Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Epigallocatechin Gallate (EGCG) Teh Hijau pada Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Afifah, Syafira Hasna; Apriliana, Ety; Setiawan, Gigih; Berawi, Khairun Nisa
Medula Vol 14 No 12 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i12.1446

Abstract

Epigallocatechin gallate (EGCG) is a catechin compound found in green tea and is known for its various health benefits, including antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial activity. Research on the antibacterial effects of EGCG shows that this compound has significant potential in inhibiting the growth of various pathogens, both Gram-positive and Gram-negative bacteria. Gram-positive bacteria, such as Staphylococcus aureus and Streptococcus pneumoniae, are more sensitive to EGCG than Gram-negative bacteria. The antibacterial mechanism of EGCG in Gram-positive bacteria involves disrupting cell membrane integrity and inhibiting biofilm formation, while in Gram-negative bacteria, EGCG can increase the permeability of the outer membrane and increase the penetration efficiency of antibiotics. However, the main challenge in using EGCG against Gram-negative bacteria is the structural barrier present in the outer membrane, which limits the penetration of the compound. The use of EGCG in combination therapy with antibiotics shows great potential in overcoming antibiotic-resistant infections, strengthening antibacterial activity, and reducing side effects. Although EGCG shows promise as an antibacterial therapy, challenges related to bioavailability, stability, and formulation need to be overcome to optimize its potential in the treatment of difficult-to-treat bacterial infections.
Pelatihan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi (Risti) Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Angraini, Dian Isti; Apriliana, Ety; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana; Wijaya, Sofyan Musyabiq
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2532

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah kehamilan berisiko tinggi yang tidak terdeteksi.Antenatal Care (ANC) sangat penting karena selain untuk memeriksakan keadaan ibu dan janin juga untuk medeteksi apabila terdapat risiko-risiko yang mungkin timbul dalam kehamilan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pemutaran video, pembagian leaflet, dan simulasi penggunaan kartu skor poedji rochdjati (KSPR). Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi disertai dengan pembagian leflet dan pemutaran video pada sesi terakhir. Simulasi penggunaan KSPR dengan memberikan skenario kasus sebagai pemicu dan kemudian peserta mengisi langsung KSPR. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2017 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatanpengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Karang Anyar kabupaten Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0%menjadi90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar10%. Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam upaya deteksi dini dan rujukan kasus kesehatan ibu dan anak terutama pada kasus rujukan persalinan dalam rangka kesiapan dan kesiagaan komplikasi bagi ibu dan bayi baru lahir diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak.Kata Kunci: kader, kehamilan resiko tinggi
Screening Pertumbuhan Anak, Edukasi tentang Stunting serta Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Anak pada Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Negeri di Provinsi Lampung dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Anak Indonesia Mutiara, Hanna; Apriliana, Ety; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Utami, Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2538

Abstract

Stunting merupakan kategori status gizi berdasarkan indeks tinggi badanmenurut umuryang menggambarkan kondisi gagal pertumbuhan anak. Stuntingmerupakan refleksimasalah gizi kronis. Pada tahun 2015 sebanyak 23,2%anak balita mengalami stunting. Prevalensinya diIndonesia pada tahun 2013 sebanyak 37,2%. Pada tahun 2017, Indonesia menempati urutan ketigatertinggi di regional Asia Tenggara.Di Indonesia, Provinsi Lampung berada pada urutan ke enamdengan prevalensi 42,6%. Stunting memiliki dampak yang cukup serius, dapat berlanjut, dan mempengaruhi aspek perekonomian. Terdapat banyak faktor risiko terjadinya stunting, beberapa diantaranya dapat dicegah sejak dini. Deteksi dini risiko terjadinya stunting tidak sulit dilakukan, namun belum menjadi prioritas. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan identifikasi dini risiko stunting pada anak serta mencegah terjadinya stunting melalui peningkatan pengetahuan serta pelatihan pemantauan pertumbuhan anak pada orang tua. Telah dilakukan pemeriksaan status gizi pada 82% siswa SDN 6 Jatimulyo, Lampung Selatan. Pada umumnya (71,23%) siswa berada dalam status gizi normal dan berperawakan normal (78,08%). Akan tetapi, masih didapatkan 13,7% berstatus kurus, 2,74% sangat kurus, 20,55% pendek dan 1,37% sangat pendek. Tentu hal ini tidak dapat diabaikan dan perlu dilakukan pemantauan selanjutnya. Cakupan keikutsertaan orang tua atau wali siswa dalam kegiatan edukasi dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak masih rendah (47,19%). Hal ini menggambarkan masih diperlukan peningkatan motivasi dan strategi lain untuk meningkatkan pemahaman dan awareness orang tua dan wali terhadap pertumbuhan anak.
Pelatihan “SHASIBU” bagi Kader Posyandu dalam Upaya Meningkatkan Cakupan Peserta Keluarga Berencana Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongtataan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Carolia, Novita; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety; Warganegara, Efrida; Carolia, Imelda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2794

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang relatif tinggi dapat diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB). Ledakan penduduk akan menyebabkan tidak tersedianya sumber daya makanan dan energi yang cukup sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan KIE mengenai KB dan kontrasepsi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pembagian leaflet dan modul pelatihan, dan simulasi dengan metode role play. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2019 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Gedongtataan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 3,33% menjadi 90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar 10% . Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam melakukan KIE mengenai kontrasepsi pada pasangan usia subur dapat meningkatkan cakupan peserta aktif program KB.Kata Kunci: cakupan KB aktif, kader
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu tentang Buku KIA dalam Rangka Pencegahan Stunting pada Komunitas Agromedicine Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Zuraida, Reni; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Irawati, Nur Ayu Virginia; Nurhayati, Novi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2804

Abstract

Secara nasional, status gizi balita menunjukkan gambaran yang penuh tantangan, seperti terlihat dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, menunjukkan bahwa status gizi buruk dan gizi kurang pada balita lebih tinggi daripada status tersebut pada baduta (bawah dua tahun), yaitu 17,8% dan 14,8% dengan status gizi buruk masing-masing 3,8% dan 3,5%. Persentase gizi buruk tersebut masing-masing meningkat dari 3,4% dan 3,1% (2016), sedangkan pada tahun 2015 3,9% dan 3,2%. Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2 persen, meningkat dari tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau satu dari tiga anak Indonesia. Peran aktif kader besifat penting karena kader mempengaruhi keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang buku KIA dalam rangka pencegahan stunting Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai isi buku KIA dan cara deteksi stunting pada anak balita. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para kader posyandu di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Diharapkan pemberdayaan kader posyandu dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kinerja kader dalam pelayanan posyandu yang optimalKata kunci: Buku KIA. kader posyandu, balita stunting, pemberdayaan
Model IMLEG (Ibu Melek Gizi) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Gizi Seimbang di 1000 Hari Pertama Kehidupan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2945

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global dan nasional serta membawa banyak dampak buruk terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita dengan menerapkan model IMLEG (ibu melek gizi). Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pembuatan modul IMLEG, pendidikan kesehatan berupa pemberian materi dan diskusi interaktif, serta pemberian makanantambahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Kamis tanggal 29 Juli 2021 dan Selasa tanggal 10 Agustus 2021 pada pukul 09.00 sd 14.00. Tempat kegiatan pengabdian ini di PosyanduMuara Putih, Natar, Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah diadakan pendidikan kesehatan yaitu ibu hamil yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0% menjadi  90%; rerata nilai pretes 55,13 naik menjadi 84 saat postes; hasil analisis uji beda didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (p=0,000). Kesimpulan: penerapan model IMLEG untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita terbukti efektif, terutama dalam menerapkan gizi seimbang dalam 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: model IMLEG, stunting, 1000 HPK
Edukasi Risiko Pedikulosis dan Pencegahannya pada Siswi Pesantren dalam Upaya Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Mencegah Penyakit Menular pada Wahana Pendidikan Mutiara, Hanna; Kurniawan, Betta; Apriliana, Ety; Utami, Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3025

Abstract

Pembangunan kesehatan dapat diwujudkan melalui upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu wahana pendidikan yang tersedia adalah sistem sekolah dengan asrama yang akan membantu siswa untuk menjalani pendidikan yang berkesinambungan dan terintegrasi langsung dalam kehidupan keseharianya. Akan tetapi, pada suatu tempat dimana terdapat banyak orang tinggal bersama dapat menjadi salah satu risiko penularan penyakit parasit kosmopolit, yakni penyakit yang disebabkan infestasi parasit tungau, tersering adalah Pediculosis capitis. Pediculosis capitis adalah infeksi kulit atau rambut kepala yang disebabkan oleh Pediculus humanus var capitis. Penyakit pedikolusis kapitis dahulu seringkali dihubungkan dengan kemiskinan atau status sosial ekonomi rendah dan lingkungan yang kumuh, namun kini telah merebak menjadi penyakit kosmopolit yang dapatmenyerang semua tingkat sosial. Terdapat banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain tingkat pengetahuan, personal hygiene buruk, kepadatan tempat tinggal, dan karakteristik individu. Pencegahan penyakit ini terutama dapat dilakukan melalui aplikasi personal higiene yang baik. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan salah satu upaya untuk mencegah penyakit menular pada wahana pendidikan melalui intervensi berupa edukasi risiko pedikulosis dan pencegahannya pada siswi pesantren sehingga terwujud perilaku hidup bersih dan sehat dan mencegah terjadinyapenyakit menular ini pada wahana pendidikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan pelajar pesantren (santriwati) pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan kegiatan ini sinergis dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia mendatang.Kata kunci: Pedikulosis kapitis, penyakit menular, edukasi risiko, personal hygiene, wahana pendidikan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Sekitar Sekolah dalam Rangka Implementasi PHBS Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Suwandi, Jhons Fatriyadi; Apriliana, Ety; Kurniawan, Betta; Mutiara, Hanna; Kartika, Juspeni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3030

Abstract

Sampai saat ini masalah kesehatan khususnya yang disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak sehat masih menempati urutan teratas. Penyakit menular seperti demam berdarah, lebih sering terjadi karena perilaku masyarakat kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, sehingga menjadi tempat perkembangbiakan dan sumber penularan penyakit. Usaha Pencegahan penyakit tersebut harus banyak melibatkan masyarakat, karena erat kaitannya dengan kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat tersebut. Pada saat bersamaan penyakit tidak menular juga sudah mulai meningkat danmenggeser posisi penyakit menular di masyarakat. Berdasarkan analisis situasi yang telah disampaikan, maka permasalahan yang dapat diindentifikasi adalah tingginya angka kejadian beberapa penyakit menular dan tidak menular, implementasi PHBS harus selalu ditingkatkan dalam upaya mencegah timbulnya penyakit, tatanan sekolah sering tidak menjadi fokus upaya promotif dan preventif dan tingkat pengetahuan, sikap dan prilaku masyarakat tidak semua sudah baik. Untuk menyelesaikan permasalahan mitra tersebut, maka disusun tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya di sekitar sekolah tentang penyakit menular dan tidak menular serta cara pencegahannya. Untuk menjawab tujuan pengabdian tersebut maka metode yang digunakan adalah penyuluhan yang dilakukan oleh narasumber sesuai dengan bidangnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Setelah kegiatan penyuluhan dan diskusi selesai serta hasil pre dan post test, para pengabdi yakin bahwa para khalayak sasaran memahmi konsep dasar tentang DBD, cara penanggulangan dirumah, cara pencegahan termasuk pengelolaan TPA serta pada materipenyakit tidak menular memahami definisi penyakit tidak menular (DM da hipertensi), mekanisme timbulnya penyakit, tatalaksana yang harus dilakukan, cara mencegah agar tidak terkena dan jika terkena cara mencegah agar tidak bertambah parah, serta pentingnya makan obat secara teratur dan rutin untuk mengendalikan penyakit tersebut.Kata kunci : penyakit menular, penyakit tidak menular, PHBS, Sekolah
Pemberdayaan Kader Kesehatan Cipadang Dalam Penilaian Status Gizi Ibu Dan Anak Serta Pencegahan Stunting Pada Komunitas Agromedicine Di Desa Cipadang Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Komala, Ramadhana; Nareswari, Shinta; Zuraida, Reni; Sari, Ratna Dewi Puspita; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3052

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dikarenakan kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan yang berdampak pada perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan lebih rentan terkena penyakit kronis ketika masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan sasaran  30 orang kader posyandu. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada responden adalah bentuk penyuluhan/ ceramah.Evaluasi diberikan sebanyak sebanyak dua kali, yakni di awal sebelum kegiatan penyuluhan (pretest) dan di akhir  setelah kegiatan penyuluhan selesai (post test). Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif yang meliputi persentase peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden meningkat pengetahuannya tentang stunting dan penilaian status gizi. Rata-rata skor pengetahuan kader tentang stunting dan penilaian status gizi sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yakni 53,3 ± 17.6 poin dan meningkat setelah penyuluhan yakni 78,6 ± 15,4 poin. Rata-rata peningkatan skor kader dalam kegiatan penyuluhan cukup baik yakni  25,3 ± 2,37 poin. Kegiatan penyuluhan kepada kader perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kader memiliki pemahaman yang baik untuk dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa depan.Keyword : Kader kesehatan, penilaian status gizi, penyuluhan, stunting
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Penyakit Tidak Menular sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes Melitus dan Hipertensi pada Masyarakat Sekitar Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan Suwandi, Jhosn Fatriyadi; Apriliana, Ety; Muatiara, Hanna; Kurniawan, Betta; Kartika, Juspeni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3171

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi masih menduduki peringkat 5 besar PTM di Indonesia. Angka kejadian PTM di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data riskesdas tampak bahwa kepatuhan dalampengobatan, pemeriksaan rutin dan berbagai metode pengendalian masih sangat rendah untuk dilakukan. Berdasarkan analisis situasi disusun tujuan pengabdian untuk menyelesaikan permasalahan, yaitu untukmeningkatkan pengetahuan dan melakukan skrining penyakit tidak menular sebagai upaya deteksi dini DM dan Hipertensi pada masyarakat. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan. Untuk menjawab permasalahan dan memenuhi tujuan  pengabdian tersebut maka metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dan deteksi dini kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah pada peserta penyuluhan. Berdasarkan data hasil pengamatan peningkatan pengetahuan secara umum setelah penyuluhan, Sebagian besar peserta paham pentingnya PATUH untuk penderita PTM dan CERDIK untuk yang belum menderita PTM. Pada skrining pemeriksaan gula darahditemukan adanya kadar gula darah lebih dari 150 mg/dl pada 11,1% peserta dan peningkatan tekanan darah pada 44,4% peserta. Kata kunci: Diabetes Melitus, Lansia, Hipertensi, Penyakit Tidak Menular, Edukasi
Co-Authors Adisti, Fransiska Afifah, Syafira Hasna Agustin, Nur Aini Ahmadi, Peni Alvinasyrah, Alvinasyrah Alvista, Valentina Nancy Ambarwati, Yuli Andi Setiawan Arafah, Aisyah Putri Arai, Masayoshi Ari Wahyuni Aspita Laila Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan, Betta Carolia, Imelda Dian Isti Angraini Dian Septinova Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Efrida Warganegara Efriyan Imantika Fitria Saftarina Frauprades, Kaltihennah Oktavia Giska Tri Putri Hafidah, Hazima Hasna Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hermawan, Alan Ildha Rosendy Kurnianda Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Islamy, Suryadi Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi John Hendri Juliasih, Ni Luh Gede Ratna Karima, Nisa Kartika, Juspeni Khairun Nisa Kurniawan, Diva Ardhana Kurniawaty, Evi Legowo, Ahmad Bambang Madi Hartono Marcellia, Selvi Mayasari, Diana Muatiara, Hanna Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusran Novi Nurhayati, Novi Novita Carolia Nugraha, Ega Nurul Utami Oktafany, Oktafany Oktaryona Trisera Puspita, Ratna Dewi Putra, Muhammad Ferdiansyah Qonita, Adzrok Rahel, Clara Arta Uli Rahmadian, M. Ricky Ramadhana Komala Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Rika Lisiswanti Rito, Hardiansyah Faisal Rodiani, Rodiani Sabila, Ghina Salsabila, Nafila Khansa Saputra, Kurnia Hadi Saputra, Wahyu Agung Dwi Sari, Merry Indah Selawati, Diyah Septia Eva Lusina Septiani, Linda Setiawan, Gigih Shinta Dewi, Brigitta Shinta Nareswari, Shinta Sihaloho, San Maulina Silitonga, Yona Arisena Magdalena Sinaga, Herman Fransiskus Sofyan Musyabiq Wijaya Suharmanto Suryadi Islami Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Suwandi, Jhosn Fatriyadi SYAIFUL BAHRI Tengku Riza Zarzani N Tri Umiana Soleha Tugiyono Tugiyono Utari Gita Mutiara WAWAN ABDULLAH SETIAWAN, WAWAN ABDULLAH Widyastuti Widyastuti Yusran, M