Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sawerigading

Analisis Wujud Kelisanan Kapata Maluku Tengah Abd Rahim; Nursalam Nursalam; Asri Ismail; Asia M
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.978

Abstract

Kapata is an oral literature that reflects the identity of the Maluku community. Kapata, as an oral tradition product, takes the form of engaging texts. This study aims to identify the form of oral speech in Central Maluku. The data collection method identifies the kapata poems by reading and recording data according to the research focus. The data for this research are kapata poems, while the data source is a collection of kapata poems. This research phase includes the process of (1) reduction, (2) presentation, and (3) conclusion. The data analysis theory used is Walter J Ong's theory of oral analysis. The results of the study found that there were nine forms of orality in words, which included (1) additive, (2) aggregative, (3) redundant, (4) conservative, (5) close to human life, (6) agonistic, (7) empathic, (8) homeostatic, and (9) situational. AbstrakKapata merupakan sastra lisan yang menunjukkan identitas masyarakat Maluku. Kapata sebagai produk kelisanan memiliki wujud teks yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wujud kelisanan kapata Maluku Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan identifikasi terhadap syair-syair kapata dengan cara membaca dan mencatat data sesuai fokus penelitian. Data penelitin ini merupakan syair-syair kapata, sedangkan sumber datanya adalah buku kumpulan syair-syair kapata. Tahap penelitian ini meliputi proses (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Teori analisis data yang digunakan menggunakan teori analisis kelisanan Walter J Ong. Hasil penelitian ditemukan ada 9 wujud kelisanan dalam kapata yang meliputi, (1) aditif, (2) agregatif, (3) redundansi, (4) konservatif, (5) dekat dengan kehidupan manusia, (6) agonistik, (7) empatik, (8) homeostatis, dan (9) situasional.