p-Index From 2021 - 2026
6.999
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Dialektika Publika Budaya Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Kajian Bali LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Erudio: Journal of Educational Innovation PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika UNEJ e-Proceeding FKIP e-PROCEEDING Panggung Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Indonesian Journal of Learning and Instruction Warta Pengabdian Semiotika Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Eduscience (JES) Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Community Empowerment for Health BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Skripta Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Indonesian Journal of Social Research (IJSR) Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Panggung Jurnal Serambi Ilmu Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature JENTERA: Jurnal Kajian Sastra KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
Claim Missing Document
Check
Articles

in EKOWISATA BAHARI MUNCAR DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA Anoegrajekti, Novi; Macaryus, Sudartomo
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18149

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan unggulan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Beragam infrastruktur disediakan untuk mendukung pariwisata, yaitu jalur darat, laut, dan udara. Pengembangan ekowisata bahari menjadi pilihan dengan tujuan memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai potensi laut. Dengan metode etnografi, data pustaka dilengkapi data lapangan yang diperoleh melalui observasi, partisipasi, dan wawancara mendalam dengan pelaku adat, pemuka masyarakat, budayawan, birokrat, dan biro perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata bahari berpotensi dikembangkan di Banyuwangi dengan memanfaatkan wilayah darat dan laut pelabuhan nelayan Muncar. Beragam destinasi ekowisata bahari tersebut wisatawan mendapatkan pengalaman, hiburan, dan pengetahuan potensi laut dan darat sebagai sumber penghidupan dan hiburan.
ANALISIS SEMIOTIK PIDATO GANJAR PRANOWO PADA PENETAPAN NOMOR URUT CALON PRESIDEN DI KPU Fida Ul Haq, Muhammad; Anoegrajekti, Novi
JURNAL SKRIPTA Vol 10 No 1 (2024): SKRIPTA MEI 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v10i1.5961

Abstract

The 2024 Presidential Election is less than three months away. The Election Commission (KPU) has officially announced the presidential and vice-presidential candidates who will be running in the election. This research aims to uncover the meaning of Ganjar Pranowo's speech, after the announcement of the ballot number by the KPU. The research methodology employs the semiotics analysis of Ferdinand De Saussure, focusing on signifiers and signifieds. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection methods include documentation and literature review. The findings of this research reveal Ganjar Pranowo's explanation of the political phenomena leading up to the Presidential Election. He also calls on all Indonesian citizens to oversee the election process to prevent any irregularities.
CREATIVE PROCESS OF WRITING THE DRAMA SCRIPT KABAYAN NGALANGLANG JAMAN BY ROSYID E. ABBY Trihandayani, Rista; Anoegrajekti, Novi; Yarmi, Gusti
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 10, No 2 (2023): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Faculty of Administrative Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10464884

Abstract

This research aims to gain a profound understanding of the creative process in writing the Kabayan Ngalanglang Jaman drama script by Rosyid E. Abby, using Rhodes' creativity theory, which consists of the 4P framework (person, press, process, and product). The study aims to explore the author's social background and ideology. This study is a qualitative research conducted through content analysis. The research instruments employed for this study were interviews and documentation, designed to collect research data. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this research reveal that the author fulfills all 14 criteria for being a creative person. The author is motivated by both internal and external factors when writing the script. The creative process employed by the author can be divided into three stages: activities before writing, activities during writing, and activities after writing, resulting in the creative steps taken by the author in writing the drama script. The creative product generated by the author also meets three criteria for creative products. Through the creative process, social-cultural background and the author's ideology in writing the Kabayan Ngalanglang Jaman script are identified.
KONSERVASI CERITA SI PITUNG MELALUI PELATIHAN STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MASARAKAT MARUNDA PULO JAKARTA UTARA Siti Gomo Attas; Novi Anoegrajekti; Rizky Wardhani; Ely Rusliawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-PWBU) ini bertujuan untuk melestarikan sastra lisan melalui model pelatihan C berbasis cerita rakyat Si Pitung di Kawasan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Pengabdian ini  bertujuan sebagai upaya konservasi warisan budaya Betawi yang kian tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, terutama generasi muda, dalam pelatihan teknik bercerita (story telling) agar mereka dapat memahami, mengapresiasi dan mewariskan kembali cerita kisah Si Pitung sebagai simbol heroisme, keberanian dan keadilan dalam budaya Betawi. Model Pelatihan story telling  dibagi dalam dua bagian yaitu proses memberi rangsangan para  peserta dengan  sejarah Marunda dan cerita yang berkembang di sekitar Cagar Buday si Pitung, Selanjutnya Para peserta akan dilatih menuliskan kembali cerita si Pitung yang diingat berdasarkan  memori kolektif sebagai warga Marunda yang kental dengan cerita si Pitung. Selanjutnya  para peserta dalam lokakarya menunjukkan interaktif, pendampingan intensif serta simulasi pementasan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyampaikan cerita secara menarik dan berkesan. Hasil dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sastra lisan, memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam mencitai cerita rakyat sebagai kearifan lokal masyarakat Pesisir masyarakat Marunda Pulo.   ABSTRACT The Community Service Program for Excellent Development Areas of the University (PPM-PWBU) aims to preserve oral literature through a storytelling-based training model inspired by the Betawi folk tale of Si Pitung in the Marunda Pulo area, Cilincing, North Jakarta. This program serves as an effort to conserve Betawi cultural heritage, which is increasingly being eroded by modernization. The activity involves local communities, especially the younger generation, in storytelling training so that they can understand, appreciate, and pass down the story of Si Pitung a symbol of heroism, courage, and justice in Betawi culture. The storytelling training model is divided into two parts. The first phase stimulates participants with insights into the history of Marunda and the stories surrounding the Si Pitung Cultural Heritage Site. The second phase trains participants to rewrite the Si Pitung story based on their collective memory as Marunda residents closely connected to the legend. Participants then engage in interactive workshops, intensive mentoring, and performance simulations to enhance their storytelling skills in a captivating and memorable way. The outcomes of this program are expected to increase public awareness of the importance of preserving oral literature, strengthen local cultural identity, and encourage active participation among the younger generation in appreciating folk tales as a form of local wisdom within the coastal community of Marunda Pulo.
UPAYA PELESTARIAN PALEMBANG (ALUS) BEBASO Indah Windra Dwie Agustiani; Siti Gomo Attas; Novi Anoegrajekti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/23n9tc13

Abstract

Bahasa tidak terpisahkan sebagai bagian dari suatu budaya. Palembang memiliki 2 macam bahasa bahasa sari-sari atau bahasa Pasaran dan bahasa alus bebaso. Saat ini masyarakat Palembang cenderung menggunakan bahasa sehari sehari dengan dialek penggunaan ‘O’ seperti apa menjadi apo dan kenapa menjadi ngapo. Tujuan artikel ini untuk membuat pemahaman kepada masyarakat tentang asal usul Bahasa Palembang Bebaso dan menelusuri upaya-upaya yang pernah ada dalam melestarikan Bebaso sampai saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Wawancara dan studi Pustaka digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis dengan cara di deskripsikan untuk dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Palembang Alus bebaso memang tidak dapat terlepas dengan pengaruh pulau Jawa, karena setelah runtuhya kerajaan Demak, bangsawan Demak kembali ke Palembang meneruskan Kesultanan Aria Damar atau Aria Dilla. Kesultanan Palembang terbentuk sehingga penggunaan bahasa jawa dijadikan bahasa resmi kesultanan sehingga terjadilah akulturasi budaya bahasa jawa dan melayu yang membentuk bahasa baru yaitu bahasa alus Palembang atau bebaso (2) Bebaso masih sering dipakai pada tahun 1970-1980 dan menginjak tahun 2000 masyarakat Palembang sangat jarang menggunakannya. (3) Upaya yang pernah ada untuk melestarikan bebaso adalah adanya pertunjukan wayang Palembang, dibuatnya Syair penggiring tari sondok Piyogo dari pihak Kesultanan Palembang Darussalam, adanya lagu lagu daerah seperti Cek Ayu dan Bandel Hakiki, adanya penelitian yang mengusulkan penggunaan Bebaso sebagai muatan lokal, pembuatan kamus Bebaso dan pembuatan buku ilustrasi interaktif tentang Bebaso: Bahasa Palembang Alus untuk anak-anak dan adanya komunitas bahasa daerah di Palembang yang mempelajari Bebaso.
Nilai Religius Pada Cerita Rakyat Buaya Mangap (The Values of Religious in The Folklore of Buaya Mangap) Momon Andriwinata; Zainal Rafli; Novi Anoegrajekti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11245

Abstract

This study aims to describe and explain the value of religious character education in the Buaya Mangap folklore in Serang District, Banten Province. This study uses a qualitative method with an ethnographic study approach. The data were obtained from a collection of folklore obtained from interviews with respondents and other sources from the people of Serang Regency. Data analysis uses descriptive, analysis, and interpretation aspects which are reviewed by triangulation in terms of sources, methods, and theories. The results of the research show that this folklore contains two elements, namely the relationship between God and humans and between humans and fellow humans. The character values that can be internalized in everyday life include: getting used to reading prayers before doing activities, helping each other, and creating harmonization between communities.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter religius dalam cerita rakyat Buaya Mangap di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi etnografi. Data diperoleh dari kumpulan cerita rakyat yang didapatkan dari hasil wawancara kepada responden serta sumber lain dari masyarakat Kabupaten Serang. Analisis data menggunakan aspek deskriptif, analisis, dan penafsiran yang ditinjau secara triangulasi dari sisi sumber, metode, dan teori. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat ini mengandung dua unsur, yakni hubungan antara Tuhan dan manusia dan antara manusia dengan sesama manusia. Adapun nilai karakter yang dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: membiasakan membaca doa sebelum beraktivitas, saling menolong, dan menciptakan harmonisasi antar-masyarakat.
Happiness, social fantasy, and the Indonesian novel Aprinus Salam; Novi Anoegrajekti; Marisa Santi Dewi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v8i1.24498

Abstract

Disinclined to discuss “happiness” in its fundamental context. This study investigates why happiness proves challenging to incorporate as a primary subject in literary works. The prominent focus and originality of this study is the role of happiness concerning the social position, characters, and setting within the narrative structure. Six works: Sitti Nurbaya, Salah Asuhan, Belenggu, Ronggeng Dukuh Paruk, Wasripin dan Satinah, and Bumi Manusia represent storytelling that infrequently portrays happiness. Within these works, a qualitative approach is used in selecting data based on purposive sampling. On the one hand, the analysis requires a conceptual framework on happiness that is grounded in eudaimonia and its subsequent derivative concepts. Eudaimonia translates as “flourishing” or “well-being” and is often equated with living wisely. On the other hand, Žižek’s theory of social fantasy also assists this research by exploring how narratives shape our understanding of the social environment. A fantasy that “teaches us how to desire”. The analysis shows that the characters in those novels have the potential to achieve happiness. Nevertheless, the social fantasy of society (the authors) encounters limitations in identifying a model of happiness, prompting an exploration of religious and/or spiritual dimensions. The situations of happiness are more of a pursuit than a reason. Ultimately, this study contributes to contemporary literary criticism related to happiness and social context. The social structuration lies at the state level, where the dominance of ideological frameworks overlooks the fulfilments of (social) justice, humanity, unity, and even divinity.
Nilai Moral dan Budaya dalam Cerita Rakyat Sakera dari Pasuruan Pradicta Nurhuda; Novi Anoegrajekti; Siti Gomo Attas
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 10, No 2 (2021): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v10i2.4364

Abstract

Sakera was a figure whom the people of Pasuruan loved in his day because he opposed the injustices committed by the Dutch on the workers. However, his struggle to defend the weak turns out his love was betrayed by Brodin who had an affair with his wife. This study aims to (1) describe the moral values in the Sakera folklore, (2) describe the cultural values in the Sakera folklore. This research is a qualitative descriptive study. The data source in this study is the Sakera folklore published on the Pasuruan Regency website. The object of this research is the moral values and cultural values of Sakera folklore. Data collection techniques were carried out by reading and note-taking techniques. Checking the validity of the data used in this study is by diligently reading and taking notes and checking the validity of reference stories through published folklore. The results of this study indicate that (1) the moral values found in the Sakera folklore are (a) the value of tolerance, (b) the value of discipline, (c) the value of hard work, (d) the value of independence, (e) the value of democracy, (f) ) curiosity value, (g) friendly value, (h) social care value, and (i) responsibility value; (2) the cultural values found in the Sakera folklore are (a) philosophical values, (b) the value of patience, (c) the value of togetherness (solidarity), (d) the value of courage, and (e) the value of firm stance. AbstrakSakera merupakan sosok yang sangat dicintai rakyat Pasuruan di zamannya karena dia menentang ketidakadilan yang dilakukan oleh Belanda kepada buruh. Namun, di balik perjuangannya membela kaum lemah, ternyata cintanya dikhianati oleh Brodin yang berselingkuh dengan istrinya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai moral dalam cerita rakyat Sakera, (2) mendeskripsikan nilai budaya dalam cerita rakyat Sakera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Sakera yang dimuat dalam situs laman Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Objek penelitian ini adalah nilai moral dan nilai budaya cerita rakyat Sakera. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan ketekunan membaca dan mencatat serta mengecek kevalidan cerita referensi melalui cerita rakyat yang sudah dipublikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai moral yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai toleransi, (b) nilai disiplin, (c) nilai kerja keras, (d) nilai mandiri, (e) nilai demokratis, (f) nilai rasa ingin tahu, (g) nilai bersahabat, (h) nilai peduli sosial, dan (i) nilai tanggung jawab; (2) nilai budaya yang ditemukan dalam cerita rakyat Sakera adalah (a) nilai filosofis, (b) nilai kesabaran, (c) nilai kebersamaan (solidaritas), (d) nilai keberanian, dan (e) nilai teguh pendirian.
Alihwahana Sastra Berbasis Kearifan Lokal sebagai Media Promosi Inovatif Muhammad Rayhan; Novi Anoegrajekti; Endry Boeriswati; Siti Gomo Attas; Miftahulkhairah Anwar; Siti Ansoriyah; Eva Leiliyanti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.061.03

Abstract

Kearifan lokal merupakan sumber daya budaya yang bernilai tinggi, namun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dalam konteks promosi dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan alihwahana sastra berbasis kearifan lokal sebagai media promosi yang inovatif, khususnya di lingkungan pesantren. Alihwahana dilakukan dengan mentransformasikan bentuk sastra lisan seperti pantun, puisi, dan kutipan lokal ke dalam format visual dan produk kreatif yang bernilai jual, seperti kartu ucapan, kaos, dan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, melibatkan santri dan guru sebagai subjek kreatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alihwahana sastra mampu meningkatkan partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya, sekaligus memperluas fungsi sastra sebagai sarana promosi dan ekspresi identitas. Para peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengemas nilai-nilai lokal ke dalam media visual yang menarik dan komunikatif. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa alihwahana sastra merupakan strategi yang relevan dan potensial dalam menghubungkan kearifan lokal dengan kebutuhan promosi era digital. Konsep ini dapat direplikasi pada komunitas lain untuk mendorong kreativitas berbasis budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.
PEREMPUAN SENI TRADISI DAN PENGEMBANGAN MODEL INDUSTRI KREATIF BERBASIS SENI PERTUNJUKAN Novi Anoegrajekti; Ikwan Setyawan; Heru S.P. Saputra; Sudartomo Macaryus
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 23 No. 1 (2015): ISLAM, BUDAYA DAN PEREMPUAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v23i1.610

Abstract

The absence of government policy in supporting the creative industry practice is a factor inhibiting the development of performing arts in Banyuwangi. Diverse local performing arts which if managed properly can become a crutch for the emergence of creative economy. This study aims at describing the struggles of women in the tradition arts and in conceptualizing  a creative industry model ba-sed on performing arts. The study employed ethnography. The field data were obtained through interviews with the informants. The interpretation of data used a combination of tradition arts, gender, cultural studies, and creative industry perspectives. The results showed that women of tradition arts in general do not rely their livelihoods on art activitiy. They keep trying to develop creative know-ledge embodied in art creation and innovations. Arts institutions have a develop-ment program to maintain quality. The role of the government is manifested in the forms of policies, facilities, activity forums and infrastructural development. The development of Banyuwangi-style performing arts within the framework of the creative industry can support the realization of the creative economy.Copyright (c) 2015 by KARSA. All right reservedDOI: 10.19105/karsa.v23i1.610 
Co-Authors Abdul Latif Bustami Abdullah, Khairul Hafezad Abdullah, St. Nur Fadillah Abu Bakar Ramadhan Muhamad Aceng Rahmat Aceng Rahmat Aceng Rahmat, Aceng Achmad Naufal Irsyadi Agustiani, Indah Windra Dwie Alifiah Nurachmana Almyra Diah Pangestu Anak Agung Gde Raka Andriwinata, Momon Anis Rahmawati Arif Firmansyah Asrumi Asrumi Asrumi Asrumi Asrumi Aulia Fauziah Azmin, Gres Grasia D. Nurfajrin Ningsih Diah Pangestu, Almyra Dian Herdiati Dzulqarnain, M. Iskandar Ekka Nur Islahiyah Ely Rusliawati Endang Caturwati Endry Boeriswati Eva Leiliyanti, Eva Ezik Firman Syah Fida Ul Haq, Muhammad Gomo Attas, Sitti Hanni Miladia Maharani Hanny Rasni Heru S.P. Saputra Heru S.P. Saputra Ifan Iskandar Ihwan Rahman Bahtiar Ikwan Setyawan Ikwan Setyawan, Ikwan Imam Qalyubi Imawati, Endah Irsyadi, Achmad Naufal Izzah, Latifatul Kartikasari Ratih Kusumayanti, Dina Dyah Laha, Rafsanjani Hi. Librilianti Kurnia Yuki Librilianti Kurnia Yuki M. Zamroni Marisa Santi Dewi Miftahulkhairah Anwar Miranti - Misrita Momon Andriwinata Muhammad Kamal Bin Abdul Hakim Muhammad Nur, Kholid Rosyidi MUHAMMAD RAYHAN Munibi, Ahmad Zaki Nando Zikir Mahattir Ninuk Lustyantie Ninuk Lustyantie Nuruddin Nuruddin Pradicta Nurhuda Pusposari, Wulan Putu Ngurah Suyatna Yasa Rafli, Zainal Ratna Dewanti Ratna Dewanti Rendra Wirawan Rizky Wardhani Saifur Rohman Salam, Aprinus Samsi Setiadi Samsi Setiadi Sandi Budiana Sharfuddin Tajuddin Shobrina Imamah, Nurul Siminto Siti Ansoriyah Siti Gomo Attas Siti Syamsiah Renny Tounbama Suci Annisa Caroline Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus, Sudartomo Sunarti Mustamar Sya, Mega Febriani Tantut Susanto Titik Maslikatin Trihandayani, Rista Venus Khasanah Venus Khasanah Venus Khasanah Wardani, Rizki Yarmi, Gusti Yoesoef, M Yosawati, Rezky Alviniyanti Yuliati Eka Asi Zainal Rafli, Zainal