p-Index From 2021 - 2026
18.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Correlation of Individual Perceptions with Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) Performance During the Covid-19 Pandemic at Cicendo Eye Hospital Nita Fitria; Henny Yulianita; Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Dewanti Widya Astari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.15 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1451

Abstract

Covid-19 transmission until January 2021 reached 1,012,350 cases in 224 countries with a Case Fatality Rate in Indonesia of 33.2%. The Infection Control Prevention Program (PPI) has become essential during the COVID-19 pandemic. The objectives of PPI in COVID-19 management are strategies to help a facility prevent and reduce the impact of emergencies, evaluate prevention efforts, mitigation and response readiness, reduce infection transmission, improve the safety of staff, patients and visitors, and improve the organization's ability to deal with the COVID-19 pandemic. Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) in health care facilities is the spearhead of implementing the PPI program. Cicendo Eye Hospital as one of the vertical hospitals of the Ministry of Health participates in treating COVID-19 patients with yellow criteria or with moderate symptoms. The purpose of this study was to identify the influence of individual factors, psychological factors and organizational factors on ipcln performance during the COVID-19 pandemic at Cicendo Eye Hospital. This study used a correlation research design that focused on individual factors to IPCLN's performance during the COVID-19 pandemic. The results of the research showed that more than half of the respondents' perception of IPCLN was in the positive category perception of 21 people (75%), and some of the respondents showed perception in the very positive category of 7 people (25%). The results of the performance appraisal showed that almost most of IPCLN's performance was in the good category of 64.2%, and a small percentage of respondents showed a less category of 35.8%. Dahlan (2015) then stated that the correlation density is very weak (p less than 0.26). The correlation direction obtained positive results, so it was stated that the more positive the perception of IPCLN performance appraisal, the better the IPCLN performance. The p-value of 0.0663 is greater than alpha 0.05, so it is stated that there is no meaningful correlation between perceptions of performance appraisal and IPCLN's performance in infection prevention and control during the COVID-19 pandemic at Cicendo Eye HospitalAbstrak: Penularan Covid-19 hingga Januari 2021 mencapai 1.012.350 kasus di 224 negara dengan Case Fatality Rate di Indonesia sebesar 33,2%. Program Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi sangat penting selama pandemi COVID-19. Tujuan PPI dalam penanganan COVID-19 adalah strategi membantu fasilitas mencegah dan mengurangi dampak kedaruratan, evaluasi upaya pencegahan, penanggulangan dan kesiapan tanggap, mengurangi penularan infeksi, meningkatkan keselamatan staf, pasien dan pengunjung, serta meningkatkan kinerja organisasi. kemampuan menghadapi pandemi COVID-19. Perawat Tautan Pengendalian Pencegahan Infeksi (IPCLN) di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan program PPI.RS Mata Cicendo sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan turut serta merawat pasien COVID-19 dengan kriteria kuning atau bergejala sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi terhadap kinerja IPCLN pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi yang fokus pada faktor individu terhadap kinerja IPCLN selama pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah persepsi responden terhadap IPCLN berada pada persepsi kategori positif sebanyak 21 orang (75%), dan sebagian responden menunjukkan persepsi pada kategori sangat positif sebanyak 7 orang (25%).Hasil penilaian kinerja menunjukkan bahwa hampir sebagian besar responden IPCLN berada pada kategori baik sebesar 64,2%, dan sebagian kecil responden menunjukkan kategori kurang sebesar 35,8%. Dahlan (2015) kemudian menyatakan bahwa kerapatan korelasinya sangat lemah (p kurang dari 0,26).Arah korelasi memperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik. Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata CicendoArah korelasi memperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik. Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo Arah korelasi diperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik.Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo
Manajemen Cairan Pada Pasien Dengan Diabetes Ketoasidosis (DKA): Literatur Review Sandra Pebrianti; Bambang Aditya Nugraha; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.101 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1655

Abstract

DKA is a state of decompensation of metabolic chaos characterized by triassic hyperglycemia, acidosis, and ketosis which is one of the most serious and life-threatening acute complications of metabolic diabetes mellitus. Diabetic Ketoacidosis (DKA) requires proper treatment and immediate treatment. Management of insulin therapy, intravenous administration of fluids is a key component of DKA management to expand intravascular, interstitial, and intracellular volumes. This Literature Review aims to determine the influence of fluid management in patients with diabetes ketoacidosis. The author uses the method used to conduct a literature review is to search through the internet. Search literature through the internet based on several criteria, namely journals published in the last 10 years. The literature search uses the PubMed, Sage Journals, and Science Direct databases. Keywords used ''Fluid Management AND Diabetes Ketoacidosis (DKA)''. Then sorted by inclusion criteria, publication year 2017-2022, experimental research design, and written in Indonesian or uk. Based on the results of the study, it can be concluded that there are six fluid administration interventions in Diabetes Ketoacidosis (DKA) patients, namely crystalloid fluid, saline fluid, lyte-148 plasma, potassium, plasma lyte A and the use of two fluids (electrolyte fluid + dextrose). DKA management includes adequate replacement of fluids and electrolytes, especially potassium, as well as continuous administration of insulin. The top priority in the management of DKA is one of them is fluid therapy.
Interventions to improve spiritual well-being in adult patients with cancer: a rapid review Maria Komariah; Iwan Shalahuddin; Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah; Cindy Puspita Sari; Hera Prafitri Rusmana; Nadilla Cynthia Nur Fikriyah; Shofura Kamil Pasya
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.981 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1870

Abstract

The diagnosis of cancer causes significant suffering and anxiety to the patient and threatens the meaning of the patient's life leading to the appearance of a sense of disintegration, so the fulfillment of the spiritual needs of the cancer patient is necessary. Addressing the spiritual needs of cancer patients plays a role in accelerating recovery and achieving spiritual well-being. The purpose of this study was to find out recommendations for interventions in improving the spiritual well-being of adult patients with cancer. This research is a rapid review study with article searches using EBSCOhost, PubMed, and Google Scholar databases. The criteria for listing articles taken include research articles from the last 10 years during 2012-2022, randomized controlled trials or quasi-experiments, English, and full text. As a result of searching the literature, 8 articles from all three databases met the criteria. Based on these results, it was found that there are several interventions that can be done, including spiritual therapy, spiritual group therapy, mindfulness, spiritual counseling and Islamic-based caring. Of the several interventions obtained, it is recommended that Islam based caring because it is suitable to be applied in Indonesia, also features the practice of do'a and dhikr meditation that can be practiced daily and is proven to improve the spiritual well-being of adult patients with cancer. More research on online mindfulness therapy in cancer patients performing treatments at home and in hospitals
Disaster Preparedness Education Program for Nursing Staff Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Nurul Darmawulan; Shafira Rizki Amalia; Feni Agustina; Akmal Sybromillys; Ikhsan Hafidz
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.837 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.591

Abstract

Preparedness in the face of a disaster is one of the important elements of activities in reducing the risk and impact of a disaster, this is very much needed during a disaster, therefore a disaster education program is needed to prepare nurses' preparedness so that they can provide fast, accurate service and save victims from physical disability and death. The aim of the literature study is to identify a disaster education program to prepare the preparedness of nursing personnel in both institutional and acute settings. The method used is narrative review. Search for data using electronic data sources, such as PubMed, ScienceDirect, and Garuda Portal. The articles found will be selected based on the full paper with the publication year 2011-2021, open access, publications in English and Indonesian, while articles that are not relevant to the research topic and duplicated will be issued. Increasing disaster preparedness for nurses, namely by providing education coupled with special training, while nursing students by providing modules, peer group discussions, and evaluating materials included in the curriculum.Abstrak: Kesiapsiagaan dalam menghadapi suatu bencana merupakan salah satu elemen penting dari kegiatan dalam mengurangi risiko dan dampak bencana hal ini sangat dibutuhkan selama bencana, oleh karena itu program edukasi bencana dibutuhkan  guna mempersiapkan kesiapsiagaan perawat agar dapat memberikan pelayanan cepat akurat dan menyelamatkan korban dari cacat fisik dan kematian. Tujuan dari studi literatur untuk mengidentifikasi program edukasi bencana guna mempersiapkan kesiapsiagaan tenaga keperawatan baik dalam institusional maupun acute setting. Metode yang digunakan adalah narrative review. Pencarian data menggunakan sumber data elektronik, seperti PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Artikel yang ditemukan akan diseleksi berdasarkan fullpaper dengan tahun publikasi 2011-2021, open access, publikasi dengan Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, sedangkan artikel yang tidak relevan dengan topik penelitian dan terduplikasi akan dikeluarkan. Peningkatan kesiapsiagaan bencana pada perawat yaitu dengan pemberian edukasi yang ditambah dengan pelatihan khusus, sementara mahasiswa keperawatan dengan pemberian modul, peer group discussion, dan evaluasi materi yang dimasukkan kedalam kurikulum.
Tingkat Pendidikan, Pendapatan, Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Solihin, Yasmin Salsabila; Sari, Citra Windani Mambang; Shalahuddin, Iwan; Rahayuwati, Laili; Eriyani, Theresia
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.8418

Abstract

This research aims to identify the relationship between education, income, and parenting patterns with the incidence of stunting among toddlers in Sukamulya Village. The research method used is quantitative correlational and uses secondary data. The research results showed that the Chi-square test obtained a p-value (α = 0.05) on the stunting variable with the father's education of 0.831, the mother's education of 0.209, the parents' income of 0.011, and the parents' parenting style of 0.614. The conclusion is that there is a significant relationship between parental income and the incidence of stunting among toddlers in Sukamulya Village. At the same time, the level of the father's education, the mother's education, and parenting patterns do not have a significant relationship with the incidence of stunting. Keywords: Toddlers, Income, Education, Parenting Patterns, Stunting
Pendidikan dan Promosi Kesehatan Mengenai Kesehatan Mental pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangandaran Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14290

Abstract

ABSTRAK Data Indeks Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Tahun 2023  ditemukan 9.162.886 kasus depresi dengan prevalensi 3,7 persen. Dari data tersebut ditemukan bahwa masyarakat Indonesia yang tidak produktif memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala depresi lebih tinggi. Saat ini masalah kesehatan mental pada remaja cukup tinggi. Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Kesehatan mental akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Siswa/i dalam upaya memvalidasi apa yang mereka rasakan terkait masalah mental. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini dilakukan secara langsung dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, kegiatan dilakukan pada tanggal 03 november 2023 dengan jumlah audience sebanyak 174 orang dengan kisaran rentang usia 17-18 tahun meliputi siswa kelas XII.  Berdasarkan hasil pre-test dengan hasil rata-rata pengetahuan berkisar 69%. Setelah pemberian materi, adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari hasil post-test dengan rata-rata 86% (peningkatan sebesar 19%), Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan secara langsung ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait kesehatan mental namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari kesehatan mental, jenis-jenis gangguan kesehatan mental, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis gangguan kesehatan mental. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kesehatan Mental, Siswa, Pendidikan  ABSTRACT Data from the Indonesian Public Mental Health Index in 2023 found 9,162,886 cases of depression with a prevalence of 3.7 percent. From these data, it was found that unproductive Indonesians have a tendency to experience higher depressive symptoms. Currently, mental health problems in adolescents are quite high. According to the Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15.5 million (34.9 percent) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5 percent) adolescents experience mental disorders. Mental health will greatly affect national productivity. The purpose of this community service is to increase students' knowledge and understanding in an effort to validate what they feel about mental problems. The method used is using the mass method. The delivery of this method is carried out directly where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. As a result, the activity was carried out on November 3, 2023 with a total audience of 174 people with an age range of 17-18 years including class XII students. Based on pre-test results with an average knowledge result of around 69%. After giving the material, there was an increase in knowledge obtained from the post-test results with an average of 86% (an increase of 19%), meaning that the audience already had good knowledge of the questions given. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done directly that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to mental health but not in depth about the understanding of mental health, types of mental health disorders, effectiveness and differences of each type of mental health disorder.     Keywords: Health Promotion, Mental Health, Students, Education
Pendidikan Kesehatan tentang Gema Sehat (Generasi Muda Sadar Kesehatan) Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17144

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dimana adanya rasa keingintahuan yang besar dan jika tidak diberikan informasi atau pelayanan remaja yang tepat dan benar, maka perilaku remaja akan mengarah pada perilaku yang beresiko contohnya mengenai kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Hasil survey menunjukan tingkat pengetahuan siswa terkait kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA sebagian besar masih kurang. Tujuan kegiatan ini yaitu diharapkan pihak sekolah dan siswa memiliki pengetahuan tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas tidak menjaga kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Metode kegiatan diawali dengan melakukan pengkajian kesehatan sekolah berupa data primer dan sekunder. Hasil pengkajian dibahas di tingkat manajemen sekolah dan disepakati kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 51 poin dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan sebesar 72 poin. Kesimpulan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 21 poin. Tindak lanjut kegiatan ini, diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kerja sama dengan puskesmas untuk membentuk generasi muda yang sehat. Kata kunci: Kesehatan reproduksi, NAPZA, Pendidikan kesehatan  ABSTRACT Adolescence is a transitional period where there is a great sense of curiosity and if appropriate and correct information or youth services are not provided, then adolescent behavior will lead to risky behavior, for example regarding reproductive health and drug abuse. The survey results show that most students' level of knowledge regarding reproductive health and drug abuse is still lacking. The aim of this activity is that it is hoped that schools and students will have knowledge about the dangers that can arise from activities that do not maintain reproductive health and drug abuse. The activity method begins with conducting a school health assessment in the form of primary and secondary data. The results of the study were discussed at the school management level and it was agreed that the activity to overcome this problem was the implementation of health education. The results of the activity showed that the average knowledge score before health education was implemented was 51 points and the average knowledge score after education was implemented was 72 points. The conclusion after implementing health education was that there was an increase in knowledge by 21 points. As a follow-up to this activity, it is hoped that the school can continue to collaborate with the community health center to form a healthy young generation.  Key words: Reproductive Health, Drugs, Health Education
The Relationship between Adolescent Characteristics and Adolescent Health Knowledge in the RW 08 Area, Wetan Garut City Village Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i3.6663

Abstract

Pendahuluan: Remaja menghadapi masalah yang sangat kompleks selama masa transisi mereka. Problem seksualitas seperti perilaku seks pranikah, HIV/AIDS, infeksi menular seksual, dan NAPZA adalah masalah yang paling umum di kalangan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 79 remaja dengan usia 15 – 18 tahun RW 08 di Kelurahan Kota Wetan. Hasil: sebanyak 24 remaja (31%) masih ada yang memliki pengetahuan kurang tentang penyakit menular seksual, 19 remaja (24,1%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait penyakit HIV/AIDS dan 8 remaja (10,3%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait kesehatan reproduksi, serta sebanyak 11 remaja (13,8%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait NAPZA. Simpulan: tingkat pengetahuan remaja di RW 08 Kelurahan Kota Wetan masih ada yang berpengatahuan kurang tentang penyakit infeksi menular seksual, penyakit HIV/AIDS, kesehatan reprodukasi serta tentang NAPZA. Hal tersebut beresiko terjadinya kejadian penyakit sesuai variabel dan berpotensi bisa melakukan penyalahgunaan NAPZA.   Introduction: Adolescents face very complex problems during their transition period. Sexuality problems such as premarital sex behavior, HIV/AIDS, sexually transmitted infections, and drug abuse are the most common problems among adolescents. Method: This study uses a survey method with a quantitative analytical research design. The total population in this study is 79 adolescents aged 15 – 18 years. Results: As many as 24 adolescents (31%) still have insufficient knowledge about sexually transmitted diseases, 19 adolescents (24.1%) have insufficient knowledge related to HIV/AIDS and 8 adolescents (10.3%) have insufficient knowledge related to reproductive health, and as many as 11 adolescents (13.8%) have insufficient knowledge related to drugs. Adolescent gender and employment status have a significant relationship with adolescent knowledge levels. Conclusion: That the level of knowledge of adolescents in RW 08 Wetan City Village is still in the category of lack of knowledge about adolescent health knowledge. Characteristics of adolescents by gender and occupation have a significant relationship with adolescent health knowledge, while adolescent characteristics by age have no relationship with adolescent health knowledge level.
Pengaruh Distraksi Musik pada Orang dengan Halusinasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.208-217

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya stimulus nyata dari kelima indra, sering kali membuat penderitanya sulit membedakan antara realitas dan halusinasi. Jika tidak ditangani, halusinasi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup individu. Selain terapi farmakologi, terapi non-farmakologi seperti terapi musik telah digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi. Terapi musik diketahui dapat merangsang kinerja otak dan mengalihkan perhatian dari stimulus halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dalam mengurangi gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik, Tinjauan literatur dilakukan dengan pendekatan sistematik menggunakan kriteria inklusi berdasarkan format PICO. Artikel dicari melalui database Google Scholar, PubMed, dan EBSCO, dengan tahun terbit 2013-2023 dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jenis musik yang digunakan dalam intervensi meliputi musik relaksasi dan instrumental tanpa lirik. Dari enam artikel yang dianalisis, hasil menunjukkan bahwa terapi musik dengan intervensi berkelanjutan secara signifikan efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi auditorik. Musik bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien dari stimulus halusinasi serta merangsang area otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi. Terapi musik memiliki potensi sebagai intervensi tambahan non-farmakologi untuk mengontrol gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efektivitas terapi ini pada populasi yang lebih beragam dan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja yang lebih rinci.Kata Kunci: distraksi, musik, halusinasi
RISIKO FRAKTUR PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS Rohmah, Maishyela; Pramukti, Iqbal; Shalahuddin, Iwan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2566

Abstract

Orang dengan HIV (ODHIV) seringkali memiliki risiko terjadinya komplikasi, salah satunya yaitu fraktur osteoporosis akibat terjadinya penurunan densitas tulang yang dapat disebabkan oleh virus, efek samping pengobatan ART, faktor klinis seperti penurunan fungsi fisiologis tubuh akibat proses penuaan serta gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Risiko fraktur osteoporosis pada ODHIV diperkirakan terus meningkat seiring dengan proses penuaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan deteksi dini skrining risiko fraktur sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko fraktur di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan menggambarkan risiko fraktur dalam 10 tahun ke depan pada ODHIV sehingga hasilnya dapat menjadi salah satu sumber informasi dan acuan untuk tindakan intervensi perawat atau tenaga medis lainnya terhadap upaya mengurangi dan mencegah fraktur osteoporosis pada ODHIV. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 76 orang yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, penelitian ini dilakukan pada November - Desember 2023 di Poli Klinik Teratai RSUD Sumedang. Risiko fraktur diukur menggunakan algoritma FRAX® tool tanpa BMD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh ODHIV memiliki risiko fraktur osteoporosis mayor rendah dengan median 2,20% (IQR 2) dan risiko fraktur pinggul rendah dengan median 0,2% (IQR 0,4). Meskipun termasuk dalam kategori risiko yang rendah hal ini tetap menunjukkan perlu adanya upaya untuk menciptakan intervensi farmakologis maupun non-farmakologis yang berkelanjutan dan perlu adanya pemantauan kesehatan tulang secara rutin serta upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat dan manajemen medis yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HIV.
Co-Authors Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Ali Hamzah Aliya Rahayu Amelia Puspita Sari Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati Ermiati Faiz Zahran Alfairuz Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iceu Amira D.A Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Karwati Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida Lutvia Helmina M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Maria komariah Maria Komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Metia Ariyanti Milda Nurul Fitriani Moch Panji Khoerudin Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nursyamsiyah Nursyamsiyah Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rostianti - S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Tartila Farha Sidik Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utami Husni Wildani Via Komalasari Vina Nurhandiya Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yulian Mutiara Agustin