p-Index From 2021 - 2026
11.757
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Journal of Education and Learning (EduLearn) JEJAK JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN JURNAL ILMIAH EDUCATIONAL MANAGEMENT Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan REiD (Research and Evaluation in Education) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Sosio e-kons JABE (Journal of Applied Business and Economic) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Journal of Vocational Education Studies (JOVES) RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Journal of Academia Perspectives JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains Publikasi Pengabdian Masyarakat Komputer dan Teknologi (PUNDIMASKOT) Eduvest - Journal of Universal Studies Bioedunis Journal Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Indonesian Journal of Educational Management and Leadership BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa (Jurnal PKM BATASA) Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Pendidikan Dasar Islam Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Pendidikan Progresif Berbakti TARBIYATUNA: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesulitan Guru Matematika dalam Melaksanakan Penilaian Sikap Peserta Didik pada Kurikulum Merdeka di SMA Yuyun Yuliati; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.10892

Abstract

Penilaian sikap merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk karakter peserta didik secara holistik, tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada perkembangan nilai, sikap, dan perilaku peserta didik. Meskipun demikian, dalam praktik pembelajaran di sekolah, guru mata pelajaran Matematika masih menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan penilaian sikap secara efektif dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami guru matematika dalam melaksanakan penilaian sikap peserta didik di tingkat SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian tiga orang guru matematika SMA yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang difasilitasi secara daring. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami guru meliputi tiga aspek utama, yaitu: (1) perencanaan penilaian yang mencakup penyusunan instrumen yang dianggap cukup teknis dan membutuhkan waktu yang relatif banyak; (2) pelaksanaan pengamatan sikap yang kurang optimal karena jumlah peserta didik yang baolnyak serta fokus guru yang lebih terarah pada penyampaian materi pembelajaran; dan (3) pelaporan hasil penilaian yang masih berpotensi menimbulkan subjektivitas. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya pelatihan teknis yang berkelanjutan serta penyediaan instrumen penilaian yang lebih praktis dan terstandar guna mendukung pelaksanaan penilaian sikap yang efektif, objektif, dan sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa SMP Swasta Di Kabupaten Sukabumi Arif Mulyadi; Widodo Widodo; Hendro Prasetyono
Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS Vol 8, No 3 (2025): Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/herodotus.v8i3.23167

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP swasta di Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasional statistika regresi linier berganda dengan jumlah sampel 83 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan status sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP Swasta di Sukabumi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 30,343. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP Swasta di Sukabumi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,711. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP Swasta di Sukabumi. Hal ini dibuktikan dengan perolehasn nilai Sig. = 0,000 < 0,05 dan thitung = 4,831. 
Penggunaan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) Dalam Upaya Peningkatan Karakter Kewirausahaan Siswa Hamidah Nasir; Hendro Prasetyono; Heru Suparman
Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS Vol 8, No 2 (2025): Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/herodotus.v8i2.28473

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Penggunaan Model Evaluasi CIPP ( context, input, process, product ) Dalam Upaya Peningkatan Karakter Kewirausahaan Siswa (Studi pada SMK Negeri Jakata Pusat). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan evaluasi dengan model CIPP (context, input, process, product) d Dalam Upaya Peningkatan Karakter Kewirausahaan Siswa (Studi pada SMK Negeri Jakata Pusat). Pada penelitian ini design penelitian yang digunakan adalah Teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perihal Dalam Upaya Peningkatan Karakter Kewirausahaan Siswa  di SMKN 14 Jakarta, SMKN 31 Jakarta, dan SMKN 54 Jakarta secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Evaluasi CIPP (context, input, process, product) Dalam Upaya Peningkatan Karakter Kewirausahaan Siswa (Studi pada SMK Negeri Jakata Pusat) dalam kategori Baik. Dengan hasil yang baik ini diharapkan pembelajaran teaching factory dapat terus ditingkatkan agar jiwa kewirausahaan siswa dapat terus dipupuk menjadi lebih baik.
Paradoks Standardisasi Akademik dalam Pendidikan Vokasi: Analisis Kritis Kebijakan TKA Melalui Studi Dokumen Permendikdasmen No. 9/2025 Yudhi Hertanto; Hendro Prasetyono
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2320

Abstract

This article examines the paradox of academic standardization in vocational education through a critical analysis of Permendikdasmen No. 9/2025 on the Academic Ability Test (TKA) for vocational high school (SMK) students. The policy positions cognitive ability as the primary instrument for selection and evaluation, whereas vocational education philosophically emphasizes practical competence, technical skills, and industry-based work experience. This study employs a qualitative approach using document analysis, regulatory review, and comparative literature on vocational education, authentic assessment, and washback effect theory. The findings indicate a misalignment between the characteristics of the TKA and the needs of the SMK ecosystem. Emphasis on cognitive testing may shift learning orientation, marginalize vocational competencies, and generate negative washback on teaching strategies and learning processes. The uniform application of TKA also risks narrowing the goals of vocational education, which should ideally respond to labor market demands. The study concludes that academic standardization must be formulated more contextually by positioning competency-based assessment as the primary instrument and the TKA as a proportional complement. A policy reorientation is required to ensure that vocational education remains relevant, adaptive, and capable of producing graduates who meet industry needs.ABSTRAKArtikel ini mengkaji paradoks standardisasi akademik dalam pendidikan vokasi melalui analisis kritis terhadap Permendikdasmen No. 9/2025 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMK. Kebijakan tersebut menempatkan kemampuan kognitif sebagai instrumen seleksi dan evaluasi utama, sementara pendidikan vokasi secara filosofis menekankan kompetensi praktik, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja berbasis industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, kajian regulasi, dan komparasi literatur terkait pendidikan vokasi, asesmen autentik, dan teori washback effect. Temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara karakteristik TKA dan kebutuhan ekosistem SMK, di mana penekanan pada tes kognitif berpotensi menggeser orientasi pembelajaran, meminggirkan kompetensi vokasional, serta memunculkan dampak balik negatif terhadap strategi pengajaran dan proses belajar. Penerapan TKA secara seragam juga menimbulkan risiko penyempitan tujuan pendidikan vokasi yang idealnya responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standardisasi akademik harus dirumuskan secara lebih kontekstual, dengan menempatkan asesmen berbasis kompetensi sebagai instrumen utama dan TKA sebagai pelengkap yang proporsional. Reorientasi kebijakan diperlukan agar pendidikan vokasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan industri. Penelitian ini perspektif baru dalam merumuskan asesmen vokasional berbasis kompetensi.
EVALUASI PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TINGKAT MENENGAH ATAS: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Tri Budi Angantyo; Hendro Prasetyono
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60775

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) semakin digunakan untuk menghubungkan konsep fisika dengan perancangan, penyelidikan, dan pengembangan produk autentik, tetapi hasilnya bervariasi menurut konteks dan desain evaluasi. Kajian literatur sistematis ini mengidentifikasi pola implementasi, dampak pembelajaran, kondisi pendukung, dan kesenjangan penelitian PjBL pada fisika tingkat menengah atas yang terbit tahun 2020 sampai 24 Juni 2026. Penelusuran dan verifikasi metadata dilakukan melalui Google Scholar, Garuda/SINTA, DOAJ, Crossref, serta laman resmi jurnal atau penerbit dengan mengikuti prinsip PRISMA 2020. Dari 52 rekaman yang ditemukan, 40 rekaman unik disaring, 28 teks lengkap dinilai, dan 20 artikel jurnal primer dianalisis. Sintesis deskriptif dan tematik menunjukkan kecenderungan positif pada hasil belajar kognitif, pemahaman konsep, berpikir tingkat tinggi dan kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, motivasi, serta keterampilan proses sains. Implementasi yang lebih kuat memadukan masalah fisika autentik, tonggak kerja yang eksplisit, scaffolding guru, umpan balik iteratif, dan asesmen proses sekaligus produk. Namun, sampel kecil atau satu lokasi, intervensi singkat, instrumen yang tidak seragam, pelaporan kualitas proyek yang terbatas, serta tuntutan waktu dan fasilitas membatasi klaim kausal dan generalisasi. PjBL yang efektif memerlukan pengelolaan proyek terstruktur, penguatan konsep, akses teknologi yang adil, dan asesmen multimodal.
EVALUASI PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL GOAL-ORIENTED EVALUATION DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Shofina Hajar Birlanti; Hendro Prasetyono
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60776

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP memiliki peran strategis dalam mengembangkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, dan sikap ilmiah siswa. Namun, evaluasi pembelajaran IPA selama ini cenderung berfokus pada hasil kognitif akhir tanpa menelaah secara sistematis keselarasan antara tujuan, proses, dan capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran IPA di SMP dengan menggunakan Model Goal-Oriented Evaluation (GOE) yang dikemukakan oleh Ralph W. Tyler. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan dua orang guru IPA dan 80 siswa kelas VIII di salah satu SMP negeri di Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen kurikulum dan perangkat pembelajaran, serta tes hasil belajar. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan validasi data melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GOE mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai pencapaian tujuan pembelajaran IPA, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara tujuan yang dirumuskan dengan hasil yang dicapai. Capaian siswa pada ranah kognitif mencapai 75%, psikomotorik 68%, dan afektif 70%. Namun, keterampilan berpikir tingkat tinggi, kemampuan merancang eksperimen, serta sikap kritis ilmiah masih memerlukan penguatan. Hambatan utama meliputi keterbatasan sarana laboratorium, waktu praktikum, dan instrumen penilaian afektif yang belum terperinci. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi guru dalam merumuskan tujuan dan instrumen evaluasi yang komprehensif, penguatan fasilitas praktikum, serta pengembangan panduan evaluasi berbasis GOE yang lebih operasional. Model GOE terbukti relevan sebagai kerangka evaluasi yang sistematis dan akuntabel dalam mendukung perbaikan kualitas pembelajaran IPA di era Kurikulum Merdeka
The effects of workload and work-life balance on teacher performance: A meta-analysis study Lilis Badriah; Widodo Widodo; Merry Lapasau; Hendro Prasetyono; Rozita Che Rodi
Indonesian Journal of Educational Management and Leadership Vol. 4 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Educational Management and Leadership (in Press)
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/ijemal.v4i1.2047

Abstract

Purpose – This study examines how workload and work-life balance affect teacher performance. Due to these limitations, it is difficult to draw general conclusions about the strength of the relationships among the variables under study. The purpose of this study is to examine in greater depth how workload and work-life balance affect teacher performance by drawing on the findings of previous empirical studies. Method – The study method used meta-analysis to analyze the effects of workload and work-life balance on teacher performance. A systematic search through the DOAJ and Google Scholar databases was conducted. After selection using the PRISMA protocol and inclusion criteria, 14 studies were obtained, consisting of 7 studies on the effect of workload on teacher performance and 7 studies on the effect of work-life balance on teacher performance. A random-effects meta-analysis was performed using JASP and effect sizes were retrieved as correlation coefficients (r). Findings – The results of the meta-analysis indicate that the workload variable has a positive and significant relationship with teacher performance. Work-life balance variable has a positive and significant relationship with teacher performance. These findings underscore the importance of ensuring that teachers’ workloads are distributed proportionally. Teachers’ work-life balance must also be carefully considered in relation to their rights and responsibilities in order to encourage improved teacher performance and thereby continue to enhance the quality of education.
ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (MIPA) DI SMP NEGERI 1 SITURAJA KABUPATEN SUMEDANG Wartini, Nani; Prasetyono, Hendro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44793

Abstract

This study is motivated by the need to improve the quality of learning evaluation in Mathematics and Natural Sciences (MIPA), particularly in achieving a balanced assessment across cognitive, affective, and psychomotor domains. The purpose of this study is to analyze the implementation of learning evaluation, including planning, execution, results, and follow-up actions at SMP Negeri 1 Situraja, Sumedang Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using inductive and deductive techniques. The findings reveal that the evaluation planning has been systematically developed and aligned with learning objectives. However, the implementation has not been fully optimal, as the assessment tends to focus more on the cognitive domain, while the affective and psychomotor aspects are not adequately measured and are not fully integrated into the final evaluation results. Despite these limitations, the overall learning outcomes indicate that most students have achieved the minimum competency standards. Therefore, it is necessary to develop a more comprehensive, balanced, and continuous evaluation system to better represent students' overall competencies and improve the quality of the learning process.
EVALUASI PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Nia Kurniasih, Enok; Prasetyono, Hendro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44794

Abstract

This study aims to analyze the evaluation of science (IPA) learning at the elementary school level based on a literature review approach. Evaluation is an essential component in the learning process as it functions to measure the achievement of learning objectives and improve the quality of teaching and learning activities. The method used in this study is a qualitative approach with a literature study design, which involves collecting, reviewing, and analyzing data from various relevant academic sources such as journals and books. The results of the study indicate that learning evaluation plays a significant role in improving students' learning outcomes and motivation. However, several challenges are still found, such as the dominance of cognitive assessment, limited measurement of affective and psychomotor aspects, and teachers’ lack of ability in designing higher-order thinking skills (HOTS)-based evaluation instruments. In addition, technical and communication barriers, especially during online learning, also affect the effectiveness of evaluation implementation. Therefore, improving teachers’ professional competence in designing and implementing comprehensive and continuous evaluation is necessary to support better learning outcomes. In conclusion, the development of a systematic, holistic, and student-centered evaluation system is crucial to enhance the quality of science learning in elementary schools.
LEARNING EVALUATION WITH ARTIFICIAL INTELLIGENCE TECHNOLOGY INTEGRATION TOWARDS IMPROVING STUDENT LEARNING QUALITY Hendra Wijaya; Hendro Prasetyono
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4396

Abstract

This research emerged from the issue of the limited effectiveness of traditional  learning approaches in improving students’ academic performance. The primary  goal of this study is to quantitatively examine how far the integration of Artificial  Intelligence (AI)–based learning methods can enhance students’ learning outcomes  compared to conventional lecture techniques. A quantitative experimental design  utilizing a pretest–posttest model was applied. Data were obtained through pretests  and posttests and further analyzed using the Paired Sample t-test and Analysis of  Covariance (ANCOVA) to determine differences and measure the influence of  learning methods on achievement levels. The results indicate a substantial improvement between the pretest and posttest  scores, with a mean difference of -15.167 (t = -9.575; p < 0.001), confirming that  posttest scores significantly increased after the intervention. The ANCOVA results  further demonstrated that the applied learning method had a strong influence on  posttest outcomes (F = 35.980; p < 0.001), while the pretest variable showed no  significant effect (p = 0.497). Participants who engaged in AI-integrated learning  achieved an average posttest score of 85.838, notably higher than the lecture  group’s 75.729, with a 95% confidence interval verifying this difference. These  findings emphasize that AI integration enhances learning personalization,  comprehension, and engagement, thereby contributing positively to the overall  improvement of learning outcomes compared to traditional methods. The  implications of this research underscore the importance of educational institutions  integrating AI-based learning to enhance the quality of the learning process,  support more accurate pedagogical decision-making, strengthen curriculum policy  development, and promote the systematic, sustainable, inclusive, and adaptive  implementation of teacher training.
Co-Authors Abdillah, Agus Abdillah, Agus Abdillah, Agus Abdul Munir Adawiyah Adawiyah Agus Abdillah Agus Abdillah Agus Abdillah Agus Tri Sutoyo Akhmad Sefudin Aliya Izet Begovic Yahya Ami, Aminah Andriani Andriani Anita, Tri Anna Nurfahana Anna Nurfarhana Anna Nurfarkhana Ari Susilowati Ari Whindayati Arif Mulyadi Arif Mulyanto Arif Sasmoko Arif Vidiarto Asikin, Iin Asikin, Iin Asriyani Nurro Sidawati Azizah, Aviaska Bagus Sulasmono Burhanudin Burhanudin Burhanudin, Burhanudin Cahyo, Ismail Dwi Darno Raharjo Dedeh Kurniasari Desnaranti, Laila Diana Lestari, Rina Dicky Kurnia Dika Ayuning Dodo Murtado Dona Fitria Dwi Handayani Dwi Nur Luthofah Edison Siregar Eigis Yani Pramularso Eka Rahmantika, Laila Eka Ratna Safitri Eryanto, Dwi Esti Ichtiarni Farabi, Muhammad Nur El fatimah Fatimah Fatimah, Fatimah Febry Marindra Cysbya Erdlanda Hamidah Nasir Hapsari, Vinandri Hardian Mursito Hasbullah Hendra Wijaya Heri Nurranto Heru Sriyono Heru Suparman Hikmah Masudah Iin Asikin Indriyani Indriyani Ira Pratiwi Ramdayana Ira Pratiwi Ramdayana Ira Pratiwi Ramdayana Irham Ramdani Ismail Dwi Cahyo Ismiarti Ismiarti Isnaeni, Yulia Iwan Koerniawan J. Sabas Setyohadi J. Sabas Setyohadi Jatut Yoga Prameswari JEMAH, MUHAROH Lanti Mustika Lilis Badriah Lilis Badriah Maman Maman Maria Immaculata Adhisti P.D Maria Immaculata Adhisti Prima Maria Immaculata Adhisti Prima Dewi Maria Immacullata Adhisti Prima Meidilah Melda Rumia Rosmery Simorangkir Merry Lapasau Muhammad Noor Mulyaningrum, Vicihayu Dyah Nardiyanto, Nardiyanto Nia Kurniasih, Enok Nina Husna Novita Vandrianur Nurdin Nurdin Nurfarhana, Anna Nurfarkhana, Anna Nurjanah, Nurjanah Nurul Hikmah Nurul Viah Tsania Rahman Pane, Medyawati Pratiwi, Elisabet Yudith Dian Purnama, Syahfitri Rahman, Nurul Viah Tsania Rahmi Nur Salamah Ramdayana, Ira Pratiwi Ramdayana, Ira Pratiwi Ramdayana, Ira Pratiwi Rani Nurhayati Rosida Ratih Lailathi Prajamukti Rendika Vhalery Retty Rizda Ismaillah Rhisma Putri Oktaviani Risma Uly Manalu, Risma Uly Ritiauw, Samuel P. Rizka Juniarti Pratiwi Rizkiyah, Nur Rosida, Rani Nurhayati Rozita Che Rodi Rozita Che Rodi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Azis Sabariyah Sabas Setyohadi, J Saefulah Salmin Salmin Sanyo Saputra Sanyo Saputra Sastri Nilawati Setiawati, Nur Amega Shofina Hajar Birlanti Sifa Fatimah SITI FATIMAH Sri Hapsari Sumaryati Tjitro Sumarto Sumaryati Tjitrosumarto Sumaryati Tjitrosumitro Sumaryoto Sumaryoto Sumaryoto Supryanto Suwarsito Suwarsito Syahfitri Purnama Thoif Marsam Tjipto Djuhartono Tjitrosumarto, Sumaryati Toto Widiarto Tri Anita Tri Budi Angantyo Tulus Widjajanto Ummi lailatun ni’mah Wartini, Nani Wening Estiningsih Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Priska Anggraini Yanih Rusyanih Yanti Rusdianti Yudhi Hertanto Yuliana Friska Yusi Yuyun Yuliati Zaenul Muttaqin