Claim Missing Document
Check
Articles

Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan, Roekhan; Maryaeni, Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Strategi Komunikasi dalam Mengatasi Ketidaktepatan Berbahasa Lisan pada Mahasiswa Penutur Asing: Studi Kasus Mahasiswa Uganda yang Belajar Bahasa Indonesia Ummah, Maslakhatu Nurul; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan; Wahyu P, Gigih Caesar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5017

Abstract

Komunikasi mahasiswa penutur asing adalah proses interaksi yang melibatkan penggunaan bahasa kedua untuk menyampaikan ide, memahami pesan, dan mengatasi kendala berbahasa dalam lingkungan akademik atau sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaktepatan berbahasa lisan pada mahasiswa Uganda, (2) mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda dalam mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan, dan (3) menilai efektivitas strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda untuk mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data utama dalam penelitian adalah wawancara lisan yang direkam dalam bentuk video, kemudian ditranskrip untuk analisis lebih lanjut. Ditemukan tiga hasil utama dalam penelitian ini. Pertama, terdapat ketidaktepatan berbahasa lisan mahasiswa Uganda yang meliputi: (1) ketidaktepatan dalam aspek fonologis, (2) ketidaktepatan dalam aspek sintaksis, dan (3) ketidaktepatan dalam aspek leksikal. Kedua, strategi komunikasi yang digunakan mitra tutur asing meliputi: (1) strategi gerakan tubuh untuk menirukan objek atau peragaan, (2) strategi alih kode, (3) strategi produksi ulang berupa koreksi diri, dan (4) strategi pemanfaatan atau penguluran waktu. Ketiga, penggunaan strategi yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan percakapan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi serta membantu mitra tutur asing lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Indonesia.
Negosiasi Makna dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua: Studi Kasus Penutur Asal Taiwan Gigih Caesar Wahyu P; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan; Maslakhatu Nurul Ummah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta penggunaan negosiasi makna dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua oleh penutur asal Taiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui transkrip video percakapan antara penutur Taiwan dan penutur asli Indonesia. Hasil analisis menunjukkan enam bentuk negosiasi makna, yaitu klarifikasi, konfirmasi ulang, umpan balik, alih kode (code switching), pengulangan, dan penambahan informasi. Bentuk klarifikasi dan alih kode ditemukan sebagai strategi yang paling dominan digunakan. Proses negosiasi makna tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman linguistik, tetapi juga memfasilitasi proses akuisisi bahasa melalui interaksi yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi makna merupakan strategi esensial dalam pemerolehan bahasa kedua. Sehingga hal ini mampu memberikan wawasan penting bagi pembelajar dan pengajar bahasa, khususnya dalam konteks pembelajaran lintas budaya.
Simbol dan Makna Ngerokat Masyarakat Pandhalungan Jember Farghani, Rizki Farizi; Roekhan, Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol dan makna dalam tradisi Ngerokat yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Pandhalungan di Jember. Ngerokat, sebagai tradisi lisan yang melibatkan doa dan harapan untuk keselamatan serta keseimbangan hidup, memiliki pengaruh kuat dari ajaran agama Hindu, Buddha, dan Islam. Meskipun telah dipraktikkan sejak masa kerajaan Majapahit, penelitian mengenai Ngerokat dalam konteks masyarakat Pandhalungan masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk terlibat langsung dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seorang praktisi Ngerokat berusia 73 tahun, Bapak Tris (Muhammad Sholih), serta observasi partisipatif. Proses pengumpulan data melibatkan transkripsi tuturan dari bahasa Pandhalungan (Jawa dan Madura) ke bahasa Indonesia, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi simbol dan makna dalam Ngerokat. Simbol dan makna dalam Ngerokat ini, contohnya seperti simbol kesabaran, simbol keteguhan iman, pengorbanan, dan harapan akan pertolongan Tuhan, serta simbol-simbol lainnya yang nantinya terdapat makna. Simbol-simbol tersebut mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan serta tantangan hidup yang harus dihadapi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai peran tradisi lisan dalam budaya masyarakat Pandhalungan, serta memperkaya kajian dalam ilmu bahasa dan sastra Indonesia.
Fungsi dan bentuk metafora pada Patu Mbojo Maisaroh, Siti; Santoso, Anang; Roekhan, Roekhan
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i4.1070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora konseptual pada Patu Mbojo. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan catat. Teknik baca dilakukan untuk menemukan data-data metafora konseptual pada patu Mbojo. Kemudian teknik catat yaitu mencatat data yang diperoleh dari hasil membaca. Data penelitian diperoleh dari buku Patu Mbojo: Struktur, Konsep Pertunjukan, Proses Penciptaan, dan Fungsi karya Ahmad Badrun. Proses analisis data terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian dan analisis data, serta penarikan simpulan. Metafora konseptual mengungkap tiga jenis utama dalam Patu Mbojo: struktural, orientasional, dan ontologis. Metafora ini memanfaatkan alam, tubuh manusia, dan pengalaman sehari-hari untuk menggambarkan konsep abstrak. Selain estetika, metafora juga menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan, sekaligus menjadi wadah nilai-nilai moral dan edukasi masyarakat Bima-Dompu. Dengan demikian, Patu Mbojo tidak hanya karya sastra, tetapi juga cerminan cara berpikir, nilai, dan kearifan lokal masyarakat.
EXPLORING THE IMPACT OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (CDA) ON ENHANCING 21ST CENTURY TEACHERS’ CRITICAL READING ABILITIES Sari, Cut Purnama; Santoso, Anang; Roekhan, Roekhan; Susanto, Gatut
English Review: Journal of English Education Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v12i1.9125

Abstract

This research aims to investigate the relationship between critical reading abilities and critical discourse analysis (CDA) competencies among future 21st century educators, emphasizing the critical necessity for these educators to possess such skills in today's demanding educational landscape. A sample of 70 prospective teachers was analyzed to determine the interconnection between their abilities in critical reading abilities and CDA, with an exploration into how one skill may influence the other. Additionally, the study examines the role of cognitive style—specifically, field-independent and field-dependent thinking—as a moderating factor in this relationship. Findings indicate a significant positive impact of CDA capabilities on critical reading abilities, suggesting that proficiency in analyzing discourse critically enhances one's ability to read with a critical eye. Furthermore, the study reveals no significant difference in CDA and critical reading abilities between participants categorized as field-independent thinkers versus those identified as field-dependent thinkers. These outcomes highlight the need for further research to explore additional factors that may affect the development of critical reading and discourse analysis skills. The study concludes with a call for educational strategies that integrate both critical reading and CDA competencies, considering the varied cognitive styles of learners. 
Bibliometric Analysis of Character Education in Senior High School Indonesian Textbooks Based on the Merdeka Curriculum Huda, Muhammad Binur; Suyitno, Imam; Pratiwi, Yuni; Roekhan, Roekhan
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5332

Abstract

This study aims to understand the publication trend and research contribution related to character education in Indonesian high school textbooks based on the Merdeka Curriculum from 2015 to 2024. Character education is crucial for student development, and textbooks play a central role. Using bibliometric analysis, the study identified 428 publications from Google Scholar and Scopus, including journal articles, proceedings, reviews, and books. Journal articles dominated with 363 publications, followed by 30 proceedings, 32 books, and three reviews. The study focused on the number of publications and the issues underlying the keyword emergence. While 2023 had the highest number of publications (75), 2018 saw the highest citations (890) and h-index (14), indicating significant influence. The highly cited study "Strategy and Implementation of Character Education in Senior High Schools and Vocational High Schools" had 135 citations. Keyword analysis using VOSviewer revealed that "Indonesian textbook" was the most popular topic, particularly concerning gender representation and basic education. Despite increased productivity, recent publications need higher impact, achievable through improved research quality, appropriate journal selection, online dissemination, collaboration, and scientific community engagement. The focus on gender representation and basic education should be sharpened for inclusive teaching materials and to instill positive values early in Indonesian education. This study provides valuable insights and direction for future research and practice in character education within the Independent Curriculum framework.
Konflik Tokoh sebagai Cermin Problematika Sosial Remaja dalam Antologi Cerpen Piala Di Atas Dangau Karya Siswa SMP Ul Aini, Shofa; Roekhan, Roekhan; Djoko Saryono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konflik tokoh yang muncul dalam antologi cerita pendek Piala Di Atas Dangau untuk melihat cermin problematika sosial remaja. Penelitian ini menggunakan teori struktural dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan atau studi pustaka. Metode analisis data yang gunakan analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga cerpen dari sepuluh antologi cerpen Piala di Atas Dangau yang dirasa paling relevan menggambarkan problematika sosial remaja. Data penelitian ini berupa kutipan teks yang terdapat dalam tiga cerpen tersebut yang mengandung konflik tokoh. Hasil analisis konflik tokoh antara lain adalah adanya konflik internal dan eksternal pada cerpen Langit Jingga Ibu yang mencerminkan problematika remaja berupa (1) tekanan ekonomi keluarga, (2) krisis identitas dan harga diri, dan (3) konflik komunikasi dengan orang tua. Pada cerpen Mutiara di Balik Randengan terdapat konflik internal dan eksternal yang mencerminkan problematika remaja berupa (1) konflik identitas, (2) penolakan keluarga, dan (3) stigma sosial dan perasaan malu. Pada cerpen Suntiang muncul konflik internal dan eksternal yang mencerminkan problematika remaja berupa (1) beban ekonomi keluarga, (2) tekanan peran gender, dan (3) marginalisasi budaya tradisional.
Kearifan Bayan Budiman Melalui Pembelajaran Bermuatan Konservasi Budaya Nugroho, Faizal Hadi; Maryaeni, Maryaeni; Roekhan, Roekhan; Martutik, Martutik
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13413

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi budaya. Namun, pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan Bayan Budiman dan  (2) pembelajaran bermuatan konservasi budaya dan wujud produk konservasi budaya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi praktik pembelajaran, analisis hasil pekerjaan peserta didik, dan studi dokumen. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, lalu disajikan dalam narasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hikayat Bayan Budiman memiliki kearifan pada nilai budaya, sosial, agama, dan pendidikan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa wujud konservasi budaya melalui 25 cerpen terintegrasi hikayat dan 8 cerpen secara eksplisit menyebutkan tokoh-tokoh hikayat sebagai bagian cerpen alih wahana. Konservasi budaya peserta didik menunjukkan hal yang positif dengan berbagai strategi seperti integrasi dan eksplisit, tetapi perlu adanya keberlanjutan supaya peserta didik dapat mengonservasi hikayat ke media yang lain.
Framework Pengembangan Produk Turunan Tape menjadi Tape Kit sebagai Bagian dari Petualangan Rasa dan Wisata Kultura di Desa Banjarsari Berbasis Income Generating Iriaji, Iriaji; Taufani, Agusta Rakhmat; Roekhan, Roekhan; Hamdani, Ardiansyah Yusuf; Nazwa, Venina Nabilla
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i3.9311

Abstract

  Banjarsari Village has superior potential as a center for traditional tape production, but its conventional processing is a challenge in attracting tourists and the younger generation. This research aims to design a framework for the development of tape derivative products into Tape Kits as part of flavor and cultural tourism innovations that are oriented towards increasing community income (income generating). The approach used is qualitative with a case study method, where the community is actively involved through the stages of training in making Tape Kits, assistance in the packaging and marketing process, to the preparation of promotional strategies targeting the tourism sector. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews with local business actors, and visual and narrative analysis of product design and promotional strategies. The results show that Tape Kit has not only succeeded in expanding the appeal of tape as a distinctive souvenir, but is also able to integrate local cultural values in the form of innovative presentations. In addition, the active participation of the community in the production and promotion process also encourages the birth of a sustainable new business ecosystem. This framework is expected to be replicated in other areas that have local culinary potential as a cultural tourism-based economic lever.
Co-Authors - Martutik Abd. Syukur Ibrahim Abduh, Amirullah Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali Abdus Syukur Ghazali Aburizal Sadam Habibi Achmad Komaruddin Agusta Rakhmat Taufani Al Kayyizu Azizin Nisa’ Aldiri Septian Syafiudin Alfarizi, Sutrisno Gustiraja Alfin Ari Indria Kusuma Wardani Amelia Prasasti, Erina Zahwa Anang Santoso Anggi Novitasari Arifin, Aisha Arifa Asri Ismail Astria Prameswari Aulia, Iftitah Rinda Azizatuz Zahro Azizatuz Zahro’ Butsiawan, Eka Derin Aypa Berhama Zega Dewi Ariani Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Eka Butsiawan Ella Rizky Endryanti Elma Excavanti Tamaya Endah Tri Priyatni Farghani, Rizki Farizi Ferdinandus Siki Firdausy Rohmah Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Fuad, Akhmad Dzukaul Gatut Susanto Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Hamdani, Ardiansyah Yusuf Helmi Wicaksono Heri Susanto Heri Suwignyo Hilmiati Ida Sari Rahmawati Imam Suyitno Iriaji Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Lidya Devega Slamet Mahpi Mahpi Maryaeni Maryaeni Maslakhatu Nurul Ummah Maslakhatu Nurul Ummah Mimin Ernawati Minnarika, Tasya Atiqotim Moh. Safii Muakibatul Hasanah Muhammad Binur Huda, Muhammad Binur Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin Nazwa, Venina Nabilla Nita Widiati Nugroho, Faizal Hadi Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurul Laili Rohmatin Nurul Laili Rohmatin Prastio, Bambang Primardiana Hermilia Wijayati Proklawati, Desy Putri, Yusriani Febrian Ramadani Rahman, Aziiz Ali Rina Novia Wahyuningtyas Rizki Farizi Farghani Rosita, Devi Ayu SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH Sari, Cut Purnama Shany, Nadinda Catrine Siti Maisaroh Suhardini Nurhayati Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Sutikno, Nonny Rulisty Putri Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Tamphu, Sainee Thampu, Sainee Ul Aini, Shofa Ulfa Rizqi Putri Ulfa Rizqi Putri Ummah, Maslakhatu Nurul Viga Eka Putri Nurprihardianti Wahyu P, Gigih Caesar Wahyudi Siswanto Wulandari, Indah Astutik Yazid Basthomi Yuni Pratiwi Yustina Sako Yustina Sako