Claim Missing Document
Check
Articles

Rekonstruksi Kreatif Cerita Pendek Menjadi Cerita Mini Dwi Ariana Irawati; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3810

Abstract

Penelitian ini berfokus pada proses rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini, sebuah metode yang memungkinkan peningkatan kreativitas dan kepadatan naratif dalam sastra kontemporer. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik-teknik yang efektif dalam mengkondensasi elemen-elemen cerita pendek tanpa mengurangi esensi dan pesan yang ingin disampaikan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati dan menganalisis berbagai cerita pendek yang telah berhasil diubah menjadi cerita mini yang telah dipilih oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur naratif, tetapi juga kepekaan terhadap nilai estetika dan ritme bahasa. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan menawarkan panduan praktis bagi penulis yang ingin mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan cerita mini yang berdampak dan menggugah.
Pesan Asertif dalam Dokumen Kebijakan Pendidikan Kurikulum Merdeka: Sebuah Tinjauan Isi Wacana Aldiri Septian Syafiudin; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua pembahasan, yaitu (1) bagaimanakah jenis pesan asertif dalam wacana kebijakan pendidikan tentang kurikulum Merdeka dan (2) bagaimanakah isi pesan asertif dalam kebijakan pendidikan tentang kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif isi. Data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung pesan asertif kebijakan pendidikan. Sumber data penelitian ini adalah wacana KM, meliputi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Permendikbud) dan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Hasil penelitian ini adalah ditemukan empat jenis pesan asertif dalam dokumen kebijakan pendidikan KM, yaitu 21 data pesan asertif informatif, 18 data pesan asertif instruktif, 8 data pesan asertif validatif, 4 data pesan asertif justifikatif. Tidak ditemukan adanya jenis pesan asertif klarifikatif maupun koersif mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan (Kemendikbud dan Kepala BSAKP) merasa cukup jelas dan tegas dalam menyampaikan kebijakannya tanpa harus ada redaksi klarifikasi berupa penjelasan detail ulang. Selain itu, mereka juga lebih mengutamakan pendekatan yang persuasif dan edukatif, daripada menggunakan sanksi ataupun paksaan. Sanksi koersif diganti dengan pilihan kebijakan yang disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan masing-masing. Selanjutnya, ditemukan empat isi wacana utama dalam dokumen kebijakan pendidikan tentang KM, meliputi perihal mengenai (1) penyampaian latar belakang, (2) penyampaian makna tuntutan utama kebijakan, (3) penyebutan keterkaitan dasar hukum (peraturan), dan (4) penyampaian tujuan pendidikan dalam KM. Selain itu, tidak dijelaskannya sanksi dan konsekuensi mengindikasikan bahwa secara eksplisit dampak apabila kurikulum ini tidak dilaksanakan juga tidak ada.
Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan Roekhan; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Strategi Komunikasi dalam Mengatasi Ketidaktepatan Berbahasa Lisan pada Mahasiswa Penutur Asing: Studi Kasus Mahasiswa Uganda yang Belajar Bahasa Indonesia Maslakhatu Nurul Ummah; Nurhadi Nurhadi; Roekhan Roekhan; Gigih Caesar Wahyu P
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5017

Abstract

Komunikasi mahasiswa penutur asing adalah proses interaksi yang melibatkan penggunaan bahasa kedua untuk menyampaikan ide, memahami pesan, dan mengatasi kendala berbahasa dalam lingkungan akademik atau sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaktepatan berbahasa lisan pada mahasiswa Uganda, (2) mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda dalam mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan, dan (3) menilai efektivitas strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa Uganda untuk mengatasi ketidaktepatan berbahasa lisan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data utama dalam penelitian adalah wawancara lisan yang direkam dalam bentuk video, kemudian ditranskrip untuk analisis lebih lanjut. Ditemukan tiga hasil utama dalam penelitian ini. Pertama, terdapat ketidaktepatan berbahasa lisan mahasiswa Uganda yang meliputi: (1) ketidaktepatan dalam aspek fonologis, (2) ketidaktepatan dalam aspek sintaksis, dan (3) ketidaktepatan dalam aspek leksikal. Kedua, strategi komunikasi yang digunakan mitra tutur asing meliputi: (1) strategi gerakan tubuh untuk menirukan objek atau peragaan, (2) strategi alih kode, (3) strategi produksi ulang berupa koreksi diri, dan (4) strategi pemanfaatan atau penguluran waktu. Ketiga, penggunaan strategi yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan percakapan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi serta membantu mitra tutur asing lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Indonesia.
Negosiasi Makna dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua: Studi Kasus Penutur Asal Taiwan Gigih Caesar Wahyu P; Nurhadi Nurhadi; Roekhan Roekhan; Maslakhatu Nurul Ummah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta penggunaan negosiasi makna dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua oleh penutur asal Taiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui transkrip video percakapan antara penutur Taiwan dan penutur asli Indonesia. Hasil analisis menunjukkan enam bentuk negosiasi makna, yaitu klarifikasi, konfirmasi ulang, umpan balik, alih kode (code switching), pengulangan, dan penambahan informasi. Bentuk klarifikasi dan alih kode ditemukan sebagai strategi yang paling dominan digunakan. Proses negosiasi makna tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman linguistik, tetapi juga memfasilitasi proses akuisisi bahasa melalui interaksi yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi makna merupakan strategi esensial dalam pemerolehan bahasa kedua. Sehingga hal ini mampu memberikan wawasan penting bagi pembelajar dan pengajar bahasa, khususnya dalam konteks pembelajaran lintas budaya.
Simbol dan Makna Ngerokat Masyarakat Pandhalungan Jember Rizki Farizi Farghani; Roekhan Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol dan makna dalam tradisi Ngerokat yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Pandhalungan di Jember. Ngerokat, sebagai tradisi lisan yang melibatkan doa dan harapan untuk keselamatan serta keseimbangan hidup, memiliki pengaruh kuat dari ajaran agama Hindu, Buddha, dan Islam. Meskipun telah dipraktikkan sejak masa kerajaan Majapahit, penelitian mengenai Ngerokat dalam konteks masyarakat Pandhalungan masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk terlibat langsung dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seorang praktisi Ngerokat berusia 73 tahun, Bapak Tris (Muhammad Sholih), serta observasi partisipatif. Proses pengumpulan data melibatkan transkripsi tuturan dari bahasa Pandhalungan (Jawa dan Madura) ke bahasa Indonesia, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi simbol dan makna dalam Ngerokat. Simbol dan makna dalam Ngerokat ini, contohnya seperti simbol kesabaran, simbol keteguhan iman, pengorbanan, dan harapan akan pertolongan Tuhan, serta simbol-simbol lainnya yang nantinya terdapat makna. Simbol-simbol tersebut mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan serta tantangan hidup yang harus dihadapi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai peran tradisi lisan dalam budaya masyarakat Pandhalungan, serta memperkaya kajian dalam ilmu bahasa dan sastra Indonesia.
Pola Kalimat Bahasa Indonesia pada Suami Bule dalam Interaksi Pasangan Lintas Budaya Indonesia-Paris Putri, Yusriani Febrian Ramadani; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan
MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 6 No 2 (2025): Mei
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/mediasi.v6i2.1594

Abstract

Indonesian sentence patterns of Caucasian husbands in cross-cultural couple interactions are influenced by the first language of their home country. Cross-cultural couples, involving native Indonesian speakers and foreign speakers, provide an overview of the process of how Indonesian is learned, and used in communication by foreign speakers to native speakers. This research uses a qualitative descriptive approach. The data collection technique of this research is through: 1) searching for video data sources, 2) selecting appropriate videos, 3) recording data, 4) identifying data, 5) rechecking, and drawing conclusions. The data source is from TikTok videos of @opiiyn and @opidiparis accounts. The results of this study show that first language influences the acquisition or learning process and the use of Indonesian as a second language of foreign speakers. The first language (B1) of the Caucasian husband (Raf) based on the data obtained through this study is French, which shows a significant influence on the acquisition of the second language (B2), namely Indonesian in daily communication with his wife (Opi). Syntactically, sentence pattern (SPO), noun + adjective, complex conjunction, phonology, mixture of languages in one sentence, and intonation.
Fenomena Post-Trauma Stress Disorder dalam Novel-Novel Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Rahma, Fauzia; Roekhan, Roekhan; Albaburrahim, Albaburrahim
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.18164

Abstract

The phenomenon of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) in the novels of Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie represents a research area that can realistically depict a person's psychological condition. This study aims to describe the types of trauma, causal factors, and literary functions through a psychological literary analysis using a qualitative descriptive method, focusing on the novels di Tanah Lada, White Wedding, and San Francisco by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. The findings of this research indicate that the three protagonists from the three different novels are identified as experiencing PTSD trauma, caused by two factors: psychosocial and sociocultural. Furthermore, the study reveals the literary functions of story development, character development, and event creation. PTSD trauma is marked by exposure to painful or stressful events, the presence of intrusive symptoms following the traumatic events, continuous avoidance of stimuli related to the traumatic experience, and other related symptoms. Psychosocial causal factors include parental deprivation and a pathogenic family structure, while sociocultural factors involve social roles and social changes. The literary functions within the novels include story development, character development, and event creation. These three key themes show that the three different novels by the same author are interconnected, reflecting the psychological abnormalities of PTSD in the lives of the characters.
Kalimat Transformasi Siswa Sekolah Menengah Pertama Nurul Laili Rohmatin; Nurchasanah, Nurchasanah; Roekhan, Roekhan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3447

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan bahasa ibu atau bahasa pertama pada siswa SMP BSS. Hal tersebut, menyebabkan keterampilan berbahasa secara tulis setiap siswa kelas VII dan VIII SMP BSS berbeda-beda. Kemampuan keterampilan berbahasa secara tulis siswa SMP BSS terlihat kurang mampu produksi tulisan dengan minimal tepat penggunaan tanda baca dan kurang mampu memproduksi kalimat transformasi dengan tepat sehingga bahasa tulis siswa SMP BSS kelas VII dan VIII masih tercampur dengan bahasa lisan yang ditemukan dalam karangan siswa. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pola kalimat transformasi yang telah dan belum dikuasai anak pada kelas VII & VIII SMP BSS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BSS. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah crosssectional. Hasil karangan siswa-siswi kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kalimat transformasi secara umum. Kemudian, dikategorikan menjadi kalimat transformasi sematan. Hasil menunjukan bahwa terdapat empat jenis kalimat transformasi sematan, yakni klausa relatif, pelengkap frasa nomina, pelengkap frasa adjektiva, dan pelengkap frasa verba. Karakteristik kalimat transformasi semataan yang sering dijumpai dalam karangan siswa kelas VII dan VII SMP BSS meliputi S+yang, P (FV Intrans/Trans wajib pelengkap + untuk), S+sangat, dan P (FV) + b. berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi refrensi bagi peneliti dengan topik sejenis dan hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan dikembangkan dalam media pembelejaran bagi guru bahasa Indonesia.
Rekonstruksi Kreatif Cerita Pendek Menjadi Cerita Mini Dwi Ariana Irawati; Roekhan, Roekhan; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3810

Abstract

Penelitian ini berfokus pada proses rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini, sebuah metode yang memungkinkan peningkatan kreativitas dan kepadatan naratif dalam sastra kontemporer. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik-teknik yang efektif dalam mengkondensasi elemen-elemen cerita pendek tanpa mengurangi esensi dan pesan yang ingin disampaikan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati dan menganalisis berbagai cerita pendek yang telah berhasil diubah menjadi cerita mini yang telah dipilih oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur naratif, tetapi juga kepekaan terhadap nilai estetika dan ritme bahasa. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan menawarkan panduan praktis bagi penulis yang ingin mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan cerita mini yang berdampak dan menggugah.
Co-Authors - Martutik Abd. Syukur Ibrahim Abduh, Amirullah Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali Abdus Syukur Ghazali Aburizal Sadam Habibi Achmad Komaruddin Agusta Rakhmat Taufani Al Kayyizu Azizin Nisa’ Albaburrahim Aldiri Septian Syafiudin Alfin Ari Indria Kusuma Wardani Anang Santoso Anggi Novitasari Asri Ismail Astria Prameswari Azizatuz Zahro Azizatuz Zahro’ Derin Aypa Berhama Zega Dewi Ariani Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Dwi Listyorini Eka Butsiawan Ella Rizky Endryanti Elma Excavanti Tamaya Endah Tri Priyatni Farghani, Rizki Farizi Ferdinandus Siki Firdausy Rohmah Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Fuad, Akhmad Dzukaul Gatut Susanto Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Hamdani, Ardiansyah Yusuf Helmi Wicaksono Heri Susanto Heri Suwignyo Hilmiati Ida Sari Rahmawati Imam Suyitno Iriaji Istiqomah Nurzafira Kusubakti Andajani Lidya Devega Slamet Mahpi Mahpi Maryaeni Maryaeni Maslakhatu Nurul Ummah Maslakhatu Nurul Ummah Mimin Ernawati Moh. Safii Muakibatul Hasanah Muhammad Binur Huda, Muhammad Binur Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin Nazwa, Venina Nabilla Nita Widiati Nugroho, Faizal Hadi Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurul Laili Rohmatin Nurul Laili Rohmatin Prastio, Bambang Primardiana Hermilia Wijayati Proklawati, Desy Putri, Yusriani Febrian Ramadani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Fauzia Rahman, Aziiz Ali Rina Novia Wahyuningtyas Rizki Farizi Farghani SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH Sari, Cut Purnama Shany, Nadinda Catrine Siti Maisaroh Suhardini Nurhayati Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Sutikno, Nonny Rulisty Putri Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Ul Aini, Shofa Ulfa Rizqi Putri Ulfa Rizqi Putri Ummah, Maslakhatu Nurul Viga Eka Putri Nurprihardianti Wahyu P, Gigih Caesar Wahyudi Siswanto Wulandari, Indah Astutik Yazid Basthomi Yuni Pratiwi Yustina Sako Yustina Sako