p-Index From 2021 - 2026
22.674
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Media Komunikasi FPIPS Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Pandecta Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Jurnal Akuntansi Multiparadigma Jurnal Komunikasi Hukum Journal of Indonesian Legal Studies AKRUAL: Jurnal Akuntansi Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY International Journal of Community Service Learning WIDYA LAKSANA International Journal of Social Science and Business Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Veteran Law Review Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ganesha Law Review Jurnal Suara Hukum Target : Jurnal Manajemen Bisnis Jurnal Bali Membangun Bali Lampung Journal of International Law (LaJIL) Jurnal Ilmiah Raad Kertha Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Komunitas Yustisia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Media Informatika Jurnal Pacta Sunt Servanda Journal Equity of Law and Governance Jurnal Locus Delicti Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS (P2MMGFHIS) Case Law Jurnal Manajemen Perhotelan Journal of Artificial Intelligence and Digital Business International Journal of Organizational Behavior and Policy Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Ekuitas Jurnal Pnedidikan Ekonomi Jurnal SUTASOMA Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research PESHUM JIS Siwirabuda (Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan) Perspektif Administrasi Publik dan hukum Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara JICL
Claim Missing Document
Check
Articles

Dispensasi Kawin Anak di Indonesia dan Kebenaran Berkahwin Bawah Umur di Malaysia: Studi Perbandingan Dasar Hukum, Syarat, dan Prosedur I Gede Agus Deva Arthamahendra; Ni Ketut Sari Adnyani; Komang Febrinayanti Dantes
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8939

Abstract

Perkawinan anak merupakan persoalan hukum yang masih menjadi tantangan serius dalam upaya perlindungan hak anak di Indonesia dan Malaysia. Meskipun kedua negara telah memiliki regulasi yang membatasi usia minimum perkawinan, mekanisme pengecualian tetap membuka celah hukum yang memungkinkan perkawinan di bawah umur berlangsung secara sah. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan membandingkan dasar hukum, syarat, serta prosedur dispensasi kawin anak di Indonesia dan kebenaran berkahwin anak di Malaysia guna mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasi hukum dari masing-masing sistem. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metodologi hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Di Indonesia, regulasi bertumpu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019, sementara di Malaysia merujuk pada Akta 303, Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam masing-masing negeri, dan Standard Operating Procedure JKSM Tahun 2018. Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme Malaysia lebih komprehensif dan terkoordinasi karena melibatkan Jabatan Kebajikan Masyarakat, Kementerian Kesihatan Malaysia, dan Polis Diraja Malaysia dalam penilaian multidimensional. Sebaliknya, mekanisme dispensasi Indonesia masih cenderung administratif dan bertumpu pada diskresi hakim semata. Indonesia perlu melakukan reformasi regulasi agar mekanisme dispensasi kawin anak lebih berpihak pada perlindungan hak dan kepentingan terbaik anak.
Analisis Hukum terhadap Akuntabilitas Komisi Pemilihan Umum dalam Penetapan Hasil Pemilu Luh Putu Devina Praditha Putri; Ni Ketut Sari Adnyani; Ni Putu Ega Parwati; I Nyoman Budiada
Konstitusi : Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Konstitusi : Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konstitusi.v3i3.1838

Abstract

This study aims to analyze the accountability of the General Election Commission (Komisi Pemilihan Umum/KPU) in determining election results from a legal perspective in Indonesia. The research focuses on examining the legal principles, regulatory framework, and institutional responsibilities that govern the KPU in carrying out its authority to determine election results. This study employs a normative legal research method using statutory (statute approach) and conceptual (conceptual approach) approaches. The statutory approach examines relevant laws and regulations governing elections and the KPU, while the conceptual approach analyzes legal doctrines and theories related to accountability, transparency, and democratic governance. The findings indicate that the accountability of the KPU must be realized through compliance with applicable laws and regulations, transparency, professionalism, independence, and integrity in every stage of determining election results. The implementation of these principles plays an essential role in ensuring legal certainty, protecting electoral justice, strengthening public trust, and promoting democratic, fair, and credible elections. Therefore, strengthening the accountability of the KPU is essential to maintaining the legitimacy, integrity, and public acceptance of election results while supporting the sustainability of Indonesia's democratic system.
Dampak Psikologis dan Sosial Serta Perlindungan Korban Kejahatan Siber dalam Perspektif Viktimologi Kadek Dwi Ayu Lestari; Ni Ketut Sari Adnyani; I Putu Dwika Ariestu
Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Vol. 3 No. 4 (2026): Juli : Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hukum.v3i4.1109

Abstract

Rapid advancements in information and communication technology have fueled a rise in cybercrime in Indonesia. These crimes not only result in material losses but also have psychological and social impacts on victims. This study aims to analyze the psychological and social effects experienced by victims of cybercrime and to examine this phenomenon from a victimological perspective. The method used is normative legal research with a legislative and conceptual approach. Data were collected through a literature review covering legislation, books, and scientific journals related to victimology and cybercrime. The results of the study indicate that victims of cybercrime often experience psychological impacts such as anxiety, fear, stress, trauma, and a decline in self-confidence. Additionally, they face social impacts including feelings of shame, reduced social interaction, and stigma from their surroundings. From a victimology perspective, it is crucial for victims of cybercrime to receive greater attention through legal protection, social support, and psychological recovery efforts. Therefore, more comprehensive measures are needed from the government and society to provide protection and recovery for victims of cybercrime in Indonesia.
Analisis Kepastian Hukum Penyusunan Daftar Pemilihan Tetap dalam Menjamin Hak Pilih Konstitusional Warga Negara pada Pemilihan Umum di Indonesia Gusti Ayu Komang Danu Antari; Ratna Artha Windari; Si Ngurah Ardhya; Ni Ketut Sari Adnyani; I Nyoman Budiada
Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/amandemen.v3i3.1800

Abstract

This study aims to analyze legal certainty in the preparation of the Permanent Voter List (Daftar Pemilih Tetap/DPT) as an instrument to guarantee the constitutional voting rights of citizens in general elections in Indonesia. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that legal certainty in the preparation of the DPT plays a crucial role in ensuring the fulfillment of citizens' voting rights. An accurate, up-to-date, and legally compliant voter list minimizes the potential violation of voting rights while improving the quality of democratic, transparent, and credible elections. Therefore, stronger institutional coordination and continuous voter data updating are essential to ensure the protection of citizens' constitutional voting rights.
SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL PADA SUKU BATAK DAN SUKU BALI: KAJIAN KOMPARATIF TERHADAP PEWARISAN DAN KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI Ni Putu Eka Sri Widiani; Komang Febrianayanti Dantes; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis Vol 5 No 4 (2025): english
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The patrilineal kinship system places the paternal line as the basis of identity, inheritance, and clan continuity. Both the Batak and Balinese ethnic groups adhere to pure patrilineal systems, yet they respond differently to the absence of male offspring. This comparative normative juridical research aims to examine the philosophical construction of sons’ status, compare the norms and practices of heirloom inheritance, and analyze why the Balinese can adapt through sentana rajeg while the Batak remain orthodox-absolute. The findings reveal that the Batak regard sons as sahala hasandaran, a sacred and irreplaceable pillar of the clan based on Dalihan Na Tolu and clan exogamy. The absence of sons results in the clan being considered punu, and golat property is transferred to dongan tubu, leading to high inheritance disputes. Conversely, the Balinese construct sons functionally as bearers of ayahan duties. The philosophy of desa kala patra allows the emergence of sentana rajeg and kawin nyeburin, which transform daughters into lineage successors and full heirs of heirloom property. This difference in adaptability results in significantly lower inheritance litigation in Bali. The study concludes that patrilinealism is not monolithic. The adaptive Balinese model can serve as a reference for national customary inheritance law reform to prevent the extinction of patrilineal clans while addressing gender equality demands.
EKSISTENSI HAK WARIS ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PATRILINEAL BALI: ANTARA NORMA DAN REALITAS Putu Purnama Dewi; Komang Febriyanti Dantes; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis Vol 5 No 4 (2025): english
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prominent role of men as primary heirs and lineage bearers within Bali's patrilineal kinship system frequently restricts daughters' access to customary inheritance. This research evaluates the standing of daughters' inheritance rights and investigates the ongoing disparity between customary legal norms and their practical social application. Utilizing a normative legal research methodology grounded in statutory, conceptual, and customary law approaches, data was collected through a comprehensive literature review. Data were obtained through a literature review of regulations, journals, books, and scholarly works relevant to Balinese customary inheritance law. The results of the study indicate that recognition of daughters’ inheritance rights has begun to develop, particularly following the 2010 Decision of the Third Grand Assembly of the Bali MUDP, which provided space for women to receive specific shares of the inheritance. However, its implementation still faces obstacles in the form of a strong patriarchal culture, male-dominated families, differences in village customary regulations (awig-awig), and women’s low willingness to assert their rights. Thus, the existence of daughters’ inheritance rights within Bali’s patrilineal system remains caught between the evolution of customary legal norms and a social reality that has not yet fully reflected equality.
Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Politik dalam Proses Penganggaran APBD di Pemerintahan Daerah Ni Kadek Marsya Gayatri Arthania; Ni Komang Febrinayanti Dantes; Ni Ketut Sari Adnyani; Gusti Ayu Apsari Hadi; I Gusti Ngurah Budiyasa
Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis Vol 6 No 3 (2026): Juli, Jurnal Hukum Sui Generis
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses law enforcement against political corruption in the budgeting process of the Regional Budget (APBD) within the local government. The research uses normative legal methods with statutory, conceptual, and case study approaches. Political corruption in APBD budgeting is not only in the form of bribes or gratuities, but also involves project manipulation and the use of budgets for political interests, which has direct implications for regional financial integrity and public services. Law enforcement against this practice is regulated in various regulations, including Law Number 31 Year 1999 jo. Law No. 20/2001 on the Eradication of Corruption as well as the Law on Local Government and technical regulations related to local financial management. Despite the availability of adequate legal instruments, in practice, enforcement is often hampered by weak proof of quid pro quo elements, political intervention, limited capacity of investigators in the regions, and low protection for whistleblowers. This article emphasizes the need for a more strategic and integrated approach to law enforcement, including strengthening synergies between law enforcement agencies, reforming internal control systems, digitizing budget processes, and the active role of civil society and the media as external watchdogs. Legal effectiveness in cracking down on political corruption can only be achieved through strong institutional commitment, political courage, and critical public participation in transparent and accountable local financial governance
Implementasi Perlindungan Hukum Nasabah pada Layanan Perbankan Digital: Analisis Regulasi OJK Ida Ayu Putu Gita Prayascita; Ni Ketut Sari Adnyani
Case Law : Journal of Law Vol. 8 No. 1 (2026): Case Law : Journal of Law
Publisher : Program Studi Hukum Program Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/caselaw.v8i1.4565

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap nasabah dalam transaksi perbankan digital yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menelaah Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta Peraturan OJK yang mengatur layanan perbankan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi nasabah mencakup kewajiban bank menyediakan keamanan sistem, menjaga kerahasiaan data pribadi, memberikan informasi secara transparan, serta menyediakan mekanisme penanganan pengaduan. Meskipun kerangka regulasi telah diatur secara komprehensif, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya serangan siber, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum optimalnya efektivitas pengawasan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan standar keamanan digital dan harmonisasi regulasi untuk meningkatkan kepastian hukum bagi nasabah.
Kepastian Hukum Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Putu Yogi Satya Eka Vinaya; Made Sugi Hartono; Ni Ketut Sari Adnyani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15264

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi modern telah menghadirkan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik (electric bicycle), yang menawarkan mobilitas efisien, hemat energi, dan rendah emisi karbon. Kehadiran sepeda listrik di jalan raya menimbulkan tantangan hukum signifikan, terutama terkait kepastian hukum dan keselamatan berlalu lintas. Secara normatif, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) belum mengatur sepeda listrik secara spesifik, sedangkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 hanya membatasi penggunaannya pada jalur sepeda, kawasan perumahan, area wisata, dan ruang publik tertentu, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengguna dan aparat penegak hukum.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif untuk menelaah pengaturan hukum sepeda listrik di Indonesia dan mengevaluasi upaya hukum yang diperlukan untuk memperkuat kepastian dan efektivitas implementasinya. Analisis menunjukkan perlunya harmonisasi antara UU LLAJ, Permenhub No. 45 Tahun 2020, dan regulasi daerah, termasuk revisi undang-undang untuk memasukkan kategori kendaraan listrik ringan secara eksplisit, pengaturan teknis terkait kapasitas motor, kecepatan, dan keselamatan, serta penetapan wilayah operasional yang adaptif. Hasil kajian menegaskan bahwa kepastian hukum tidak hanya berkaitan dengan keberadaan norma tertulis, tetapi juga kemampuan norma tersebut diterapkan secara nyata di lapangan. Penyempurnaan regulasi ini diharapkan memberikan kepastian hukum bagi pengguna sepeda listrik, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, sekaligus mendukung integrasi sepeda listrik dalam sistem transportasi berkelanjutan yang aman, tertib, dan berkeadilan.
HUKUMAN MATI DAN HAK ASASI MANUSIA: DILEMA DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA Ayu Dewi Rachmawati; Komang Febrinayanti Dantes; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Pacta Sunt Servanda Vol. 6 No. 2 (2025): September, Jurnal Pacta Sunt Servanda
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpss.v6i2.5544

Abstract

Sebagai negara hukum, Indonesia tentunya memiliki sistem pemidanaan untuk sebagai bentuk penyelesaian hukum. Pemidanaan diartikan sebagai proses penghukuman. Sehingga mengenal sistem pemidanaa. Bentuk pemidanaan merupakan aturan perundang-undangan yang terkait dengan hukuman pidana dan pemidanaan. Dalam pemidanaan dikenal bentuk-bentuk pidana, seperti pidana penjara, pidana mati, dan pidana denda. Pidana mati menjadi salah satu hukuman bagi tindak kejahatan atau tindakan kriminal di Indonesia. Pidana mati menjadi salah satu bentuk hukum positif yang menjadi salah satu pidana pokok. Beberapa tindak kejahatan yang dapat dikenakan hukuman mati adalah tindak pidana kelas berat seperti narkotika, terorisme, korupsi, pemerkosaan, pembunuhan hingga tindakan yang mengancam keamanan negara. Namun pada kenyataanya pidana mati ternyata melanggar penerapan hak asasi manusia karena merenggut hak untuk hidup. Sesungguhnya, hak untuk hidup sebagai hak dasar tidak dapat dihapuskan maupun direnggut atas dasar dan alasan apapun, dan seberat apapun kesalahan yang telah dilakukan oleh individu, baik oleh individu lain bahkan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif yuridis dengan menggunakan pendekatan deskriptif
Co-Authors ., Ida Ayu Putu Sri Utari ., Ni Putu Krisna Priandari abram purba Agus Sujana, Komang Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Anis Lailatul Fajriah Ardhya, Si Ngurah Ardya, Si Ngurah Ariawan, Detha Djoni Asrini, Ni Kadek Putus Ave Christina Hananda Ayu Agustini, Ni Komang Ayu Dewi Rachmawati Ayu Eka, Dewa Ayu Nadya Gayatri Ayu Nadya Gayatri Beatrix Hutasoit Berliana Mawarni, Komang Febri Bhalqis N Firmansyah Cindy Marito Sihombing Cucumandalin, I Ketut Samuel Dani Ilham Dani Ilham Des Alpin Desak Laksmi Brata Desak Made Dwipayani Dewa Agung Budi Rama Laksana Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Made Laksmi Dewi Dewa Ayu Putu Utari Praba Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gede Sudika Mangku Elly Herliyani Erisa Agus Tiana Umi Saputri Fadillah, Nazarina Fajar Bukit Purnama, Ida Bagus Kade Febrianta, Komang Panji Febriyanti Dantes, Komang Frisma Indra Prastya, Komang G. Aditya Nugraha Putra Gede Adi Puspa Ariawan Gede Marhaendra Wija Atmadja Gusti Ayu Apsari Hadi Gusti Ayu Komang Danu Antari Gusti Ayu Putu Nia Priyantini Hadi Parwanta, Kadek Martha Hadi Putra Permana Handini, Selli Hutasoit, Beatrix I Dewa Gede Herman Yudiawan I G A Lokita Purnamika Utami I Gede Agus Deva Arthamahendra I Gede Wisnu Darma Suta I Gede Wisnu Darma Suta I Gede Yoga Esa Mahendra I Gede Yudi Wisnawa I Gst. Agung Komang Yoga Tri Pandita I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Ayu Apsari Hadi I Gusti Ayu Apsari Hadi I Gusti Ayu Ngurah Gayatri Widyani Putri I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Ngurah Budiyasa I Gusti Ngurah Kesa Janardana I Kadek Agus Yudi Luliana I KETUT SUDANTRA I Komang Angga Adi Setiawan I Komang Gede Triandhi Mayuda Putra I Komang Sanju Bayu Mustika I Made Dwitya Surya Nugraha I Made Surya Wahyu Arsadi I Made Yudana I Nyoman Budiada I Putu Agus Yudha Artama I Putu Dwika Ariestu I Putu Dwika Ariestu I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Artawan I Wayan Gede Wisnu I Wayan Kertih I Wayan Landrawan I Wayan Lasmawan I WAYAN WINDIA I.G.A.Meta Sukma Devi Ida Ayu Putu Gita Prayascita Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Kade Fajar Bukit Purnama Ida Bagus Putu Yudha Putra Ira Octaviyani . Jayanti Ningrat, Kadek Ayuni Jima, Selviana Jose Widyatama Lingga Juliasih, Ni Wayan Kadek Agus Pranata Kusuma Kadek Agus Yudistira Mahadi Putra Kadek Arya Putra Gunawan Kadek Ayuni Jayanti Ningrat Kadek Budi Hartayani Kadek Dedy Suryana Kadek Dedy Suryana Kadek Dhyan Wahyuni Kadek Dwi Ayu Lestari Kadek Dwi Elvitriana Kadek Dwiky Nugraha Yoga Trisna Kadek Martha Hadi Parwanta Kadek Oktavianiasih Kadek Sri Indriyani Kadek Sumarni Kadek Surya Alit Dharma Putra Kadek Tia Yuliastari Kadek Widiantika Kadek Widya Puspayani Ketut Andita Pratidina Lestari Ketut Ayu Asiti Sari Ketut Ayu Astiti Sari Ketut Meri Kertiasih Ketut Pastika Jaya Ketut Sinta Suryaningsih Ketut Yuli Widiasari Komang Agus Sujana Komang Ary Putra Dharmawan Komang Dandi Permana Yudha Komang Derin Rediasa Komang Dewi Suryaningrat Komang Diah Prabawati Komang Febri Berliana Mawarni Komang Febrianayanti Dantes Komang Febrinayanti Dantes Komang Febrinayanti Dantes Komang Febriyanti Dantes Komang Febriyanti Dantes Komang Frisma Indra Prastya Komang Putri Komang Febrinayanti Dantes Komang Tria Anggreni komang_mangku_ayu_ervina kartini Krisnangga Nayotama, Putu Ararya Kusuma, Putu Riski Ananda Lailatul Fajriah, Anis Laksmi Brata, Desak Lompoh Egia Nuansa Pinem Luh Ayu Sri Wahyuni Luh Eka Sudiarini Luh Gede Intania Purnami Putri Sukartha Luh Putu Devina Praditha Putri M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . M.Si Drs. Ketut Sudiatmaka . Made Ashisri Irmawanthi Made Bagas Ari Kusuma D Made Deby Listianitari Made Sugi Hartono Mandriani, Ni Nyoman Mandriani, Ni Nyoman Mangku, Dewa Gede Maria Avelina Abon Maria Widiastuti mario silitonga Marlia Marlia Mas Adipa Putra, Putu Eka Miftahul Anam Muhamad Jodi Setianto Nazarina Fadillah Ni Kadek Diah Rahma Gayatri Ni Kadek Marsya Gayatri Arthania Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Ketut Putri Pradnya Swari Ni Ketut Restini Ni Ketut Sugi Harta Nadi Agustina Putri Ni Komang Febrinayanti Dantes Ni Komang Githa Chandra Dew Ni Komang Intan Kumala Sari Ni Komang Irma Adi Sukmaningsih Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Putu Lusi Ayupratiwi Ni Luh Putu Marta Puspita Yanti Ni Luh Putu Wahyuni Yustisia Dewi Ni Luh Sukma Imagy Ni Luh Wayan Yasmiati Ni Luh Wayan Yasmiati Ni Made Mahachandra Saraswati Mastera Ni Made Mirah Krisna Devi Ni Made Wiratini Ni Made Wiratini Ni Nyoman Mandriani Ni Nyoman Mandriani NI NYOMAN SUKERTI . Ni Putu Diah Luckyta Maharani Ni Putu Ega Parwati Ni Putu Ega Parwati Ni Putu Eka Sri Widiani Ni Putu Mira Kusuma Yanti Ni Putu Monika Ventari Kusumawati Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Juliasih Ni Wayan Sukerti Ningsih, Putu Maysi Merta Nur Widyas Junior Timbeng Nyoman Tri Antika Dewi Parwati, Ni Putu Ega Pastika Jaya, Ketut Pitriyantini, Putu Eka Pranata Kusuma, Kadek Agus Pratiwi , Ni Kadek Mira Pratiwi, Ni Kadek Mira Princess Alyssa D. Tee-Anastacio Prisilia Eka Trisna, Putu Diana Puspa Ariawan, Gede Adi Putra Permana, Hadi Putra, G. Aditya Nugraha Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi Putri, Made Kharisma Putu Agung Anditha Herlambang Putu Agus Yana Saputra Putu Diana Prisilia Eka Trisna Putu Eka Mas Adipa Putra Putu Ocha Dana Parwata Putu Pipit Pricellia Eka Putri Putu Purnama Dewi Putu Utari Praba, Dewa Ayu Putu Yogi Satya Eka Vinaya Putus Asrini, Ni Kadek Rachmawati, Ayu Dewi Rahma Gayatri, Ni Kadek Diah Rajuniper Manurung Rama Laksana, Dewa Agung Budi Randy Ray Sinaga Ratna Artha Windari Rediasa, Komang Derin Restini, Ni Ketut Salles, Sergio Salwa Shafira Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Selli Handini Selviana Jima Seni Kamalia Rizki Fathullah Seni Kamalia Rizki Fathullah Si Ngurah Ardya Sinaga, Randy Ray Sitio, Yehuda Joshwilly Suci Putri, Agatha Sukma Devi, I.G.A.Meta Sumarni, Kadek Tahani Zulfa Pranoto Tia Yuliastari, Kadek Tria Anggreni, Komang Triandhi Mayuda Putra, I Komang Gede Ventari Kusumawati, Ni Putu Monika Veronika Wulandari Yana Saputra, Putu Agus Yanti, Ni Putu Mira Kusuma Yasepa, Komang Bino Yasmiati, Ni Luh Wayan Yudha Putra, Ida Bagus Putu Yudiawan, I Dewa Gede Herman Yudiawan Yudistira Mahadi Putra, Kadek Agus Yustisia Dewi, Ni Luh Putu Wahyuni