p-Index From 2021 - 2026
10.639
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu AT-TA`DIB Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JURNAL MEDIA KESEHATAN Academy of Education Journal SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Misbah : Jurnal Islamic Studies Attadib: Journal of Elementary Education Jurnal Dirosah Islamiyah Academia Open Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Indonesian Values and Character Education Journal Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Ilmiah Al-Hadi Fitrah: Journal of Islamic Education Journal of English Language and Education INVENTION: Journal Research and Education Studies Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Mudabbir: Journal Research and Education Studies QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Jurnal Basicedu Education Journal: General and Specific Research Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Lektur Keagamaan Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Islamic Education Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Informasi Keagamaan, Manajemen dan Strategi HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Cendikia Pendidikan Jurnal Dirosah Islamiyah El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementaria Edukasia FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Integrasi: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Islamic Education

Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung Putra Daulay, Haidar; Dahlan, Zaini; Aimanun; Siregar, Akublan
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.358 KB) | DOI: 10.57251/ie.v1i1.9

Abstract

Konsep manusia menurut kajian Hasan Langgulung terdiri dari berbagai konsep-konsep dasar meliputi konsep khalifah Allah di muka bumi yang mengandung potensi seperti fitrah manusia, Roh disamping pemenuhan kebutuhan jasmani, kebebasan kemauan manusia dan potensi akal pikiran. Konsep lainnya adalah tentang kejadian atau penciptaan manusia serta tujuan hidupnya, sifat-sifat asal manusia, konsep amanah manusia, dan terakhir perjanjian antara Tuhan dan manusia (mithaq). Mengenai implikasi konsep manusia menurut Hasan Langgulung adalah pada intinya, Pendidikan Islam dalam pada tujuan akhir (ultimate aim) adalah pembentukan pribadi khalifah bagi anak didik yang ciri-cirinya terkandung dalam konsep ‘ibadah dan amanah yaitu memiliki fitrah, roh disamping badan, kemauan yang bebas, dan akal. Dengan kata lain tugas pendidikan adalah mengembangkan keempat aspek ini pada manusia agar ia dapat menempati kedudukan sebagai khalifah. Kelemahan daripada kajian Hasan Langgulung mengenai manusia antara lain dalam hal tulisan, Hasan Langgulung tidak menulis kajian tentang manusia secara utuh, tulisan yang ada tersebar dari berbagai tulisan dan buku. Dalam hal teknis pemaparan, Hasan Langgulung dalam mengungkapkan tentang konsep manusia terjadi tumpang tindih dan tidak sistematik, mungkin dikarenakan luasnya wilayah kajian ini. Bebrapa hal yang masih menjadi perdebatan adalah tentang konsep kebebasan kemauan manusia, Hasan Langgulung tidak dengan secara tegas menyatakan bahwa kebebasan yang Allah berikan kepada manusia. . Bahwa konsep khalifah Allah sudah cukup untuk menafikan wujud kebebasan itu sendiri. Dalam hal ini kebebasan yang diberikan Allah kepada manusia sifatnya terbatas, Hasan Langgulung lebih cenderung pada pemikiran Asy’ary yang mencoba mengsintesakan antara kehendak Tuhan dan kehendak manusia. Pemikiran ini menimbulkan ambivalensi, bahwa disatu sisi manusia diberikan kebebasan dalam berpikir dan berkehendak dan disini lain, peranan Tuhan sangat dominan dalam hal pembentukan perbuatan manusia, dengan memakai konsep iradat-Nya, sehingga dalam praktik pendidikan Islam, Langgulung terkesan ragu dan pessimistik. Hasan Langgulung juga mengakui bahwa konsep yang ia paparkan adalah sangat mendasar, maka ia menyatakan bahwa tulisan tidak dapat dijadikan sebagai bimbingan dan acuan yang jelas terhadap pendidikan Islam secara praktis. Untuk itu sangat diperlukan buku atau kajian yang lebih komprehensif lagi dalam mendukung kajian tersebut, sehingga didapatkan sebuah konsep pendidikan Islam yang benar-benar dapat dijalankan dan diterapkan di masyakarat
Kolonialisme dan Dikotomi Pendidikan di Indonesia Putra Daulay, Haidar; Dahlan, Zaini; Priono, Andika; Lubis, Asrul Parlindungan
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.807 KB) | DOI: 10.57251/ie.v1i1.10

Abstract

It is well known that Indonesia is a vast area and is very rich with various natural resources, including spices. These spices became the initial attraction for European nations to come to Indonesia, because they really needed them. The arrival of European nations (especially the Portuguese, Dutch and British) since the 9/15 century to trade which later developed into political and military colonization. The Dutch colonial occupation had very complex motives and goals with three major themes, which were often referred to as 3G: Gold (Gold), Glory (Power), and Gospel (Religion / Gospel), namely Economy, politics and religion. In relation to these interests, the drafters of the concept of education seemed unable to separate themselves from the socio-economic and political conditions of the Dutch central government, and their relation to the political interests of the Dutch East Indies. Thus every policy implemented in the field of education tended to be related to the interests of Dutch colonial politics in Indonesia. So that Islamic education itself is difficult to develop and its development is very limited and not given free space.
Co-Authors A. Batubara, Khodijah Zuhro Abdi, Hasnan Abdilah, Muhammad Ayub Abdillah, Khairunnisa Ade Yusuf, Rizky Adinda, Febby Afnaz, Halimatuzzakiya Ahmad Rifai, Ahmad Ahmad Tarmizi Aimanun Amin, Mat Andini, Maysarah Anggraini, Yenita Arbeni, Wawan Arizky, Zefri Asri Br Purba, Alvira Assingkily, Muhammad Shaleh Atika, Nur Azhar, Ahmad Azhr, Ihsan Satrya Azminur, Saipul Boangmanalu, Adi Zulkifli Budianti, Yusnaili Bunayya, Haikal Wafi Candra Wijaya, Candra Dalimunthe, Aldi Wijaya Dani, Sulis Mawar Daniel Happy Putra Daulay, Afrahul Fadhila Daulay, Haidar Putra Daulay, Wahyu Agung Dayantri, Misra Nova Desnita Eni Rahmawati Fadly, Mhd. Fahrizal Fahmi Rambe , Faisal Farida Isroani Fasya, Amalia Febrian, M Agil Fradila, Noveria Ge’e, Ros Suryaningsih Handoyo, Ibnu Agung Hannum, Ikhsanti Hanny, Lutfiah Hariro, Adha Zam Zam Hasan Asari Hasibuan, Azimahrani Hazaa, Zuhair Mubarrak Hazmi, Deni Hemawati, Hemawati Hendra Alsa Fahmi, Hendra Hidayana, Rika Hidayat, Farhan Hrp, Winda Yani Insani, Fitrah Iqbal Maulana Ira wahyuni, Ira Irmi, Rana Farras Jelita Dwi Septya K, Putri Halimaini Khairani, Dede Khairunnisah, Widya Lestari, Armita Dwi Lingga, Salman Al-Farisi Lubis, Asrul Parlindungan Lubis, Jukni Ilman Luthfiah, Naurah Masganti Sit Mawardani, Sulis Mohammad Al Farabi, Mohammad Muhammad Azhar Munthe, Hasanuddin Nasution, Indah Widya Jaya Putri Nasution, Neysa Vania Nasution, Syukri Kurniawan Nasution, Ummi Nadrah Nawawi , Muhammad Imam Nuhaliza, Siti Nur Salum, Raisa Nurhalimah , Nurhalimah Nurjannah Hasibuan, Fahmi Nuryanti, Ika Putri Palem, Nur Halizah Panjaitan, Siti Rohimah Parlaungan, Parlaungan Patra, Naziha Priono, Andika Purba, Fitri Rahmawati Br Putra Daulay, Haidar Putri , Dinda Rahmadhani, Rizka Amalia Ramadhan, Muhammad Roshan Rambe, Nurmarito Ramud, Abdul Latif Repi, Predi Ari Ridho, M. Yasir Rizki, Miftahul Rohman, Fatkhur Sabri, Ali Salminawati Salminawati, S Sembiring Depari , Rizky Sembiring, Yana Juhri Artika Shah, Akmal Siagian, Hairun Nisa Silaen, Irma Sulistia Sinaga, Ali Imran Sinaga, Mahmud Qazzan Zaki Sipahutar, Muhammad Ilyas Siregar, Akublan Siregar, Muhammad Irfansyah Siska Amelia, Siska Siti Halimah Siti Qomariah, Siti Sitorus, Ahmad Ardhi Mauluddin Sitorus, Ahmad Syukri Sonang Pohan , Saima Srdianti, Siti Syahputra, Tri Abdi Tambunan, DahlQurrota A?yuna Tarmizi, Muhammad Taufik Hidayat Versita, Riana Wafi, Haikal Wibowo, Gumilang Wibowo, Salsabila Putri Widiya Putri, Fika Wirdani, Ika Wulandari, Ajeng Endah Yuri Ansari Panjaitan, Yuri Zakiah, Fauzana