p-Index From 2021 - 2026
7.058
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK-BENTUK KONFLIK PADA TOKOH UTAMA NOVEL FINN KARYA HONEY DEE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Rizka Nafisah Rayendra Nst; Dardanila Dardanila; Emma Marsella
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik serta menganalisis faktor-faktor penyebab konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Finn karya Honey Dee dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori konflik. Konflik dalam karya sastra dipahami tidak hanya sebagai elemen pembangun cerita, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial yang kompleks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan dan penandaan kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang dialami tokoh utama diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu konflik berdasarkan materi, sifat, posisi pelaku yang berkonflik, dan sifat pelakunya. Dari keempat bentuk tersebut, konflik berdasarkan materi merupakan bentuk yang paling dominan. Konflik tersebut mencakup konflik tujuan, peranan, nilai, dan kebijakan. Sementara itu, konflik berdasarkan posisi pelaku tidak ditemukan dalam novel ini. Adapun faktor-faktor penyebab konflik dalam novel Finn terdiri atas perbedaan individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan nilai-nilai. Novel ini secara eksplisit menggambarkan bagaimana ketidakpahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme, menjadi pemicu utama konflik sosial dalam cerita. Dengan demikian, novel Finn tidak hanya menawarkan kisah personal, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap pola pikir konservatif, diskriminatif, dan kurangnya empati dalam masyarakat.
Elusidatori: Kritik Sosial dan Dekonstruksi Kuasa dalam Puisi “Tuhan Di Kedai Kopi” Azzaki, M. Amin; Nasution, Ikhwanuddin; Dardanila, Dardanila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial dan dekonstruksi simbol kuasa dalam puisi “Tuhan di Kedai Kopi” karya Aan Mansyur melalui pendekatan kritik elusidatori. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa larik-larik puisi yang memuat simbol kekuasaan, pengalaman religius, dan refleksi sosial. Analisis dilakukan melalui empat tahapan kritik sastra menurut Suroso, yaitu deskripsi, interpretasi, analisis, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini menampilkan simbol “tuhan” secara ambivalen, yakni sebagai representasi religius sekaligus metafora kekuasaan duniawi. Kedai kopi dalam puisi berfungsi sebagai ruang publik informal yang mempertemukan berbagai suara masyarakat mengenai penderitaan, keraguan, dan pengalaman hidup sehari-hari. Melalui penggunaan metafora, citraan, serta struktur puisi bebas, teks ini menghadirkan kritik terhadap kekerasan struktural dan krisis makna dalam kehidupan sosial. Selain itu, bagian akhir puisi memperlihatkan bahwa aktivitas menulis puisi dipahami sebagai upaya simbolik untuk merebut kembali bahasa dan memulihkan makna pengalaman manusia. Hasil perbandingan dengan puisi “Sajak Doa Untuk Jakarta” karya W. S. Rendra menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama memadukan tema religius dan kritik sosial, tetapi berbeda dalam skala persoalan dan strategi estetik. Rendra menampilkan kritik secara deklaratif dan kolektif, sedangkan Mansyur menghadirkannya secara reflektif melalui pengalaman personal. Dengan demikian, puisi “Tuhan di Kedai Kopi” memperlihatkan bahwa puisi kontemporer dapat menjadi medium refleksi eksistensial sekaligus ruang kritik sosial terhadap relasi kuasa dalam masyarakat.
Perubahan fonologis proto austronesia pada bahasa Toba, bahasa Pakpak, bahasa Karo dan bahasa Simalungun Erik D Siregar; Dardanila Dardanila; Dwi Widayati
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menjelaskan  dan mendeskripsikan perubahan fonologis PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Data yang digunakan mencakup 300 glos yang terdiri dari kosa kata universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan jenis data berupa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sejumlah perubahan fonem PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Selain itu ditemukan juga korespondensi bunyi. Kaidah perubahan bunyi PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun juga ditemukan, yang mencakup: */p/ > /b/ (pelunakan konsonan letup), */R/ > /g/ atau /r/ (bervariasi), */b/ > /mb/ (pranasalisasi), */t/ > /tt/ (geminasi), */g/ > /h/ (frikatifisasi), */p/ > /h/ (pelunakan ke frikatif glotis), */p/ > /pp/ (geminasi), */b/ > /w/ (perubahan ke glide), */k/ > /∅/ (pelepasan konsonan akhir), */t/ > /s/ (asimilasi), */d/ > /r/ (perubahan artikulatoris), */g/ > /ŋ/ (nasalisasi), */s/ > /h/ (pelunakan frikatif), */ŋ/ > /∅/ (pelesapan nasal velar). */e/ > ∅ (pelesapan vokal tengah), */a/ > /e/ (netralisasi vokal), */u/ > /o/ (penurunan vokal), */i/ > /ə/ (reduksi vokal tinggi), */a/ > /ə/ (netralisasi vokal).
Mobile-assisted phonological training: Improving Indonesian EFL students’ intelligibility in academic communication Shaumiwaty, Shaumiwaty; Daulay, Sholihatul Hamidah; Rakhmita, Yunie Amalia; Dardanila, Dardanila
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 13 No. 2 (2026): JEELS November 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v13i2.7243

Abstract

The growing demand for digital-based education in the 21st century highlights the need for innovative pronunciation teaching that supports clearer and more accessible academic English. Thus, this study investigated the effectiveness of mobile-assisted audio training in improving Indonesian EFL students' speech intelligibility in academic communication. Using a quasi-experimental pretest-posttest control group design, the study involved 60 twelfth grade students at SMA Negeri 1 Aceh Besar, equally divided into an experimental group and a control group. The experimental group received mobile-based audio training, while the control group received traditional pronunciation training. Data were collected through speech intelligibility tests, pronunciation accuracy rubrics and student perception questionnaires. Statistical analyzes including descriptive statistics, paired samples t-test, independent samples t-test and ANCOVA were performed using SPSS. The findings revealed a significant improvement in the intelligibility scores of the experimental group compared to the control group. In addition, the questionnaire results indicated that students in the experimental group reported higher levels of motivation, engagement, and positive perceptions toward mobile-assisted phonological training compared to the control group. The study emphasizes the pedagogical potential of integrating mobile technology into EFL pronunciation teaching in Indonesian secondary schools.  
Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan pada Novel Re: Dan Perempuan Karya Maman Suherman: Kajian Stilistika: The Use of Figurative Language in the Novel Re: dan Perempuan by Maman Suherman: A Stylistic Study Enzal Aulia sihombing; Dardanila; Nurhayati Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2799

Abstract

Bahasa kiasan dalam novel memiliki kedudukan penting karena tidak hanya memperindah teks, tetapi juga membangun suasana, menguatkan karakter, dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhasan novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman yang menampilkan persoalan perempuan, prostitusi, stigma sosial, dan perdagangan manusia melalui bahasa yang puitis serta penuh kiasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa kiasan dalam novel tersebut dan menjelaskan fungsi estetiknya melalui kajian stilistika. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Re: dan Perempuan. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung gaya bahasa kiasan dikumpulkan melalui studi pustaka, teknik baca, teknik catat, dan klasifikasi data, kemudian dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Hasil penelitian menunjukkan 68 data gaya bahasa kiasan yang meliputi metafora sebanyak 33 data, personifikasi 14 data, simile 8 data, ironi 8 data, idiom 2 data, sinekdoke 2 data, dan alegori 1 data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penguatan atmosfer, karakterisasi, kritik moral, dan penyampaian nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stilistika efektif untuk mengungkap makna estetis dan sosial dalam novel Indonesia modern serta berkontribusi pada pengembangan kajian gaya bahasa dan pembelajaran apresiasi sastra.
CAMPUR KODE BAHASA KARO DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR PANCUR BATU: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Rantika, Dwi; Dardanila, Dardanila; Sembiring, Sugihana Br.
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i2.74542

Abstract

Campur kode merupakan penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa yang lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa. Campur kode terjadi karena perbedaan latar belakang antar seseorang dengan orang lain. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode antara pedagang dan pembeli di Pasar Pancur Batu. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap. Dari hasil analisis data ditemukan terdapat 60  data campur kode, yang terdiri dari 39 data berupa penyisipan kata, 10 data penyisipan frasa, 7 data berupa penyisipan pengulangan kata, dan 4 data berupa penyisipan berwujud klausa.
Co-Authors Afri, Evan Ainun, Nur'ainun Alika Sandra Hasibuan Amanda, Sharina Amhar Kudadiri Amlys, Amlys Syahputra Silalahi Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Asrul Siregar Avifa Trizki Adeira Azzaki, M. Amin Bangun, Pribadi Bayu Br Munthe, Indriyani Rehulina Daulay, Sholihatul Hamidah Dewi Nurmala Dila Fitria Dwi Widayati Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Dwiwidayati, Dwiwidayati Efendi, Syahrul Enzal Aulia sihombing Erik D Siregar Erwany, Lela Eva Sartini Eva Sartini Bayu Eva, Eva Sartini Bayu Farida , Farida Ariani Farida Ariani Gumarpi Rahis Pasaribu Gustianingsih Gustianingsih Gustianingsih, Gustianingsih Harahap, Nur Hayati Hariadi , Hariadi Susilo Ida Basaria Kudadiri, Amhar Latifah Yusri Nasution Lubis, Tasnim LUBIS, TASNIM Ma'ruf, Ma'ruf Tafsin Manurung, Rizal Marsella, Emma Mauly Purba Mauly Purba, Mauly Mesriana Marbun Mochammad Imron Awalludin Mubshirah, Dara Muhammad Iqbal Mukramah Mukramah MULYADI Mulyadi Mulyadi Munthe, Indriyani Rehulina Br Nasution, Jamal Noverita Sprinse Vinolina Nur’ainun Nurhalizah, Siti Nurhayati Harahap Nurwijayanti Peni Patriani Peni, Peni Patriani Pintauli, Sondang Prasatya, Rizka Fitriyani Rakhmita, Yunie Amalia Ramadhayani, Nanda Rantika, Dwi Resi Syahrani Tausya Ritonga, Parlaungan Rizka Nafisah Rayendra Nst Rosliana Lubis Rosliani Rosliani S, Siti Nurhaliza Saib Suwilo Sembiring, Sugihana sha, queen Shaumiwaty, Shaumiwaty sihombing, siti nurhaliza Silalahi, Amlys Syahputra Sipayung, Antonio Marro Sirait, Floren’s Nova Sari Siregar, Erik D Siti Rahmadani Lestari Ritonga Sopha, Diana Suci Audina Sihotang Sukma, Sukma Susilo, Hariadi Tafsih, Ma'Ruf Tafsin, Ma’ruf Tampubolon, Lidya Purnamasari Tarigan, Mita Ariani Br Tarihoran, Rezky Khoirina Tausya, Resi Trisnawati Zega Tugiman Tugiman Tugiman Tulus Tulus Tulus Waruwu, Happy Majesty Wiradi Putra Wiradi Putra