Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KULIT DAUN, EKSUDAT, DAN DAGING DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Sri Ria Ranti; Minda Sari Lubis; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2374

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat karena semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan baik untuk perawatan tubuh maupun untuk mengobati berbagai penyakit yang saat ini banyak digunakan sebagai antibakteri untuk melawan bakteri penyebab infeksi pada kulit salah satunya bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit daun, eksudat dan daging daun lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode Penelitian ini adalah metode eksperimental. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram yang meliputi penyiapan sampel, identifikasi bakteri, pembuatan larutan uji, dan uji aktivitas antibakteri kulit daun, eksudat, dan daging daun lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif berupa diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit daun lidah buaya pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25% dan 50% termasuk kategori resistant (lemah). Eksudat lidah buaya pada konsentrasi 6,25% tidak ada zona hambat, dan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% termasuk kategori resistant (lemah), sedangkan daging daun lidah buaya konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25% dan 50% termasuk kategori resistant (lemah). Dapat disimpulkan bahwa kulit daun, eksudat dan Daging daun lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus alba L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Dewi Firmayani; D. Elysa Putri Mambang; Rafita Yuniarti; Muhammad Pandapotan Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2376

Abstract

Secara alami, Indonesia merupakan rumah bagi tanaman Murbei (Morus alba L). Alkaloid, flavonoid, serta polifenol adalah bahan aktif utama murbei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metsbolit sekunder yang terdapat dalam simplisia, ekstrak etamol daun murbei (Morus alba L.) Dan untuk mengethaui efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental seperti pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan karakteristik, sktining fitokimia, pengujian efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Melalui pemeriksaan makroskopis daun murbei ditemukan warna daun murbei segar berwarna hijau, berbentuk lonjong sampai hati, ujung meruncing, tepi bergerigi, tulang menyirip sedikit menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 12 cm dan lebar 9 cm. Berdasarkan analisis mikroskopis, daun murbei mengandung kristal kalsium oksalat. Hasil penetapan kadar air simplisia daun murbei diperoleh 2,6%, penetapan kadar sari larut air serbuk simplisia 11,01%, kadar sari larit etanol 10,7%, penetapan kadar abu total 10,73%, kadar abu tidak larut asam 4,3%. Skrining fitokimia serbuk dan ekstrak simplisia daun murbei menunjukan adanya kandungan Alkaloid, Flavonoid, Tanin, Saponin, Steroid, dan Glikosida. Hasil uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) Zona hambat bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 70, 80, 90, dan 100% didapatkan rata-rata zona hambat 13,91, 13,95, 14,51 dan 16 mm.. Untuk daya hambat bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi 70, 80, 90 dan 100% didapatkan rata-rata zona hambat 13,6, 14,05, 14,53 dan 16,3 mm.
ISOLASI AMILOPEKTIN DARI PATI JAGUNG (Zea Mays L) YANG BERPOTENSI SEBAGAI FILM COATED PADA TABLET Siti Anisa; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2377

Abstract

Pati yaitu polisakarida yang termasuk karbohidrat yang terkandung dalam sel-sel tanaman. Pati mengandung amilosa dan amilopektin, dimana amilopektin dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan film coated atau pelapis permukaan seperti tablet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi amilopektin dari pati jagung (Zea Mays L) berdasarkan karakteristiknya dan melalui uji iodin dan melihat dari gugus yang dihasilkan dengan menggunakan spektrofotometer IR. Berdasarkan dari hasil organoleptiknya yaitu berbentuk serbuk, berwarna putih dan tidak berbau sesuai syarat SNI 3451:2011, kadar abu total 0,9% masih memenuhi syarat MMI edisi VI, hasil uji iodin berwarna merah violet dan hasil analisis gugus menggunakan FTIR terdapat tiga gugus fungsi utama yang merupakan karakteristik dari amilopektin yaitu C-H, O-H dan C=O. Kesimpulannya serbuk yang dihasilkan merupakan serbuk amilopektin yang diisolasi dari pati jagung.
ISOLASI AMILOPEKTIN DARI PATI KULIT PISANG RAJA (Musa paradisiaca L) YANG BERPOTENSI SEBAGAI FILM COATED TABLET Adela Octi Dwiyani; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2380

Abstract

Pati merupakan polisakarida yang jumlahnya melimpah pada sel-sel tanaman. Pati mengandung amilosa dan amilopektin, dimana amilopektin dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan film coated atau pelapis permukaan seperti tablet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi amilopektin dari pati kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.) berdasarkan karakteristiknya dan melalui uji iodin dan melihat dari gugus yang dihasilkan dengan menggunakan spektrofotometer IR. Berdasarkan dari hasil rendemen yang didapatkan berdasarkan perhitungan perbandingan antara berat pati dengan berat kulit pisang segar yaitu 3.33%. Setelah dilakukannya perhitungan persen rendemen isolasi amilopektin dengan cara membandingkan antara berat tepung amilopektin dengan berat pati, maka didapatkan hasil rendemen 72.67%. Hasil organoleptiknya yaitu berbentuk serbuk, berwarna coklat dan tidak berbau sesuai syarat SNI 3451:2011, kadar abu total 3% masih memenuhi syarat MMI edisi III dengan hasil dari ketiga pengulangan yaitu 1.4%, 1.2%, dan 1.3%, hasil uji iodin berwarna merah violet dan hasil analisis gugus menggunakan FTIR terdapat tiga gugus fungsi utama yang merupakan karakteristik dari amilopektin yaitu C-H, O-H dan C=O. Kesimpulannya serbuk yang dihasilkan merupakan serbuk amilopektin yang diisolasi dari pati kulit pisang raja.
Formulasi Tablet Hisap Serbuk Buah Rimbang (Solanum Torvum Sw) menggunakan Metode Granulasi Kering dengan Variasi Bahan Pemanis Purba, Juvantri Fablo; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti; Nasution, Muhammad Amin
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2800

Abstract

Buah rimbang (solanum torvum sw) memiliki manfaat sebagai antioksidan, mencegah diabetes, mengatasi masalah pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah kanker, merawat fungsi jantung, merawat kesehatan kulit, mengatasi peradangan, obat untuk infeksi bakteri, memperlancar peredaran darah, kesehatan mata dan buah rimbang dapat menjadi tabir surya alami. Tablet hisap banyak di kembangkan dalam industri farmasi karena kelebihan yang lebih mudah diterima oleh pasien terutama pada anak-anak, bentuknya yang menarik seperti permen serta praktis dalam penggunannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serbuk buah rimbang dengan variasi bahan pemanis memiliki sifat granulasi yang baik dan untuk mengetahui sediaan tablet serbuk buah rimbang memenuhi syarat sebagai sediaan tablet hisap. Metode yang digunakan pada proses pembuatan tablet ini adalah proses pembuatan tablet hisap dengan menggunakan metode granulasi kering yang di dalamnya terdapat uji mutu karakteristik fisik granul dan setelah menjadi tablet dilakukan uji mutu karakteristik fisik sediaan tablet dan selanjutnya dilakukan uji tingkat kesukaan pada para panelis terhadap perbandingan konsentrasi variasi bahan pemanis Hasil penelitian dari mutu karakteristik fisik granul yaitu uji waktu alir, sudut diam, dan indeks tap mendapatkan hasil yang memenuhi syarat serta mutu sediaan tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, dan waktu hancur juga memenuhi syarat pada tiap formula dan saat dilakukan uji kesukaan. Para panelis menyukai tablet hisap Formula 1 yaitu dengan perbandingan. Manitol : Xylitol (1:1). Kombinasi pemanis yang disukai para panelis adalah komninasi 1:1 yang mana Manitol dan Xylitol memiliki kombinasi rasa yang pas dimulut para panelis.
Formulasi dan Evaluasi Jelly Drink Sari Jeruk Sunkist (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) dengan Kombinasi Isolasi Tepung Porang dan Karagenan Juwita, Sukma; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2801

Abstract

Jeruk Sunkist merupakan buah yang banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat, agar mudah dalam mengonsumsinya maka dilakukan inovasi dengan membuat jeruk sunkist menjadi sediaan jelly drink. jelly drink yang ada dipasaran masih banyak menggunakan bahan-bahan sintetik sehingga perlu dilakukan modifikasi mengunakan bahan alami, sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati minuman sehat sehingga terhindar dari minuman yang mengandung zat berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan minuman yang sehat dari sari jeruk sunkist dengan kombinasi karagenan dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan mutu fisik yang dilakukan meliputi organoleptik, kadar vitamin C, total asam, analisis sineresis, viskositas, homogenitas, pH, dan hedonik. Berdasarkan hasil peneletian diketahui bahwa jeruk sunkist dapat diformulasikan sebagai sediaan jelly drink dengan kombinasi karagenan dan tepung porang. Kosentrasi karagenan dan tepung porang mempengaruhi sifat fisikokimia sediaan jelly drink. Hasil evaluasi mutu fisik sediaan dan uji hedonik jelly drink jeruk sunkist menunjukkan bahwa formula F3 merupakan formula terbaik dan paling banyak disukai oleh panelis baik dari segi tekstur, rasa, aroma, warna dan daya hisap.
Formulasi Sediaan Deodoran Stick dari Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix Dc) sebagai Antiperspirant Riani, Nur Aslin; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2804

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan salah satu tanaman yang mudah dijumpai dan banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh pada tempat yang cukup disinari matahari, daun jeruk purut terdapat metabolit sekunder steroid/triterpenoid, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) yang dibuat dalam bentuk sediaan deodorant stick dengan karakteristik yang baik dan untuk mengetahui kosentrasi dari sediaan deodorant stick tersebut dalam menghambat keluarnya keringat. Penelitian dilakukan meliputi pengumpulan sampel daun jeruk purut yang diambil secara purposif dari Kota Taluk Kuantan Riau, dibuat menjadi serbuk simplisia dan diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Simplisia di skrining untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun jeruk purut, konsentrasi eksktrak etanol daun jeruk purut untuk pembuatan deodorant stick yang digunakan adalah 1%,2%,3%, kemudian blanko dan sediaan deodorant stick yang dijual dipasar. Evaluasi formulasi sediaan deodorant stick meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu leleh, uji titik lebur, dan uji antiprespiran. Hasil uji sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap antiperspirant dari 20 orang panelis hasil yang di dapat berbeda setiap formulasinya, formulasi yang paling sedikit terdapat terdapat keringat pada kapas yaitu formulasi f4 (+) produk pasar dan formulasi f3 sediaan deodorant stick daun jeruk purut dengan kosentrasi 3%, dimana pada panelis yang paling banyak terdapat keringat dikapas yaitu formulasi f0 (-) blanko . Deodorant stick ektrak etanol daun jeruk purut yang dihasilkan memenuhi persyartan uji pH, uji waktu leleh, uji titik lebur
Formulasi Tablet Hisap Buah Rimbang (Solanum Torvum Sw.) menggunakan Metode Kempa Langsung dengan Variasi Bahan Pemanis Hendraputra, Hardy Handoko; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2805

Abstract

Buah rimbang (Solanum torvum Sw.) mengandung metabolit sekunder alkaloid dan tanin yang dimana senyawa ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan tablet hisap buah rimbang variasi pemanis manitol dan stevia dengan rasa dan waktu hancur tablet yang baik. Tablet hisap dibuat dengan metode kempa langsung dengan konsentrasi pemanis manitol dan stevia F1 1:1 (25%;25%), F2 1:2 (16,7%;33,3%), dan F3 2:1(33,3%;16,7%). Kemudian uji mutu fisik tablet hisap meliputi keseragaman ukuran dan bobot, kekerasan, friabilitas, waktu disintegrasi in vitro, disintegrasi in vivo, dan hedonic test yang dilakukan oleh panelis dengan analisis deskriptif, dan analisis data waktu hancur in vitro secara statistik dengan SPSS versi 20 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1,F2 dan F3 memenuhi syarat sebagai tablet hisap berdasarkan pada hasil keseragaman bobot rata-rata 602 mg, kekerasan rata-rata 11,98 - 10,79 kg, friabilitas 0,50-0,75%, disintegrasi in vitro 5,11 - 2,08 menit, disintegrasi in vivo 3,48 - 1,44 menit, hedonic test pada panelis lebih menerima F3 dengan tingkat kesukaan hingga 83%, ANOVA pada in vitro diperoleh nilai Sig.<0,05 dengan hasil 0,000 kesimpulan H0 ditolak atau H1 diterima. Berdasarkan uji mutu fisik dan hedonic test Formula yang terbaik adalah F3 dengan konsentrasi 2:1(33,3%;16,7%).
Penentuan SPF (Sunprotecting Factor) Ekstrak Etanol Buah Balakka (Phyllanthus Emblica L) Yuni Sartika; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda sari lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2817

Abstract

Buah balakka (Phyllanthus emblica L) adalah salah satu buah yang mengandung flavonoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan. Kemampuan ini dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat merusak kulit. Penggunaan antioksidan pada kosmetik berperan sebagai tabir surya. Tabir surya merupakan sediaan yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultra violet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia dan ekstrak etanol buah balakka, mengetahui nilai SPF ekstrak etanol buah balakka dan kemampuannya sebagai tabir surya. Metode yang digunakan buah balakka segar diuji makroskopik, simplisia buah balakka diuji karakteristik, uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak etanol buah balakka, penentuan nilai SPF mengunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah berbentuk bulat dan keras, bau khas, warna kuning kehijauan sampai kuning kecoklatan, karakteristik simplisia buah balakka mengandung kadar air 4%, kadar sari larut dalam air 21,5%, kadar sari larut dalam etanol 21,33%, kadar abu total 4,5% dan 0,88% kadar abu tidak larut dalam asam secara keseluruhan memenuhi standar MMI. Serbuk simplisia dan ekstrak etanol buah balakka mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponinn, tanin, dan steroid triterpenoid. Pengujian SPF pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15% dan 20% diperoleh hasil secara berturut-turut sebesar 33.57; 37.15; 37.66; 38.09; dan 38.53. Secara keseluruhan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan ultra. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah balakka memiliki kemampuan sebagai tabir surya.
Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor Ekstrak Etanol Buah Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) Hassk Siregar, Hikmatussabaria; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2819

Abstract

Buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu buah yang mengandung senyawa fenolik sehingga memiliki aktivitas antioksidan dan berperan sebagai fotoprotektor karena memiliki kemampuan menyerap sinar UV. Kemampuan ini dimanfaatkan dalam kosmetik sebagai tabir surya. Sediaan tabir surya digunakan untuk memantulkan atau menyerap sinar UV dari sinar matahari sehingga dapat mencegah kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia metabolit skunder yang terkandung pada simplisia dan ekstrak etanol buah karamunting, mengetahui nilai SPF ekstrak etanol buah karamunting dan kekempuannya sebagai tabir surya. Metode yang digunakan pada penelitian metode eksperimental. Buah segar karamunting diuji makroskopis, simplisia buah karamunting di uji karakteristik, dilakukan uji skrinig fitokimia pada simplisia dan dan ekstrak etanol buah karamunting, penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah segar karamunting berbentuk bulat agak lonjong bau khas warna ungu tua. Karakteristik simplisia buah karamunting memiliki kadar air 6 %, kadar sari larut dalam air 14%, kadar sari larut dalam etanol 3,7%, kadar abu total 1,416%, kadar abu tidak larut asam 0,224%, secara keseluruhan memenuhi standar MMI. Skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol buah karamuting mengandung flavonoid, tanin, steroid dan saponin.Uji SPF ekstrak etanol buah karamunting pada konsentrasi 0,3%, 1%, 5 %, 10% ,15%,diperoleh hasil secara berturut-turut 32,2368266; 33,1123834; 36,0613081; 36,7274117; 37,5760051. Secara keseluruhan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan ultra, dan dapat disimpulkan ekstrak etanol buah karamunting memiliki kemampuan tabir surya.
Co-Authors A'dilah, Nur Adela Octi Dwiyani Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Afriati, Nelsi Afrida Yeti Aliza, Ulfa Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Ariandi Arianti, Sellin Arina Asmarani, Asmarani Aula, Rizki Pebri Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Awanis, Safirah Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Erika Maulydya D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Daniel Happy Putra Debi Meilani Dewa, Fasca Dewi Firmayani Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dina Veranika Dinda Sari Utami Eva Fransiska Fahmi Fahmi Farida Yani Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humaira, Yara Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Indri Juliarni Inna Myesha Jurida, Wike Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khairina Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Maharani, Suci Mambang, D Elysa Putri Maulana Putri, Yasinta Mayani, Nurhikma Maysarah, Aulya Metami Sihombing, Juliana Meylisa Pratami Br Sinaga Milwani Harahap Minda Sar Lubis Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Muslim, Nur’Aini Jumah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Natasya, Siti Adinda Nia Novranda Pertiwi Novi Yuliandari Novia Sari Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Oktavia, Zela Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Peri , Peri Peri, Peri Pertiwi, Rahma Purba, Juvantri Fablo Puteri, Cut Intan Annisa Putri Theresia Harianja Putri, Nadya Iwani Rahma Maulidia Fitri Rambe, Sitiapsah Reza Irma Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Risma Fauziah Pasaribu Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rukmana, Siti Sagita Marina Simatupang Samosir, Anzly Hasian Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Shinta Mida Ariani Harahap Siagian , Anggi Yani Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sindy Putri Utami Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Anisa Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Sunita, Della Syafa Nadira Ashiilah Syafirna, Nada Syahputra, Ricky Andi Syarifah Aulia Tasya Ardana Tia Nazilla Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Wijiyaningsih, Dinda Wilda Septia Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuni Sartika Zahara, Fitria Siti Zannah , Muhamad Zhafirah, Rana Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani