p-Index From 2021 - 2026
6.335
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI Trisnawati Zega; Dardanila; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1905

Abstract

Literary works, especially novels, reflect the values of life and can be a medium for reflecting social conditions. This research aims to describe the values of the main character's struggle in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari. This research uses a qualitative descriptive approach. The data and data sources of this research are in the form of words, quotations from the text contained in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari, fourth printing, 2023 published by Gramedia Pustaka Utama Publisher with a total of 312 pages. The data collection technique is done through literature study (read, listen, and note). Data analysis techniques include; identifying and processing data, reduction, and conclusion drawing based on Joyomartono's 1990 struggle value theory. The results of this study show five values of the main character's struggle, namely: (1) the value of sacrifice; (2) the value of patience; (3) the value of cooperation; (4) the value of never giving up, and (5) the value of respect. Based on the results of the study, the values of struggle in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari can provide a new understanding in analyzing the values of struggle in Indonesian literature with a different thematic context, provide a more specific focus, and a new perspective through different analysis for readers.
BENTUK-BENTUK KONFLIK PADA TOKOH UTAMA NOVEL FINN KARYA HONEY DEE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Rizka Nafisah Rayendra Nst; Dardanila Dardanila; Emma Marsella
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik serta menganalisis faktor-faktor penyebab konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Finn karya Honey Dee dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori konflik. Konflik dalam karya sastra dipahami tidak hanya sebagai elemen pembangun cerita, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial yang kompleks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan dan penandaan kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang dialami tokoh utama diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu konflik berdasarkan materi, sifat, posisi pelaku yang berkonflik, dan sifat pelakunya. Dari keempat bentuk tersebut, konflik berdasarkan materi merupakan bentuk yang paling dominan. Konflik tersebut mencakup konflik tujuan, peranan, nilai, dan kebijakan. Sementara itu, konflik berdasarkan posisi pelaku tidak ditemukan dalam novel ini. Adapun faktor-faktor penyebab konflik dalam novel Finn terdiri atas perbedaan individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan nilai-nilai. Novel ini secara eksplisit menggambarkan bagaimana ketidakpahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme, menjadi pemicu utama konflik sosial dalam cerita. Dengan demikian, novel Finn tidak hanya menawarkan kisah personal, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap pola pikir konservatif, diskriminatif, dan kurangnya empati dalam masyarakat.
Elusidatori: Kritik Sosial dan Dekonstruksi Kuasa dalam Puisi “Tuhan Di Kedai Kopi” Azzaki, M. Amin; Nasution, Ikhwanuddin; Dardanila, Dardanila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial dan dekonstruksi simbol kuasa dalam puisi “Tuhan di Kedai Kopi” karya Aan Mansyur melalui pendekatan kritik elusidatori. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa larik-larik puisi yang memuat simbol kekuasaan, pengalaman religius, dan refleksi sosial. Analisis dilakukan melalui empat tahapan kritik sastra menurut Suroso, yaitu deskripsi, interpretasi, analisis, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini menampilkan simbol “tuhan” secara ambivalen, yakni sebagai representasi religius sekaligus metafora kekuasaan duniawi. Kedai kopi dalam puisi berfungsi sebagai ruang publik informal yang mempertemukan berbagai suara masyarakat mengenai penderitaan, keraguan, dan pengalaman hidup sehari-hari. Melalui penggunaan metafora, citraan, serta struktur puisi bebas, teks ini menghadirkan kritik terhadap kekerasan struktural dan krisis makna dalam kehidupan sosial. Selain itu, bagian akhir puisi memperlihatkan bahwa aktivitas menulis puisi dipahami sebagai upaya simbolik untuk merebut kembali bahasa dan memulihkan makna pengalaman manusia. Hasil perbandingan dengan puisi “Sajak Doa Untuk Jakarta” karya W. S. Rendra menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama memadukan tema religius dan kritik sosial, tetapi berbeda dalam skala persoalan dan strategi estetik. Rendra menampilkan kritik secara deklaratif dan kolektif, sedangkan Mansyur menghadirkannya secara reflektif melalui pengalaman personal. Dengan demikian, puisi “Tuhan di Kedai Kopi” memperlihatkan bahwa puisi kontemporer dapat menjadi medium refleksi eksistensial sekaligus ruang kritik sosial terhadap relasi kuasa dalam masyarakat.
Co-Authors Afri, Evan Ainun, Nur'ainun Alika Sandra Hasibuan Amanda, Sharina Amhar Kudadiri Amlys, Amlys Syahputra Silalahi Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Asrul Siregar Avifa Trizki Adeira Azzaki, M. Amin Bangun, Pribadi Bayu Br Munthe, Indriyani Rehulina Daulay, Sholihatul Hamidah Dila Fitria Dwi Widayati Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Dwiwidayati, Dwiwidayati Efendi, Syahrul Erwany, Lela Eva Sartini Eva Sartini Bayu Eva, Eva Sartini Bayu Farida , Farida Ariani Farida Ariani Gumarpi Rahis Pasaribu Gustianingsih Gustianingsih Gustianingsih, Gustianingsih Harahap, Nur Hayati Hariadi , Hariadi Susilo Ida Basaria Kudadiri, Amhar Latifah Yusri Nasution LUBIS, TASNIM Lubis, Tasnim Ma'ruf, Ma'ruf Tafsin Manurung, Rizal Marsella, Emma Mauly Purba Mauly Purba, Mauly Mesriana Marbun Mochammad Imron Awalludin Mubshirah, Dara Muhammad Iqbal Mukramah Mukramah MULYADI Mulyadi Mulyadi Munthe, Indriyani Rehulina Br Nasution, Jamal Noverita Sprinse Vinolina Nur’ainun Nurhalizah, Siti Nurmala, Dewi Nurwijayanti Peni Patriani Peni, Peni Patriani Pintauli, Sondang Prasatya, Rizka Fitriyani Ramadhayani, Nanda Resi Syahrani Tausya Ritonga, Parlaungan Rizka Nafisah Rayendra Nst Rosliana Lubis Rosliani Rosliani S, Siti Nurhaliza Saib Suwilo Sembiring, Sugihana sha, queen sihombing, siti nurhaliza Silalahi, Amlys Syahputra Sipayung, Antonio Marro Sirait, Floren’s Nova Sari Siregar, Erik D Siti Rahmadani Lestari Ritonga Sopha, Diana Suci Audina Sihotang Sukma, Sukma Susilo, Hariadi Tafsih, Ma'Ruf Tafsin, Ma’ruf Tampubolon, Lidya Purnamasari Tarigan, Mita Ariani Br Tarihoran, Rezky Khoirina Tausya, Resi Trisnawati Zega Tugiman Tugiman Tugiman Tulus Tulus Tulus Waruwu, Happy Majesty Wiradi Putra Wiradi Putra