Claim Missing Document
Check
Articles

Initial Ability in Online Learning Process of Elementary School Teachers; Case Studies in Riau Province Radeswandri Radeswandri; Rian Vebrianto; Mery Berlian; Musa Thahir; Cahyani Elvira
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.8901

Abstract

AbstractThis study describes the initial ability of teachers in carrying out online learning activities. This research was conducted through survey research involving 154 elementary school teachers in Pelalawan and Rengat Regencies, Riau Provinces as the research samples were taken by purposive sampling. Research data were obtained through a survey using google forms and distributed via WhatsApp. Data analysis was carried out descriptively and inferentially using SPSS version 26. Based on the data analysis, it was identified that 97 teachers (63%) choose a combination learning model between offline and online as the most frequently learning model used during the covid-19 pandemic. In carrying out the learning process, 93 teachers (60.4%) chose schools as teaching locations. Regarding the quality of the internet in schools, 110 teachers (71.4%) assessed that the quality of the internet in schools was good and could support learning activities. Furthermore, teachers also apply various ways of teaching online learning, for example, 50 teachers (32.5%) choose to provide interactive material through online media and 45 teachers (29.2%) ask students to learn to use textbooks and give assignments to students in the form of assignments on worksheets, projects, books, etc. The main obstacle for teachers during online learning is that they find it difficult to observe student progress and have difficulty communicating with parents. The efforts made by teachers to adapt online learning is by providing materials/tasks and establishing basic competencies according to student needs.Keywords: teacher ability, online learning, covid-19 pandemic. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan kemampuan awal guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran online. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian survei yang melibatkan 154 guru SD di Kabupaten Pelalawan dan Rengat, Provinsi Riau sebagai sampel penelitian yang diambil secara purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui survei menggunakan google form dan disebarluaskan melalui WhatsApp. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa 97 guru (63%) memilih model pembelajaran kombinasi antara offline dan online sebagai model pembelajaran yang paling sering digunakan selama masa pandemi covid-19. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, 93 guru (60,4%) memilih sekolah sebagai lokasi mengajar. Terkait dengan kualitas internet yang ada di sekolah, 110 guru (71,4%) menilai bahwa kualitas internet yang ada di sekolah sudah baik dan dapat mendukung kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, guru juga menerapkan berbagai cara dalam mengajar pembelajaran online, misalnya 50 guru (32,5%) memilih memberikan materi interaktif melalui media online dan 45 guru (29,2%) meminta siswa belajar menggunakan buku teks dan memberikan tugas kepada siswa berupa tugas pada LKS, proyek, buku, dan lain-lain. Kendala utama guru selama pembelajaran online adalah mereka menemukan kesulitan dalam mengamati perkembangan siswa dan kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang tua. Adapun upaya yang dilakukan guru untuk menyesuaikan pembelajaran online adalah dengan menyediakan materi/tugas dan menetapkan kompetensi dasar sesuai kebutuhan siswa.Kata kunci: kemampuan guru, pembelajaran online, pandemic covid-19.
Pemetaan Literasi Lingkungan pada Materi Pencemaran Lingkungan Mery Berlian; Rian Vebrianto; Adisti Yuliastrin; Silvina Efendi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2023.14(1).47-53

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat literasi lingkungan siswa. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh hasil test terkait kemampuan literasi lingkungan siswa. Metodologi pada penelitian ini menggunakan metode survey yang melibatkan siswa 60 siswa SMP kelas 8 yang diambil secara random (acak). Instrumen yang digunakan berupa soal literasi lingkungan yang disebarkan melalui gform. Data yang didapatkan di analisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa jumlah subjek sebanyak 64 siswa kelas 8 SMP yang terdiri dari 39 perempuan dan 25 laki-laki. serta terdiri dari 4 suku yaitu melayu, minang, batak dan jawa. Berdasarkan hasil survey juga diketahui bahwa rata-rata kemampuan literasi lingkungan siswa yaitu dalam kategori baik dengan skor 7,6 yang dapat dijelaskan secara terperinci yaitu konstrak Kompetensi lingkungan 7,8 (baik), konstrak Pengetahuan lingkungan 7,6 (baik), konstrak Sikap terhadap lingkungan 7,3 (baik). Rekomendasi dari penelitian ini adalah masih perlu ditingkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa dan para guru dapat menggunakan instrument yang sudah digunakan ini.
Development of a Qr Code-Based Student Worksheet in the Course of Media and Learning Resources Development to Improve Digital Literacy Nurhasnawati Nurhasnawati; Zarkasih Zarkasih; Zelly Putriani; Mery Berlian; Rian Vebrianto
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 11, No 1 (2023): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v11i1.17115

Abstract

This article is based on the limited number of reading materials and instructions in using a laboratory facility, so the development of media and learning resources is important to be updated using the encyclopedia and videos as the learning resources in the form of QRCode. Therefore, this article aimed to develop media and learning resources by using a QRCode to improve digital literacy. This article used the Plomp model consisting of problem identification and analysis phase, development and prototyping phase, and assessment phase. The data were collected by distributing an online questionnaire and analyzed by using the descriptive-quantitative method. Based on this development study QR Code-based student worksheets fulfilled the practicality of 83.40% in the ‘practical’ category and the effectiveness seen from the score of the students’ literacy skills of 78.89% in the “Good/ Effective” category. The implication of this study is producing a product with a novelty and can be a reference for conducting effective and efficient learning.
Development study usage evaluation LKPD based inquiry learning Mery Berlian; Rian Vebrianto; M. Alfikri Romadan; Radeswandri Radeswandri
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 10, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v10i2.55739

Abstract

Student worksheets (LKPD) are teaching material sheets that contain tasks that are arranged mathematically according to the level of knowledge and age of students in easy-to-understand language, so that they can study independently with a little help and guidance from the teacher. With the many uses of these teaching materials, this study aims to evaluate the use of student worksheets among students as a means of education and promotion. The research method used in this research is development research using the 4D model but only limited to the response test or evaluation of the use of LKPD. The research was conducted by involving 35 students from various study programs. The data collection tool used is an online questionnaire consisting of 5 constructs with 27 questions related to evaluating the use of LKPD. The collected data were then analyzed using SPSS version 23.00 for windows. The results showed that the students' evaluation of the use of LKPD in the five constructs had an average of 3.98 in the good category. Recommendations for further research are that it is necessary to conduct an initial study first to test the effectiveness of using inquiry learning based worksheets.
Analisis Kesan Program Inservice Training Implementasi Pembelajaran Daring Bagi Guru Di Masa Pandemi Mery Berlian; Susilawati; Rian Vebrianto; Musa Thahir; Radeswandri Radeswandri
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3700

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menganalisis kesan guru terhadap program inservice training yang telah dilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Peserta yang mengikuti program pengabdian terdiri dari 25 orang guru di SMA Negeri 1 Ujung Batu. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS versi 26 for windows. Penilaian kesan program pengabdian terdiri dari 3 konstruk yang mana hasil dari konstruk materi diperoleh rata-rata 4.21 dengan kategori baik, konstruk penyampaian materi diperoleh rata-rata 4.36 dengan kategori baik dan konstruk diskusi/ tanya jawab diperoleh rata-rata 3.07 dengan kategori baik. Sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa program inservice training implementasi pembelajaran daring bagi guru di masa pandemi memiliki kesan yang baik bagi peserta
Pengembangan LKPD IPA Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains: Systematic Literature Review Mery Berlian; Dindawini Salsabilla; Diniya Diniya; Kholid Junaidi; Rian Vebrianto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122467322023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis literatur terkait dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) mengetahui Lembar Kerja Peserta Didik yang dapat mengukur keterampilan proses sains siswa; 2) mengetahui materi serta tingkatan pendidikan yang diteliti pada Lembar Kerja Peserta Didik untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memudahkan peneliti dalam memperoleh literature yang layak untuk dianalisis terkait dengan judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Metode dari penelitian ini yaitu menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yaitu metode yang terdiri dari 4 langkah antara lain Identification, Screening, Eligibility dan Included. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh sebanyak 6 literature yang layak untuk dianalisis. Hasil analisis artikel ini antara lain; 1) Ada beberapa macam LKPD IPA yang dapat mengukur keterampilan proses sains antara lain, Inkuiri Terbimbing, Learning Cycle 7E, Contextual Teaching and Learning (CTL), Nature of Science, Discovery Learning dan Inkuiri Terbimbing. 2) Materi yang banyak digunakan dalam pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu Pencemaran Lingkungan sebesar 49%. Tingkatan Pendidikan yang banyak digunakan dalam pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu SMP sebesar 67%.
Pengembangan LKPD IPA Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains: Systematic Literature Review Mery Berlian; Dindawini Salsabilla; Diniya Diniya; Kholid Junaidi; Rian Vebrianto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122467322023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis literatur terkait dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) mengetahui Lembar Kerja Peserta Didik yang dapat mengukur keterampilan proses sains siswa; 2) mengetahui materi serta tingkatan pendidikan yang diteliti pada Lembar Kerja Peserta Didik untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memudahkan peneliti dalam memperoleh literature yang layak untuk dianalisis terkait dengan judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Metode dari penelitian ini yaitu menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yaitu metode yang terdiri dari 4 langkah antara lain Identification, Screening, Eligibility dan Included. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh sebanyak 6 literature yang layak untuk dianalisis. Hasil analisis artikel ini antara lain; 1) Ada beberapa macam LKPD IPA yang dapat mengukur keterampilan proses sains antara lain, Inkuiri Terbimbing, Learning Cycle 7E, Contextual Teaching and Learning (CTL), Nature of Science, Discovery Learning dan Inkuiri Terbimbing. 2) Materi yang banyak digunakan dalam pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu Pencemaran Lingkungan sebesar 49%. Tingkatan Pendidikan yang banyak digunakan dalam pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu SMP sebesar 67%.
Penilaian dan Evaluasi Media Flipbook Digital Berbasis Pendekatan STEAM dengan Instruksional ADDIE pada Materi Keseimbangan Ekosistem Ririn Novelina; Herlinda Herlinda; Rian Vebrianto; Aramudin Aramudin; Mery Berlian
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1099

Abstract

Era abad 21 seperti saat ini kian berkembang membuat media semakin berinovasi sesuai saat ini industri 4.0. perkembangan teknologi merupakan suatu hal yang wajib untuk diterapkan, agar siswa mampu berkembang sesuai dengan kompetensi abad 21. Maka penelitian ini menilai dan mengevaluasi media flipbook digital berbasis pendekatan STEAM dengan instruksional ADDIE pada materi keseimbangan Ekosistem. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Research and Development (RnD). Penelitian ini melibatkan 5 pakar memvalidasi media tersebut menggunakan instrumen validasi media. Menilai praktikalitas menggunakan instrumen praktikalitas media, untuk melihat keefektifan media tersebut dengan melibatkan 30 orang siswa dan 15 guru sesuai dengan keilmuan data. Pengumpulan data dengan pertemuan langsung. Data dianalisis menggunakan spss secara deskriptif untuk mengembarkan hasil dari penilaian media tersebut. Hasil dari penelitian validasi media diketahui 4,15 dengan kategori baik, sedangkan untuk isntrumen praktikalitas guru diketahui 4,23 dengan kategori sangat baik dan siswa 4,13 kategori baik. diharapkan media flipbook digital berbasis pendekatan STEAM dengan instruksional ADDIE media flipbook layak untuk dijadikan referensi oleh guru tingkat sekolah dasar dalam pembelajaran IPA terutama pada materi keseimbangan ekosistem, untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa dan keterampilan kreatifitas siswa.
Student entrepreneurial skills in facing ASEAN Economic Community: A case study at Universitas Terbuka, Indonesia Iqbal Miftakhul Mujtahid; Mery Berlian; Rian Vebrianto; Musa Thahir
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i4.25653

Abstract

As part of the skills demographic bonus towards ASEAN Economic Community (AEC), student preparation still needs to be improved, especially in entrepreneurship skills. The purpose of this research is to find out the entrepreneurial abilities of Universitas Terbuka students and how to improve these abilities. This research was conducted through a mixed methods design consisting of two survey research designs that aim to clearly map and make recommendations from students regarding entrepreneurial skills. This research involved 730 students at the Universitas Terbuka, Indonesia. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation which were then analyzed descriptively and inferentially. The results of the study showed that: i) Students’ entrepreneurial abilities are categorized as good; and ii) Gender affects students’ entrepreneurial abilities. Therefore, it needs support and concrete steps from stakeholders in welcoming the AEC. There are several necessary steps carried out by faculty leaders and the chancellor so that students have the desire to develop an entrepreneurial spirit, including: by conducting regular monitoring and evaluation of Universitas Terbuka students, providing reward and punishment and equal justice without discrimination and providing training in accordance with their fields, giving permission to continue studies and provide training that can support good performance by coordinating and evaluating work.
Scracth E-Modul: Inspecting Expert Validation Yovita Yovita; Mery Berlian; Desi Nori Sahputri; Rian Vebrianto; Dilva Hardila; Musa Thahir
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3070

Abstract

Learning that is obtained quickly is always associated with technological developments. Scratch is a simple coding application that can be used in learning systems. This study aimed to analyze the validity of a Scratch-based E-Module learning media on the earth and the universe for grade 5 elementary schools, making the learning process more meaningful. This study used a research and development (RD) design with a quantitative descriptive approach where experts assessed the learning media that has been developed. The experts involved in this study were 9 people, including five lecturers and four certified teachers. Data were obtained using a validity test instrument to assess the E-module learning media that has been developed through meetings and explanations on how this learning media is operated, then, the experts filled the instrument out through the Google form prepared by researchers. Data were analyzed using SPPS version 23 and presented descriptively. The results show that the Scratch-Based E-Module has a validity value of 77% with very valid criteria. This demonstrates that the Scrach-Based E-Module is credible and useful for education, as stated by experts in the field. This Scratch-Based E-Module can therefore be implemented. Educators and scholars alike can benefit from this Scratch-Based E-Module.