Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi literasi dalam pelaksanaan pembelajaran teks puisi Dwi Fikriyah; Roekhan Roekhan; Dwi Sulistyorini
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14053

Abstract

literasi dalam pembelajaran teks puisi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Latar belakang penelitian ini berpijak pada rendahnya capaian literasi membaca siswa berdasarkan hasil PISA dan data Rapor Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, berfokus pada peserta didik kelas X-4. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi telah dilaksanakan secara sistematis pada tiga komponen pembelajaran: materi, kegiatan, dan asesmen. Pada penyampaian materi, guru menggunakan pendekatan multimodal seperti gambar, video, dan teks untuk merangsang emosi serta pemahaman peserta didik terhadap puisi. Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik difasilitasi melalui tahapan pra-menulis, saat-menulis, dan pasca-menulis dengan pendekatan kontekstual dan reflektif. Adapun dalam asesmen, guru menilai puisi berdasarkan orisinalitas ide, struktur, penggunaan bahasa, dan kemampuan presentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran puisi yang terintegrasi dengan literasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan ekspresi peserta didik secara holistik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada model implementasi literasi multimodal dalam pembelajaran puisi berbasis kontekstual di lingkungan sekolah berasrama.
Pemetaan kemampuan literasi membaca teks sastra berdasarkan soal HOTS siswa SMP Ida Tri Wahyuni; Roekhan Roekhan; Dwi Sulistyorini
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14075

Abstract

Salah satu kompetensi literasi dasar adalah literasi membaca dan menulis. Literasi membaca berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama pada kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Peningkatan literasi membaca di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran teks sastra pada jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP di wilayah Lereng Wilis dengan fokus pada kemampuan kognitif tingkat tinggi, meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari hasil tes literasi membaca teks sastra. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP, dengan sampel siswa kelas VIII D SMP 1 Semen, kelas VIII A SMP 2 Semen, kelas VIII A SMP AT-Thulab, dan kelas VIII SMP NU Semen. Instrumen penelitian divalidasi melalui validitas isi, uji reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk memetakan capaian kemampuan literasi membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP tergolong rendah dengan rata-rata skor 52,63. Rata-rata kemampuan menganalisis sebesar 53,24, mengevaluasi sebesar 48,88, dan menciptakan sebesar 46,47. Secara umum, kemampuan literasi membaca siswa pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa pada level berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum berkembang secara optimal.
Transformasi pembelajaran menulis cerpen melalui Chat GPT dan Wattpad Sutrisno Gustiraja Alfarizi; Yuni Pratiwi; Roekhan Roekhan; Sajidah Nur; Deshinta Tungga Devi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14619

Abstract

Artikel ini  bertujuan untuk merumuskan sintaks pembelajaran menulis cerpen berbantuan ChatGPT dan Wattpad yang diselaraskan dengan model kooperatif integratif dan pendekatan CLIL dan mengembangkan kompetensi kreatif, imajinatif melalui pengembangan isi, struktur, dan bahasa cerpen. Pembelajaran cerpen juga memberikan kesempatan siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan pengalaman kehidupan dan pengalaman budayanya. Tujuan tersebut dapat diwujudkan dengan membuat transformasi terhadap pembelajaran cerpen sekaligus dihubungkan dengan konteks kekinian. Metode penelitian ini adalah kajian literatur yang bersifat deskriptif. Transformasi pembelajaran ini memerlukan pemilihan model dan pendekatan yang tepat, seperti model pembelajaran kooperatif dan pendekatan CLIL, yang telah terbukti efektif dalam berbagai studi sebelumnya. Selain itu, guru dapat memanfaatkan teknologi seperti (1) ChatGPT sebagai alat untuk diskusi dan pemantik ide bagi peserta didik saat menulis cerpen, dan (2) Wattpad sebagai platform untuk publikasi karya. Keberadaan kedua produk teknologi ini dalam proses transformasi pembelajaran harus didampingi dengan pembimbingan yang tepat dari guru, yang akan memastikan implementasi sintaks pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Deiksis sebagai Representasi Sifat Dark Triad dalam Buku Kumpulan Cerpen Gres Karya Putu Wijaya Gigih Caesar Wahyu P; Roekhan Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/za5jy204

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya untuk merepresentasikan sifat Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, psikopati). Tujuan penelitian ini adalah 1.) mendeskripsikan ragam deiksis yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya, 2.) mendeskripsikan penggunaan deiksis  yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis dialog untuk menganalisis data berupa deiksis. Teknik dokumentasi meliputi pemilihan buku cerpen karya Putu Wijaya yang relevan, digitalisasi teks cerpen yang sudah dipilih, identifikasi penggunaan deiksis yang mencerminkan sifat Dark Triad, serta analisis data berupa ragam dan penggunaan deiksis pada dialog antar tokoh dalam cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 4 ragam deiksis yang menggambarkan sifat dark triad pada buku kumpulan cerpen Gres. Data berjumlah 28 data deiksis: persona (23 data), sosial (3 data), temporal (1 data), dan spasial (1 data). Deiksis persona menjadi ragam deiksis yang paling sering muncul dalam penelitian kali ini dengan jumlah 23 data, sedangkan sifat machiavelianisme yang digambarkan dalam deiksis menjadi sifat yang paling menonjol dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis tidak hanya berfungsi dalam ujaran, tetapi juga mencerminkan sifat dan karakter tokoh dalam sastra.
FORMS OF LOCAL WISDOM IN THE SPEECH DISCOURSE OF THE PUGER FISHERMEN COMMUNITY, JEMBER Akhmad Dzukaul Fuad; Anang Santoso; Yuni Pratiwi; Roekhan Roekhan; Sainee Thampu
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2025): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v20i2.35734

Abstract

The Puger fisherman in Jember, East Java Province, Indonesia, represents the local community on the south beach of East Java. The open attitude of the Puger fisherman forms unique communication characteristics and is supported by the pendalungan culture, i.e., a melting pot between the Javanese and Madurese cultures. This socio-cultural configuration positions the Puger fishermen as a multilingual and multicultural speech community whose communication practices are shaped by continuous cultural contact and adaptation. This allows communication events to be interpreted beyond the linguistic aspect, as they can be interpreted as a discourse of local wisdom that is full of meaning and values, which had so far escaped the attention of many researchers. In this sense, communication is not merely a medium for transmitting information but functions as a cultural practice that embodies social norms, identity construction, and collective knowledge. This article describes the communication wisdom of the Puger fisherman, which describes the form and value system in communication among them. The authors employed ethnographic communication methods based on speech obtained through observation and direct involvement in the communication events. This process produced recorded data, which was then reduced into speech data representing wisdom in communication. The results of data reduction were then analyzed using SPEAKING, which resulted in the classification of speech based on domain, theme, and socio-cultural aspects, which were present in the communication event. From this classification system, the authors can find the local wisdom of the Puger fishermen in their communication. The analytical focus on Hymes’ SPEAKING framework enables a comprehensive interpretation of communication as situated action shaped by setting, participants, purposes, norms, and genres. The communication wisdom of the Puger fisherman was represented by their lingual aspects and value systems. Lingual aspects were represented in their straightforward structure and diction, choice of language variations, and communication patterns. Meanwhile, local wisdom at the value system level was represented in language impressions; prohibitions on njangkar, njambal, and mapas; as well as intonation and gestures in communication. These features demonstrate how linguistic choices and communicative behavior are systematically governed by culturally embedded principles of respect, hierarchy, solidarity, and social harmony. The fishermen community’s communication patterns form wisdom in the discourse structure, contributing to how they plan their decisions and communicate their strategies to prevent social vulnerability and manage conflicts.
Communication Strategies in Delivering Educational Messages on Song Lyrics “Lamunan” and “Lestari” Eka Butsiawan; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 6 (2024): Journal of Pedagogi - December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/jpst3346

Abstract

This research focuses on two songs by Wahyu F. Giri, "Lamunan" and "Lestari," which are popular on various music platforms. The study aims to explore the communication strategies used to convey educational messages in the song lyrics. Employing a pragmatic approach, the research analyzes the lyrics through observation and qualitative methods. The findings reveal that "Lamunan" delivers messages of loyalty, patience, love, and self-reflection, while "Lestari" emphasizes natural beauty, eternal love, loyalty, and tranquility. The communication strategies identified include repetition, audience recognition, factual delivery, and persuasion. These strategies enhance the songs' appeal and effectively impart educational values. Beyond their musicality, the songs teach listeners to appreciate relationships, the beauty of nature, and the pursuit of happiness. This study highlights how music can serve as a medium for education, embedding important values within engaging and emotionally resonant content, making it both enjoyable and meaningful for listeners.
Problematika Mahasiswa dalam Berkomunikasi Tulis Terhadap Dosen Sebuah Kajian Kesantunan Berbahasa Ida Tri Wahyuni; Gatut Susanto; Martutik; Roekhan
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i1.13088

Abstract

Abstrak: Problematika mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen terdapat kalimat yang melanggar aturan dalam berbahasa. Tujuan penelitian ini mengkaji problematika yang dihadapi mahasiswa dengan mengidentifikasi ragam bahasa mahasiswa akademisi dari segi pemilihan kalimat, emoji, dan tanda baca saat untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.  Data dalam penelitian adalah bukti chat mahasiswa kepada dosen yang mengandung problematika kesantunan dalam berbahasa virtual di Whatsapp. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh jenjang sarjana saat berkonsultasi skripsi dan penanggung jawab mata kuliah. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak atau pengamatan dan teknik catat yang diberikan kode. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 5 data problematika penggunaan kalimat dalam pesan mahasiswa yang terbagi, dua data problematika penggunaan tanda baca dalam pesan mahasiswa.
Kearifan Bayan Budiman Melalui Pembelajaran Bermuatan Konservasi Budaya Faizal Hadi Nugroho; Maryaeni Maryaeni; Roekhan Roekhan; Martutik Martutik
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13413

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi budaya. Namun, pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan Bayan Budiman dan  (2) pembelajaran bermuatan konservasi budaya dan wujud produk konservasi budaya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi praktik pembelajaran, analisis hasil pekerjaan peserta didik, dan studi dokumen. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, lalu disajikan dalam narasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hikayat Bayan Budiman memiliki kearifan pada nilai budaya, sosial, agama, dan pendidikan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa wujud konservasi budaya melalui 25 cerpen terintegrasi hikayat dan 8 cerpen secara eksplisit menyebutkan tokoh-tokoh hikayat sebagai bagian cerpen alih wahana. Konservasi budaya peserta didik menunjukkan hal yang positif dengan berbagai strategi seperti integrasi dan eksplisit, tetapi perlu adanya keberlanjutan supaya peserta didik dapat mengonservasi hikayat ke media yang lain.
Analisis Kemampuan Membaca Kritis-Kreatif Siswa Kelas 9 MTSN 4 Sidoarjo terhadap Teks Cerita Inspiratif Bertema Lingkungan Annestiana Handini; Yuni Pratiwi; Roekhan Roekhan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6111

Abstract

Kemampuan membaca kritis dan membaca kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena mendukung kemampuan siswa dalam memahami, mengevaluasi, serta menghasilkan gagasan berdasarkan teks yang dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis, kemampuan membaca kreatif, serta membandingkan kedua kemampuan tersebut pada siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo terhadap teks cerita inspiratif bertema lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes membaca kritis dan membaca kreatif yang telah melalui validasi ahli (expert judgment). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan distribusi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa memperoleh rata-rata 79,94 dengan kategori baik, sedangkan kemampuan membaca kreatif memperoleh rata-rata 74,46 dengan kategori baik. Indikator membaca kritis tertinggi terdapat pada kemampuan mengidentifikasi fakta dan opini (97,50), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengevaluasi nilai dan pesan teks (62,50). Pada membaca kreatif, indikator tertinggi terdapat pada kemampuan menghubungkan teks dengan realitas lingkungan (76,02), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengembangkan ide baru dari teks (73,53). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa lebih tinggi dibandingkan kemampuan membaca kreatif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk memperkuat dimensi membaca kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks cerita inspiratif bertema lingkungan.
Expression of Traditional Knowledge in Lingual Units Puger Fishermen's Community, Jember: Antropolinguistic Review Akhmad Dzukaul Fuad; Anang Santoso; Yuni Pratiwi; Roekhan Roekhan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.5883

Abstract

This research aims to identify and describe the form of local knowledge reflected in language, which is manifested in the lingual units used in speech. Anthropolinguistics is an appropriate method for identifying the correlation between language and the cognitive and knowledge systems possessed by the Puger fishermen community. Lingual units in speech become a database as they become a means of storing, perpetuating and passing on a society's cognitive and knowledge systems. Ethnographic analysis of communication is used to obtain the socio-cultural contextuality behind the speech in the Puger fishermen community. The contextuality behind the birth of speech can provide appropriate ethnosemantic meaning in accordance with the socio-cultural perspective of the community. Ethnosemantic meaning produces a classification system that shows the ability of Puger fishermen to recognize patterns of change and determine patterns of natural phenomena that occur. This classification system is the basis for determining the form of local knowledge of the community. Based on the analysis of lingual data in speech, lingual units were obtained in the form of nouns and verbs in speech which describe the close correlation and intensity of their interaction with the sea. Local knowledge of Puger fishermen can be identified in the form of 1) knowledge about waves, 2) knowledge about water, 3) knowledge about fishing gear, and 4) knowledge about fishing techniques. Mastery of these knowledge determines accuracy and speed in making decisions to safeguard and maintain the continuity of their lives.
Co-Authors - Martutik Abd. Syukur Ibrahim Abdi Galih Firmansyah Abduh, Amirullah Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali, Abdul Syukur Abdus Syukur Ghazali Aburizal Sadam Habibi Achmad Komaruddin Agusta Rakhmat Taufani Akhmad Dzukaul Fuad Akhmad Dzukaul Fuad Al Kayyizu Azizin Nisa’ Aldiri Septian Syafiudin Alfin Ari Indria Kusuma Wardani Anang Santoso Anggi Novitasari Annestiana Handini Asri Ismail Astria Prameswari Azizatuz Zahro Azizatuz Zahro’ Azizatuz Zahro’ Derin Aypa Berhama Zega Deshinta Tungga Devi Dewi Ariani Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Dwi Fikriyah Dwi Listyorini Eka Butsiawan Ella Rizky Endryanti Elma Excavanti Tamaya Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Endryanti, Ella Rizky Faizal Hadi Nugroho Farghani, Rizki Farizi Ferdinandus Siki Firdausy Rohmah Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Fuad, Akhmad Dzukaul Gatut Susanto Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Habibi, Aburizal Sadam Hamdani, Ardiansyah Yusuf Helmi Wicaksono Heri Susanto Heri Susanto Heri Suwignyo Hilmiati Ida Sari Rahmawati Ida Sari Rahmawati, Ida Sari Ida Tri Wahyuni Imam Suyitno Iriaji Istiqomah Nurzafira Komaruddin, Achmad Kusubakti Andajani Lidya Devega Slamet Mahpi Mahpi Mahpi, Mahpi Martutik Maryaeni Maryaeni Maslakhatu Nurul Ummah Maslakhatu Nurul Ummah Mimin Ernawati Moh. Safii Muakibatul Hasanah Muhammad Binur Huda, Muhammad Binur Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin Nazwa, Venina Nabilla Nisa’, Al Kayyizu Azizin Nita Widiati Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurul Laili Rohmatin Nurul Laili Rohmatin Prameswari, Astria Prastio, Bambang Primardiana Hermilia Wijayati Proklawati, Desy Putri Malinda Nurul Faizah Putri, Yusriani Febrian Ramadani Rahman, Aziiz Ali Rina Novia Wahyuningtyas Rina Novia Wahyuningtyas, Rina Novia Rizki Farizi Farghani SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH Sainee Thampu Sajidah Nur Sako, Yustina Sari, Cut Purnama Shany, Nadinda Catrine Siti Maisaroh Slamet, Lidya Devega Suhardini Nurhayati Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Sutikno, Nonny Rulisty Putri Sutrisno Gustiraja Alfarizi Suyono Suyono Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Tamaya, Elma Excavanti Tamphu, Sainee Ul Aini, Shofa Ulfa Rizqi Putri Ulfa Rizqi Putri Ummah, Maslakhatu Nurul Viga Eka Putri Nurprihardianti Wahyu P, Gigih Caesar Wahyudi Siswanto Wahyudi Siswanto Wardani, Alfin Ari Indria Kusuma Wicaksono, Helmi Wulandari, Indah Astutik Yazid Basthomi Yuni Pratiwi Yustina Sako