkat tinggi (HOTS). Hasil analisis mengungkapkan bahwa sebagian besar butir soal masih berada dalam tingkat LOTS, yaitu mulai dari C1 hingga C3, yang lebih menekankan pada kemampuan mengingat, memahami, dan menerapkan konsep. Sementara itu, soal yang termasuk dalam kategori HOTS, yaitu C4 sampai C6, jumlahnya masih lebih sedikit. Kondisi ini memaparkan kemampuan berpikir kritis siswa belum sepenuhnya dilatih melalui instrumen evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Biologi.
Evaluasi Sumatif Matematika Sebagai Jembatan: Menuju Standar Akademik Yang Lebih Tinggi Di SMPN 244 Jakarta Utara Iwan Koerniawan; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi evaluasi sumatif dalam pembelajaran matematika sebagai instrumen peningkatan standar akademik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 244 Jakarta Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan hasil evaluasi sumatif yang selama ini hanya digunakan sebagai alat penilaian akhir dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang diperkuat analisis kuantitatif sederhana agar hasil penelitian lebih objektif dan terukur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran matematika, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta analisis dokumen hasil evaluasi sumatif, perangkat pembelajaran, dan program tindak lanjut pembelajaran. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan evaluasi sumatif secara sistematis mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika dan membantu guru memetakan kompetensi peserta didik secara lebih akurat. Berdasarkan analisis hasil evaluasi, guru menerapkan remedial, pengayaan, pembelajaran diferensiasi, dan penggunaan metode pembelajaran yang lebih inovatif sesuai kebutuhan siswa. Sebanyak 78% peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar dengan kenaikan nilai rata-rata kelas dari 72,4 menjadi 78,6. Selain itu, kemampuan literasi numerasi siswa meningkat sebesar 21% setelah dilakukan perbaikan strategi pembelajaran. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa evaluasi sumatif membantu guru memperbaiki metode pembelajaran, meningkatkan kualitas perangkat ajar, serta mendukung pengembangan kurikulum berbasis capaian hasil belajar. Dengan demikian, evaluasi sumatif berfungsi sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika dan standar akademik sekolah secara berkelanjutan.
Evaluation of the Formative Assessment System for Ecosystem Material Based on the Independent Curriculum in Junior High Schools Ismiarti Ismiarti; Hendro Prasetyono
Bioedunis Journal Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bioedunis.v5i1.20363

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the formative assessment system for ecosystems based on the Independent Curriculum at the junior high school (SMP) level. The study used a descriptive quantitative approach with a survey method. The subjects consisted of 72 seventh-grade students and four science teachers at SMPs that had implemented the Independent Curriculum. Data collection was conducted through questionnaires, observation sheets, and documentation of formative assessment results. Data analysis used descriptive statistics, including percentages and average scores. The results showed that the implementation of formative assessment on ecosystems material was good, with an average implementation rate of 81.4%. The feedback indicator achieved the highest score of 85.2%, while the utilization of assessment results for learning improvement achieved the lowest score of 76.3%. The findings indicate that formative assessment can help teachers identify students' learning difficulties and increase students' engagement in learning about ecosystems. This study recommends strengthening the follow-up of formative assessment results so that learning objectives in the Independent Curriculum can be optimally achieved.
Analysis of Competency-Based Biology Learning Evaluation Systems Through A Systematic Literature Review Asriyani Nurro Sidawati; Hendro Prasetyono
Bioedunis Journal Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bioedunis.v5i1.19956

Abstract

Competency-based learning evaluation is an important aspect of Biology instruction in secondary education, as it assesses not only students’ mastery of knowledge but also their skills and attitudes. However, various studies indicate that evaluation practices in Biology learning remain dominated by cognitive assessment, thereby limiting the optimal measurement of competencies in a comprehensive manner. This study aims to analyze competency-based Biology learning evaluation systems in secondary education using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research method followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Articles were retrieved from Google Scholar, SINTA, DOAJ, and Scopus databases, with publications limited to the period from 2021 to 2026. The selection process consisted of article identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. Of the 120 articles identified, 15 met the inclusion criteria and were analyzed using content analysis techniques.The findings indicate that competency-based evaluation in Biology learning has developed through the implementation of authentic assessment, performance assessment, portfolios, higher-order thinking skills (HOTS) assessment, and the use of digital technology. The application of these evaluation approaches contributes to improving students’ critical thinking skills, scientific literacy, and problem-solving abilities. Nevertheless, several challenges remain, including the dominance of written tests, limited affective and psychomotor assessment instruments, and teachers’ limited competence in developing competency-based assessments. Therefore, strengthening teachers’ capacity and developing more comprehensive evaluation instruments are necessary to support competency-oriented Biology learning.
Evaluation of the Implementation of Biology Learning Assessment on the Concept of Environmental Pollution in the Merdeka Curriculum for Grade VIII Junior High School Students Ari Susilowati; Hendro Prasetyono
Bioedunis Journal Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bioedunis.v5i1.20362

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of Biology learning assessment on the concept of environmental pollution in the Merdeka Curriculum for Grade VIII junior high school students. The evaluation was conducted on the implementation of diagnostic, formative, and summative assessments applied by the teacher during the learning process. This study employed an evaluative approach using Stake’s Countenance evaluation model, which includes the stages of antecedents, transactions, and outcomes. The research subjects consisted of one science teacher and 32 Grade VIII junior high school students. Data were collected through observation, document analysis, questionnaires, and interviews. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods by comparing actual conditions with the assessment standards in the Merdeka Curriculum. The results showed that the implementation of Biology learning assessment on environmental pollution material was in the good category, with an average implementation rate of 83.2%. Diagnostic assessment obtained a score of 78.5%, formative assessment 85.6%, and summative assessment 85.4%. Nevertheless, challenges were still found in the implementation of non-cognitive diagnostic assessment and the provision of individual feedback to students. This study recommends the development of more authentic assessments that are oriented toward students’ learning needs in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.
Evaluation of Biology Learning Assessment Instruments on the Excretory System Concept for Grade VIII Junior High School Students Sastri Nilawati; Hendro Prasetyono
Bioedunis Journal Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bioedunis.v5i1.20605

Abstract

This study aims to evaluate the quality of Biology learning assessment instruments on the excretory system material for Grade VIII junior high school students based on their alignment with Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran, CP), Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran, TP), item indicators, cognitive domains, and item quality. This study employed an evaluative descriptive approach using a document evaluation model. The data were obtained through an analysis of 30 test items used by teachers in the excretory system material. The evaluation instrument was a review sheet covering aspects of substance, construction, language, alignment with CP and TP, and the distribution of cognitive levels based on the Revised Bloom’s Taxonomy. The results showed that most of the items were aligned with CP and TP; however, they were still dominated by lower cognitive domains (C1–C2). The alignment of the indicators reached 86.67%, whereas the proportion of HOTS items remained low. These findings indicate the need to develop assessment instruments that are more oriented toward higher-order thinking skills.
Analysis of improving innovative work behaviour of vocational high school teachers in terms of servant leadership with knowledge sharing as an intervening variable Hendro Prasetyono; Sumaryati Tjitrosumarto; J. Sabas Setyohadi; Sri Hapsari; Ira Pratiwi Ramdayana
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v14i1.65445

Abstract

The purpose of this research is to describe the innovative work behavior of vocational high school teachers in terms of servant leadership which is intervened by knowledge sharing. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique was simple random sampling which came from vocational high school teachers from the provinces of East Java, Central Java, West Java, DKI Jakarta, Banten, Riau Islands, and South Sumatra with a total of 165 teachers. Data analysis techniques using descriptive analysis and path analysis. Results: The dimension of the teacher's innovative work behavior, namely with the intent of benefit to the organization has the highest score and the idea promotion dimension has the lowest score. Servant leadership has a positive and significant influence on knowledge sharing with a contribution of 42.3%. knowledge sharing has a positive and significant influence on innovative work behavior with a contribution of 58.4%. Knowledge sharing cannot be an intervening variable of servant leadership on innovative work behavior because the path analysis results show that servant leadership does not directly affect innovative work behavior through knowledge sharing. The implication is that city or district education offices must further enhance the idea promotion exploration of teachers through training or workshops and maintain that with the intent of benefit to the organization of teachers through servant leadership style and knowledge sharing of teachers and school principals.
The Implementation of Communicative Language Teaching (CLT) Method in English Courses at New Concept English Education Centre Aliya Izet Begovic Yahya; Sumaryoto Sumaryoto; Hendro Prasetyono
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.49918

Abstract

This study investigates the implementation of the Communicative Language Teaching (CLT) method at New Concept English Education Centre in Indonesia, focusing on its integration with Information and Communication Technology (ICT). CLT emphasizes authentic communication and interactive pedagogy, aiming to improve students' speaking and listening skills. The research adopts a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to assess how CLT enhances language acquisition. Findings reveal that incorporating ICT tools such as digital platforms, multimedia resources, and gamified applications significantly supports real-world communication, fostering engagement and motivation among learners. Despite these advancements, challenges persist, particularly regarding technology access and infrastructure. This study underscores the transformative potential of ICT-enhanced CLT in modern language education while offering insights for curriculum development and teacher training to optimize English language instruction in Indonesia and similar contexts.
Peran Budaya Organisasi Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru SMP Yanih Rusyanih; Hendro Prasetyono
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1895

Abstract

Budaya organisasi sekolah berperan penting dalam mendukung profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya organisasi sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMP melalui kajian terhadap nilai-nilai disiplin, kerja sama, komunikasi terbuka, komitmen terhadap mutu, dan penghargaan terhadap prestasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi sekolah yang positif mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kolaborasi, dan kompetensi profesional guru. Selain itu, dukungan kepala sekolah dan sistem penghargaan yang baik turut memperkuat profesionalisme guru. Meskipun demikian, pengembangan profesionalisme masih menghadapi kendala berupa beban administrasi, keterbatasan fasilitas, dan kesenjangan kemampuan teknologi. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan profesionalisme guru dan mutu pendidikan.
Co-Authors Abdillah, Agus Abdillah, Agus Abdillah, Agus Abdul Munir Adawiyah Adawiyah Agus Abdillah Agus Abdillah Agus Abdillah Agus Tri Sutoyo Akhmad Sefudin Aliya Izet Begovic Yahya Ami, Aminah Andriani Andriani Anita, Tri Anna Nurfahana Anna Nurfarhana Anna Nurfarkhana Ari Susilowati Ari Whindayati Arif Mulyadi Arif Mulyanto Arif Sasmoko Arif Vidiarto Asikin, Iin Asikin, Iin Asriyani Nurro Sidawati Azizah, Aviaska Bagus Sulasmono Burhanudin Burhanudin Burhanudin, Burhanudin Cahyo, Ismail Dwi Darno Raharjo Dedeh Kurniasari Desnaranti, Laila Diana Lestari, Rina Dicky Kurnia Dika Ayuning Dodo Murtado Dona Fitria Dwi Handayani Dwi Nur Luthofah Edison Siregar Eigis Yani Pramularso Eka Rahmantika, Laila Eka Ratna Safitri Eryanto, Dwi Esti Ichtiarni Farabi, Muhammad Nur El fatimah Fatimah Fatimah, Fatimah Febry Marindra Cysbya Erdlanda Hamidah Nasir Hapsari, Vinandri Hardian Mursito Hasbullah Hendra Wijaya Heri Nurranto Heru Sriyono Heru Suparman Hikmah Masudah Iin Asikin Indriyani Indriyani Ira Pratiwi Ramdayana Ira Pratiwi Ramdayana Ira Pratiwi Ramdayana Irham Ramdani Ismail Dwi Cahyo Ismiarti Ismiarti Isnaeni, Yulia Iwan Koerniawan J. Sabas Setyohadi J. Sabas Setyohadi Jatut Yoga Prameswari JEMAH, MUHAROH Lanti Mustika Lilis Badriah Lilis Badriah Maman Maman Maria Immaculata Adhisti P.D Maria Immaculata Adhisti Prima Maria Immaculata Adhisti Prima Dewi Maria Immacullata Adhisti Prima Meidilah Melda Rumia Rosmery Simorangkir Merry Lapasau Muhammad Noor Mulyaningrum, Vicihayu Dyah Nardiyanto, Nardiyanto Nia Kurniasih, Enok Nina Husna Novita Vandrianur Nurdin Nurdin Nurfarhana, Anna Nurfarkhana, Anna Nurjanah, Nurjanah Nurul Hikmah Nurul Viah Tsania Rahman Pane, Medyawati Pratiwi, Elisabet Yudith Dian Purnama, Syahfitri Rahman, Nurul Viah Tsania Rahmi Nur Salamah Ramdayana, Ira Pratiwi Ramdayana, Ira Pratiwi Ramdayana, Ira Pratiwi Rani Nurhayati Rosida Ratih Lailathi Prajamukti Rendika Vhalery Retty Rizda Ismaillah Rhisma Putri Oktaviani Risma Uly Manalu, Risma Uly Ritiauw, Samuel P. Rizka Juniarti Pratiwi Rizkiyah, Nur Rosida, Rani Nurhayati Rozita Che Rodi Rozita Che Rodi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Azis Sabariyah Sabas Setyohadi, J Saefulah Salmin Salmin Sanyo Saputra Sanyo Saputra Sastri Nilawati Setiawati, Nur Amega Shofina Hajar Birlanti Sifa Fatimah SITI FATIMAH Sri Hapsari Sumaryati Tjitro Sumarto Sumaryati Tjitrosumarto Sumaryati Tjitrosumitro Sumaryoto Sumaryoto Sumaryoto Supryanto Suwarsito Suwarsito Syahfitri Purnama Thoif Marsam Tjipto Djuhartono Tjitrosumarto, Sumaryati Toto Widiarto Tri Anita Tri Budi Angantyo Tulus Widjajanto Ummi lailatun ni’mah Wartini, Nani Wening Estiningsih Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Priska Anggraini Yanih Rusyanih Yanti Rusdianti Yudhi Hertanto Yuliana Friska Yusi Yuyun Yuliati Zaenul Muttaqin