Claim Missing Document
Check
Articles

Psoriasis Arthritis M. Fauzan Abdillah Rasyid; Dwi Indria Anggraini; M. Fitra Wardhana; M. Syafei Hamzah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis Arthritis (PsA) merupakan penyakit peradangan kronis dengan manifestasi utama yaitu radang sendi enthesitis, tenosynovitis, dan spondyloarthritis yang mengakibatkan nyeri, kekakuan dan pembengkakan di dalam dan sekitar sendi atau di punggung. Kebanyakan pasien (60-75%) yang menderita psoriasis arthritis sudah didiagnosis psoriasis. Dalam 10-15% kasus, radang sendi adalah gejala pertama dan secara bersamaan timbulnya radang sendi dan penyakit kulit terjadi dengan frekuensi yang kira-kira sama. PsA mempengaruhi sekitar 0,1% sampai 0,2% dari populasi umum. Manifestasi klinis PsA cenderung muncul 5-12 tahun setelah presentasi kulit awal (yaitu, antara usia 30 dan 50 tahun pada individu yang terkena). Seperti halnya psoriasis, pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk mengembangkan PsA. Gejala klinis biasanya meliputi nyeri dan kekakuan sendi yang terkena, kekakuan pagi > 30 menit, dan kelelahan. Etiologi PsA saat ini tidak diketahui, meskipun banyak faktor genetik, lingkungan, dan imunologis telah diidentifikasi yang berperan dalam patogenesis penyakit. Dalam pengaturan ini, proses imunologis yang menyebabkan peradangan terjadi di sinovium sendi, entesium, tulang, dan kulit pasien dengan PsA. Diagnosis PsA dibuat berdasarkan Kriteria Klasifikasi yang dimodifikasi untuk Psoriatic Arthritis (CASPAR). Kata kunci : peradangan kronis, psoriasis, psoriasis arthritis, sendi
Faktor Risiko dan Tatalaksana Pitiriasis Rosea: Tinjauan Pustaka Dhipayasa Adirinarso; Dwi Indria Anggraini; Helmi Ismunandar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis rosea adalah ruam akut yang tergolong self-limited disease dengan gejala tambahan berupa sakit kepala, malaise, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening. Prevalensi terjadinya Pitiriasis rosea di Amerika Serikat sebesar 0,21% dengan kejadian terbanyak pada perempuan dan rerata usia 36,5 tahun. Penyebab terjadinya pitiriasis rosea belum jelas, namun beberapa teori menyebutkan pitiriasis roseadisebabkan infeksi virus terutama HHV-6 dan HHV-7. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan pitiriasis rosea seperti kehamilan dan reaktivasi virus herpes. Tatalaksana pitiriasis rosea bisa secarafarmakologis dan non-farmakologis. Tatalaksana farmakologis dengan asiklovir sebagai terapi spesifik atau antihistamin oral, steroid topkal dan eritromisin oral sebagai terapi simptompatik. Sedangkan tatalaksana nonfarmakologis Pitiriasis rosea dengan fototerapi Narrowband UltravioletB Phototheraphy (NBUVB).Kata Kunci: Asiklovir, COVID-19, Pitiriasis Rosea
PERBANDINGAN ZONA HAMBAT ANTARA ANTIBIOTIK TOPIKAL DAN PROBIOTIK Lactobacillus acidophilus TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Cutibacterium acnes PENYEBAB ACNE VULGARIS Evan Christian; Hendra Tarigan Sibero; Novita Carolia; Dwi Indria Anggraini
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.2

Abstract

Acne vulgaris merupakan satu dari banyak penyakit kulit yang paling sering menyerang remaja dan dewasa muda. Salah satu etiopatogenesis acne vulgaris adalah kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan membandingkan zona hambat yang terbentuk dari pemberian antibiotik topikal dengan probiotik Lactobacillus acidophilus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara in vitro. Aktivitas antibakteri klindamisin fosfat 1,2%, eritromisin 2%, dan probiotik L. acidophilus terhadap C. acnes diuji menggunakan metode difusi Kirby–Bauer. Data diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klindamisin fosfat 1,2%, eritromisin 2%, dan probiotik L. acidophilus menghasilkan rerata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 32,0±3,4 mm, 22,6±2,3 mm, dan 14,2±1,2 mm. Hasil uji one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakukan (p = 0,001). Uji post hoc menunjukkan bahwa tiap variabel satu dengan variabel lainnya memiliki perbedaan bermakna dalam menghambat pertumbuhan C. acnes, kecuali pada variabel eritromisin dengan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zona hambat yang terbentuk pada pemberian klindamisin fosfat 1,2% adalah yang terbesar, menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri yang lebih kuat terhadap C. acnes dibandingkan dengan eritromisin 2% dan probiotik L. acidophilus.  
Co-Authors Agustyas Tjiptaningrum Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Fauzi Ahmad Sirajudin Alfi Yasmina Alwiyah, Fadilah Amira Zhafira Analia Analia Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Annisa Adietya Pratama Annisa Cahyani AYU WULANDARI Ayu Wulandari Betta Kurniawan, Betta Dhipayasa Adirinarso Dian Isti Angraini Efrida Warganegara Elina Rahma Elina Rahma Emantis Rosa Erna Kristin Ety Apriliana Evan Christian Fauzi Ahmad Muda Fauziani, Andra Nabila Febe Sintia Kristiani Fitria Saftarina Graceciela, Yohana Eva Guntur Sulistyo Hakim, Lukmanul Hanna Mutiara, Hanna Hasril Mulya Budiman Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hendra Tarigan Sibero Hendra Tarigan Subero Hery Dian Septama Indri Windarti Isti Angraini, Dian iwan Dwiprahasto Jarir At Thobari Jhons Fatriyadi Suwandi Justiani, Andinni Aurellia Karima, Nisa Karimah, Nisa Kartika, Juspeni Kurniawaty, Evi Lania, Siska M. Fauzan Abdillah Rasyid M. Fitra Wardhana M. Syafei Hamzah Mayasari, Diana Muhamad Addin Syakir Muhamad Addin Syakir Muhammad Rafi Eka Putra Muhammad Syafei Hamzah Muhammad Yusran Muhammad Yusran Muhammad, Meizano Ardhi Mukhlis Imanto, Mukhlis Nisa Karimah Novita Carolia Novita Carolia Pairulsyah Pairulsyah Piesta Prima Beta Pairul Putra, I Wayan Ardana Rahmatika, Achisna Rahmayani, Fidha Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rizki Hanriko Robert Bestak Rodiani Rodiani Rodiani, Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Sagia, Nabilla Alsa Sari, Mahala Ramah Silitonga, Yona Arisena Magdalena Suharmanto Suharmanto Syahrul Hamidi Nasution Syazili Mustofa Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Umniya Umniya Yisran, Muhammad Yulisna Yulisna Yustisya Khoirunnisa Zetira, Zihan