Kadek Karang Agustina
Department Of Public Health, Faculty Of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, Indonesia

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Daging Sapi Wagyu dan Daging Sapi Bali yang Disimpan pada Suhu -19oc Sarassati, Thea; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.767 KB)

Abstract

Daging merupakan salah satu bahan makanan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, karena di dalam daging mengandung nilai gizi yang tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan air. Penyimpanan di bawah titik beku merupakan salah satu cara pengawetan daging yang banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan kadar-kadar gizi pada daging wagyu dan daging sapi bali meliputi kadar protein, lemak, karbohidrat dan kadar air pada penyimpanan di bawah titik beku selama 25 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x6.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein, lemak, karbohidrat, dan kadar air daging Wagyu dengan daging sapi bali selama penyimpanan suhu beku berbeda nyata (P<0,05). Tidak terjadi interaksi yang nyata (P>0,05) antara jenis daging sapi wagyu dan daging sapi bali dengan lama penyimpanan pada suhu beku terhadap kadar protein dan kadar air daging sapi. Terjadi interaksi yang nyata (P<0,05) antara jenis daging sapi Wagyu dan daging sapi bali dengan lama penyimpanan pada suhu beku terhadap kadar lemak dan kadar karbohidrat daging sapi.
Uji Organoleptik dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar DIASTARI, I GUSTI AYU FITRI; AGUSTINA, KADEK KARANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.58 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji organoleptik dan uji tingkat keasaman susu. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan 250 mL yang berasal dari empat wilayah di Kota Denpasar dengan merek yang sama, masing-masing kios diambil sebanyak tiga kemasan sebagai sampel penelitian. Sampel yang diambil adalah susu yang diletakkan tanpa menggunakan lemari gerai dan tidak diletakkan di dalam lemari pendingin. Seluruh sampel diperiksa secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan kekentalan) dan dilakukan pengujian terhadap tingkat keasamannya. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas susu sapi kemasan secara organoleptik yaitu warna putih kekuningan, bau khas susu sapi, rasa sedikit manis dan sedikit asin serta kekentalan yang encer. Uji tingkat keasaman, susu sapi kemasan memiliki pH 7. Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan yaitu kualitas susu sapi kemasan yang dijual di pasar tradisional di Kota Denpasar dalam kondisi baik.
Daging Sapi Bali yang Diistirahatkan Berdasarkan Tingkat Keasamannya Berkualitas Lebih Baik Dari pada yang Tidak Diistirahatkan Sebelum Disembelih Sukardika, Ketut Elok; Agustina, Kadek Karang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.599

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan 38 sampel daging sapi bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging sapi bali yang diistirahatkan dengan yang tidak diistirahatkan sebelum dipotong. Sampel daging diambil pada bagian gandik (M. biceps femoris), masing-masing sebanyak 100 g. Sampel daging diuji kualitasnya dengan uji subjektif (warna, bau, konsistensi, dan tekstur) dan objektif (pH, daya ikat air, dan kadar air). Hasil uji warna daging sapi bali yang diistirahatkan dan yang tidak diistirahatkan berturut-turut 8,2 dan 8,1, uji bau sama-sama memiliki skor 1, uji konsistensi memeliki skor 1,9 dan 2,0, uji tekstur memiliki skor 1,3 dan 1,2, uji pH masing-masing sebesar 5,8 dan 6,1, uji daya ikat air berturut-turut sebesar 77,29% dan 76,97%, dan uji kadar air sebesar 76,02% dan 76,63%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square, T test, dan Mann-Whitney. Dapat disimpulkan bahwa pengistirahatan ternak sebelum dipotong meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan.
Kualitas Daging Babi yang Diistirahatkan Sebelum Disembelih Lebih Baik dalam Konsistensi, Warna, pH, Daya Ikat Air dan Kadar Air Sosiawan, I Gede Arya Mas; Agustina, Kadek Karang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas daging babi yang diistirahatkan dan tidak diistirahatkan sebelum disembelih. Parameter yang digunakan untuk menentukan perbandingan kualitas daging meliputi uji warna, uji bau, uji konsistensi dan tekstur, uji penetapan pH, uji daya ikat air dan uji kadar air. Penelitian ini mengambil daging babi di bagian paha belakang (muskulus biceps femoris), seberat ±100 g. Sebanyak 40 sampel daging diambil dari RPH Pesanggaran dan Tempat Pemotongan Hewan Rumahan di Br. Taman, Darmasaba. Sampel daging babi diuji secara subjektif terhadap warna, bau, konsistensi dan tekstur menggunakan 10 orang panelis yang telah memenuhi syarat dan di uji secara objektif terhadap pH, daya Ikat air dan kadar air. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik non parametric (uji Mann Whitney) di SPSS versi 25.0. Hasil penelitian perbedaan kualitas daging babi yang diistirahatkan dan tidak diistirahatkan sebelum disembelih didapatkan bahwa warna, pH, DIA, dan kadar air berbeda sangat nyata dan konsistensi berbeda nyata, sedangkan untuk tekstur dan bau tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kualitas daging babi yang diistirahatkan sebelum disembelih lebih baik dari yang tidak diistirahatkan sebelum disembelih.
Penerapan Biosecurity Dapat Menekan Angka Kejadian Kesakitan dan Kematian pada Peternakan Babi di Gianyar, Bali Putra, I Made Maha; Agustina, Kadek Karang; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.701

Abstract

Pengelolaan peternakan babi di Bali tidak lepas dari kendala yang dihadapi, salah satunya adalah menjangkitnya agen penyakit pada ternak babi. Dalam peternakan babi, Biosecurity merupakan aspek penting untuk mencegah penularan penyakit dalam peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan biosecurity dan analisis faktor risiko kejadian babi sakit dan kematian babi pada peternakan babi di Kabupaten Gianyar. Sebanyak 40 peternak babi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey dan wawancara dengan peternak mengenai kejadian kesakitan dan kematian yang terjadi dalam bulan Maret sampai Agustus 2020. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif, untuk membandingkan data antara peternakan yang menerapkan dan tidak menerapkan biosecurity dilakukan analisis uji Chi-Square secara statistik menggunakan Statistical Product and Service Solutions versi 25 for windows. Sementara untuk analisis faktor risiko digunakan uji Odd ratio. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa peternakan yang menerapkan biosecurity mengalami sembilan kejadian kesakitan dan delapan kejadian kematian babi, sedangkan pada peternakan babi yang tidak menerapkan biosecurity diperoleh 18 kejadian kesakitan dan 17 kejadian kematian pada peternakan babi. Faktor risiko kemunculan kejadian kesakitan dan kematian pada peternakan babi adalah lokasi kandang dekat dengan pemukiman, menggunakan pakan sisa, tidak menggunakan pakaian khusus kandang, tidak melakukan disinfeksi pada kandang, dan akses tidak terbatas. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan biosecurity dapat mengurangi angka kejadian kesakitan dan kematian pada peternakan babi.
Celup Kaki Tanpa Disinfektan Adalah Faktor Risiko Paling Tinggi Menyebabkan Babi Mati Mendadak pada Peternakan di Gianyar, Bali Adiwinata, Putu Diva; Agustina, Kadek Karang; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.39

Abstract

Usaha peternakan babi di Bali berkembang secara pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan produk asal babi. Keberadaan ternak babi tidak terlepas dari berbagai permasalahan salah satunya serangan penyakit. Beberapa penyebab terjadinya kematian babi secara mendadak adalah demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF), hog cholera (Classical Swine Fever/CSF) dan streptococcosis. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya vaksin untuk ASF dan sering terjadinya kegagalan vaksinasi pada S. suis dan CSF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan strategi pencegahan dan pengendalian yang disesuaikan dari pengetahuan tentang identifikasi dan alokasi risiko untuk masuknya penyakit yang dapat dihasilkan secara transparan melalui penilaian faktor risiko. Sebanyak 82 peternakan babi yang mengalami kematian mendadak pada bulan Januari sampai Desember 2020 dijadikan objek penelitian. Peternakan babi berada di Kecamatan Payangan, Tegalalang, dan Tampaksiring, Gianyar. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan metode cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data yang diperoleh ditabulasi selanjutnya dilakukan penghitungan Odd Ratio dan Confident interval 95% menggunakan Statistical Product and Service Solutions. Hasil analisis menunjukan 7 dari 12 parameter faktor risiko diidentifikasi sebagai faktor risiko potensial yang signifikan terhadap kejadian babi mati mendadak (P<0,05). Faktor risiko kejadian babi mati mendadak adalah peternakan yang tidak menerapkan akses terbatas memasuki kandang, tidak menggunakan celup kaki disinfektan, tidak menggunakan baju kandang khusus, tidak melakukan penyemprotan disinfektan, ditemukannya lalat dan serangga di areal kandang, memberikan pakan sisa, dan tidak menerapkan sistem produksi all in-all out. Simpulan dari penelitian ini adalah peternakan yang tidak menggunakan celup kaki disinfektan merupakan peternakan yang paling berisiko mengalami kematian babi.
Seroprevalence and detection of H5N1 avian influenza virus in local chickens in Tabanan Regency, Bali, Indonesia Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; I Made Kardena; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.223-229

Abstract

Aim: Avian Influenza (AI) is a zoonotic disease that causes death in poultry and humans. Monitoring the virus needs to be carried out continuously to prevent outbreaks of the disease. Seroprevalence and detection of H5N1 and H9N2 AI virus antigen were intended to monitor the presence of viruses in local chickens in Tabanan, a Regency of the Indonesian island Province of Bali. The research aims were to detect the presence of H5N1 AI virus, and to know the distribution of this virus in Tabanan Regency. Materials and Methods: Research located in six districts of Tabanan regency namely Baturiti, Penebel, Marga, Kediri, Tabanan, and Kerambitan. A total of 1,398 local chickens that never been vaccinated with AI were randomly sampled in this study. The samples collected were serum, cloacal and tracheal swabs. Serum samples were tested with hemagglutination inhibition (HI) assay. While samples of cloacal and tracheal swabs were isolated in 9-day-old germinated chicken eggs, followed by hemagglutination assay and RT-PCR test using H5N1 and H9N2 primers. Results: AI seroprevalence in local chickens in Tabanan Regency was 1% with the distribution in each district as follows; Penebel 1.6%, Kerambitan 1.2%, Marga 1%, while Tabanan, Kediri, and Baturiti 0.7% each. H5N1 AI virus was detected in 11 samples, i.e. five in Marga district and three in Penebel district, two in Kediri, and one in Tabanan, while the H9N2 AI virus was not detected. Conclusion: These results indicate that H5N1 AI virus may still circulate in local chickens in Tabanan Regency, Bali.
SOSIALISASI PENYAKIT ZOONOSIS ESCHERICHIA COLI O157:H7 SERTA PELAYANAN KESEHATAN SAPI DI DUSUN LAMPU DESA CATUR KINTAMANI BANGLI I W. Suardana; I.B.N. Swacita; I.N. Suartha; I G.N. Sudisma; M.D. Rudyanto; I.G.M. Krisna Erawan; I.N. Suarsana; I.W. Batan; P.A. Sisyawati Putriningsih; T. Sari Nindia; A.L.T. Rompis; I.N. Mantik Astawa; K. Karang Agustina; I.H. Utama; I.G.A. Suartini; I.M. Sukada; I.K. Suada; A.A.A. Mirah Adi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.738 KB)

Abstract

Ternak sapi yang menderita diare berpeluang besar untuk ditemukan adanya agen zoonosis E. coli O157:H7 mengingat sapi sebagai reservoir utama dari agen tersebut.Transmisi penularan strain bakteri ini ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi daging yang kurang dimasak, produk susu yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi feses. Dusun Lampu sebagai salah satu Dusun di Desa Catur merupakan salah satu daerah potensial untuk pengembangan ternak khususnya sapi sehingga menjadikan program pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sangat potensial untuk dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi penyakit zoonosis E. coli O157:H7 serta pelayanan kesehatan ternak sapi di Dusun ini, memperlihatkan respon positif yang dicirikan dengan cukup banyaknya jumlah ternak yang memperoleh pelayanan yaitu sejumlah 65 ekor sapi dari 35 petani ternak. Jenis pelayanan yang dilakukan meliputi tindakan spraying atau pemberian butox terhadap semua ternak sapi yaitu 65 ekor (100%), disusul dengan pemberian vitamin pada 52 ekor (80%), pemberian obat cacing sebanyak 39 ekor (60%), serta pemberian delladryl pada 1 ekor sapi (1,5%). Hasil ini mengindikasikan bahwa program pengabdian yang dilakukan cukup efektif dapat menyentuh kebutuhan dasar petani ternak, sehingga benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
Case of Entamoebiasis in Pigs Raised with a Free Range Systems in Bali, Indonesia (KASUS ENTAMOEBIASIS PADA BABI YANG DIPELIHARA DENGAN CARA DIUMBAR DI BALI, INDONESIA) Kadek Karang Agustina; Anak Agung Gde Oka Dharmayudha; Ida Bagus Made Oka; I Made Dwinata; I Made Kardena; Nyoman Sadra Dharmawan; I Made Damriyasa
Jurnal Veteriner Vol 17 No 4 (2016)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.329 KB)

Abstract

This research aims were to measure the prevalence of Entamoeba in pigs in Bali and to identify thezoonotic potential species of Entamoeba. A total of 183 pig stool samples from Bali have been examined.The method being used in this study were combination between coproscopy and molecular techniques.Concentration sedimentation with Sodium Acetic Formaldehide (SAF) as a solution was used in thecoproscopy method, while the Polimerase Chain Reaction method was used to amplify DNA of Entamoeba.Extracted sample’s DNA examined by using primers that specifically for Entamoeba: Entam 1 (F) (5’-GTTGAT CCT GCC AGT ATT ATA TG-3’) and Entam 2 (R) (5’-CAC TAT TGG AGC TGG AAT TAC-3), and toidentify the zoonotic potential species of Entamoeba, samples that produce 550 bp in first amplificationcontinued by primers Epolecki1 (F) (5’-TCG ATA TTT ATA TTG ATT CAA ATG-3’) and Epolecki2 (R) (5’-CCT TTC TCC TTT TTT TAT ATT AG-3’). The results showed that 76.6% of samples were positive incoproscopical examination, but 84.7 % produced 550 bp bands on PCR amplification by using generalprimers. All positive samples on the first PCR continued to second PCR used specific primers for E.poleckii as a potential zoonotic disease and all of the samples showed negative results. This datademonstrated that the prevalence of Entamoeba in a traditional pig scavenging systems in Bali was 84.7%but no specific infection infection caused by E. polecki was found.
Protective Immune Response of Post Rabies Vaccinated Dogs in Buduk Village, Mengwi, Badung, Bali (RESPONS IMUN PROTEKTIF PADA ANJING PASCAVAKSINASI RABIES DI DESA BUDUK, MENGWI, BADUNG, BALI) Ida Bagus Kade Suardana; Ida Bagus Oka Winaya; Desak Wiga Puspita Dewi; I Wayan Sudarmayasa; Kadek Karang Agustina
Jurnal Veteriner Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.654 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.2.264

Abstract

In efforts to eradicate rabies disease, vaccinations have been carried out targeting so-called rabies carrier animal such as dog andcat. Mass rabies vaccination has been done by the government of Bali annualy, in every sub-village at vaccination post or at every household. Minimum vaccination coverage to protect the threatened dog population from rabies is 70%. To determine whether the vaccinated dogs have protective antibody against rabies, this study have been done to find out the immune response of dogs after rabies vaccination in Buduk village. Sera were collected using random sampling in each subvillage, a total of 30 serum sample were examined, and the antibody was tested using kit ELISA Rabies®. Elisa test resulted in 90% of dogs have protective antibody titers (OD>0.5 EU). It concluded that dogs in Buduk village have a good immune response against rabies vaccine.
Co-Authors Adhiputra, I Ketut Agus Indra Adiwinata, Putu Diva Ady Fendriyanto, Ady Ahmad Harits Fitra Mauladi Aida Lousie Tenden Rompis Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Komang Suardana Andriawino Berdionis Sanam Anne Dawdoya Astrid Laboure Parahita Cesarina Pascalia dos Santos Alegria Daniella Everetta Desak Wiga Puspita Dewi Desy Ariani Ferdianti, Desy Ariani Dewa Akbar Maulana Dewa Made Dwi Parwata Dewi Titis Angganingrum Dimas Indra Dwi Purnama Dina Elviana DWI SURYANTO Elis Mandari Emerensia Patryconsitha Aman Emia Pepa Yosa Br Ginting Gede Widiantara Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ayu Yuniati Kencana Gusti Made Widyantara Handayani, Ni Made Harjana, Ngakan Putu Anom Hendra Irawan I Gede Mahardika I Gede Raka Mas Tanaya I Gusti Agung Ayu Suartini I GUSTI AYU FITRI DIASTARI I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Kadek Swastika I Ketut Berata I Ketut Suada I Ketut Suada I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Made Damriyasa I Made Dwinata I Made Gede Asta Ginawan I Made Gede Wijaya Kusuma I Made Kardena I Made Ricky Dwi Cahya I Made Subrata I Made Subrata I Made Subrata I MAde Sukada I Made Sukada I Made Sukada I Made Sukada I Made Sukada I Nengah Kerta Besung I NYOMAN ADI SURATMA I Nyoman Arsana, I Nyoman I Nyoman Bagus Tri Aribawa I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Ardiawan I Putu Sampurna I Wayan Batan I Wayan Masa Tenaya I Wayan Masa Tenaya I Wayan Masa Tenaya, I Wayan Masa I Wayan Polos I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Sudarmayasa I Wayan Wahyudi, I Wayan I Wayan Wirata I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Putu Aselya Mardyawati Ida Bagus Dimas Kusumadarma Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Krisna Pradnyadana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana Indraningrat, Anak Agung Gede Janice Girardi Janice Girardi Joanita Auxilia de Sa Pereira Julita Dewitri Merthayasa Kate Druhan Ketut Tono Pasek Gelgel Luh Made Sudimartini Luh Putu Pradnya Swari M.D. Rudyanto Made Damriyasa, Made Made Suma Anthara MAS DJOKO RUDYANTO MURNI SARI Natalia Natalia Ngakan Nyoman Cahaya Adi Ngakan Putu Anom Harjana Ngakan Putu Anom Harjana Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Ketut Suwiti Ni Komang Dyah Purnamasari Ni Luh Gede Sudaryati Ni Made Ayudiningsih Astiti Sudewi Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Juni Ratna Dewi Ni Putu Tessa Arsaning Rahayu Ni Wayan Arya Utami Ni Wayan Arya Utami Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Nyoman Sadra Dharmawan Nyoman Sadra Dharmawan Nyoman Tigeh Suryadi Pande Putu Januraga Prabarini Hanum Sari Putra, I Made Maha Putri Destarani Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Arya Suryanditha Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Erma Pradnyani Putu Henrywaesa Sudipa Putu Sasmitha Devi Cahyani Putu Velyniawati Ribka Listia Br Tarigan, Ribka Listia Romy Muhammad Dary Mufa Romy Muhammad Dary Mufa Sabelina Fitriani Samuel Mura Sang Gede Purnama Sang Gede Purnama sang gede purnama Setiabudy, Marta Sonia Dewi Citra Sembiring Sosiawan, I Gede Arya Mas Sri Kayati Widyastuti Sudiartawan, I Putu Sukardika, Ketut Elok Sumarya, I Made Suputra, Gusde Wahyu Krisna Suryadi, Nyoman Tigeh Suwartama, Beny T. Sari Nindia Thea Sarassati, Thea Tjok Gde Oka Pemayun Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Uli Rehlitna Sembiring, Uli Rehlitna Vinensia Ghona Gani Widayantari, Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wilson Lois, Wilson Yanti, Ni Komang Semara