Articles
COPING STRATEGIES OF WEST SUMATERA INTERNSHIP STUDENTS IN JAPAN TOWARDS 5S WORK CULTURE (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE)
Yosi, Fidia Elfi;
Amril, Oslan;
Irma;
Izmayanti, Dewi Kania
Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024): Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perbedaan budaya kerja antara negara asal dan negara Jepang menjadikan mahasiswa internship melakukan upaya atau strategi untuk bisa beradaptasi dengan budaya kerja 5S yang selanjutnya disebut dengan strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala implementasi budaya kerja 5S yang dihadapi mahasiswa internship selama menjalankan magang di Jepang dan mengetahui solusi atas kendala tersebut dan mengidentifikasi strategi coping yang digunakan oleh mereka untuk bisa beradaptasi dengan budaya kerja 5S. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang melibatkan 34 responden dimana responden merupakan mantan atau mahasiswa internship yang tengah melakukan magang ke Jepang. Dari penelitian ini didapatlah hasil bahwa mahasiswa internship memiliki kendala internal yakni perbedaan budaya yang cukup jauh dari negara asal dan eksternal yaitu tekanan dari atasan serta faktor bahasa. Peserta internship mampu mengatasi kendala yang dihadapi dengan melakukan strategi coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused forms of coping) dan juga berfokus pada penyelesaian masalah masalah (problem-focused forms of coping). Berdasarkan dari jawaban responden, seluruh mahasiswa internship melakukan dua jenis strategi coping yang bersifat positif.
SOSIALISASI PENDIDIKAN GIZI TENTANG PEMILIHAN JAJANAN SEHAT DAN BERGIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 106 KENDARI
Ruslan Majid;
Kamrin;
Irma;
Virda;
Wulan Ulfasari;
Swaidatul Masluhiya AF
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.570
Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok konsumtif dan kebiasaan jajan yang cukup tinggi. Kebiasaan jajan pada anak sekolah dasar memiliki permaslah tersendiri, oleh karena sebagian besar anak sekolah dasar memiliki pengetahuan tentang gizi dan jajanan sehat yang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertjuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 106 Kendari tentang makanan bergizi dan jajanan sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 106 Kendari dengan bentuk intervensi yang diberikan adalah penyukuhan melalui metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Responden atau sasaran yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 22 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata – rata pengetahuan responden (siswa) tentang makanan bergizi dan jajanan sehat sebelum penyuluhan adalah 53,18 dan setelah penyuluhan rata – rata pengetahuan responden (siswa) adalah 75,45. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil dengan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar negeri 106 Kendari tentang makanan bergizi dan jajanan sehat.
Penyuluhan Pencegahan Diabetes Mellitus (DM) Pada Siswa SMK Negeri 4 Kendari
Listy Handayani;
Hariati Lestari;
Hartati Bahar;
Siti Nurfadilah H;
Irma
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GJPM - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjpm.v3i1.1321
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup yang ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin akibat gangguan metabolisme pankreas. Indonesia merupakan negara yang menyumbang penyakit DM tertinggi yaitu sebesar 10,3 juta jiwa dan akan meningkat menjadi 16,7 juta jiwa pada tahun 2045. Salah satu penyebab DM adalah kurangnya pengetahuan mengenai pengaturan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. DM dapat terjadi pada remaja sehingga edukasi keseahtan sangat penting dilakukan. Kegiatan PKM berupa penyuluhan bertujuan untuk meningktkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan penyakit DM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2025 di SMK Negeri 4 Kendari. Sasaran peserta adalah siswa SMK Negeri 4 Kendari yang berjumlah 30 orang. Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah. Tahapan kegiatan ini terdiri dari perencanaan (persiapan, koordinasi dengna pihak sekolah, penentuan sasaran dan waktu pelaksanaan), tahap pelaksanaan (perkenalan, penyampaian materi dan sesi tanya jawab). Pada tahap akhir dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan pelatihan serta pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Seluruh tahapan kegiatan terlaksana dengan baik dan berjalan dengan lancar sedangkan dari hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 50,9 menjadi 73,3 setelah dilakukan penyuluhan sehingga penyuluhan berhasil meingkatkan pengetahuan pencegahan DM pada siswa SMK Negeri 4 Kendari.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Membangun Gaya Hidup Sehat Sejak Dini Pada Anak
Irma;
La Ode Liaumin Azim;
Kamrin
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v1i2.30
Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang rawan terserang berbagai penyakit. Sebaliknya anak usia sekolah juga merupakan kelompok usia yang sangat pekah terhadap stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan dan ditanamkan kebiasaan – kebiasaan yang baik seperti pola hidup sehat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar terhadap pentingnya menerapkan perilaku hhidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 8 sampai 15 Januari 2020. Peserta sosialiasi/penyuluhan adalah siswa kelas 6 SDN 55 Kendari yang berjulah 15 orang. Pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan persuratan kepada pihak sekolah dan melakukan sosialisai tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Secara singkat kegiatan inti penyuluhan ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) melakukan pre-test; (2) melakukan intervensi dalam bentuk penyuluhan/sosialisasi PHBS dan (3) melakukan post-test dan (4) evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang PHBS setelah dilakukan penyuluhan/sosialisasi dengan niali rata – rata pre-test adalah 51,4 dan rata – rata nilai post-test menjadi 87,4. Uji statistik dengan Mc Nemar diperoleh (p-value=0,001< α = 0,05), maka dapat diartikan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan siswa kelas 6 SDN 55 Kendari tentang PHBS dan kegiatan sosialisasi/penyuluhan PHBS di SDN 55 Kendari dapat dikatakan efektif dan berhasil.
Edukasi Pencegahan COVID-19 pada Masyarakat Pesisir Kecamatan Nambo Kota Kendari
Irma;
Kamrin
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v2i1.40
Kasus COVID-19 meningkat dan wilayah penyebaranya terus meluas, termasuk di Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara dengan kasus jumlah COVID-19 tertinggi.Kelurahan Nambo yang ada di Kota Kendari tentu memiliki risiko terhadap penyebaran COVID-19 karena berbatasan langsung dengan beberapa kelurahan yang memiliki kasus COVID-19 dan berdasarkan analisis situasi masih banyak masyarakat yang belum menerapkan protokol pencegahan COVID-19 yang disebabkan karena rendahnya pengetahuan dari masyarakat di lokasi kegiatan ini. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah kelurahan dan masyarakat pesisir kelurahan Nambo Kota Kendari. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan baik secara perorangan maupun berkelompok dengan tetap menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Leaflet digunakan sebagai media penyuluhan. Adapun untuk evaluasi program dilakukan pre-test dan post-test. Hasil analisis univariat diperoleh mayoritas (71%) tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyebaran COVID-19 sebelum penyuluhan adalah kurang baik dan setelah penyuluhan mayoritas (59,0%) tingkat pengetahuan masyarakat adalah baik. Hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat pesisir kelurahan Nambo untuk selalu menerapkan protokol pencegahan COVID-19, agar kejadian COVID-19 dapat dicegah.
Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue Dengan Program 3 M Plus pada Siswa SMPN 2 Kendari
Irma;
Sabilu, Yusuf;
Kamrin, Kamrin;
Gunawan, Edy
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v2i1.56
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) dan dapat menyebabkan kematian. Salah salah satu faktor risiko kejadian DBD adalah faktor lingkungan dan juga perilaku masyarakat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah menengah pertama tentang pencegahan penyakit DBD dengan program 3 M Plus. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 1 sampai 7 Juni 2022. Peserta sosialiasi/penyuluhan adalah siswa kelas 10 SMPN 2 Kendari yang berjulah 56 orang. Pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan persuratan kepada pihak sekolah dan melakukan sosialisai tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Secara singkat kegiatan inti penyuluhan ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) melakukan pre-test; (2) melakukan intervensi dalam bentuk penyuluhan/sosialisasi pencegahan DBD dan (3) melakukan posttest dan (4) evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang upaya pencegahan DBD dengan program 3 M Plus sebelum dilakukan edukasi/penyuluhan mayoritas 60,3% pengetahuan responden adalah kurang dan setelah dilakuakn edukasi/penyuluhan masyoritas (79,3%) adalah baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan penyakit DBD dengan program 3 M Plus setelah dilakukan edukasi/penyuluhan dan kegiatan edukasi tentang program 3 M Plus pada siswa SMPN 2 Kendari dapat dikatakan berhasil.
PKM Terintegrasi MBKM Kolaborasi Nasional; “Kampung Bajo Sehat” di Desa Mekar Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe
Salma, Wa Ode;
Healthy Hidayanty;
Irma;
Febriana Mucthar;
Fitria;
Fifi Nirmala;
Syawal Kamiluddin Saputra
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v2i2.60
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) terintegrasi MBKM bertujuan untuk peningkatan kapasitas dan ketrampilan Komunitas Pesisir/Suku Bajo melalui berbagai kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Kesehatan dalam mendukung percepatan penurunan Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mekar Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Peserta kegiatan terdiri dari Ibu rumah tangga, Para Nelayan dan Remaja Karantaruna ber jumlah 98 orang. Hasil Kegiatan ini; (1) Peserta merasa antusias mendapatkan materi terkait Pemberdayaan masyarakat desa dalam percepatan penurunan stunting, (2) Peningkatan pengetahuan komunitas suku bajo melalui Pelatihan membuat penyaring air bersih yang aman, bahan mudah diperoleh dan harga terjangkau, (3) Terciptanya produk Stik berbahan dasar Gonad landak laut (bulu babi) jenis Diadema setosum substitusi Bayam, melalui pelatihan pada ibu-ibu Nelayan dan remaja putri, (4) Peningkatan pengetahuan para Nelayan Suku Bajo terkait kesehatan dan keselamat kerja Nelayan, (5) Peningkatan pengetahuan terkait Keamanan pangan sumber dari laut dan PHBS pada komunitas suku Bajo.
Sosialisasi Tentang Dampak Buruk Pergaulan Bebas pada Remaja
Irma;
Asnia Zainudin;
Renni Meliana Sari;
Muhammad Iqbal;
Aulia Maghfirah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v2i2.65
Saat ini fenomena pergaulan bebas pada kalangan remaja menjadi masalah yang cukup serius dan harus mendapat perhatian dari berbagai pihak karena akan merusak masa depan generasi muda. Kurangnya kontrol individu dan rendahnya pengetahuan remaja tentang pergaulan bebas menjadi salah satu pemicu dari terjadi pergaulan bebas pada remaja yang berdampak buruk. Pengabdian ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan peningkatan pengeta remaja tentang dampak buruk pergaulan bebas. Kegiatan pengabdaian ini dilaksanakan di SMPN Konawe Selatan pada tanggal 25 sampai dengan 26 Juli 2023. Peserta atau subjek dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah sebanyak 25 orang. Kegiatan ini dilakuakn dengan beberapa tahapan yaitu persiapan (persuratan dan koordinasi dengan pihak sekolah); pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dalam beberapa tahapan yaitu (1) pre test;; (2) kegiatann penyluhan, diskusi dan tanya jawa; (3) Evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang dampak buruk pergaulan bebas setelah dilakukan sosialisasi/ penyuluhan dengan mayoritas (64,0%) responden memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah mengikuti sosialisasi pengetahuan siswa mayoritas (76,0%) menjadi baik. Perlu upaya yang intens tentang sosialisasi dampak negatif pergaulan bebas bagi remaja terutam pada sekolah – sekolah setingkat SMP dan SMA.
Penyuluhan Pembelajaran Dini dan Penerapan Perilaku Hidup Sehat dan Sehat (PHBS) di SDN 01 Moramo Utara
Fitriah;
Harleli;
Irma
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v2i2.71
Visi pembangunan indonesia sehat ditandai dengan masyarakat yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan berperilaku sehat, mempunyai derajat kesehatan yang tinggi serta mempunyai kemampuan dalam menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya dalam menciptakan serta memberikan pengalaman belajar bagi individu, kelompok masyarakat dan keluarga dengan memberikan iformasi dan melakukan edukasi tentang bagaimana cara meningkatkan, pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap kesehatan. Tujuan dari kegiata ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak di usia dini tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi tanya jawab serta simulasi dengan menggunakan media LCD dan alat peraga. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa ada pengaruh penyuluhan PHBS terhadap pengetahuan anak SDN 01 Moramo Utara sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dengan nilai p-value = 0,001 < α = 0,000 yang dianalisis menggunakan uji Mc Nemar, yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah ada pengaruh pelatihan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap pengetahuan anak SDN 01 Moramo Utara.
ANALISIS PENERAPAN K3 MENGGUNAKAN METODE HAZOP DALAM RANGKA MENGURANGI RESIKO KERJA DEPARTEMEN PRODUKSI KSO KEBUN DI PTPN XIV UNIT PKS LUWU
Irma;
Budi Utomo, Sukarno;
Khoiriyah, Nuzulia
Journal of Research and Technology Studies Vol 3 No 2 (2024): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PTPN atau PT. Perkebunan Nusantara XIV unit PKS Luwu merupakan salah satu industri hasil pertanian yang berfokus pada pengolahan bahan baku buah kelapa sawit, dimana dikenal sebagai Tandan Buah Segar (TBS) dengan tujuan memproduksi minyak setengah jadi (CPO) dan inti kelapa sawit sebagai produk utama hasil olah.(Sudarmin, n.d.). Dari beberapa hasil observasi, ditemukan berbagai jenis potensi bahaya kerja, yang dapat mengancam keselamatan kerja karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar potensi bahaya kerja bagi karyawan untuk antisipasi dampak kecelakaan kerja. Penerapan metode hazop ini guna untuk menganalisis bahaya kecelakaan kerja disetiap stasiun produksi. Berdasarkan metode yang diterapkan, dilakukan penilaian risiko diberbagai stasiun kerja berdasarkan level atau tingkat bahaya yang akan terjadi. Selain itu terdapat 7 stasiun kerja yang berpotensi bahaya, dapat di klasifikasikan menjadi 4 jenis bahaya kerja (hazard) diantaranya sikap kerja, lokasi kerja, prosedur kerja, dan juga kondisi lingkungan kerja. Temuan dari hasil penelitian menunjukkan adanya potensi hazard yang dikategorikan sebagai risiko paling ekstrim ada pada stasiun boiler dengan kategori risk level catastrophic. Potensi selanjutnya yaitu paling tinggi ada pada stasiun sterilizer dan stasiun press, dengan kategori risk level major. Potensi selanjutnya sedang ada pada stasiun sortasi, loading ramp, dan stasiun biji dengan kategori risk level moderate. Resiko potensi rendah ada pada stasiun timbangan dengan tingkat risk level almost certain.