Claim Missing Document
Check
Articles

Pepatah-Petitih dalam Tradisi Mandi Berdimbar Pernikahan Adat Melayu Kecamatan Medang Deras: Kajian Antropolinguistik S, Siti Nurhaliza; Dardanila, Dardanila; Ritonga, Parlaungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13923

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk membuktikan adanya makna dan nilai budaya pada pepatah- petitih dalam kajian Antropolinguistik tradisi Mandi Berdimbar adat pernikahan Melayu Batubara. Selanjutnya, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberi pembaharuan topik teliti kajian Antropolinguistik dalam tradisi adat pernikahan. Objek penelitian adalah bahasa. Fokus penelitian ini ada pada makna ungkapan atau disebut Ketubah Nikah dan berfokus pada nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan makna dan nilai budaya Antropolinguistik berdasarkan teori makna dan nilai budaya Antropolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi mandi berdimbar mengandung makna menasehati, makna pengharapan, dan penyamaan (perbandingan) dari setiap Ketubah nikah yang diucapkan saat melakukan prosesi adat tersebut. Nilai budaya juga ditemukan dalam tradisi adat ini, diantaranya nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan, nilai budaya komitmen, nilai budaya kesopansantunan, nilai budaya kesehatan, nilai budaya gotong royong, nilai budaya pengelolaan gender. nilai budaya pendidikan.
Analisis Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif Guru dalam Proses Belajar Mengajar di TK Tunas Mekar Unit KSGGI (Kebun Sarang Giting) PTPN III Kajian Pragmatik Sirait, Floren’s Nova Sari; Dardanila, Dardanila; Sembiring, Sugihana Br
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis serta fungsi tindak tutur direktif dan tindak tutur ekspresif pada proses belajar mengajar guru di TK Tunas Mekar Unit KSGGI (Kebun Sarang Giting) PTPN III. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang menekankan pada penggunaan data yang diperoleh dari lapangan. Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata lisan dari guru yang diamati. Data penelitian ini adalah data tuturan guru di TK Tunas Mekar Unit KSGGI (Kebun Sarang Giting) PTPN III yang diindikasikan mengandung tindak tutur direktif dan tindak tutur ekspresif. Teknik analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: transkripsi data, klasifikasi data, dan tahap deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis tindak tutur direktif meliputi : permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Enam fungsi tindak tutur direktif meliputi : meminta dan menuntut yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar di TK Tunas Mekar Unit KSGGI (Kebun Sarang Giting) PTPN III. Sedangkan pada tindak tutur ekspresif hasil penelitian menunjukan terdapat enam jenis tindak tutur ekspresif meliputi : terima kasih, menyambut atau salam, permintaan maaf, bersimpati, marah, memuji. Enam fungsi tindak tutur ekspresif meliputi : terima kasih, sapaan, permintaan maaf, marah, memuji, menyindir.
Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia ke dalam Bahasa Palembang Dialek Melayu Palembang: Kajian Linguistik Historis Komparatif Prasatya, Rizka Fitriyani; Dardanila, Dardanila; Bangun, Pribadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)* Perubahan bunyi yang terjadi pada Bahasa Proto Austronesia ke dalam Bahasa Melayu Palembang sari-sari tepatnya pada masyarakat kelurahan Kalidoni, Sei selayur dan Sei Selincah Kota Palembang, (2) Tipe-tipe perubahan fonetis yang terjadi pada bahasa Proto Austronesia ke dalam Bahasa Melayu Palembang sari-sari pada masyarakat kelurahan Kalidoni, Sei Selayur dan Sei Selincah Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode Simak dan dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap kemudian mencatat hasil. Penganalisisan data menggunakan metode padan yang didukung dengan Teknik pilah unsur penentu (Teknik PUP). Penelitian ini menggunakan teori Gorys Keraf dan menggunakan Kajian Linguistik Historis Komparatif. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat satu perubahan asimilasi palatalisasi kemudian terdapat enam perubahan bunyi berdasarkan tempat yaitu : Metatesis, aferesis, sinkop, apokop, epentesis dan paragog, serta terdapat lima perubahan fonetis yang terjadi seperti Pewarisan linear, pewarisan dengan perubahan,pewarisan dengan penghilangan, pewarisan dengan penambahan dan pewarisan dengan perpaduan fonem.
Anthropolinguistic Approach to Pantun Melayu Deli from the Lebah Begantong Music Group Tarigan, Mita Ariani Br; Dardanila, Dardanila; Kudadiri, Amhar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.6996

Abstract

This research is a qualitative descriptive study which aims to determine the cultural meaning and analysis of the anthropolinguistic approach to Malay pantun from the Lebah Begantong music group. The Lebah Begantong music group is a local music group originating from North Sumatra. The Lebah Begantong music group not only performs traditional Malay songs, but also witty rhymes that invite fun, laughter and humor. From the results of the research found, the meaning contained in Malay pantun chants consists of four meanings, namely the meaning of happy expressions, the meaning of advice, the meaning of satire and the meaning of entertainment. Three analytical ideas were found in the anthropolinguistic approach, namely performance, indexicality and participation. The concept of performance which consists of text analysis, co-text and context, the concept of indexicality which consists of indices, signs and symbols and the concept of participation, namely the response and involvement of the audience.
The function of controlling constituents for subject deletion in subordinative constructions in Acehnese Iqbal, Muhammad; Mulyadi; Basaria, Ida; Dardanila
International Journal Linguistics of Sumatra and Malay Vol. 4 No. 1 (2025): International Journal Linguistics of Sumatra and Malay (IJLSM)
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijlsm.v4i1.20360

Abstract

This study aims to find the function of controlling constituents in Acehnese subordinative constructions. The function in question is “places” in the syntactic structure that will be filled with specific categories. This research employs qualitative research methods, incorporating note-taking and document review techniques. The data is presented in written text, rather than numbers or statistics. The data is obtained from various sources, such as sentences in Aceh language books, Aceh grammar books, and Aceh language dictionaries. The results show that controlling constituents in Acehnese subordinative constructions occupy only the functions of subject, object, complement, and adverb. These functions play a crucial role in connecting the main clause and the subordinate clause, thereby determining the overall meaning of the sentence. The subject-controlling constituent, as subject, object, complement, or adverb, plays a direct role in connecting the main clause and the subordinate clause. The subject in the subordinate clause refers to the subject, object, complement, and adverb in the main clause so that the subject in the subordinate clause can be omitted. It can be said that all these syntactic functions play an important role in controlling the subject in the subordinate clause.
NILAI-NILAI PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI Trisnawati Zega; Dardanila; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1905

Abstract

Literary works, especially novels, reflect the values of life and can be a medium for reflecting social conditions. This research aims to describe the values of the main character's struggle in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari. This research uses a qualitative descriptive approach. The data and data sources of this research are in the form of words, quotations from the text contained in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari, fourth printing, 2023 published by Gramedia Pustaka Utama Publisher with a total of 312 pages. The data collection technique is done through literature study (read, listen, and note). Data analysis techniques include; identifying and processing data, reduction, and conclusion drawing based on Joyomartono's 1990 struggle value theory. The results of this study show five values of the main character's struggle, namely: (1) the value of sacrifice; (2) the value of patience; (3) the value of cooperation; (4) the value of never giving up, and (5) the value of respect. Based on the results of the study, the values of struggle in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari can provide a new understanding in analyzing the values of struggle in Indonesian literature with a different thematic context, provide a more specific focus, and a new perspective through different analysis for readers.
BENTUK-BENTUK KONFLIK PADA TOKOH UTAMA NOVEL FINN KARYA HONEY DEE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Rizka Nafisah Rayendra Nst; Dardanila Dardanila; Emma Marsella
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik serta menganalisis faktor-faktor penyebab konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Finn karya Honey Dee dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori konflik. Konflik dalam karya sastra dipahami tidak hanya sebagai elemen pembangun cerita, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial yang kompleks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan dan penandaan kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang dialami tokoh utama diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu konflik berdasarkan materi, sifat, posisi pelaku yang berkonflik, dan sifat pelakunya. Dari keempat bentuk tersebut, konflik berdasarkan materi merupakan bentuk yang paling dominan. Konflik tersebut mencakup konflik tujuan, peranan, nilai, dan kebijakan. Sementara itu, konflik berdasarkan posisi pelaku tidak ditemukan dalam novel ini. Adapun faktor-faktor penyebab konflik dalam novel Finn terdiri atas perbedaan individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan nilai-nilai. Novel ini secara eksplisit menggambarkan bagaimana ketidakpahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme, menjadi pemicu utama konflik sosial dalam cerita. Dengan demikian, novel Finn tidak hanya menawarkan kisah personal, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap pola pikir konservatif, diskriminatif, dan kurangnya empati dalam masyarakat.
Elusidatori: Kritik Sosial dan Dekonstruksi Kuasa dalam Puisi “Tuhan Di Kedai Kopi” Azzaki, M. Amin; Nasution, Ikhwanuddin; Dardanila, Dardanila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial dan dekonstruksi simbol kuasa dalam puisi “Tuhan di Kedai Kopi” karya Aan Mansyur melalui pendekatan kritik elusidatori. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa larik-larik puisi yang memuat simbol kekuasaan, pengalaman religius, dan refleksi sosial. Analisis dilakukan melalui empat tahapan kritik sastra menurut Suroso, yaitu deskripsi, interpretasi, analisis, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini menampilkan simbol “tuhan” secara ambivalen, yakni sebagai representasi religius sekaligus metafora kekuasaan duniawi. Kedai kopi dalam puisi berfungsi sebagai ruang publik informal yang mempertemukan berbagai suara masyarakat mengenai penderitaan, keraguan, dan pengalaman hidup sehari-hari. Melalui penggunaan metafora, citraan, serta struktur puisi bebas, teks ini menghadirkan kritik terhadap kekerasan struktural dan krisis makna dalam kehidupan sosial. Selain itu, bagian akhir puisi memperlihatkan bahwa aktivitas menulis puisi dipahami sebagai upaya simbolik untuk merebut kembali bahasa dan memulihkan makna pengalaman manusia. Hasil perbandingan dengan puisi “Sajak Doa Untuk Jakarta” karya W. S. Rendra menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama memadukan tema religius dan kritik sosial, tetapi berbeda dalam skala persoalan dan strategi estetik. Rendra menampilkan kritik secara deklaratif dan kolektif, sedangkan Mansyur menghadirkannya secara reflektif melalui pengalaman personal. Dengan demikian, puisi “Tuhan di Kedai Kopi” memperlihatkan bahwa puisi kontemporer dapat menjadi medium refleksi eksistensial sekaligus ruang kritik sosial terhadap relasi kuasa dalam masyarakat.
Perubahan fonologis proto austronesia pada bahasa Toba, bahasa Pakpak, bahasa Karo dan bahasa Simalungun Erik D Siregar; Dardanila Dardanila; Dwi Widayati
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menjelaskan  dan mendeskripsikan perubahan fonologis PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Data yang digunakan mencakup 300 glos yang terdiri dari kosa kata universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan jenis data berupa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sejumlah perubahan fonem PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Selain itu ditemukan juga korespondensi bunyi. Kaidah perubahan bunyi PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun juga ditemukan, yang mencakup: */p/ > /b/ (pelunakan konsonan letup), */R/ > /g/ atau /r/ (bervariasi), */b/ > /mb/ (pranasalisasi), */t/ > /tt/ (geminasi), */g/ > /h/ (frikatifisasi), */p/ > /h/ (pelunakan ke frikatif glotis), */p/ > /pp/ (geminasi), */b/ > /w/ (perubahan ke glide), */k/ > /∅/ (pelepasan konsonan akhir), */t/ > /s/ (asimilasi), */d/ > /r/ (perubahan artikulatoris), */g/ > /ŋ/ (nasalisasi), */s/ > /h/ (pelunakan frikatif), */ŋ/ > /∅/ (pelesapan nasal velar). */e/ > ∅ (pelesapan vokal tengah), */a/ > /e/ (netralisasi vokal), */u/ > /o/ (penurunan vokal), */i/ > /ə/ (reduksi vokal tinggi), */a/ > /ə/ (netralisasi vokal).
Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan pada Novel Re: Dan Perempuan Karya Maman Suherman: Kajian Stilistika: The Use of Figurative Language in the Novel Re: dan Perempuan by Maman Suherman: A Stylistic Study Enzal Aulia sihombing; Dardanila; Nurhayati Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2799

Abstract

Bahasa kiasan dalam novel memiliki kedudukan penting karena tidak hanya memperindah teks, tetapi juga membangun suasana, menguatkan karakter, dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhasan novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman yang menampilkan persoalan perempuan, prostitusi, stigma sosial, dan perdagangan manusia melalui bahasa yang puitis serta penuh kiasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa kiasan dalam novel tersebut dan menjelaskan fungsi estetiknya melalui kajian stilistika. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Re: dan Perempuan. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung gaya bahasa kiasan dikumpulkan melalui studi pustaka, teknik baca, teknik catat, dan klasifikasi data, kemudian dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Hasil penelitian menunjukkan 68 data gaya bahasa kiasan yang meliputi metafora sebanyak 33 data, personifikasi 14 data, simile 8 data, ironi 8 data, idiom 2 data, sinekdoke 2 data, dan alegori 1 data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penguatan atmosfer, karakterisasi, kritik moral, dan penyampaian nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stilistika efektif untuk mengungkap makna estetis dan sosial dalam novel Indonesia modern serta berkontribusi pada pengembangan kajian gaya bahasa dan pembelajaran apresiasi sastra.
Co-Authors Afri, Evan Ainun, Nur'ainun Alika Sandra Hasibuan Amanda, Sharina Amhar Kudadiri Amlys, Amlys Syahputra Silalahi Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Asrul Siregar Avifa Trizki Adeira Azzaki, M. Amin Bangun, Pribadi Bayu Br Munthe, Indriyani Rehulina Dewi Nurmala Dila Fitria Dwi Widayati Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Dwiwidayati, Dwiwidayati Efendi, Syahrul Enzal Aulia sihombing Erik D Siregar Erwany, Lela Eva Sartini Eva Sartini Bayu Eva, Eva Sartini Bayu Farida , Farida Ariani Farida Ariani Gumarpi Rahis Pasaribu Gustianingsih Gustianingsih Gustianingsih, Gustianingsih Harahap, Nur Hayati Hariadi , Hariadi Susilo Ida Basaria Ida Basaria Kudadiri, Amhar Latifah Yusri Nasution Lubis, Tasnim LUBIS, TASNIM Ma'ruf, Ma'ruf Tafsin Manurung, Rizal Marsella, Emma Mauly Purba Mauly Purba, Mauly Mesriana Marbun Mochammad Imron Awalludin Mubshirah, Dara Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Mukramah Mukramah MULYADI Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Munthe, Indriyani Rehulina Br Nasution, Jamal Noverita Sprinse Vinolina Nur’ainun Nurhalizah, Siti Nurhayati Harahap Nurwijayanti Peni Patriani Peni, Peni Patriani Pintauli, Sondang Prasatya, Rizka Fitriyani Ramadhayani, Nanda Rantika, Dwi Resi Syahrani Tausya Ritonga, Parlaungan Rizka Nafisah Rayendra Nst Rosliani, Rosliani S, Siti Nurhaliza Saib Suwilo Sembiring, Sugihana sha, queen Shaumiwaty Shaumiwaty Sholihatul Hamidah Daulay Silalahi, Amlys Syahputra Sipayung, Antonio Marro Sirait, Floren’s Nova Sari siti nurhaliza sihombing Siti Rahmadani Lestari Ritonga Sopha, Diana Suci Audina Sihotang Sukma, Sukma Susilo, Hariadi Tafsih, Ma'Ruf Tafsin, Ma’ruf Tampubolon, Lidya Purnamasari Tarigan, Mita Ariani Br Tarihoran, Rezky Khoirina Tausya, Resi Trisnawati Zega Tugiman Tugiman Tugiman Tulus Tulus Tulus Waruwu, Happy Majesty Wiradi Putra Wiradi Putra Yunie Amalia Rakhmita