p-Index From 2021 - 2026
18.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kecanduan Media Sosial pada Remaja Akibat Pandemi Covid-19: Scoping Review Iwan Shalahuddin; Ai Wia; Taty Hernawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8695

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic has significantly changed almost every aspect of life, including daily community activities such as school, work and worship which must now be done online. Social media has become one of the most widely used communication equipment during the Covid-19 pandemic. This condition will undeniably result in an increase in social media use and form social media addiction during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study to identify a picture of social media addiction in adolescents due to the Covid-19 pandemic. This research uses the study literature review method with a scoping review approach. The literature search is carried out using three databases with predetermined keywords. Get several articles, namely Google Scholar 109 articles, PubMed 540 articles and Proquest 214 articles. After searching for articles by sorting based on the inclusion and exclusion criteria that have been designed, an article assessment is then carried out using the Joanna Briggs Institute (JBI) instrument. The results of the study found several factors that influence social media addiction due to the Covid-19 pandemic including gender, psychological factors there is an impulse to find information related to Covid-19, trauma due to social isolation, depression anxiety and psychological stress due to fear of Covid-19 infection also underlie a person to seek recreation through social media during the pandemic, social factors due to difficulty in interpersonal communication during lockdown,  and the purpose and timing of social media use after lockdown was established, resulting in many individuals spending free time inside the home playing social media, as well as causing overuse during the Covid-19 pandemic. The conclusions found show that many of the activities of teenagers carried out online during lockdown resulted in teenagers spending more time with social media, as an escape from personal problems, such as mental stress, stress, and anxiety. So that situations like this cause many teenagers to experience social media addiction as a result of the Covid-19 pandemic. It is hoped that this literature study can be used as an evaluation material and help nurses in dealing with or educating adolescents so that they can avoid social media addiction. Keywords : Academic Stress, Internet Addiction, Students, Online Learning,      ABSTRAK Pandemi Covid-19 secara signifikan telah mengubah hampir setiap aspek dalam kehidupan, termasuk aktivitas harian masyarakat seperti sekolah, kerja serta ibadah yang kini harus dilakukan secara daring. Media sosial menjadi salah satu perlengkapan komunikasi yang banyak digunakan di kala pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak dipungkiri akan mengakibatkan peningkatan pemakaian media sosial serta membentuk kecanduan media sosial di masa pandemi Covid-19 berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kecanduan media sosial pada remaja akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode study literature review dengan pendekatan scoping review. Pencarian literature dilakukan dengan menggunakan tiga database dengan kata kunci yang telah ditentukan. Di dapatkan beberapa artikel yaitu Google Scholar 109 artikel, PubMed 540 artikel dan Proquest 214 artikel. Setelah melakukan pencarian artikel dengan menyortir berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah dirancang selanjutnya dilakukan penilaian artikel dengan menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil telaahan ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kecanduan media sosial akibat pandemi Covid-19 diantaranya yaitu jenis kelamin, faktor psikologis adanya dorongan untuk mencari informasi terkait Covid-19, trauma akibat isolasi sosial, cemas depresi dan stress psikologi akibat rasa takut terhadap infeksi Covid-19 juga mendasari seseorang untuk mencari rekreasi melalui media sosial selama pandemi, faktor sosial akibat sulitnya komunikasi interpersonal selama lockdown, serta faktor tujuan dan waktu penggunaan sosial media setelah penguncian ditetapkan, mengakibatkan banyak individu menghabiskan waktu luang di dalam rumah dengan bermain media sosial, serta menyebabkan penggunaan yang berlebihan selama pandemi Covid-19. Kesimpulan yang didapatkan menunjukan bahwa banyak aktivitas para remaja yang dilakukan secara online selama penguncian mengakibatkan para remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan media sosial, sebagai pelarian dari masalah pribadi, seperti tekanan mental, stress, dan munculnya rasa cemas. Sehingga situasi seperti inilah yang menyebabkan para remaja banyak mengalami kecanduan media sosial akibat dari adanya pandemi Covid-19. Diharapkan, dengan adanya studi literatur ini dapat menjadi bahan evaluasi dan membantu perawat dalam menangani atau mengedukasi para remaja agar dapat terhindar dari kecanduan media sosial. Kata Kunci: Covid-19, Kecanduan, Media Sosial, Pendemi, Remaja 
Intervensi Senam untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Lansia dengan Gangguan Tidur Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Indra Maulana; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8696

Abstract

ABSTRACT The elderly will experience physical, psychosocial and spiritual changes. One such change is a change in sleep quality. According to the National Sleep Foundation (NSF) about 67% of the 1,508 elderly in America aged 65 years and over reported having sleep disturbances and as many as 7.3% of the elderly complained of impaired initiation and maintaining sleep or insomnia. Sleep disturbances can cause disturbances in activities so that productivity decreases which often interfere with their activities. This study aims to determine the effect of gymnastics intervention in the elderly with insomnia on improving the quality of sleep of the elderly. This study used a scoping review method approach. The databases used in the search for related literature are Pubmed and ScienceDirect. Article searches are conducted using English keywords namely "Elderly with Insomnia" AND " Gymnastics" AND "Sleep Quality.  To make it easier to get suitable literature, inclusion criteria in article searches include the year of publication of articles from 2016-2020, articles in full text and in English. The selected articles are research-type articles with quasi-experimental research designs, clinical trials and RCTs (Randomized Controlled Trial, and articles with a total sample of at least 30 people. After searching through several sources using predetermined keywords, article sorting was carried out with the results of 4 articles with a temporary conclusion that it was found that there are several types of gymnastics that can be given to improve the sleep quality of the elderly who experience sleep disorders, including yoga therapy exercises, pilates, tai chi and baduanjin. Of the four gymnastics, there was a significant improvement in the sleep quality of the elderly who experienced sleep disorders. Based on the results of the literature review that we have carried out, it shows that sleep quality disorders in the elderly can be given interventions in the form of gymnastics exercises. Based on the results of the literature review that we have conducted, there are implications that can be used for improvement in nursing, especially in interventions. That by doing gymnastics can have an influence to overcome sleep disorders in elderly patients Keywords : Gymnastics, Sleep, Elderly, Influences, Sleep Disorders   ABSTRAK Lansia akan mengalami perubahan-perubahan fisik, psikososial dan spiritual. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kualitas tidur. Menurut National Sleep Foundation (NSF) sekitar 67 % dari 1.508 lansia di Amerika usia 65 tahun keatas melaporkan mengalami gangguan tidur dan sebanyak 7,3 % lansia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur atau insomnia. Gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehingga turunnya produktivitas yang sering kali mengganggu kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh intervensi senam pada lansia dengan insomnia terhadap peningkatan kualitas tidur lansia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan metode scoping review. Database yang digunakan dalam pencarian literatur terkait yaitu Pubmed dan ScienceDirect. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris yaitu “Elderly with Insomnia” AND “ Gymnastics” AND “Sleep Quality.  Untuk memudahkan mendapatkan literatur yang sesuai digunakan Kriteria inklusi dalam pencarian artikel diantaranya tahun terbit artikel dari  2016-2020, artikel berbentuk full text dan berbahasa inggris. Artikel yang dipilih merupakan artikel berjenis penelitian dengan desain penelitian quasi eksperimen, clinical trial dan RCT (Randomized Controlled Trial, dan artikel dengan total sampel minimal 30 orang. Setelah melakukan pencarian melalui beberapa sumber dengan menggunakan kata kunci yang telah ditetapkan, dilakukan penyortiran artikel dengan hasil 4 artikel dengan Kesimpulan sementara didapatkan bahwa terdapat beberapa jenis senam yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur, diantaranya latihan terapi yoga, pilates, tai chi dan baduanjin. Dari keempat senam tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur. Berdasarkan hasil literature review yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa gangguan kualitas tidur pada lansia dapat diberikan intervensi berupak latihan senam. Berdasarkan hasil literatur review yang telah kami lakukan, terdapat implikasi yang dapat digunakan untuk peningkatan dalam keperawatan khususnya dalam intervensi. Bahwa dengan melakukan senam dapat memberikan pengaruh untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien lansia. Kata Kunci: Senam, Tidur, Lansia, Pengaruh, Gangguan Tidur 
GAMBARAN TINGKAT STRES KERJA TENAGA PENDIDIK DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Ismanto Manik; Hendrawati Hendrawati; Theresia Eriyani; Nur Oktavia Hidayati; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i1.20781

Abstract

Stres kerja merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga berdampak pada tuntutan psikologis dan fisik, dan disertai ketidaknyamanan. Stres kerja tenaga pendidik merupakan beban kerja yang dialami ketika sedang melaksanakan tugas sebagai pendidik universitas. Tenaga pendidik merupakan aset suatu pendidikan yang sangat beharga, sehingga potensi yang dimiliki pendidik harus dikembangkan agar berdaya guna serta prestasinya meningkat sesuai dengan yang diinginkan suatu lembaga. Tujuan pada penelitian untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja tenaga pendidik serta berdasarkan gejala-gejala yang terlihat dari perubahan fisik, emosi dan perilaku di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik Accidental sampling (n=60). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian  adalah instrumen Life Event Scale yang dibuat dalam bentuk kuesioner dan disebarkan kepada responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik analisa data univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat stres kerja apakah termasuk ringan, sedang dan berat. Kemudian akan ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar Tenaga Pendidik Di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memiliki tingak stres rendah 25 orang (41.7%), 24 orang (40%) mengalami stres berat dan 11 orang (18.3%) mengalami stres sedang. Gejala yang tertinggi adalah emosi, perilaku dan fisik pada stres kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi Pendidikan untuk mengurangi beban kerja pada tenaga pendidik terutama pada dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kiaracondong Bandung Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10115

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Kondisi tersebut menjadi acuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan serta mematuhi protokol kesehatan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 secara maksimal. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 karena alasanan takut dirazia. Hal tersebut dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 masih belum merata. Melihat kondisi tersebut berakibat pada jumlah kasus teridentifikasi Covid 19 terus meningkat diberbagai daerah termasuk di Kelurahan Babakan Sari wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong Bandung. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong. Rancangan kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 76,8 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 98,2. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 point. Diharapkan setelah selesai pandemi COVID-19 akan menjadi program keberlanjutan masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap pencegahan COVID-19 secara mandiri. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT COVID-19 disease is a new type of disease that has never been identified before in humans. In severe cases of COVID-19 it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure and even death. This condition is a reference for the community to make prevention efforts and comply with health protocols that have been determined by the government. However, the reality on the ground is that there are still many people who have not fully implemented the COVID-19 health protocol. There are still many people who implement health protocols to prevent COVID-19 for fear of being raided. This is possible because public knowledge about COVID-19 prevention is still uneven. Seeing these conditions has resulted in the number of identified cases of Covid 19 continuing to increase in various regions, including in the Babakan Sari Village, the work area of the Kiara Condong Health Center, Bandung. The purpose of this activity is expected to be able to increase public knowledge in preventing COVID-19 in the working area of the Kiara Condong Health Center. The design of the activity is to empower the community in preventing COVID-19. The results of the activity show that the average value of knowledge before carrying out activities is 76.8 and the average value of knowledge after carrying out activities is 98.2. There is an average increase in the value of knowledge of 21.4 points. It is hoped that after the COVID-19 pandemic is over, it will become a community sustainability program as a promotive and preventive effort to prevent COVID-19 independently. Keywords: Knowledge, Community Empowerment, Prevention of COVID-19
An Overview of Blood Pressure Based on Affecting Hypertension Factors in Elderly Stage; Description Study at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit Rahayu, Intan Maeilani; Shalahuddin, Iwan; Yudianto, Kurniawan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.187 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.349

Abstract

Hypertension is systolic blood pressure greater than 140 mmHg and a diastolic pressure greater than 90 mmHg, based on two or more measurements. The factors that affect hypertension are grouped into two, which is the factors that cannot be changed and the factors that can be changed. The purpose of this study was to determine the description of blood pressure based on the factors that influence hypertension in elderly stage at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit. This study used a descriptive design with a quantitative approach. The population in this study were all elderly with hypertension as many as 32 elderly. A sample of 32 elderly was taken by total sampling technique. The instruments used to measure blood pressure were a calibrated digital sphygmomanometer and a questionnaire. The data analysis used descriptive statistical analysis. The results showed that the female (53.1 percent) obtained an average systolic output of 165 mmHg and diastolic 101 mmHg. In the range of elderly (46.9 percent) and elderly (46.9 percent), at the age of 60-74 (elderly), the average systolic outcome was 169.3 mmHg and diastolic output was 103.1 mmHg. age 75- 90 (Old) obtained a mean systolic output of 166.6 mmHg and diastolic 101.2 mmHg. Patients with a family history (71.9 percent) had a mean systolic output of 167.6 mmHg and diastolic output of 103.4 mmHg. In non-obese patients (90.6 percent), with a lean BMI, the average systolic output was 170.5 mmHg and diastolic output was 101.1 mmHg, at normal BMI, an average systolic output was 165.2 mmHg and diastolic output was 165.2 mmHg. 101.6 mmHg. In patients who did not consume salty foods (96.9 percent), the average systolic output was 166.5 mmHg and diastolic output was 101.4 mmHg. Non-smoking patients (71.9 percent) had a mean systolic output of 170.1 mmHg and diastolic output of 102.7 mmHg. In patients who did exercise (68.7 percent), the average systolic output was 165.6 mmHg and diastolic output was 101.5 mmHg. It can be concluded that the systolic blood pressure picture of the overall systolic mean is 166.5 mmHg and the diastolic is 101.4 mmHg. Then the most cases of hypertension are in the elderly category with a family history of hypertension. It is recommended to detect other family members with PKMS (Social Welfare) by making home visits. It can increase preventive and curative efforts related to hypertension as well as providing counselling about hypertension to the elderly at Garut Elderly Social Rehabilitation Service Unit.  Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg, berdasarkan dua atau lebih pengukuran. Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tekanan darah berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi sebanyak 32 lansia. Sampel berjumlah 32 lansia diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah sphygmomanometer digital terkalibrasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjenis kelamin perempuan (53,1 persen) diperoleh rata-rata luaran sistolik 165 mmHg dan diastolik 101 mmHg. Pada rentang usia lanjut usia (46,9 persen) dan lanjut usia (46,9 persen), pada usia 60-74 (lanjut usia) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 169,3 mmHg dan diastolik sebanyak 103,1 mmHg, pada usia 75- 90 (Lama) didapatkan luaran sistolik rata-rata 166,6 mmHg dan diastolik 101,2 mmHg. Pada pasien dengan riwayat keluarga (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 167,6 mmHg dan diastolik sebanyak 103,4 mmHg. Pada pasien non obesitas (90,6 persen), dengan IMT kurus didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,1 mmHg, pada BMI normal didapatkan luaran sistolik rata-rata sebanyak 165,2 mmHg dan diastolik sebanyak 101,6 mmHg. Pada pasien yang tidak mengkonsumsi makanan asin (96,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 166,5 mmHg dan diastolik sebanyak 101,4 mmHg. Pada pasien non-merokok (71,9 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 170,1 mmHg dan diastolik sebanyak 102,7 mmHg. Pada pasien yang melakukan senam (68,7 persen) didapatkan rata-rata luaran sistolik sebanyak 165,6 mmHg dan diastolik sebanyak 101,5 mmHg. Dapat disimpulkan bahwa gambaran tekanan darah sistolik dari rerata sistolik keseluruhan adalah 166,5 mmHg dan diastolik sebesar 101,4 mmHg kemudian kasus hipertensi terbanyak pada kategori lansia dengan riwayat keluarga hipertensi. Disarankan untuk melakukan deteksi anggota keluarga lain dengan PKMS dengan melakukan kunjungan rumah dengan meningkatkan upaya preventif dan kuratif terkait hipertensi serta pemberian penyuluhan tentang hipertensi pada lansia di Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Garut.
Nonpharmacological management on reducing rheumatoid arthritis pain in the elderly: studies in social rehabilitation services unit of elderly in Garut West Java Saida, Neng Husna; Setiawan, S; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.392 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i2.215

Abstract

The elderly often undergo pain, the nature and level of pain varies from mild to severe. Handling or non-pharmacological treatment at this time is quite varied, ranging from simple methods such as distraction and relaxation to warm compresses. This research aims to determine the picture of non-pharmacological treatment in reducing the pain of rheumatoid arthritis in the elderly. The method used is descriptive quantitative. Samples were obtained with a total sampling of 30 respondents used as a research sample to determine the description of nonpharmacological treatment in reducing atheistic rheumatoid pain in the elderly. The results of this research illustrate that the elderly who experience arthritis rheumatoid pain are mild pain levels as much as 2 respondents (6.7%), moderate pain 16 respondents (53.3%), severe pain as many as 12 respondents (40.0%). The most non-pharmacological treatment efforts are doing Distraction, Masasse, Physical activity, and compressing as many as 18 people (60.0%). Conclusion of nonpharmacological treatment to reduce the pain of rheumatoid arthritis in the elderly is by way of distraction, relaxation, physical activity, masasse and compresses. The caretaker is expected to pay more attention to the handling that will be used to reduce pain.Abstrak: Lansia sering mengalami nyeri, sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat. Penanganan atau pengobatan non farmakologis saat ini cukup bervariasi, mulai dari cara yang sederhana seperti distraksi dan relaksasi hingga melakukan kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran penanganan nonfarmakologi dalam mengurangi nyeri atrithis rheumatoid pada lansia. Metoda yang digunakan deskriptif kuantitatif. sampel di dapatkan dengan total sampling sebanyak 30 responden dijadikan sampel penelitian untuk mengetahui gambaran penanganan nonfarmakologi dalam mengurangi nyeri atrithis rheumatoid pada lansia Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa lansia yang mengalami nyeri atrithis rheumatoid derajat nyeri ringan sebanyak 2 responden (6.7%), nyeri sedang 16 responden (53.3%), nyeri berat sebanyak 12 responden (40.0%). Upaya penanganan non farmakologi sebagian besar adalah melakukan Distraksi, Masasse, Aktivitas fisik, dan kompres sebanyak 18 orang (60.0%). Kesimpulan penanganan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri atrithis rheumatoid pada lansia adalah dengan cara distraksi, relaksasi, aktifitas fisik, masasse dan kompres. Pengurus panti diharapkan dapat lebih memperhatikan mengenai penanganan yang akan digunakan untuk mengurangi nyeri.
Coping Strategy on Recidivism Prisoners in Penitentiary Class II B of Garut, West Jawa Indonesia Agustin, Yulian Mutiara; Hidayati, Nur Oktavia; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.799 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i1.173

Abstract

Coping strategy is an activity when an individual tries to manage or maintain a distance between existing demands and the resources of his empowers in dealing with stress, recidivism is a crime committed by individuals repeatedly. Recidivism can be avoided if individuals have adequate coping strategy and high self control. This study is aimed to recognize the description of coping strategy for recidivism criminals at a correctional facility in Garut. The research method used was descriptive quantitative, the total sample of this study was 84 respondents gained by total sampling technique. Data collection was obtained through questionnaires from the use of A-COPE coping strategy, measurement, this study used frequency distribution analysis, the result shows that most recidivism criminals as much as 60.7 percent used problem-focused coping strategy  and some respondents as much as 33 people or 39.3 percent used emotion-focused coping strategy, the efforts used are confrontational as much as 59.3 percent. It can be concluded that criminals were mostly more likely to use problem-focused coping strategy as much as 60.7 percent, it is advised that correctional facility class II B Garut provide individual counseling services for recidivism criminals in prison.ABSTRAKStrategi koping ialah peristiwa ketika individu berusaha mengelola atau menjaga jarak antara tuntutan-tuntutan yang ada dengan sumber daya yang ia miliki dalam menghadapi stres, residivisme adalah tindak kejahatan yang di lakukan individu secara berulang. Residivisme dapat di hindari apabila individu memiliki strategi koping yang adekuat serta self control yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran strategi koping pada narapidana residivis di lembaga pemasyarakatan klas II B Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Pengumpulan data menggunakan kusioner pengukur penggunaan strategi koping A-COPE, Penelitian ini menggunakan analisis distribusi frekuensi, hasil penelitian narapidana residivisme, sebagian besar menggunakan strategi koping yang berfokus pada masalah sebanyak 60,7 persen dan hampir sebagian responden menggunakan strategi koping yang berfokus  pada emosi sebanyak 33 orang atau 39,3 persen, upaya yang di gunakan ialah konfrontatif sebanyak 59,3 persen. Kesimpulan penelitian ini bahwa narapidana sebagian besar lebih cenderung menggunakan strategi koping yang berfokus pada masalah sebanyak 60,7 persen, di saran pada lembaga pemasyarakatan klas II B Garut untuk menyediakan layanan konseling individu bagi narapidana residivisme di Lapas.
Psychotherapy Reduces Self Esteem Scizophrenic Patients: Literature Review Maulana, Indra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.463 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.758

Abstract

Low self-esteemis all the thoughts, beliefs and beliefs that an individual knows about him self and affects his relationships with others. This study aims to determine what interventions can be given to over come chronic low self-esteem problems. The method used in this research  is descriptive review by conducting literature reviews both from within and outside the country. Literature searches were carried out through several databases, namely Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The strategy used to search the literature is touse the keyword "chronic low self-esteem, psychotherapy, schizophrenia/schizophrenia". Based on the search, we found 839.112 articles, but after filtering the articles peryear,the complete articles and the suitability of keywords and article contents, it became 10 articles. Based on the results of the study, it can be concluded that several interventions that canbe given to reduce chronic lowself-esteem in patients with early psychotic symptoms and schizophrenia are CBT (Cognitive Behavior Therapy), EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing). GAT (Group Activity Therapy). Perceptual stimulation; told, therapy as usual (TAU) and Competitive Memory Training (COMET)/ Competitive Memory Training. Family involvement as care giver at home in the process of psychotic patient therapy can help the patient's recovery process.)
Precautionary complications on hypertension with Health Belief Model (HBM) approach: A descriptive study of health center community in The Garut Region of Indonesia Nurhandiya, Vina; Yani, Desy Indra; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1: June 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.143 KB) | DOI: 10.30604/jika.v0i0.274

Abstract

Hypertension is not a contagious disease that becomes health problems with high prevalence. Hypertension is at risk for complications. The application theory of the health belief model (HBM) is an effort to prevent hypertension by identifying the patient's perception. The purpose of this study was to determine the description of the prevention of complications in hypertensive patients at the Tarogong Garut Health Center using the health belief model (HBM) approach. The research method used descriptive quantitative. The population of hypertension patients at Tarogong Public Health Center by 72 samples of patients. Data analysis used a percentage value of each domain presented in the form of a frequency distribution table to each variable studied. The results showed that from 5 dominant areas both were perception of barrier good (4.2 percent) and deficient  (95.8 percent),  deficient of susceptibility perception (100 percent), lacking severity perception  (100 percent), lacking benefits perception  (100 percent), and deficient of cues to action (100 percent). The conclusion of this study if somebody has a good perception of their illness, then they will focus on the prevention and control the condition of health problems. If the perception is not good, then somebody will tend to ignore health problems. Nurses should be able to provide knowledge about hypertension and the complications caused by the disease and can raise the awareness of patients to perform regular blood pressure checks. Karakteristik pasien stroke: Deskripsi analitis pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Semarang IndonesiaAbstrak: Hipertensi penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi. Hipertensi beresiko terhadap komplikasi. Penerapan teori health belief model (HBM) digunakan sebagai upaya pencegahan hipertensi dengan mengidentifikasi persepsi pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tarogong Garut menggunakan pendekatan health belief model (HBM). Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pasien hipertensi di Puskesmas Tarogong dengan jumlah sampel 72 pasien. Analisa data menggunakan persentase nilai dari setiap domain,  yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 domain yang dominan baik adalah persepsi hambatan baik (4,2 persen) dan kurang baik (95,8 persen), persepsi kerentanan kurang baik (100 persen), persepsi keparahan kurang baik (100%), persepsi manfaat kurang baik (100 persen), dan isyarat bertindak kurang baik (100 persen). Kesimpulan pada penelitian ini jika persepsi seseorang baik terhadap penyakitnya maka seseorang akan terfokus pada pencegahan dan mengontrol kondisi gangguan kesehatannya, dan jika persepsinya kurang baik maka seseorang akan cenderung mengabaikan masalah kesehatannya. Perawat harus bisa memberikan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan komplikasi yang ditimbulkan dari penyakitnya, serta bisa menumbuhkan kesadaran pasien untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Blood Sugar Levels Regulation in Diabetes Mellitus Type 2 Patients Through Diet Management Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.007 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.911

Abstract

Dietary compliance in diabetes mellitus (DM) patients plays an essential role in stabilizing blood glucose levels. In contrast, compliance develops a routine that helps patients follow a diet schedule. Family is one of the supporting factors to achieve the success of dietary compliance for DM patients. Family support is expected to help patients feel happy, raise their confidence in dealing with their illness and be eager to maintain their glucose levels. The method used in this literature review is a narrative review. The study to determine the appropriate interventions in regulating blood sugar in families with Type 2 Diabetes patients through diet management and which could be implemented within the family. The database used electronic data sources, namely PubMed, ScienceDirect and Sage Journal. In the article search results, there were ten journals as a result. The study results show that diet management in type 2 DM can reduce blood glucose levels. This intervention is considered effective in preventing and treating type 2 DM because it can help patients regulate their diet and daily nutritional intake. The recommended nutritional therapy of diabetic patients' dietary pattern includes a balanced nutritional calculation from carbohydrates, fruits, vegetables, whole grains, nuts, and low-fat milk is. Regulation of carbohydrate counts, total calories, carbohydrate exchange or experience-based estimation remains the primary strategy in achieving glycemic control. Abstrak: Kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah, sedangkan kepatuhan itu sendiri merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan rutinitas yang membantu  penderita diabetes melitus dalam mengikuti jadwal diet. Untuk mencapai keberhasilan penderita diabetes melitus dalam menjalankan kepatuhan diet, salah satunya dengan faktor pendukung yaitu keluarga, dengan adanya dukungan dari keluarga diharapkan penderita akan merasa senang karena dengan dukungan tersebut akan menimbulkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi penyakitnya dan bersemangat untuk menjaga kadar glukosanya. Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah narrative review. Tujuan penelitian untuk mengetahui intervensi yang applicable dalam mengatur gula darah pada keluarga dengan diabet Tipe 2 melalui manajemen diet dan dapat diimplementasikan dalam lingkup keluarga. Pencarian data menggunakan sumber data elektronik yaitu PubMed, Sciencedirect dan Sage Journal, kemudian ditemukan dari pencarian itu ada 10 jurnal. Manajemen diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Intervensi ini dipandang efektif sebagai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes mellitus tipe 2 karena dapat membantu pasien untuk mengatur pola makan dan asupan nutrisi sehari - hari. Pola diet yang dilakukan mencakup perhitungan nutrisi yang seimbang berasal dari karbohidrat, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang- kacangan, dan susu rendah lemak dianjurkan dalam terapi gizi pasien diabetes. Pengaturan jumlah karbohidrat, total kalori, pertukaran jenis karbohidrat atau estimasi berbasis pengalaman, tetap menjadi strategi utama dalam mencapai kontrol glikemia
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Alfairuz, Faiz Zahran Ali Hamzah Aliya Rahayu Amira, Iceu Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Ati Surya Mediawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati Ermiati Ermiati Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Fitriani, Milda Nurul Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Juniarti, Neti Karwati, Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maria Komariah Maria komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Moch Panji Khoerudin Mulya, Adelse Prima Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti, Raini Diah Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Sidik, Tartila Farha Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Taty Hernawaty Taty Hernawaty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Urip Rahayu, Urip Via Komalasari Vina Nurhandiya Wildani, Utami Husni Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yudianto, Kurniawan Yulian Mutiara Agustin