p-Index From 2021 - 2026
18.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Activity Intervention in COPD Patients to Improve Quality of Life in The Comunity Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani; Devi Nurrahmawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.472 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1277

Abstract

The problem that often arises in chronic diseases such as COPD is shortness of breath (dyspnea), which causes the patient to experience activity intolerance. Activity intolerance is characterized by a decrease in the patient's ability to carry out physical activities or work that is quite heavy. This Literature Review report aims to find out what activity-based interventions have been shown to improve the quality of life of COPD patients significantly and can be implemented in the community. The author uses the method used to conduct a literature review is to search through the internet. Search literature through the internet based on several criteria, namely journals published in the last 10 years, English-language research types in the form of Randomized Control trials, and Quasi-Experimental. The keywords used are ((COPD) or (chronic obstructive pulmonary disease) or (chronic obstructive airway disease) or (chronic obstructive lung disease)) AND ((activity exercise) or (exercise intervention)) AND (quality of life) or (well-being) or (well-being) or (health-related quality of life) or (life satisfaction)) AND (RCT) or (Quasi-Experimental) through NCBI and Ebsco. From the nine articles, it was found that there were 8 interventions related to improving the quality of life of the elderly with COPD. Based on the elements that were proven to be significant, there was 1 intervention with p = 0.000 related to improving quality of life, the intervention was upper extremity resistance training. Intervention activities in COPD patients to improve quality of life, each intervention group has the most effective intervention significant influence. So that the semi-Fowler's position is very effective in increasing extremity muscle strength in COPD patients with activity intolerance problems Abstrak: Permasalahan yang sering muncul pada penyakit kronis seperti PPOK adalah sesak nafas (dyspnea), yang menyebabkan pasien mengalami intoleransi aktivitas. Intoleransi aktivitas ditandai dengan adanya penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas fisik atau pekerjaan yang cukup berat. Laporan Literatur Review ini bertujuan untuk mengetahui intervensi berbasis aktivitas apa yang terbukti signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien PPOK dan dapat diimplementasikan pada komunitas. Penulis menggunakan metode yang digunakan untuk melakukan tinjauan pustaka adalah dengan pencarian melalui internet. Pencarian literatur melalui internet berdasarkan beberapa kriteria yaitu jurnal dipublikasikan pada 10 tahun terakhir, berbahasa inggris jenis penelitian berupa Randomized Control Trial dan Quasi Experimental. Kata kunci yang digunakan yaitu ((copd) or (chronic obstructive pulmonary disease) or (chronic obstructive airway disease) or (chronic obstructive lung disease)) AND ((activity exercise) or (exercise intervention)) AND ((quality of life) or (well being) or (well-being) or (health-related quality of life) or (life satisfaction)) AND (RCT) or (Quasi Experimental) melalui NCBI dan Ebsco. Dari 9 Jurnal tersebut, didapatkan bahwa ada 8 intervensi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup lansia dengan PPOK. Berdasarkan elemen yang terbukti signifikan terdapat 1 intervensi dengan p = 0.000 terkait peningkatan kualitas hidup, intervensi tersebut yaitu latihan ketahanan ekstremitas atas. Intervensi aktivitas pada pasien PPOK untuk meningkatkan kualitas hidup, masing-masing kelompok intervensi memiliki intervensi yang paling efektif berpengaruh secara signifikan. Sehingga tindakan posisi semi fowler sangat efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstermitas pada pasien PPOK dengan masalah intoleransi aktivitas
Gambaran Tingkat Kecemasan Pengemudi Ojek Online pada Masa Transisi Endemi Covid-19 Iwan Shalahuddin; Putri Rizki Ma’rifati Rukmini; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1357

Abstract

Penyakit Covid-19 yang menggemparkan dunia secara tiba-tiba, telah banyak memberikan dampak bagi kehidupan, salah satu sektor pekerjaan yang terdampak yaitu ojek online. Mereka dituntut bekerja turun langung ke lapangan dengan kehadiran fisik, dan bertemu langsung dengan customer, membuat rasa cemas bisa saja dirasakan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pengemudi ojek online pada masa transisi endemi Covid-19 di wilayah Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 45 pengemudi ojek online dalam komunitas Ojol Pusdiklat Bekasi (OPB), dengan teknik pengambilan sampling adalah total sampling. Kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil uji instrumen dinyatakan valid dan reliable dengan nilai uji validitas terkecil 0,644, terbesar 0,851, dan uji reliabilitasnya 0,937. Analisis data yang digunakan yaitu analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat kecemasan pengemudi ojek online selama bekerja dalam transisi endemi Covid-19 sebagian besar mengalami cemas ringan 51,1%. Adanya penelitian ini diharapkan pengemudi ojek online dapat mengetahui dan meminimalisir rasa cemasnya, sehingga tidak terjadi kecemasan tingkat lanjut. Upaya yang dapat perawat lakukan agar tidak terjadi kecemasan tingkat lanjut yaitu memberikan penyuluhan kesehatan terkait kesehatan kerja, manajamen cemas, dan dampak jika terjadi kecemasan tingkat lanjut. 
Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak Usia 1-4 Tahun Intan Lutfi Meilani; Lilis Mamuroh; Iwan Shalahuddin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4880

Abstract

Salah satu upaya pencegahan infeksi STH ini adalah dengan penggunaan obat cacing secara rutin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak usia 1-4 tahun di desa narawita Kecamatan Cicalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 1-4 tahun sebanyak 379 ibu. Sementara sampel penelitian ini berjumlah 84 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dengan balita berusia 1-4 tahun di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka tentang penggunaan obat cacing pada anak hampir setengahnya termasuk dalam kategori baik, ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang, hanya sebagian Kecil,. Peran perawat dalam hal ini sebagai edukator, serta promotor pencegahan dan pengendalian infeksi STH dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat ataupun pemberi asuhan keperawatan.
Pembentukan UKS dan Pelatihan Dokter Kecil Pada Siswa-Siswi di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12224

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan, serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan  peserta  didik  melalui  pelaksanaan  Trias  UKS.  Program  UKS  disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS. Upaya UKS dilakukan lewat Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuanya adalah Terciptanya ruang UKS sebagai pusat tim pelaksana UKS dalam menyusun, melaksanakan, monitoring, dan evaluasi dari program UKS yang ada serta terbentuknya dokter kecil di dekolah. Metode yang digunakan melalui Kegiatan survei atau pengisian kuesioner ini, diperuntukkan untuk mencapai perubahan perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan pelatihan dokter kecil. Hasil PPM  pelaksanaan pelatihan dokter kecil dengan mengundang pemateri dari pihak UPT Puskesmas Guntur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu dari hari Kamis-sabtu, tangga; 23-25 Februari 2023, meliputi: Pengenalan UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Mata dan Telinga, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA),  Pencegahan Penyakit Menular, Kesehatan Gigi dan Mulut dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta diakhir ddengan Pelantikan  dokter  kecil  dari  SDN  1  dan  2 Sukamentri oleh Ibu Kepala UPT Puskesmas Guntur.  Kesimpulan Keberadaan UKS di sekolah dasar dan dokter kecil sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan warga sekolahnya. Selain UKS, tim pelaksana UKS juga penting agar program UKS tersebut  dapat  terus  berjalan  kedepannya.  Dengan  demikian,  salah  satu  langkah  kegiatan UKS dan dokter kecil  diharapkan  dapat  menjadi  awal  yang  baik  agar kualitas kesehatan SDN 1 dan 2 sukamentri menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Dokter Kecil, Pembentukan, Pelatihan, Siswa, UKS  ABSTRACT School Health Business (UKS) is an effort of the education unit in instilling, growing, developing, and improving healthy living skills with the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as the degree of health of students through the implementation of the UKS Triad.  The UKS program is structured as a sustainable program, which can be sustainable every year. Therefore, schools must form a UKS Implementation Team and include a UKS work plan. UKS efforts are carried out through the UKS Triad, namely Health Education, Health Services and Healthy School Environment Development. The goal is the creation of a UKS room as the center of the UKS implementation team in compiling, implementing, monitoring, and evaluating existing UKS programs and the formation of small doctors in the dekolah. The methods used through this survey activity or filling out questionnaires, are intended to achieve behavior change that initially did not know to know and training small doctors. The results of PPM implementation of small doctor training by inviting speakers from the UPT Puskesmas Guntur. The training was held for 3 (three) days, namely from Thursday-Saturday, stairs; February 23-25, 2023, including: Introduction to UKS, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Eye and Ear Health, Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA), Prevention of Infectious Diseases, Dental and Oral Health and First Aid in Accidents (P3K) and ended with the inauguration of small doctors from SDN 1 and 2 Sukamentri by the Head of UPT Puskesmas Guntur.  Conclusion The existence of UKS in elementary schools and small doctors is very important in order to maintain the health of their school residents. In addition to UKS, the UKS implementation team is also important so that the UKS program can continue to run in the future.  Thus, one of the steps of UKS and small doctor activities is expected to be a good start so that the quality of health at SDN 1 and 2 Sukamentri becomes even better.  Keywords: Little Doctor, Formation, Training, Students, UKS
Peran Pendidikan dan Promosi Kesehatan untuk Peningkatan Kesadaran Vaksinasi di Masa Pandemi Covid-19 Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Devi Nurrahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12422

Abstract

ABSTRAK Pemerintah mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada seluruh rakyat Indonesia dalam rangka penanggulangan COVID-19 di Indonesia. Dalam dua tahap pada periode I sebanyak 3 juta vaksin Sinovac telah didatangkan pemerintah Indonesia hal ini berlangsung dari Januari sampai dengan April 2021. Tahap pertama diberikan untuk tenaga Kesehatan sebanyak 1,3 juta. Tahap kedua diberikan kepada petugas publik yang tidak bisa menjaga jarak sebanyak 17,4 juta dan sebanyak 21,5 juta untuk lansia. Periode II dari bulan April 2021 sampai Maret 2022 atau sekitar 11 bulan yang juga dibagi menjadi dua tahap (tahap III dan tahap IV). Pada Tahap III, dengan risiko penularan yang tinggi diberikan vaksinasi sebanyak 63,9 juta kepada masyarakat. Tahap IV dengan pendekatan klaster sesuai jumlah adanya vaksin diberikan 77,4 juta vaksinasi kepada masyarakat. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam upaya pencegahan penyabaran COVID-19 melalui pendekatan promosi kesehatan tentang vaksinasi COVID-19. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pendidikan dan promosi kesehatan terhadap masyarakat ini yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini menggunakan sosial media berupa instagram dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, Berdasarkan   survey yang sudah dilakukan melalui instagram didapatkan  beberapa  hasil.  Dari  seluruh  pertanyaan  yang  diajukan jawaban dari audiens terhadap jawaban yang benar di atas 70% baik itu pre- test maupun post-test. Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Sebelum diberikannya materi terdapat 6% dari total audiens yang menganggap vaksinasi itu tidak penting. Namun, setelah pemberian materi sebanyak 100% audiens menjawab bahwa vaksinasi itu penting. Menurut 58% audiens, masyarakat indonesia masih banyak yang belum melakukan vaksinasi. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan melalui platform Instagram ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait vaksinasi namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari vaksin COVID-19, jenis-jenis dan cara kerja setiap vaksin, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis vaksin COVID-19. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Vaksinasi, Pandemi, Covid-19  ABSTRACT The government is accelerating the COVID-19 vaccination program for all Indonesians in the context of tackling COVID-19 in Indonesia. In two phases in period I, as many as 3 million Sinovac vaccines have been imported by the Indonesian government, this will take place from January to April 2021. The first phase was given to 1.3 million health workers. The second phase was given to public officials who could not maintain distance as many as 17.4 million and as many as 21.5 million for the elderly. Period II from April 2021 to March 2022 or about 11 months which is also divided into two stages (phase III and phase IV). In Phase III, 63.9 million people were vaccinated with a high risk of transmission. Phase IV with a cluster approach according to the number of vaccines given 77.4 million vaccinations to the community. he purpose of this community service is to increase knowledge and understanding in efforts to prevent the spread of COVID-19 through a health promotion approach about COVID-19 vaccination. The method that will be used in conducting education and health promotion to the community is using the mass method. The delivery of this method uses social media in the form of Instagram where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. Results, Based on surveys that have been conducted through Instagram, several results were obtained.  Of all the questions asked, answers from the audience to the correct answers are above 70%, both pre-test and post-test. That is, the audience already has a good knowledge of the questions given. Before the material was given, there were 6% of the total audience who considered vaccination unimportant. However, after giving the material as much as 100% of the audience answered that vaccination is important. According to 58% of the audience, there are still many Indonesians who have not vaccinated. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done through this Instagram platform that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to vaccination but not in depth about the understanding of the COVID-19 vaccine, the types and how each vaccine works, the effectiveness and differences of each type of COVID-19 vaccine.    Keywords: Health Promotion, Vaccination, Pandemic, Covid-19
Health Education for Mothers With Stunting Toddlers About Supplementary Feeding (PMT) in RW 01 Wetan City Village Sub-District Garut Kota Dadang Purnama; Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Witdiawati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.3953

Abstract

Stunting is not a minor issue; according to World Bank study, losses owing to stunting range between 3 and 11% of GDP. Economic losses due to stunting in Indonesia are projected to be Rp. 300 T-Rp. 1,210 T per year, with a GDP of Rp. 11000 trillion. The money lost is due to the government having to spend additional funds on noncommunicable disease health insurance and addressing stunting instances. Education's goal is to increase knowledge and support stunting prevention behavior in order to lower stunting rates and prevent the appearance of new stunting cases. Learn more about the challenges faced by the residents of RW 01 Babakan Abid Wetan City in their attempts to avoid and overcome stunting. The lecture technique, question and answer, discussion, and demonstration are all used. The health counseling efforts resulted in roughly 33 women with toddlers. When the content was presented, the therapy participants appeared ecstatic. Participants happily participated in the therapy because it was done in an entertaining way. The counselling activity was beneficial since the participants paid close attention to the information offered. This is demonstrated by the amount of participants that want to answer questions during the question and answer session. Participants willingly participated in the counselling because it was done in a nice face-to-face setting. The counseling activity was beneficial since the participants paid close attention to the information offered regarding Supplementary feeding to prevent stunting.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Tentang Rokok, dan Status Perokok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjungsari Kabupaten Sumedang Dewi Nurjannah; Nur Oktavia Hidayati; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2022

Abstract

Pendahuluan: Kelompok remaja sangat rentan terhadap tingginya rasa keingintahuan dalam mencari identitas dirinya sehingga mudah terpengaruhi oleh lingkungan sosial. Terbentuknya perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan faktor yang berkontribusi pada perilaku merokok murid SMP. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 290 murid SMP N 1 Tanjungsari Kabupaten Sumedang dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji kelayakannya. Analisis yang digunakan univariat dan deskriptif. Hasil: 58,6% remaja memiliki pengetahuan yang cukup, 99% remaja memiliki sikap yang baik, 84,4% remaja merokok karena faktor orang tua, 94,8% remaja merokok karena faktor teman sebaya, dan 75,5% remaja merokok karena faktor iklan rokok. Simpulan: Bahwa faktor pengetahuan, dan sikap murid SMPN 1 Tanjungsari berada pada kategori cukup dan baik, tetapi masih memiliki perilaku merokok dan faktor orang tua yang memiliki kebiasaan meroko mempengaruhi pada anaknya
PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI PEMBIMBING KLINIK TERHADAP KINERJA DALAM MEMBIMBING PRAKTEK KLINIK DI RSUD dr.SLAMET GARUT TAHUN 2015 Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.302

Abstract

Kinerja pembimbing praktek klinik yang optimal akan berkontribusi menghasil  lulusan  pendidikan  keperawatan  yang  dapat  dipergunakan  menjadi tenaga profesional  bidang keperawatan.  Namun saat ini masih dijumpai adanya kendala mengenai lulusan pendidikan keperawatan. Kegiatan pembelajaran praktek klinik sangat penting bagi mahasiswa program pendidikan keperawatan. Pembelajaran klinik merupakan jantungnya  proses  pendidikan  pada program  pendidikan  keperawatan. Kinerja  pembimbing  praktek  klinik  dipengaruhi  kompetensi  profesional yang dimiliki, motivasi berprestasi yang dapat mendorong perilaku pembimbing praktek klinik dalam proses pembelajaran praktek. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  pengaruh  kompetensi  dan  motivasi  pembimbing  klinik  terhadap  kinerjanya  dalam  membimbing  praktek  klinik  di RSUD Kabupaten Garut. Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  deskriptif  analitik  non  exsperimen dengan pendekatan yang dipergunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian berdasarkan  hasil uji statistik variabel kompetensi pembimbing klinik terhadap  kinerja pembimbing  praktek klinik diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 1,164, artinya setiap kenaikan 1% kompetensi pembimbing klinik akan diikuti dengan kenaikan kinerja pembimbing  praktek klinik sebesar 1,164 % karena parameter pada nilai koefisien tersebut positif. Pada uji t diperoleh nilai t hitung 8,024 > 2,423 t tabel dengan tingkat kepercayaan 99%  atau α  = 1 %. Sehingga   dapat   menunjukkan   adanya   pengaruh   positif   dan   signifikan kompetensi pembimbing klinik terhadap kinerja pembimbing praktek klinik.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YBKP3 GARUT Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.303

Abstract

Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung, Gastritis biasanya diawali oleh pola makan yang tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif bila asam lambung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan siswa kelas X semester I dengan kejadian gastritis di SMK YBKP3 Garut. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sebanyak 180 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah 140, pengambilan sample dengan Proportional sampling”(atau sampling berimbang). Analisa data dengan menggunakan uji chi-square dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan siswa kelas X semester I SMK YBKP3 Garut mayoritas buruk sebesar 70,7%,  kejadian gastritis sebesar 65,7%. Dan ada hubungan yang bermakna antara pola makan siswa dengan gastritis dengan p-value= 0,004. Dengan hasil tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan dan menambah peran guru pembimbing dalam melaksanakan bimbingan dan konselingnya dengan cara memfasilitasi siswa yang bermasalah kesehatan untuk melakukan penyuluhan dan bimbingan, tidak hanya memberikan bimbingan dibidang akademiknya. Untuk Sekolah, diharapkan adanya ruangan untuk dijadikan sebagai balai kesehatan yang berfungsi untuk menampung dan menerima bimbingan dibidang kesehatan selain pelayanan kesehatan sebagai tindakan pertama.
Diet in pregnant women in preventing stunting: a scoping review Mamat Lukman; Femmy Aditya Purnama Sejati; Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.025 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1869

Abstract

Stunting is a chronic nutritional health problem in toddlers. However, stunting can be prevented, one of which is by maintaining maternal health during pregnancy, namely diet and nutritional intake. Therefore, pregnant women are expected to be able to control their diet. This study aims to provide an overview of diet in pregnant women as a prevention of stunting events. This study used the scoping review method. The databases used are EBSCOhost and PubMed with a search for relevant studies published from 2017-2022. The inclusion criteria for selected articles are English-language articles, fulltext articles. Excluded articles are articles that use meta-analysis and systematic review methods. The results obtained were 8 articles, of which seven articles showed the type and healthy diet of the significance of increasing birth weight which is an indicator of growth and incidence of stunting. In detail, the type and healthy diet in pregnant women is to increase food intake by 15% than usual with the consumption of the main food 3x a day plus 2x interludes/snacks consisting of more than 5 types of food (MDD-W) with more than 4 servings/week in each type, so that the nutrition of pregnant women remains fulfilled, accompanied by multivitamin supplementation (vitamin B-1 (thiamin), B-2 (riboflavin),  B-6, niacin, B-12, C, and E), calcium, folic acid and IFA tablets. The conclusion obtained is that the type and healthy diet in pregnant women produces a significant good effect on birth weight in preventing stunting. As well as demographic factors affecting the diet in pregnant women.
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Alfairuz, Faiz Zahran Ali Hamzah Aliya Rahayu Amira, Iceu Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Ati Surya Mediawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati Ermiati Ermiati Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Fitriani, Milda Nurul Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Juniarti, Neti Karwati, Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maria Komariah Maria komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Moch Panji Khoerudin Mulya, Adelse Prima Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti, Raini Diah Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Sidik, Tartila Farha Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Taty Hernawaty Taty Hernawaty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Urip Rahayu, Urip Via Komalasari Vina Nurhandiya Wildani, Utami Husni Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yudianto, Kurniawan Yulian Mutiara Agustin