p-Index From 2021 - 2026
18.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Parental barriers in preventing recurrent thalassemia in children: A qualitative study Mardhiyah, Ai; Yosep, Iyus; Rakhmawati, Windy; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2630

Abstract

Thalassemia is a genetic blood disorder that can cause a heavy burden on families, especially parents whose children suffer from this condition. Parental involvement in preventing thalassemia in children is key, but there are many challenges to be faced. The aim of this study was to explore parental barriers in preventing recurrent thalassemia in children. This research uses a qualitative design with a phenomenological approach. Researchers conducted interviews and focus group discussions with 15 parents of children with thalassemia at a hospital in West Java Province. Data was collected and then analyzed using a phenomenological approach to identify main themes. The results of the study show that the barrier for parents in preventing recurrent thalassemia is the belief that my bloodline is clean, because there are no plans to have more children, so lazy to do screening, busy time, fear, expensive cost, and desire to have another child . This study found that there are various psychosocial and economic factors that influence parents' decisions in preventing thalassemia in their children. Increased education and financial support can help reduce the barriers parents face. More inclusive health policies and social support programs designed to target these factors could improve thalassemia prevention efforts.
The Relationship between Knowledge and Attitude with Menstrual Hygiene Behavior in Adolescent Girls Shahibah, Shalwa; Shalahuddin, Iwan; Mamuroh, Lilis
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3100

Abstract

Menstrual hygiene or personal hygiene during menstruation in adolescents is very important. Poor menstrual hygiene practices can potentially cause infections such as vaginitis, leucorrhea, and reproductive tract infections. The research aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes towards menstrual hygiene behavior in adolescent girls at the Persatuan Islam Tarogong Islamic Boarding School. This study used a quantitative correlation research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all female students in grades 7-9 who had experienced menstruation, with total sampling technique (N=136). Data collection was conducted on February 8, 2024 by administering questionnaires on knowledge, attitudes, and behaviors to respondents. Data were analyzed using the Chi-square test. The correlation test results showed no relationship between knowledge and menstrual hygiene behavior with a P-value=0.995 (P>0.05), but there was a relationship between attitude and menstrual hygiene behavior with a P-value=0.000 (P<0.05). Therefore, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and menstrual hygiene behavior, but there is a relationship between attitude and menstrual hygiene behavior in adolescent girls at the Persatuan Islam Tarogong Islamic Boarding School.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Sehat di RW 10 Kelurahan Ciwalen Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14595

Abstract

ABSTRAK Kesehatan adalah hak setiap individu dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Dalam upaya mencapai hak tersebut Menteri Kesehatan RI membuat suatu pedoman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mereka tahu, mau dan mampu untuk melaksanakan PHBS serta dapat berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kementrian Kesehatan menetapkan target rumah tangga yang mempraktikan PHBS untuk tahun 2019 adalah 80%. Sementara hasilnya pada tahun 2016 capaian rumah tangga yang mempraktikan PHBS di Jawa Barat hanya 52,5% dan masih jauh dari target yang telah ditatapkan. Hasil survey yang dilakukan mahasiswa profesi Ners angkatan 45 di wilayah RW 10 Kelurahan Ciwalen menunjukkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat  seperti memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, memiliki kebiasaan merokok dan membuang limbah sampah ke sungai. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan masyarakat RW 10 Kelurahan Ciwalen memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan PHBS  rumah tangga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diikuti oleh 35 orang warga RW 10. Pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 September 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 51 dan setelah dilaksanakan sebesar 69. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 10 dengan dukungan dari kelurahan Ciwalen dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.   Kata Kunci: Masyarakat, Pemberdayaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Health is the right of every individual and is one element of prosperity that must be realized. In an effort to achieve this right, the Indonesian Minister of Health created a guideline regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the household setting. PHBS in the household order is an effort to empower household members so that they know, are willing and able to implement PHBS and can play an active role in the community health movement. The Ministry of Health has set a target of 80% of households practicing PHBS for 2019. Meanwhile, in 2016, the achievement of households practicing PHBS in West Java was only 52.5% and was still far from the target that had been set. The results of a survey conducted by students of the 45th class of the Nursing profession in the RW 10 area of Ciwalen Subdistrict showed that the implementation of clean and healthy living behavior was still low, such as having unhealthy living habits, lack of physical activity, having a smoking habit and throwing rubbish into the river. The aim of this activity is to hope that the people of RW 10 Ciwalen Village will have the knowledge and ability to implement household PHBS. This community empowerment activity was attended by 35 residents of RW 10. This implementation was carried out on September 9 and 10 2023. The results of the activity showed that the average knowledge value before the activity was carried out was 51 and after it was carried out it was 69. The conclusion is that there was an increase in community knowledge by 18 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 10 community with support from the Ciwalen sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end people can implement clean and healthy living habits independently. Keywords: Community, Empowerment, Clean And Healthy Living Behavior.
Penerapan Pola Hidup Sehat Agar Terhindar Dari Diabetes di RW 08 Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati; Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; M Noor, Rohmahalia; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12981

Abstract

ABSTRAK Diabetes seringkali dikaitkan dengan faktor genetik serta  gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup, seperti berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat, sangat penting untuk mengobati diabetes. Berbagai upaya pencegahan telah dipublikasikan, dipromosikan, dan direkomendasikan oleh berbagai ahli kesehatan, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Mengikuti kebiasaan hidup yang sehat dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes.Kegiatan ini bertujuan  untuk melakukan edukasi pada masyarakat rw 08 tentang  penerapan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes . Elemen dasar penatalaksanaan diabetes adalah transformasi gaya hidup, seperti mengikuti diet sehat dan berolahraga secara teratur, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode praktek pemeriksaan gula darah dan edukasi. Hasil Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 39 orang. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre- test dengan skor rata rata nilai 65,3. Setelah dilakukan pemeriksaan gula darah dan edukasi maka dilakukan lagi post-test dimana hasil skor rata rata adalah 90,6. KesimpulanTerdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi sebesar (35,3 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi tentang penerapan pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes. Kata Kunci: Diabetes, Penerapan, Pola Hidup Sehat  ABSTRACT Diabetes is often associated with genetic factors as well as unhealthy lifestyle and eating habits. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly. Various prevention efforts have been published, promoted and recommended by various health experts, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle, a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. Objective to increase the knowledge of the RW 08 community about implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. The method used in this community service activity is the practical method of checking blood sugar and education. Results The number of participants who took part in this service activity was 39 people. Before the education was carried out, a pre-test was carried out with an average score of 65.3. After checking blood sugar and education, another post-test was carried out where the average score was 90.6. There is an increase in knowledge after being given education by (35.3 points). There is an increase in knowledge after education about diseases, implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. Keywords: Diabetes, Application, Healthy Lifestyle
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Rheumatoid Arthritis pada Lansia Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20140

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan bertambahnya usia, lansia cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh, seperti melemahnya sistem imunitas tubuh, penurunan massa otot, penurunan fungsi organ, serta bertambahnya risiko terhadap penyakit-penyakit kronis. Salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada lansia adalah nyeri sendi. Nyeri sendi yang dirasakan oleh lansia sering kali menjadi tanda awal dari berbagai penyakit, salah satunya adalah rheumatoid arthritis. Prevalensi berdasarkan usia penderita rheumatoid arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54 ,8%. Tingginya angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan terhadap penyakit rheumatoid arthritis. Untuk mengatasi permasalahn tersebut perlu dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pada kelompok  lansia dalam melakukan pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan kesehatan pada lansia tentang pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 Lansia. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 76,67  poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 90 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan masyarakat lansia tentang penyakit rheumatoid arthritis sebesar 13,33 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat RT 3 RW 1 Desa Cipacing.  Kata Kunci: Lansia, Pendidikan Kesehatan, Rheumatoid Arthritis  ABSTRACT As they age, the elderly tend to experience decreased body function, such as a weakened immune system, decreased muscle mass, decreased organ function, and increased risk of chronic diseases. One of the health problems that often occurs in the elderly is joint pain. Joint pain felt by the elderly is often an early sign of various diseases, one of which is rheumatoid arthritis. The prevalence based on the age of rheumatoid arthritis sufferers 45-54 years reached 37.2%, 55-64 years old as much as 45.0%, 65-74 years old as much as 51.9% and over 75 years old reached 54.8%. The high number is caused by several factors, one of which is the lack of knowledge about rheumatoid arthritis. To overcome this problem, health education activities need to be carried out. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge, especially in the elderly group, in managing rheumatoid arthritis. The method of activity used is health education for the elderly about managing rheumatoid arthritis. The number of participants who attended was 20 elderly people. The results of the activity showed an average pretest score of 76.67 points and an average posttest score of 90 points. The conclusion of this activity is that there is an increase in the knowledge of the elderly community about rheumatoid arthritis by 13.33 points. The activities that have been implemented are expected to be sustainable independently by the community of RT 3 RW 1 Cipacing Village.  Keywords: Elderly, Health Education, Rheumatoid Arthritis
Pendidikan Kesehatan tentang Penerapan Ergonomis Tubuh dan Peregangan untuk Mencegah Terjadinya Cedera Saat Bekerja Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14289

Abstract

ABSTRAK Risiko cedera pada pekerja berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja belum memiliki SOP yang harus dilakukan, pegawai mengalami masalah sendi dan nyeri tulang seperti pegal-pegal, nyeri punggung, dan nyeri pinggang sebanyak 3 orang (60%), sebagian kecil pekerja sering bertugas mengangkat barang yaitu sebanyak 2 orang (40%) dengan berat beban 5-10 kg, para pekerja mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pemilik dan pegawai terkait masalah kesehatan dan lingkungan yang ada di home industri, terutama posisi ergonomis dalam bekerja. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan lapangan dan pendekatan teoritis, Pendekatan upaya pencegahan dengan penggunaan tiga level pencegahan, yaitu: Pencegahan Primer, sekunder dan tertier. Hasil, Kegiatan Survey Mawas Diri untuk pekerja Home Industry ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 yang berlangsung di Home Industry Roemah Parti yang bertempat di Kelurahan Ciwalen RW 1 Kelurahan Ciwalen. Hasil pengukuran didistribusikan berdasarkan jumlah jawaban benar peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata untuk pre- test adalah 4,2 dan post-test 5. Pengkategorian data dibagi menjadi dua yaitu skor < rata-rata = pengetahuan kurang dan skor ≥ rata-rata = pengetahuan baik.   Kesimpulan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para pekerja terkait dengan permasalahan-permasalahn tersebut, didapatkan bahwa pengetahuan para pekerja meningkat dan mampu mengenal masalah kesehatan yang ditandai dengan hasil evaluasi para pegawai yang menunjukkan peningkatan dan lebih baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Resiko Kerja, Ergonomi, Home Industri  ABSTRACT The risk of injury to workers is related to the lack of knowledge of workers about occupational health and safety where they work does not have SOPs that must be done, employees experience joint problems and bone pain such as aches, back pain, and low back pain as many as 3 people (60%), a small number of workers are often tasked with lifting goods, namely as many as 2 people (40%) with a load weight of 5-10 kg,  Workers said they had never received counseling on occupational safety.  The purpose of this service is to introduce owners and employees to health and environmental issues that exist in the home industry, especially ergonomic positions at work. This method of implementing service uses two approaches, namely a field approach and a theoretical approach, a prevention effort approach with the use of three levels of prevention, namely: primary, secondary and tertiary prevention. As a result, this introspective survey activity for Home Industry workers was carried out on September 15, 2023 which took place at Roemah Parti Home Industry located in Ciwalen RW 1 Village, Ciwalen Village. The measurement results are distributed based on the number of correct answers of participants who attend health education. The average score for pre-test was 4.2 and post-test 5. Data categorization is divided into two, namely average < score = less knowledge and average ≥ score = good knowledge. Conclusion After conducting health education activities for workers related to these problems, it was found that the knowledge of workers increased and was able to recognize health problems marked by the results of employee evaluations that showed improvement and better after being given health education      Keywords: Health Promotion, Work Risk, Ergonomics, Home Industry
Manajemen Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Menggunakan Teknik Sipping Ice Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14834

Abstract

ABSTRAK Pembatasan konsumsi cairan pada pasien CKD mengakibatkan peningkatan frekuensi rasa haus bagi penderitanya. Diperlukan intervensi yang dapat menurunkan frekuensi rasa haus. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan atau keluarga pasien yang menderita CKD di Ruang Agate Bawah RSUD dr.Slamet Garut terkait manajemen rasa haus dengan teknik sipping ice sehingga frekuensi haus berkurang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan baik, cukup baik, dan kurang baik. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang tidak berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan evaluasi edukasi menunjukkan hasil yang baik terkait peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen rasa haus dengan menggunakan teknik mengulum es batu (sipping ice cube). Diharapkan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan ini keluarga dan pasien dapat menerapkan pengetahuan baru yang mereka terima. Kata Kunci: Manajemen Haus, CKD, Sipping Ice, Pasien  ABSTRACT Restriction of fluid consumption in CKD patients results in an increase in the frequency of thirst for sufferers. Interventions are needed that can reduce the frequency of thirst. This health education aims to increase the knowledge of patients and / or families of patients suffering from CKD in the Lower Agate Room of RSUD dr. Slamet Garut related to thirst management with sipping ice techniques so that the frequency of thirst is reduced. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as good, quite good, and less good. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can implement them independently even when they are not in health care facilities. The conclusion of the educational evaluation showed good results related to increasing participants' knowledge after being given health education about thirst management using ice cube tapping techniques. It is hoped that after this health education, families and patients can apply the new knowledge they receive.      Keywords: Thirst Management, CKD, Sipping Ice, Patients
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja di PT. Linda Jaya RW 12 Kelurahan Kota Wetan Garut Kota Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16778

Abstract

ABSTRAK Promosi keselamatan dan kesehatan kerja, sebagai bagian dari perbaikan kondisi kerja secara keseluruhan, merupakan strategi penting, tidak hanya untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja Pekerja Jaket Kulit di PT. Linda Jaya yang berada di wilayah Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah penjelasan atau ceramah yang diberikan oleh pemateri kepada pekerja dan pemilik home industry produksi kulit PT. Linda Jaya secara langsung, dan diikiuti dengan tanya jawab dan demonstrasi. Hasil , Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil pengkajian kebutuhan belajar dapat terlihat bahwa ada sebagian pekerja, kebutuhan belajar yang termasuk kedalam kebutuhan belajar: Perceived needs, Unperceived needs dan Misperceived needs Karena ada sebagian peserta yang mengetahui bahaya jika tidak melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja yang baik dan benar yang berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan, Pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Pekerja terkait Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya kecelakaan kerja. Pendidikan kesehatan yang dilakukan ini menunjukkan hasil yang baik terhadap pengetahuan pekerja dilingkungan kerjanya. Rencana berkelanjutan program dimasa yang akan datang adalah: Memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan upaya upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan dan keselamatan kerja dengan membiasakan pertolonga pertama pada kecelakaan Kerja pada saat bekerja dan Melibatkan stakeholder setempat dan pemilik home industri. Kata Kunci: Edukasi, Pertolongan Pertama, Kesehatan dan Keselamatan Kerja  ABSTRACT The promotion of occupational safety and health, as part of the overall improvement of working conditions, is an important strategy, not only to ensure the welfare of workers but also to make a positive contribution to productivity. This health education aims to find out the problems that can occur and how to overcome first aid in work accidents for leather jacket workers at PT. Linda Jaya which is located in the area of Wetan City Village, Garut Kota District. The method carried out in health education is an explanation or lecture given by the speaker to workers and owners of the leather production home industry of PT. Linda Jaya directly, and was followed by questions and answers and demonstrations. Results, Based on the results of the recapitulation of the results of the learning needs assessment, it can be seen that there are some workers, learning needs that are included in the learning needs: Perceived needs, Unperceived needs and Misperceived needs Because there are some participants who know the danger if they do not give first aid to good and correct work accidents that are dangerous to health. Conclusion, Health education is effective in increasing workers' knowledge related to first aid in work accidents to reduce and eliminate the occurrence of work accidents. The health education carried out shows good results on the knowledge of workers in their work environment. The program's sustainable plan for the future is: Providing an understanding of the importance of making efforts to prevent occupational health and safety risks by familiarizing first aid in work accidents at work and involving local stakeholders and industrial home owners.    Keywords: Education, First Aid, Occupational Health and Safety
Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20196

Abstract

ABSTRAK Program kesehatan di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan, karena anak sekolah adalah kelompok khusus yang membutuhkan perlindungan dari berbagai masalah kesehatan. Pada saat memasuki sekolah, anak mulai mengenal lingkungan baru dan berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekolahnya. Kondisi tersebut membuat anak lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah, yang memungkinkan menjadi ancaman bagi kesehatannya. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak, biasanya berhubungan dengan perilaku tidak sehat di sekolah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap kebiasaan berperilaku sehat.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat pada siswa di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan pada siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 289 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 58,49 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 66,76  poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup besih dan sehat sebesar 11,87 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh sekolah secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Siswa, Sosialisasi, Gerakan Hidup Sehat  ABSTRACT Health programs in schools are very important to implement because school children are a special group that needs protection from various health problems. When entering school, children begin to get to know a new environment and interact with people at their school. This condition makes children spend more time outside the home which can be a threat to their health. Health problems that often occur in children are usually related to unhealthy behavior at school. This is due to the lack of student knowledge about healthy behavior habits. To overcome this problem, it is necessary to carry out socialization activities for clean and healthy living movements for students at school. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge about clean and healthy living behavior. The method of activity used is health counseling for students about clean and healthy living behavior. The number of participants who attended was 289 students. The results of the activity showed an average pre-test score of 58.49 points and an average post-test score of 66.76 points. The conclusion of this activity is an increase in students' knowledge about clean and healthy living behavior by 11.87 points. The activities that have been carried out are expected to be continued by schools routinely and in collaboration with health centers as regional supervisors.  Keywords: Students, Socialization, Healthy Living Movement
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Alfairuz, Faiz Zahran Ali Hamzah Aliya Rahayu Amira, Iceu Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Ati Surya Mediawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati Ermiati Ermiati Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Fitriani, Milda Nurul Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Juniarti, Neti Karwati, Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maria Komariah Maria komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Moch Panji Khoerudin Mulya, Adelse Prima Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti, Raini Diah Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Sidik, Tartila Farha Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Taty Hernawaty Taty Hernawaty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Urip Rahayu, Urip Via Komalasari Vina Nurhandiya Wildani, Utami Husni Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yudianto, Kurniawan Yulian Mutiara Agustin