p-Index From 2021 - 2026
6.117
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kandungan Nutrisi Black garlic Hasil Pemanasan dengan Waktu Berbeda: Nutrition content of Black garlic heated in different times Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana; NURHAYATI, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.963 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v22i1.6471

Abstract

Garlic as feed additives have been widely used to increase animals performance due to it can help absorption process of nutrients so that it can spur animal growth and produce healthy products. Garlic is crushed or damaged easily and when is broken, some of these bioactive sulfur components produce a strong pungent odor. Black garlic is fresh garlic that has been fermented for a period of time. Black garlic is formed through heating and causing the garlic turn to black because of its browning compounds. Black garlic does not exude a strong off-flavor, like fresh garlic because of changes to the compound allicin, which is responsible for its odor. The study was done to measure the nutritional content on black garlic based on different times of heat treatment at 600C. The research design was complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were time of heating; P0 (control, 0 day), P1 (15 days), P2 (30 days) and P3 (45 days) 500 g each. Parameters were moisture content, crude protein, ash, fat and carbohydrate. Data were analysed by analysis of variance, the significant effects were tested by Duncan’s multiple range test. To determine the best time of heating would be tested by Polynomial orthogonal. The results showed that different times of heat treatment significantly (P<0.05) affect nutrition of black garlic. Fifteen days of heating significantly incease moisture content but the moisture content decreased when heating was longer such as for 30 and 45 days. Longer time of heating increased significantly (P <0.05) the protein and fat content of black garlic, while the carbohydrate content significantly decreased (P <0.05). Polynomial orthogonal test resulted that the heating of garlic at 600C for 17 days gives the best nutrient content of black garlic. It was concluded that the length heating of garlic to produce the best nutrition content of black garlic was at a temperature of 600C for 17 days.
Efisiensi Protein Ayam Broiler yang Diberi Ampas Tahu Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae (Protein Efficiency of Broiler Chicken Fed fermented Waste Tofu with Saccharomyces cerevisiae) NURHAYATI, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.27 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v22i2.6725

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan protein pada ayam broiler yang diberi pakan mengandung ampas tahu hasil fermentasi menggunakan Saccaromyces cerevisae. Ampas tahu difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 2 % dengan lama waktu fermentasi 72 jam. Setelah dipanen dianalisa kandungan nutrisinya dan diberikan pada ayam broiler sebanyak 200 ekor selama 5 minggu pemeliharaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0= Pakan komersil (kontrol), P1 = Pakan komersil + 10 % ampas tahu fermentasi, P2 = Pakan komersil + 20% ampas tahu fermentasi, P3 = Pakan komersil + 30% ampas tahu dan P4 = Pakan komersil + 40% ampas tahu fermentasi. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, dan efisiensi penggunaan protein. Data yang diperoleh di analisis ragam dan pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati diuji dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu hasil fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae sampai level 20% tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan kontrol, tetapi semakin tinggi penggunaannya (>20%) dalam pakan nyata (P<0.05) menurunkan konsumsi pakan, konsumsi proein. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tahu fermentasi dalam pakan broiler dapat digunakan sampai 20% untuk memperbaiki efisiensi penggunaan protein.
Kandungan nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan Trichoderma viride,Saccaromyces cerevisiae dan kombinasinya. Nurhayati, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Nopember 2020
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.813 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v23i2.12938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan Trichoderma viride, Saccaromyces cerevisae dan kombinasinya. Materi yang digunakan adalah ampas tahu, dedak padi Trichoderma viride, dan Sacharomyces cerevisieae. Penelitian ini didisain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh perlakuan; P0= ampas tahu tanpa fermentasi (kontrol), P1= ampas tahu difermentasi dengan 5% Trichoderma viride, P2=ampas tahu difermentasi dengan 2% Sacharomyces cerevisieae dan P3= ampas tahu difermentasi dengan 5% Trichoderma + 2% Sacharomyses. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah bahan kering, protein kasar, serat kasar, bahan organik dan karbohidrat. Data yang diperoleh akan dianalisa sesuai rancangan yang digunakan dan jika terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar bahan kering ampas tahu, tetapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar protein kasar, serat kasar, bahan organik dan karbohidrat. Uji Duncan menunjukkan bahwa penggunaan Trichoderma viride dan Sacharomyces cerevisiae berpengaruh nyata (P<0.05) menghasilkan kandungan protein tertinggi dibanding dengan kombinasi dan kontrol. Trichoderma viride memberikan pengaruh nyata (P<0.05) menghasilkan kadar serat kasar ampas tahu yang paling rendah. Kadar bahan organik dan karbohidrat untuk semua perlakuan nyata (P<0.05) lebih rendah dibanding dengan kontrol. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah fermentasi menggunakan Trichoderma viridedan Sacharomyces cerevisiae lebih mampu meningkatkan kandungan protein kasar ampas tahu, sedangkan untuk menurunkan kadar serat kasar dapat dilakukan menggunakan Trichoderma viride.
Pengaruh Penggunaan Tepung Kunyit Dalam Ransum Yang Mengandung Bawang Hitam (Black Garlic) Terhadap Bobot Karkas Dan Lemak Abdomen Broiler Zulfikar, M. Irsyad; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.747 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.17854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung bawang hitam (Black Garlic) terhadap Karkas dan lemak abdomen broiler. Penelitian ini menggunakan 200 ekor DOC broiler, tepung bawang hitam (Black garlic) dan tepung kunyit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri P0 = 100% Ransum komersil (Kontrol), P1 = P0 + 3% Black Garlic, P2 = P1 + 0,5% Tepung Kunyit, P3 = P1 + 1% Tepung Kunyit, P4 = P1 + 1,5% Tepung Kunyit. Peubah yang diamati didalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan, bobot potong, karkas, dan lemak abdomen. Data diolah menggunakan analisis ragam dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung bawang hitam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan bobot lemak abdomen, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase lemak abdomen. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung 3% bawang hitam mampu meningkatkan konsumsi ransum, namun belum mampu menurunkan lemak abdomen, meningkatkan bobot karkas dan bobot potong pada ayam broiler.
Bobot Organ Pencernaan Broiler yang Diberi Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dalam Ransum yang Mengandung Black Garlic Kuswandi, Wawan; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.666 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.19271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui pengaruh Penggunaan Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dalam Ransum yang Mengandung Black garlic Terhadap Bobot Organ Pencernaan Broiler. Penelitian ini menggunakan 200 ekor DOC Broiler, Black garlic dan Tepung Kunyit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri P0 = 100% Ransum komersil (Kontrol), P1 = 3% Black Garlic, P2 = P1 + 0,5% Tepung Kunyit, P3 = P1 + 1% Tepung Kunyit, P4 = P1 + 1,5% Tepung Kunyit. Peubah yang diamati didalam penelitian ini yaitu konsumsi ransum, bobot potong dan bobot hati relatif, pankreas relatif serta volume empedu. Data diolah menggunakan analisis ragam dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung Black garlic berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap, bobot potong, bobot hati relatif, pancreas relatif dan volume empedu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit sampai taraf 1,5% dalam ransum yang mengandung 3% Black garlic tidak mengganggu bobot organ pencernaan broiler.
Penambahan multienzim dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawit terhadap performa pertumbuhan dan morfometrik usus halus broiler Berliana, Berliana; Azis, A.; Yusrizal, Yusrizal; Noferdiman , Noferdiman
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.617 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.23217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan multienzim dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawitterhadap performa pertumbuhan dan morfometrik usus halus pada broiler.Penelitian menggunakan 112 ekor DOC broiler, multienzim komersil Solagri-3 yang merupakan kombinasi beberapa enzim unggulan, yaitu enzim amylase, cellulase, glukanase, pectinase, phytase, protease dan xilanase.Ransum disusun dengan kandungan bungkil inti sawit sebanyak 30% dan disuplementasi dengan 3 (tiga) level multienzim Solagri-3 yaitu 0.03%, 0.06% dan 0.09%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 7 ekor ayam. Perlakuan yang diujikan terdiri dari; P0= Ransum basal (kontrol), P1= P0 + 0.03% Solagri-3, P2= P0+ 0.06% Solagri-3 dan P3= P0+ 0.09% Solagri-3. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, karkasrelatif, persentase hati,pancreas, gizard, bobot dan panjangusus halus sertabagian-bagiannya. Data dianalisis sesuai rancangan dan jika terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan multienzim berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase hati, pancreas dan gizzard. Penambahan multienzim berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bobot karkas, persentase bobot dan panjang usus halus. Uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan multienzim Berpengaruh nyata (P<0.05) dapat meningkatkan bobot relatif karkas, persentase bobot dan panjang usus halus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan multienzim solagri-3 dalam ransum yang mengandung BIS 30% sebanyak 0.06% dalam ransum dapat meningkatkan bobot karkas dan usus halus pada broiler.
Co-Authors A. Azis, A. Abdul Azis Abdul Aziz Abdullah Romdon, Mujib Ade Oki Pebiansyah Afriani Afriani Akinci, Abdullah Yavuz Amir, Miftah Anaktototy, Jacob Andes Martua Andika Triansyah Andreas J. F. Lumba Angoy, Raisalam D. T. Anie Insulistyowati, Anie Ardiyansi, Yuski Arhesa, Sandra Aslina, Aslina Bakhri, Rafdlal Saeful Bambang Abduljabar Bintang Panjaitan Boyke Mulyana Calunsag, Buena D. Dede Rohmat Nurjaya, Dede Rohmat Deni Utama Depison Depison Dian Andriawan, Dian Edy Rachmadio, R. Erdilanita, Ulma Eria Eria Eti, Novia Ayu Sapitri Ezra Persada Fauzan Ramadan Fitriani, Nisa Ayu Gultom, Latifah Hanum Hamzah, Alimin Hamzah, Fyrda Faradyba Hanafiah Hanafiah, Hanafiah Haris Lukman Hasan, M. Aqmal Aprilla Hasmyati, Hasmyati Herman Subarjah Heru Handoko Huzaimah Huzaimah I Made Sri Undy Mahardika Iim Wasliman Indrayogi, Indrayogi Indriani, Meita Joko Joko Jusuf Blegur khusnul khotimah Krismianto, Dhani Kuswandi, Wawan Lambok Rommy Sulaeman Latifah, Dede Rismayanti Layao, Michelle Mordeno Lisna, Lisna Lukas Maria Boleng Ma'mun, Amung Ma’mun, Amung Mahendra, Agus Maki, M. Tobibi Margareta, Agatha Sofia Margono Margono Marpaung, Rifqi Nadela Maya Wulandari Ma’mun, Amung Meilita, Lulu Memet Sanjaya meyta pritandhari Miftahul Ihsan Muhammad Firman Mulyana Mulyana Nasir, Munawir Nelwida Nelwida Nia Daniati Nimrot Manalu Nina Sutresna Noferdiman , Noferdiman Novian, Geraldi Nugraha, Derry Nur Alam Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nuryadi Nuryadi Parwati, Meisy Rian Pasaribu, Yana Sebha Pitriani, Pipit Prabowo, Indra Purnamasari, Laely R. A. Muthalib Rachmadio, R Edy Rahadian, Adi Rahayu, Ludia Sri Rahmat Rasmawan Rahmawati, Rahmawati Rini, Emilia Astika Riyatna, Ari Dwi Rizaldi Putra Rizaldi Putra Rizkia, Fikri Rody Putra Sartika Romansa, Nikolaus Romdon, Mujib Abdullah Rosmiati, Neni Sartono, Hadi Sauri, R Supyan Shafari, Hilman Abdurrahman Sidik, Dikdik Zafar Siki, Intan Christine Adriani Simanungkalit, Donita Simarmata, Aisyah Maharani Siti Raudah Suriyanti, Suriyanti Sya'rani, Ahmad Zaeri Syahlan, Fatra Syahru Ramadhan Tiur Malasari Siregar, Tiur Malasari Tony Hartono Umniyah, Zulfa Nur Utama, Deni Warta, Waska Wisaksono, Hendro Yudha, Brio Alfatihah Rama Yudy Hendrayana, Yudy Yun Alwi Zulfikar, M. Irsyad