Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI SITE LAYOUTMENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVES FUNCTION PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SUPERMARTKET SUPERINDO, SEMARANG. Fitria Nur Laili; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36880

Abstract

Kegiatan proyek erat kaitannya dengan fasilitas yang mampu menunjang keberlangsungan proyek atau sering disebut fasilitas proyek. Perencanaan Site Layout bertujuan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas sementara proyek pada lokasi yang optimal agar jarak tempuh antar fasilitas satu dengan yang lain dapat minimal, sehingga Site Layout yang optimal dapat meningkatkan efektifikas dan produktifitas dari suatu proyek. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Yang termasuk dalam data primer adalah data gambar Layout proyek, jarak riil antar fasilitas, frekuensi perjalanan, dan nilai keamanan dalam proyek. Metode optimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multi - objectives yaitu analisis Travelling Distance (jarak tempuh perjalanan) dan analisis Safety Index (nilai keamanan). Semakin kecil nilai nilai Travelling Distance (TD) maka akan semakin dekat jarak tempuh perjalanan pekerja dan semakin kecil nilai Safety Index maka keamanan proyek akan semakin optimal. Nilai TD dan SI akan ditotal dengan menggunakan proporsi yang sudah ditentukan sehingga dapat diketahui Site Layout paling optimal. Pada penelitian ini dilakukan beberapa skenario pemindahan fasilitas, dan skenario yang memiliki nilai total TD dan SI paling rendah adalah Site Layout yang paling optimal. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai TD paling minimum terdapat pada skenario 3 yaitu sebesar 6902,70 dengan penurunan sebesar 19,76 % dari kondisi eksisting. Sedangkan nilai SI paling minimum terdapat pada skenario 4 yaitu sebesar 21241,18 dengan penurunan sebesar 7,08% dari kondisi eksisting. Dan setelah dilakukan penggabungan didapat bahwa skenario 4 merupakan Site Layout yang paling optimal dalam proyek pembangunan Gedung Supermarket Superindo Semarang dengan nilai 14007,31.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: PROYEK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA) Rizki Mega Andriani; Sugiyarto Sugiyarto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36527

Abstract

Teknik Rekayasa Nilai atau lebih dikenal dengan nama VE adalah suatu proses pembuatan keputusan yang sistematis dan terstruktur dalam sebuah tim yang bertujuan untuk mencapai nilai terbaik bagi sebuah proyek dengan mendefinisikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai terbaik dan menyampaikan fungsi-fungsi tersebut pada harga yang minimal (biaya umur bangunan atau penggunaan sumber daya), konsisten dengan kualitas dan kinerja yang diharapkan (Hammersley, 2002). Data primer diperoleh dari PT. Waskita Karya sebagai kontraktor, yaitu berupa rencana anggaran biaya dan design struktur. Data sekunder diperoleh dengan wawancara terstruktur kepada kontraktor sebanyak 4 orang. Kuisioner survey dikelompokan menjadi 3 bentuk, yaitu halaman pertama berisi data responden kemudian halaman kedua berisi opini dari responden mengenai alternatif yang dipilih oleh penulis pada pekerjaan struktur tangga. Dan halaman ketiga berisi opini dari responden mengenai alternatif yang dipilih oleh penulis pada pekerjaan struktur pelat lantai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif yang penulis gunakan sudah terbukti aman dengan perhitungan kekuatan struktur. Kemudian melalui alternatif tersebut memperoleh cost saving sebesar Rp 596.026.946,34.Value engineering (VE) adalah aplikasi metodologi nilai (value methodology) pada sebuah proyek atau layanan yang telah direncana-
ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI STRUKTUR BORE PILE PADA PROYEK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Monica Tanskanovia Magna; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36875

Abstract

Kegiatan proyek tidak hanya struktur konstruksi gedung melainkan infrastruktur umum seperti konstruksi bendungan. Konstruksi ini merupakan konstruksi yang relatif besar dan fungsional sehingga membutuhkan pondasi sebagai media penahan tanah. Struktur bore pile termasuk jenis pondasi tiang dalam dimana proses pembuatannya dilakukan dengan mengebor tanah. Dalam pelaksanaannya, diperlukan analisis risiko untuk mengetahui berbagai faktor risiko dominan dan besar level risiko yang terjadi berdasarkan waktu dan biaya. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan penyebaran kuisioner terhadap 5 responden, diantaranya project manager, site commercial, site engineering, pengawas utama, dan pengawas lapangan dari pihak kontraktor. Analisis yang dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mencari bobot risiko, selanjutnya dilakukan perhitungan tingkat risiko (R) pada tiap-tiap sub risiko dengan hasil terbesar merupakan risiko dominan. Hasil analisis tersebut menghasilkan risiko dominan berdasarkan waktu dan biaya yaitu: hujan, produktivitas tenaga kerja tidak sesuai perkiraan, longsor, keruntuhan tanah permukaan disekeliling lubang bor, subkontraktor kurang berkualitas, jalan akses kerja, tidak adanya informasi pengendalian waktu untuk memantau dan menganalisa kesalahan estimasi schedule yang mempengaruhi kinerja proyek, dan sistem pengendalian biaya yang lemah.
PENERAPAN TIME COST TRADE OFF DALAM OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU DENGAN PENAMBAHAN SHIFT KERJA DAN KAPASITAS ALAT (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SOLO - SEMARANG, RUAS BAWEN - SOLO SEKSI II) Fajar Sri Handayani; Raden Ajeng Imareta Sulistiofanny; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36891

Abstract

Pelaksanaan atau pekerjaan sebuah proyek konstruksi dimulai dengan penyusunan perencanaan, penyusunan jadwal (penjadwalan) dan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan perencanaan diperlukan pengendalian. Pelaksanaan proyek akan berjalan baik dan tepat waktu apabila dilakukan dengan perencanaan yang matang dan baik pula. Perencanaan proyek yang dilakukan dengan pengelolaan penjadwalan yang baik menghasilkan percepatan pelaksanaan proyek. Salah satu faktor dilakukannya percepatan proyek adalah adanya perjanjian kontrak di awal bahwa proyek diharapkan segera selesai tepat waktu atau dengan waktu yang lebih singkat. Hal ini didasari Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Semarang, Ruas Bawen - Solo Seksi II merupakan salah satu Proyek Trans Jawa yang dicanangkan selesai pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis sejauh mana waktu dapat dipersingkat dengan penambahan biaya minimum terhadap kegiatan yang bisa dipercepat kurun waktu pelaksanaannya. Metode percepatan yang digunakan adalah metode time cost trade off dengan proses crashing menggunakan alternatif penambahan shift kerja dan kapasitas alat. Crashing dilakukan pada lintasan kritis yang didapatkan dari hasil analisis network planning, CPM (Critical Path Method). Rencana awal proyek yang dilakukan penelitian membutuhkan waktu penyelesaian 238 hari dengan biaya Rp 39.349.097.164,38. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses crashing tahap ke-29 dengan penambahan shift kerja mempunyai biaya optimal proyek sebesar Rp 39.004.862.707,70 (efisiensi biaya sebesar 0,875%) dengan waktu penyelesaian proyek 119 hari (efisiensi waktu sebesar 50%). Sedangkan alternatif shift kerja menghasilkan waktu optimal 189 hari (efisiensi waktu sebesar 20,588%) dan biaya optimal Rp 39.205.747.076,44 (efisiensi biaya sebesar 0,364%) pada proses crashing tahap ke-6.
KARAKTERISASI KIMPUL (Xanthosoma spp) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN ANALISIS ISOZIM Nurmiyati Nurmiyati; Sugiyarto Sugiyarto; Sajidan Sajidan
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKimpul (Xanthosoma spp) merupakan salah satu komoditas umbi-umbian potensial yang belum termanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Potensi dari komoditas tersebut belum didukung dengan data yang baik. Untuk menggali potensi yang dimiliki tanaman kimpul (Xanthosoma spp) perlu dilakukan pendataan sifat pentingnya dengan melakukan karakterisasi. Karakterisasi dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi maupun analisis isozim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman kimpul (Xanthosoma spp) berdasarkan karakter morfologi dan analisis isozim serta korelasi antara jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan kemiripan genetik berdasarkan pola pita isozim.Penelitian morfologi dilakukan di Kecamatan Galur, Lendah dan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo. Data morfologi diuraikan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk dendogram hubungan kekerabatan.  Analisis Isozim dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Data pola pita isozim dianalisis secara kuantitatif berdasarkan muncul tidaknya pita pada gel kemudian dibuat dendogram.  Korelasi antara jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan kemiripan genetik berdasarkan pola pita isozim dianalisis berdasarkan koefisien korelasi product-moment dengan kriteria goodness of fit.Korelasi antara data morfologi dan data pola pita Isozim Esterase, Glutamat Oksaloasetat Transaminase dan POD berturut-turut berada pada level 0.967918, 0.937113 dan 0.892721.  Dengan demikian berarti bahwa hasil karakterisasi berdasarkan karakter morfologi dan hasil karakterisasi berdasarkan marka isozim estserase serta Glutamat Oksaloasetat Transaminase  memiliki korelasi yang sangat baik.  Sedangkan hasil karakterisasi berdasarkan karakter morfologi dan hasil karakterisasi berdasarkan marka isozim POD memiliki korelasi yang baik.  Karakterisasi Xanthosoma berdasarkan karakter morfologi konsisten dengan karakterisasi berdasarkan marka isozim. Kata kunci: kimpul (Xanthosoma spp), karakter morfologi, isozim
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Dalam Bidang Ekologi di Perguruan Tinggi Melalui Penerapan Praktikum Mandiri Sugiyarto Sugiyarto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kejenuhan dalam rutinitas proses belajar-mengajar, rendahnya aktivitas-kreativitas serta ketidakpahaman mahasiswa tentang aplikasi materi perkuliahan dalam pemecahan masalah merupakan bagian permalahan besar dalam sistem pembelajaran Biologi di Perguruan Tinggi. Sebagai akibatnya mahasiswa cenderung pasif dalam proses belajar-mengajar dan mengikuti pola formalistic dalam penyelesaian studinya. Model pembelajaran acative learning yang diterapkan melalui pendekatan problem.-based learning salah satunya dengan introduksi penerapan praktikum mandiri terbukti memberikan sumbangan berarti dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Dalam kegiatan ini mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok, diberikan topik praktikum berdasarkan masalah aktual yang ada dan secara terbimbing kelompok praktikan tersebut dilatih untuk merencanakan, melaksanakan, menganalisa data dan melaporkan hasilnya secara tertulis maupun secara lisan.   Berdasarkan hasil evaluasi selama tiga tahun terakhir penerapan praktikum mandiri dalam bidang Ekologi di Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta didapatkan nilai positif antara lain: (1) mahasiswa memahami aplikasi materi yang dikaji dalam pemecahan masalah melalui pengalaman penelitian, (2) mahasiswa terbimbing dalam proses perencanaan, pelaksanaan, analisa data dan pelaporan kegiatan praktiktum sehingga terpacu urtuk segela menyusun proposal tugas akhir maupun proposal penelitian hibah kompetitif, rnisalnya PKM, PKM dll., (3) terbangunnya motivasi dan etos juang mahasiswa dalam studi literatur terkait topik praktikumnya secara mandiri serta (4) adanya stimulasi terhadap kemampuan kerjasama dalam team-work. Akan tetapi masih ada berbagai kendala penerapan praktikurn mandiri tersebut, antara lain: (1) keterbatasan waktu, (2) instrumen penilaian dan (3) tingginya intensitas pembimbingan.   Kata kunci: Active learning, problem based-learning, praktikum mandiri, pembelajaran Ekologi
Pemenuhan Hak Upah Tenagakerja Dalam Rangka Mendukung Investasi di Kota Batam Elza Syarief; Ampuan Situmeang; Sugiyarto Sugiyarto
Journal of Judicial Review Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study to analyze Undang-Undang No. 13 Year 2003 about Employment to organize the labors in order to support the investment at Batam City. This research used juridical sociological law framework. The research showed that the labors wage system at Batam City was adapted to the appropriate living standard at Batam City. The minimum wages at Batam City increased regularly and gave a negative impact in investment climate at Batam City because foreign companies had to pay a high value of wages. Because of that, the solution offered to Batam City government was to create a safe environment and stable labors wage.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED DISCOVERY PADA MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 BULU Sugeng Waluyo; Baskoro Adi Prayitno; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17266

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) mengetahui karakteristik modul berbasis Guided Discovery, 2) menguji kelayakan modul berbasis Guided Discovery, 3) mengukur keefektifan modul berbasis Guided Discovery terhadap kemampuan berpikir analitis pada materi jamur (fungi). Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan prosedur Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: 1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi, 2) tahap perencanaan, 3) tahap pengembangan rancangan awal produk, 4) tahap uji coba lapangan permulaan, 5) tahap revisi produk tahap pertama, 6) tahap uji lapangan terbatas, 7) tahap revisi produk tahap kedua, 8) tahap uji lapangan operasional, 9) tahap revisi produk akhir. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi modul oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) produk modul biologi berbasis Guided Discovery dikembangkan berdasarkan sintak Guided Discovery. 2) Kelayakan modul biologi berbasis Guided Discovery pada materi jamur berdasarkan penilaian dari ahli materi berkualifikasi “sangat baik” dengan presentase skor 93.04%, ahli pengembangan modul ajar berkualifikasi “baik” dengan presentase skor 86,25%, ahli pengembangan perangkat pembelajaran berkualifikasi “baik” dengan presentase skor 89.47%, dan ahli tata bahasa/keterbacaan berkualifikasi “sangat baik” dengan presentase skor 96,87%, penilaian dari praktisi pendidikan satu berkualifikasi “sangat baik” dengan presentase skor 98,21% dan praktisi pendidikan dua berkualifikasi “sangat baik” dengan presentase skor 94,25% serta penilaian dari siswa berkualifikasi “baik” dengan persentase skor 84.99%. 3) Modul biologi berbasis Guided Discovery efektif meningkatkan kemampuan berpikir analitis, karena berdasarkan hasil uji anakova menunjukkan adanya perbedaan hasil postes antara kelas kontrol yang menggunakan buku ajar sekolah sebesar 71.97 dan kelas eksperimen yang menggunakan modul biologi berbasis Guided Discovery sebesar 78.14 pada materi jamur.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LABORATORY DIPADUKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (IL-2TS) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN KOMUNIKASI SISWA Krisenciana Firija Nuri Wulandari; Sajidan Sajidan; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik model inquiry laboratory yang dipadukan dengan model two stay two stray , (2) kelayakan model inquiry laboratory yang dipadukan dengan model two stay two stray, dan (3) keefektifan model inquiry laboratory yang dipadukan dengan model two stay two stray pada materi sistem Ekskresi di kelas XI IPA SMA Negeri 7 Kota Kediri. Rancangan penelitian menggunakan metode Research & Development (R & D)  yang merupakan modifikasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Prosedur yang dilakukan adalah penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan terbatas, revisi produk awal, dan uji pelaksanaan lapangan, revisi produk kedua, Uji lapangan operasional, revisi produk akhir. Kelayakan model, materi,  dan perangkat pembelajaran dinilai oleh satu ahli perangkat pembelajaran, satu ahli materi, dan tiga praktisi pendidikan. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Kota Kediri berjumlah 78 siswa dengan rincian 15 siswa untuk uji coba lapangan terbatas dan 63 siswa untuk uji coba pelaksanaan lapangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan memberikan kesimpulan: (1) Karakteristik model IL-2TS terdiri dari enam tahap yaitu observasi kelompok, manipulasi, generalisasi, Two Stay Two Stray, verifikasi, dan aplikasi. (2) Hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran,  praktisi pendidikan, pengguna guru dan siswa   dengan kategori sangat sesuai dan layak. Hasil validasi oleh ahli materi  dengan kategori sesuai dan layak, sehingga Model IL-2TS  layak diterapkan pada pembelajaran di kelas. (3) Model Pembelajaran IL-2TS efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dapat memberdayakan kemampuan analisis dan komunikasi siswa. Hasil Uji-t menunjukkan adanya perbedaan hasil  yang signifikan antara siswa dalam modelling class dan siswa dalam existing class. Hasil belajar siswa dalam modelling class lebih baik dibanding existing class. Keterlaksanaan sintaks pada proses pembelajaran pada kegiatan guru dan siswa  menunjukkan penilaian sangat baik.
PENGEMBANGAN MODEL INTEGRATING SOCIETY, SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND COLLABORATIVE MIND MAPPING (ISSETCM2) UNTUK MEMBERDAYAKAN LITERASI LINGKUNGAN Ari Maryani; Suciati Sudarisman; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17278

Abstract

Model Integrating Society, Science, Environment, Technology And Collaborative Mind Mapping (ISSETCM2) merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan SETS dan teknik CM2. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik model pembelajaran ISSETCM2 ditinjau dari aspek budaya untuk memberdayakan literasi lingkungan; 2) mengetahui kelayakan model pembelajaran ISSETCM2 ditinjau dari aspek budaya untuk memberdayakan literasi lingkungan; 3) menguji keefektifan produk model ISSETCM2 ditinjau dari aspek budaya untuk memberdayakan literasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) yang mengadaptasikan model Borg & Gall yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; 4) uji coba awal; 5) revisi tahap I; 6) uji coba lapangan terbatas; 7) revisi tahap II; 8) uji coba lapangan operasional; 9) revisi tahap III; 10) diseminasi atau penyebaran. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik model ISSETCM2 adalah membuat hubungan keterkaitan antara unsur dalam SETS dan budaya dengan menggunakan CM2. Produk model pembelajaran ISSETCM2 layak digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan penilaian ahli dan praktisi pembelajaran dan dapat memberdayakan literasi lingkungan siswa. Peningkatan nilai tes literasi lingkungan dalam kategori “sedang” setelah diterapkan model pembelajaran ISSETCM2 dan terdapat perbedaan yang signfikan antara nilai tes literasi lingkungan pada kelas model dan kelas kontrol yaitu rerata nilai postes kelas model lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol dengan level sig 0,00 < 0,05
Co-Authors AB Kusuma AB Kusuma Wardani Abdul Rohman Hadi Addi Mardi Harnanto Adi Yusuf M Adi Yusuf Mutaqin Adi Yusuf Muttaqien Adil Budi Sanjaya Afrinur Winursito Ardi Agus Setiya Budi Agustin Khoirun Nisa’ Ahmad Muali Akhmad Rifai Aminuyati Andika Putra Pratama Andreawan Setyo Nugroho Andriani Miraza Anthony Salim Anugerah Fajar Pradana Ardyan Reza Himawan Ari Maryani Ariet Setiawan Arif Fitria Ariza Eka Novianto Arum Destyarini Ary Setyawan Bagus Zaki Baridwan Baskoro Adi Prayitno Bimas E Saputra Budi Laksito Budiono, Taat Chicilia Puspita Chumdari Chumdari Cornelia Dumarya Manik Derry Handoko Purba Desilia Purnama Dewi Desilia Purnama Dewi Dimitrij Dimas Adhika Dwi Rahmawati Faizah Dwi Wahyuni Edi Junaedi Edo Maharu Edwi Mahajoeno Eka Juningsih Eka Miliana Apnandi Eko Yudo Elisa Herawati Elza Syarief, Elza Endar Pancaningrum Erik Pradana Putra Erlina Fatma Ratri Eva Kumala Wikan Prasodjo Fajar Fajar Fajar Ridwansyah Fajar Sri Handayani Fajar Srihandayani Farihatul Faizah Laela Febrianus Rio Sasuwang Fika Giri Aspia Ningrum Fitria Nur Laili Gabriel Kusumo Hendrianto Gea Ros Alifa Gigih Widiyanto Hafiedz Akbar Hanafi Akhmad Uswah Hapsari Octa Safira Harjoyo Harjoyo Hasdiansah, Hasdiansah Henni Marlinah Henry Setiawan Heppy Oktaria Heru Sasongko Hestu Prasetya Himawan Nur Aredha Putra Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhya Naufal Irla Gabriela Arya Jangkung Handoyo Mulyo Jesicha Muryantono Putri Pradana Karjo Karjo Katrian Nola Tania Kevinnoka Adi Prasanda Kiss Yanuar Riva’I Riatayasyah Krisenciana Firija Nuri Wulandari Kristanto Wibowo Lilik Kurniawan Lutfiana Nurhidayah Luther Gustavo Liwoso M. Eko Ferriristanto Maharani Kurnia Putri Mahasir Mahasir Mahmud Gunggung Saputro Masyhur Masyhur Monica Tanskanovia Magna Muhamad Hafiz Muhammad Rizan Adam Nani Nuraeni Sarah Nani Nuraini Sarah Nina Sulistyowati Nita Etikawati Novi Sri Purwaningsih Novita Putri Utami Nur Ahyani Nur Indiana K Nurmiyati Nurmiyati NURUL ISTIQOMAH Okyta Putri Cahya Ardika Primanda Arief Kurniawan Pristiansyah, Pristiansyah Purwadi, Joko Putri Ayu Hardiyanti Raden Ajeng Imareta Sulistiofanny Ratna Setyaningsih Ratna Suminar Ratna Suminar Rheo Ramadhan Rina Melati Riri Oktarini Rizki Mega Andriani Rizki Permata Yusniawati Rokhmat Syaeful Akbar Rosiana Aprilia Sajidan Sajidan Sapto Imambachri Sarah Iasya Setiono Setiono Shandra Shapeka Shelly Intania Haryanto Sitcha Atat Nurmufti Siti Qomariyah Siti Zubaidah Siti Zubaidah Situmeang, Ampuan Sodikun Sodikun Solly Aryza Somawardi Somawardi Sri Amini Sri Cipto Purnomo subanar subanar Suciati Suciati Suciati Sudarisman Sugeng Waluyo Sugiyarto Sugiyarto Sugiyo Sugiyo Sukho Baskoro Sumardino Sumardino Sunarmasto Sunarmasto Suparmi Suparmi Syafruddin Syafruddin Timotheus Ardya Pradipta Vina Putri Cahyarini Vita Utari Wahid Sulaiman Waluyo Waluyo Widi Hartono Yeni Farid Yoka Raditya Ranu Prana Yopi Saparudin Yuliyanto Yunita Purwandari Zaki Zainal Arifin Zamzam Nurhuda Zulfitriyanto, Zulfitriyanto