Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EVALUASI HARGA AIR PADA BENDUNGAN WONOGIRI UNTUK PLTA AKIBAT PENGERUKAN SEDIMEN Ariet Setiawan; Sugiyarto Sugiyarto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37207

Abstract

Bendungan Wonogiri terletak di Kecamatan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri terletak ±10 km disebelah selatan Kota Wonogiri. Akibat banyaknya sedimen yang menumpuk dari hulu DAS Keduang merupakan masalah yang terjadi pada Bendungan Wonogiri Hal ini mengakibatkan tampungan air pada bendungan berkurang. Sehingga mengurangi kinerja pasokan pembangkit listrik tenaga air untuk PT. Indonesia Power. Studi ini dilakukan untuk mengetahui harga jual air minimal untuk pembangkit listrik yang harus dibayar oleh PT. Indonesia Power untuk biaya operasional dan pemeliharaan serta biaya pengerukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah deskriptif evaluatif, penelitian yang menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Studi evaluasi ini mengkaji kelayakan Analisa ekonomi Bendungan Wonogiri ditinjau terhadap Nilai Rasio Biaya Manfaat (B/C), Selisih Biaya Manfaat (B-C) atau NPV, Tingkat Pengembalian Internal (IRR) serta Analisa Sensivitas. Dari hasil Hasil Analisa sensitivitas sesudah pengerukan dapat diperoleh dan B/C sesudah pengerukan sebesar 1,48, NPV sesudah pengerukan pengerukan untuk harga air pada suku bunga 11% yaitu 1,065.,884.078.824, IRR sesudah pengerukan diperoleh hasil 18,055 %, Titik Impas atau BEP tercapai setelah 34 tahun 5 bulan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian harga jual minimal air PLTA sebesar Rp. 154,9 per kWh layak dari sisi ekonomi
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U" JARAK TAKIKAN 5 CM Adil Budi Sanjaya; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.742 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37223

Abstract

Kuat lekat tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" dengan jarak takikan 5 cm terhadap tulangan baja bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulangan bambu sebagai bahan alternatif pengganti tulangan baja pada beton bertulang. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja dan bambu Ori. Tulangan bambu yang digunakan ada 4 variasi, yaitu bambu Ori bertakikan sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm dan bambu Ori bertakikan tidak sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm . Kemudian nilai kuat lekat tulangan bambu Ori hasilnya dibandingkan dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai kuat lekat rerata tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,07305 MPa dan 0,08477 MPa. Nilai kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" tidak sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,06504 MPa dan 0,05794 MPa. Rerata nilai kuat lekat semua variasi tulangan bambu Ori adalah 0,06682 MPa. Nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu Ori 0,116 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm.
ANALISIS TIME COST TRADE OFF DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOGOR RING ROAD SEKSI II A) Okyta Putri Cahya Ardika; Sugiyarto Sugiyarto; Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.501 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37392

Abstract

Permasalahan konstruksi yang paling sering terjadi adalah keterlambatan dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan pada proyek akan mempengaruhi biaya proyek. Sebagai objek dari penelitian ini dipilih Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A. Analisis konsep nilai hasil dilakukan dengan mencari nilai EAC dan EAS untuk mengetahui waktu dan biaya yang dibutuhkan pada akhir proyek. Tinjauan penelitian ini dilakukan pada minggu ke-24 dimana proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dari deviasi sebesar -2,34%. Setelah itu dilakukan analisis time cost trade off dengan penambahan jam kerja selama 4 jam per hari. Dari hasil analisis pada minggu ke-24 diketahui nilai EAS 562,34 hari dari rencana 510 hari dan nilai EAC sebesar Rp 350.147.243.076,54 dari biaya rencana Rp 309.870.356.826,84. Dengan pertukaran waktu-biaya, penambahan jam lembur selama 4 jam perhari diperoleh pengurangan durasi sebesar 5 minggu dari waktu pelaksanaan 73 minggu menjadi 68 minggu atau 476 hari dengan perubahan biaya total proyek yang terjadi akibat penambahan jam kerja yaitu dari biaya normal Rp 309.870.356.826,84 menjadi Rp 311.854.684.527,07 yang menyebabkan kenaikan biaya langsung dari Rp 303.672.949.690,30 menjadi Rp 306.081.209.386,18 dan variable cost mengalami penurunan dari Rp 6.189.407.136,54 menjadi Rp 5.765.475.140,89 karena berkurangnya durasi proyek.
OPTIMASI SITE LAYOUT PRODUKSI PRECAST MENGGUNAKAN METODE MULTI OBJECTIVES PADA PT. WASKITA BETON PRECAST TBK PLANT KLATEN Kiss Yanuar Riva’I Riatayasyah; Sugiyarto Sugiyarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36581

Abstract

Perencanaan site layout bertujuan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas pada tempat produksi (plant) seperti batching plant, area cor, area pembesian dan lainnya pada lokasi yang optimal. Penempatan fasilitas - fasilitas  pada plan yang optimal berarti jarak tempuh antar fasilitas satu dengan yang lain dapat ditekan seminimal mungkin sehingga biaya operasional juga dapat menjadi minimal. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode analisis pada studi kasus yang sudah direncanakan untuk mendapatkan data – data yang perlu diolah agar mendapatkan korelasi antar variabel yang diteliti. Studi kasus yang diangkat dalam tugas akhir ini yaitu dilakukan pada PT. Waskita Beton Precast, Tbk Plant Klaten. Penelitian ini dilakukan perhitungan dengan 3 skenario dan 1 eksisting. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Travelling Distance (TD) yang paling minimum terdapat pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 35.047,90 dengan penurunan sebesar 8,69 % dari kondisi eksisting. Nilai Safety Index (SI) paling minimum terdapat pada skenario 1 yaitu sebesar 21.918,47 dengan penurunan sebesar 0,06% dari kondisi eksisting. Site layout optimum yang dapat diaplikasikan adalah skenario 1 dengan nilai total 59.734,47.
Pemilihan Alternatif Jenis Konstruksi Rangka Atap Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Shandra Shapeka
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.325 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37004

Abstract

Atap merupakan salah satu komponen kontruksi yang penting dalam membangun sebuah bangunan. Tidak hanya berfungsi sebagai penahan sengatan matahari atau guyuran hujan saja, sekarang atap pun bisa berfungsi sebagai sebuah bentuk estetika dari bangunan. Dewasa ini semakin banyaknya pilihan bahan untuk konstruksi profil rangka atap, oleh karena itu kita harus pandai dalam memutuskan bahan mana yang tepat untuk konstruksi yang kita inginkan. Dalam mengaplikasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), diperlukan pemilihan kriteria dan alternatif, serta menghitung bobot dari hasil survey kuisioner kepada para pengambil keputusan di suatu proyek konstruksi. Setelah itu, perlu dilakukan uji konsistensi untuk menguji validitas dari hasil yang diperoleh, dan menetapkan alternatif dengan bobot terbesar sebagai pilihan. Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengambilan keputusan pemilihan jenis konstruksi rangka atap dapat dibuat hierarki keputusan dari tingkat paling atas adalah tujuan, yaitu mencari jenis konstruksi rangka atap yang tepat untuk digunakan. Kemudian faktor kriteria dalam memilih alternatif jenis konstruksi rangka atap, yaitu: kriteria metode pelaksanaa, waktu, ekonomis, dampak lingkungan, dan penutup atap. Tingkatan paling bawah yaitu alternatif jenis konstruksi rangka atap yaitu: kayu, baja profil siku, baja IWF, space truss, dan baja ringan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode AHP yang dilakukan, diperoleh prosentase prioritas kriteria pemilihan jenis konstruksi rangka atap dari yang tertinggi ke yang terendah yaitu: kriteria dampak lingkungan dengan prosentase sebesar 33%, kriteria ekonomis dengan prosentase sebesar 21%, kriteria waktu dengan prosentase sebesar 18%, kriteria metode pelaksanaan dengan prosentase sebesar 15%, berdasarkan kriteria penutup atap dengan prosentase sebesar 13%. Sedangkan urutan prioritas alternatif jenis konstruksi rangka atap dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah: Baja ringan dengan prosentase sebesar 29%, Space Truss dengan prosentase sebesar 22%, Baja profil siku dengan prosentase sebesar 18%, Kayu dengan prosentase sebesar 16%, dan Baja IWF dengan prosentase sebesar 15 %. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa baja ringan merupakan alternatif jenis konstruksi rangka atap yang tepat untuk digunakan.
PENGARUH RANTAI PASOK PERALATAN TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH SURAKARTA MENGGUNAKAN REGRESI LINEAR BERGANDA Maharani Kurnia Putri; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44015

Abstract

Pengelolaan yang baik dari suatu proyek merupakan syarat tercapainya tujuan proyek. Tidak sedikit permasalahan yang terdapat dalam suatu proyek menyebabkan terlambatnya jadwal proyek. Hal ini bisa mengakibatkan kegagalan proyek atau terhambatnya keberhasilan proyek. Rantai pasok peralatan konstruksi merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki peranan yang sangat penting. Penggunaan peralatan konstruksi yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan situasi dilapangan akan mengakibatkan rendahnya produksi. Analisis mengenai pengaruh rantai pasok peralatan terhadap tingkat keberhasilan proyek sangat bermanfaat dalam menyusun rencana kebutuhan peralatan konstruksi, sehingga setiap aktifitas kerja terencana dengan baik. Penelitian dilakukan pada 11 proyek konstruksi gedung di wilayah Surakarta. Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuesioner kepada 38 responden serta wawancara kepada pihak proyek. Dari hasil pengumpulan kuesioner dilakukan analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan variabel yang mempunyai pengaruh terhadap rantai pasok peralatan dan keberhasilan proyek adalah kapasitas alat, cara operasi alat, kualitas alat, kemudahan alat untuk diangkut, prospek alat, kemudahan pemeliharaan alat dan segi ekonomi alat. Dari ketujuh variabel tersebut, variabel kemudahan pemeliharaan alat yang paling dominan, sehingga dalam proses rantai pasok peralatan variabel kemudahan pemeliharaan alat perlu diperhatikan.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG POSISI VERTIKAL TAKIKAN SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 10 CM Anugerah Fajar Pradana; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.72 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37132

Abstract

Penggunaan tulangan baja pada beton bertulang semakin meningkat yang berakibat tulangan baja menjadi langka dan harganya semakin mahal. Bambu dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tulangan material baja dalam beton bertulang untuk pekerjaan konstruksi bangunan dikarenakan sifat nya yang murah dan mudah didapat di negara tropis seperti Indonesia. Penggunakan bambu sebagai tulangan ini dilakukan dengan membuat takikan pada bagian sisi kemudian tulangan bambu dirangkai dan dibuat sebagai tulangan dalam balok beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat lentur balok beton bertulangan bambu Petung posisi vertikal vertikal takikan tipe U lebar takikan 1 dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah balok berdimensi 1700 mm x 150 mm x 110 mm dengan tulangan bambu. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 1 cm adalah sebesar 6,3625 MPa. Kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 2 cm adalah sebesar 7,9403 MPa.
Analisis Manajemen Risiko Material dengan Metode Zero-One (Studi Kasus : Pada Proyek Pembangunan Apartemen Tamansari Amarta Yogyakarta) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Eva Kumala Wikan Prasodjo
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.96 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36505

Abstract

Pembangunan apartemen merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan meningkatnya kebutuhan hunian terutama di beberapa kota yang memiliki masalah keterbatasan lahan. Dalam pembangunan apartemen dibutuhkan analisa manajemen risiko material untuk mengetahui risiko yang berdampak terhadap waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan risiko-risiko material yang dominan terjadi dan upaya penanganan dari risiko yang paling dominan. Analisis penentuan bobot risiko menggunakan metode Zero-One sedangkan penentuan risiko dominan menggunakan perhitungan risk index. Hasil riset ini menunjukan bahwa dari 13 variabel risiko yang dipilih risiko yang paling dominan terhadap dampak waktu adalah sistem pengendalian biaya dan waktu yang lemah menyebabkann keterlambatan material dan penambahan biaya dengan rata-rata risk index sebesar 5.597. Sedangkan  risiko yang paling dominan terhadap dampak biaya adalah pemanfaatan material yang kurang efisien sehingga merugikan kontraktor dengan rata-rata risk index sebesar 6.686
ANALISIS RISIKO MANAJEMEN MATERIAL DAN PENGARUH TINDAKAN KOREKSI PADA PROYEK JALAN Irla Gabriela Arya; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.262 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36847

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai berpengaruh buruk pada sektor industri dan sektor ekonomi.Untuk itu dibutuhkan manajemen yang baik pada proyek pembangunan jalan agar proyek tepat biaya, waktu dan mutu.Variabel yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kinerja proyek adalah pengendalian material.Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan studi mengenai faktor risiko yang ada pada manajemen material dan pengaruh tindakan koreksi yang tepat pada proyek jalan.Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk mengetahui bobot risiko.Hasil analisis menunjukkan risiko manajemen material yang termasuk dalam kategori High Risk adalah 4 (10%) dan Medium Risk berjumlah 36 (90%). Nilai risk index tertinggi adalah risiko 'Ketidaksesuaian antara volume pekerjaan pada kontrak dengan kondisi lapangan' sebesar 3,703. Sedangkan tingkat pengaruh tindakan koreksi terhadap risiko teridentifikasi yang memiliki nilai tertinggi adalah tindakan preventif 'Melakukan sosialisasi rencana pembangunan kepada warga yang tanahnya dilewati trase agar mendapat kesepakatan harga dan lainnya' dan tindakan koreksi 'Mengganti rugi lahan yang dilewati pembangunan jalan sesuai dengan kesepakatan' yaitu sebesar 4,533.
PEMILIHAN REKANAN JASA KONSTRUKSI/KONTRAKTOR DENGAN METODE AHP (STUDI KASUS PENGADAAN DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA) Widi Hartono; Lutfiana Nurhidayah; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.135 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37104

Abstract

Penilaian rekanan jasa konstruksi/kontraktor dengan sistem gugur ambang batas masih dinilai bersifat subjektif, artinya bahwa pembobotan masih didasarkan dari persepsi seseorang yang kurang terukur. Sehingga menuai banyak perdebatan diantara penyedia jasa dan panitia lelang/tender. Kerawanan dalam evaluasi penawaran inilah yang menarik peneliti untuk melakukan penelitian terhadap pemilihan rekanan jasa konstruksi/kontraktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan hierarki kriteria dalam pemilihan rekanan jasa konstruksi/kontraktor dan menghitung bobot dari masing-masing kriteria tersebut. Kemudian dari hierarki tersebut diterapkan dalam menentukan peringkat pemenang rekanan jasa konstruksi. Penelitian dilaksanakan di pengadaan proyek xyz Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan respondennya adalah panitia pengadaan UNS. Data yang diperlukan berupa penilaian kriteria hierarki dengan perbandingan skala Saaty. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuisioner. Penggunaan metode AHP (Analythical Hierarchy Process) dengan Microsoft Excel dipilih karena dapat memberikan hasil penilaian secara subjektif dan objektif. Dari analisis data, diperoleh hasil pembobotan hierarki pada kriteria level 1, level 2, level 3, dan level 4. Dengan bobot pada kriteria level 1 sebagai berikut: 1) Aspek administrasi [0,314]; 2) Aspek teknis [0,234]; 3) Aspek harga [0,190]; 4) Aspek kualifikasi [0,262]. Urutan pemenang rekanan jasa konstruksi/kontraktor berdasarkan skor adalah PT. 2 dengan skor 0,5003 menempati peringkat pertama. Dan PT. 1 pada peringkat kedua dengan skor 0,4997.
Co-Authors AB Kusuma AB Kusuma Wardani Abdul Rohman Hadi Addi Mardi Harnanto Adi Yusuf M Adi Yusuf Mutaqin Adi Yusuf Muttaqien Adil Budi Sanjaya Afrinur Winursito Ardi Agus Setiya Budi Agustin Khoirun Nisa’ Ahmad Muali Akhmad Rifai Aminuyati Andika Putra Pratama Andreawan Setyo Nugroho Andriani Miraza Anthony Salim Anugerah Fajar Pradana Ardyan Reza Himawan Ari Maryani Ariet Setiawan Arif Fitria Ariza Eka Novianto Arum Destyarini Ary Setyawan Bagus Zaki Baridwan Baskoro Adi Prayitno Bimas E Saputra Budi Laksito Budiono, Taat Chicilia Puspita Chumdari Chumdari Cornelia Dumarya Manik Derry Handoko Purba Desilia Purnama Dewi Desilia Purnama Dewi Dimitrij Dimas Adhika Dwi Rahmawati Faizah Dwi Wahyuni Edi Junaedi Edo Maharu Edwi Mahajoeno Eka Juningsih Eka Miliana Apnandi Eko Yudo Elisa Herawati Elza Syarief, Elza Endar Pancaningrum Erik Pradana Putra Erlina Fatma Ratri Eva Kumala Wikan Prasodjo Fajar Fajar Fajar Ridwansyah Fajar Sri Handayani Fajar Srihandayani Farihatul Faizah Laela Febrianus Rio Sasuwang Fika Giri Aspia Ningrum Fitria Nur Laili Gabriel Kusumo Hendrianto Gea Ros Alifa Gigih Widiyanto Hafiedz Akbar Hanafi Akhmad Uswah Hapsari Octa Safira Harjoyo Harjoyo Hasdiansah, Hasdiansah Henni Marlinah Henry Setiawan Heppy Oktaria Heru Sasongko Hestu Prasetya Himawan Nur Aredha Putra Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhya Naufal Irla Gabriela Arya Jangkung Handoyo Mulyo Jesicha Muryantono Putri Pradana Karjo Karjo Katrian Nola Tania Kevinnoka Adi Prasanda Kiss Yanuar Riva’I Riatayasyah Krisenciana Firija Nuri Wulandari Kristanto Wibowo Lilik Kurniawan Lutfiana Nurhidayah Luther Gustavo Liwoso M. Eko Ferriristanto Maharani Kurnia Putri Mahasir Mahasir Mahmud Gunggung Saputro Masyhur Masyhur Monica Tanskanovia Magna Muhamad Hafiz Muhammad Rizan Adam Nani Nuraeni Sarah Nani Nuraini Sarah Nina Sulistyowati Nita Etikawati Novi Sri Purwaningsih Novita Putri Utami Nur Ahyani Nur Indiana K Nurmiyati Nurmiyati NURUL ISTIQOMAH Okyta Putri Cahya Ardika Primanda Arief Kurniawan Pristiansyah, Pristiansyah Purwadi, Joko Putri Ayu Hardiyanti Raden Ajeng Imareta Sulistiofanny Ratna Setyaningsih Ratna Suminar Ratna Suminar Rheo Ramadhan Rina Melati Riri Oktarini Rizki Mega Andriani Rizki Permata Yusniawati Rokhmat Syaeful Akbar Rosiana Aprilia Sajidan Sajidan Sapto Imambachri Sarah Iasya Setiono Setiono Shandra Shapeka Shelly Intania Haryanto Sitcha Atat Nurmufti Siti Qomariyah Siti Zubaidah Siti Zubaidah Situmeang, Ampuan Sodikun Sodikun Solly Aryza Somawardi Somawardi Sri Amini Sri Cipto Purnomo subanar subanar Suciati Suciati Suciati Sudarisman Sugeng Waluyo Sugiyarto Sugiyarto Sugiyo Sugiyo Sukho Baskoro Sumardino Sumardino Sunarmasto Sunarmasto Suparmi Suparmi Syafruddin Syafruddin Timotheus Ardya Pradipta Vina Putri Cahyarini Vita Utari Wahid Sulaiman Waluyo Waluyo Widi Hartono Yeni Farid Yoka Raditya Ranu Prana Yopi Saparudin Yuliyanto Yunita Purwandari Zaki Zainal Arifin Zamzam Nurhuda Zulfitriyanto, Zulfitriyanto