p-Index From 2021 - 2026
18.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Firmansyah Danukusumah; Suryani Suryani; Iwan Shalahuddin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1403

Abstract

Stigma merupakan salah satu faktor penghambat dalam pemulihan orang dengan gangguan jiwa. Banjaran Wetan merupakan suatu wilayah dengan jumlah klien gangguan jiwa yang meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa di RW 05 Desa Banjaran Wetan Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 452 orang dengan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 50 orang. Instrumen pada penelitian menggunakan kuesioner Community Attitudes toward the Mentally Ill (CAMI). Analisis data menggunakan mean, median, serta standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masyarakat masih tinggi (mean=129; SD=14). Skor tertinggi pada aspek ideologi komunitas kesehatan mental (mean=35,48; SD=4), diikuti dengan aspek kebajikan (mean=34,70; SD=4), aspek otoritarianisme (mean=31,12; SD=3) dan yang terendah yaitu aspek pembatasan sosial (mean=27,86; SD=2). Artinya masyarakat beranggapan bahwa orang dengan gangguan jiwa harus mendapatkan perawatan yang memadai dan perlu pelayanan kesehatan jiwa akan tetapi bukan di lingkungan mereka. Saran untuk penelitian ini diharapkan ada program pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai orang dengan ganggguan jiwa.
Gambaran Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Shalahuddin, Iwan; Alfairuz, Faiz Zahran; Ermiati, Ermiati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18354

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition in which children experience growth and development failure due to malnutrition. The causes of stunting include lack of nutritional intake for toddlers, low access to nutritious food, low birth weight, infectious diseases, exclusive breastfeeding, complementary foods, and poor food diversity. Cikahuripan and Karangpapak villages are one of the villages with the highest stunting rate in Cisolok District, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to see the picture of the determinants of stunting factors in toddlers in Cikahuripan Village and Karangpapak, Cisolok District, Sukabumi Regency. Quantitative descriptive research with research respondents as many as 110 mothers who have stunting toddlers in Cikahuripan and Karangpapak Villages. The 4 factors that affect the incidence of stunting, that are the mother's occupation, maternal education, family income, and the history of the toddler's diet. Factors such as maternal occupation, maternal education, family income and dietary history dominate the incidence of stunting in toddlers in these locations. Keywords: Nutritional Status, Stunting, Toddler. ABSTRAK Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan karena kekurangan gizi. Penyebab terjadinya stunting diantaranya kurangnya asupan gizi balita, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, berat badan lahir rendah, penyakit infeksi, ASI eksklusif, MP-ASI, dan buruknya keragaman pangan. Desa Cikahuripan dan Karangpapak merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran determinan faktor terjadinya stunting pada balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden penelitian sebanyak 110 ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. Dari 10 faktor determinan yang diteliti terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. 4 faktor tersebut yaitu pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan riwayat pola makan balita. Faktor-faktor seperti pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan riwayat pola makan mendominasi kejadian stunting pada balita di lokasi tersebut. Kata Kunci: Balita, Status Gizi, Stunting.
Senam Kaki Diabetes Dalam Upaya Mencegah Ulkus Diabetik Pada Lansia di RW 19 Kelurahan Kota Wetan Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18586

Abstract

ABSTRAK Penderita diabetes mellitus sering mengabaikan aktivitas fisik atau pergerakan tubuh karena berbagai alasan. Kurangnya aktivitas yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus akan menyebabkan tingginya gula darah dalam tubuh. Salah satu komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus adalah terjadinya luka pada permukaan kulit yang dapat disertai dengan kematian jaringan. Pasien diabetes melitus beresiko 15–20 persen mengalami ulkus kaki diabetik dalam waktu lima tahun, dengan tingkat kekambuhan 50–70%, dan 85% akan menjalani amputasi. Pengelolaan diabetes melitus yang efektif dan terkendali dapat dilakukan dengan pengelolaan non farmakologis yaitu berupa kegiatan jasmani dan aktivitas fisik. Senam kaki diabetes adalah latihan yang dirancang khusus untuk pasien diabetes mellitus dengan tujuan utama meningkatkan sirkulasi darah atau aliran darah ke bagian kaki serta mencegah terjadinya luka dan komplikasi lainnya. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan tentang senam kaki diabetes dalam upaya mencegah ulkus diabetik pada lansia di RW 19 Kelurahan Kota Wetan Garut.Metode yang digunakan pada aktivitas ini adalah lektur, diskusi dan interview. Nilai Tengah yang didapat peserta pada pre-test ialah 66 dan nilai Tengah yang didapat peserta setelah post test ialah 76 yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yaitu sebesar 10 poin setelah dilakukannya diskusi “Senam Kaki Diabetes Dalam Upaya Mencegah Ulkus Diabetik Pada Lansia”. terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 10 poin setelah diberikan edukasi kesehatan tentang senam kaki diabetes dalam upaya mencegah ulkus diabetik pada lansia Di RW 19 Kelurahan Kota Wetan, Kabupaten Garut dan diharapkan setelah dilakukan edukasi pendidikan kesehatan, para peserta mengetahui dan memahami tentang senam kaki dalam upaya mencegah ulkus diabetic dan mau aktif di kegiatan senam diabetes yang diselenggarakan di Posbindu RW 19. Kata Kunci: Senam Kaki Diabetes, Mencegah, Ulkus Diabetik ABSTRACT People with diabetes mellitus often ignore physical activity or body movement for various reasons. Lack of activity by people with diabetes mellitus will cause high blood sugar. One of the complications that occurs in people with diabetes mellitus is the occurrence of wounds on the surface of the skin which can be accompanied by tissue death. Patients with diabetes mellitus are at risk of 15-20 percent experiencing diabetic foot ulcers within five years, with a recurrence rate of 50-70%, and 85% will undergo amputation. Effective and controlled management of diabetes mellitus can be done with non-pharmacological management, namely physical activity and physical activity. Diabetic foot exercise is an exercise specifically designed for patients with diabetes mellitus with the main aim of increasing blood circulation or blood flow to the feet and preventing wounds and other complications. The purpose of the activity is to provide health education about diabetic foot exercise to prevent diabetic ulcers in the elderly in RW 19, Kelurahan Kota Wetan Garut. The methods used in this activity are reading, discussion, and interview. The median score obtained by participants in the pre-test was 66 and the median score obtained by participants after the post-test was 76, indicating an increase in knowledge of 10 points after the discussion "Diabetic Foot Exercises to Prevent Diabetic Ulcers in the Elderly" was conducted. There was an increase in knowledge of 10 points after being given health education about diabetic foot exercises to prevent diabetic ulcers in the elderly in RW 19, Kota Wetan Village, Garut Regency and it is hoped that after health education, participants will know and understand about foot exercises to prevent diabetic ulcers and want to be active in diabetic exercise activities held at Posbindu RW 19. Keywords: Diabetic Foot Exercises, Preventing, Diabetic Ulcers
Pelatihan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Kader Kesehatan Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19642

Abstract

ABSTRAK Saat ini hampir semua negara menghadapi permasalahan akibat penyakit tidak menular. Kondisi tersebut kerap kali tidak dirasakan karena tidak menimbulkan keluhan. Hal ini menyebabkan penyakit tidak menular dijumpai pada tingkat yang lebih lanjut sehingga sulit untuk dipulihkan yang pada akhirnya menyebabkan cacat atau kematian. Upaya mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengetahuan kader kesehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kasehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular. Dengan kegiatan ini diharapkan kader kesehatan memiliki kemampuan yang baik dalam deteksi dini penyakit tidak menular. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan pada kader kesehatan tentang deteksi dini penyakit tidak menular. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil prestest sebesar 75 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 90 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit tidak menular dan pengelolaan posbindu sebesar 15 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutansecara mandiri oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Selain itu setiap kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Guntur diharapkan dapat melaksanakan pelatihan kader kesehatan secara rutin dalam melaksanakan deteksi dini penyakit tidak menular melalui anggaran kelurahan. Kata Kunci: Deteksi dini, Pelatihan, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Currently, almost all countries are facing problems due to non-communicable diseases. This condition is often not felt because it does not cause complaints. This causes non-communicable diseases to be found at more advanced levels making it difficult to recover which ultimately causes disability or death.. Efforts to overcome these problems require the knowledge of health cadres in early detection of non-communicable diseases. The purpose of this activity is to increase the knowledge of health cadres in early detection of non-communicable diseases. With this activity it is hoped that health cadres will have good skills in early detection of non-communicable diseases. The activity method used is training for health cadres on early detection of non-communicable diseases. The number of participants who attended was 60 health cadres. The results of the activity show an average pretest result of 75 points and an average posttest score of 90 points. The activity conclude that there is an increase in the knowledge of health cadres about non-communicable diseases and posbindu management by 15 points. The activities that have been carried out are expected to be sustainable independently by the community in the working area of the Guntur Health Center. In addition, each sub-district in the working area of the Guntur Health Center is expected to carry out routine health cadre training in carrying out early detection of non-communicable diseases through the sub-district budget. Keywords: Early detection, Training, Non-Communicable Diseases
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Orang Tua tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Sekolah Dasar Wilayah Dayeuhkolot Shifa Leviyanti Azzahra; Tetti Solehati; Iwan Shalahuddin
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3791

Abstract

Abstract Child sexual abuse (CSA) is a global problem. One of the causes is the lack of parental knowledge. Lack of knowledge in conveying and teaching children about sexual education as an effort to prevent CSA is one of the factors that cause it is the level of education. The purpose of this study was to find the relationship between education level and parental knowledge about the prevention of CSA. Correlational research was conducted in the Dayeuhkolot area, Bandung Regency, involving 100 parents of students in grades 1-6 from both schools, determined using stratified random sampling. The instrument used contained demographic data and questions about parents' knowledge of CSA prevention. Data was collected in August-November 2024 and analyzed using the chi-square test. It was found that there was no significant relationship between education level and parental knowledge about CSA prevention (p = 0.504).  Abstrak Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan masalah global. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua. Kurangnya pengetahuan dalam menyampaikan dan mengajarkan anak tentang pendidikan seksual sebagai upaya pencegahan KSA salah satu faktor penyebabnya adalah tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua tentang pencegahan KSA. Penelitian korelasional dilakukan di Sekolah Dasar wilayah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan 100 orang tua siswa kelas 1-6 yang ditentukan dengan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berisi data demografi dan pertanyaan tentang pengetahuan orang tua mengenai pencegahan KSA. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-November 2024 dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang pencegahan KSA (p = 0,504).
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus di SLB BC Fadhilah Suparmas, Nurkhaliza Septiani; Iwan Shalahuddin; Indra Maulana
JANACITTA Vol. 8 No. 1 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i1.3793

Abstract

Abstract Parenting styles play a crucial role in influencing the emotional development of children with special needs. The emotional responses of these children vary depending on their specific needs, which can be assessed based on emotional triggers and their reactions to those triggers. Parents must adopt appropriate parenting styles that align with their child's disabilities and conditions to ensure optimal emotional development in the future. This study aims to examine the relationship between parenting styles and the emotional development of children with special needs at SLB BC Fadhilah. This research employs a quantitative method with a descriptive correlational approach. The study sample consists of parents of children with special needs, using a total sampling technique with 40 respondents. Parenting styles were measured using the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire, while emotional development was assessed using an emotional development instrument adopted from Khotimah. Univariate analysis revealed that 20% of parents exhibited an authoritarian parenting style, while 80% adopted a democratic parenting style. Regarding emotional development, the majority of children were categorized as having moderate emotional development. The bivariate analysis, conducted using Spearman's test, showed that the correlation value between the democratic parenting style and children's emotional development was 0.248, while the correlation value for the authoritarian parenting style was also 0.248. These results indicate that there is no significant relationship between parenting styles and the emotional development of children with special needs. Abstrak Pola asuh orang tua merupakan hal yang sangat mempengaruhi perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus. Emosional anak berkebutuhan khusus berbeda sesuai dengan jenis kebutuhannya hal ini bisa ditinjau dari pemicu dan cara anak berkebutuhan khusus berespons terhadap pemicu emosi. Orang tua harus menentukan pola asuh yang sesuai dengan hambatan dan kondisi anak berkebutuhan khusus agar menentukan perkembangan emosional anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus di SLB BC Fadhilah.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus dengan teknik pengambilan data total sampling sebanyak 40 responden. Pola asuh orang tua diukur dengan menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire  dan perkembangan emosional diukur menggunakan instrumen perkembangan emosional yang telah diadopsi oleh Khotimah. Hasil analisis univariat karakteristik pola asuh otoriter (20%), dan demokratis (80%). Untuk perkembangan emosional didapatkan hasil bahwa perkembangan emosional mayoritas berada pada kategori cukup. Hasil analisis bivariat dengan uji spearman didapatkan nilai pola asuh orang tua demokratis terhadap perkembangan emosional anak 0.248 dan nilai pola asuh orang tua otoriter terhadap perkembangan anak 0.248 hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional. Tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus.
PENINGKATAN KOGNITIF SISWA TENTANG KESEHATAN GIGI PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH AL-QOMAR GARUT Sumarna, Umar; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.41491

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut dapat menimbulkan komplikasi serius pada masalah kesehatan bagi organ tubuh lainnya. Permenkes Menteri Nomor89 Tahun 2015menyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah bagian  integral dari kesehatan seluruh tubuh. Maka, agar programini dapat berjalan secara optimal, Kemenkes membentuk Komite Kesehatan Gigi dan Mulut yang akan membantu Kemenkes dalam menyusun rencana strategi upaya kesehatan gigi dan mulut, sehingga dapat mencapai target nasional. Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit, sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan/atau keluar bisul. Jawa Barat memiliki permasyalahan gigi dan mulut sebesar 28% lebih tinggi dari nasional, yaitu 25,9%. Sementara  itu, Kabupaten Garut memiliki prevalensi masalah gigi dan mulut lebih tinggi lagi, yaitu sebesar 36,7%, sebagian besar banyak diderita anak usia sekolah. Pengabdian ini dilakukan pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Qomar yang terdapatdiKabupaten Garut dengan tujuan meningkatkan kognitifnya pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang diawali dengan pre-testdan diakhiri dengan post-test. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan kognitif pada tiap-tiap item pertanyaan, yaitu : pengertian kesehatan gigi dan mulut (57,14%), ciri-ciri gigi yang sehat (26,78%), fungsi gigi (12,5%), manfaat menggosok gigi (23,21%), cara membersihkan gigi dan mulut (30,36%), cara menggosok gigi yang benar (33,93%), lamanya menggosok gigi (35,71%), dan penyebab kerusakan gigi (25%). Kesimpulannya adalah kognitif siswa bertambah, tapi ada beberapa jawaban benar yang belum mencapai 100%.
Socialization About The Benefits Of Using BPJS Kesehatan In 15th Hamlet Sukamentri Urban Village Garut Kota District, Garut Regency Sumarna, Umar; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Shalahuddin, Iwan; Noor, Rohmahalia M.; Ariyani, Anggi Putri; Luthfiyani, Nida
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3215

Abstract

BPJS Kesehatan is the legal entity administering social security in the health sector. The health program is undertook the National Health Insurance. The entity was a replacement for Askes for civil servants and Jamsostek for non-civil servants. All Indonesian citizens are required to set aside their income for future health insurance. Thus all governments in all regions in Indonesia formed BPJS Kesehatan. It is recorded that up to 2021, 83.89% have been registered as participants of BPJS Kesehatan. So this program is also running in West Java, including Garut Regency where the participants in 2022 have reached 85%. However, there are problems in its implementation, that is awareness in paying dues as evidenced by the large number of participants who are in arrears. The PPM team decided to do community service in one of the downtown areas of Garut Regency, namely in 15th Hamlet, Sukamentri Urban Village, Garut Kota District. The results of the initial review, the participants of BPJS Kesehatan here are classified as low. The PPM team assumed that cause was the low level of community knowledge. So the purpose of this service is increasing the knowledge level of the people in 15th hamlet, Sukamentri Urban Village, Garut Kota District about BPJS Kesehatan. The method is counseling to the community and its leaders. The result is an average pretest of 42.58 and average posttest of 63.81. The conclusion that there was increase the knowledge level of the 15th Hamlet Sukamentri Urban Village community about BPJS Kesehatan. Keyword: BPJS Kesehatan, Health Insurance, Knowledge level
Education about School Health at SDN Sukamenteri 1-2 Garut Kota District Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Sumarna, Umar; Sumarni, Nina; Lukman, Mamat
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3226

Abstract

The perspective in school health nursing is how to integrate the concept of health in the school curriculum through efforts in early discovery related to health problems, health maintenance efforts and the school environment. School health nurses play a role in implementing EPSDT (Early and Periodic Screening, Diagnosis and Treatment of health problems). According to the Ministry of Health, UKS is an integrated effort in order to improve the ability to live a healthy life which then forms healthy behaviors of school-age children who are in school. UKS plays a role in providing knowledge related to health problems to students / children so that in the future it is hoped that they can practice a healthy lifestyle anywhere. The purpose of education is to provide and improve students' understanding of the importance of preventing health problems and to identify the importance of early detection to avoid health problems. The method used is the lecture method, question and answer, discussion and demonstration. The results of the health counselling activities were approximately 323 students. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counselling happily because the counselling was carried out in a fun way. The counselling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well. This is evidenced by the number of participants who are interested in answering questions during the question and answer session. Participants participated in the counselling happily because the counselling was carried out with a pleasant face-to-face method. The counselling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well about degree of school health.
Health Education About Ergonomic Positions in an effort to Prevent Injuries at Work Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5532

Abstract

Occupational health and safety (K3) is the main means of preventing work accidents. Apart from preventing accidents, K3 is also very important to ensure worker welfare, protect assets, and increase productivity. The implementation and application of occupational health are currently still not optimal as can be seen from the high number of work accidents. Based on the results of a survey by PPN 46 students in one of the garment home industries located in RW 021, Kota Wetan Subdistrict, data was found that the implementation of occupational health programs is currently still very lacking, marked by a lack of knowledge among home industry owners or workers regarding occupational health. Other data obtained showed that workers said they were used to lifting heavy loads on their shoulders compared to using tools, and all workers complained of musculoskeletal problems. The activity aims is to increase workers' knowledge in implementing ergonomic positions as an effort to prevent injuries at work. The activity stages start from problem identification, social preparation, and administrative preparation. Then it continues with the implementation and evaluation stages of activities. The results of the activity showed an increase in worker knowledge of 11.2 points. The average pretest score was 66.4 points and the average posttest score was 77.6 points. Activities ran smoothly according to the planned time. It is hoped that the health education activities that have been carried out can be continued periodically by the home industry owner and the Guntur Community Health Center.
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Alfairuz, Faiz Zahran Ali Hamzah Aliya Rahayu Amira, Iceu Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Ati Surya Mediawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati Ermiati Ermiati Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Fitriani, Milda Nurul Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Juniarti, Neti Karwati, Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maria Komariah Maria komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Moch Panji Khoerudin Mulya, Adelse Prima Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti, Raini Diah Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Sidik, Tartila Farha Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Taty Hernawaty Taty Hernawaty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Urip Rahayu, Urip Via Komalasari Vina Nurhandiya Wildani, Utami Husni Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yudianto, Kurniawan Yulian Mutiara Agustin