Articles
Perempuan dan rokok (kajian sosiologi kesehatan terhadap perilaku kesehatan reproduksi perempuan perokok di kota surakarta )
Elisa nur;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/v9t7zr36
Banyak faktor perilaku yang memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas dan suami dari wanita perokok, respondennya adalah wanita perokok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara sampel dengan maximum variation sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, hubungan sosial dan keinginan mencoba hal baru membuat wanita merokok. Dalam sehari, responden mengkonsumsi rokok 3 batang hingga 1 atau 2 bungkus rokok. Pengetahuan perokok Wanita tentang kesehatan reproduksi cukup luas, namun sikap mereka dalam menjaga Kesehatan reproduksi masih kurang karena mereka berhenti merokok hanya selama kehamilan dan menyusui. Setelah itu, mereka akan merokok lagi. Selain itu, beberapa responden tidak memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi
serly adhariaty;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/rnzeph17
Era globalisasi telah membawa budaya dan teknologi ke wilayah masyarakat adat yang dapat menimbulkan mulai pudarnya kepercayaan masyarakat karena adanya modernisasi pada masa kini. Modernisasi merupakan proses transformasi masyarakat dan kebudayaan dalam semua aspeknya, dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada kaitan Dinamika Sosial Masyarakat Adat dalam Menghadapi Modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metodeliteratur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui analisa data pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara kepercayaan masyarakat dan modernisasi di Kampung. Hasil penelitian ini adalah menunjukan jika terdapat beberapa aspek modernisasi yang masuk kedalam masyarakat. Tetapi tidak membuat suatu perubahan pada kebiasaan dan adat istiadat serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat karena masyarakat tetap memegang kepercayaan masyarakat adat, budaya dan adat istiadat yang diajarkan oleh leluhur. Hal ini diambil berdasarkan indikator yang diuji meliputi Sekularisasi, Penggunaan Nalar, Pendidikan, Kebiasaan Masyarakat, Sikap Terbuka, Kemajuan Teknologi.
ASPEK HUKUM PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA
Syafriani;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/2s8p3k63
World Health Organizatioan (WHO) mendefinisikan Virus corona jenis Virus 2019-nCoV sebagai pandemi jenis penyebaran penyakit baru keseluruh dunia, hal ini bukan hanya kasus kesehatan masyarakat, tapi akan menyentuh setiap sektor. Pandemi covid-19(cov-19) mengakibatkan format kedaruratan kondisi sehat khalayak Indonesia, sehingga Presiden Joko Widodo menetapkan KeppresNo.11/2020. Dalam “pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi untuk penanggulangan pandemi covid-19” Presiden Joko widodo menetapkan Perpres No.14/2021. Dalam memilih sarana juga prasarana kesehatan secara mandiri & bertangggungjawab tiap manusia punya hak memilih sesuai dengan keinginannya, berhubung kondisi pandemi yang menyangkut kepentingan rakyat dan negara lebih diutamakan, jadi pemberian vaksinasi yang sebenaranya bersifat volunteer karena kondisi darurat bisa bersifat dipaksakan. Meskipun sudah ada payung hukum UU No.4/1984:”Wabah Penyakit Menular” serta UU No.6/2018:“Kekarantinaan Kesehatan”, tapi dilapangan banyak yang setuju dan sebaliknya pada pelaksanaan vaksinasi dimasyarakat. Tujuan penelitian untuk memahami sifat dari pemberian vaksin corona menurut peraturan perundangan yang dianut dan faktor- faktor yang terjadi di masyarakat. Memakai metode normatif dengan pendekatan kualitatif. Pemberian vaksin kepada masyarakat bersifat memaksa. keterbatasan ketersedian vaksin; ada yang mendukung ada yang antipati dari masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi; penyaluran yang tidak merata. Alasan penolakan masyarakat dalam menerima vaksin Covid-19 dikarenakan adanya trust yang berbeda, hal ini didukung kurangnya alur komunikasi juga cara penyampaian informasi yang kurang tepat sasaran, data jenis vaksin terbatas informasinya, ketersediaan vaksinCov-19, juga syarat aman. Pemerintah selayaknya mendukung penuh vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih yang dikembangkan para peneliti Indonesia.
POLA BUDAYA TERHADAP MAKANAN MASALAH, BUDAHAYA DAN MAKANAN TERHAFAP GISI DAN CARA MENGATASINYA
alul asriadi;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/ba2n6964
Abstrak:Makanan ialah sesuatu yang dapat dimakan atau bahan yang kita makan lalu masuk ke dalam tubuh sehingga membentuk dan mengganti jaringan tubuh, memberi tenaga, dan mengatur semua proses dalam tubuh. Makanan juga dapat diartikan sebagai sumber nutrisi, salah satu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang menelannya. Inilah pengertian makanan sebagai konsep biokimia., konsep yang biasa yang di pakai dalam ilmu medis. Segala bahan makanan yang mampu memberikan zat nutrisi dan mencukupi kebutuhan gizi manusia, bisa dijadikan sebagai sumber makanan. Namun, tidak demikian halnya dengan pengertian makanan dalam konteks budaya, makanan bukan hanya dilihat sebagai suatu produk organik dengan kualitas-kualitas biokimia yang dapat dipakai oleh manusia untuk mempertahankan hidup semata, makanan erat kaitannya dengan pemilihan zat yangsesuai dam tidak sesuai bagi tubuh, bahan yang dianggap makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan kerangka pengetahuan sosial budaya.
Analisis Kebijakan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Rsud Dikota Banda Aceh Dalam Meningkatkan Pelayanan Pasien Rawat Jalan Dan Inap
Novaldi, Anza;
Nurdin, Ambia;
Kiki Asrifa;
Fitria, Ully
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/2h3tkb08
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakebijakan kesehatan diimplementasikan dan bagaimanapengaruhnya terhadap efisiensi organisasi rumah sakit daerahdalam meningkatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatankuantitatif sebagai metode penelitian teori implementasikebijakan, yang terdiri dari empat elemen yaitu komunikasi, sumber daya, posisi dan sikap pelaksana kebijakan, dan birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakankesehatan memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitasorganisasi rumah sakit daerah dalam meningkatkan pelayananrawat jalan dan rumah sakit. Di sisi lain, motivasi dan sikappelaksana tidak memiliki dampak yang signifikan terhadapefektivitas peningkatan pelayanan rawat jalan dan rawat inap di organisasi RSUD.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIARE PADA ANAK
LAURA YOHANA;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/hztbrj10
Diare merupaka suatu kondisi dimanan seseorang mengalami kondisi buang air besar 3 (tiga) kali atau lebih dalam rentan waktu 24 (dua puluh empat) jam dengan kondisi tinja atau feses berupa cairan encer atau sedikit berampas. Diare lebih dominan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah, sehingga anak-anak sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab diare. Jika diare disertai muntah berkelanjutan akan menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Penyakit diare terjadi akibat faktor langsung maupun tidak langsung, diare bisa juga berasal dari faktor agen penjamu, perilaku, dan juga faktor terkait dengan lingkungan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak. Metode yang di gunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka (library research). Hasil dari penulisan artikel ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak adalah faktor lingkungan, pengetahuan orang tua, kondisi ekonomi, umur, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, personal hygiene dan kualitas makanan yang di konsumsi.
ANALISIS KESEHATAN BAYI DAN BALITA DIWILAYAH PESISIR DESA PEURADEN KABUPATEN BIREUN
surna, surna;
Nurdin, Ambia;
Fitria, Ully;
Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/9ksk3j68
Masalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan AKI dan AKB yang tinggi, permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM, Setiap anak itu unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dipengaruhi oleh keturunan, keadaan sebelum lahir, gizi dan penyakit, serta kondisi setelah lahir. Tingginya prevalensi Balita gizi buruk dan balita sangat pendek diBireun ditahun 2019 cukup tinggi, kondisi sosial ekonomi masyarakat Bireun khusus wilayah pesisir sangat mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa PEURADEN kabupaten Bireuen tahun 2019.
MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM KESEHATAN PUBLIK
Firjatullah;
Nurdin, Ambia;
Khairuman;
Lestari, Diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/28e2dz27
Artikel ilmiah ini membahas tantangan dan solusi dalam membangun masyarakat sehat dengan fokus pada determinan sosial kesehatan, pencegahan penyakit, gaya hidup sehat, dan penguatan sistem kesehatan. Analisis determinan sosial kesehatan dari perspektif Michael Marmot dan Gavin Mooney menggambarkan kompleksitas hubungan antara faktor sosial dan kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menjadi dasar hukum untuk upaya pencegahan penyakit dan promosi gaya hidup sehat. Solusi yang diusulkan mencakup peran penting Don Nutbeam dalam merevolusi masyarakat melalui pendidikan kesehatan, penguatan sistem pencegahan penyakit oleh WHO, dan pandangan Gary S. Becker dan Dewa tentang investasi dalam sumber daya kesehatan. Kesimpulan artikel ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Peran Agama Dalam Keperawatan
Nurdin, Ambia;
khairuman;
diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/ymzgs868
Peran agama dalam keperawatan adalah topik yang jarang untuk dibahas, padahal kita tahu hal ini sangat berpengaruh di dalam pelayanan, hal ini terbukti dengan di dalam keperawatan kita juga mengenal tentang kebutuhan spiritual (walaupun tidak benar-benar dapat disamakan dengan agama),bukan tentang pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi yang berhubungan dengan pendidikan agama bagi keperawatan. Agama tetap penting untuk diajarkan, karena untuk menekankan aspek tertentu bagi masyarakat kita. Peran a gama sangat besar, tinggal bagaimana pemanfaatannya yang perlu dibenahi. Bila mata kuliah agama hanya mengajarkan agama secara umum saja yang tidak mengena dengan kehidupan profesional, jadinya hanya formalitas mengajarkan,agama karena tidak mau disebut sebagai institusi yang tidak mengajarkan akhlak pada mahasiswa. Dalam kehidupan profesional tiap cabang ilmu keperawatan sudah mempunyai patokan tentang apa yang harus dilakukan ataupun tidak ,tentang hal yang baik dan buruk. Selain itu juga ada mata etika kuliah keperawatan yang akan membuat seorang perawat mempunyai akhlak yang baik dan terampil menjadi perawat profesional. Pendidikan akhlak di bangku kuliah bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan agar bisa menerapkan keterampilannya pada pasien dengan agama-agama yang berbeda.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA YANG MEMENGARUHI KESEHATAN IBU DAN ANAK
Puji Sri Hartati;
Nurdin, Ambia;
Kurnia, Reza;
Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62710/5ppt6206
Kesehatan ibu dan anak sebagai indikator kunci Kesehatan masyarakat di ukur dengan Angka Kematian ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKI) . Pemersalahan ini kematian ibu dan anak merupakan masalah yang tidak bisa di pisahkan dengan kebudayaan atau perilaku masyarakat itu sendiri. Sistem sosial dan budaya di masyarakat merupakan sebuah pertimbangan penting dalam pelayanan Kesehatan yang bisa di manfaatkan lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor budaya apa saja yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini adalah etnografi cepat atau rapit ethnographic assessment procedur (REAP) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampe menggunakan snowball atau chain referral sampling .Dilakukan secara berantai dari satu partisipan kepada partisipa lainnya. Merupakan varias i dari sampel purposive. Jumlah responden sebanyak 8 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data yang di tunjukkan merupakan hasil wawancara mendalam (Indepth Interview) dan FGD (Focus Group Discussion) . Penelitian ini menghasilkan temuan tentang : (1 ) kiyai akses Kesehatan. (2) Perempuan tidak memiliki kuasa yang cukup penuh atau memperdayakan dirinya untuk memilih layanan Kesehatan, terlebih dalam kondisi hamil dan melahirkan. (3) unsur kepercayaan warisan turun temurun turut membentuk system pengetahuan Masyarakat cibitung. (4) sistem mata pencaharian buruh tani sebagai sumber utama ekonomi di cibitung.