Claim Missing Document
Check
Articles

NEUROBIOLOGI RASA ANDALIMAN DAN RELEVANSINYA DALAM TRADISI KULINER BATAK TOBA Cicik Suriani; Findi Septiani; Alya Meuthya Reayani Padang; Cindi Claudia Sipayung; Elis Putri Aldina Harahap; Helga Irene Purba; Umayra Umayra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan rempah endemik Sumatera Utara yang dikenal sebagai “merica Batak” karena menghasilkan sensasi unik berupa pedas-getir, aroma sitrusi, dan rasa kebas di lidah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme biologis sensasi andaliman pada sistem indera pengecap, mengidentifikasi senyawa bioaktif yang berperan, serta menelaah perannya dalam menjaga keaslian kuliner Batak Toba. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan biologis dan etnografis, melalui wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensasi kesemutan pada lidah berasal dari senyawa hydroxy-α-sanshool yang menstimulasi reseptor saraf trigeminal, sehingga menghasilkan sensasi mekanosensorik khas yang berbeda dari pedas capsaicin maupun dingin mentol. Selain itu, andaliman mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, fenolik, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, serta berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Dari perspektif budaya, andaliman berperan penting dalam kuliner Batak Toba, khususnya pada hidangan arsik, naniura, saksang, dan manuk napinadar, yang dianggap belum otentik tanpa kehadiran rempah ini. Temuan ini memperlihatkan bahwa andaliman bukan hanya bumbu penyedap, tetapi juga representasi identitas kuliner Batak Toba yang menghubungkan aspek biologis, kesehatan, dan nilai budaya. Dengan demikian, pelestarian andaliman sangat penting baik untuk menjaga biodiversitas lokal maupun sebagai upaya mempertahankan warisan kuliner tradisional Indonesia.
RISET BIOLOGI BERBASIS STEM DI ERA METAVERSE Harahap, Fauziyah; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Parasetya, Eko; Kamal, Samsul; Zahara, Nurlia; Armaniar, Armaniar
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pbio.v11i1.19410

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 saat ini sedang kita hadapi. Seiring dengan hal tersebut, maka riset biologi juga berkembang pesat. STEM berperan penting dalam menggali potensi Biodiversitas dan riset biologi melalui berbagai model pembelajaran yang mengasah kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, berfikir tingkat tinggi (HOTS), berkolaborasi dalam proses pendidikan. Pelaksanaan Project base learning, Problem Base Learning, inquiry learning, Discovery Learning, Case Methode menjadi terintegrasi dengan proses pendidikan melalui STEM. Metaverse menawarkan cara baru bagi pengguna khusunya pada bidang pendidikan  untuk berkolaborasi secara virtual dan berperan didalamnya. Di dunia riset dan edukasi, metaverse membawa dampak, khusunya pada Biodiversitas Indonesia yang dapat divisualisasikan secara virtual.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, STEM, Metaverse
Development of Tissue Culture Textbook Based on Project Based-Learning to Improve Science Process Skills of Biology Department Students Universitas Negeri Medan Harahap, Salamah; Harahap, Fauziyah; Hasanah, Dwi; Sembiring, Gres Anjelia; Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi; Nadhilla, Annisa; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Daulae, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13786

Abstract

The research on the development of this textbook was carried out based on the results of the analysis of student needs, namely that there are no teaching materials that can improve students' science process skills in the Tissue Culture course at the Department of Biology, State University of Medan. This textbook is compiled based on the learning syntax of Project-Based Learning (PjBL). This study aims to develop a Project-Based Learning-based tissue culture textbook to improve students' science process skills. This research method uses the Research and Development (R&D) with Thiagarajan's 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The population of this study was students of the Biology Department of Universitas Negeri Medan with a sample of 47 people who were given a PjBL-based tissue culture textbook. The results showed that (1) the textbooks have been tested for feasibility by material experts (87,73) (2) instructional design experts (92) with a very feasible category, (3) the response of tissue culture lecturers (92) and (4) students based on individual tests (95.1), small group tests (93,75), and limited group tests (90.02) with a very good category and (5) the results of the calculation of N-Gain for science process skills were obtained at 0.66 which is in the medium category.
Optimasi Sterilisasi Eksplan Biji Manggis (Garcinia mangostana L.) Menggunakan Natrium Hipoklorit Secara In vitro Harahap, Fauziyah; Asri, Elita; Hasairin, Ashar; Edi, Syahmi; Suriani, Cicik; Daulae, Abdul Hakim; Panggabean, Nurul Huda
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15281

Abstract

This study evaluates the effects of NaOCl concentration and immersion time on contamination levels and viability of in vitro mangosteen seed explants, aiming to identify the optimal sterilization protocol. Conducted at YAHDI Tissue Culture Laboratory, Medan, Indonesia, a Randomized Complete Block Design tested three treatment combinations: (1) 15% and 10% NaOCl for 5 minutes, (2) 20% and 15% NaOCl for 15 minutes, and (3) 30% and 20% NaOCl for 25 minutes. After immersion, explants were rinsed three times with sterile distilled water. Observations spanned 12 MST, with data analyzed using ANOVA and Games-Howell post hoc tests; contamination sources were qualitatively described. Results showed the first combination had the lowest effectiveness, the second was better but suboptimal, while the third significantly delayed contamination and yielded the highest explant survival rate of 86.1%. The third treatment also prolonged the contamination-free period compared to others. Fungal and bacterial contaminants were predominant, highlighting the need for effective disinfectants against both. These findings indicate that the third combination is a promising sterilization protocol for mangosteen seed explants, especially for hard endocarp tissues prone to contamination.
Variasi Waktu Dan Sterilisasi Untuk Anggrek Cattelya sp. Sebelum Penanaman In-Vitro Harahap, Fauziyah; Br Bangun, Edmy Febriani; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Nusyirwan, Nusyirwan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8081

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendapatkan teknik sterilisasi yang terbaik untuk eksplan batang anggrek Cattleya sp. muda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No. 8 Tanah 600 Medan Marelan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dalam mencobakan beberapa teknik sterilisasi. Untuk mengetahui teknik sterilisasi yang tepat, penelitian ini menggunakan eksplan lapang anggrek Cattleya Sp. dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dan ditabulasi menggunakan parameter penelitian hari terkontaminasi, persentase eksplan yang terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan yang membengkak, persentase eksplan yang membentuk bakal tunas dan persentase eksplan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 teknik sterilisasi yang optimal dalam sterilisasi eksplan lapang Anggrek Cattleya Sp. yaitu teknik sterilisasi 2 dan 4. Teknik sterilisasi 2 menggunakan zat sterilan deterjen, akuades steril, Tween-20, benomil 50%, agrimicin, NaOCl 15% 10% dan alcohol 70% kemudian teknik sterilisasi 4 dengan zat sterilan Clorox 1,05%, HgCl 0,02% dan akuades steril merupakan teknik sterilisasi yang tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kontaminasi eksplan dan tampaknya spot-spot hijau pada eksplan dimana eksplan akan mengalami pertumbuhan tunas. Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi pada eksplan Anggrek Cattleya Sp. adalah kurangnya kehati-hatian praktikan pada saat melakukan sterilisasi eksplan lapang, kontaminasi endogenus yang tinggi dan penggunaan zat steril yang kurang tepat
KOMPETISI KULINER UNTUK KONSERVASI: EVALUASI LOMBA MASAK RAMAH LINGKUNGAN DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Sitompul, Rahmadi; Syafitri, Ade; Suriani, Cicik; Nasution, Ahmad Luthfi Abdillah
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jkrl.v1i2.10498

Abstract

Kesadaran global mengenai kelestarian lingkungan telah mendorong upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari berbagai aktivitas manusia, termasuk dalam memasak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi lomba masak ramah lingkungan sebagai media kampanye peduli lingkungan, dengan mengukur tingkat keramahlingkunganan resep masakan yang diajukan menggunakan kriteria penilaian yang sistematis. Penelitian dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan lomba yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara pada awal 2024, di mana peserta mendaftar dan mengirimkan resep secara daring. Resep yang memenuhi kriteria keramahlingkunganan dipilih untuk tahap re-cooking dan disajikan kepada panelis untuk penilaian. Metode yang digunakan mencakup observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi pelaksanaan acara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lomba ini tidak hanya meningkatkan pemahaman panelis terhadap konsep masakan ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan antusiasme mereka terhadap upaya keberlanjutan, terlihat dari tingginya minat terhadap edukasi dan permintaan resep. Kendala utama meliputi kurangnya komunikasi dalam tim panitia, strategi promosi yang terbatas, serta kesulitan pendaftaran daring. Solusi yang disarankan mencakup peningkatan koordinasi panitia dan penyederhanaan prosedur bagi peserta. Lomba ini terbukti efektif sebagai media kampanye lingkungan, namun membutuhkan penyempurnaan pada aspek operasional.
The Effect of Implementing Problem-Based Learning (PBL) Model Assisted by Problem-Based LKPD on Students' Learning Outcomes in Motion Systems Material Afni Nurjanah; Cicik Suriani
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol. 7 No. 2 (2025): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v7i2.28888

Abstract

This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by problem-based worksheets on the learning outcomes and cognitive abilities of students in the motion system subject in class XI at SMA Negeri 1 Bahorok in the 2025/2026 academic year. This quasi-experimental study with a pretest and posttest control group design involved 72 students selected through simple random sampling. Class XI-1, as the experimental group, received PBL learning assisted by problem-based worksheets, while class XI-3, as the control group, received direct learning (lectures). The results of the study showed an increase. The average score increased from 37.31 to 72.78 in the experimental class (61.11% mastery) and from 41.11 to 55.00 in the control class (19.44% mastery). Overall, the N-Gain of the experimental class was g = 0.57 (57%, moderate), higher than that of the control class, g = 0.23 (23%, low). At the C4-C6 cognitive level, the experimental class showed N-Gain C4 = 0.60 (60%, moderate), C5 = 0.51 (51%, moderate), and C6 = 0.70 (70%, high)—consistently exceeding the control class (C4 = 0.30; C5 = 0.16; C6 = 0.09). Thus, the application of PBL assisted by problem-based LKPD had a positive effect on the learning outcomes and cognitive abilities of students.
Studi Etnobotani Minuman Bandrek (Tabbar) Khas Batak Toba Findi Septiani; Anisali Panjaitan; Judika Agnesia Purba; Yolanda Dealova Sihite; Donna Ariesta Sinaga; Ester Tania Monita Silalahi; Adel Dwi Nita Silalahi; Cicik Suriani
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7312

Abstract

Minuman tradisional Tabbar (bandrek khas Batak Toba) merupakan warisan budaya yang masih dikonsumsi secara turun-temurun dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, khususnya sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etnobotani Tabbar, proses peracikan tradisional, serta manfaat kesehatannya menurut pengalaman empiris masyarakat Batak Toba. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada peramu dan konsumen Tabbar, serta observasi langsung proses pembuatannya. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabbar diramu dari jahe merah (Zingiber officinale), lada (Piper ningrum), kayu manis (Cinnamomum burmannii), serai (Cymbopogon citratus), lengkuas (Alpinia galanga), cengkeh (Syzygium aromaticum), dan gula merah. Masyarakat meyakini minuman ini dapat melancarkan peredaran darah, memperbaiki metabolisme, membantu pengeluaran zat sisa melalui urin dan keringat, serta mengurangi keluhan pada saluran kemih. Analisis etnobotani menunjukkan adanya kandungan bioaktif seperti gingerol, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri yang berpotensi mendukung fungsi ginjal dan kesehatan tubuh. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Tabbar bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Batak Toba yang menyatukan aspek kesehatan, kearifan lokal, dan nilai sosial. Temuan ini membuka peluang penelitian farmakologis lanjutan serta pengembangan Tabbar sebagai produk herbal tradisional dalam kesehatan modern.
Tinjauan Fenomena Kerusakan Lingkungan Dampak Alih Fungsi Lahan Mangrove (Studi Kasus Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara) A. Hadian Pratama Hamzah; Cicik Suriani; Puji Prastowo; Sohifah Sohifah; Nurhasanah Nurhasanah
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 2 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v8i2.14816

Abstract

This study aims to analyze the impact of mangrove land conversion on the social life of the community and describe the form of sustainable mangrove area management in Tapak Kuda Village, Tanjung Pura District, Langkat Regency. The research method used is a mixed research method. A mixed research method is a research method that combines or associates quantitative and qualitative methods. The results of the study indicate that the social impact of mangrove land conversion results in changes in the social conditions of the community based on employment opportunities of 66.36% in the high category. Based on the income level of 83.13% which means high. Based on the level of education 69.46% in the high category, meaning that it illustrates that the state of education in this village is still low. Based on the pattern of ownership and use of natural resources 53.50% of the answer category is not high. Based on the condition of natural resource use 45.52% in the high category. The process of implementing community-based mangrove forest management in Tapak Kuda Village, Tanjung Pura District, Langkat Regency consists of several stages as follows: a) Planning stage; b) Implementation stage; c) Maintenance stage; and d) Monitoring stage. In conclusion, the conversion of mangrove land has an impact on the social life of the community in Tapak Kuda Village, Tanjung Pura District, Langkat Regency.   Keywords: Impact, Conversion of Function, Mangrove Land, Social Conditions of the Community, Environmental Costal Management.
Daya Dukung dan Jasa Lingkungan Taman Keragaman Hayati dalam Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Serta Rosot Karbon A Hadian Pratama Hamzah; Nurhasanah Nurhasanah; Cicik Suriani; Sohifah
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 6 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ebr6r914

Abstract

This study aimed to assess carbon stock potential and carbon sequestration as part of environmental services contributing to carbon emission reduction in Kiarapayung Biodiversity Park. The method applied was a Permanent Sample Plot (PSP) design modified from and integrating the Indonesian National Standard (SNI) 7724:2011 and the Rapid Carbon Stock Appraisal (RaCSA) method developed by ICRAF Southeast Asia. Measurements and calculations were conducted on five carbon pools using a combined approach, consisting of a census-based method for aboveground biomass assessment and a sampling-based method for the remaining four carbon pools. The results indicate that the average carbon potential in Kiarapayung Biodiversity Park was 68.18 ton ha⁻¹, equivalent to 250.22 ton CO₂e ha⁻¹. Block 6 recorded the highest carbon stock at 157.02 ton ha⁻¹ (576.25 ton CO₂e ha⁻¹), followed by Block 7 and Block 2 with carbon stocks of 77.23 ton ha⁻¹ (283.43 ton CO₂e ha⁻¹) and 60.74 ton ha⁻¹ (222.92 ton CO₂e ha⁻¹), respectively. Lower carbon potentials were observed in Blocks 8, 3, 5, and 1, ranging from 55.47 to 43.75 ton ha⁻¹ or equivalent to 203.59–222.92 ton CO₂e ha⁻¹. Blocks 1 and 5 exhibited the lowest carbon potentials, amounting to 41.84 and 34.97 ton ha⁻¹ or equivalent to 128.33 and 153.56 ton CO₂e ha⁻¹, respectively. In conclusion, Kiarapayung Biodiversity Park serves not only as a conservation area but also has considerable potential to be developed as a forest- and carbon-based ecotourism and edutourism site. Such development may be supported through digital carbon data utilization using QR codes, appropriate species selection, educational games and quizzes related to carbon data, integration of carbon economic value into environmental service payment mechanisms, and the establishment of a living laboratory focused on carbon research. Keywords: Greenhouse Gas Emissions, Environmental Services, Carbon, Conservation, Biodiversity Park
Co-Authors . SUHARSONO A Aryeni A. Hadian Pratama Hamzah A. Hadian Pratama Hamzah Abdul Hakim Daulae Adel Dwi Nita Silalahi Afni Nurjanah Agita Setya Ningrum Aisyah Amira Nasution Alvina Oktavia Alya Meuthya Reayani Padang Amelia Patra Harahap Ananda Adilla Anastasia Sinaga Anisah Huzaifah Anisali Panjaitan Annisa Ridha Riyani Aprilia Shofia Isyfi Armaniar, Armaniar Ashar Hasairin Asih Maulida Hasni Asri, Elita Aswarina Nasution Ayu Putri Ningsih Bertha Angelina sidauruk Br Bangun, Edmy Febriani Brema Pratama Chairani Fadilla Chyntia Dwi Camelia Cindi Claudia Sipayung Cindi Santika Ramadina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Desi Novianty Br Ginting Desi Sakinah Tinendung Didi Febrian Donna Ariesta Sinaga Elis Putri Aldina Harahap Elista Sianturi Elza Amanda Emia Sapna Marsyalina Br Barus Eni Susanti Ermy Veronica Sitompul Ester Tania Monita Silalahi Fadillah, Yulia Rahmah Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Findi Septiani Findi Septiani Fitri Afifah Nasution Geovany Panjaitan Grace Violencia Gusni Katrina Zalukhu HANDAYANI, DINA Harahap, Salamah Hasanah, Dwi Hasratuddin . Helga Irene Purba Imelda Sri Ulina Br Purba Irene Putri Dinanti Manurung Judika Agnesia Purba Juli Nola Olivia Sinaga Kairani, Anita Lia Rahmawati Lina Warlina Louisa Assian Sinaga MANSUR AS Maylani Magdalena Br Malau Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Fadhal Faiq Muhammad Fahrizal, Muhammad Nadhilla, Annisa Nadilla Putri Nasution, Ahmad Luthfi Abdillah Nasution, Aswarina Nur Alifah Fitriyana Siallagan Nurdyana Nasution Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurlela Br Ginting Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nurul Aini Nurul Ummi Lubis Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Puji Prastowo Puspita, Wina Dyah Putri Agresia Sinaga Putri Diana Rafi Alwaliyyu Rafiqah Yusna Siregar Rahel Octavia Siaahan Ratih Indah Sundari Rehlitna Fransiska Sitepu Rini Syahrayni Hasibuan Rizki Fatahillah Hutasuhut Rizki Jumiati Hasibuan Roedhy Poerwanto Rosa Sari Amalia Nasution Roulina Siburian Sakinah Warohmah Samsul Kamal Sanimah Sari, Elvira Nanda Sembiring, Gres Anjelia Serina Fitri Ayu Limbong Sihombing, Josephine Gloria Margareth Sinthia Brigyta Pangerapan Sinthya Syahputri Sinuraya, Kenari Br Siti Rahma Sari siti rahmah Sitompul, Rahmadi Sitti Subaedah Sohifah Sohifah Sohifah Sopi Yanti Sri Dewi Nainggolan Sri Harijati Sri Harijati Sri Wahyuni Siregar Stevani Azharia Br Ginting Subhan Abadi Nasution Suci Rahayu Syafitri, Ade Syahmi Edi Syahmi Edi Syarifuddin Syarifuddin Tawaria Anasari Barus Togi Romaito Siagian Umayra Umayra Vanesia Syhana EZ Sinaga Wasis Wuyung Wisnu Brata Wasis Wuyung Wisnu Brata Wina Dyah Puspita Sari, Wina Dyah Yohana L Purba Yolanda Dealova Sihite Yunda Safitri Zahara Ain Nur Syahru ⁠Intan Dwita Syahfitri