p-Index From 2021 - 2026
7.585
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Edutech Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal NERS Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jendela Nursing Journal (JNJ) Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Jurnal Keperawatan Padjadjaran Belitung Nursing Journal Journal Of Holistic Nursing Science Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Amerta Nutrition Aulad : Journal on Early Childhood Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Nursing Care Jurnal Kesehatan Journal of Maternity Care and Reproductive Health Jurnal Ilmiah Keperawatan Media Karya Kesehatan Borneo Nursing Journal (BNJ) Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JIKO(Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Jurnal Ilmu Kesehatan SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Indonesian Journal of Community Development Holistik Jurnal Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teknik Pemijatan Terhadap Kualitas Tidur Pasien Penyakit Jantung: Scoping Review Solehati, Tetti; Hermayanti, Yanti; Eli Kosasih, Cecep; Fasya Fadillah, Jasmine; Ayu, Rahadiani; Juniar, Shafira; Nurfirdausi Islamah, Rachelya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.134

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung dapat menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada pasien, salah satunya pada kebutuhan istirahat tidur. Diperlukan intervensi non-farmakologi disamping garmakologi yang dapat membantu pasien mengatasi gangguan tidurnya tanpa memperberat beban pasien selama masa perawatan. Salah satunya adalah intervensi pemijitan. Tujuan: tujuan penelitian untuk memetakan bukti mengenai bagaimana teknik pemijatan tubuh dapat mempengaruhi kualitas tidur pada pasien jantung. Metode: Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik, meliputi: MEDLINE, PubMed, dan SCOPUS dengan memperhatikan kriteria inklusi seperti: artikel dengan topik intervensi pemijitan terhadap tidur pasien gangguan jantung dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, fullteks dipublikasikan antara tahun 2014-2024, desain randomized control trial, clinical trial, atau quasi experimental. Pencarian awal ditemukan 438 artikel, setelah dilakukan screening ditemukan ada 6 artikel eligible digunakan dalam pembahasan studi ini. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada tiga lokasi tubuh yang biasa digunakan dalam terapi pemijitan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien jantung, yaitu pijitan pada kaki (n=4), pada kepala dan wajah (n=1), serta pada punggung (n=1). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas refleksi pijat (n=5) efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasien jantung. Kesimpulan: Terapi pemijatan terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan penyakit jantung. Refleksi pijat pada area kaki merupakan teknik yang paling sering digunakan dan menunjukkan hasil yang positif. Temuan ini mendukung penggunaan pemijatan sebagai bagian dari perawatan pendukung untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien jantung.
The Psychological and Sleep-related Impact of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A Systematic Review Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Hermayanti, Yanti; Mediani, Henny Suzana
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has had a global impact on mental health and sleeps quality that is unprecedented in the 21st century.This systematic review aimed to assess the psychological impact of COVID-19 and its effect on people’s sleep. Systematic searches were conducted viaPubMed, ScienceDirect, and ProQuest from 2019 to August 2020, following PRISMA guidelines. Articles were selected based on eligibility criteria such as having a cross-sectional study design, assessing the general public’s mental health status or sleep problems, medical workers and non-medical workers duringthe COVID-19 pandemic, and using standardized and validated scales for measurement. The keywords: COVID-19 OR SARS-CoV-2 AND Mental health ORPsychological health AND General population OR General public AND sleep AND Impact of Coronavirus disease 2019. A total of 23 articles were selectedafter being assessed. During the period of the COVID-19 pandemic, medical workers were found to have psychological problems such as anxiety, depression, stress, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), psychological distress, somatization symptoms, suicidal ideation, high risk of severe mental illness, worry, and insomnia. Non-medical workers experienced symptoms of depression. The general public experienced psychological problems: depression, anxiety, stress, bad mood, inability to stop thinking about COVID-19, panic, and experiencing sleep problems such as changing sleep patterns, sleep disturbances, sleep quality, difficulty with sleep initiation, and shortened sleep duration. The COVID-19 pandemic has been associated with psychological problems and sleep disorders for medical workers, non-medical workers, and the general public.
Pendidikan Kesehatan Mobilisasi Dini pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD Dr. Slamet Garut Hermayanti, Yanti; Widiasih, Restuning; Solehati, Tetti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23002

Abstract

ABSTRAK Masa post partum merupakan periode pemulihan penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana mobilisasi dini menjadisalah satu intervensi utama yang dapat mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum serta pendamping pasien mengenai pentingnya mobilisasi dini, waktu pelaksanaan yang tepat, teknik mobilisasi, serta peran keluarga dalam mendukung proses tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 19 April 2025 di Ruang Jade RSUD dr. Slamet Garut. Metodeyang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui skor post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah promotif dan preventif yang mendukung kualitas pelayanan keperawatan maternitas serta mempercepat pemulihan ibu post partum. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Post Partum, Keperawatan Maternitas  ABSTRACT The postpartum period is an important recovery phase for mothers after childbirth, where early mobilization is one of the main interventions that can accelerate the recovery process and prevent complications. This health education activity aims to increase the knowledge and understanding of postpartum mothers and patient companions regarding the importance of early mobilization, the appropriate timing, mobilization techniques, and the role of the family in supporting this process. The activity will be held on April 19, 2025, in the Jade Room of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, The methods used are lectures, discussions, and live demonstrations. The results of the activity show an increase in participants' knowledge, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test scores.Additionally, the participants showed high enthusiasm throughout the activity. This activity is expected to be a promotional and preventive step that supports the quality of maternal nursing services and accelerates the recovery of postpartum mothers. Keywords: Early Mobilization, Postpartum, Maternity Nursing
Gambaran Karakteristik dan Angka Kejadian Postpartum Blues pada Ibu Postpartum di Wilayah Puskesmas Jatinangor Kusumah, Lidya Nazhifa; Hermayanti, Yanti; Setyorini, Dyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14721

Abstract

ABSTRACT Postpartum blues occurs in 1 up to 2 out of 1.000 mothers in Indonesia. The mothers with postpartum blues can give a bad impact for both mothers and babies. Nurses play an important role in intend to prevent the worst impact can possibly happen caused by postpartum blues by identifying the risk factors and do assessment as an early detection of the symptoms in the mothers after childbirth.  Early detection was conducted to figure out the development of mothers’s psychological adaptation and also to detect any psychological disorders that occurred to the postpartum mothers. The purpose of this study was to identify the characteristics and the incidence of postpartum blues in Jatinangor Health Care Service Area. A descriptive study design using a quantitative approach was used for this study by reviewing the characteristics of the postpartum mother and identify the incidence of postpartum blues. The population of this study was a postpartum mother who gave birth in Jatinangor Health Care Service and midwife practice in Jatinangor Health Care Service work area in February 2024 with the nonprobability sampling technique that applied purposive samplings methods and obtained 38 respondents. This study used primary data, collected with the standardized instrument, Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. Data analysed by used univariate analysis of frequency distribution. The findings of the research showed that the incidence of postpartum blues occurred in 21 respondents (55%). With the characteristics of the vast majority of respondents are aged 20-30 years (81.6%), are multipara mothers (78.9%), are household mothers (86.8%), have a high middle school education (50%), have a very high income (>3.5k) (31.6%), have a spontaneous birth (86.8%), are a planned pregnancy (86.8) and have good social support (89.5%). As from the result of this study, it can be concluded that in Jatinangor Health Care Service Area there is a high incidence of postpartum blues in postpartum mothers before discharge, with an incidence rate of 21 respondents (55%). Accordingly, it is hoped that the incidence rate of postpartum blues in Jatinangor Health Care Service Area is expected to decrease by improving a program of maternal psychological health education from pre-pregnancy, pregnancy and postpartum in order to increase maternal knowledge about the risk factors and symptoms of postpartum blues. Keywords: EPDS, Postpartum, Postpartum Blues ABSTRAK Postpartum blues terjadi pada 1 hingga 2 dari 1000 ibu di Indonesia. Kondisi ibu dengan postpartum blues dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi ibu dan bayi. Perawat memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan terjadinya dampak terburuk akibat postpartum blues dengan upaya mengidentifikasi faktor risiko dan deteksi dini gejala postpartum blues pada ibu setelah melahirkan. Deteksi dini dilakukan untuk mengetahui perkembangan adaptasi psikologis ibu postpartum serta mendeteksi gejala postpartum blues. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karakteristik dan angka kejadian postpartum blues di wilayah Puskesmas Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melihat gambaran karakteristik ibu postpartum dan angka kejadian postpartum blues. Populasi penelitian merupakan ibu postpartum yang melahirkan di Puskemas Jatinangor dan praktik bidan di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor pada bulan Februari 2024 menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 38 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner baku Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisis secara univariat disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian postpartum blues terjadi pada 21 responden (55%). Dengan karakteristik mayoritas responden berusia 20-30 tahun (81.6%), merupakan ibu multipara (78.9%), menjadi ibu rumah tangga (86.8%), berpendidikan SMA (50%), memiliki pendapatan sangat tinggi (>3.5jt) (31.6%), mengalami persalinan spontan (86.8%), merupakan kehamilan yang direncanakan (86.8%) dan memiliki dukungan sosial yang baik (89.5%). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa di wilayah Puskesmas Jatinangor terjadi angka kejadian postpartum blues yang tinggi pada ibu postpartum sebelum dipulangkan, dengan angka kejadian mencapai 21 responden (55%). Maka dari itu diharapkan angka kejadian postpartum blues di wilayah Puskesmas Jatinangor dapat menurun dengan upaya mengembangkan program penyuluhan kesehatan psikologis ibu dari semenjak sebelum kehamilan, masa kehamilan dan setelah persalinan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ibu tentang faktor risiko dan gejala postpartum blues. Kata Kunci: EPDS, Postpartum, Postpartum Blues
Pijat Oksitosin Pada Pasien P1A0 Post Sc Atas Indikasi KPD Dan Gagal Induksi: Studi Kasus Fatimah, Anugrah Nur; Maryati, Ida; Hermayanti, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2738

Abstract

Section caesarean (SC) adalah suatu proses persalinan dengan dilakukan pembedahan melalui perut ibu. Persalinan SC dapat menimbulkan masalah seperti nyeri, kelemahan dan stres sehingga mempengaruhi pengeluaran ASI pada ibu post SC. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperlancar pengeluaran ASI yaitu pijat oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan hasil pengelolaan kasus dengan penerapan pijat oksitosin pada pasien P1A0 post SC atas indikasi KPD dan gagal induksi. Metode menggunakan desain studi kasus melalui proses asuhan keperawatan yang dilakukan pada ibu post SC tanggal 14-16 November 2022 di RSU Dr.Slamet Garut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara anamnesa, pengkajian fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, rekam medis, dan studi literatur.  Hasil studi kasus ini, pasien memiliki masalah keperawatan nyeri akut, menyusui tidak efektif, risiko infeksi dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Implementasi yang dilakukan oleh peneliti salah satunya adalah pijat oksitosin. Pijat oksitosin secara tidak langsung dapat mengatasi semua masalah keperawatan yang muncul karena selain memperlancar pengeluaran ASI, juga dapat memberikan kenyamanan pada ibu post SC sehingga menurunkan nyeri dan stres. Intervensi ini dapat menjadi rekomendasi bagi perawat dalam mengatasi masalah pada ibu post SC terutama masalah menyusui tidak efektif
Foot Massage Berpengaruh Terhadap Nyeri Pada Pasien Dengan Post Sectio Caesarea Di Ruang Jade RSUD Dr Slamet Garut: Studi Kasus Azizah, Puput Nur; Hermayanti, Yanti; Mamuroh, Lilis
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v7i3.2725

Abstract

Section Cesarea (SC) is a method of delivering a fetus through an abdominal incision (laparotomy) and an incision in the uterus (hysterotomy). The problem that most often occurs in post-SC mothers is pain. Foot massage produces impulses that are sent through nociceptor afferent nerve fibers which make the gates close so that the pain stimulus is blocked. The aim of this study was to identify the effect of foot massage on pain in post-SC mothers in the Jade room at Dr. Slamet Hospital, Garut. The research design used is descriptive with a case study method. The research was conducted in the Jade room at Dr. Slamet Hospital, Garut. The number of participants was one client who experienced post SC for indications of placenta previa and former SC. Data was collected from the results of the assessment using the postpartum assessment format from the Department of Maternity, Faculty of Nursing, Padjadjaran University and the Numeric Rating Scale to assess pain. The results of the case study showed a decrease in the pain scale felt by the mother after SC where the pain scale before the foot massage intervention was 7/10 and after the foot massage intervention the pain scale decreased to 4/10. Thus, Foot Massage has an influence on reducing the pain scale in Post SC mothers in the Jade room at Dr. Slamet Hospital, Garut. Foot massage can be an alternative non-pharmacological management that can be carried out by nurses to reduce pain in post-SC mothers. Suggestions for future researchers are expected to use experimental research methods to reduce bias. 
Pengaruh Pelatihan Terhadap Pengambilan Keputusan Skrining Kanker Serviks Berdasarkan The Precaution Adoption Process Model Vitniawati, Vina; Hermayanti, Yanti; Kurniawan, Titis
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.103

Abstract

Decision making for taking screening is an important component in preventing cervical cancer, but still many women who have not yet done it due to a lack of knowledge and decision-making ability.  Development of intervention tailored to the stages of decision-making based on the Precaution  Adoption  Process  Model,  such as training,  is able to improve decision-making ability to do the screening. This study aimed to determine the differences in the effect of training on decision-making for cervical cancer screening based on PAPM in the UPT Griya Antapani Health Center Bandung. This quasi-experimental study with two group pre-test post-test design involved  84  women aged  30-49  years who were chosen by purposive and proportional cluster sampling from two villages divided into  42  respondents each. Group  A received training with PowerPoint media,  leaflets,  videos, and WhatsApp while group  B received training with PowerPoint media, leaflets, and videos. The data of decision-making was collected using the  Precaution Adoption Process Model checklist:  before,  after training, and  15  days after training then analyzed using  Friedman test and  Mann  Whitney test.  The results showed that there were differences in decision-making in each group before and after training with p <0.001 but Mann Whitney test showed that there was no difference in decision-making between groups after training (p = 1,000 and p = 0.316). This depicted that any method and media can be used to change decision-making. Providing training and counseling is needed according to the stages of decision-making taking into account the factors that influence it.  Keywords: Cervical Cancer, Decision-making, Screening, the Precaution Adoption Process Model
Program “Nestara”: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting Sejak Masa Hamil dengan Pendekatan Teknologi dan Pemberdayaan Perempuan Widiasih, Restuning; Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Hermayanti, Yanti; Ermiati, Ermiati; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18651

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak konsepsi, hamil, dan setelah melahirkan sebagai bagian upaya pencegahan yang efektif dan komprehensif. Namun, hal tersebut merupakan proses yang kompleks, membutuhkan waktu, dan komitmen tinggi berbagai pihak, khususnya petugas kesehatan. Perawat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya, termasuk dalam pencegahan stunting. Melaksanakan rangkaian kegiatan intervensi terintegrasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting sejak masa hamil dengan pendekatan teknologi melalui Program “Nestara”. Pendampingan dan pelatihan pada 30 ibu hamil tanpa komplikasi yang rutin memeriksakan diri ke Posyandu dan di bawah pengawasan bidan desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Program “Nestara” menerapkan lima kegiatan yaitu KKN Integratif, Festival Kesehatan, Homevisit, Pemantauan Lanjutan dengan Kunjungan Posyandu, Pemanfaatan Media Sosial, dan Aplikasi Skrining Stunting. Analisis data secara deskriptif dilakukan untuk mendapatkan karakteristik partisipan dan mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting di masa kehamilan. Kegiatan Program “Nestara” dilaksanakan dengan lima rangkaian kegiatan dan melibatkan mahasiswa KKN Integratif dan mahasiswa Program Magister Keperawatan. Terdapat peningkatan pengetahuan pada 30 ibu hamil yang mengikuti rangkaian dari awal hingga akhir program selama hamil sampai dengan melahirkan. Intervensi Program “Nestara” dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sejak asa kehamilan. Selanjutnya dibutuhkanimplementasi berlanjut terkait upaya pendampingan ibu setelah melahirkan sebagai upaya pencegahan stunting yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Masa Kehamilan, Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Perempuan  ABSTRACT Stunting prevention needs to be carried out starting from conception, pregnancy, and after childbirth to create effective and comprehensive efforts. However, it is a complex and challenging process including for health professionals. Nurses play an important role in improving women’s health throughout their life cycle, including stunting prevention. Objective: To implement a series of integrated intervention activities as an effort to improve pregnant women’s understanding of stunting prevention actions during pregnancy using a technological approach through the “Nestara” Program. Assistance and training for 30 pregnant women with no complications and regularly check themselves at the local integrated health posts (Posyandu) and are under the supervision of the village midwives in Parigi Sub-district, Pangandaran Regency. The “Nestara” program implemented five key activities, including Integrative KKN, Health Festival, Homevisit, Follow-up Monitoring with Posyandu Visit, and Utilization of social media and Stunting Screening Application. Descriptives of data were done to obtain participant characteristics and determine the level of knowledge of pregnant women about stunting prevention during pregnancy. The “Nestara” program was implemented with five series of activities and involved KKN Integrative students as well as Nursing Master’s students. There was an increase in knowledge in 30 pregnant women who followed the series from the beginning to the end of the program during pregnancy to childbirth. The “Nestara” program intervention increased the knowledge of pregnant women about stunting prevention since pregnancy. Further implementations are needed regarding efforts to assist mothers after childbirth for more comprehensive stunting prevention efforts. Keywords: Pregnancy, Stunting Prevention, Women’s Empowerment
Anak Kuat, Masa Depan Cerah : Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa X Kabupaten Sumedang Sukmawati, Sukmawati; Hermayanti, Yanti; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15061

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis sejak janin dalam kandungan dan akan nampak pada saat anak usia setelah 2 tahun. Hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi gejala stunting di Indonesia masih tinggi  atau melebihi batas maksimal yang ditetapkan WHO. Salah satu daerah dengan angka stunting tinggi adalah di Desa X Kabupaten Sumedang. Penyebab stunting tidak langsung diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai stunting. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting .Metode pengabdian pada masyarakat ini adalah sosialisasi pencegahan stunting pada anak balita melalui pendidikan kesehatan dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang mempunyai anak balita. Peserta yang hadir dalam pengabdian masyarakat ini adalah 15 orang. Untuk mengukur keberhasilan sosialisasi dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post test,  analisis data yang digunakan adalah univariat. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi melalui edukasi tentang stunting dengan rata-rata pre-test 69.40 dan post-test 85.73 dan terdapat pengaruh sosialisasi melalui edukasi pencegaha stunting pada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai anak balita dengan p-value .001 . Diharapkan hasil sosilisasi tentang pencegahan sunting ini dapat dilakukan secara kontinyu oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan di Puskesmas. Kata Kunci: Pencegahan, Sosialisasi, Stunting  ABSTRACT Stunting is a failure to grow due to chronic malnutrition since the fetus is in the womb and will appear when the child is 2 years old. The results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey show that the prevalence of stunting symptoms in Indonesia is still high or exceeds the maximum limit set by the WHO. One area with a high stunting rate is Village X, Sumedang Regency. Indirect causes of stunting include the mother's lack of knowledge about stunting.  The aim of this community service is to increase mothers' knowledge regarding stunting prevention. This community service method involves the promotion of stunting prevention in children under five through health education targeting pregnant women, breastfeeding mothers, and parents of children under five. There were 15 participants who attended this community service. To measure the success of socialization, an evaluation was carried out in the form of a pre-test and post-test. The data analysis used was univariate. The results of this community service show that there is an increase in participants' knowledge after socialization through education about stunting, with an average pre-test of 69.40 and post-test of 85.73, and there is an influence of socialization through education to prevent stunting on pregnant women, breastfeeding mothers, and mothers with children under five. with a p-value of.001. It is hoped that the results of this outreach regarding editing prevention can be carried out continuously by health cadres and health workers at the Community Health Center. Keywords: Prevention, Socialization, Stunting
Efektifitas Terapi Oketani Breast Massage (OBM) Terhadap Peningkatan Produksi ASI : Case Report Dahlia, Siti; Sukmawati; Hermayanti, Yanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2024: EDISI KHUSUS II
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum mothers often experience obstacles in the process of breastfeeding their babies, namely insufficient or irregular breast milk production which can cause health problems for both the mother and the baby. One effort to increase breast milk production is through Oketani Breast Massage (OBM). This study aims to determine the effectiveness of providing OBM interventions on increasing breast milk production in post-cesarean mothers. This study uses a case report method. Participants in this study were Mrs. W P1A0 post-cesarean due to indications of PEB and breech presentation. Data collection techniques include interviews, physical examinations and supporting examinations. OBM therapy is carried out twice a day for 30 minutes in the morning and evening for 3 days of treatment at the Hospital and evaluation is carried out by observing the frequency and duration of breastfeeding, the frequency of urination and defecation of the baby, the sucking response and the quality of the baby's sleep to determine the increase in breast milk production. Meanwhile, to assess the success of breastfeeding using the LATCH assessment score instrument including breastfeeding attachment, baby swallowing sound, mother's nipple shape, mother's comfort, and baby's position when breastfeeding. The results of the study showed an increase in the frequency and duration of breastfeeding, the frequency of urination and defecation of the baby, the baby's sucking response was adequate and the baby appeared to sleep soundly, and the success of breastfeeding also increased after OBM was performed. OBM is effective in increasing breast milk production in post-cesarean mothers because its working principle is like a baby's sucking by stimulating the pectoralis muscles of the breast and stimulating the hormones prolactin and oxytocin so that breast milk production becomes more and of better quality.
Co-Authors Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adila, Raisa Agustin Agustin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ai Rahmawati Aini, Astri Mufti Aisha Chaerani Murti Alfilatillatifah, Alfilatillatifah Algia Nuruliani Alifa Rufaida Alifiyanti, Devita Amalia Rizqi Sholihah Amalia, Pandu Rifqi Amita, Dzikra Fitria Anggriyana Tri Widianti Anita Setyawati Arafah, Hilwah Nurul Arief Khoerul Ummah Arrafi, Almay Rayhan Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Audly, Tazkia Badliana Avicena Farhan Ramadhan Ayu, Rahadiani Ayudiapala, Deysa Azalia Melati Putri Azizah, Puput Nur Azzahra Salsabila Bhekti Imansari Bhekti Imansari Cahya Widyarahayu Darmawan Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Chatarina Umbul Wahyuni Chealse Fernanda Dahlia, Siti DaiIa DahIia Rojabani Darmawan, Tasya Alfainninda Putri Desy Indra Yani devita alifiyanti Devita Madiuw Dian Rahayuningsih Dian Triyani Diana Maljuliani Dida Rosida Dinda Castury Dwi Ningsih Handayani Setianing Budi Dyah Setyorini Dyah Setyorini Dzikra Fitria Amita E, Ermiati Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati E Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Erniati Erniati Fasya Fadillah, Jasmine Fatimah, Anugrah Nur Febriana, Rizal Fernanda, Ni Putu Mulia Ferry Efendi Fiqhy, Annisa Nurul Firman Sugiharto Fitriani, Lisna Annisa Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gusgus Ghraha Ramdhanie Hariyani, Salsa Dila Fitria Henny Suzana Mediana Henny Suzana Mediana Henny Suzana Mediani Henny Suzanna Mediani Herman, Regina Yasmine Hesti Platini Hilmi Adillah I Nova Alfiandhi Iceu Amira DA Ida Maryati Ida Nurhidayah Iis Yulianti, Iis Indah Mutia Wahyuni Juniar, Shafira Kusumah, Lidya Nazhifa Laili Rahayuwati Latifa Hidayani Abas Lestari, Selvia Lilis Mamuroh Linda Friscitia Mamat Lukman Maria komariah Mariana Dwi Utami Marthalisa Wirahandayani Maruf, Irma Rachmawati Mediana, Henny Suzana Mega Nurrahmatiani Meri Anggryni Mia Cahyanti Millenika, Valencia Trie Mira Trisyani Mira Trisyani Mira Trisyani Mira Trisyani Mufida Mufida Mufida, Mufida Muntiq Jannatunna’im Mustopa Mustopa Nabila Fauziah Nur` Aini Nabilah, Nurul Azmi Nadia Amelia Rindiarti Nadia Nur Azizah Napisah, Pipih Nasya Yuniar Nestia Risminda Nina Sumarni Nurafni, Ratu Nurfirdausi Islamah, Rachelya Nurul Azmi Nabilah Nurul Taopik Maulud Obara, Septa Olga Sandrela Mahendra Olivia Qashrina Agni Putri M Pandu Rifqi Amalia Pravidanti, Findhya Rachma Purwanto, Maitza Orita Savita Puspita, Asih Purwandari Wahyoe Putri Amalia Raini Diah Susanti Raisa Adila Ramdhona, Dinyatul Arba Ratu Nurafni Realita, Chikita Regita, Aulia Putri Restuning Widiasih Riezky Fajri Septiani Rindiarti, Nadia Amelia Risminda, Nestia Ristina Mirwanti, Ristina Rizal Febriana Rizka Muliani Rohman Hikmat Rohmayanti Rohmayanti Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana Saepul, Saepul Sakti Oktaria Batubara Salsabila, Azzahra Santi MuIyani Sarah Kartika Wulandari Selly Amalia Nurhasanah Septa Obara Septian Andriyani, Septian Shabrina, Raden Maghfira Izzany Sifa Nur Afriani Sifa Nuraini Sifva Fauziah Sinta Dwi Ananda Sismayadi, Zahrul Insan Slamet Rohaedi, Slamet Solly Aryza Sonia Dwiastuti Pratiwi Sri Mayang Rahayu Sri Purnama Alam sukmawati Sukmawati S Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Syoifa Rahmawati Tanjung, Rifani Okti Putri Tetti Solehati Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Tirta Adikusuma Suparto, Tirta Adikusuma Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tri Nur Jayanti Ummah, Arief Khoerul Valencia Trie Millenika Venturini Vera Rosaria Indah Vina Vitniawati Vitniawati, Vina Wahib Abdul Rahman Wahyu Hidayat Wahyuni, Indah Mutia Wawan Junaedi Windy Natasya Windy Rakhmawati Wirahandayani, Marthalisa Wiwi Mardiah Wiwi Mardiah, Wiwi Yuriszkah, Duti