Claim Missing Document
Check
Articles

Pesan Asertif dalam Dokumen Kebijakan Pendidikan Kurikulum Merdeka: Sebuah Tinjauan Isi Wacana Syafiudin, Aldiri Septian; Roekhan , Roekhan; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua pembahasan, yaitu (1) bagaimanakah jenis pesan asertif dalam wacana kebijakan pendidikan tentang kurikulum Merdeka dan (2) bagaimanakah isi pesan asertif dalam kebijakan pendidikan tentang kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif isi. Data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung pesan asertif kebijakan pendidikan. Sumber data penelitian ini adalah wacana KM, meliputi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Permendikbud) dan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Hasil penelitian ini adalah ditemukan empat jenis pesan asertif dalam dokumen kebijakan pendidikan KM, yaitu 21 data pesan asertif informatif, 18 data pesan asertif instruktif, 8 data pesan asertif validatif, 4 data pesan asertif justifikatif. Tidak ditemukan adanya jenis pesan asertif klarifikatif maupun koersif mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan (Kemendikbud dan Kepala BSAKP) merasa cukup jelas dan tegas dalam menyampaikan kebijakannya tanpa harus ada redaksi klarifikasi berupa penjelasan detail ulang. Selain itu, mereka juga lebih mengutamakan pendekatan yang persuasif dan edukatif, daripada menggunakan sanksi ataupun paksaan. Sanksi koersif diganti dengan pilihan kebijakan yang disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan masing-masing. Selanjutnya, ditemukan empat isi wacana utama dalam dokumen kebijakan pendidikan tentang KM, meliputi perihal mengenai (1) penyampaian latar belakang, (2) penyampaian makna tuntutan utama kebijakan, (3) penyebutan keterkaitan dasar hukum (peraturan), dan (4) penyampaian tujuan pendidikan dalam KM. Selain itu, tidak dijelaskannya sanksi dan konsekuensi mengindikasikan bahwa secara eksplisit dampak apabila kurikulum ini tidak dilaksanakan juga tidak ada.
Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan, Roekhan; Maryaeni, Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Strategi Komunikasi dalam Mengatasi Ketidaktepatan Berbahasa Lisan pada Mahasiswa Penutur Asing: Studi Kasus Mahasiswa Uganda yang Belajar Bahasa Indonesia Ummah, Maslakhatu Nurul; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan; Wahyu P, Gigih Caesar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5017

Abstract

Komunikasi mahasiswa penutur asing adalah proses interaksi yang melibatkan penggunaan bahasa kedua untuk menyampaikan ide, memahami pesan, dan mengatasi kendala berbahasa dalam lingkungan akademik atau sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaktepatan berbahasa lisan pada mahasiswa Uganda, (2) mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda dalam mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan, dan (3) menilai efektivitas strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda untuk mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data utama dalam penelitian adalah wawancara lisan yang direkam dalam bentuk video, kemudian ditranskrip untuk analisis lebih lanjut. Ditemukan tiga hasil utama dalam penelitian ini. Pertama, terdapat ketidaktepatan berbahasa lisan mahasiswa Uganda yang meliputi: (1) ketidaktepatan dalam aspek fonologis, (2) ketidaktepatan dalam aspek sintaksis, dan (3) ketidaktepatan dalam aspek leksikal. Kedua, strategi komunikasi yang digunakan mitra tutur asing meliputi: (1) strategi gerakan tubuh untuk menirukan objek atau peragaan, (2) strategi alih kode, (3) strategi produksi ulang berupa koreksi diri, dan (4) strategi pemanfaatan atau penguluran waktu. Ketiga, penggunaan strategi yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan percakapan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi serta membantu mitra tutur asing lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Indonesia.
Negosiasi Makna dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua: Studi Kasus Penutur Asal Taiwan Gigih Caesar Wahyu P; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan; Maslakhatu Nurul Ummah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta penggunaan negosiasi makna dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua oleh penutur asal Taiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui transkrip video percakapan antara penutur Taiwan dan penutur asli Indonesia. Hasil analisis menunjukkan enam bentuk negosiasi makna, yaitu klarifikasi, konfirmasi ulang, umpan balik, alih kode (code switching), pengulangan, dan penambahan informasi. Bentuk klarifikasi dan alih kode ditemukan sebagai strategi yang paling dominan digunakan. Proses negosiasi makna tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman linguistik, tetapi juga memfasilitasi proses akuisisi bahasa melalui interaksi yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi makna merupakan strategi esensial dalam pemerolehan bahasa kedua. Sehingga hal ini mampu memberikan wawasan penting bagi pembelajar dan pengajar bahasa, khususnya dalam konteks pembelajaran lintas budaya.
Simbol dan Makna Ngerokat Masyarakat Pandhalungan Jember Farghani, Rizki Farizi; Roekhan, Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol dan makna dalam tradisi Ngerokat yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Pandhalungan di Jember. Ngerokat, sebagai tradisi lisan yang melibatkan doa dan harapan untuk keselamatan serta keseimbangan hidup, memiliki pengaruh kuat dari ajaran agama Hindu, Buddha, dan Islam. Meskipun telah dipraktikkan sejak masa kerajaan Majapahit, penelitian mengenai Ngerokat dalam konteks masyarakat Pandhalungan masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk terlibat langsung dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seorang praktisi Ngerokat berusia 73 tahun, Bapak Tris (Muhammad Sholih), serta observasi partisipatif. Proses pengumpulan data melibatkan transkripsi tuturan dari bahasa Pandhalungan (Jawa dan Madura) ke bahasa Indonesia, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi simbol dan makna dalam Ngerokat. Simbol dan makna dalam Ngerokat ini, contohnya seperti simbol kesabaran, simbol keteguhan iman, pengorbanan, dan harapan akan pertolongan Tuhan, serta simbol-simbol lainnya yang nantinya terdapat makna. Simbol-simbol tersebut mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan serta tantangan hidup yang harus dihadapi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai peran tradisi lisan dalam budaya masyarakat Pandhalungan, serta memperkaya kajian dalam ilmu bahasa dan sastra Indonesia.
Fungsi dan bentuk metafora pada Patu Mbojo Maisaroh, Siti; Santoso, Anang; Roekhan, Roekhan
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i4.1070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora konseptual pada Patu Mbojo. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan catat. Teknik baca dilakukan untuk menemukan data-data metafora konseptual pada patu Mbojo. Kemudian teknik catat yaitu mencatat data yang diperoleh dari hasil membaca. Data penelitian diperoleh dari buku Patu Mbojo: Struktur, Konsep Pertunjukan, Proses Penciptaan, dan Fungsi karya Ahmad Badrun. Proses analisis data terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian dan analisis data, serta penarikan simpulan. Metafora konseptual mengungkap tiga jenis utama dalam Patu Mbojo: struktural, orientasional, dan ontologis. Metafora ini memanfaatkan alam, tubuh manusia, dan pengalaman sehari-hari untuk menggambarkan konsep abstrak. Selain estetika, metafora juga menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan, sekaligus menjadi wadah nilai-nilai moral dan edukasi masyarakat Bima-Dompu. Dengan demikian, Patu Mbojo tidak hanya karya sastra, tetapi juga cerminan cara berpikir, nilai, dan kearifan lokal masyarakat.
EXPLORING THE IMPACT OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (CDA) ON ENHANCING 21ST CENTURY TEACHERS’ CRITICAL READING ABILITIES Sari, Cut Purnama; Santoso, Anang; Roekhan, Roekhan; Susanto, Gatut
English Review: Journal of English Education Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v12i1.9125

Abstract

This research aims to investigate the relationship between critical reading abilities and critical discourse analysis (CDA) competencies among future 21st century educators, emphasizing the critical necessity for these educators to possess such skills in today's demanding educational landscape. A sample of 70 prospective teachers was analyzed to determine the interconnection between their abilities in critical reading abilities and CDA, with an exploration into how one skill may influence the other. Additionally, the study examines the role of cognitive style—specifically, field-independent and field-dependent thinking—as a moderating factor in this relationship. Findings indicate a significant positive impact of CDA capabilities on critical reading abilities, suggesting that proficiency in analyzing discourse critically enhances one's ability to read with a critical eye. Furthermore, the study reveals no significant difference in CDA and critical reading abilities between participants categorized as field-independent thinkers versus those identified as field-dependent thinkers. These outcomes highlight the need for further research to explore additional factors that may affect the development of critical reading and discourse analysis skills. The study concludes with a call for educational strategies that integrate both critical reading and CDA competencies, considering the varied cognitive styles of learners. 
Bibliometric Analysis of Character Education in Senior High School Indonesian Textbooks Based on the Merdeka Curriculum Huda, Muhammad Binur; Suyitno, Imam; Pratiwi, Yuni; Roekhan, Roekhan
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5332

Abstract

This study aims to understand the publication trend and research contribution related to character education in Indonesian high school textbooks based on the Merdeka Curriculum from 2015 to 2024. Character education is crucial for student development, and textbooks play a central role. Using bibliometric analysis, the study identified 428 publications from Google Scholar and Scopus, including journal articles, proceedings, reviews, and books. Journal articles dominated with 363 publications, followed by 30 proceedings, 32 books, and three reviews. The study focused on the number of publications and the issues underlying the keyword emergence. While 2023 had the highest number of publications (75), 2018 saw the highest citations (890) and h-index (14), indicating significant influence. The highly cited study "Strategy and Implementation of Character Education in Senior High Schools and Vocational High Schools" had 135 citations. Keyword analysis using VOSviewer revealed that "Indonesian textbook" was the most popular topic, particularly concerning gender representation and basic education. Despite increased productivity, recent publications need higher impact, achievable through improved research quality, appropriate journal selection, online dissemination, collaboration, and scientific community engagement. The focus on gender representation and basic education should be sharpened for inclusive teaching materials and to instill positive values early in Indonesian education. This study provides valuable insights and direction for future research and practice in character education within the Independent Curriculum framework.
Optimalisasi Literasi Membaca Soal HOTS Taksonomi Bloom Pada Teks Non Sastra Siswa SMP Wahyuni, Ida Tri; Roekhan, Roekhan; Sulistyorini, Dwi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21749

Abstract

Lack of reading corner facilities, teachers often give questions with the ability to understand and remember, making the literacy ability of reading non-literary texts still low at the level of junior high school grade VIII. The purpose of analyzing and describing students' abilities in working on reading literacy at the level of analyzing, evaluating, and creating. The method used in this study is quantitative with a descriptive approach. The sample in the study amounted to 78. Data collection in this study was in the form of tests, the data in this study were the results of literacy scores reading non-literary texts, and the analysis technique in this study used IBM SPSS statistics 26 starting from the mean, mode, median, highest and lowest values. The results of the study obtained a score of analyzing 76.99 with a high category, a score of evaluating 80.71 with a high category, and creating with a score of 46.79 with a low category. From the results of the study, it is necessary to have reading literacy exercises with the levels of analyzing, evaluating, and creating (C6). Improving students in analyzing abilities is given exercises related to structure and spelling marks. Then at the evaluating level, namely providing practice questions related to assessing correct work, defending an argument, criticizing texts that are right or wrong. Then, at the creation level, increase practice in creating texts, creating creative ideas, and creating titles for non-literary texts.
Expression of Traditional Knowledge in Lingual Units Puger Fishermen's Community, Jember: Antropolinguistic Review Fuad, Akhmad Dzukaul; Santoso, Anang; Pratiwi, Yuni; Roekhan, Roekhan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify and describe the form of local knowledge reflected in language, which is manifested in the lingual units used in speech. Anthropolinguistics is an appropriate method for identifying the correlation between language and the cognitive and knowledge systems possessed by the Puger fishermen community. Lingual units in speech become a database as they become a means of storing, perpetuating and passing on a society's cognitive and knowledge systems. Ethnographic analysis of communication is used to obtain the socio-cultural contextuality behind the speech in the Puger fishermen community. The contextuality behind the birth of speech can provide appropriate ethnosemantic meaning in accordance with the socio-cultural perspective of the community. Ethnosemantic meaning produces a classification system that shows the ability of Puger fishermen to recognize patterns of change and determine patterns of natural phenomena that occur. This classification system is the basis for determining the form of local knowledge of the community. Based on the analysis of lingual data in speech, lingual units were obtained in the form of nouns and verbs in speech which describe the close correlation and intensity of their interaction with the sea. Local knowledge of Puger fishermen can be identified in the form of 1) knowledge about waves, 2) knowledge about water, 3) knowledge about fishing gear, and 4) knowledge about fishing techniques. Mastery of these knowledge determines accuracy and speed in making decisions to safeguard and maintain the continuity of their lives.
Co-Authors - Martutik Abd. Syukur Ibrahim Abduh, Amirullah Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali Abdus Syukur Ghazali Aburizal Sadam Habibi Achmad Komaruddin Agusta Rakhmat Taufani Al Kayyizu Azizin Nisa’ Albaburrahim Aldiri Septian Syafiudin Alfin Ari Indria Kusuma Wardani Anang Santoso Anggi Novitasari Asri Ismail Astria Prameswari Azizatuz Zahro Azizatuz Zahro’ Derin Aypa Berhama Zega Dewi Ariani Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Dwi Listyorini Eka Butsiawan Ella Rizky Endryanti Elma Excavanti Tamaya Endah Tri Priyatni Farghani, Rizki Farizi Ferdinandus Siki Firdausy Rohmah Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Fuad, Akhmad Dzukaul Gatut Susanto Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Hamdani, Ardiansyah Yusuf Helmi Wicaksono Heri Susanto Heri Suwignyo Hilmiati Ida Sari Rahmawati Imam Suyitno Iriaji Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Lidya Devega Slamet Mahpi Mahpi Maryaeni Maryaeni Maslakhatu Nurul Ummah Maslakhatu Nurul Ummah Mimin Ernawati Moh. Safii Muakibatul Hasanah Muhammad Binur Huda, Muhammad Binur Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin Nazwa, Venina Nabilla Nita Widiati Nugroho, Faizal Hadi Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurul Laili Rohmatin Nurul Laili Rohmatin Prastio, Bambang Primardiana Hermilia Wijayati Proklawati, Desy Putri, Yusriani Febrian Ramadani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Fauzia Rahman, Aziiz Ali Rina Novia Wahyuningtyas Rizki Farizi Farghani SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH Sari, Cut Purnama Shany, Nadinda Catrine Siti Maisaroh Suhardini Nurhayati Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Sutikno, Nonny Rulisty Putri Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Ul Aini, Shofa Ulfa Rizqi Putri Ulfa Rizqi Putri Ummah, Maslakhatu Nurul Viga Eka Putri Nurprihardianti Wahyu P, Gigih Caesar Wahyudi Siswanto Wulandari, Indah Astutik Yazid Basthomi Yuni Pratiwi Yustina Sako Yustina Sako