Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI KRUENG ITAM KABUPATEN NAGAN RAYA Nanang Riyandi; Khausar; Arief Aulia Rahman
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i1.185

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Krueng Itam Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Krueng Itam yang berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) adalah 85% atau 17 siswa yang sudah tuntas, sedangkan yang tidak tuntas hanya ada 3 siswa atau 15% dengan nilai rata-rata siswa yang diperoleh adalah 77,25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE)efektif terhadap hasil belajar IPA khususnya pada tema organ gerak hewan dan manusia di Kelas V SD Negeri Krueng Itam kabupaten Nagan Raya.
ANALISIS DAMPAK NEGATIF KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI KELAS TINGGI SD NEGERI UJONG TANJONG Puji Meutia; Febry Fahreza; Arief Aulia Rahman
Jurnal Genta Mulia Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v11i1.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan, 1) untuk mendeskripsikan apakah kecanduan bermain game online dapat berdampak negatif terhadap minat belajar siswa SD Negeri Ujong Tanjong di kelas tinggi 2) untuk mendeskripsikan apa saja penyebab siswa Sd Negeri Ujong Tanjong kelas tinggi kecanduan bermain game online, 3) untuk mendeskripsikan bagaimana solusi menghadapi siswa yang kecanduan bermain game online sehingga mempengaruhi minat belajar pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SD negeri Ujong Tanjong dengan 24 orang siswa dari kelas tinggi masing-masing responden 8 siswa dari kelas IV, V dan VI. Guru kelas IV, V dan VI dan orang tua siswa sebanyak 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara guru kelas tinggi dan orang tua siswa serta pembagian angket respon siswa. Keabsahan data akan dilakukan dengan cara triangulasi sumber, sebab pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan untuk mengetahui hasilnya. Teknis analisis data terdiri atas sajian data, redukasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi siswa kecanduan bermain game online adalah orang tua, lingkungan, pergaulan, gadget dan internet, yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Cara yang harus dilakukan untuk mengurangi kecanduan bermain game online pada anak yaitu memberi waktu-waktu tertentu untuk bermain dan belajar, kontrol orang tua dan mengurangi penyediaan akses internet pada siswa.
KESALAHAN KONSEP SISWA PADA MATERI PERSAMAAAN LINEAR BERDASARKAN METODE CRI (CERTAINTY OF RESPON INDEKS) Dazrullisa; Arief Aulia Rahman; Wulan Violita
Jurnal Genta Mulia Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v10i2.433

Abstract

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ulangan matematika khususnya materi persamaan linear masih kurang tepat. Hal ini disebabkan dari kesalahapahaman konsep osiswa dalam memahami materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode CRI (certainty of respon index) dengan level keyakinan disajikan dalam 6 skala (0: totally guessed, 1: almost a guess, 2: not sure, 3: sure, 4: almost certain, 5: certain). Jadi, tiap butir yang berisi option jawaban selalu disertakan skala tingkat keyakinan yang harus dipilih. Metode CRI merupakan teknik yang sederhana dan efektif untuk mengukur miskonsepsi yang terjadi Hal ini mengetahui tingkat keyakinan responden (siswa) dari jawaban butir soal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesalahan konsep siswa pada materi persamaan linear dengan menggunakan metode cri (certainty of respon index) kelas XI SMA Negeri1 Kuala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi persamaan linear dengan menggunakan metode CRI (certainty of respon index) kelas XI SMA Negeri 1 Kuala.Miskonsepsi siswa pada materi persamaan linear dengan metode CRI (Certainty of Respon Indeks) adalah siswa yang mengalami miskonsepsi berkategorikan tinggi terdapat 5 siswa di kelas XI Mia II atau sebesar 42%, siswa yang paham terdapat 2 orang atau sebesar 17%, dan siswa yang berkategorikan tidak paham terdapat 5 orang siswa atau sebesar 42%.
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA BATANG NAPIER TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 KUALA Arief Aulia Rahman; Dian Kristanti; Nur Wahid
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i1.516

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh alat peraga batang napier terhadap kemampuanpemahaman Matematika, Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantitatif. Penelitian ini dilakukanmengujicobakan alat peraga batang napier untuk melatih dan mempermudah mereka dalam menghadapi soal- soal berbentuk perkalian di kelas VII SMP Negeri 4 Kuala. Dari hasil Penelitian diperoleh pemahaman siswadalam menghadapi soal perkalian semakin membaik serta respon dan Antusias positif siswa dalam belajarsangat baik dimana hasil observasi menunjukkan siswa memperhatikan penjelasan guru mengajar denganmenggunakan alat peraga batang Napier dengan baik dan siswa juga lebih percaya diri dalam memberikanpertanyaan dan pendapatnya kepada guru.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS VIII SMP N 5 MEUREUBO Arief Aulia Rahman
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i2.538

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SMPN 5 Meureubo ternyata prestasi belajar siswa masi kurang. Nilaiulangan siswa yaitu 60, sehingga tidak mencapai KriteriaKetuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkandisekolah yaitu 72. Salah satu penyebabnya adalah gur lebih banyak menggunakan pembelajaran konvensionaldalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti mengimplementaskan CTLdengan bantuan alat peragasehingga prestasi belajar siswa meningkat. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran bangun ruang sisi datar melalui implementasi CTLdengan bantuan alat peraga dan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran bangun ruangsisi datar melalui implementasi CTL berbantu alat peraga pada siswa kelas VIII SMPN 5 Meureubo. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas(PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 5 Meureubo yang berjumlah 16siswa. Teknik pengumpulan datanya meliputi: Observasi, Tes dan Angket. Teknik analisis data denganmenggunakan rumus persentase. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian iniadalah: lembar tes, lembar observasi guru dan siswa, dan angket. Penelitian dilaksanakan sampai dua siklus.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh persentase hasil belajar siswa pada siklus I yaitu: 68,75% siswa yangtuntas atau telah memahami pembelajaran yang dilakukan dan 31,25% siswa yang belum tuntas dikarenakanbelum sepenuhnya mengerti pada pembelajaran yg dilakukan dengan mengunakan alat peraga. Pada siklus IIdiperoleh peningkatan hasil belajar siswa mencapai 87,5% hampir seluruh sswa dapat memahami pembelajaranyang menggunakan alat peraga dengan mengimplementasikan CTL dan 12,5% siswa yang belum tuntasdikarenakan siswa belum memahami pembelajaran yang telah diberikan.
Improving the Quality of Education by Developing the Social Competency of Teachers Candra Wijaya; Lusinta Rehna Ginting; Juli Iswanto; Melly Nadia; Arief Aulia Rahman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.1564

Abstract

This paper explores how the quality of education can be enhanced by developing teachers' social competence, allowing them to address the challenges posed by the rapidly changing times. The data for this study were collected through a literature review, analyzing various concepts and theories. Numerous published sources, including research papers, journals, and records, were used as references. The study's findings emphasize teachers' crucial role in improving education quality. As they directly engage with students during the teaching and learning process, teachers are primarily responsible for imparting knowledge and skills and fostering independence, intelligence, and knowledge based on individual talents and abilities. When teachers possess social competence, they become positive role models for students. In conclusion, teachers should strive to set an excellent example for their students. Having highly competent teachers can significantly enhance the overall quality of education.
Principal Leadership Ethics as A Role Model in High School Amiruddin Siahaan; Aswaruddin Aswaruddin; Maulidayan Maulidayan; Ahmad Zaki; Novita Sari; Arief Aulia Rahman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.1563

Abstract

Exemplary leadership is a crucial factor in a leader's success. As a leader, the school principal plays a significant role in setting an example for teachers. However, whether this aspiration has been fulfilled remains an area that requires further research. This study explores the ethical leadership of school principals who serve as role models. The research approach adopted for this scientific article is a literature review involving data collection, reading, and managing research materials from various sources. The study's findings highlight leaders' pivotal role in shaping ethical behaviour and fostering an ethical climate within organizations. The leader's strategic approach to promoting ethical conduct becomes integral to the overall organizational strategy. In this context, the ethical mindset of managers revolves around three core concepts: leading by example through concrete actions, utilizing rewards and discipline, and actively communicating about ethics and values.In conclusion, one of the critical responsibilities of a leader is to cultivate a positive ethical climate within the organization. The ethical climate represents the perception of organizational members, leaders, and subordinates concerning the organization's adherence to ethical principles and the prevailing internal environment. Further research in this area can shed more light on the impact of exemplary leadership on organizational ethics.
Government Policy Regarding Education Budget On The Posture Of The State Budget (APBN) In 2023 Sulasmi, Emilda; Prasetia, Indra; Rahman, Arief Aulia
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v6i1.60171

Abstract

Financing is one of the important instruments in achieving educational goals that must be managed effectively and efficiently and uphold the values of accountability. This must be used correctly, on target, and as needed. The purpose of this study is to analyze the National Education Budget policy that has been set by the government in the 2023 State Budget. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach, the data collection techniques used are interviews, observations, and documentation studies. The overall data are then analyzed according to the phenomenological qualitative analysis model in a step: data managing, reading and memoing, describing, classifying, interpreting, and visualizing. The results showed that funding for education is a very important issue to improve the welfare of society and the quality of the young generation of a nation. The government in each country always strives to improve the quality of education of its people, especially through the allocation of adequate resources in the government budget, both central and regional. The National Education Budget in the 2023 State Budget posture has been set specifically for the education sector to reach IDR 612.2 trillion, consisting of the central government of IDR 237.1 trillion, transfers to regions of IDR 305.6 trillion, and financing of IDR 69.5 trillion. However, it should be noted that budget management is very vulnerable to misappropriation.
Penerapan Model Problem Based Learning Terintegrasi Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Putri, Zahrah Fathinnisa; Rahman, Arief Aulia; Tanjung, Andini Fitri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1869

Abstract

Rendahnya minat belajar matematika siswa memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik. Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) membantu siswa merasa bahwa matematika tidak sulit karena mereka belajar sesuai tingkat capaian, yang membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa melalui penerapan model PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL. Kami menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart dengan melibatkan 36 siswa dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan persentase untuk menentukan tingkat minat belajar. Pada siklus pertama, hasil angket menunjukkan minat belajar siswa berada pada kategori cukup, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Setelah melakukan perbaikan pada desain LKPD dan penambahan media pembelajaran pada siklus kedua, terjadi peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa. Persentase minat belajar mengalami peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dan pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan keterlibatan, perhatian, rasa senang, dan rasa tertarik siswa terhadap pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Siswa SMA Siti Nur Aisyah; Rahman, Arief Aulia; Sianipar, Bistok
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1882

Abstract

Minimnya keaktifan belajar matematika siswa merupakan masalah utama yang menghambat proses pembelajaran, sehingga Model Problem Based Learning dapat dijadikan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada model Problem-based Learning. Kami melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 10 Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi keaktifan belajar, wawancara dan dokumentasi sebagai data pendukung. Berdasarkan analisis data hasil penelitian ditemukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi pada model Problem-based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa.
Co-Authors 'Afifah, Nur Abdul Rahman Agus Supriyadi Ahmad Zaki Amiruddin Siahaan Ana Wiska Andini Fitri Tanjung Andri Kurniawan Anggraini, Sinta Dea Asmin Panjaitan Aswaruddin Aswaruddin Ate, Buge Sara Ayu Ariska Bertha Jean Que Budi Halomoan Harahap Budi Halomoan Siregar Candra Wijaya Cut Eva Nasryah Cut Eva Nasryah Cut Eva Nasryah Dazrullisa Dazrullisa Dazrullisa, Dazrullisa Devi Syukri Azhari Edy Surya Fadilah Fadilah fardila hayati Fauziana Fauziana Fauziana Fauziana Fauziana, Fauziana Febry Fahreza Feri Irwan Finariyati Finariyati Ginting, Lusinta Rehna Hamidah . Hasibuan, Anggi Tri Dhani Hasmanidar Hasmanidar Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasratuddin Hasratuddin Hayati, Rini Henra Saputra Tanjung Hernandez, Cesar Hotmaria Menanti Indra Prasetia Indra Prasetia, Indra Irvan Irvan Iwan Henri Kusnadi Juli Iswanto Kairuddin . Kamaruddin, Ilham Karo Sekali, Pelista Br Khairil Hadi Khausar Khausar Khausar Khausar Khausar Kiki Aristia Kristanti, Dian Laili, Nisfu Lauder Simanullang Lestari, Nila Lubis, Nuradilah Luthfiana Mirati Manik, Hamdi Yanti Maulidayan Maulidayan Melly Nadia Miftahul Khair Akbar Mohammad Edy Nurtamam, Mohammad Edy Mulyono Mulyono Mushlihuddin, Rahmat Nanang Riyadi Nanang Riyandi Nanang Riyandi Novita Sari Nur Wahid Nur Wahid Nurhamidah Gajah Panggabean, Theresia Pohan, Elviza Nabilla Puji Meutia Puji Meutia Putri, Zahrah Fathinnisa Rahmatika, Ahmad Rao, Irda Afriza Refugio, Craig N Sanda, Elsa Alvionita Santosa, Tomi Apra Sari, Dwi Novita Sianipar, Bistok Silalahi, Ronald Maraden Parlindungan Simanjuntak, Yohana Eka Yulia Simanullang, Lauder Siregar, Silsia Risqha Revolina SITI NUR AISYAH Siti Nur Aisyah Srie Faizah Lisnasari Suárez, Cesar Augusto Hernández Sulasmi, Emilda Syah Mohd Hadiid Thaariq Tanjung, Andini Fitri Thaariq, Syah Mohd Hadiid Tua Halomoan Harahap Usalmy, Nyak Wha Wafiq Azizah Br. Sinaga Widoyo, Heru Wulan Violita Wulan Violita Yuli Amalia Yunita, Astria Zul Amry Zulfa Mardini Zulkifli Zulkifli Zulnaidi, Hutkemri ‘Afifah, Nur